Human Resource Training

Online Training : Behavior Based Interview

Deskripsi Melakukan interview dalam rangka merekrut calon karyawan , mungkin sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para manager / supervisor . Ketrampilan interview harus dimiliki tidak hanya oleh para pengelola bidang HRD, namun juga pimpinan / manager lainnya . Mengapa ? Karena mereka perlu mengenal secara langsung calon karyawan yang akan dipimpinnya. Apakah para manager sudah melakukan praktek interview dengan tepat ? Sehingga  diperoleh karyawan dengan kompetensi  sesuai dengan tuntunan uraian jabatan / job description ? Jangan sampai waktu yang digunakan untuk melakukan interview calon karyawan menjadi tidak efektif karena interview tidak menggunakan metode yang tepat. Apa maksudnya ? interview  dilakukan tidak memiliki konsep dan struktur  mengarah kepada penggalian kompetensi calon karyawan tersebut. Pertanyaan yang diajukan dalam interview lebih banyak menyangkut hal  bersifat pribadi , tanpa menggali informasi atas kompetensi yang dimiliki calon karyawan. DalamBehavioral Based Interview , proses interview akan berpusat kepada penggalian informasi atas kompetensi calon karyawan (terutama “soft competency / behavior”) , berdasarkan pengalaman yang dilaluinya. Metode yang dilakukan disebut dengan “STAR” , yaitu merupakan aktronim dari : S : Situation T : Task A : Action R : Result Dalam metode ini , seluruh yang pertanyaan telah disiapkan oleh pewawancara, mengacu kepada keempat aspek tersebut. Artinya, calon karyawan diminta untuk menceritakan pengalamannya secara spesifik dalam suatu aktivitas / kegiatan tertentu, sehingga peawancara dapat menggali lebih dalam perilaku apa yang pernah dilakukan oleh calon karyawan di masa lalu. Dalam konsep Behavioral Based Interview ini, berlaku prinsip : “ Past behavior predict future behavior” (Perilaku yang dilakukan di masa lalu, merupakan prediksi atas perilaku di masa datang). Tujuan Pelatihan Tingkat akurasi yang tinggi dalam menilai tepat atau tidaknya seseorang ditempatkan pada pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mencegah interviewer melakukan penilaian sesaat terhadap calon tenaga kerja hanya dengan melihat penampilan dan karakteristik luarnya saja. Digunakan untuk membuat struktur atas kisaran penuh penilaian dan teknik-teknik pengembangan yang meliputi lembaran aplikasi, interview, proses penilaian dan ratingnya. Digunakan untuk menspesifakasi keterampilan dan karakteristik tertentu serta rencana pengembangan yang dapat dijadikan target sasaran terhadap area yang perlu dikembangkan. Kompetensi mampu menyediakan suatu gambaran ringkas mengenai arah pengendalian bisnis serta perilaku dan tindakan-tindakan yang diperlukan. *) Cat. Peserta membawa CV masing-masing sebagai bahan untuk latihan interview Outline Materi Prinsip dasar dalam proses rekruitmen dan seleksi Konsep Kompetensi dan “codable information” Latihan : identifikasi kompetensi Desain proses rekruitmen dan Behavioral Based Interview Proses penyaringan awal (Merancang struktur formulir aplikasi) Behavioral Based Interview Penilaian Hasil Interview Evaluasi dan Pengambilan Keputusan Metode STAR dalam Behavioral Based Interview Latihan awal Behavioral Based Interview Latihan Behavioral Based Interview : kejadian spesifik LatihanBehavioral Based Interview : pertanyaan terfokus Latihan melakukan penilaian dan evaluasi hasil interview Dalam pelatihan Behavioral Based Interview peserta akan terlibat untuk bermain peran (role) play, terutama sebagai pewawancara (interviewer). Peserta akan terlibat dalam diskusi  interaktif satu sama lain, sehingga dapat saling memberikan masukan. Tujuannya adalah agar dapat memahami dan menghayati lebih dalam kompetensi dibutuhkan untuk dapat menjadi pewawancara yang baik. Fasilitator Budhi Wirawan, SE, M.Si Magister Psikologi Terapan (SDM) , Fakultas Psikologi , UI Sarjana Manajamen, UNPAD Lebih dari 20 tahun sebagai praktisi bidang SDM di berbagai jenis perusahaan (industri manufaktur , industri dan pemasaran produk farmasi serta, jasa keuangan) , dengan posisi terakhir sebagai AVP pada HR Division. Pemegang sertifikat assesor kompetensi SDM . Memliki pengalaman sebagai narasumber / fasilitator / trainer di bidang SDM pada berbagai forum HRD, inhouse training maupun public training

Online Training : Conflict Management Strategies

Mencegah Dan Mengatasi Konflik Karyawan Secara Positif Training Conflict Management Strategies adalah training yang mempelajari definisi karyawan bermasalah, sumber-sumber dan tipe-tipe konflik, bagaimana pelaksanaan manajemen konflik, konflik dan penampilannya baik tertutup maupun tertutup, mengenai pemecahan konflik, komunikasi dalam konflik. Deskripsi Sadar atau tidak, banyak perusahaan yang mempunyai karyawan bermasalah, baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan, hal ini dapat diatasi dengan suatu pelatihan atau coaching, yang lebih bermasalah adalah jika ada konflik baik antara atasan dan bawahan, maupun sesama karyawan. Pelatihan Conflict Management Strategies di design dengan konsep pengenal diri setiap karyawan untuk dapat menentukan cara menghadapi dan mengatasi konflik karyawan, sehingga dalam pekerjaan terjadi sinergisitas yang baik. (Conflict Management) Tujuan Peerta memahami dan mampu mengelola potensi atau persoalan konflik terbuka atau pun tertutup secara positif, bisa menganalisa dan mendeteksi secara dini masalah yang akan atau timbul dengan jalan keluar yang baik. (Conflict Management) Outline Pelatihan Definisi karyawan bermasalah (Conflict Management) Sumber-sumber dan tipe-tipe konflik (Conflict Management) Pelaksanaan Manajemen Konflik (Conflict Management) Konflik dan penampilannya baik tertutup maupun tertutup (Conflict Management) Pemecahan konflik (Conflict Management) Komunikasi dalam konflik (Conflict Management) Metode Presentasi Diskusi Latihan Soal/Kasus DISC Profiling Test Simulasi Peserta Direktur/Manajer Supervisor Marketing/Staf Operasional HRD/Front Desk/Receptionist Customer Service Public Relation Facilitator Bohman J. Silaen, S.Si., M.M., CPHR. Bohman adalah trainer dan fasilitator yang mempunyai pendekatan dalam menyampaikan materi pelatihan secara aktual dan praktis, mengedepankan metode pelatihan yang bukan hanya mudah dimengerti tetapi juga diserap dan dilaksanakan oleh peserta. “jangan ada yang sia-sia dalam pelatihan ini, semua harus bertambah maju dan baik” kutipan yang sering dilontarkan terhadap peserta. Beliau adalah Direktur PT. DEVINA FLORINDO dan Direktur SAFERTO JASA REKATAMA (…s/d sekarang), Pendidikan : S3 Enterpreneur University, S2 Marketing Management STIE IPWI, S1 Biologi Lingkungan UNSOED, (Presenter + 20 materi a.l.; Tehnik Interview, Motivasi, Negosiasi, Leadership, Produktifitas, dll), HRD Manager (2002-2009), Coorporate Secretary (1993-1995). Organisasi/Pengalaman : Anggota SDM Indonesia, Anggota HRD Manager Club, Pengurus FKIJ Bidang SDM, Pengurus MPKN KADIN, Sekretaris Hari Pangan Se-Dunia Ke-15 WHO, Ketua Senat Mahasiswa, Pendiri Taman Buah Mekarsari, Ketua Komite Sekolah, Ketua Punguan Silaen se Bogor Timur. CEO General Trade BJS Solution Beberapa klien yang pernah ditangani, diantaranya: Bank Mandiri, AMDI Astra,BCA, CIMB, Indofarma, Global Foresight, Grafitec, Printec, Mattel, STIE Perindustrian, ECO Logistic, DHL, Nichias Indonesia, Lautan Mas, OTO, Medco, BNI 46, Adira Finance, Allianz, Sinarmas Group, dll.

Online Training : Pelatihan Mengelola Serikat Pekerja

Pelatihan Mengelola Serikat Pekerja salah satu tujuannya adalah mengelola dan memberdayakan potensi serikat pekerja menjadi mitra yang meningkatkan produktifitas perusahaan. Deskripsi Saat ini karena kebutuhan internal maupun adanya ketentuan eksternal yang memungkinkan dibentuknya Serikat Pekerja, maka perlu dipahami bahwa Serikat Pekerja bagaimana pun tetap menjadi bagian dari suatu perusahaan. Apa suatu Serikat Pekerja perlu ada atau tidak ? Kenyataan Serikat Pekerja dipandang sebagai sesuatu yang akan merugikan perusahaan lebih banyak dibandingan dengan pandangan bahwa Serikat Pekerja akan menguntungkan perusahaan, padahal kunci utama merugikan atau menguntungkan terletak pada “bagaimana” Serikat Pekerja dikelola sebagai bagian yang dapat meningkatkan produktifitas, kesejahteraan karyawan dan perusahaan, dan pemberdayaan potensi perusahaan. Dengan kata lain, Serikat Pekerja dapat dikelola tidak hanya bagi kepentingan pekerja juga bagi kepentingan perusahaan yang lebih besar. Hubungan saling menguntungan dan Harmonis menjadi misi pelatihan ini. Perlu tidaknya, ada tidaknya suatu Serikat Pekerja, dan jika ada bagaimana dapat mengelola Serikat Pekerja menjadi Mitra Perusahaan yang memberikan kontribusi bagi kemajuan perusahaan dan pekerja, sehingga menghilangkan stigma negatif dalam hubungan industrial antara pekerja dengan perusahaan dan antara pekerja dengan pekerja, bahkan bila perlu tidak perlu dibentuk atau ada Serikat Pekerja jika timbale balik hubungan industrial berjalan kondusif dan memberikan kesejahteraan semua pihak. Tujuan Pelatihan Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Serikat Pekerja serta memberikan keterampilan dalam berkomunikasi maupun bernegosiasi dengan Serikat Pekerja atau Pekerja, sehingga tercipta hubungan yang nyata dan harmonis. Outline Pelatihan Sistem Ketenagakerjaan Nasional  dan Alasan Mengapa Perlu/Ada Serikat Pekerja. Tipe-Tipe Bentuk dan Faktor-Faktor Hubungan Hukum Serikat Pekerja dan Karyawan serta Perusahaan. Faktor-Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Serikat Pekerja Faktor-Faktor yang Dapat Menurunkan Kesempatan Terjadinya Pengorganisasian Serikat Pekerja Proses Penyelesaian Hubungan Industrial Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Peraturan Perusahaan (PP) 3 Faktor Indikator Kondisi Hubungan Industrial dan Serikat Pekerja yang Harmonis Tantangan Membangun Hubungan Industrial yang Baik Mengenal Karakter Orang-Orang yang Terlibat dalam Serikat Pekerja 4 Cara Komunikasi terhadap Orang-Orang Serikat Pekerja Teknik negoasiasi “ win-win solution” Bagaimana Mengelola Serikat Pekerja Menjadi Mitra Perusahaan yang Baik Metode Presentasi Diskusi Latihan Soal/Kasus DISC Profiling Simulasi Peserta Direktur/Manajer Supervisor HRD/Personalia Pengurus/Anggota Serikat Pekerja Facilitator Bohman J. Silaen, S.Si., M.M., CPHR. Bohman adalah trainer dan fasilitator yang mempunyai pendekatan dalam menyampaikan materi pelatihan secara aktual dan praktis, mengedepankan metode pelatihan yang bukan hanya mudah dimengerti tetapi juga diserap dan dilaksanakan oleh peserta. “jangan ada yang sia-sia dalam pelatihan ini, semua harus bertambah maju dan baik” kutipan yang sering dilontarkan terhadap peserta. Beliau adalah Direktur PT. DEVINA FLORINDO dan Direktur SAFERTO JASA REKATAMA (…s/d sekarang), Pendidikan : S3 Enterpreneur University, S2 Marketing Management STIE IPWI, S1 Biologi Lingkungan UNSOED, (Presenter + 20 materi a.l.; Tehnik Interview, Motivasi, Negosiasi, Leadership, Produktifitas, dll), HRD Manager (2002-2009), Coorporate Secretary (1993-1995). Organisasi/Pengalaman : Anggota SDM Indonesia, Anggota HRD Manager Club, Pengurus FKIJ Bidang SDM, Pengurus MPKN KADIN, Sekretaris Hari Pangan Se-Dunia Ke-15 WHO, Ketua Senat Mahasiswa, Pendiri Taman Buah Mekarsari, Ketua Komite Sekolah, Ketua Punguan Silaen se Bogor Timur. CEO General Trade BJS Solution Beberapa klien yang pernah ditangani, diantaranya: Bank Mandiri, AMDI Astra,BCA, CIMB, Indofarma, Global Foresight, Grafitec, Printec, Mattel, STIE Perindustrian, ECO Logistic, DHL, Nichias Indonesia, Lautan Mas, OTO, Medco, BNI 46, Adira Finance, Allianz, Sinarmas Group, dll.

Online Training : Menjadi AREA MANAGER yang Luar Biasa

Salah satu tujuan pelatihan Menjadi AREA MANAGER yang Luar Biasa adalah agar peserta mampu mengubah dirinya dari seorang pekerja yang super menjadi manager yang hebat. Deskripsi Area Manager adalah anggita team dan sekaligus pimpinan team, Area Manager adalah anggota dari team management di kantor pusat dan pada saat yang sama Area Manager meminpin teamnya sendiri di Daerah, yaitu para Medical reps/ salesman / atau semua anggota di bawah tanggung jawabnya untuk membantu semua proses pencapaian target yang di bebankan oleh perusahArea Manager merupakan bagian mata rantai management yang sangat penting untuk tercapaianya tujuan besar perusaan, Area Manager harus mampu menterjemahkan perintah dari atasannya untuk dikerjakan bersama – sama team nya sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah masing – masing. Area Manager merupakan peran kunci dalam proses delegasi dan tanggung jawab tujuan perusahaan yang sangat besar untuk di bagi – bagi dalam unit kecil agar bias dilaksankan di lapangan dengan efektif dan efisien. Area Manager mempunyai tugas khusus dari management untuk mengelola areanya dengan efektif dan efisen dalam berkontribusi dalam pencapaian target Nasional . Area Manager sebagai pemipin teamnya mempunyai tugas untuk mengelola anak buahnya , berbicara atas nama mereka memberi nasihat dan mendorong agar terus tetap bersemangat, melatih dan mengembangkan mereka serta merdorong kreativitas team agar selalu menemukan jalan keluar bagi kesulitan yang dihadapi di lapangan.Area Manager juga merupakan jaringan “intelijen” yang sangan penting untuk perusahaan, Area Manager harus mampu memberikan informasi detail dan akuran semua yang terjadi di medan persaingan , peluang – peluang yang ada, kegiatan pesaing, ancaman yang menghadang maupun tindakan yang sudah diambil, makin hebat Area Manager untuk bereaksi dengan baik di lapangan maka akan semakin besar peluang perusahaan untuk memenagkan persaingan. Karena bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat !!! Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti  program ini  para  Area Manager akan memiliki kemampuan : Mengubah dirinya dari seorang pekerja yang super menjadi Manager yang Hebat Mampu bertanggung jawab untuk tugas dan beban target yang dibebankan kepadanya Memimpin anggota teamnya dengan efektif dan efisien Mampu memahami sudat pandang pimpinan pusat Menetapkan target areanya sesuai dengan potensi dan harapan management Mengelola team dan sumberdaya lain nya untuk mencapai target Mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sesuai dengan garis kebijakan management Memberikan contoh yang baik / Role model Outline Materi Peran Area Manager di dalam Organisasi Memahami tingkah laku manusia (mengenali anggota team) Menetapkan Sasaran Pendelagasian untuk mencapai hasil maximal Proses Pembetukan Team Situasional Leadership Komunikasi efektif Pengembangan individu Problem Solving dan Decision Making Fungsi control Area Manager Sistem penilaian KInerja yang Positif Konseling dan Bimbingan karyawan Management Diri Sendiri Peserta Area Manager, Supervisor, calon Area Manager, Training Manager Metode Pelatihan Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain : Case study, memecahkan masalah yang dihadapi oleh Area Manager di lapangan Presentasi hasil kinerja Role Play Membuat evaluasi Durasi Pelatihan Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,  atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,  dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latiha dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program) Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta / Role Play, baik praktek antar peserta maupun dengan pasien secara langsung Jadwal Pelatihan DAY 1 08.30 – 10.00 Sambutan Selamat Datang oleh Organizer Pendahuluan Program (Latar Belakang & Sasaran) Pengantar Area Management Pre Test Diskusi 10.15 – 12.00 Peran Area Manager dalam Organisasi Anggota Team dan Pemimpin Team Dilemma Area Manager 13.00 – 15.00 Workshop 1 : Memahami Tingkah laku manusia Pembentukan Team : Apa, mengapa, dan Bagaimana Apakah Team itu Hubungan antar probadi dalam team Sinergy membuat team menjadi Luarbiasa 15.15 – 17.00 Workshop 2 : Mengapa menetapkan Tujuan ? Memahami tujuan – tujuan  perusahaan Kriteria SMART untuk menetapkan tujuan 7 kunci keberhasilan dalam menetapkan tujuan Tatacara dan prosedur dalam menetapkan tujuan DAY 2 08.30 – 10.00 Workshop 3 : Presentasi pendek dari masing – masing peserta ( bagaimana meningkatkan Citra Diri ) Delegasi untuk mencapai hasil yang positif Mengapa melakuakan delegasi Kunci pendelegasian yang efektif 10.15 – 12.00 Workshop 4 : Game Leadership Area Manager Situasional Leadership Kecenderungan gaya kepemimpinan pada diri Area Manager Kemampuan menerapkan Situasional Leadership 13.00 – 15.00 Workshop 5 : Game komunikasi Komunikasi efektif dengan energy warna karakter Mengenali karakter pribadi Mengeali karakter anggota team Bagaimana berinteraksi untuk komunikasi efektif 15.15 – 17.00 Pengembangan Individu dan Motivasi Problem Solving & Decision Making Fungsi Kontrol Area Manager Konseling dan Bimbingan Management Diri Penutup Persyaratan Peserta Peserta boleh mengunakan warna kesukaanya masing – masing (pakaian, tas, jaket dll) Facilitator Anwar Haliyanto, MM Anwar Haliyanto, salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Posisi terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Marketing Reasearch adalah salah satu bidang yang selalu menjadi fokus perhatiannya semanjak di posisi Manajer sampai menduduki jajaran direksi karena hal ini merupakan kunci sukses strategy perusahaan Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan Trainer, dengan banyak memberikan pelatihan Marketing, Sales Manegement dan Product Development.

DISC, Konsep Dan Implementasi

PRELUDE : Dalam dunia kerja seringkali gaya atau tipe orang menjadi kunci sukses dipekerjaan tersebut. Selain itu dalam dunia pekerjaan seringkali juga karyawan dalam kondisi tertekan atau stress dan tidak mengetahui apa penyebabnya. Untuk bisa produktif dengan maksimal maka tentu saja karyawan harus mengenali dirinya kemudian menggunakan pengenalan diri tersbut untuk bisa memaksimalkan produktifitasnya sehingga bisa sukses di pekerjaannya. Bagi para atasan tentu juga perlu tahu kondisi stress anak buahnya sehingga bisa memanaje lebih baik. Workshop ini untuk pengenalan dan implementasi DISC yaitu psikogram untuk mengenal karakter dari orang, workshop ini bisa dilakukan khusus untuk atasan agar lebih baik dalam mengelola orang, para sales agar lebih baik dalam melakukan penjualan dan karyawan umum untuk mengenal diri sendiri dan rekan-rekan kerja sehingga bisa lebih baik dalam interaksi, juga akan melihat tingkat stress dari karyawan. TARGET PESERTA : Karyawan, Staf, Supervisor, Lini manajer, Manajer, GM sampai dengan pimpinan puncak perusahaan, tenaga pendidik (Dosen dan Instruktur) serta orang-orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang DISC BONUS : SERTIFIKAT QUESTIONER DISC SOFTWARE DISC OUTLINE MATERI : WORKSHOP JOB EVALUATION (MATCH POINT – HAY) WORKSHOP JOB EVALUATION (FES METHOD) FACILITATOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

Behavioral Based Interview Skill For Line Manager

PRELUDE: Persaingan dalam mendapatkan tenaga kerja sangat kompetitif pada saat ini. Bagian SDM dituntut untuk bisa mendapatkan karyawan yang memiliki knowledge, skill dan attitude sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan user. Supply pelamar cukup banyak namun yang sesuai dengan kebutuhan organisasi khususnya di kompetensi tidaklah banyak sehingga untuk bisa menemukan talent yang demikian dibutuhkan kemampuan skill teknik interview yang mumpuni bagi para interviewer perusahaan baik bagian SDM maupun user. Workshop ini membahas tentang teknik interview dengan metode behavior event interview untuk mengukur kompetensi termasuk latihan, bonus buku MSDM, kumpulan kompetensi dan dictionary, analisa gaya dan tipe dengan DISC TARGET PESERTA : Assessor, recruitment staff, supervisor dan manajer dari bagian SDM, Lini manajer, GM sampai dengan pimpinan puncak perusahaan, tenaga pendidik (Dosen dan Instruktur) serta orang-orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang teknik interview dengan metode behavioral based. BONUS : SERTIFIKAT QUESTIONER DISC SOFTWARE DISC COMPETENCY DICTIONARY OUTLINE MATERI : DESIGN KOMPETENSI BEI KONSEP DAN IMPLEMENTASI PRAKTEK/ROLE PLAY PEMBUATAN LAPORAN FACILITATAOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

Industrial Relations, Business & Practice

PRELUDE: Salah satu yang krusial dihadapi oleh perusahaan adalah industrial relations. Kapan perusahaan perlu punya PP atau PKB, bagaimana cara membuat PP dan PKB, bagaimana dengan serikat pekerja cara menghadapi dan pembentukannya, apa hak dan kewajibannya, lalu bagaimana proses PHK apalagi dengan terbitnya UUCK yang dikuatkan dengan PP 2021 dan terakhir dengan keluarnya PERPU CK. Tentau hal-hal ini dibutuhkan untuk dikuasai secar bisnis dan praktis di lapangan oleh para praktisi yang berkecimpung di bidang SDM. Workshop ini membahas tuntas habis terkait industrial relations mulai dari aturan, sejarah, PP dan PKB, serikat pekerja, mogok dan demonstrasi, perselisihan dalam hubungan industrial sampai dengan proses PHK dan bedah UUCK serta PERPU terbaru TARGET PESERTA: Para pimpinan perusahaan, pimpinan di bagian SDM, staff dan supervisor di bagian Industrial relations, tenaga pendidik (Dosen dan Instruktur) dan publik yang ingin tahu tentang Industrial Relations. OUTLINE MATERI: PP vs PKB SERIKAT PEKERJA MOGOK KERJA PHK PHI BEDAH UU Cipta Kerja DAN PERPU Cipta Kerja FACILITATOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

HR for Non HR

PRELUDE : Tidak bisa dipungkiri bahwa Manpower sebagai salah satu komponen utama penentu keberlangsungan hidup perusahaan. Isu yang dihadapi perusahaan dan para leader antara lain bagaimana: Meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan tugas dan memimpin staff/pegawai yang berada dalam koridor kewenangannya Meningkatkan kemampuan komunikasi secara efektif Meningktkan kemampuan memilih dan memilah tugas yang akan didelegasikan dan penentuan kepada siapa tugas tersebut akan didelegasikan Meningkatkan kemampuan pemilahan training/ pelatihan kepada personal/staff perusahaan secara tepat Meningkatkan kemampuan dalam memberikan penghargaan dan pengakuan secara proporsional Memahami peranan mendalam HR Management terhadap kinerja perusahaan Meningkatkan kemampuan manajerial dan leadership menjadi lebih baik melalui penanganan SDM dengan baik sehingga mampu untuk menghasilkan hasil kinerja optimal Untuk ini maka para pimpinan (leader) diharuskan untuk bisa menjadi HR Manajer di tempat masing-masing, dan workshop ini mencoba menjawab hal ini TARGET PESERTA : Supervisor, Lini manajer, Manajer, GM sampai dengan pimpinan puncak perusahaan baik di bagian SDM maupun TIDAK, tenaga pendidik (Dosen dan Instruktur) serta orang-orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang MSDM BONUS : SERTIFIKAT FORM JOB DESC FORM JOB EVA. (HAY POINT) FORM GRADING FORM SAL. STRUC. LEADERSHIP ASSESSMENT JOB EVA GUIDANCE OUTLINE MATERI : INTRO PERSONNEL, HR, HCM, HRBP MAN POWER PLANNING & FORECAST JOB ANALYSIS – RACI RECRUITMENT & SELECTION TRAINING & DEVELOPMENT PERFORMANCE MANAGEMENT DESIGN KOMPETENSI INDUSTRIAL RELATIONS FACILITATOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

Desain Job Analysis, Job Desc., Job Eva, Grading & Salary Structure

PRELUDE: Perusahaan yang baik tentu haruslah memiliki Struktur Organisasi (SO) yang tepat yang didapatkan dari Job Analysis lalu adanya uraian pekerjaan yang lengkap serta adanya jenjang jenjang kepangkatan serta salary structure yang kompetitif dan mudah diadministrasikan. Manusia menjadi kunci sukses kesuksesan perusahaan. Untuk itu tentu mempertahankan karyawan yang baik menjadi salah satu kuncinya dimana hal-hal di atas tentu menjadi salah satu faktor yang perlu untuk diperhatikan dan dipersiapkan. Worshop ini untuk mendesain pembuatan job description dengan menggunakan analisa metode RACI (Responsible, Accountable, Consulted, Informed) lalu dilanjutkan dengan job evaluasi yang akan memperkenalkan konsep Match Point (Hay) lalu dilanjutkan dengan menyusun grading atau kepangkatan dan lalu design salary structure. TARGET PESERTA: Supervisor, Lini manajer, Manajer, GM sampai dengan pimpinan puncak perusahaan dibagian SDM, tenaga pendidik (Dosen dan Instruktur) serta orang-orang yang ingin mengetahui lebih dalam tentang MSDM. BONUS : SERTIFIKAT FORM JOB DESC FORM JOB EVA. (HAY POINT) FORM GRADING FORM SALARY STRUCTURE OUTLINE MATERI : DESAIN JOB ANALYSIS DESAIN JOB DESCRIPTION DENGAN METODE RACI WORKSHOP JOB EVALUATION (MATCH POINT – HAY) DESIGN GRADING DESIGN SALARY STRUCTURE FACILITATOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

Desain KPI Dengan OKRS

Menghadapi tantangan bisnis di era pandemi, perusahaan dituntut untuk bisa beroperasi secara efisien dengan tetap mengedepankan kualitas produk dan layanan yang prima. Bagaimana agar perusahaan mampu bertahan dan mampu bersaing? Apapun jenis perusahaan, BUMN, Swasta nasional, Multinasional, Kuncinya adalah PRODUKTIVITAS. Manpower sebagai salah satu komponen produktivitas menjadi isu utama pada masa masa sulit ini. Para pimpinan perusahaan mulai menghitung ulang, berapa kebutuhan manpower yang optimal, bagaimana manpower planning-nya, bagaimana meningkatkan bisnis proses. Untuk bisa memaksimalkan produktifitas salah satunya adalah bagaimana mendesain pengukurannya yang tepat. Workshop ini untuk mendesign KPI di Perusahaan secara corporate dan divisi yang dimulai dari analisa bisnis (Industry, SWOT, Porter) lalu penentuan KSF, STP, pembuatan objective dan target sampai dengan time table dan budget dengan metode Objective, Key Results (OKRs) TARGET PESERTA : Supervisor, Lini manajer, Manajer, GM sampai dengan pimpinan puncak perusahaan yang terlibat dalam penentuan keputusan dan mendesain pengukuran kinerja perusahaan BONUS : SERTIFIKAT WORKSHET OKRs PENGENALAN KONSEP LEVEL 10 (L10) MEETING OUTLINE MATERI : PORTER ANALYSIS CAPABILITY ANALYSIS SWOT ANALYSIS DESIGNATION STATEMENT KPI DESIGN WITH OKRs INTRODUCTION L10 MEETING FACILITATOR : Karya Bakti Kaban, ST., MM. Karya Bakti Kaban sudah berpengalaman selama 23 Tahun dalam Manajemen SDM, 11 Tahun dalam Layanan Konsultasi SDM dan 5 Tahun dalam Manajemen Perubahan. Memiliki Sertifikasi DISC dari Thomas International. Beliau Profesional untuk Sistem : Analisis Beban Kerja, Spesialis Struktur Gaji, Asesor Kompetensi SDM, Pengukuran ROI SDM (Rekrutmen, Pelatihan & Pengembangan, Kompensasi & Manfaat, dan Hubungan Industrial). Beberapa Event dan kegiatan di tahun 2000 – 2022 seperti: Komunitas HR (HR Forum, PMSM Indonesia), Komunitas Gereja (Bonaventurem GKI Kwitang), Universitas (PPM, Petra, Telkom, Trisakti, STIE Nusantara), BUMN (TVRI, RRI, Menegkominfo), Perusahaan (Astra Honda Motor, CCM Group, Columbia Group, Cisco, Mensa Group). Klien yang perna di tangani : Government : TVRI, KOMINFO, KEMENPAR, DEPKEU, RRI, BP Tapera, Bank BTN, AirNav Indonesia, PT Angkasa Pura 1 Private : Visitek, Arsena, PT Bina Karya, PT Berca Hardaya Perkasa, Bank Jabar, Bank Mandiri, Jaya Mandiri Sukses, Dua Naga Group, Margonda City, PT Columbia, PT Sinar Pematang Mulia (Lambang Jaya Group), Andrew Tani & Co

Accelerate Competency Talent Acquisition Training

Melakukan wawancara dalam rangka merekrut calon karyawan atau menilai komotensi karyawan , mungkin sudah merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para manager / supervisor . Keterampilan wawancara harus dimiliki tidak hanya oleh para pengelola bidang HRD, namun juga pimpinan / manager lainnya . Mengapa ? Karena mereka perlu mengenal secara langsung calon karyawan yang akan dipimpinnya atau menilai secara objektif karyawan berdasarkan perilaku nyata kernya. Apakah para manager sudah melakukan praktik wawancara dengan tepat? Sehingga diperoleh karyawan dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntunan uraian jabatan / job description ? Jangan sampai waktu yang digunakan untuk melakukan wawancara calon karyawan menjadi tidak efektif karena wawancara tidak menggunakan metode yang tepat. Apa maksudnya ? Wawancara yang dilakukan tidak memiliki konsep dan struktur yang mengarahkan kepada penggalian kompetensi calon karyawan tersebut. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara lebih banyak menyangkut hal yang bersifat pribadi, tanpa menggali informasi atas kompetensi yang dimiliki calon karyawan. Dalam wawancara berbasis kompetensi , proses wawancara akan berpusat kepada penggalian informasi atas kompetensi calon karyawan (terutama “soft competency / behavior”) , berdasarkan pengalaman yang dilaluinya. Metode yang dilakukan disebut dengan “STAR” , yaitu merupakan akronim dari : S : Situation T : Task A : Action R : Result Dalam metode ini , seluruh pertanyaan yang telah disiapkan oleh pewawancara, mengacu kepada keempat aspek tersebut. Artinya, calon karyawan diminta untuk menceritakan pengalamannya secara spesifik dalam suatu aktivitas / kegiatan tertentu, sehingga pewawancara dapat menggali lebih dalam perilaku apa yang pernah dilakukan oleh calon karyawan di masa lalu. Dalam konsep wawancara berbasis komptensi ini, berlaku prinsip : “ Past behavior predict future behavior” (Perilaku yang dilakukan di masa lalu, merupakan prediksi atas perilaku di masa yang kan datang). MANFAAT PELATIHAN Komptensi dan unsur-unsurnya. Wawancara berbasis komptensi yang efektif. Tingkat akurasi yang tinggi dalam menilai tepat atau tidaknya seseorang ditempatkan pada pekerjaan yang berbeda-beda sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mencegah interviewer melakukan penilaian sesaat terhadap calon tenaga kerja hanya dengan melihat penampilan dan karakteristik luarnya saja. Digunakan untuk membuat struktur atas kisaran penuh penilaian dan teknik-teknik pengembangan yang meliputi lembaran aplikasi, wawancara, proses penilaian dan ratingnya. Digunakan untuk menspesifakasi keterampilan dan karakteristik tertentu serta rencana pengembangan yang dapat dijadikan target sasaran terhadap area yang perlu dikembangkan. Kompetensi mampu menyediakan suatu gambaran ringkas mengenai arah pengendalian bisnis serta perilaku dan tindakan-tindakan yang diperlukan. Penyusunan program Pengembangan yang lebih akurat. MATERI PELATIHAN Prinsip dasar dalam proses rekruitmen dan seleksi Konsep Kompetensi dan “codable information” Latihan : identifikasi kompetensi Desain proses rekruitmen dan wawancara berbasis kompetensi Proses penyaringan awal (Merancang struktur formulir aplikasi) Wawancara berbasis kompetensi Penilaian Hasil Wawancara Evaluasi dan Pengambilan Keputusan Metode STAR dalam wawancara berbasis kompetensi Latihan awal wawancara berbasis kompetensi Latihan wawancara berbasis kompetensi : kejadian spesifik Latihan wawancara berbasis kompetensi : pertanyaan terfokus Latihan melakukan penilaian dan evaluasi hasil wawancara Dalam pelatihan ini peserta akan terlibat untuk bermain peran (role play), terutama sebagai pewawancara (interviewer). Peserta akan terlibat dalam diskusi yang interaktif satu sama lain, sehingga dapat saling memberikan masukan. Tujuannya adalah agar dapat memahami dan menghayati lebih dalam kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat menjadi pewawancara yang baik. FACILITATOR Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll.

Online Training : Konsultasi Assessment Center

Perusahaan dituntut untuk terus memiliki kemampulabaan yang berkesinambungan (sustainable profitability). Untuk itu kelangsungan ketersediaan manpower yang kompeten dan berkinerja tinggi menjadi kunci yang menjamin perusahaan tetap eksis. Dalam Manajemen Karir, Rekrutmen, maupun Manajemen Talent, tingkat akurasi dalam menseleksi kandidat merupakan isu yang krusial bagi assessor. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus bagi orang yang terlibat dan berwenang dalam proses seleksi ini. Outline Materi Pemahaman Assessment Center sebagai alat peramalan yang memiliki validitas tinggi Pemahaman tentang proses AC (pra asesmen, asesmen, dan pasca asesmen) Memahami prinsip Assessment Center (Multi Tools, Multi Raters, Multi Assessee) Pemahaman dan Keterampilan pembuatan dan penggunaan tools Assessment Center (in tray, study case, LGD, psychological test, self assessment/personality test, pesentasi, interview) Menentukan kompetensi apa saja yg dapat diukur dari tools yang digunakan Menentukan level kompetensi berdasarkan hasil proses Assessment Center Facilitator

Online Training : Human Resource Business Partner 1 Day

Background Fakta menunjukkan dibalik perusahaan yang memiliki profit-sustainability (kemampulabaan yang berkesinambungan) ialah yang memiliki Manajemen Manusia yang baik. Hanya 2 hal yang membuat suatu bisnis dapat meraih visi dan misi-nya, yaitu: Sisi Teknis dan Sisi Manusia. Sisi Teknis berbicara mengenai strategi bisnis. Namun, bila hal tersebut tidak diikuti oleh penyelarasan (alignment) Sisi Manusia maka seberapa canggihpun strategi bisnis yang ada tentu tidak akan berjalan dengan baik. Dalam Manajemen HR modern, tanggung jawab mengelola manusia bukan hanya tanggung jawab HR Corporate, melainkan juga tanggung jawab HRBP masing-masing area atau unit bisnis mengingat HRBP lah yang paling dekat sehingga seharusnya paling mengenal anggota timnya. HRBP diharapkan menjadi mitra bisnis di daerah atau di unit bisnis, yang bukan saja mampu memberikan layanan HR, namun juga mampu menjadi lawan diskusi oleh Pimpinan Unit Bisnis yang dilayaninya. Sayangnya, tidak semua HRBP menyadari perannya yang sangat krusial tersebut sehingga seringkali terjadi ketidakefisienan dan ketidakefektifan manajemen, yang pada gilirannya nanti akan mengakibatkan organisasi mengalami kesulitan dalam berkompetisi. Sementara, sebagian lain telah menyadari perannya namun belum dibekali pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat untuk dapat mengelola SDM dengan efektif dan efisien. Tujuan Dengan mengikuti training ini, peserta diharapkan  akan: Memahami peran HR dalam  mencapai visi, misi, goal, dan strategi perusahaan Memahami perannya sebagai HRBP Memahami Competency Profiling Memahami pentingnya  Manajemen  OD Memahami proses bisnis Memahami struktur organisasi yang efektif dan efisien Memahami pembentukan budaya perusahaan yang sehat Memahami  pembuatan MPP yang efektif Terampil melakukan seleksi yang efektif Memahami dan terampil melakukan Training Need Analysis dan mengukur efektivitas training Memahami dan terampil memanajemeni Hubungan Industrial Memahami Career & Talent Management Memahami Performance Management Memahami dan terampil melakukan Coaching Counseling Outline Understanding HRBP Roles Memahami peran HR Evolusi peran HR Peran HR secara umum Menyelaraskan  visi, misi, dan strategi perusahaan dengan   praktek HR Memahami perannya sebagai HRBP dalam proses bisnis Memahami peran HRBP dalam proses bisnis Menyelaraskan peran HRBP dengan unit bisnis terkait Menyelaraskan peran HRBP dengan HR Corporate Memahami harapan pengguna jasa HRBP Mengetahui stake-holder HRBP Memahami harapan stake-holder Competency Profiling Memahami konsep kompetensi Memahami corporate competency, function competency, dan individual   competency Mampu menentukan tingkatan kompetensi dari key behaviors Mampu membuat profil kompetensi jabatan Memahami pembuatan kamus kompetensi Effective Organization Development Memahami perlunya OD Memahami 3 pilar OD Memahami  struktur organisasi  yang efektif Memahami pentingnya budaya kerja yang mendukung kinerja bisnis Mampu menciptakan budaya kerja yang sehat di lingkungan kerjanya Mampu menjadi change agent Recruitment & Selection Man Power Planning Memahami metode seleksi & tujuan penggunaannya Assessment Center Interview Technical Test Observasi Interview berbasis kompetensi dengan  Behavioral  Event Interview Mengenal beberapa teknik interview Memprofil kompetensi Menentukan Perilaku Kunci (Key Behavior) atas setiap kompetensi Teknik STAR Praktek BEI Training Need & Impact Analysis Memahami indikator-indikator yang dapat dipakai untuk analisa kebutuhan training Mampu menganalisa kebutuhan training Memahami cara menyelenggarakan training di tempat kerja Memahami cara mengukur efektivitas training Mampu menghitung Return of Training Investment (ROTI) Performance Management Memahami pentingnya Performance Management dalam mendukung goal  perusahaan Bagaimana membedakan aktivitas dengan pencapaian Cascading KPI korporat ke  KPI unit bisnis Cascading KPI unit bisnis ke KPI individual Mengukur Critical Success Factors Effective monitoring & controlling Talent & Career Management Memahami manajemen talent Memahami mengapa karir harus dikelola Memahami tentang career path Memahami cara me-retain karyawan Industrial Relation Memahami  IR Peran HEBP dalam IR Assertive Communication Memahami proses komunikasi Aspek –aspek yang berperan dalam komunikasi Jenis-jenis komunikasi Terampil  berkomunikasi dengan asertif Coaching Counseling Kegunaan Coaching Counseling Karakteristik coach dan konselor yang baik Terampil menjadi coach dan konselor yang efektif Beberapa karakter anggota tim dan cara meng-coach/konseling-nya dengan   efektif Facilitator

Office Ergonomics

Office ergonomics menjadi suatu isu baru di tempat kerja perkantoran. Penggunaan komputer yang semakin intens tiap hari, mulai di kantor hingga di rumah, membuat isu ini semakin hangat. Data menunjukkan bahwa semakin banyak pekerja yang menderita keluhan nyeri punggung bawah (low back pain, LBP) dan sakit pada pergelangan tangan (carpal tunnal syndrome, CTS). Berbagai survei baik di Indonesia maupun luar negeri menunjukkan bahwa hampir 50-60% karyawan kantor melaporkan keluhan yang tidak biasa pada bagian tubuhnya sesudah bekerja komputer di kantor. Jika dibiarkan, berbagai keluhan akan memburuk menjadi sakit atau gangguan. Setiap kasus LBP atau CTS akan berdampak finansial bagi perusahaan, mulai dari biaya medis, cuti, dan sangat mungkin menggangu kelancaran bisnis perusahaan.  Karyawan yang menderita LBP dan CTS sangat mungkin mengalami pengurangan kemampuan bekerja seperti sedia kala. Berbagai keluhan para pekerja kantor dapat dipastikan karena kondisi tempat kerja komputer saat ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi, mulai dari penempatan monitor, ketinggian monitor, penempatan keyboard, mouse dan pengaturan jam kerja. Untuk itu pengetahuan dan kemampuan praktis office ergonomics diperlukan oleh setiap karyawan, terutama mereka yang bertanggung jawab dalam penataan tempat kerja perkantoran. Sasaran Pelatihan Secara spesifik, workshop ini diarahkan agar peserta: Mampu memahami dengan baik konsep office ergonomics Mampu memahami berbagai faktor resiko ergonomi di kantor Mampu memahami panduan ergonomi penataan tempat kerja di kantor Mampu melakukan evaluasi ergonomi dan penataan tempat kerja di perkantoran Outline Materi Workshop ini akan membekali Anda dengan konsep dan teknik office ergonomics berupa: Filosofi office ergonomics Faktor resiko ergonomic di kantor Panduan office ergonomics dalam penataan tempat kerja Office ergonomics assessment Metode Pelatihan Pelatihan ini akan sarat dengan pembahasan konsep, teknik-teknik dan disertai contoh penerapannya dalam praktek. Studi kasus yang disiapkan khusus oleh instruktur akan dimanfaatkan secara penuh untuk meningkatkan efektivitas workshop ini. Secara rinci, komposisi workshop ini adalah sebagai berikut : Konsep (teori)         : 40% Latihan/Simulasi      : 40% Studi Kasus             : 20% Peserta : Staf dan manajer K3/HSE perusahaan Praktisi K3 Staf SDM/HRD Staf Kesehatan Perusahaan Staf General Affairs Facilitator Yassierli PhD. Pakar Ergonomi yang memiliki latar belakang pendidikan ergonomi dari universitas terkemuka di USA (PhD.) dan memiliki banyak pengalaman dalam memberikan workshop dan jasa konsultasi ergonomi di berbagai perusahaan. Instruktur juga merupakan anggota International Ergonomics Association (IEA).

Online Training : Pelatihan Program Persiapan Pensiun

Deskripsi Program pelatihan persiapan pensiun yang ada saat ini, banyak yang memberikan penekanan pada aspek teknis kewirausahaan. Padahal tidak semua orang cocok untuk menjalankan kewirausahaan setelah pensiun. Bahkan, banyak cerita uang pensiun habis karena gagal berbisnis. Menurut kami, di masa pensiun mengatur keuangan jauh lebih penting dibanding melipatgandakan uang. Bukan berarti berwirausaha tidak penting, namun harus diputuskan dengan perhitungan yang komprehensif. Hal penting lainnya adalah mempersiapkan aspek psikologis dalam menghadapi pensiun. Pelatihan persiapan pensiun ini menekankan pada 2 hal, yakni aspek perencanaan keuangan dan aspek psikologis. Pelatihan dimulai dari situasi  yang akan dihadapi peserta untuk mengelola keuangan dan dirinya. Berwirausaha juga akan dibahas sebagai salah satu alternatif untuk menginvestasikan uang di masa pensiun. Tujuan Pelatihan Mampu mengenali pola pengaturan keuangan dan mengatur kembali kondisi keuangannya menjelang pensiun. Dapat menyiapkan sumber penghasilan pasif di masa pensiun. Mampu mengatur alokasi uang pensiun yang diterimanya dengan optimal. Dapat mengenali aspek keuangan berwirausaha. Akan mampu mengidentifkasi permasalahan yang muncul pada periode pensiun. Dapat mempersiapkan diri untuk mengembangkan ketrampilan psikologis dalam menghadapi pensiun. Mampu mengenali diri untuk mengembangkan pola aktivitas yang bisa dilakukan dalam masa pensiun. Memiliki pilihan karya paska pensiun: wirausaha, profesional dan sosial. Target Audiens Pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Setiap orang yang akan memasuki usia pensiun dan ingin menata kehidupan masa pensiunnya. Bagian personalia atau HR yang mengurusi persiapan pensiun pegawai. Outline materi Hari ke-1. Perencanaan Keuangan Menuju Pensiun Sejahtera Mengelola Keuangan Keluarga Menganalisa perubahan keuangan memasuki masa pensiun. Menghitung berapa lama uang pensiun dapat bertahan jika tidak melakukan perubahan gaya hidup dan investasi. Melakukan penyesuaian gaya hidup dan pola pembelanjaan di masa pensiun. Menggali peluang penghasilan pasif dari harta produktif, investasi, dan usaha. Mengevaluasi harta yang sudah dimiliki, dan mengubahnya menjadi harta produktif. Mengelola Uang Pensiun Membuat alur alokasi uang pensiun. Mengalokasikan uang pensiun berdasarkan rencana pensiun masing-masing peserta. Mengenali alternatif produk investasi keuangan yang cocok untuk persiapan pensiun, dan pada saat pensiun. Mengenali alternatif properti sewaan sebagai penghasilan pasif. Keuangan dan Wirausaha Mengenali perbedaan pola keuangan sebagai karyawan dan wirausahawan. Menghitung dana cadangan yang diperlukan jika memutuskan untuk membuat usaha. Menghitung modal usaha yang aman untuk disisihkan dari uang pensiun. Mempelajari alternatif sumber permodalan usaha selain dari uang pensiun. Hari ke-2. Mengenali Aspek Psikologis Masa Pensiun Developing the right mindset Mengenali tantangan periode pensiun. Tugas perkembangan usia pensiun. Mengembangkan mind set yang tepat memasuki pensiun: mind set apa yang akan membawa pada kebahagiaan dan optimasi di usia pensiun? Coping strategy Perbandingan penggunaan waktu sebelum dan setelah pensiun. Evaluasi dan analisis apa yang dimiliki dan tidak dimiliki, secara psikologis dari usia pensiun: tidak semua aspek diri menurun! Efek Biologis, Sosial dan Psikologis dari masa pensiun. Mengelola tantangan usia tua yang ada: kesepian, ketidakbermaknaan, kebosanan. Mengembangkan strategi coping dalam menghadapi situasi yang baru. Mengembangkan ketrampilan mengelola stres. Mengembangkan aktivitas makna baru Evaluasi dan analisis alternatif karya usia pensiun: kerja di Perusahaan, Self employed (konsultan), wirausaha. Mengembangkan meaning pada area kehidupan keluarga, sosial, spiritual, dll. Menemukan makna dalam alternatif karya usia pensiun. Apakah saya seorang wirausahawan? Mengenal profile kewirausahaan yang kita miliki. Memahami gap yang ada dan tantangan yang ada sebagai pewirausaha. Mengembangkan mindset yang tepat dalam memilih dan menjadi wirausaha. Bila diperlukan kami juga menyiapkan program extended dari paket ini dengan menambahkan seminar wirausaha yang diisi oleh pool wirausahawan kecil dan menengah yang ada dalam data base kami dan program konseling terkait psikologis, keuangan, investasi dan kewirasahaan. Deskripsi Program pelatihan persiapan pensiun yang ada saat ini, banyak yang memberikan penekanan pada aspek teknis kewirausahaan. Padahal tidak semua orang cocok untuk menjalankan kewirausahaan setelah pensiun. Bahkan, banyak cerita uang pensiun habis karena gagal berbisnis. Menurut kami, di masa pensiun mengatur keuangan jauh lebih penting dibanding melipatgandakan uang. Bukan berarti berwirausaha tidak penting, namun harus diputuskan dengan perhitungan yang komprehensif. Hal penting lainnya adalah mempersiapkan aspek psikologis dalam menghadapi pensiun. Pelatihan persiapan pensiun ini menekankan pada 2 hal, yakni aspek perencanaan keuangan dan aspek psikologis. Pelatihan dimulai dari situasi  yang akan dihadapi peserta untuk mengelola keuangan dan dirinya. Berwirausaha juga akan dibahas sebagai salah satu alternatif untuk menginvestasikan uang di masa pensiun. Tujuan Pelatihan Mampu mengenali pola pengaturan keuangan dan mengatur kembali kondisi keuangannya menjelang pensiun. Dapat menyiapkan sumber penghasilan pasif di masa pensiun. Mampu mengatur alokasi uang pensiun yang diterimanya dengan optimal. Dapat mengenali aspek keuangan berwirausaha. Akan mampu mengidentifkasi permasalahan yang muncul pada periode pensiun. Dapat mempersiapkan diri untuk mengembangkan ketrampilan psikologis dalam menghadapi pensiun. Mampu mengenali diri untuk mengembangkan pola aktivitas yang bisa dilakukan dalam masa pensiun. Memiliki pilihan karya paska pensiun: wirausaha, profesional dan sosial. Target Audiens Pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Setiap orang yang akan memasuki usia pensiun dan ingin menata kehidupan masa pensiunnya. Bagian personalia atau HR yang mengurusi persiapan pensiun pegawai. Outline materi Hari ke-1. Perencanaan Keuangan Menuju Pensiun Sejahtera Mengelola Keuangan Keluarga Menganalisa perubahan keuangan memasuki masa pensiun. Menghitung berapa lama uang pensiun dapat bertahan jika tidak melakukan perubahan gaya hidup dan investasi. Melakukan penyesuaian gaya hidup dan pola pembelanjaan di masa pensiun. Menggali peluang penghasilan pasif dari harta produktif, investasi, dan usaha. Mengevaluasi harta yang sudah dimiliki, dan mengubahnya menjadi harta produktif. Mengelola Uang Pensiun Membuat alur alokasi uang pensiun. Mengalokasikan uang pensiun berdasarkan rencana pensiun masing-masing peserta. Mengenali alternatif produk investasi keuangan yang cocok untuk persiapan pensiun, dan pada saat pensiun. Mengenali alternatif properti sewaan sebagai penghasilan pasif. Keuangan dan Wirausaha Mengenali perbedaan pola keuangan sebagai karyawan dan wirausahawan. Menghitung dana cadangan yang diperlukan jika memutuskan untuk membuat usaha. Menghitung modal usaha yang aman untuk disisihkan dari uang pensiun. Mempelajari alternatif sumber permodalan usaha selain dari uang pensiun. Hari ke-2. Mengenali Aspek Psikologis Masa Pensiun Developing the right mindset Mengenali tantangan periode pensiun. Tugas perkembangan usia pensiun. Mengembangkan mind set yang tepat memasuki pensiun: mind set apa yang akan membawa pada kebahagiaan dan optimasi di usia pensiun? Coping strategy Perbandingan penggunaan waktu sebelum dan setelah pensiun. Evaluasi dan analisis apa yang dimiliki dan tidak dimiliki, secara psikologis dari usia pensiun: tidak semua aspek diri menurun! Efek Biologis, Sosial dan Psikologis dari masa pensiun. Mengelola tantangan usia tua yang ada: kesepian, ketidakbermaknaan, kebosanan. Mengembangkan

Online Training : Be an HR Business Partner

Tujuan Pelatihan HR dapat membantu menghitung infrastruktur bisnis Menggunakan pendekatan Balance Scorecard untuk strategic HR Menghadapi issue global dalam HR yang terkait dengan penghitungan bisnis Menggunakan metrik HR dan dampaknya terhadap pengaturan bisnis Menggunakan Scorecard HR dalam organisasi bisnis sebagai fungsi HR Management Pengertian HR Business Partner adalah Departemen Sumber Daya Manusia bertindak sebagai Business Partner (Mitra Usaha) dan berpartisipasi dalam perencanaan strategis untuk membantu memenuhi tujuan business sekarang dan masa depan, dan tidak hanya berkonsentrasi pada tugas HR seperti tunjangan, gaji karyawan dan hubungan industri, tetapi Departemen HR juga berusaha untuk menambah nilai perusahaan dengan mengawasi perekrutan, pelatihan, kaemajuan dan penempatan karyawan baru yang dibutuhkan saat ini dan masa depan. Gambaran Ringkas Infrastruktur dalam bisnis yang berkembang saat ini, bukan hanya terletak pada Sales Marketing, Business Development, Asset perusahaan dan Kemampuan Keuangan, namun juga terletak pada kemampuan Human Resources dalam membangun infrastruktur manusia yang dibutuhkan dalam bisnis, saat ini dan masa depan.  Tanpa didukung infrastruktur yang berasal dari Sumber Daya Manusia (Human Resources), yang dibentuk oleh Departemen Sumber Daya Manusia, maka pertumbuhan usaha seringkali mengalami kendala atau rintangan, sehingga dibutuhkannya HR yang akan bertindak sebagai Business Partner. Outline Materi Clean, accurate and timely information Simple, user friendly process Effective delegation Help and educcation Have our act together Strategy Pelatihan Business Partnering issues Roles and structure HR Business Partner HR Business Partner capabilities and mindset Measurement and evaluation Metode Pelatihan Tutorial dan diskusi Diskusi dan tanya jawab Simulasi dan permainan Peserta Senior Staff dan Supervisor General Manager, Senior Manager dan Manager Direktur Facilitator : Team Trainer Value Consult

Online Training : Outsourcing Management

Tantangan yang dihadapi dunia usaha dalam era globalisasi ini terasa semakin ketat. Berbagai tuntutan persaingan pasar, perubahan lingkungan menuntun pengusaha melakukan berbagai inovasi agar tetap “survive” dan “competitive”. Pengusaha lebih menginginkan organisasi yang efektif dengan jumlah pekerja tetap yang seminimal mungkin yang dapat member hasil yang seoptimal mungkin. Untuk itu pengusaha hanya menangani pekerjaan yang menjadi core bisnisnya. Dengan demikian lahirlah kontrak langsung dan tidak langsung seperti seperti PKWT dan Outsourcing. PKWT dan Outsourcing merupakan hubungan kerja yang berpotensi konflik dalam bidang  ketenaga kerjaan.  Oleh karena itu sangat penting mengetahui dengan jelas batasan dan rambu-rambu yang ditetapkan oleh  perundang-undangan yang berlaku. Memahami peraturan-peraturan perundang-undangan dan mengetahui akibat hokum bilamana terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan. Adalah mutlak perlu bagi professional/eksekutif yang sehari-harinya menangani atau bertanggung jawab atas pelaksanaan PKWT dan pekerja Outsourcing – menguasai peraturan perundangan yang berlaku dengan seluk beluknya agar konflik hubungan industial dapat dihindari. Sasaran Pelatihan Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif tentang Konsep Hubungan Kerja Berdasarkan Undang-Undang ; Outsourcing, Labour Supply dan best practice serta pembahasan / studi kasus Outline Materi Apa dan Bagaimana Outsourcing? Apa dan Bagaimana Labour Supply? Dasar hukum Outsourcing Outsourcing dari kacamata Pengusaha dan Pekerja Jenis-jenis Outsourcing dalam praktek Kapan dan mengapa status pekerja outsourcing menjadi pekerja perusahaan Perlukah membayar Pesangon untuk pekerja outrsourcing? Menentukan Core Business dan‘alur’ kegiatan kerja Mengapa Serikat Pekerja menuduh outsourcing sebagai “Modern Slavery” Bagaimana pendapat Mahkamah Konstitusi. Tentang pasal-pasal pada UU13/2003 yang mengatur Outsourcing Bagaimana mengelola Outsourcing dengan baik Tanya jawab seputar PKWT dan Outsourcing serta masalah-masalah Hubungan Industrial lainya  

Online Training : Creating Training Needs Analysis

Tuntutan organisasi yang sejalan dengan tuntutan untuk bertahan dan atau memenangkan persaingan global, berdampak pada proses pengembangan karyawan. Dengan kata lain, pengembangan potensi karyawan dalam organisasi, merupakan kebutuhan yang tidak bisa di abaikan begitu saja. Dalam hal ini proses mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan menjadi concern utama dari departemen human resource, sehingga dapat mensinergikan antara strategi bisnis dengan pengisian kompetensi karyawan. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan, setelah tahu business concern dari organisasi, maka divisi HRD akan mulai mengawali proses pengembangan karyawan untuk mengisi tuntutan organsiasi tersebut, dengan cara memetakan tingkat kebutuhan pelatihan, dimana nantinya memunculkan sebuah intervensi ,baik bersifat training maupun bersifat non-training (lingkungan). Pelatihan ini akan mengajak peserta untuk memahami keseluruhan proses TNA dan dampak akuratnya hasil TNA bagi keberhasilan organisasi, Selain itu para peserta akan dilatih untuk menggunakan tools TNA dimana pelatihan akan bersifat : Practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan Inspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan Enjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami peran TNA dalam suksesnya pelatihan dan bisnis perusahaan Menganalisa kebutuhan pelatihan secarasistematis dan terstruktur Menggunakan alat bantu untuk menganalisa kebutuhan pelatihan Mampu menerapkan TNA dalam konteks pengembangan sumber daya manusia Outline Materi Peran TNA untuk menunjang suksesnya bisnis perusahaan Total Pengelolaan Pelatihan : BADDIE Business Concern, Analysis Needs, Design & Development, Implementation, Evaluation Pendekatan ”Human Performance Improvement” sebagai acuan untuk mendapatkan kebutuhan pelatihan. Penggunaan tools untuk menggali TNA Mikro Penggunaan tools untuk menggali TNA Makro TNA berbasis kompetensi Integrasi sistem dan tools TNA yang aplikatif Peserta Para karyawan bagian HRD yang memerlukan ketrampilan TNA.  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan TNA  Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan : Enhanced Lecture Group discussion Exercisepenggunaan tools Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Facilitator

Online Training : Manajemen Perkantoran

Perkantoran dapat diibaratkan sebuah kapal penumpang yang kapasitas ruangannya serba terbatas namun harus mampu berlayar dalam waktu yang lama dengan tetap menjamin bahwa segala kebutuhan operasional pelayaran terpenuhi. Apapun yang dibutuhkan harus dapat tersedia, dan kapal beserta penumpang sampai tujuan dengan lancar, aman serta selamat. Seperti itulah kegiatan Manajemen Perkantoran, ia harus dapat menjamin bahwa dalam ruang yang terbatas mampu memenuhi kebutuhan operasional bisnis / perusahaan yang tidak terbatas. Oleh karena itu mengelola perkantoran merupakan gabungan yang unik antara seni dengan keterampilan pengelolaan pekerjaan, karena disitu tempat berkumpulnya para pemikir dan pengambil keputusan yang memerlukan dukungan pelayanan secara cepat, tepat dan terintegrasi. Manajemen Perkantoran memerlukan berbagai pengetahuan dan keterampilan, antara lain pengetahuan tentang letak tata ruang, pencahayaan, peran ergonomic untuk Kesehatan kerja di perkantoran, kearsipan, pelayanan kebersihan, keterampilan berkomunikasi guna menciptakan keakraban dalam pekerjaan, koordinasi, negosiasi dan pengambilan keputusan secara tepat dan lain sebagainya. Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan diajak bersama sama membahas lebih dalam apa saja fungsi dan peran Manajemen Perkantoran, berbagai pekerjaan yang dilakukan serta kendala-kendala yang biasa dihadapinya. Objective Setelah mengikuti pelatihan peserta akan lebih mengerti dan memahami hal-hal sebagai berikut : Fungsi dan Peran Manajemen Perkantoran di dalam Organisasi. Memahami permasalahan dalam mengelola perkantoran bahwa dalam ruang yang terbatas harus mampu memberikan pelayanan yang (relatif) tidak terbatas. Hal ini menyangkut pula seni penataan ruangan, pemilihan alat kerja dan furniture yang sesuai dengan bentuk ruangan. Memahami bahwa dalam mengelola perkantoran sangat dibutuhkan pengetahuan Dasar-dasar kearsipan. Memahami bahwa setiap pelaksanaan kebijakan perusahaan harus selalu didukung oleh seluruh karyawan melalui penerapan disiplin kerja yang baik Membangun budaya kerja yang effektif, effisien dan bersih memalui program 5S yang berkelanjutan Outline Materi  Fungsi dan Peran Manajemenn Perkantoran Desain ruang kantor, pencahayaan dan peran Ergonomi untuk Kesehatan kerja Manajemen Kearsipan Pengelolaan Disiplin dan Peraturan Perusahaan Penerapan prinsip 5S di perkantoran Mengelola Petty cash atau kas kecil Mengelola hubungan yang harmonis di tempat kerja Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis dan studi kasus serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta. Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Seorang mantan professional Human Resources yang telah memiliki pengalaman di bidangnya selama lebih dari 20 tahun. Kini disamping aktivitasnya sebagai trainer juga sering memberi pendampingan di beberapa perusahaan dalam melakukan pembenahan manajemen Sumber Daya Manusia, termasuk membenahi system remunerasinya. Beberapa training dan in house training yang dibawakannya selama lebih dari 18 tahun antara lain: Personnel Administration Program, General Affairs, Comprehensive Industrial Relation, Performance Appraisal Competency Based,dll. Memberikan in house training antara lain di : MNC Group, PPATK, Media Group, Percetakan Erlangga, Rokok Sampoerna, Pendampingan sebagai HR consultant / advisor perusahaan antara lain : PT. Narumi Indonesia, PT. Toyobesq PPI, PT Lintec Indonesia, Akademi Teknik Mesin Industri Cikarang, PT. Asri Pancawarna (Indogress). MMS Group, PT. Water Plus, dll.