Operation Training

Training Lean Service

Deskripsi Dalam  dunia industri pelayanan dan jasa untuk dapat meningkatkan efisiensi dan profit perusahaan, konsep lean service  memiliki dampak yang significan . Lean service dalam bidang pelayanan menyandang prinsip yang sama, yaitu ‘Perbaikan yang Berkesinambungan’ dan ‘Menghilangan aktifitas non-value-add alias waste”. prinsip-prinsip ini diterapkan dalam bisnis layanan seperti call center, perbankan , pelayanan kesehatan, pendidikan tinggi, software development, serta jasa profesional lainnya. Konsep ini disebut Lean Service. Namun kenyataan yang terjadi banyaknya pemborosan yang terjadi dalam proses pelayanan sehingga dapat menggerogoti profit perusahaan. bagaimanakah konsep tersebut berhubungan dengan perusahaan berbasis layanan jasa. Apakah yang disebut Seven Wastes dalam paradigma pelanggan. Secara konsep, implementasi Lean Service, dalam bisnis layanan jasa juga terdapat beberapa ‘Waste‘ bentuk-bentuk pemborosan yang tidak memiliki nilai tambah dan cenderung merugikan seperti menghambat  operasional dan merugikan perusahaan.Waste yang terjadi dalam bidang pelayanan berbuntut kepada pudarnya loyalitas, hilangnya kepercayaan pelanggan, berkurangnya profit, dan mempengaruhi image perusahaan di mata umum secara langsung.  jika kita mau melihat melalui kacamata pelanggan dan merasakan pengalaman mereka, kita akan dapat lebih memahami layanan jasa yang kita tawarkan dan melakukan banyak perbaikan. Training ini akan membahas dan membekali bagaimana mencapai sukses dengan mengimplementasikan lean service. Sasaran Pelatihan LEAN FUNDAMENTAL : Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep Lean Thinking dan Lean Services, Memahami mengapa perusahaan harus mengimplementasikan Lean LEAN THINKING PROCESS VALUE ANALYSIS : Memahami konsep process value analysis Mengidentifikasi proses yang tidak bernilai tambah Mengidentifikasi dan meng-improve pemborosan type 1 dan 2. WASTE ELIMINATION IN SERVICES :  Memahami 7 jenis pemborosan (waste) Meningkatkan kepekaan terhadap pemborosan Menemukan langsung pemborosan di area kerja VALUE STREAM ANALYSIS : Memahami pentingnya analisa value stream Mampu melakukan analisa value stream CONTINUOUS IMPROVEMENT LEAN PROBLEM SOLVING : Mengidentifikasi penyebab tersendatnya aliran proses Melakukan perbaikan aliran proses dengan mengintegrasikan lean tools MAKING PROCESS FLOW : Memahami pentingnya Penetaan Tempat Kerja Memahami dan mampu menerapkan 5R di tempat kerja MISTEKE PROOFING SYSTEM : Memahami prinsip Mistake Proof System Memahami karasteristik kondisi yang diperlukan guna mendukung Mistake Proof System Penerapan Visual Management Target Peserta General manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head Direktur, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Training dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : ♦ 60% landasan teori ♦ 40% study kasus Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Agenda Agenda Hari Ke 1 : 08.30 ~ 10.00    LEAN FUNDAMENTAL 10.00 – 10.15    Rehat Kopi / Teh 10.15 ~ 11.30    LEAN THINKING PROCESS VALUE ANALYSIS 12.00 – 13.00    Makan Siang 13.00 ~ 14.30    WASTE ELIMINATION IN SERVICES 14.30 – 14.45    Rehat Kopi / Teh 14.45 ~ 16.00    VALUE STREAM ANALYSIS Agenda Hari Ke 2 : 08.30 – 10.00   CONTINUOUS IMPROVEMENT LEAN PROBLEM SOLVING.1 10.00 – 10.15   Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00   MAKING PROCESS FLOW 12.00 – 13.00   Makan Siang 13.00 – 14.30   MISTEKE PROOFING SYSTEM 14.30 – 14.45   Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.30   LEAN SERVICE STRATEGY 16.30 – 17.00   REVIEW & FEEDBACK Testimoni “Baik” Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Training Procurement Cost Reduction

Deskripsi Era kompetisi bisnis saat ini menimbulkan kondisi; siklus inovasi yang semakin pendek, trend globalisasi pasar, & era bisnis berbasis aplikasi. Kondisi ini membuat perusahaan yang tidak peka terhadap perubahan akan semakin tertinggal dibanding kompetitornya. Salahsatu cara untuk tetap bertahan sekaligus unggul dalam situasi kompetisi saat ini adalah upaya mengurangi pemborosan internal, seperti; menurunkan biaya pembelian & biaya operasional lainnya. Upaya menurunkan biaya menjadi hal yang menarik, dengan munculnya fenomena outsourcing, collaborative sourcing, cooperative sourcing, & vendor cost down, semua itu merupakan contoh aktual dari metode procurement cost reduction saat ini. Dalam training ini kita akan membahas berbagai metode procurement cost reduction yang dapat diimplementasikan sehari-hari, mulai dari; evaluasi perencanaan, pemetaan biaya, pemetaan sumber pemborosan, hingga inovasi proses. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Procurement Cost Reduction ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari Cost Reduction Program in Procurement  secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Procurement Cost Reduction, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Melakukan identifikasi sumber-sumber pemborosan biaya Melakukan proses procurement yang lebih efektif & efisien Mengkomunikasikan secara internal program cost reduction Mengembangkan potensi & kapasitas vendor dalam program cost reduction Melakukan proses perencanaan procurement yang lebih baik Target Peserta Training Procurement Cost Reduction ini ditujukan untuk para: Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, Operations Team,  General Affairs, & Related User. Contract Management, Finance, IT, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Procurement Cost Reduction dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Procurement Cost Reduction adalah : Hari Pertama : Cost Reduction Methods 7 Waste in Procurement Cost Competitiveness & Value Stream Mapping Group Exercise & Case Study Writing Presentation & discussion sharing Hari Kedua : Procurement Cost Structures Spending Analysis Tools in Cost Reduction Cost Reduction Proposal Presentation & discussion sharing Testimoni “Baik” “OK, banyak study kasus langsung” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

Deskripsi Spesifikasi & HPS/OE yang tepat & akurat sangat menentukan dalam proses penyusunan anggaran pengadaan barang & jasa, baik untuk pembelian kegiatan operasional berkelanjutan, penyusunan biaya produksi, maupun kegiatan proyek, dimana spesifikasi & HPS/OE akan disertai; durasi waktu, ruang lingkup pekerjaan, desain, & detail perhitungan komponen biaya. Dalam penyusunan spesifikasi & HPS, mutlak diperlukan pemahaman terhadap; prinsip budgeting, prinsip perhitungan biaya pokok produksi, spesifikasi teknis, metode survey harga, metode analisa biaya, & regulasi terkait. Dengan kemampuan ini maka team pengadaan barang & jasa dapat mempersiapkan perencanaan pengadaan barang & jasa yang lebih komprehensif, reliabel, & akuntabel. Tujuan Pelatihan Dalam training ini peserta akan mempelajari Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk: Memahami metode analisa & estimasi biaya Menyusun HPS/OE untuk setiap kategori; pengadaan; aset, proyek konstruksi, IT, event, konsultan, & jasa lainnya Menyusun dokumen RKS yang ideal Melakukan perencanaan pengadaan barang & jasa dengan lebih baik Memahami critical point dalam penyusunan HPS/OE Metode Pelatihan Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi HARI PERTAMA : Konsep HPS/OE & Penyusunan Spesifikasi Produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Metode Survey Harga Analisa Biaya Investasi & Umur Ekonomis Kepemilikan Studi kasus, tanya-jawab, & diskusi HARI KEDUA : Analisa Komponen Biaya dalam Penawaran Supplier/Vendor Simulasi Penyusunan HPS/OE Pengadaan Aset & Investasi Simulasi Penyusunan HPS/OE Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Dokumen Rencana Kerja & Syarat-Syarat (RKS) Studi kasus, tanya-jawab, & diskusi Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Best Practices Procurement & Purchasing Management

Best Practices Procurement & Purchasing Management akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Deskripsi Procurement & Purchasing Management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & layanan jasa pada korporasi/institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur Procurement & Purchasing yang terintegrasi, terstruktur, akuntabel, & transparan. Dalam proses implementasi di lapangan seringkali timbul kendala, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier/vendor yang bermasalah, miskomunikasi, hingga supplier/vendor yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Melalui pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini diharapkan: Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami regulasi, administrasi, & prosedur procurement & purchasing Memahami mekanisme serta perbedaan procurement & purchasing lintas sektoral keterkaitan antara planning & realisasi order Memahami strategi & metode untuk analisa  penawaran & pemberian order kepada supplier/vendor Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Target Peserta Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini ditujukan untuk para: Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, & General Affairs. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Best Practices Procurement & Purchasing Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Best Practices Procurement & Purchasing Management adalah : Day 1 Procurement & Purchasing Principles Strategic Sourcing Plan & Order Management Vendor Selection Methods Discussion sharing & case study Day 2 Vendor Selection Methods Bidding Evaluation Methods Order Decision, Renewal, & Vendor Replacement Vendor Performance Management Discussion sharing & case study Testimoni “Baik” Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Best Practices Logistics Management

Training Best Practices Logistics Management  mempelajari mengenai konsep vs implementasi, bagaimana logistik berbasis sektor: manufaktur, proyek, & layanan, mengenai strategi & perencanaan logistik, bagaimana manajemen gudang & persediaan dan hal – hal lain terkait dengan Best Practices Logistics Management. Deskripsi Manajemen Logistik adalah “aktivitas tulang punggung” di korporasi / instutusi yang terintegrasi “ujung ke ujung”, mulai dari dinding; perencanaan, sumber, penyimpanan inventaris, & distribusi ujung ke ujung, manajemen logistik. Ekpektasi terhadap proses Manajemen Logistik yang efektif, efisien, & terukur, akan membuat tim & individu pelaksana proses Manajemen Logistik idealnya memiliki; kompetensi, disiplin, komitmen, & disiplin yang baik, serta selalu mengutamakan kerja tim & memiliki semangat untuk melakukan peningkatan. Tujuan Training Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep, proses, & strategi Manajemen Logistik. Meningkatkan kinerja Manajemen Logistik secara praktis & dinamis. Pembaruan dari konsep, praktik terbaik, & aplikasi teknologi terkini di bidang Manajemen Logistik. Memahami bagaimana melakukan proses pemantauan & evaluasi kinerja Manajemen Logistik. Mengaplikasikan materi pelatihan yang diperoleh dalam proses kerja sehari-hari. Target Peserta Pelatihan  ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: SCM / Logistik, Perencana, Produksi, Gudang, Distribusi, & Pembelian / Pengadaan. Urusan Umum, Manajer Proyek, & SIM / TI. Jaminan Kualitas, Kepatuhan, & Auditor Internal. Supervisor / Manajer yang terlibat dalam proses operasional SCM / Logistik. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Pelatihan Pengelolaan Logistik dilaksanakan dengan metode: Presentasi kelas, diskusi, studi kasus, & presentasi video, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur transisi 40% analisa praktik terbaik & pembandingan antara; asosiasi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & diskusi curah pendapat antara pelatih dengan peserta Outline Materi Materi Pelatihan Manajemen Logistik yang akan disajikan adalah: HARI PERTAMA   Manajemen Logistik: Konsep vs Implementasi Logistik Berbasis Sektor: Manufaktur, Proyek, & Layanan Strategi & Perencanaan Logistik Manajemen Gudang & Persediaan Studi kasus & berbagi diskusi HARI KEDUA   Manajemen Distribusi & Logistik Lintas Batas Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) Manajemen Balik Perbaikan Logistik Pekerjaan Studi kasus & ulasan penutupan Testimoni “Bagus, komunikatif & menguasai bidangnya” “Baik, berikan permainan atau apa sehingga tidak bosan selama pelatihan” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

PROPER KLH : Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas

Deskripsi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER KLH) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi insentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik dan instrumen disinsentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang buruk. Sistem peringkat kinerja PROPER mencakup 5 (lima) peringkat warna dimana peringkat hitam, merah, dan biru merupakan kriteria ketaatan terhadap peraturan lingkungan, sedangkan peringkat hijau dan emas merupakan kriteria penilaian yang lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) yang mencakup kegiatan pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat. Pada tahun 2015 lalu, sudah 2055 perusahaan berpartisipasi dalam PROPER KLH. Seratus dua puluh perusahaan berhasil meraih peringkat Green – Gold atau baru sekitar 5% dari total partisipan. Latar Belakang Sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs), sejak tahun 2015 semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berketatapan untuk melanjutkan fokus pembangunan pada 17 agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang kini disebut sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Pada forum pertemuan pimpinan negara sedunia di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut, disepakati hingga tahun 2030 semua anggota, baik negara maju maupun berkembang, bertekad untuk mengakhiri kemiskinan dan perampasan hak kemanusiaan sejalan dengan peningkatan mutu kesehatan, pendidikan, mengurangi ketimpangan dan memacu pertumbuhan ekonomi. Selain menjadi tugas Pemerintah, peran dunia usaha sangat diharapkan untuk mempercepat agenda internasional itu. Melalui Program Penunjang Operasi (PPO) ataupun Program Pengembangan Masyarakat (PPM), dunia industri diharapkan mengambil peranan di dalam memajukan masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Pemerintah RI, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sejak tahun 1997 telah meluncurkan PROPER (Program Pemeringkatan Kinerja Perusahaan), dimana kinerja Community Development menjadi salah satu kunci dalam mengukur peringkat perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hingga saat ini PROPER telah diikuti oleh lebih dari 2000 perusahaan dan jumlah itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Tahun 2019 terdapat 26 perusahaan mendapat peringkat Emas. 169 perusahaan peringkat Hijau. 1507 peringkat Biru. 303 peringkat Merah dan 2 peringkat Hitam Pemeringkatan yang diberikan PROPER akan menjadi faktor pembeda antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Pemeringkatan ini juga menjadikan perusahaan dapat melakukan penghematan sumber daya dan biaya operasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Tujuan Pelatihan Mampu meningkatkan pemahaman akan aspek-aspek yang dinilai dalam PROPER menurut kritera beyond compliance : Sistem Manajemen Lingkungan Pemanfaatan Sumber Daya Pemberdayaan Masyarakat Kriteria Emas Peserta akan memiliki kemampuan dalam menjawab kuesioner PROPER Mampu membuat Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Metode Pelatihan Training PROPER KLH : Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , dan Case Study Outline Materi Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas PROPER KLH : Sistem Manajemen Lingkungan : Kebijakan Lingkungan Perencanaan Implementasi Pengecekan dan perbaikan Tinjauan Manajer Rentang Pengaruh Sertifikasi Pemanfaatan Sumber Daya : Efisiensi Energi 3R Limbah B3 3R Limbah non B3 Pencemaran Udara Efisiensi Air Keanekaragaman Hayati Pemberdayaan Masyarakat : Kebijakan Struktur dan Tanggung Jawab Alokasi Dana Perencanaan Implementasi Monev Hubungan Sosial Publikasi dan Penghargaan Kriteria Emas : Inovasi dalam aspek pemanfaatan sumber daya Implementasi program pengembangan masyarakat  Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan : Additionality Blue Ocean Strategy Fasilitator Purwadi, ST. MSi   & Agustinar Ginanjar, Psi Purwadi, ST. MSi : Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi selama lebih dari 15 tahun di berbagai industri seperti manufacturing, fabrication, petrochemical dan dengan posisi terakhir sebagai praktisi HSE di Chevron Geothermal Indonesia. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera, Gold Mining, Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN Cilegon, Commonwealth Steel, VICO dan lain-lain. Beliau pernah berhasil membawa Amoco meraih rating Green (kriteria Health, Safety, dan Environment) dalam program PROPER KLH Tahun 2011. Agustinar Ginanjar, Psi : Agustinar Ginanjar adalah Praktisi dan konsultan pengembangan sumber daya manusia selama lebih dari 15 tahun. Pengalaman konsultan antara lain di IPMI Management Development Center (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) dan MUC Consulting Group. Pengalaman praktisi antara lain sebagai pembina (coaching & counseling) dari lebih 100 perusahaan lokal binaan Chevron Indonesia (program pembinaan bisnis mandiri ini berhasil meraih penghargaan tertinggi tahunan PROPER Emas dari Kementrian Lingkungan Hidup sejak tahun 2010). Agustinar juga sebagai tim penulis Buku : A Journey To Gold, KLH Juni 2013, bagian Local Business Development. Menamatkan pendidikan Psikologi dari Universitas Indonesia dan menerapkan gaya belajar yang participant centered serta Visual-Auditori-Kinestetik untuk proses belajar yang optimal. Pakar dalam interpretasi DISC test dan penerapan langsung di tempat kerja. Klien yang pernah ditangani antara lain, Indosat, DHL, Trelleborg, Saraswanti Indo Genetech dan YMPG Matsushita Gobel.

Developing Supplier Relationship Management

Deskripsi Supplier merupakan partner yang penting dalam menunjang strategi perusahaan dan harga bukan merupakan faktor penentu dalam memilih supplier, maka dalam Purchasing dibutuhkan teknik-teknik untuk membangun relationship dengan mereka.  Pelatihan ini akan membantu peserta untuk memahami teknik-teknik membangun relationship dengan supplier dalam lingkup kerja Purchasing. Pelatihan ini sangat penting bagi:  Warehouse, Distribution,  Logistic, Purchasing, Transport. Metode Pelatihan Training Developing Supplier Relationship Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Developing Supplier Relationship Management adalah : faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier konsep & teknik penting dalam membangun partnership dengan supplier product development & production proses keputusan make or buy pricing term & analysis supplier pricing offer strategic sourcing

Training The Principles of Lean Logistic

Training The Principles of Lean Logistic salah satunya adalah  mengembangkan strategi logistik untuk menanamkan disiplin dalam bidang logistik melalui prinsip-prinsip lean. Deskripsi Salah satu kesalahpahaman yang umum tentang Filosofi Lean adalah bahwa Konsep Lean hanya ditemukan pada aplikasi di dunia manufaktur. Padahal pada kenyataannya: dampak atau impact dari Filosofi dan konsep Lean begitu signifikan pada aktivitas logistik Sasaran utama dari Konsep Lean dalam dunia logistik adalah eliminasi Waste (pemborosan), penurunan inventory WIP, penurunan Lead Time proses dan yang paling utama adalah meningkatkan aliran dan kapabilitas Rantai Supply (Supply Chain Capability and Flow) “Logistics flow is a principal thing to lean thinking!” Untuk membangun dan mengembangkan Pola Pikir Lean bukanlah hal yang instant & cepat. Organisasi harus membangun dan mengembangkan budaya Continuous Improvement (peningkatan sedidit tetapi terus menerus) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Lean Logistic ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memperkenalkan konsep Lean Logistic & memberikan pemahaman bagaimana mengaplikasikan lean thinking dalam ruang lingkup logistic Mengembangkan strategi logistik untuk menanamkan disiplin dalam bidang logistik melalui prinsip-prinsip lean Mampu mengidentifikasi dan mengenal jenis-jenis pemborosan dalam aktivitas logistic Mengembangkan strategi dalam menekan pemborosan dalam ruang lingkup logistic Metode Pelatihan Training Lean Logistic dilaksanakan dengan metode: Dynamic class room learning Brainstorming Technique & Session Gemba (shop floor) exercise & practice Mind mapping Technique Outline Materi Materi Training Lean Logistic yang akan dibahas adalah : Outline Day-1 : Key Component Topic Discussed/Delivered Remark About Lean Mengapa harus Lean, Definisi & Benefit Lean Slide & Lean sample in video Exercise Mengembangkan peluang dari Sasaran Lean Logistic Flip Chart & Brainstorming Lean Thinking: concept & principles Gemba (shop floor) 5S, prinsip-prinsip dasar Kaizen (continuous improvement), The Basic of 7-waste, lean quote Slide Exercise Pengembangan Visi dan Misi Departemen Flip Chart & Brainstorming Waste in Logistic Detail The River of Waste (Pemborosan) dalam logistic: Inventory, Transportasi, Ruangan dan Fasilitas, Waktu, Pakaging, Administrasi dan Pengetahuan Slide Exercise Identifikasi Waste dalam shop floor Flip Chart & Mind Mapping Essential Lean Tools in Logistic Prinsip Dasar 5S, Visual Management, Value Stream mapping Outline Day-2 : Key Component Topic Discussed/Delivered Remark Waste Elimination Brainstorming Session – Lean Project Program for Lean Logistic Mind Mapping Technique Logistic Flow – The Asset Flow 1. People Flow – keterampilan SDM yang harus dikembangkan 2. Inventory Flow – Memahami Safety Stock & Inventory Management: ordering strategy, inventory Audit (Sistematic Cycle Count) 3. Fixed Resources Flow – The management of Warehouse, Facility and Equipment Slide Logistic Flow – The Information Flow 1. Data Flow – Decision based on accurate data 2. Knowledge Flow – Standardized Work & Continuous Improvement 3. Communication Flow – Hoshin Plan and Strategic Communication Slide Logistic Flow – The Financial Flow 1.COGS & Biaya Operational, Logistics Activities & Hidden Operating Costs 2. Inventory Carrying Cost & Ordering Cost Slide Application of Lean Logistic Pull System & Consolidation Center Slide & Video KPI – Logistic Mengenal KPI – Key Performance Indicator yang sesuai untuk Logistic Slide Exercise Mengembangkan KPI Logistic yang sesuai Flip Chart & Brainstorming Testimoni “Sangat baik & menguasai serta tepat sasaran” “Baik, menguasai materi” “Materi sesuai harapan” “Menurut Saya Materi & Metode yang diberikan sangat baik dalam training ini.” “Menguasai materi memberikan wawasan pada peserta pelatihan” “Trainer santa berpengalaman, menguasai materi dan sangat nyaman bingit diajak tukar pikiran, nggak terlalu tegang pokoknya nyaman banget” Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

Quality Assurance for Business Excellence

Quality Assurance for Business Excellence Training salah satu tujuannya adalah memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Deskripsi Pernahkan perusahaan Anda di hadapkan pada kondisi : Banyaknya komplain dari pelanggan, baik melalui call center, surat, formulir saran, atau surat pembaca? (Quality Assurance) Tingginya waktu kerja terbuang untuk melakukan pekerjaan ulang, karena proses kerja tidak efektif? (Quality Assurance) Merasa kurangnya waktu kerja dibandingkan tugas kerja, karena tinggi kesalahan dalam proses? (Quality Assurance) Cost of Poor Quality (COPQ) meningkat  karena internal failure maupun external failure? (Quality Assurance) Dampak dari peningkatan kualitas proses, tentunya akan memberikan efek domino bagi : peningkatan kepuasan pelanggan, efisiensi proses, peningkatan performance bisnis, peningkatan  jumlah pelanggan, peningkatan ekspansi pasar, dan peningkatan keuntungan perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Quality Assurance for Business Excellence ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Mengukur dan mengidentifikasi Cost of Quality dan Cost of Poor Quality Memahami teknik dan konsep Manajemen Quality Assurance meliputi Quality Planning, Quality Control, dan Quality Improvement. Menyusun rencana penerapan Manajemen Quality Assurance di perusahaan Target Peserta Pelatihan Quality Assurance for Business Excellence ini ditujukan untuk para: General Manager, Senior Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Kepala Bagaian, dll. Metode Pelatihan Training Quality Assurance for Business Excellence dilaksanakan dengan metode: Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan, Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Quality Assurance for Business Excellence adalah : Managing Quality in The Organization Principle of Quality Assurance Develop Quality Planning Measuring Cost of Quality and Cost of Poor Quality Quality Policy Deployment Develop Quality Control System Improved Critical to Quality (CTQ) and Critical to Process (CTP) Improved Quality Standard Improved Capability Process and Stability Develop Quality Improvement Program Managing Quality Improvement Implementing Lean Management and Six Sigma Quality Case Study & Analysis Testimoni Materi, metode dan hand out training sudah baik” “Ok” “Materi sangat bagus” “Trainer sudah baik dan dapat dimengerti dalam penyampaian materi training” Fasilitator Goutama Bachtiar Goutama Bachtiar adalah : Advisor, Auditor, Konsultan, Trainer, Courseware Designer dan Penulis bidang Teknologi dan Sistem Informasi selama 17 tahun terakhir dengan spesialisasi di ranah IT Governance, Risk, Security, Assurance, Audit dan IT Management. Saat ini beliau menjabat sebagai advisor beberapa perusahaan dan organisasi, Subject Matter Expert, Program Mentor, Editorial Journal Reviewer, Certification Exam (CISA, CGEIT, CISM, CRISC) dan Study Materials Developer di ISACA International Chapter, Subject Matter Expert dan Program Evaluator di PMI International Chapter, IASA, SABSA dan Open Group Global Working Group Member, Reviewer Panel di International Institute of Business Analysis (IIBA), Dosen Tamu di program pasca sarjana beberapa universitas di AS dan Indonesia (UTB, UI, IPB dan Binus), serta moderator, panelis dan pembicara di sejumlah konferensi, workshop dan seminar. Sebagai auditor dan konsultan, telah memberikan layanan tersebut kepada 35 perusahaan dan organisasi. Puluhan sertifikasi internasional sudah diperolehnya sampai dengan saat ini. Selain itu, beliau juga telah mengadakan dan memberikan pelatihan, perkuliahan, seminar, konferensi dan workshop sebanyak lebih dari 230 sesi dan 5500 jam lebih kepada sekitar 7500 peserta di Indonesia maupun luar negeri kepada lebih dari 70 perusahaan dan organisasi. Sebagai penulis, sudah mengarang 2 buku dan 22 courseware serta sudah menulis, melakukan review dan editing atas 300 artikel, manuskrip, paper dan white paper seputar Telematika dan Manajemen di lebih dari 20 media, publikasi, organisasi, jurnal dan konferensi.

Emergency Response & Media Simulation

Deskripsi Introduction: When disaster strikes “Panic” is not the solution; appropriate response and media handling knowledge is the concern. Emergency response and how to start handling it becomes most important skills for Health Safety Environment & Security (HSES) managers/officers and the Communication Division. (Emergency Response & Media Simulation) Next steps are how to coordinate the messages effectively in close cooperation with the Public Relations or Communication Division. The Emergency Response coordinator must have formed the Corporate Emergency Team and decide on the spoke person to liaise with the media. The media, however, have no interest in the success or failure of the cooperation. Their main task is to find the credible sources for their news and disseminate the “good news” swiftly to the public; resulting in a race to get on air their “Breaking News”.(Emergency Response & Media Simulation) In Emergency and disaster, incident might lead to Crisis Management which the corporation needs to be prepared, be available and be credible; therefore, the Emergency Response training is preparing the HSES managers’ and the communication team as planning and preparation through media simulation is a key success.(Emergency Response & Media Simulation) This training program is a comprehensive preparedness and alertness training that includes: understanding of the basic functions of HSES tasks; coordination between the HSES team and the communication team (PR Division) so that communication advice and input to the Business Unites of the company is activated. The training also prepares a tailor made scenario planning suiting to each specific industry. It will be developed to an incident-plan, wherein media interview simulation is conducted. After the incident has calmed down, a press conference scenario needs to be conducted. The assigned managers in charge would be trained for a “severe investigative” media questions. (Emergency Response & Media Simulation) The training will also be backed-up with a session on facing a panic & stress situation, through a Panic Attack and Stress Management.(Emergency Response & Media Simulation) The training will be supported by experts in PR writing skills, most notable is writing an effective press release. A Media Relations program is also part of the important session in facing an Emergency Response.(Emergency Response & Media Simulation) A Training Out-Line will be designed meeting the specific needs of the industry; however, on the following page a general out-line is prepared as guide lines.  A comprehensive training is scheduled for at least two (2) days of a total eight (8) sessions, ideally as a Company’s In-House Training, however, a Public Training may also be considered. The training will be presented in Bahasa Indonesia and/or in English.(Emergency Response & Media Simulation) Case studies: Most valuable in a learning process is the analyzing of real happening case studies: critiques and setting-up systematic approach will lead to better decision making. Presentation of case studies will be suited to the business industry; such as factory fire, in side factory accidents, building structure collapse, nature & pollution disasters emergency response, transportation accidents, product tampering & consumer’s incidents, etc.(Emergency Response & Media Simulation) Who should attend: CEO, Managing Director, President Director, General Manager, Plant Manager, Factory Manager, HSES Team, PR or Communication Division Team, Business Units Managers, General Affairs & Human Capital Managers, Marketing, Distribution or Sales Managers, Branch Managers.(Emergency Response & Media Simulation) HSES Speaker: An experienced HSES Mananger of a reputable company will be invited to highlight the importance of HSES Manangement.(Emergency Response & Media Simulation) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Emergency Response & Media Simulation adalah : HSES Systems and its implementation Identifying the real crisis problem Establishing Executive Operational Team Be Prepared – Be Available – Be Credible Say your concerns – Ensure accuracy Take quick actions & developing alliance Deciding on priority actions Strategic anticipative actions & systematic handling Handling difficult media interview & Media Relations Disaster & Damage Control Keep monitoring, analysing & controling Establishing continuous training & simulation exercises Fasilitator Ludwig Suparmo & Nugroho Setiatmadji Lead Trainer: Ludwig Suparmo: Communications Specialists with 30 years experience handling Crisis Management and lately successfully conducting for three times the Crisis & Emergency Response Training for Akzo Nobel Car Refinishes Indonesia, belonging to the Fortune 500 companies. His experience includes conducting hands-on crisis cases during his tenure with Burson Marsteller (Notable US PR Agency), Fortune Advertising & PR Agency (foremost National Agency liaising with Government Institutions) and Indo Pacific Corporate Reputation Consultants. Co-Trainer: Nugroho Setiatmadji: 20 years experience in Media Relations and Media Monitoring Department of Fortune Indonesia, Burson Marsteller, and Indo Pacific which then is acquired by Edelman Public Relations Global Network. HSES Speaker: An experienced HSES Mananger of a reputable company will be invited to highlight the importance of HSES Manangement.

Training ISO 9001:2015

Deskripsi Standar Internasional ISO 9001:2015 telah diikuti dan diimplementasikan di 170 negara.Dan ketika Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, maka perusahaan/ organisasi perlu menetapkan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutunya sesuai persyaratan standar sebagai landasan penerapan dan peningkatan mutu yang berkesinambungan. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Dalam pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi sebagai dasar penerapan dan evaluasi, serta strategi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 bagi perusahaan yang berkomitmen menghasilkan produk dan layanan bermutu serta kinerja yang tinggi. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training ISO 9001 2015 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu menuangkan kebijakan-kebijakan dalam dokumen SMM ISO 9001:2015 Mampu merenca langkah-langkah pengembangan sistem manajemen mutu berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015 Mampu membuat  Risk Assestment Mampu mengidentifikasi sumber daya & kemampuan yang dibutuhkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 Mampu bekerjasama dan mendukung Top Manajemen Mampu memberi saran/ pilihan sumber daya dalam menerapkan ISO 9001:2015 di perusahaan/ institusi Mampu memberi saran/ pilihan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu bagi perusahaan Metode Pelatihan Training ISO 9001 2015 dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Training Behavior Based Safety

Deskripsi Sebagian besar hasil investigasi kecelakaan membuktikan faktor utama yang menyebabkan kecelakaan adalah faktor manusia yang bertindak tidak aman (tindakan tidak aman). Pendapat dari Heinrich yang dikenal sebagai pakar yang menyimpulkan dalam teori kecelakaan menyatakan 80% penyebab kecelakaan karena tindakan tidak aman , 18% disebabkan oleh kondisi tidak aman dan 2% disebabkan oleh faktor lain. Banyak perusahaan yang sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Angka statistik kecelakaan kerja tidak dapat diselesaikan hingga mencapai nihil kecelakaan (zero accident). Bahkan, hampir semua karyawan merasakan itu, K3 yang menghalangi jalannya rantai produksi. Para manajer dan penyelia percaya bahwa Program K3 tidak memiliki nilai tambah (nilai tambah) bagi dirinya juga perusahaan. Mental melakukan tugas apa yang ada (“kotak centang mentalitas”) tumbuh subur di setiap lini organisasi perusahaan Behavior Based Safety telah banyak diterapkan oleh sejumlah perusahaan besar untuk mencegah kecelakaan HYPERLINK “http://healthsafetyprotection.com/tools-investigasi-kecelakaan-kerja/” HYPERLINK “http://healthsafetyprotection.com/tools-investigasi-kecurangan-kerja/”kerja dan meningkatkan produktifitas. Pelatihan ini akan menjelaskan cara menerapkan program Behavior Based Safety dan meminta semua pekerja dalam program Behavior Based Safety. Tujuan Pelatihan Setelah Mengikuti Pelatihan Behavior Based Safety , peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta bisa melakukan diskusi tentang cara aman dan tidak aman. Memahami dan menafsirkan hasil-hasil Pengamatan Pekerjaan di dalam proses berperilaku terhadap keselamatan. Memahami dan menerapkan untuk mencapai tujuan terhadap keselamatan kerja Meningkatkan kewaspadaan pekerja untuk berperilaku aman dalam bekerja dapat meningkatkan produktifitas kerja perusahaan. Memahami Manfaat komunikasi yang efektif. Memahami pengetahuan dan tehnik dasar untuk menggerakkan pengetahuan dari beresiko ke selamat. Metode Pelatihan Pelatihan Behavior Based Safety dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi, Brainstorming, Studi Kasus, Game interaktif mengaitkan topik, Evaluasi. Outline Materi Materi Behavior Based Safety Perilaku yang akan dibahas adalah: Insiden Fundamental Kesalahan manusia dan penyebab kecelakaan Pencegahan insiden dan BBS Diskusi dan latihan kelompok Prinsip BBS Proses BBS Pengembangan Daftar Periksa Perilaku Kritis Metodologi observasi dan wawancara Diskusi dan latihan kelompok. Fasilitator Purwadi, ST. MSi Pelatihan tenaga kerja dengan latar belakang belakang, Selain pelatihan sebagai tenaga ahli / trainer pelatihan juga berpengalaman lebih dari 15 tahun bekerja di perusahaan manufaktur, Fabrikasi, Petrokimia dan sekarang masih aktif sebagai HSE di Industri Minyak & Gas. Jadi pelatihan yang diberikan selalu terkini dan sesuai pengalaman yang diberikan. Penanganan konsultasi, pelatihan dan audit di berbagai perusahaan seperti Penambangan Emas Nusa Halmahera, Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Kepedulian Agung, PLTGU-PLN Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC dan berbaring lain.

Training OHSAS 18001:2007

Deskripsi OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. OHSAS 18001:2007 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktivitas-aktivitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul. Standar tersebut dapat diterapkan pada setiap organisasi yang berkemauan untuk menghapuskan atau meminimalkan resiko bagi para karyawan dan pemegang kepentingan lainnya yang berhubungan langsung dengan resiko K3 menyertai aktifitas-aktifitas yang ada. OHSAS 18001 merupakan standard internasional yang mencakup struktur organisasi, kegiatan perencanaan, tanggung jawab, prosedur, proses, dan sumber daya untuk mengelola K3. OHSAS 18001 menjadi acuan perusahaan dalam memberikan pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi karyawannya dengan lebih efektif. Tujuan Pelatihan Diharapkan setelah mengikuti Training OHSAS 18001 2007, maka Peserta : Memahami persyaratan OHSAS 18001 Mampu melakukan gap analysis penerapan OHSAS 18001 di perusahaan. Menyediakan, mengimplementasikan dan memelihara  OHSAS 18001:2007. Metode Pelatihan Training OHSAS 18001 2007 dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi Training OHSAS 18001 2007 yang akan dibahas adalah : Pendahuluan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja Interpretasi Klausul-klausul Standard OHSAS 18001 : 2007 Sistem Dokumentasi standar OHSAS 18001 : 2007 Risk Assessments Pemenuhan OHSAS 18001 : 2007 Implementasi dan sertifikasi OHSAS 18001 : 2007. Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

LOTO (Lockout Tagout)

Salah satu tujuan pelatihan LOTO (Lockout Tagout) adalah mengenali tujuan dikeluarkannya kebijakan mengenai aplikasi LOTO serta manfaatnya dalam pekerjaan. Deskripsi Lockout Tagout (LOTO) merupakan suatu prosedur untuk menjamin agar sumber energi tidak terlepas secara sengaja. Secara teknis LOTO dilakukan dengan mengunci secara fisik pada sumber tenaga dari circuit dan peralatan setelah dimatikan. Sumber tenaga tersebut lalu diberi label dan tag yang mudah dibaca yang mengingatkan orang lain pada areal tersebut bahwa kunci telah dipasang. Disamping untuk perlindungan pekerja dari bahaya listrik, LOTO berguna untuk mencegah kontak dengan bagian peralatan yang beroperasi dan mencegah keluarnya gas, cairan atau bahan berbahaya secara tidak terduga pada tempat kerja. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan LOTO (Lockout Tagout) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta memahami tentang latar belakang dan konsep LOTO Mengenali tujuan dikeluarkannya kebijakan mengenai aplikasi LOTO serta manfaatnya dalam pekerjaan Peserta mamppu mengidentifikasi bahaya dan jenis- jenis peralatan LOTO Memahami tahapan yang harus dilalui dalam melaksanakan LOTO dan apa yang harus dilakukan pada masing-masing tahapan. Memiliki kesadaran yang diwujudkan dalam bentuk perilaku yang bertanggung jawab dalam melaksanakan LOTO Metode Pelatihan Training LOTO (Lockout Tagout) dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik LOTO (Lockout Tagout) adalah :  Dasar peraturan dan perundangan Manfaat LOTO Konsep Penggembokan dan Pelabelan (LOTO): – Pengertian LOTO – Jenis/Bentuk dan Sumber Energi – Jenis Peralatan dan Alat Pengisolasian Energi – Petunjuk Umum Pelaksanaan LOTO – Petunjuk Khusus Pengetesan Permesinan dan Peralatan – Metode LOTO Group – Evaluasi/ Audit Pelaksanaan LOTO Rangkuman LOTO Studi Kasus, Latihan  Resume, diskusi, Post Test Facilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Training ISO 14001 2015

Training ISO 14001 2015 Tujuan dari penerapan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001:2015 adalah sebagai standar internasional yang mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Dampak positif terbesar terhadap lingkungan kiranya adalah pengurangan limbah berbahaya. Salah satu faktor yang sangat penting dalam rantai produksi untuk menjaga keramahan lingkungan tersebut adalah bagaimana produsen / pemasok dapat menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015. Dalam pelatihan ini membahas secara detail dan terperinci standar internasional yang hadir untuk mendukung proteksi lingkungan dan pencegahan pencemaran, dan memenuhi kebutuhan sosial ekonomi. Penerapan ISO 14001 memberikan  manfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan produktifitas perusahaan dengan memperhatikan aspek dan dampak lingkungan, mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training ISO 14001 2015 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dapat memahami pengertian dasar lingkungan, isu-isu mengenai lingkungan baik domestik maupun global dan tragedi lingkungan yang terjadi akibat perilaku yang tidak bijak. Memahami pengelolaan lingkungan berdasarkan ISO 14001;2015. Memahami Konsep Manajemen Lingkungan. Memahami tentang Peraturan Perundangan dan Persyaratan lainnya terkait pengelolaan Lingkungan. Memahami konsep Produk Go Green. Metode Pelatihan Training ISO 14001 2015 dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi Training ISO 14001 2015 yang akan dibahas adalah : Pengantar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Interpretasi Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan ISO 14001:2015 Pemahaman Persyaratan  ISO 14000:2015 dan Integrasinya dengan undang-undang   Lingkungan Hidup Definisi Klausul-klausul ISO 14001;2015 Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan Sistem sertifikasi ISO 14001 : 2015 Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Training Incident Investigation

Deskripsi Incident mengakibatkan kerugian bagi setiap organisasi/perusahaan, karena akan mempunyai pengaruh negatif terhadap citra perusahaan, moral para pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisais setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Incident Investigation ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mengetahui apa tanggung jawabnya sebagai anggota team Accident/Incident Investigation; Mampu menentukan informasi apa yang harus dikumpulkan selama investigasi; Mampu meng-interview orang-orang yang mempunyai pengetahuan terkait dengan masalah/penyebab kecelakaan secara efisien; Mampu menggunakan 5 Why, Why Tree dan (Comprehensive List of Causes, CLC) untuk menentukan Root and System Causes; Mampu mengembangkan konklusi yang tepat tentang sebab-sebab kecelakaan, dan membuat usulan efektif untuk tindakan perbaikan. Mengetahui langkah-langkah dalam menganalisis kecelakaan Metode Pelatihan Training Incident Investigation dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi Training Incident Investigation yang akan dibahas adalah : Definisi  Kecelakaan kerja, Teori Kecelakan, Jenis-jenis kecelakaan Loss Causation Models from Frank Birds, including Domino Theory,  Loss Control process Tugas & Tanggung Jawab Team. Prosedur Investigasi Kecelakaan, Teknik & Proses Investigasi Kecelakaan. Metode Investigasi Kecelakaan. Studi Kasus 1 Studi Kasus 2 Sistem Membuat Pelaporan kecelakaan. Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment )

Pelatihan HIRA mempelajari mengenai bagaimana mengidentifikasi identifikasi hazard di tempat kerja, bagaimana menganalisis risiko, bagaimana evaluasi risiko, bagaimana memperlakukan risiko dan hal – hal lain terkait mengenai HIRA. Deskripsi Kecelakaan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Faktor penyebab kecelakaan kerja diketahui bukan merupakan faktor tunggal tetapi majemuk atau multi faktor, oleh karena itu pencegahan dapat dilakukan dengan mengenali sumber bahaya (Hazard) yang ada di tempat kerja serta menilainya sehingga tingkat risiko dapat dilihat sehingga tindakan pencegahan dapat diprioritaskan penanganannya. (HIRA) HIRA adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktifitas rutin ataupun non rutin diperusahaan, kemudian melakukan penilaian risiko dari bahaya tersebut lalu membuat program pengendalian bahaya tersebut agar dapat diminimalisir tingkat risikonya ke yang lebih rendah dengan tujuan mencegah terjadi kecelakaan.(HIRA) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk:  Memahami definisi HIRA.(HIRA) Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja.(HIRA) Menunjukkan kemampuannya untuk memilih dan menerapkan metode HIRA yang tepat.(HIRA) Membentuk kelompok pelaksana HIRA.(HIRA) Memahami dan menerapkan teknik HIRA dalam tempat kerjanya, dan menemukan penyelesaianya.(HIRA) Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya.(HIRA) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) adalah : Menentukan tujuan Identifikasi hazard di tempat kerja Analisis Risiko Evaluasi Risiko Perlakukan Risiko Komunikasi & Konsultasi Monitoring & Review Metode Pelatihan raining HIRA ( Hazard Identification Risk Assessment ) dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Training Hazardous Material Management

Deskripsi Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak berhadapan dengan bahan kimia yang banyak diantaranya merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3).  Akhir-akhir ini istilah bahan beracun berbahaya banyak dibicarakan orang karena sifatnya yang dianggap merusak. Terlebih lagi apabila terjadi  tumpahan tersebut sampai ke masyarakat, maka mungkin saja dapat timbul konflik antara perusahaan dengan masyarakat di sekelilingnya. Pekerja teknis di lapangan membutuhkan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bahan kimia tersebut. Selain itu, mereka juga patut mengerti bagaimana menangani dan menyimpan bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3) serta bagaimana memantau dan mengantisipasi berbagai resiko bahan kimia bahan beracun berbahaya (B3). Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan yang dimaksud bahan beracun berbahaya secara peraturan perundang-undangan, identifikasi bahan beracun berbahaya, penanganan dan penyimpanan bahan beracun berbahaya, Teknik pemantauan, tanggap darurat dan analisa resiko bahan beracun berbahaya. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Hazardous Material Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memberikan pemahaman mendasar mengenai urgensi penerapan penanganan dan penyimpanan bahan kimia yang dianggap berbahaya dan beracun Memberikan ketrampilan teknis dalam mengelola (menangani dan menyimpan) bahan kimia yang termasuk bahan beracun berbahaya (B3) Memberikan kecakapan untuk menyelesaikan masalah (problem solving skill) pada persoalan yang berhubungan dengan penyimpanan dan penanganan bahan beracun berbahaya (B3 Metode Pelatihan Training Hazardous Material Management dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi Training Hazardous Material Management yang akan dibahas adalah : Pelatihan Bahan Berbahaya dan beracun meliputi: Pengenalan Bahan B3 Identifikasi dan klasifikasi bahan B3 dan limbah B3 MSDS dan Label Pengendalian Bahan B3 Penanganan dan penyimpanan bahan B3 Analisa resiko (Risk assestment) Teknik pemantauan bahan B3 Tanggap darurat Komunikasi B3 Testimoni “Sangat baik & komunikatif” “Trainer cukup bagus karena teori & Praktek menguasai semua” Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Fundamental Safe Work Practice

Deskripsi Safe Work Practice – Kecelakaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi, tetapi bisa terjadi dan sangat merugikan. Karena itu diperlukan pengetahuan untuk mencegahnya agar kerugian dapat dihindarkan. Semua kecelakaan yang pernah terjadi ada sebabnya, semua sebab bisa dicari dan diketahui, karena itu semua sebab kecelakaan dapat dihindari sehingga semua kecelakaan bisa ditiadakan, sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Salah satu cara mencegah Kecelakaan Kerja yaitu dengan menerapkan kaidah-kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja, yang harus dipatuhi oleh semua karyawan. Bagaimana caranya ? Ikuti pelatihan “Safety Untuk Pemula” yang berupa training dikelas, dilanjutkan dengan diskusi, work shop dan studi kasus pencegahan kecelakaan di tempat kerja. Diharapkan, peserta bisa mengembangkan ketrampilannya dan mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan ditempat kerjanya, sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan ditempat kerjanya masing-masing. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Fundamental Safe Work Practice ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya tindak pencegahan kecelakaan dan menggugahnya untuk mendorong karyawan dilingkungan kerjanya agar mau melakukan tindakan pencegahan kecelakaan Meningkatkan pengetahuan peserta akan upaya pencegahan kecelakaan dilingkungan kerjanya Meningkatkan moral Perusahaan dan karyawan serta mengurangi resiko kerugian bagi Perusahaan Melaksanakan dan mengembangkan program SMK3L Metode Pelatihan Training Fundamental Safe Work Practice dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Fundamental Safe Work Practice adalah : Housekeeping Personal Protective Equipment LOTO ( Lock Out Tag Out ) Fall Protection Hazard Identification & Control Safe Work Permit Job Safety Analysis Hot Work Confined Space Entry Electric Work Excavation Road Safety Accident Investigation Emergency preparedness and response Environment Protection Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi, Selain aktif sebagai konsultan / trainer pelatihan juga berpengalaman sebagai praktisi kurang lebih 15 tahun bekerja di perusahaan manufacturing, Fabrication, Petrochemical  dan sekarang masih aktif sebagai praktisi  HSE di Industri Oil & Gas . sehingga pelatihan yang diberikan selalu up-date dan berdasarkan pengalaman sebagai praktisi. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera Gold Mining , Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN  Cilegon, PT.Commenwealth Steel, VICO, PT.Antam, KPC  dan lain lain.

Supply Chain Management Training

Supply Chain Management Training mempelajari mengenai bagaimana memahami konsep dan proses aplikasi supply chain management, bagaimana memahami manfaat dan bagaimana mengaplikasikan supply chain management dan hal lainnya terkait materi ini . Deskripsi Pelatihan ini memadukan sekaligus konsep supply chain management, dengan teknik aplikasi dan benefitnya serta permasalahan yang dihadapi oleh banyak perusahaan, solusi dan aplikasinya. Dengan demikian dapat diharapkan pelatihan ini akan bermanfaat bagi perusahaan yang sudah ataupun yang belum menerapkan supply chain management secara utuh. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Supply Chain Management Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep dan proses aplikasi supply chain management Memahami manfaat dan bagaimana mengaplikasikan supply chain management Memahami permasalahan yang sering dihadapi perusahaan yang sudah mengaplikasikan supply chain management Memahami solusi sekaligus penerapan Sasaran Pelatihan Melalui Supply Chain Management Training ini diharapkan: Pelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta  dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on Approach Seluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management Target Peserta Supply Chain Management Training ini ditujukan untuk para: Pelatihan  ini penting diikuti oleh Warehouse Manager/Officer, Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Outline Materi Materi Supply Chain Management Training yang akan dibahas adalah : Supply Chain Management : Supply Chain Management Concept Core Processes Of Supply Chain Management Supply Chain Strategies Best Practice Supply Chain Management 2. Supply Chain Configuration Problem and Issues  3. Latihan dan studi kasus ( Part I) 4.  Scope of Supply Chain Problem : Supply Chain Management Problem Domain A Systems Perspective on Supply Chains Supply Chain Management Process Aligning Objectives  5. Latihan dan studi kasus ( Part II)  6. Supply Chain Solution and Application : An Integrated Framework Solution Simulation Modeling Approaches Information Technology Support Problem Solving Review of Applied Solution 7. Latihan dan studi kasus ( Part III) Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.