Operation Training

Online Training : Autonomous Maintenance

Online Training  Autonomous Maintenance  (AM) mempelajari mengenai konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM), filososi dan tujuan, sasaran, kunci keberhasilan, aktifitas 5S sebagai dasar penerapan  Autonomous Maintenance dan hal – hal lain terkait Autonomous Maintenance  (AM). Deskripsi Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan peningkatan kualitas serta produktifitas yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut salah satu metode yang efektif adalah penerapan AM AM merupakan salah satu pilar dari 8 pilar yang terdapat pada Total Productive Maintenance (TPM). Tujuan utama dari AM adalah pendeteksian secara dini ketidaknormalan yang terjadi pada suatu mesin industri sehingga kerusakan mesin dapat dicegah. Mengapa demikian, karena kerusakan mesin bukan terjadi secara tiba-tiba tetapi terjadi secara graduation atau bertahap dari kerusakan kecil-kecil yang bersinergi membentuk kerusakan yang besar dan sampai akhirnya membuat break down mesin. AM atau disebut dengan Perawatan Mandiri dirancang untuk melibatkan operator mesin tidak hanya bekerja sebagai operator mesin saja tetapi juga melakukan aktivitas perawatan mesin secara sederhana (cleaning, lubrication, checking, dll). Dengan diterapkannya AM maka departemen maintenance dapat lebih fokus dan berkonsentrasi pada masalah preventive maintenance serta peningkatan productivitas mesin dan pengontrolan biaya maintenance. Setelah mengikuti Training AM ini diharapkan operator mesin mempunyai paradigma bahwa kinerja mesin tidak hanya ditentukan oleh departemen maintenance saja tetapi juga ditentukan oleh operator mesin itu sendiri. Outline Materi Materi Training Autonomous Maintenance yang akan dibahas adalah : Day 1 : 09:00 – 12:00 Konsep Dasar Total Productive Maintenance (TPM) Filososi dan Tujuan Autonomous Maitenance Sasaran Autonomous Maintenance 13:00 – 15:00 Day 2 : 09:00 – 12:00 Pembersihan awal Pencegahan sumber kontaminasi Standar pembersihan dan lubrikasi Inspeksi menyeluruh 13:00 – 15:00 Standar Perawatan Mandiri Process Quality Assurance Supervisi Mandiri Peran management dalam penerapan Autonomus Maintenance Strategi Training Autonomous Maintenance Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus Testimoni “Baik” “Metode penyampaian menarik Materi & hand out mudah dipahami” “Sharing Knowledge yg cukup bermanfaat” “Lugas jelas, mampu membuat suasana training menarik, mudah dipahami dalam menyampaikan materi” Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Documentation & implementation ISO 9001:2015

Deskripsi ISO 9001 adalah standar internasional mengenai persyaratan suatu Sistem Manajemen Mutu yang sudah diakui lebih dari 180 negara di dunia. Saat ini sedang dalam proses revisi dengan status Final Draft (FDIS) sehingga untuk perusahaan yang sudah menerapkan versi 2008 perlu melakukan pemahaman terhadap versi 2015 guna mempersiapkan upgrading ke versi 2015. Apa saja yang berubah dan bagaimana strategi penyesuaian dengan persyaratan baru ini? Pelatihan ini disajikan guna menjawab pertanyaan utama tersebut. Tujuan Pelatihan Tujuan program  dari proposal penawaran  ini adalah  untuk dapat  mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001: 2015 sesuai dengan bisnis proses yang ada serta  meningkatkan kinerja personel serta sistem penjaminan mutu  yang lebih efisien dan efektif , sehingga bukan hanya dapat diperolehnya Sertifikasi atau pengakuan dari Badan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu melainkan  untuk meningkatkan Kepedulian (Awareness), Pengetahuan atau Pemahaman (Understanding) dan Keterampilan praktis  terhadap Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, sehingga mereka yang terlibat diharapkan mampu untuk : Memahami dan memiliki keterampilan dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Menjadi penggerak (motivator) implementasi Sistem Manajemen Mutu tersebut pada fungsinya masing-masing . Memahami dan mampu melakukan audit internal sesuai dengan persyaratan dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memahami dan mampu memelihara serta menyempurnakan  sistem Dokumentasi (antara lain Standar Prosedur Mutu atau Prosedur Operasi Baku/ SOP) sesuai persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memahami dan mampu melakukan continual improvement dengan melakukan program perbaikan berlanjut terhadap seluruh tindakan pencegahan dan perbaikan yang harus dilakukan, Pencapaian Sasaran Mutu berikut Analisis Data, Tinjauan Manajemen serta tindak lanjutnya, evaluasi serta tindak lanjut terhadap hasil kegiatan audit, serta implementasi seluruh tindakan pencapaian terhadap kepuasan Pelanggan. Tercapainya sasaran mutu dan perusahaan dengan pendekatan proses yang efisien dan efektif  dengan senantiasa memperbaiki proses secara berkelanjutan. Terbentuknya budaya kerja yang senantiasa mengarah kepada visi, misi dan kebijakan Perusahaan. SASARAN TRAINING QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001: 2015 Memahami perkembangan ISO 9000 seri dan konsep-konsep sistem manajemen mutu Memahami persyaratan-persyaratan standar ISO 9001: 2015 dan perubahannya Mampu menetapkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan system manajemen mutu yang ada sesuai persyaratan ISO 9001: 2015. Mampu mengidentifikasi sumber daya dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memelihara Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015. Mampu mengembangkan Sistem Manajemen Mutu menjadi sesuai dengan standar terbaru ISO 9001: 2015. MATERI QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001: 2015 Overview standar-standar ISO 9001 Interpretasi persyaratan ISO 9001 : 2015 Kompabilitas dengan environmental, health & safety management system. Strategi upgrade ISO 9001 : 2008 ke ISO 9001 : 2015. Strategi implementasi Manajemen sumberdaya Prosedur dan dokumentasi ISO 9001:2015 Workshop/ latihan (jika memungkinkan peserta dianjurkan membawa prosedur perusahaannya untuk dibahas) Target Peserta : General manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head Strategi Peserta : Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : ♦ 60% landasan teori ♦ 40% study kasus Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Training 5s Safety & Visual Management

Training 5s Safety & Visual Management adalah training mengenai bagaimana memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik,  bagaimana pentingnya tempat kerja (GEMBA), bagaimana memahami pentingnya keselamatan kerja, memahami dan mampu melakukan perbaikan manajemen visual di tempat kerja, mempersiapkan penerapan konsep 5s safety & visual management di perusahaan. Deskripsi Membangun Keunggulan Operasi Melalui 5s / 5r  Manajemen Visual Dan Implementasi Keselamatan  Meningkatkan produktivitas perusahaan demi peningkatan efisiensi, kompatibilitas dan kualitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih terkenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu). pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan Konsep 5s Safety ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam perencanaan budaya kerja, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin serta aman. Program 5s Safety juga menyediakan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit peningkatan bertahap tetapi terus menerus. Penerapan Konsep 5s Safety dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5s Safety , maka disusunlah Modul Penerapan 5s Safety dan manajemen visual dan keselamatan di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan dan keselamatan kerja. Salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat dilakukan dengan cara-cara besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus ditingkatkan terlebih dahulu, kemudian dibangun lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menyetujui 5S Manajemen visual dan Keselamatan di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh lisensi: Tanpa Pemborosan (Tanpa Limbah). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu. Tanpa Keterlambatan Pengiriman. Tanpa Keluhan Pelanggan (Klaim Pelanggan Nol). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikanberkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan aksi nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan mempelajari pribadi ke Arah kienerja yang baik dan positif. 5S Manajemen Visual & Keselamatan Sebagai ilmu perilaku lebih memastikan kata-kata. Sebagai barometer manajemen. perusahaan yang dikembangkan oleh setiap orang.Sebagai falsafah manajemen dan sebagai sasaran utama produktivitas. Sasaran Pelatihan Setelah menerima pelatihan 5s Safety & Visual Management, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik Pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Pentingnya keselamatan kerja Program Memahami Konsep 5S dan Manfaat 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5s Safety & Visual Management di pabrik Memahami dan mampu melakukan perbaikan Manajemen visual di tempat kerja Mempersiapkan Penerapan Konsep 5s Safety & Visual Management di Perusahaan Agenda AGENDA HARI KE. 1 08.30 – 10.00 5S Fundamental: Yayasan Keunggulan Operasi 10:00 – 10:15 Istirahat Cofee 10:15 – 12:00 Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management 12:00 – 13:00 Makan Siang 13:00 – 14:30 Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton 14:30 – 14:45 Cofee Break 14:45 – 16:15 Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik 16:15 – 16:30 Evaluasi & Umpan Balik  AGENDA HARI KE. 2 08:00 – 08:30 Ulasan Hari 1 08.30 – 10.00 Implementasi 5S – S4 – Seiketsu dan S5 – Shitsuke 10:00 – 10:15 Istirahat Cofee 10:15 – 12:00 Implemetation 5s Safety 12:00 – 13:00 Makan Siang 13:00 – 14:30 Implementasi manajemen visual 14:30 – 14:45 Cofee Break 14:45 – 16:15 Coaching Clinic 5S, Manajemen visual & Implementasi Keselamatan Rencana aksi 16:15 – 16:30 Evaluasi & Umpan Balik Facilitator Surachman. ST., MT Adalah Profesional yang memiliki lebih dari 22 tahun. Lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program Meningkatkan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta pelatihan. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai Mitra Asosiasi AOTS untuk Beasiswa Teknis Luar Negeri Jepang. Yokohama Kenshu pusat pada bidang Peningkatan Kualitas Berpengalaman di dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manajer Manajemen Mutu dan Manajemen Representatif di sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Keterampilan Manajerial, Sistem Manajemen Mutu TPM ISO 9001: 2000, ISO TS 16949, Sistem Manajemen Lingkungan 14000: 2004, Kompet Bisnis & Organisasi, Manajemen Kinerja, Indikator Pemasok, Pengembangan Pemasok, 5S, Inovasi Kualitas, dan Sistem Manajemen Kualitas Total.

Negotiation Techniques For Procurement

Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Deskripsi Sebagai seorang eksekutif, anda pasti dituntut banyak terlibat dalam berbagai bentuk negosiasi. Sering kali seseorang gagal dalam bernegosiasi karena tidak mempersiapkan diri dengan baik atau mungkin karena terjebak hanya karena ucapan lawan bisnis anda. Dalam mengikuti Pelatihan ini, anda akan memperoleh wawasan baru dalam menyusun negosiasi yang efektif dan mampu menerapkannya secara professional dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif, sehingga membawa dampak hubungan panjang yang terus berkesinambungan antara anda dan mitra negosiasi anda. Selain itu, anda akan diarahkan dan diberi kesempatan untuk saling berdiskusi. Anda dipacu akan lebih kreatif dalam mengembangkan alternatif yang bisa diterima oleh mitra negosiasi anda. Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Tujuan Pelatihan Memahami prinsip –prinsip negosiasi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Memahami keseluruhan proses negosiasi. Mampu merencanakan negosiasi. Memahami berbagai teknik dan taktik negosiasi. Mampu melakukan komunikasi dengan baik. Target Peserta Purchasing Director/ Manager Procurement Director Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Outline Materi Tujuan Pelatihan Analisa faktor – faktor Review Program Prinsip – prinsip negosiasi Proses negosiasi Perencanaan untuk negosiasi Komunikasi dalam negosiasi Negosiasi kontrak Taktik dalam negosiasi Menghindari “deadlock” Negosiasi melalui telepon Timing Lokasi Listening skills Komunikasi non – verbal Kontribusi verbal Studi Kasus dan diskusi. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Practical Warehousing and Inventory Management

Deskripsi Manajemen logistik dan Pergudangan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang maupun produk jadi. Peningkatan produktivitas dan pelayanan pergudangan akan sangat berpengaruh pada performansi perusahaan secara keseluruhan. Training ini akan membahas aspek operasional sistem manajemen pergudangan. Karena titik utama pembahasan adalah masalah operasional logistik dan administrasi pergudangan, maka Training ini sangat cocok untuk para eksekutif perusahaan di tingkat operasional dan menengah. Di dalam pelatihan ini,selain aspek manajemen juga akan dibahas secara terinci sistem dan prosedur administrasi pergudangan, laporan yang harus dihasilkannya beserta contoh setiap jenis formulir yang diperlukan. Target Peserta Manajer logistik dan staff, manajer pergudangan dan staff,manajer pengadaan dan staff, manajer keuangan dan staff, manajer Supply Chain dan staff serta semua posisi yang erat hubungannya dengan manajemen persediaan dan pergudangan. Metode Pelatihan Ceramah,diskusi, studi kasus dan praktikum QSB (Quantitative System for Business). Outline Materi Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam  kehidupan Perusahaan. Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik. Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan. Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan. Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan. Aktivitas gudang Struktur Pergudangan Pemilihan Lokasi Gudang Pemeriksaan/Pengujian  Barang. Dasar Pemeriksaan Barang. Sifat fisik barang kertas. Kriteria Pemeriksaan total dan sampling. Penentuan ukuran sample. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang. Administrasi Penerimaan Barang. Prasyarat penerimaan barang. Pembentukan team penerimaan barang. Kriteria penerimaan barang. Sistem dan Prosedur Administrasi Penerimaan Barang. Dokumen penerimaan barang. Berita Acara Penerimaan Sementara. Berita Acara Penerimaan Barang. Penyusunan laporan transaksi barang. Rekomendasi. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang. Sistem dan Prosedur Administrasi Penyimpanan Barang. Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang. Tatacara Pengisian Kartu Barang. Kode Lokasi Barang. Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan Tatacara perhitungan nilai persediaan barang Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case) Tata letak (Lay Out) Gudang. Akuntansi Persediaan. Aktivfitas unloading barang ukuran kecil. Pengendalian kualitas dan kuantitas. Packaging. Identifikasi produk. Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan Pengendalian persediaan. Authomatic identification method Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton. Order-pick methods. Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton. Identifikasi posisi karton dan pallet. Pedoman umum pengaturan tata letak gudang. Beberapa alternatif tata letak gudang. Hubungan tataletak dan material handling. Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan. Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan. Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE. Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi. Laporan Sistem Pergudangan. Laporan status persediaan. Laporan Transaksi Barang. Klasifikasi  Barang. Statistik Pemakaian Barang. Laporan Perhitungan Inventory Control. Inventory Control Techniques dan JIT (Just in Time) inventory management Klasifikasi persediaan. Biaya persediaan. Sistem pengendalian persediaan. Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent – material Fixed order period inventory system JIT inventory management. 11.  Inventarisasi dan auditing persediaan Manfaat inventarisasi persediaan. Teknik inventarisasi persediaan. Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian. Laporan Hasil inventarisasi. 12.  Sistem Informasi dan Komputerisasi Sistem Manajemen Pergudangan Perbedaan data dan informasi pergudangan. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen. Pembentukan Master File Kodifikasi Barang. Pembentukan Master File Persediaan di Gudang. Penentuan Kode Lokasi Barang. Teknik Pencatatan Transaksi Barang. 13. Studi kasus dan Praktek software inventory management. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Training Lean Manufacturing Management

Deskripsi Pelatihan ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari dan memahami cara analisis manajemen produksi mutakhir. Peserta pelatihan akan dengan mudah dapat memahami konsep serta permasalahan manajerial seperti Manufacturing Resource Planning (MRP II), Total Quality Management, Sistem manajemen kualitas ISO 9000, Just-in Time (JIT), strategi manajemen produksi serta pemecahan operasional yang berkaitan dengan manajemen produksi. Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan case method. Di akhir pelatihan akan dibahas kasus Resource Requirement Planning sebuah industri manufaktur. Pembahasan kasus dilakukan di dalam kelompok peserta , setelah itu dilakukan presentasi kelompok dan diskusi kelas. Tujuan Pelatihan Tujuan dari pelatihan Training Lean Manufacturing Management ini adalah : Memahami berbagai aspek Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami konsep dasar Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami penerapan teknik-teknik  Perencanaan & Pengendalian  Produksi Memahami cara pemecahan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan. Sasaran Pelatihan Pelatihan ini diperuntukan bagi eksekutif perusahaan tingkat pertama dan Eksekutif perusahaan tingkat menengah baik yang berasal dari fungsi produksi atau fungsi lainnya yang berhubungan erat dengan aktifitas manajemen produksi. Metode Pelatihan Training Lean Manufacturing Management ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: Penyampaian teori. Studi Kasus Latihan Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan Evaluasi Outline Materi Introduksi Manajemen Produksi Terpadu : Karakteristik  sistem manajemen produksi  dan lingkungannya, Persoalan yang biasa dihadapi oleh manajemen perusahaan manufaktur. Kerangka perencanaan dan pengendalian produksi. Mengenal  konsep Just-in Time (JIT),Total  Quality Management  (TQM) dan Manufacturing resource  Planning  (MRP II). Diskusi tentang masalah manajemen produksi yang dihadapi. Komponen utama perencanaan dan pengendalian produksi : Hirarki perencanaan. Demand management. Aggretate planning. Perencanaan penjualan dan operasi. Master Production schedule (MPS) Material Requirement Planning (MRP). Capacity Requirement Planning (CRP) Prakiraan kebutuhan barang : Apa yang dimaksud dengan peramalan. Demand. Seasonality. Sumber data Teknik prakiraaan kebutuhan barang. Latihan dan ilustrasi prakiraan kebutuhan barang. Variabel yang digunakan dalam  perencanaan agregat : Apa yang dimaksud dengan perencanaan agregat. Manfaat perencanaan agregat. Strategi perencanaan agregat. Metoda perencanaan agregat. Studi kasus dan latihan perencanaan agregat. Beberapa teknik prakiraan kebutuhan barang. Manajemen material : Pengertian manajemen material. Klasifikasi material. Perencanaan kebutuhan barang. Manajemen pengadaan barang. Manajemen pergudangan dan distribusi. Administrasi  persediaan. Pengendalian persediaan (inventory  control) : Mengenal teknik pengendalian persediaan. Biaya persediaan. Optimasi persediaan. Model matematik  inventory  control. Latihan aplikasi konsep inventory control. Manufacturing  Resource  Planning  (MRP II) : Penjelasan umum tentang konsep  Material Requirement Planning (MRP)dan Manufacturing  Resource  Planning (MRP II). Pengaruh  konsep MRP dan MRP II terhadap perencanaan usaha dan perencanaan produksi. Diskusi tentang implementasi konsep MRP dan MRP II. Master Production Scheduling  (MPS) : Manajemen permintaan produk. Model matematik prakiraan  (forecasting). Teknik penyusunan Master Production scheduling (MPS). Teknik penyusunan  Bill of Material  (BOM). Diskusi tentang implementasi konsep MPS dan BOM. Material Requirement Planning  (MRP) : Penjelasan umum tentang MRP. Permintaan material dependen dan independen. Proses perencanaan material. Schedule dan  Planned order release. Pola pengambilan keputusan MRP. Latihan penyusunan MRP. Diskusi .Capacity  Resource Planning  (CRP): Pengertian umum tentang konsep CRP. Analisis lokasi fasilitas. Kapasitas dan pembebanannya. Alternate resource  planning. Pengendalian shopfloor: Arti dan manfaat pengendalian shopfloor Penentuan prioritas setiap shop order. Pemeliharaan data kuantitas work in process. Penyediaan  data aktual output dari setiap proses yang ada. Melakukan pengukuran efisiensi di shop floor. Diskusi masalah shopfloor control. Studi Kasus perencanaan sistem produksi (Resource Requirement Planning): Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Diskusi dan presentasi. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Applied Total Productive Maintenance(TPM)

Deskripsi Maintenance merupakan fungsi operasional yang memiliki tujuan untuk pengoptimalan teknis yang lama yang dikembangkan perusahaan yang dimiliki perusahaan. Dengan optimasi perangkat yang disetujui, maka akan membawa hasil yang sangat positif untuk terciptanya kualitas optimasi, biaya dan waktu produksi. Biaya lebih dari 65% biaya perawatan merupakan biaya suku cadang. Mengoptimalkan biaya suku cadang akan sangat meningkatkan biaya pemeliharaan keseluruhan dan biaya produksi perusahaan. Didalam pelatihan ini akan diselesaikan Manajemen Pemeliharaan secara lengkap dan terpadu. Peserta juga akan mendapatkan alat untuk mengukur performansi sistem Manajemen Pemeliharaan di perusahaannya masing-masing. (Total Productive Maintenance(TPM)) Setelah mengikuti Pelatihan Applied Total Productive Maintenance(TPM), peserta akan mampu: Konsep manajemen pemeliharaan modern. Manajemen Pemeliharaan sistem Komputerisasi Total Productive Maintenance (TPM) .. Manajemen suku cadang. Mengoptimalkan model suku cadang dengan menggunakan kontrol inventaris. Teknik pengukuran melakukan pemeliharaan sistem manajemen perusahaan. Teknik pengukuran melakukan sistem manajemen suku cadang. Outline Materi Introduksi. ( Total Productive Maintenance(TPM)) Objektif dan fungsi pemeliharaan. Klasifikasi pemeliharaan sistem. Nonaktifkan pemeliharaan sistem. Teknik membangun rasa memiliki bagi operator dan petugas pemeliharaan. Masalah yang terkait dengan masalah dalam pemeliharaan. Biaya yang timbul karena kinerja peralatan yang kurang baik. Klasifikasi dan manajemen sistem manajemen pemeliharaan. Mengukur performansi sistem manajemen pemeliharaan perusahaan. (Total Productive Maintenance(TPM)) Daftar cek perusahaan. Daftar periksa desain mesin. Diskusi tentang manajemen pemeliharaan di perusahaan Konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM). TPM sebagai sebuah filosofi. Manajemen peralatan dan manajemen cacat. Enam Kerugian Besar. Pengukuran Keseluruhan pemanfaatan peralatan (OEE). Penentuan laju optimal (waktu siklus ideal). Diskusi tentang masalah pemeliharaan yang menyangkut perusahaan. Studi Kasus dan Latihan. (OEE). (Total Productive Maintenance(TPM)) Mengukur OEE diperusahaan dengan volume produksi tinggi. Mengukur OEE diperusahaan tangan merakit. Mengukur OEE diperusahaan semi-otomatis Mengukur sistem pengelolaan OEE yang diperusahaan. Manajemen Pemeliharaan Modern. (Total Productive Maintenance(TPM)) Konsep dasar. Efektivitas Sistem. Program Pemeliharaan yang Direncanakan. Langkah -langkah implementasi Konsep Program Perawatan yang Direncanakan. Diskusi tentang aspek implementasi di masing-masing perusahaan. Sistem Manajemen Pemeliharaan yang Terkomputerisasi . (Total Productive Maintenance(TPM)) Tujuan Pemeliharaan komputerisasi sistem manajemen. Manfaat yang akan diperoleh dari manajemen pemeliharaan sistem komputerisasi. Pengembangan sistem komputerisasi. Strategi implementasi. Diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Sistem Perawatan Manajemen. (Total Productive Maintenance(TPM)) Perawatan sistem evaluasi. Parameter performansi sistem pemeliharaan. Analisis rasio kinerja sistem pemeliharaan. Peragaan penggunaan perangkat lunak untuk analisis rasio melakukan pemeliharaan sistem. Studi kasus implementasi sistem (Total Productive Maintenance(TPM)) Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri, MBA, MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman ahli, akademisi dan konsultan manajemen rantai partisipasi, Proyek, strategi dan manajemen risiko serta Pelatih Publik lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi pelatih di banyak perusahaan di Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan rencana bisnis di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Capital Budgeting & Fixed Assets Management

Deskripsi Capital Budgeting adalah proses perencanaan investasi jangka panjang perusahaan seperti pembelian mesin baru, penggantian mesin lama maupun pembangunan pabrik baru. Proses capital budgeting ini akan mempengaruhi nilai aktiva tetap (Fixed assets) perusahaan yang pada gilirannya akan menentukan ROI (Return on Investment). Untuk itu perlu kajian mendalam untuk melakukan proses ini. Di dalam seminar Capital Budgeting & Fixed Assets Management akan dibahas secara terinci proses capital budgeting dan bagaimana mengelola aktiva tetap. Seminar Capital Budgeting & Fixed Assets Management disajikan dengan case method dan latihan sehingga mudah difahami oleh peserta yang tidak memiliki latar belakang keuangan sekalipun. Outline Materi Laporan Keuangan Perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba Rugi (Income Statement). Arus Kas (Cash Flow). Mengukur Performansi Keuangan Perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Likuiditas. Profitabilitas. Aktifitas (Turn over). Rasio Kepemilikan (Ownership). Diagram Du Pont. Common size method. Teknik Penyusunan anggaran perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Proforma income statement. Proforma Cash flow. Proforma Balance Sheet. Konsep Ekonomi teknik (Engineering Economy).(Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Nilai waktu dari uang. Present Value. Future value. Annual Cash Flow. Analisis Investasi. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Pay back Period. Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Studi Kasus Capital Budgeting. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Pemilihan Mesin. Replacement Analysis. Leasing atau Purchase. Studi Kasus Kelayakan Investasi. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Aspek pasar. Aspek Operasional. Aspek Organisasi. Aspek keuangan : Proforma Income Statement, Proforma Cash flow dan Proforma Balance Sheet. Perhitungan NPV, Payback Period dan IRR. Fixed Assets Management. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Akuntansi aset tetap. Kontrol internal atas aset tetap. Manajemen aset tetap. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Training Practical Inventory Management

Deskripsi Persediaan telah menjadi topik pembicaraan dan masalah rumit sehari-hari para eksekutif perusahaan. Persediaan banyak menyita keuangan perusahaan padahal semua tahu bahwa persediaan adalah idle resource. Penekanan jumlah persediaan tanpa mengurangi customer service adalah dambaan setiap perusahaan. Akan tetapi tidak semua tahu bagaimana cara melakukannya. Di dalam seminar ini akan dibahas teknik praktis inventory management yang sangat penting untuk perusahaan manufaktur, jasa dan retail. Seminar disajikan dengan case method sehingga diharapkan mudah difahami oleh para peserta. Perhitungan matematis yang rumit akan dibantu dengan menggunakan software. Sasaran Pelatihan Setelah Training Practical Inventory Management peserta dapat menerapkan : Peran inventory management dalam kehidupan perusahaan Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Klasifikasi persediaan Prakiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Material Requirement Planning (MRP) Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time (JIT) Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT Metode Pelatihan Training Practical Inventory Management ini dilaksanakan dengan menggabungkan tiga hal yaitu : Penyampaian teori ( 50 % ) Studi kasus ( 30 % ) Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan ( 20 % ) Outline Materi Materi Training Practical Inventory Management yang akan dibahas : Peran inventory manajemen dalam kehidupan perusahaan Hubungan manajemen  persediaan dengan sistem manajemen logistik perusahaan Nilai dana yang terserap dalam persediaan Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap customer service Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap performansi perusahaan. Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Rasio-rasio performansi sistem persediaan Inventory turnover  ratio bahan baku Inventory turnover ratio produk jadi Inventory turnover ratio barang setengah jadi (work in process) Inventory turnover ratio spareparts Umur rata-rata persediaan Klasifikasi persediaan Klasifikasi persediaan secara fisik Klasifikasi material berdasarkan frekuensi mutasi Klasifikasi ABC Material dependen dan independen Prakiraan kebutuhan barang Data historis pemakaian barang Cara pengumpulan data pemakaian barang dan persediaan Linear regression model Exponential smoothing model Cara memilih metoda perkiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Keputusan persediaan Klasifikasi sistem persediaan Biaya persediaan Penentuan ukuran pesanan ekonomis Gradual replacement model Reorder point Potongan harga Stochastics inventory problem Penentuan service level Studi kasus. Material Requirement Planning ( MRP ) Penjelasan umum tentang MRP Permintaan material dependen dan independen Proses perencanaan material Scheduled and planned order release Planned order receipt Pola pengambilan keputusan sistem MRP Latihan perhitungan MRP Perbedaan MRP dan sistem persediaan yang lain Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time ( JIT ) Filosofi sistem Just In Time (JIT) Karakteristik kemitraan JIT Pengaruh JIT Cost Reduction terhadap ukuran pemesanan barang Asumsi-asumsi yang digunakan Cara implementasi JIT dalam lingkungan EOQ Penilaian persediaan. FIFO (first in first Out) Moving weighted Average. LIFO (Last in First Out). Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT JIT/EOQ Order Quantity JIT/EOQ Total Annual Cost JIT/EOQ Delivery Quantity Saving by switching to JIT/EOQ JIT/EOQ Optimal Number of Deliveries Studi kasus.         10.    Studi Kasus perencanaan sistem produksi sebuah industri makanan. Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Training Practical Procurement Management

Pengadaan Barang/Jasa Untuk Operasional dan Investasi Training Practical Procurement Management mempelajari bagaimana pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi, apa objektif kegiatan pengadaan, bagaimana aturan pemerintah  tentang pengadaan barang & jasa, bagaimana cara teknik Pemilihan  Peralatan  dengan konsep Total Cost of  Ownership(TCO), bagaimana cara Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier, dan hal – hal lain terkait Practical Procurement Management. Deskripsi Procurement Management merupakan masalah yang sangat penting bagi kehidupan sebuah perusahaan. Peningkatan efisiensi dan efektifitas di sektor pengadaan akan sangat mempengaruhi biaya produksi perusahaan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman terinci dan mendalam tentang manajemen pengadaan, disertai dengan peraturan pemerintah terbaru tentang pengadaan barang & jasa. Pelatihan dilakukan secara praktikal sehingga peserta siap menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Target Peserta Logistics /supply chain Manager, Purchasing manager, Warehousing manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager, semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen pengadaan barang, jasa serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Outline Materi Materi Training Practical Procurement Management yang akan dibahas adalah : Peran Pengadaan dalam kehidupan perusahaan. Pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi. Objektif kegiatan pengadaan. Pentingnya aspek kualitas dalam kegiatan pengadaan. Aspek hukum pengadaan. Diskusi tentang persoalan purchasing management di beberapa perusahaan,  BUMN. Aturan pemerintah  tentang pengadaan barang & jasa. Perencanaan Pengadaan Barang Operasional & Suku Cadang. Paradigma baru manajemen pengadaan barang & jasa Statistik Pemakaian Barang. Optimasi Persediaan. Dinamika &  harapan stakeholder. Paradigma lama pengadaan barang & jasa. Kontribusi profesional manajemen pengadaan. Paradigma baru yang diinginkan. Teknik Pemilihan  Peralatan  dengan konsep Total Cost of  Ownership(TCO) Pre Transaction Cost. Transaction Cost. Post Transaction Cost. Net Present Value /TCO. Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier. Source-selection Model. Teknik pemilihan subkontraktor. Make-or-buy Decision. Teknik evaluasi supplier. Teknik Pembinaan supplier. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE). Definisi dan arti OE. Kontrak Masa Lalu. Harga Pasar. Harga Proposal. Konsep Target Price. Perhitungan Owners Estimate (OE). Seni &Teknik Negosiasi. Apa manfaat negosiasi. Teknik perencanaan & persiapan negosiasi. Karakteristik negosiator yang baik. Teknik Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang & Jasa. Studi Kasus Manajemen Pengadaan di Beberapa Perusahaan Besar. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management

Training Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management mempelajari mengenai redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha, bagaimana mengukur performansi sistem manajemen logistik, bagaimana perencanaan dan manajemen persediaan, mengenai supply management, mengenai manajemen transportasi dan distribusi dan hal – hal lait terkait Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management. Deskripsi Dinamika lingkungan industri serta persaingan yang semakin ketat telah mengubah sistem manajemen logistik yang selama ini dikenal. Supply chain management didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas sejak dilakukan pembelian material, proses transformasi material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi serta mendistribusikannya melalui sistem distribusi yang ada. Jadi, Supply Chain mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle. Perkembangan teknologi informasi telah banyak menyumbang tumbuhnya sistem supply chain management. Saat ini semua fungsi manajemen logistik telah dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet dan intranet. Penggunaan Web  dalam supply chain telah menjadi trend di perusahaan industri manufaktur dan industri jasa terkemuka akhir akhir ini. Training tiga hari ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian mendalam tentang supply chain management dan dukungan teknologi informasi dalam operasinya. Training diberikan dengan case method disertai dengan peragaan penggunaan web untuk aktivitas supply chain management. Pemandu Training terdiri dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman melakukan disain sistem web-based supply chain management di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Target Peserta Logistics /Supply Chain Manager, Purchasing Manager, Warehousing Manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen logistik serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Outline Materi Redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha. Paradigma baru manajemen logistik. Manajemen logistik sebagai sebuah sistem. Redefinisi sistem manajemen logistik. Evolusi sistem  manajemen logistik dan supply chain management. Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap sistem manajemen logistik Mengukur performansi sistem manajemen logistik. Ukuran performansi sistem manajemen logistik. Produktivitas sistem manajemen logistik. Kualitas sistem manajemen logistik. Perencanaan dan manajemen persediaan. Dasar manajemen persediaan. Mengukur performansi sistem persediaan. Prakiraan kebutuhan barang. Order quantity engineering. Inventory control policy and replenishment design. Disain sistem dan manajemen persediaan. Supply management. Perkembangan terakhir konsep supply management. Mengukur performansi supply management. Vendor Selection Technique. Negotiation Techcnique Supplier integration and relationship management. Teknologi informasi dan aplikasi sistem internet dalam supply management. Manajemen transportasi dan distribusi Model sistem transportasi dan distribusi. Rincian aktivitas sistem transportasi. Mengukur produktivitas sistem transportasi. Logistics network design. Shipment planning and management. Fleet, container and yard management. Freight and document management. Manajemen Pergudangan Fungsi fungsi dalam manajemen pergudangan. Profil aktivitas manajemen pergudangan. Mengukur performansi manajemen pergudangan. Prinsip prinsip penerimaan barang. Operasi penyimpanan barang. Order picking operations. Shipping principles. Disain organisasi logistik. Manajemen organisasi supply chain. Logistics strategic planning and project management. Logistics process and activity management. Logistics and supply chain information system. Arsitektur sistem informasi manajemen logistik dan supply chain. Logistics data warehousing and decision support system. Manajemen logistik berbasis Web Paperless and wireless logistics system. Pengukuran Kinerja Manajemen logistik dengan Balanced Scorcards Mengenal pengukuran kinerja dengan balanced scorecards Perumusan perspektif kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan Perumusan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerja sistem manajemen logistik Studi kasus. Material Requirement Planning (MRP) and Supply Chain at Alenia Aircraft. Jaguar-Nippondenso Relation. Pengembangan Web-based Logistics Planning System and e-Procurement di sebuah BUMN terkemuka. Studi kasus distribution strategy di Caterpillar. Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe)

Training Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe) bertujuan untuk agar kita bisa memahami bagaimana proses pengadaan barang & jasa, apa peran owners estimate dalam proses pengadaan barang & jasa, bagaimana teknik penyusunan owners estimate untuk pengadaan dengan anggaran opex, bagaimana  perhitungan harga satuan & cost of goods sold, bagaimana menganalisis titik pulang pokok (Break even Point Analysis) dan seputar Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe). Deskripsi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah perkiraan harga pengadaan barang atau jasa yang dianalisa secara profesional,  disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. HPS berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang, jasa dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar.Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe) Penyusunan HPS merupakan kunci keberhasilan purchasing Management sebuah perusahaan. Materi yang dibahas dalam pelatihan (Hps/Oe) akan sangat bermanfaat untuk perhitungan pengadaan, baik untuk pengadaan dengan anggaran Operational Expenditures (OPEX) maupun anggaran Capital Expenditures (CAPEX).(Hps/Oe) Outline Materi Proses Pengadaan Barang, Jasa Objektif pengadaan.(Hps/Oe) Parameter pengadaan barang,  jasa.(Hps/Oe) Proses pengadaan tradisional, proses pengadaan masa kini.(Hps/Oe) Pentingnya aspek Quality, Cost, Delivery dalam proses pengadaan.(Hps/Oe) Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang,  Jasa. Pengertian Owners Estimate.(Hps/Oe) Fungsi Owners Estimate.(Hps/Oe) Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.(Hps/Oe) Diskusi,  studi kasus.(Hps/Oe) Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex. Harga pasar. Data Kontrak masa lalu. Perhitungan harga satuan, Cost of goods Sold. Price list dari pabrikan. Engineering Estimation. Delphi Method. Referensi harga yang lain. Formulasi HPS/OE. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold. Komponen-komponen  biaya . Perhitungan Cost of Goods Manufactured. Perhitungan Cost of Goods Sold. Analisis Titik Pulang Pokok (Break even Point Analysis). Apa yang dimaksud dengan fixed cost. Apa yang dimaksud dengan variable cost. Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis. Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin. Latihan dan diskusi. Perhitungan Harga Satuan, Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC). Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing, Traditional Costing. Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management. Reduksi biaya dengan menggunakan ABC. Teknik pengumpulan data. Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC. Perhitungan OE untuk pengadaaan international Ketentuan –ketentuan pengadaan internasional Biaya-biaya pengadaan internasional Ilustrasi perhitungan OE untuk pengadaan internasional Perhitungan OE untuk pengadaan jasa. Perbedaan barang dan jasa. Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN, lembaga pemerintah. Aplikasi traditional cost accounting,  Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan  anggaran Capex. Apa yang dimaksud dengan TCO. Time value of money. Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV). Latihan perhitungan TCO. Studi kasus perhitungan HPS. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Purchasing Director/ Manager Project manager/staff Procurement Director/Staff Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Material Manager Warehousing Manager Dan semua posisi yang erat hubungannya dengan kegiatan Purchasing Management,  penentuan Owner Estimate Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Detailed Steps in Strategic Cost Reduction

Deskripsi Situasi ekonomi Indonesia, dunia  saat ini sangat tidak menentu. Nilai tukar valuta asing terutama dollar Amerika sangat fluktuatif, sulit diprediksi begitu pula harga BBM,Tarif dasar listrik (TDL). Keadaan ini  diperparah lagi dengan tuntutan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional). Kenaikan biaya manufaktur (Cost of Goods Manufactured) buat perusahaan  manufaktur, kenaikan biaya operasional buat perusahaan jasa seperti tidak dapat dihindari lagi padahal persaingan antar perusahaan semakin ketat karena konsumen semakin selektif dalam memilih produk, jasa yang akan dipakainya. Seminar 3 hari  ini diselenggarakan untuk memberikan pencerahan, alternatif solusi untuk menghadapi masalah di atas. Masalah Strategic Cost Reduction akan dibahas secara lengkap, praktis. Pembahasan akan dimulai dari konsep strategic management, balanced scorecards, financial management serta Production/operation management. Pembahasan akan dilengkapi dengan mini case studies di beberapa bagian dan Studi kasus Cost Reduction di Perusahaan Manufaktur,  Perusahaan Jasa. Perhitungan kuantitatif akan dibantu dengan menggunakan software. Outline Materi Konsep Manajemen Strategi Analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Revitalisasi Visi dan Misi Perusahaan. Outsourcing Strategy. Perumusan Strategi Perusahaan. Pengukuran Performansi Perusahaan dengan konsep Balanced Scorecards. Memahami Balanced Scorecards. Mengukur Performansi Perusahaan dari Perspektif : Keuangan , Pelanggan. Internal Business Process dan Learning and Growth. Teknik Penyusunan Strategy Map. Teknik Penyusunan KPI (Key Performance Indicators). Restrukturisasi Organisasi dan Business Process Reengineering(BPR) Sebagai  Alat Untuk Melakukan Cost Reduction. Memahami Konsep Restrukturisasi dan BPR. Konsep Porter’S  Value Chain. Tahapan Business Process Reengineering. Laporan Keuangan Peusahaan. Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba-Rugi (Income Statement). Cash Flow. Mini Case Studies. Analisis Laporan Keuangan Perusahaan. Analisis Rasio Keuangan Perusahaan. Pengukuran Performasi Keuangan Perusahaa dengan Diagram Du Pont. Diagnosa Performansi Keuangan Perusahaan dengan teknik Commonsize. Mini Case Studies. Teknik Cost Reduction Biaya Manufaktur ( Cost of Goods Manufactured). Memahami Konsep ERP (Enterprise Resource Planning) dan MRP II ( Manufacturing Resource Planning). Teknik Cost Reduction Biaya Direct Material. Teknik Cost Reduction Biaya Direct Labor. Teknik Cost Reduction Biaya Factory Overhead. Inventory Management  Sebagai Alat Untuk Melakukan Cost Reduction. Konsep Inventory Management. Perhitungan Economic Order Quantity(EOQ), Safety Stock, Reorder Level. Konsep JIT ( Just in Time Inventory Management). Mini Case Studies secara manual dan menggunakan software QSB( Quantitative System for Business). Konsep Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Budgeting (ABB). Konsep ABC dan Tahapan Implementasinya. Konsep ABB dan Tahapan Implementasinya. Mini Case Studies. Teknik Cost Reduction untuk Pengadaan Barang Investasi (Capital Budgeting). Perbedaan Pengadaan dengan Anggaran Operasional (Opex/Operational Expenditures) dan Pengadaan Barang Investasi (Capex/Capital Expenditures). Time Value of Money. Konsep TCO ( Total Cost of Ownership). Memilih Equipment Merk A atau B. Repair atau Replace. Leasing atau Purchase. Mini case Studies. Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Perbedaan Manajemen Perusahaan Jasa dan Perusahaan Manufaktur. Implementasi Konsep Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Studi Kasus Beberapa Perusahaan yang Berhasil Melakukan Cost Reduction. Studi Kasus Strategic Cost Reduction di Perusahaan Manufaktur. Studi Kasus Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi , konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Supply Chain & Logistic Management

Deskripsi Manajemen logistik atau logistic management berfungsi merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan, pelayanan dan informasi dari titik awal (point of origin) sampai ke cotumer (point of consumtion). SCM (Supply Chain Management), suatu sistem aliran yang terintegrasi (internal dan eksternal) bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan persediaan buffer antar bagian dalam satu rantai dengan cara saling memberikan informasi tentang demand dan persediaan yang ada. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Logistic and Supply Chain Management. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini akan membahas mengenai Logistic And Supply Chain Management. Sehingga diharapkan: Peserta pelatihan mampu memahami konsep dasar, ruang lingkup & permasalahan supply chain management (SCM) & perannya dalam kelancaraan operasional baik untuk produksi maupun distribusi. Peserta pelatihan memperoleh ketrampilan dalam mengaplikasikan metoda SCM Peserta pelatihan memperoleh kemampuan mengidentifikasi masalah & mencari solusi dengan menggunakan metoda dasar/standar untuk perencanaan & pengendalian SCM. Target Peserta Pimpinan perusahaan dan pemegang kebijakan General manajer, manajer, supervisor dan staff atau karyawan dari bidang atau divisi yang bersinggungan langsung dengan proses logistik dan pergudangan. Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Logistic And Supply Chain Management. METODE PELATIHAN : Penyampaian konsep Diskusi kelompok Latihan & Studi Kasus Outline Materi Konsep Dasar Manajemen Logistik Dan Supply Chain Management (Scm) : Pendahuluan Manajemen Logistik Supply Chain Management (SCM) Perbedaan Logistik dan SCM Manajemen Logistik : Input dan output damal proses Logistik Pendekatan Sistem/Integrasi Aktivitas-Aktivitas Utama Logistik Supply Chain Managemnet Pengendalian Finansial Atas Kinerja Logistik Analisa Biaya Total Studi Kasus Memecahkan Masalah Ketidak Cukupan Data Biaya Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi selama lebih dari 15 tahun di berbagai industri seperti manufacturing, fabrication, petrochemical dan dengan posisi terakhir sebagai praktisi HSE di Chevron Geothermal Indonesia. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera, Gold Mining, Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN Cilegon, Commonwealth Steel, VICO dan lain-lain. Beliau pernah berhasil membawa Amoco meraih rating Green (kriteria Health, Safety, dan Environment) dalam program PROPER KLH Tahun 2011.

Reducing Your Process Lead Time to Improve Customer Satisfaction by Using Lean Sigma Methodology

Deskripsi Untuk mendapatkan hasil / produk akhir dari suatu tujuan bisnis, serangkaian proses dilakukan oleh beberapa fungsi / individu terkait di perusahaan Anda. Pernahkah Anda melakukan evaluasi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang akan diterima baik oleh internalcustomer maupun external customer Anda ? Pernahkah Anda melakukan evaluasi terhadap kepuasan customer Anda atas waktu yang diperlukan dalam menghasilkan produk tersebut ? Pelatihan ini akan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi Anda dalam menurunkan waktu proses (lead time) dari proses bisnis yang Anda lakukan saat ini dengan 5 langkah DMAIC Lean Sigmayang sederhana dan mudah. D = Define (menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai) M = Measure (mengukur waktu proses saat ini) A = Analyze (menemukan akar masalah pada proses saat ini) I = Improve (menentukan solusi yang tepat terhadap akar masalah) C = Control (menjalankan solusi untuk mencapai tujuan akhir)       Target Peserta Secretary, Human Resources, Administration, Finance, Purchasing, Accounting, dll. Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait, berlatih secara langsung menerapkan konsep DMAIC untuk menurunkan waktu proses (lead time) yang ada pada unit bisnisnya. Outline Materi Pengenalan dasar mengenai konsep Lean Sigma. Penentuan Voice of Business (VoB), Voice of Process (VoP), dan Voice of Customers (VoC) sebagai referensi dalam mendefinisikan tujuan yang hendak dicapai. Teknik pembuatan Input-Process-Output (IPO) Diagram. Pembuatan Process Flow Diagram.   Penentuan pimpinan dan anggota tim proyek Lean Sigma. Pembuatan Lean Sigma Project Contract. Teknik pengukuran waktu proses (lead time). Teknik penentuan akar masalah terkait waktu proses dengan menggunakan fishbone diagram, five-why, why-tree, pareto. Pembuatan SOP / prosedur untuk menjalankan solusi dalam “mengobati” akar masalah terkait waktu proses.  Pembuatan Control Plan untuk memastikan solusi penurunan waktu proses yang dilakukan berjalan dengan konsisten di masa yang akan datang. Fasilitator Fahmi Rafsanjani, ST Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Training Effective Warehouse Management

Deskripsi Pelatihan Pernahkah Anda mengalami hal seperti  kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, hingga membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang? Di dalam dunia industri, peran warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, dan peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat.  Tidak hanya SDM yang andal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi gudang. (Effective Warehouse Management) Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan kemampuan untuk mengelola warehouse dengan efektif, efisien. Warehouse Management yang benar tidak hanya efektif tetapi juga efisien. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industri (Effective Warehouse Management). Tujuan Pelatihan Training Effective Warehouse Management bertujuan meningkatkan produktivitas gudang, efektivitas pengelolaan persediaan dan bongkar muat, serta pemahaman mengenai world-class warehouse management. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami peran Warehouse Management dalam mendukung Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Mengelola arus bahan baku dan produk jadi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, baik internal maupun eksternal. Memahami konsep dan implementasi 5R/5S, Inventory Management, dan Order Point Management dalam operasional pergudangan. Mengatasi permasalahan operasional gudang, seperti barang slow moving atau dead stock serta proses daily balance. Meningkatkan perputaran persediaan (inventory turnover) melalui pengelolaan gudang yang lebih optimal. Mendesain dan mengelola gudang yang rapi, efektif, dan efisien dari sisi operasional maupun biaya. Target Peserta Pelatihan ini direkomendasikan bagi: Staff Supervisor Section Head Department Head Manager General Manager Director Praktisi dan profesional yang terlibat dalam aktivitas logistik, pergudangan, dan manajemen rantai pasok (Supply Chain Management). Outline Materi FUNGSI GUDANG DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES PERGUDANGAN Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material PENGENDALIAN INVENTORY GUDANG Pengendalian safety stock Pengendalian over stock Pengendalian dead stock Pengendalian barang limbah PEMELIHARAAN PERALATAN DAN FASILITAS GUDANG Pemeliharaan material Pemeliharaan Rak dan Bin Material Pemeliharaan Peralatan : trolley, handlift, forklift, dll Pemeliharaan Gudang : Garis batas rak, ventilasi udara, dll KPI DI GUDANG Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI PENERAPAN K3 DI GUDANG Gudang sebagai tempat kerja yang sehat dan aman Dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknik Safety di Gudang MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang APLIKASI MANAJEMEN VISUAL GUDANG Visual control Visual display Visual improvement Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik, terdiri atas: 60% penyampaian materi dan konsep (teori). 40% pembahasan studi kasus, diskusi, dan penerapan pada kondisi operasional. Tata Ruang dan Perlengkapan Untuk mendukung kelancaran pelatihan, diperlukan: Ruangan yang nyaman dan kondusif untuk proses pembelajaran. LCD projector dan layar (screen), whiteboard beserta spidol, flipchart beserta kertas dan spidol, serta kertas ukuran A3. Agenda Agenda Hari Ke 1 08.30 – 10.00   Fungsi Gudang Dalam Kegiatan Logistik Perusahaan 10.00 – 10.15   Rehat Kopi / Teh 10.15 – 11.30   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Proses Pergudangan 12.00 – 13.00   Makan Siang 13.00 – 14.30   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (1) 14.30 – 14.45   Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.00   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (2) Agenda Hari Ke 2 08.30 – 10.00  Pengelolaan Gudang dengan 5S 10.00 – 10.15  Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00  Warehouse productivity Improvement 12.00 – 13.00  Makan Siang 13.00 – 14.30  Pengendalian Utility dan Warehouse Safety 14.30 – 14.45  Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.30  Aplikasi KPi Gudang 16.30 – 17.00  REVIEW & FEEDBACK Testimoni “Materinya jelas, metodenya Bagus & mudah dipahami” “Materi & cara penyampaiannya baik & mudah dipahami” “Penjelasan dari trainer baik 7 bahasannya mudah dipahami” “Baik” “Materi yg disampaikan sangat bagus & bisa diimplementasikan ditempat kerja” “Sangat dibutuhkan di perusahaan kami utk materi warehouse” “Trainernya Bagus bisa mengatur waktu” “Baik,. menarik & Bagus” “Materi bagus, karena peserta dari banyak background perusahaan sehingga cenderung general” “OK” “Bagus & berwawasan luas” “Sangat baik dan sangat implementasi untuk diwarehouse” “penguasaan materi bagus, informasi disampaikan cukup clear” “Semoga Tuhan mempertemukan kembali dalam training yang lain” Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Training Total Quality Control

Training Total Quality Control mempelajari mengenai bagaimana memanajemeni qualitas dalam bisnis proses, bagaimana caranya teknik pengukuran biaya mutu, teknik memanajemeni kualitas penerimaan barang dari supplier, bagaimana manajemen yang efektif penanganan kualitas dalam proses dan hal – hal lain terkait Total Quality Control. Deskripsi Perusahaan dengan skala besar hendaknya memiliki sebuah managamen yang berkualitas baik dari sisi SDM maupun sisi lainnya, dampaknya akan terlihat pada total performance sebuah perusahaan yang mencakup banyak aspek. Total Quality Control (TQC), adalah suatu tool manajemen untuk meningkatkan total performance, TQC memberdayakan total organisasi, dari tenaga kerja sampai kepada CEO, dengan tanggung jawab penjaminan kualitas terhadap produk dan atau jasa, dan sistem manajemen  prosesnya.  Kesadaran menumbuhkan bahwa kualitas itu diciptakan diproses, ada perlakuan produk dengan inspeksi, diatasnya adalah Quality Control, lanjut ke Quality Assurance setelah itu TQM . Total Quality Control lebih berfokus pada penekanan pada proses maka harus terukur setiap bagian harus memahami CTQ atau Critical to Quality , dan CTQ bersifat terukur Karena CTQ adalah sesuatu yang terukur dan merupakan spesifikasi maka harus di contol atau tidak boleh dilanggar karena jika dilanggar akan berdampak pada kegagalan produk  bisa cacat, defect, delay delivery atau kecelakaan.Proses ini merupakan suatu pendekatan terintegrasi oleh manajemen untuk memfokuskan semua fungsi dan level organisasi  pada kualitas dan continuous improvement. Sampai sekarang TQC menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas proses perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami konsep-konsep TQC serta menerapkannya dalam ruang lingkup pekerjaan untuk memenuhi harapan konsumen dalam upaya meningkakan daya saing. Focus pembahasan TQC pada pengendalian Input produk proses dan pengiriman produk agar tidak lolos ke proses berikutnya. Mengutamakan Customer internal  nex proses adalah pelanggan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Total Quality Control ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya pengendalian kualitas Memahami konsep dasar manajemen quality control di perusahaan Memahami proses pengendalian IQC, LQC, OQC, QA, Technical Services Memahami dan mampu mengendalikan produk dengan presisi dan akurasi Memahami “Kesadaran akan Masalah Meningkatkan keterampilan memperjelas dan mengurai masalah Melakukan pengendalian kualitas di perusahaan Meningkatkan program kualitas Memahami kegiatan-kegiatan utama kualitas dalam proses Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan  Quality Control Memahami penanganan dan control kualitas dari suplier Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas Target Peserta Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Training Total Quality Control ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus, Latihan Praktik Outline Materi Agenda Hari Ke 1 : Memanajemeni Qualitas dalam bisnis proses Teknik Pengukuran Biaya Mutu Program peningkatan kualitas dengan metode kaizen Manajemen system mutu Agenda Hari Ke 2 : Teknik memanajemeni kualitas penerimaan barang  dari supplier Manajemen yang efektif penanganan kualitas dalam proses Manajemen yang efektif pemeriksaan produk sebelum dkirim ke pelanggan Manajemen peningkatan kualitas supplier Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Implementasi Total Productivity Maintenance

Tujuan dari Training Implementasi Total Productivity Maintenance yaitu unutk mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Deskripsi Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Implementasi Total Productive Maintenance. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan Perawatan Preventive, predictive, corrective peran serta operator dalam autonomous maintenance merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang harus dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Idealnya ketersediaan peralatan atau mesin (Availability) dapat beroperasi 100% dalam kondisi 100% full capacity dan menghasilakan kualitas produk 100% oke, namun demikian dalam kenyataanya kondisi ini sulit diwujudkan. Untuk itu diperlukan perawatan, perbaikan dan penggantian suku cadang yang telah aus secara periodic, Hasil penelitian Seiichi Nakajima (1988) tentang Implementasi Total Productive Maintenance diperusahaan industri menunjukan bahwa produktifitas meningkat lebih dari 60% dan keruskan mesin berkurang menjadi 1/100 atau 1/500 atau close to zero. Bukti Implementasi Total Productive Maintenance telah dirasakan manfaatnya oleh perusahaan yang menerapkannya membantu perusahaan mencapai performa kelas dunia dan mendapatkan kontribusi profit perusahaan meningkat. Total Productive Maintenance adalah hasil perpaduan antara preventive maintenance dengan total quality employee involvement. Implementasi Total Productive Maintenance bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang telah diterapkan diberbagai penjuru dunia. Implementasi Total Productive Maintenance merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi termasuk operator produksi, sasaran Implementasi Total Productive Maintenance adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE).. Sasaran Pelatihan Tujuan Akhir dari Implementasi Total Productive Maintenance bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Pada akhirnya Implementasi Total Productive Maintenance saat ini menjadi suatu kebutuhan penting dalam dunia industri, banyak perusahaan kelas dunia seperti Nippon Denso dari group Toyota mempelopori Total Productive Maintenance di dunia Industri telah mendapatkan manfaat dari Implementasi Total Productive Maintenance. Dan kami berharap Perusahaan Anda dapat segera menyusul bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melampaui perusahaan – perusahaan pendahulu yang telah menerapkan Total Productive Maintenance Amin. Metode Pelatihan Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus Outline Materi Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Agenda Agenda Hari Ke 1 : 08.00 – 08.30    Pembukaan Pelatihan Implementasi Total Productive Maintenance 08.30- 10.00      Pengenalan Total Productive Maintenance (TPM) 10.00 – 10.15:    Rehat / Break 10.15 – 12.00:    Pengukuran OEE (Overall Equipment Effectiveness) 12.00 – 13.00:    Rehat / Makan Siang 13.00 – 14.30:    Implementasi Total Productive Maintenance Infrastructure 14.30 – 14.45:    Rehat / Break 14.45 – 16.30:    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy  : Autonomous Maintenance Evaluasi & Feedback Agenda Hari Ke 2 : 08.80 – 10.00    Review of Implementasi Total Productive Maintenance day 1 10.00 – 10.15    Rehat Kopi / 10.15 – 12.00    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy : Planned Maintenance 12.00 – 13.00    Makan Siang 13.00 – 14.30    Integration AM With PM 14.30 – 14.45    Rehat Kopi / 14.45 – 16.30    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy : Focus Improvement Evaluasi dan feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Effective Spare Part Management

Effective Spare Part Management training akan mempelajari bagaimana strategi persediaan  suku cadang untuk mendukung proses produksi, bagaimana perencanaan, pengelolaan persediaan suku cadang, mengenai keunikan spare part management, strategi pengendaliannya,  bagaimana klasifikasi suku cadang ,klasifikasi peralatan, dan hal – hal lain terkait Effective Spare Part Management. Deskripsi Di dalam dunia industri, peran suku cadang sangat penting bayangkan apa dampak yang terjadi jika mesin berhenti tidak direncanakan  berapa kerugian yang diakibatkan karena kerusakan mesin atau peralatan saat proses produksi berlangsung? Kemudian bagaimana jika proses perbaikan yang dilakukan terganggu karena ketiadaannya? Nilai kerugiaan atas kejadian tersebut, dipastikan sangat besar. Tidak hanya kerugiaan yang dapat dihitung, juga kerugian yang tak dapat dihitung seperti image, kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, penerapan program perawatan mesin atau peralatan yang efektif, serta pengendalian manajemen suku cadang menjadi sangat penting. Pengendaliannya dalam hal : penentuan keputusan suatu barang diperlukan, termasuk perlu atau tidaknya melakukan penyimpanan, kepada siapa pembelian dilakukan, kapan dilakukan pemesanan, apa, berapa yang dipesan, tingkat, jaminan mutu suku cadang yang diperlukan, anggaran suku cadang. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola nya dengan efektif, efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi suku cadang sangat terkait dengan Optimalisasi Management Maintenace. Sasaran Pelatihan Training Spare Part Management : Memahami strategi penyediaan suku cadang Memahami, mampu melakukan pengendalian suku cadang Mampu menyediakan barang yang diperlukan dalam proses overhaul Mampu mengelola suku cadang dengan efisien Ouline Materi Strategi Persediaan spare part untuk mendukung proses produksi Prencanaan dan Pengelolaan persediaan suku cadang Keunikan Spare Part Management dan strategi pengendaliannya Klasifikasi Suku Cadang dan Klasifikasi Peralatan Perhitungan pemesanan ulang Persediaan Pengelolaan Administrasi suku cadang Perencanaan dan Pengendalian suku cadang untuk Kebutuhan Overhaul Pengendalian Stock Spare Part : Safety Stock, over Stock, dan Dead Stock Perhitungan dan analisa Biaya Spare Part Pengelolaan Gudang Spare Part yang efektif dan efisien Pengendalian faktor terjadinya kehilangan barang Sistem Kodifikasi dan Standarisasi Spare Part KPI untuk Bagian spare part Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Building Operation Excellence Through Lean Procurement

Deskripsi Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan di dunia fokus kepada perbaikan dalam bidang supply chain dengan inisiatifnya yaitu “operational excellence” dan “cost reduction” dengan cara mengimplementasikan lean system. (Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Lean system merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Inti dari konsep lean system adalah perbaikan berkesinambungan (Kaizen) yang dilakukan secara holistik dalam lingkup supply chain yang dimulai dari hulu (yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan) sampai ke hilir (yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta).(Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Procurement merupakan bagian dalam organisasi supply chain yang juga dituntut untuk menyediakan barang/jasa dengan tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah dan harga optimal agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam menjawab tantangan tersebut diperlukan terobosan dengan menjalankan lean procurement di dalam perusahaan. Dengan demikian, secara keseluruhan, kegiatan operasional di procurement menjadi lebih efficient dan cost-effective. (Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Penerapan lean procurement system akan berdampak pada kinerja perusahaan, yaitu: Meningkatkan efisiensi proses dan alur kerja dengan menghilangkan pemborosan. Menurunkan lead time proses pemesanan barang. Menurunkan biaya. Meningkatkan kualitas produk atau servis. Meningkatkan fokus pada aktifitas yang menghasilkan value added. Menurunkan tingkat persediaan dan mengoptimalkan efisiensi penggunaan modal kerja. Mengubah peran procurement menjadi lebih strategis. Meningkatkan kinerja vendor. Mencegah shortage barang. Tujuan Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Memahami falsafah di balik lean . Mengenal konsep lean secara menyeluruh dan dampaknya terhadap biaya. Memahami teknik-teknik lean . Memahami langkah-langkah penerapan lean di bagian procurement . Memahami langkah-langkah dalam meningkatkan kinerja vendor melalui teknik lean Target Peserta Building Operation Excellence Through Lean Procurement : General Manager/Director Procurement/Purchasing Manager Operator Manager Warehouse Manager Logistics/Supply Chain Manager Financial Manager Metode Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, serta mendiskusikan proses dan hasil latihan. Ouline Materi Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Elemen lean: 8 pemborosan (wastes), Kaizen, dan 5R. Lean vendor: sourcing, seleksi dan klasifikasi, konsolidasi jumlah vendor dan komponen. Push vs pull replenishment: schedule driven, just in time/Kanban, vendor managed inventory. Perbaikan proses procurement dengan value stream mapping & daily management system. Vendor development dan joint improvement. Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.