Operation Training

Training Practical Procurement Management

Pengadaan Barang/Jasa Untuk Operasional dan Investasi Training Practical Procurement Management mempelajari bagaimana pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi, apa objektif kegiatan pengadaan, bagaimana aturan pemerintah  tentang pengadaan barang & jasa, bagaimana cara teknik Pemilihan  Peralatan  dengan konsep Total Cost of  Ownership(TCO), bagaimana cara Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier, dan hal – hal lain terkait Practical Procurement Management. Deskripsi Procurement Management merupakan masalah yang sangat penting bagi kehidupan sebuah perusahaan. Peningkatan efisiensi dan efektifitas di sektor pengadaan akan sangat mempengaruhi biaya produksi perusahaan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman terinci dan mendalam tentang manajemen pengadaan, disertai dengan peraturan pemerintah terbaru tentang pengadaan barang & jasa. Pelatihan dilakukan secara praktikal sehingga peserta siap menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Target Peserta Logistics /supply chain Manager, Purchasing manager, Warehousing manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager, semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen pengadaan barang, jasa serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Outline Materi Materi Training Practical Procurement Management yang akan dibahas adalah : Peran Pengadaan dalam kehidupan perusahaan. Pentingnya pengadaan dalam kehidupan perusahaan di era globalisasi. Objektif kegiatan pengadaan. Pentingnya aspek kualitas dalam kegiatan pengadaan. Aspek hukum pengadaan. Diskusi tentang persoalan purchasing management di beberapa perusahaan,  BUMN. Aturan pemerintah  tentang pengadaan barang & jasa. Perencanaan Pengadaan Barang Operasional & Suku Cadang. Paradigma baru manajemen pengadaan barang & jasa Statistik Pemakaian Barang. Optimasi Persediaan. Dinamika &  harapan stakeholder. Paradigma lama pengadaan barang & jasa. Kontribusi profesional manajemen pengadaan. Paradigma baru yang diinginkan. Teknik Pemilihan  Peralatan  dengan konsep Total Cost of  Ownership(TCO) Pre Transaction Cost. Transaction Cost. Post Transaction Cost. Net Present Value /TCO. Teknik Pemilihan Supplier dan Pengukuran Performansi Supplier. Source-selection Model. Teknik pemilihan subkontraktor. Make-or-buy Decision. Teknik evaluasi supplier. Teknik Pembinaan supplier. Teknik Perhitungan Owners Estimate (OE). Definisi dan arti OE. Kontrak Masa Lalu. Harga Pasar. Harga Proposal. Konsep Target Price. Perhitungan Owners Estimate (OE). Seni &Teknik Negosiasi. Apa manfaat negosiasi. Teknik perencanaan & persiapan negosiasi. Karakteristik negosiator yang baik. Teknik Penyusunan Kontrak Pengadaan Barang & Jasa. Studi Kasus Manajemen Pengadaan di Beberapa Perusahaan Besar. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management

Training Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management mempelajari mengenai redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha, bagaimana mengukur performansi sistem manajemen logistik, bagaimana perencanaan dan manajemen persediaan, mengenai supply management, mengenai manajemen transportasi dan distribusi dan hal – hal lait terkait Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management. Deskripsi Dinamika lingkungan industri serta persaingan yang semakin ketat telah mengubah sistem manajemen logistik yang selama ini dikenal. Supply chain management didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas sejak dilakukan pembelian material, proses transformasi material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi serta mendistribusikannya melalui sistem distribusi yang ada. Jadi, Supply Chain mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle. Perkembangan teknologi informasi telah banyak menyumbang tumbuhnya sistem supply chain management. Saat ini semua fungsi manajemen logistik telah dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet dan intranet. Penggunaan Web  dalam supply chain telah menjadi trend di perusahaan industri manufaktur dan industri jasa terkemuka akhir akhir ini. Training tiga hari ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian mendalam tentang supply chain management dan dukungan teknologi informasi dalam operasinya. Training diberikan dengan case method disertai dengan peragaan penggunaan web untuk aktivitas supply chain management. Pemandu Training terdiri dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman melakukan disain sistem web-based supply chain management di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Target Peserta Logistics /Supply Chain Manager, Purchasing Manager, Warehousing Manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen logistik serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Outline Materi Redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha. Paradigma baru manajemen logistik. Manajemen logistik sebagai sebuah sistem. Redefinisi sistem manajemen logistik. Evolusi sistem  manajemen logistik dan supply chain management. Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap sistem manajemen logistik Mengukur performansi sistem manajemen logistik. Ukuran performansi sistem manajemen logistik. Produktivitas sistem manajemen logistik. Kualitas sistem manajemen logistik. Perencanaan dan manajemen persediaan. Dasar manajemen persediaan. Mengukur performansi sistem persediaan. Prakiraan kebutuhan barang. Order quantity engineering. Inventory control policy and replenishment design. Disain sistem dan manajemen persediaan. Supply management. Perkembangan terakhir konsep supply management. Mengukur performansi supply management. Vendor Selection Technique. Negotiation Techcnique Supplier integration and relationship management. Teknologi informasi dan aplikasi sistem internet dalam supply management. Manajemen transportasi dan distribusi Model sistem transportasi dan distribusi. Rincian aktivitas sistem transportasi. Mengukur produktivitas sistem transportasi. Logistics network design. Shipment planning and management. Fleet, container and yard management. Freight and document management. Manajemen Pergudangan Fungsi fungsi dalam manajemen pergudangan. Profil aktivitas manajemen pergudangan. Mengukur performansi manajemen pergudangan. Prinsip prinsip penerimaan barang. Operasi penyimpanan barang. Order picking operations. Shipping principles. Disain organisasi logistik. Manajemen organisasi supply chain. Logistics strategic planning and project management. Logistics process and activity management. Logistics and supply chain information system. Arsitektur sistem informasi manajemen logistik dan supply chain. Logistics data warehousing and decision support system. Manajemen logistik berbasis Web Paperless and wireless logistics system. Pengukuran Kinerja Manajemen logistik dengan Balanced Scorcards Mengenal pengukuran kinerja dengan balanced scorecards Perumusan perspektif kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan Perumusan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerja sistem manajemen logistik Studi kasus. Material Requirement Planning (MRP) and Supply Chain at Alenia Aircraft. Jaguar-Nippondenso Relation. Pengembangan Web-based Logistics Planning System and e-Procurement di sebuah BUMN terkemuka. Studi kasus distribution strategy di Caterpillar. Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe)

Training Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe) bertujuan untuk agar kita bisa memahami bagaimana proses pengadaan barang & jasa, apa peran owners estimate dalam proses pengadaan barang & jasa, bagaimana teknik penyusunan owners estimate untuk pengadaan dengan anggaran opex, bagaimana  perhitungan harga satuan & cost of goods sold, bagaimana menganalisis titik pulang pokok (Break even Point Analysis) dan seputar Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe). Deskripsi Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner Estimate (OE) adalah perkiraan harga pengadaan barang atau jasa yang dianalisa secara profesional,  disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. HPS berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang, jasa dengan tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar.Perhitungan Harga Perkiraan Sendiri (Hps/Oe) Penyusunan HPS merupakan kunci keberhasilan purchasing Management sebuah perusahaan. Materi yang dibahas dalam pelatihan (Hps/Oe) akan sangat bermanfaat untuk perhitungan pengadaan, baik untuk pengadaan dengan anggaran Operational Expenditures (OPEX) maupun anggaran Capital Expenditures (CAPEX).(Hps/Oe) Outline Materi Proses Pengadaan Barang, Jasa Objektif pengadaan.(Hps/Oe) Parameter pengadaan barang,  jasa.(Hps/Oe) Proses pengadaan tradisional, proses pengadaan masa kini.(Hps/Oe) Pentingnya aspek Quality, Cost, Delivery dalam proses pengadaan.(Hps/Oe) Peran Owners Estimate dalam Proses Pengadaan Barang,  Jasa. Pengertian Owners Estimate.(Hps/Oe) Fungsi Owners Estimate.(Hps/Oe) Peran Owners Estimate dalam berbagai pola pengadaan.(Hps/Oe) Diskusi,  studi kasus.(Hps/Oe) Teknik Penyusunan Owners Estimate untuk pengadaan dengan anggaran Opex. Harga pasar. Data Kontrak masa lalu. Perhitungan harga satuan, Cost of goods Sold. Price list dari pabrikan. Engineering Estimation. Delphi Method. Referensi harga yang lain. Formulasi HPS/OE. Perhitungan Harga Satuan dan Cost of Goods Sold. Komponen-komponen  biaya . Perhitungan Cost of Goods Manufactured. Perhitungan Cost of Goods Sold. Analisis Titik Pulang Pokok (Break even Point Analysis). Apa yang dimaksud dengan fixed cost. Apa yang dimaksud dengan variable cost. Perhitungan Break event Point dengan menggunakan teknik grafis. Perhitungan Break event point dengan menggunakan teknik contribution margin. Latihan dan diskusi. Perhitungan Harga Satuan, Cost of Goods Sold dengan Activity-Based Costing (ABC). Perbedaan antara metoda Activity-Based Costing, Traditional Costing. Bagaimana cara menggunakan ABC untuk Purchasing Management. Reduksi biaya dengan menggunakan ABC. Teknik pengumpulan data. Penggunaan software untuk perhitungan harga satuan dengan menggunakan metoda ABC. Perhitungan OE untuk pengadaaan international Ketentuan –ketentuan pengadaan internasional Biaya-biaya pengadaan internasional Ilustrasi perhitungan OE untuk pengadaan internasional Perhitungan OE untuk pengadaan jasa. Perbedaan barang dan jasa. Ketentuan pengadaan jasa bagi BUMN, lembaga pemerintah. Aplikasi traditional cost accounting,  Activity-Based Costing untuk perhitungan OE pengadaan jasa. Konsep TCO (Total Cost of Ownership) untuk pengadaan aktiva tetap dengan  anggaran Capex. Apa yang dimaksud dengan TCO. Time value of money. Menghitung TCO dengan Net Present Value (NPV). Latihan perhitungan TCO. Studi kasus perhitungan HPS. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Purchasing Director/ Manager Project manager/staff Procurement Director/Staff Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Material Manager Warehousing Manager Dan semua posisi yang erat hubungannya dengan kegiatan Purchasing Management,  penentuan Owner Estimate Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Detailed Steps in Strategic Cost Reduction

Deskripsi Situasi ekonomi Indonesia, dunia  saat ini sangat tidak menentu. Nilai tukar valuta asing terutama dollar Amerika sangat fluktuatif, sulit diprediksi begitu pula harga BBM,Tarif dasar listrik (TDL). Keadaan ini  diperparah lagi dengan tuntutan kenaikan UMR (Upah Minimum Regional). Kenaikan biaya manufaktur (Cost of Goods Manufactured) buat perusahaan  manufaktur, kenaikan biaya operasional buat perusahaan jasa seperti tidak dapat dihindari lagi padahal persaingan antar perusahaan semakin ketat karena konsumen semakin selektif dalam memilih produk, jasa yang akan dipakainya. Seminar 3 hari  ini diselenggarakan untuk memberikan pencerahan, alternatif solusi untuk menghadapi masalah di atas. Masalah Strategic Cost Reduction akan dibahas secara lengkap, praktis. Pembahasan akan dimulai dari konsep strategic management, balanced scorecards, financial management serta Production/operation management. Pembahasan akan dilengkapi dengan mini case studies di beberapa bagian dan Studi kasus Cost Reduction di Perusahaan Manufaktur,  Perusahaan Jasa. Perhitungan kuantitatif akan dibantu dengan menggunakan software. Outline Materi Konsep Manajemen Strategi Analisis SWOT ( Strength, Weakness, Opportunity and Threat). Revitalisasi Visi dan Misi Perusahaan. Outsourcing Strategy. Perumusan Strategi Perusahaan. Pengukuran Performansi Perusahaan dengan konsep Balanced Scorecards. Memahami Balanced Scorecards. Mengukur Performansi Perusahaan dari Perspektif : Keuangan , Pelanggan. Internal Business Process dan Learning and Growth. Teknik Penyusunan Strategy Map. Teknik Penyusunan KPI (Key Performance Indicators). Restrukturisasi Organisasi dan Business Process Reengineering(BPR) Sebagai  Alat Untuk Melakukan Cost Reduction. Memahami Konsep Restrukturisasi dan BPR. Konsep Porter’S  Value Chain. Tahapan Business Process Reengineering. Laporan Keuangan Peusahaan. Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba-Rugi (Income Statement). Cash Flow. Mini Case Studies. Analisis Laporan Keuangan Perusahaan. Analisis Rasio Keuangan Perusahaan. Pengukuran Performasi Keuangan Perusahaa dengan Diagram Du Pont. Diagnosa Performansi Keuangan Perusahaan dengan teknik Commonsize. Mini Case Studies. Teknik Cost Reduction Biaya Manufaktur ( Cost of Goods Manufactured). Memahami Konsep ERP (Enterprise Resource Planning) dan MRP II ( Manufacturing Resource Planning). Teknik Cost Reduction Biaya Direct Material. Teknik Cost Reduction Biaya Direct Labor. Teknik Cost Reduction Biaya Factory Overhead. Inventory Management  Sebagai Alat Untuk Melakukan Cost Reduction. Konsep Inventory Management. Perhitungan Economic Order Quantity(EOQ), Safety Stock, Reorder Level. Konsep JIT ( Just in Time Inventory Management). Mini Case Studies secara manual dan menggunakan software QSB( Quantitative System for Business). Konsep Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Budgeting (ABB). Konsep ABC dan Tahapan Implementasinya. Konsep ABB dan Tahapan Implementasinya. Mini Case Studies. Teknik Cost Reduction untuk Pengadaan Barang Investasi (Capital Budgeting). Perbedaan Pengadaan dengan Anggaran Operasional (Opex/Operational Expenditures) dan Pengadaan Barang Investasi (Capex/Capital Expenditures). Time Value of Money. Konsep TCO ( Total Cost of Ownership). Memilih Equipment Merk A atau B. Repair atau Replace. Leasing atau Purchase. Mini case Studies. Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Perbedaan Manajemen Perusahaan Jasa dan Perusahaan Manufaktur. Implementasi Konsep Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Studi Kasus Beberapa Perusahaan yang Berhasil Melakukan Cost Reduction. Studi Kasus Strategic Cost Reduction di Perusahaan Manufaktur. Studi Kasus Strategic Cost Reduction di Perusahaan Jasa. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi , konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Supply Chain & Logistic Management

Deskripsi Manajemen logistik atau logistic management berfungsi merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan, pelayanan dan informasi dari titik awal (point of origin) sampai ke cotumer (point of consumtion). SCM (Supply Chain Management), suatu sistem aliran yang terintegrasi (internal dan eksternal) bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan persediaan buffer antar bagian dalam satu rantai dengan cara saling memberikan informasi tentang demand dan persediaan yang ada. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Logistic and Supply Chain Management. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini akan membahas mengenai Logistic And Supply Chain Management. Sehingga diharapkan: Peserta pelatihan mampu memahami konsep dasar, ruang lingkup & permasalahan supply chain management (SCM) & perannya dalam kelancaraan operasional baik untuk produksi maupun distribusi. Peserta pelatihan memperoleh ketrampilan dalam mengaplikasikan metoda SCM Peserta pelatihan memperoleh kemampuan mengidentifikasi masalah & mencari solusi dengan menggunakan metoda dasar/standar untuk perencanaan & pengendalian SCM. Target Peserta Pimpinan perusahaan dan pemegang kebijakan General manajer, manajer, supervisor dan staff atau karyawan dari bidang atau divisi yang bersinggungan langsung dengan proses logistik dan pergudangan. Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Logistic And Supply Chain Management. METODE PELATIHAN : Penyampaian konsep Diskusi kelompok Latihan & Studi Kasus Outline Materi Konsep Dasar Manajemen Logistik Dan Supply Chain Management (Scm) : Pendahuluan Manajemen Logistik Supply Chain Management (SCM) Perbedaan Logistik dan SCM Manajemen Logistik : Input dan output damal proses Logistik Pendekatan Sistem/Integrasi Aktivitas-Aktivitas Utama Logistik Supply Chain Managemnet Pengendalian Finansial Atas Kinerja Logistik Analisa Biaya Total Studi Kasus Memecahkan Masalah Ketidak Cukupan Data Biaya Fasilitator Purwadi, ST. MSi Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi selama lebih dari 15 tahun di berbagai industri seperti manufacturing, fabrication, petrochemical dan dengan posisi terakhir sebagai praktisi HSE di Chevron Geothermal Indonesia. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera, Gold Mining, Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN Cilegon, Commonwealth Steel, VICO dan lain-lain. Beliau pernah berhasil membawa Amoco meraih rating Green (kriteria Health, Safety, dan Environment) dalam program PROPER KLH Tahun 2011.

Reducing Your Process Lead Time to Improve Customer Satisfaction by Using Lean Sigma Methodology

Deskripsi Untuk mendapatkan hasil / produk akhir dari suatu tujuan bisnis, serangkaian proses dilakukan oleh beberapa fungsi / individu terkait di perusahaan Anda. Pernahkah Anda melakukan evaluasi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang akan diterima baik oleh internalcustomer maupun external customer Anda ? Pernahkah Anda melakukan evaluasi terhadap kepuasan customer Anda atas waktu yang diperlukan dalam menghasilkan produk tersebut ? Pelatihan ini akan memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan bagi Anda dalam menurunkan waktu proses (lead time) dari proses bisnis yang Anda lakukan saat ini dengan 5 langkah DMAIC Lean Sigmayang sederhana dan mudah. D = Define (menentukan tujuan akhir yang hendak dicapai) M = Measure (mengukur waktu proses saat ini) A = Analyze (menemukan akar masalah pada proses saat ini) I = Improve (menentukan solusi yang tepat terhadap akar masalah) C = Control (menjalankan solusi untuk mencapai tujuan akhir)       Target Peserta Secretary, Human Resources, Administration, Finance, Purchasing, Accounting, dll. Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait, berlatih secara langsung menerapkan konsep DMAIC untuk menurunkan waktu proses (lead time) yang ada pada unit bisnisnya. Outline Materi Pengenalan dasar mengenai konsep Lean Sigma. Penentuan Voice of Business (VoB), Voice of Process (VoP), dan Voice of Customers (VoC) sebagai referensi dalam mendefinisikan tujuan yang hendak dicapai. Teknik pembuatan Input-Process-Output (IPO) Diagram. Pembuatan Process Flow Diagram.   Penentuan pimpinan dan anggota tim proyek Lean Sigma. Pembuatan Lean Sigma Project Contract. Teknik pengukuran waktu proses (lead time). Teknik penentuan akar masalah terkait waktu proses dengan menggunakan fishbone diagram, five-why, why-tree, pareto. Pembuatan SOP / prosedur untuk menjalankan solusi dalam “mengobati” akar masalah terkait waktu proses.  Pembuatan Control Plan untuk memastikan solusi penurunan waktu proses yang dilakukan berjalan dengan konsisten di masa yang akan datang. Fasilitator Fahmi Rafsanjani, ST Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Training Effective Warehouse Management

Salah satu tujuan Training Effective Warehouse Management ini adalah agar staff Logistics, para supervisor bisa untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory, efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Deskripsi Di dalam dunia industri, peran warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Pengelolaan gudang yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi gudang. (Effective Warehouse Management) Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola warehouse dengan efektif, efisien. Warehouse Management yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry.(Effective Warehouse Management) Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya  “Warehouse Management” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory Management, Order Point Management harus bisa dipahami, tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan, wireless warehouse management. Pelatihan Effective Warehouse Management memberikan manfaat untuk staff Logistics, para supervisor yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory, efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Pernahkah Anda mengalami hal seperti berikut : kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang, menemukan karyawan gudang tertidur di shift 3 di sela-sela rak barang, dll. Dalam training Effective Warehouse Management ini peserta tidak hanya mendesain suatu gudang yang tidak hanya rapi sesuai kaidah 5S, tetapi juga efektif dan efisien secara biaya pengelolaan..(Effective Warehouse Management) Sasaran Pelatihan FUNGSI GUDANG DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES PERGUDANGAN Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material PENGENDALIAN INVENTORY GUDANG Pengendalian safety stock Pengendalian over stock Pengendalian dead stock Pengendalian barang limbah PEMELIHARAAN PERALATAN DAN FASILITAS GUDANG Pemeliharaan material Pemeliharaan Rak dan Bin Material Pemeliharaan Peralatan : trolley, handlift, forklift, dll Pemeliharaan Gudang : Garis batas rak, ventilasi udara, dll KPI DI GUDANG Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI PENERAPAN K3 DI GUDANG Gudang sebagai tempat kerja yang sehat dan aman Dasar hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknik Safety di Gudang MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang APLIKASI MANAJEMEN VISUAL GUDANG Visual control Visual display Visual improvement Target Peserta Staf, SPV, Manager, General Manager, DirectorGeneral manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head Metode Pelatihan Training Effective Warehouse Management ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus Tata Ruang dan Perlengkapan : Ruangan training . Perlengkapan: LCD Projector + screen Whiteboard dan alat tulisnya Papan dan kertas flipchart serta alat tulisnya Kertas A3 Agenda Agenda Hari Ke 1 08.30 – 10.00   Fungsi Gudang Dalam Kegiatan Logistik Perusahaan 10.00 – 10.15   Rehat Kopi / Teh 10.15 – 11.30   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Proses Pergudangan 12.00 – 13.00   Makan Siang 13.00 – 14.30   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (1) 14.30 – 14.45   Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.00   Optimalisasi Fungsi Gudang – Pengendalian Penyimpanan Inventory (2) Agenda Hari Ke 2 08.30 – 10.00  Pengelolaan Gudang dengan 5S 10.00 – 10.15  Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00  Warehouse productivity Improvement 12.00 – 13.00  Makan Siang 13.00 – 14.30  Pengendalian Utility dan Warehouse Safety 14.30 – 14.45  Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.30  Aplikasi KPi Gudang 16.30 – 17.00  REVIEW & FEEDBACK Testimoni “Materinya jelas, metodenya Bagus & mudah dipahami” “Materi & cara penyampaiannya baik & mudah dipahami” “Penjelasan dari trainer baik 7 bahasannya mudah dipahami” “Baik” “Materi yg disampaikan sangat bagus & bisa diimplementasikan ditempat kerja” “Sangat dibutuhkan di perusahaan kami utk materi warehouse” “Trainernya Bagus bisa mengatur waktu” “Baik,. menarik & Bagus” “Materi bagus, karena peserta dari banyak background perusahaan sehingga cenderung general” “OK” “Bagus & berwawasan luas” “Sangat baik dan sangat implementasi untuk diwarehouse” “penguasaan materi bagus, informasi disampaikan cukup clear” “Semoga Tuhan mempertemukan kembali dalam training yang lain” Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Training Total Quality Control

Training Total Quality Control mempelajari mengenai bagaimana memanajemeni qualitas dalam bisnis proses, bagaimana caranya teknik pengukuran biaya mutu, teknik memanajemeni kualitas penerimaan barang dari supplier, bagaimana manajemen yang efektif penanganan kualitas dalam proses dan hal – hal lain terkait Total Quality Control. Deskripsi Perusahaan dengan skala besar hendaknya memiliki sebuah managamen yang berkualitas baik dari sisi SDM maupun sisi lainnya, dampaknya akan terlihat pada total performance sebuah perusahaan yang mencakup banyak aspek. Total Quality Control (TQC), adalah suatu tool manajemen untuk meningkatkan total performance, TQC memberdayakan total organisasi, dari tenaga kerja sampai kepada CEO, dengan tanggung jawab penjaminan kualitas terhadap produk dan atau jasa, dan sistem manajemen  prosesnya.  Kesadaran menumbuhkan bahwa kualitas itu diciptakan diproses, ada perlakuan produk dengan inspeksi, diatasnya adalah Quality Control, lanjut ke Quality Assurance setelah itu TQM . Total Quality Control lebih berfokus pada penekanan pada proses maka harus terukur setiap bagian harus memahami CTQ atau Critical to Quality , dan CTQ bersifat terukur Karena CTQ adalah sesuatu yang terukur dan merupakan spesifikasi maka harus di contol atau tidak boleh dilanggar karena jika dilanggar akan berdampak pada kegagalan produk  bisa cacat, defect, delay delivery atau kecelakaan.Proses ini merupakan suatu pendekatan terintegrasi oleh manajemen untuk memfokuskan semua fungsi dan level organisasi  pada kualitas dan continuous improvement. Sampai sekarang TQC menjadi sangat penting untuk meningkatkan kapabilitas proses perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat memahami konsep-konsep TQC serta menerapkannya dalam ruang lingkup pekerjaan untuk memenuhi harapan konsumen dalam upaya meningkakan daya saing. Focus pembahasan TQC pada pengendalian Input produk proses dan pengiriman produk agar tidak lolos ke proses berikutnya. Mengutamakan Customer internal  nex proses adalah pelanggan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Total Quality Control ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya pengendalian kualitas Memahami konsep dasar manajemen quality control di perusahaan Memahami proses pengendalian IQC, LQC, OQC, QA, Technical Services Memahami dan mampu mengendalikan produk dengan presisi dan akurasi Memahami “Kesadaran akan Masalah Meningkatkan keterampilan memperjelas dan mengurai masalah Melakukan pengendalian kualitas di perusahaan Meningkatkan program kualitas Memahami kegiatan-kegiatan utama kualitas dalam proses Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan  Quality Control Memahami penanganan dan control kualitas dari suplier Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas Target Peserta Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Training Total Quality Control ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus, Latihan Praktik Outline Materi Agenda Hari Ke 1 : Memanajemeni Qualitas dalam bisnis proses Teknik Pengukuran Biaya Mutu Program peningkatan kualitas dengan metode kaizen Manajemen system mutu Agenda Hari Ke 2 : Teknik memanajemeni kualitas penerimaan barang  dari supplier Manajemen yang efektif penanganan kualitas dalam proses Manajemen yang efektif pemeriksaan produk sebelum dkirim ke pelanggan Manajemen peningkatan kualitas supplier Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Implementasi Total Productivity Maintenance

Tujuan dari Training Implementasi Total Productivity Maintenance yaitu unutk mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Deskripsi Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem Implementasi Total Productive Maintenance. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan Perawatan Preventive, predictive, corrective peran serta operator dalam autonomous maintenance merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang harus dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Idealnya ketersediaan peralatan atau mesin (Availability) dapat beroperasi 100% dalam kondisi 100% full capacity dan menghasilakan kualitas produk 100% oke, namun demikian dalam kenyataanya kondisi ini sulit diwujudkan. Untuk itu diperlukan perawatan, perbaikan dan penggantian suku cadang yang telah aus secara periodic, Hasil penelitian Seiichi Nakajima (1988) tentang Implementasi Total Productive Maintenance diperusahaan industri menunjukan bahwa produktifitas meningkat lebih dari 60% dan keruskan mesin berkurang menjadi 1/100 atau 1/500 atau close to zero. Bukti Implementasi Total Productive Maintenance telah dirasakan manfaatnya oleh perusahaan yang menerapkannya membantu perusahaan mencapai performa kelas dunia dan mendapatkan kontribusi profit perusahaan meningkat. Total Productive Maintenance adalah hasil perpaduan antara preventive maintenance dengan total quality employee involvement. Implementasi Total Productive Maintenance bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang telah diterapkan diberbagai penjuru dunia. Implementasi Total Productive Maintenance merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi termasuk operator produksi, sasaran Implementasi Total Productive Maintenance adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE).. Sasaran Pelatihan Tujuan Akhir dari Implementasi Total Productive Maintenance bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Pada akhirnya Implementasi Total Productive Maintenance saat ini menjadi suatu kebutuhan penting dalam dunia industri, banyak perusahaan kelas dunia seperti Nippon Denso dari group Toyota mempelopori Total Productive Maintenance di dunia Industri telah mendapatkan manfaat dari Implementasi Total Productive Maintenance. Dan kami berharap Perusahaan Anda dapat segera menyusul bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melampaui perusahaan – perusahaan pendahulu yang telah menerapkan Total Productive Maintenance Amin. Metode Pelatihan Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus Outline Materi Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Agenda Agenda Hari Ke 1 : 08.00 – 08.30    Pembukaan Pelatihan Implementasi Total Productive Maintenance 08.30- 10.00      Pengenalan Total Productive Maintenance (TPM) 10.00 – 10.15:    Rehat / Break 10.15 – 12.00:    Pengukuran OEE (Overall Equipment Effectiveness) 12.00 – 13.00:    Rehat / Makan Siang 13.00 – 14.30:    Implementasi Total Productive Maintenance Infrastructure 14.30 – 14.45:    Rehat / Break 14.45 – 16.30:    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy  : Autonomous Maintenance Evaluasi & Feedback Agenda Hari Ke 2 : 08.80 – 10.00    Review of Implementasi Total Productive Maintenance day 1 10.00 – 10.15    Rehat Kopi / 10.15 – 12.00    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy : Planned Maintenance 12.00 – 13.00    Makan Siang 13.00 – 14.30    Integration AM With PM 14.30 – 14.45    Rehat Kopi / 14.45 – 16.30    Implementasi Total Productive Maintenance Pilar and Strategy : Focus Improvement Evaluasi dan feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Effective Spare Part Management

Effective Spare Part Management training akan mempelajari bagaimana strategi persediaan  suku cadang untuk mendukung proses produksi, bagaimana perencanaan, pengelolaan persediaan suku cadang, mengenai keunikan spare part management, strategi pengendaliannya,  bagaimana klasifikasi suku cadang ,klasifikasi peralatan, dan hal – hal lain terkait Effective Spare Part Management. Deskripsi Di dalam dunia industri, peran suku cadang sangat penting bayangkan apa dampak yang terjadi jika mesin berhenti tidak direncanakan  berapa kerugian yang diakibatkan karena kerusakan mesin atau peralatan saat proses produksi berlangsung? Kemudian bagaimana jika proses perbaikan yang dilakukan terganggu karena ketiadaannya? Nilai kerugiaan atas kejadian tersebut, dipastikan sangat besar. Tidak hanya kerugiaan yang dapat dihitung, juga kerugian yang tak dapat dihitung seperti image, kepercayaan pelanggan. Dengan demikian, penerapan program perawatan mesin atau peralatan yang efektif, serta pengendalian manajemen suku cadang menjadi sangat penting. Pengendaliannya dalam hal : penentuan keputusan suatu barang diperlukan, termasuk perlu atau tidaknya melakukan penyimpanan, kepada siapa pembelian dilakukan, kapan dilakukan pemesanan, apa, berapa yang dipesan, tingkat, jaminan mutu suku cadang yang diperlukan, anggaran suku cadang. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola nya dengan efektif, efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi suku cadang sangat terkait dengan Optimalisasi Management Maintenace. Sasaran Pelatihan Training Spare Part Management : Memahami strategi penyediaan suku cadang Memahami, mampu melakukan pengendalian suku cadang Mampu menyediakan barang yang diperlukan dalam proses overhaul Mampu mengelola suku cadang dengan efisien Ouline Materi Strategi Persediaan spare part untuk mendukung proses produksi Prencanaan dan Pengelolaan persediaan suku cadang Keunikan Spare Part Management dan strategi pengendaliannya Klasifikasi Suku Cadang dan Klasifikasi Peralatan Perhitungan pemesanan ulang Persediaan Pengelolaan Administrasi suku cadang Perencanaan dan Pengendalian suku cadang untuk Kebutuhan Overhaul Pengendalian Stock Spare Part : Safety Stock, over Stock, dan Dead Stock Perhitungan dan analisa Biaya Spare Part Pengelolaan Gudang Spare Part yang efektif dan efisien Pengendalian faktor terjadinya kehilangan barang Sistem Kodifikasi dan Standarisasi Spare Part KPI untuk Bagian spare part Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Building Operation Excellence Through Lean Procurement

Deskripsi Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan di dunia fokus kepada perbaikan dalam bidang supply chain dengan inisiatifnya yaitu “operational excellence” dan “cost reduction” dengan cara mengimplementasikan lean system. (Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Lean system merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Inti dari konsep lean system adalah perbaikan berkesinambungan (Kaizen) yang dilakukan secara holistik dalam lingkup supply chain yang dimulai dari hulu (yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan) sampai ke hilir (yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta).(Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Procurement merupakan bagian dalam organisasi supply chain yang juga dituntut untuk menyediakan barang/jasa dengan tepat waktu, tepat kualitas, tepat jumlah dan harga optimal agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam menjawab tantangan tersebut diperlukan terobosan dengan menjalankan lean procurement di dalam perusahaan. Dengan demikian, secara keseluruhan, kegiatan operasional di procurement menjadi lebih efficient dan cost-effective. (Building Operation Excellence Through Lean Procurement) Penerapan lean procurement system akan berdampak pada kinerja perusahaan, yaitu: Meningkatkan efisiensi proses dan alur kerja dengan menghilangkan pemborosan. Menurunkan lead time proses pemesanan barang. Menurunkan biaya. Meningkatkan kualitas produk atau servis. Meningkatkan fokus pada aktifitas yang menghasilkan value added. Menurunkan tingkat persediaan dan mengoptimalkan efisiensi penggunaan modal kerja. Mengubah peran procurement menjadi lebih strategis. Meningkatkan kinerja vendor. Mencegah shortage barang. Tujuan Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Memahami falsafah di balik lean . Mengenal konsep lean secara menyeluruh dan dampaknya terhadap biaya. Memahami teknik-teknik lean . Memahami langkah-langkah penerapan lean di bagian procurement . Memahami langkah-langkah dalam meningkatkan kinerja vendor melalui teknik lean Target Peserta Building Operation Excellence Through Lean Procurement : General Manager/Director Procurement/Purchasing Manager Operator Manager Warehouse Manager Logistics/Supply Chain Manager Financial Manager Metode Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Pelatihan Building Operation Excellence Through Lean Procurement menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, serta mendiskusikan proses dan hasil latihan. Ouline Materi Building Operation Excellence Through Lean Procurement : Elemen lean: 8 pemborosan (wastes), Kaizen, dan 5R. Lean vendor: sourcing, seleksi dan klasifikasi, konsolidasi jumlah vendor dan komponen. Push vs pull replenishment: schedule driven, just in time/Kanban, vendor managed inventory. Perbaikan proses procurement dengan value stream mapping & daily management system. Vendor development dan joint improvement. Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 20 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Pendidikan Sarjana Teknik Mesin  & Magister Teknik Industri Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Training Lean Service

Deskripsi Dalam  dunia industri pelayanan dan jasa untuk dapat meningkatkan efisiensi dan profit perusahaan, konsep lean service  memiliki dampak yang significan . Lean service dalam bidang pelayanan menyandang prinsip yang sama, yaitu ‘Perbaikan yang Berkesinambungan’ dan ‘Menghilangan aktifitas non-value-add alias waste”. prinsip-prinsip ini diterapkan dalam bisnis layanan seperti call center, perbankan , pelayanan kesehatan, pendidikan tinggi, software development, serta jasa profesional lainnya. Konsep ini disebut Lean Service. Namun kenyataan yang terjadi banyaknya pemborosan yang terjadi dalam proses pelayanan sehingga dapat menggerogoti profit perusahaan. bagaimanakah konsep tersebut berhubungan dengan perusahaan berbasis layanan jasa. Apakah yang disebut Seven Wastes dalam paradigma pelanggan. Secara konsep, implementasi Lean Service, dalam bisnis layanan jasa juga terdapat beberapa ‘Waste‘ bentuk-bentuk pemborosan yang tidak memiliki nilai tambah dan cenderung merugikan seperti menghambat  operasional dan merugikan perusahaan.Waste yang terjadi dalam bidang pelayanan berbuntut kepada pudarnya loyalitas, hilangnya kepercayaan pelanggan, berkurangnya profit, dan mempengaruhi image perusahaan di mata umum secara langsung.  jika kita mau melihat melalui kacamata pelanggan dan merasakan pengalaman mereka, kita akan dapat lebih memahami layanan jasa yang kita tawarkan dan melakukan banyak perbaikan. Training ini akan membahas dan membekali bagaimana mencapai sukses dengan mengimplementasikan lean service. Sasaran Pelatihan LEAN FUNDAMENTAL : Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep Lean Thinking dan Lean Services, Memahami mengapa perusahaan harus mengimplementasikan Lean LEAN THINKING PROCESS VALUE ANALYSIS : Memahami konsep process value analysis Mengidentifikasi proses yang tidak bernilai tambah Mengidentifikasi dan meng-improve pemborosan type 1 dan 2. WASTE ELIMINATION IN SERVICES :  Memahami 7 jenis pemborosan (waste) Meningkatkan kepekaan terhadap pemborosan Menemukan langsung pemborosan di area kerja VALUE STREAM ANALYSIS : Memahami pentingnya analisa value stream Mampu melakukan analisa value stream CONTINUOUS IMPROVEMENT LEAN PROBLEM SOLVING : Mengidentifikasi penyebab tersendatnya aliran proses Melakukan perbaikan aliran proses dengan mengintegrasikan lean tools MAKING PROCESS FLOW : Memahami pentingnya Penetaan Tempat Kerja Memahami dan mampu menerapkan 5R di tempat kerja MISTEKE PROOFING SYSTEM : Memahami prinsip Mistake Proof System Memahami karasteristik kondisi yang diperlukan guna mendukung Mistake Proof System Penerapan Visual Management Target Peserta General manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head Direktur, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Training dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : ♦ 60% landasan teori ♦ 40% study kasus Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Agenda Agenda Hari Ke 1 : 08.30 ~ 10.00    LEAN FUNDAMENTAL 10.00 – 10.15    Rehat Kopi / Teh 10.15 ~ 11.30    LEAN THINKING PROCESS VALUE ANALYSIS 12.00 – 13.00    Makan Siang 13.00 ~ 14.30    WASTE ELIMINATION IN SERVICES 14.30 – 14.45    Rehat Kopi / Teh 14.45 ~ 16.00    VALUE STREAM ANALYSIS Agenda Hari Ke 2 : 08.30 – 10.00   CONTINUOUS IMPROVEMENT LEAN PROBLEM SOLVING.1 10.00 – 10.15   Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00   MAKING PROCESS FLOW 12.00 – 13.00   Makan Siang 13.00 – 14.30   MISTEKE PROOFING SYSTEM 14.30 – 14.45   Rehat Kopi / Teh 14.45 – 16.30   LEAN SERVICE STRATEGY 16.30 – 17.00   REVIEW & FEEDBACK Testimoni “Baik” Fasilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Training Procurement Cost Reduction

Deskripsi Era kompetisi bisnis saat ini menimbulkan kondisi; siklus inovasi yang semakin pendek, trend globalisasi pasar, & era bisnis berbasis aplikasi. Kondisi ini membuat perusahaan yang tidak peka terhadap perubahan akan semakin tertinggal dibanding kompetitornya. Salahsatu cara untuk tetap bertahan sekaligus unggul dalam situasi kompetisi saat ini adalah upaya mengurangi pemborosan internal, seperti; menurunkan biaya pembelian & biaya operasional lainnya. Upaya menurunkan biaya menjadi hal yang menarik, dengan munculnya fenomena outsourcing, collaborative sourcing, cooperative sourcing, & vendor cost down, semua itu merupakan contoh aktual dari metode procurement cost reduction saat ini. Dalam training ini kita akan membahas berbagai metode procurement cost reduction yang dapat diimplementasikan sehari-hari, mulai dari; evaluasi perencanaan, pemetaan biaya, pemetaan sumber pemborosan, hingga inovasi proses. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Procurement Cost Reduction ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari Cost Reduction Program in Procurement  secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Procurement Cost Reduction, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Melakukan identifikasi sumber-sumber pemborosan biaya Melakukan proses procurement yang lebih efektif & efisien Mengkomunikasikan secara internal program cost reduction Mengembangkan potensi & kapasitas vendor dalam program cost reduction Melakukan proses perencanaan procurement yang lebih baik Target Peserta Training Procurement Cost Reduction ini ditujukan untuk para: Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, Operations Team,  General Affairs, & Related User. Contract Management, Finance, IT, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Procurement Cost Reduction dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Procurement Cost Reduction adalah : Hari Pertama : Cost Reduction Methods 7 Waste in Procurement Cost Competitiveness & Value Stream Mapping Group Exercise & Case Study Writing Presentation & discussion sharing Hari Kedua : Procurement Cost Structures Spending Analysis Tools in Cost Reduction Cost Reduction Proposal Presentation & discussion sharing Testimoni “Baik” “OK, banyak study kasus langsung” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri (HPS)

Deskripsi Spesifikasi & HPS/OE yang tepat & akurat sangat menentukan dalam proses penyusunan anggaran pengadaan barang & jasa, baik untuk pembelian kegiatan operasional berkelanjutan, penyusunan biaya produksi, maupun kegiatan proyek, dimana spesifikasi & HPS/OE akan disertai; durasi waktu, ruang lingkup pekerjaan, desain, & detail perhitungan komponen biaya. Dalam penyusunan spesifikasi & HPS, mutlak diperlukan pemahaman terhadap; prinsip budgeting, prinsip perhitungan biaya pokok produksi, spesifikasi teknis, metode survey harga, metode analisa biaya, & regulasi terkait. Dengan kemampuan ini maka team pengadaan barang & jasa dapat mempersiapkan perencanaan pengadaan barang & jasa yang lebih komprehensif, reliabel, & akuntabel. Tujuan Pelatihan Dalam training ini peserta akan mempelajari Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk: Memahami metode analisa & estimasi biaya Menyusun HPS/OE untuk setiap kategori; pengadaan; aset, proyek konstruksi, IT, event, konsultan, & jasa lainnya Menyusun dokumen RKS yang ideal Melakukan perencanaan pengadaan barang & jasa dengan lebih baik Memahami critical point dalam penyusunan HPS/OE Metode Pelatihan Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi HARI PERTAMA : Konsep HPS/OE & Penyusunan Spesifikasi Produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Metode Survey Harga Analisa Biaya Investasi & Umur Ekonomis Kepemilikan Studi kasus, tanya-jawab, & diskusi HARI KEDUA : Analisa Komponen Biaya dalam Penawaran Supplier/Vendor Simulasi Penyusunan HPS/OE Pengadaan Aset & Investasi Simulasi Penyusunan HPS/OE Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Dokumen Rencana Kerja & Syarat-Syarat (RKS) Studi kasus, tanya-jawab, & diskusi Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Best Practices Procurement & Purchasing Management

Best Practices Procurement & Purchasing Management akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Deskripsi Procurement & Purchasing Management adalah proses pengadaan kebutuhan material, produk,  & layanan jasa pada korporasi/institusi, yang di dukung oleh sistem & prosedur Procurement & Purchasing yang terintegrasi, terstruktur, akuntabel, & transparan. Dalam proses implementasi di lapangan seringkali timbul kendala, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier/vendor yang bermasalah, miskomunikasi, hingga supplier/vendor yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari Procurement & Purchasing Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Sasaran Pelatihan Melalui pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini diharapkan: Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami regulasi, administrasi, & prosedur procurement & purchasing Memahami mekanisme serta perbedaan procurement & purchasing lintas sektoral keterkaitan antara planning & realisasi order Memahami strategi & metode untuk analisa  penawaran & pemberian order kepada supplier/vendor Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi Target Peserta Pelatihan Best Practices Procurement & Purchasing Management ini ditujukan untuk para: Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management, Komite Tender, & Pejabat Pengadaan/Pembelian. Supply Chain Management, Logisticians, Planner/Estimator, Project Team, & General Affairs. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Best Practices Procurement & Purchasing Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Best Practices Procurement & Purchasing Management adalah : Day 1 Procurement & Purchasing Principles Strategic Sourcing Plan & Order Management Vendor Selection Methods Discussion sharing & case study Day 2 Vendor Selection Methods Bidding Evaluation Methods Order Decision, Renewal, & Vendor Replacement Vendor Performance Management Discussion sharing & case study Testimoni “Baik” Fasilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Best Practices Logistics Management

Training Best Practices Logistics Management  mempelajari mengenai konsep vs implementasi, bagaimana logistik berbasis sektor: manufaktur, proyek, & layanan, mengenai strategi & perencanaan logistik, bagaimana manajemen gudang & persediaan dan hal – hal lain terkait dengan Best Practices Logistics Management. Deskripsi Manajemen Logistik adalah “aktivitas tulang punggung” di korporasi / instutusi yang terintegrasi “ujung ke ujung”, mulai dari dinding; perencanaan, sumber, penyimpanan inventaris, & distribusi ujung ke ujung, manajemen logistik. Ekpektasi terhadap proses Manajemen Logistik yang efektif, efisien, & terukur, akan membuat tim & individu pelaksana proses Manajemen Logistik idealnya memiliki; kompetensi, disiplin, komitmen, & disiplin yang baik, serta selalu mengutamakan kerja tim & memiliki semangat untuk melakukan peningkatan. Tujuan Training Setelah mengikuti Pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep, proses, & strategi Manajemen Logistik. Meningkatkan kinerja Manajemen Logistik secara praktis & dinamis. Pembaruan dari konsep, praktik terbaik, & aplikasi teknologi terkini di bidang Manajemen Logistik. Memahami bagaimana melakukan proses pemantauan & evaluasi kinerja Manajemen Logistik. Mengaplikasikan materi pelatihan yang diperoleh dalam proses kerja sehari-hari. Target Peserta Pelatihan  ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: SCM / Logistik, Perencana, Produksi, Gudang, Distribusi, & Pembelian / Pengadaan. Urusan Umum, Manajer Proyek, & SIM / TI. Jaminan Kualitas, Kepatuhan, & Auditor Internal. Supervisor / Manajer yang terlibat dalam proses operasional SCM / Logistik. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Pelatihan Pengelolaan Logistik dilaksanakan dengan metode: Presentasi kelas, diskusi, studi kasus, & presentasi video, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur transisi 40% analisa praktik terbaik & pembandingan antara; asosiasi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & diskusi curah pendapat antara pelatih dengan peserta Outline Materi Materi Pelatihan Manajemen Logistik yang akan disajikan adalah: HARI PERTAMA   Manajemen Logistik: Konsep vs Implementasi Logistik Berbasis Sektor: Manufaktur, Proyek, & Layanan Strategi & Perencanaan Logistik Manajemen Gudang & Persediaan Studi kasus & berbagi diskusi HARI KEDUA   Manajemen Distribusi & Logistik Lintas Batas Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) Manajemen Balik Perbaikan Logistik Pekerjaan Studi kasus & ulasan penutupan Testimoni “Bagus, komunikatif & menguasai bidangnya” “Baik, berikan permainan atau apa sehingga tidak bosan selama pelatihan” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

PROPER KLH : Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas

Deskripsi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER KLH) merupakan salah satu upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi insentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik dan instrumen disinsentif reputasi/citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang buruk. Sistem peringkat kinerja PROPER mencakup 5 (lima) peringkat warna dimana peringkat hitam, merah, dan biru merupakan kriteria ketaatan terhadap peraturan lingkungan, sedangkan peringkat hijau dan emas merupakan kriteria penilaian yang lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) yang mencakup kegiatan pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat. Pada tahun 2015 lalu, sudah 2055 perusahaan berpartisipasi dalam PROPER KLH. Seratus dua puluh perusahaan berhasil meraih peringkat Green – Gold atau baru sekitar 5% dari total partisipan. Latar Belakang Sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs), sejak tahun 2015 semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berketatapan untuk melanjutkan fokus pembangunan pada 17 agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang kini disebut sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Pada forum pertemuan pimpinan negara sedunia di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut, disepakati hingga tahun 2030 semua anggota, baik negara maju maupun berkembang, bertekad untuk mengakhiri kemiskinan dan perampasan hak kemanusiaan sejalan dengan peningkatan mutu kesehatan, pendidikan, mengurangi ketimpangan dan memacu pertumbuhan ekonomi. Selain menjadi tugas Pemerintah, peran dunia usaha sangat diharapkan untuk mempercepat agenda internasional itu. Melalui Program Penunjang Operasi (PPO) ataupun Program Pengembangan Masyarakat (PPM), dunia industri diharapkan mengambil peranan di dalam memajukan masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi. Pemerintah RI, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sejak tahun 1997 telah meluncurkan PROPER (Program Pemeringkatan Kinerja Perusahaan), dimana kinerja Community Development menjadi salah satu kunci dalam mengukur peringkat perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hingga saat ini PROPER telah diikuti oleh lebih dari 2000 perusahaan dan jumlah itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Tahun 2019 terdapat 26 perusahaan mendapat peringkat Emas. 169 perusahaan peringkat Hijau. 1507 peringkat Biru. 303 peringkat Merah dan 2 peringkat Hitam Pemeringkatan yang diberikan PROPER akan menjadi faktor pembeda antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Pemeringkatan ini juga menjadikan perusahaan dapat melakukan penghematan sumber daya dan biaya operasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Tujuan Pelatihan Mampu meningkatkan pemahaman akan aspek-aspek yang dinilai dalam PROPER menurut kritera beyond compliance : Sistem Manajemen Lingkungan Pemanfaatan Sumber Daya Pemberdayaan Masyarakat Kriteria Emas Peserta akan memiliki kemampuan dalam menjawab kuesioner PROPER Mampu membuat Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Metode Pelatihan Training PROPER KLH : Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas dilaksanakan dengan metode: Presentasi, Diskusi , dan Case Study Outline Materi Kiat Memenuhi Kriteria Dokumen Hijau dan Emas PROPER KLH : Sistem Manajemen Lingkungan : Kebijakan Lingkungan Perencanaan Implementasi Pengecekan dan perbaikan Tinjauan Manajer Rentang Pengaruh Sertifikasi Pemanfaatan Sumber Daya : Efisiensi Energi 3R Limbah B3 3R Limbah non B3 Pencemaran Udara Efisiensi Air Keanekaragaman Hayati Pemberdayaan Masyarakat : Kebijakan Struktur dan Tanggung Jawab Alokasi Dana Perencanaan Implementasi Monev Hubungan Sosial Publikasi dan Penghargaan Kriteria Emas : Inovasi dalam aspek pemanfaatan sumber daya Implementasi program pengembangan masyarakat  Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan : Additionality Blue Ocean Strategy Fasilitator Purwadi, ST. MSi   & Agustinar Ginanjar, Psi Purwadi, ST. MSi : Tenaga ahli dengan latar belakang praktisi selama lebih dari 15 tahun di berbagai industri seperti manufacturing, fabrication, petrochemical dan dengan posisi terakhir sebagai praktisi HSE di Chevron Geothermal Indonesia. Menangani konsultasi, training dan audit di berbagai perusahaan besar seperti Nusa Halmahera, Gold Mining, Pertamina Talisman, Krakatau Engineering, Total Indonesia, Gobel Darma Sarana Karya, Agung Concern, PLTGU-PLN Cilegon, Commonwealth Steel, VICO dan lain-lain. Beliau pernah berhasil membawa Amoco meraih rating Green (kriteria Health, Safety, dan Environment) dalam program PROPER KLH Tahun 2011. Agustinar Ginanjar, Psi : Agustinar Ginanjar adalah Praktisi dan konsultan pengembangan sumber daya manusia selama lebih dari 15 tahun. Pengalaman konsultan antara lain di IPMI Management Development Center (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) dan MUC Consulting Group. Pengalaman praktisi antara lain sebagai pembina (coaching & counseling) dari lebih 100 perusahaan lokal binaan Chevron Indonesia (program pembinaan bisnis mandiri ini berhasil meraih penghargaan tertinggi tahunan PROPER Emas dari Kementrian Lingkungan Hidup sejak tahun 2010). Agustinar juga sebagai tim penulis Buku : A Journey To Gold, KLH Juni 2013, bagian Local Business Development. Menamatkan pendidikan Psikologi dari Universitas Indonesia dan menerapkan gaya belajar yang participant centered serta Visual-Auditori-Kinestetik untuk proses belajar yang optimal. Pakar dalam interpretasi DISC test dan penerapan langsung di tempat kerja. Klien yang pernah ditangani antara lain, Indosat, DHL, Trelleborg, Saraswanti Indo Genetech dan YMPG Matsushita Gobel.

Developing Supplier Relationship Management

Deskripsi Supplier merupakan partner yang penting dalam menunjang strategi perusahaan dan harga bukan merupakan faktor penentu dalam memilih supplier, maka dalam Purchasing dibutuhkan teknik-teknik untuk membangun relationship dengan mereka.  Pelatihan ini akan membantu peserta untuk memahami teknik-teknik membangun relationship dengan supplier dalam lingkup kerja Purchasing. Pelatihan ini sangat penting bagi:  Warehouse, Distribution,  Logistic, Purchasing, Transport. Metode Pelatihan Training Developing Supplier Relationship Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Developing Supplier Relationship Management adalah : faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier konsep & teknik penting dalam membangun partnership dengan supplier product development & production proses keputusan make or buy pricing term & analysis supplier pricing offer strategic sourcing

Training The Principles of Lean Logistic

Training The Principles of Lean Logistic salah satunya adalah  mengembangkan strategi logistik untuk menanamkan disiplin dalam bidang logistik melalui prinsip-prinsip lean. Deskripsi Salah satu kesalahpahaman yang umum tentang Filosofi Lean adalah bahwa Konsep Lean hanya ditemukan pada aplikasi di dunia manufaktur. Padahal pada kenyataannya: dampak atau impact dari Filosofi dan konsep Lean begitu signifikan pada aktivitas logistik Sasaran utama dari Konsep Lean dalam dunia logistik adalah eliminasi Waste (pemborosan), penurunan inventory WIP, penurunan Lead Time proses dan yang paling utama adalah meningkatkan aliran dan kapabilitas Rantai Supply (Supply Chain Capability and Flow) “Logistics flow is a principal thing to lean thinking!” Untuk membangun dan mengembangkan Pola Pikir Lean bukanlah hal yang instant & cepat. Organisasi harus membangun dan mengembangkan budaya Continuous Improvement (peningkatan sedidit tetapi terus menerus) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Lean Logistic ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memperkenalkan konsep Lean Logistic & memberikan pemahaman bagaimana mengaplikasikan lean thinking dalam ruang lingkup logistic Mengembangkan strategi logistik untuk menanamkan disiplin dalam bidang logistik melalui prinsip-prinsip lean Mampu mengidentifikasi dan mengenal jenis-jenis pemborosan dalam aktivitas logistic Mengembangkan strategi dalam menekan pemborosan dalam ruang lingkup logistic Metode Pelatihan Training Lean Logistic dilaksanakan dengan metode: Dynamic class room learning Brainstorming Technique & Session Gemba (shop floor) exercise & practice Mind mapping Technique Outline Materi Materi Training Lean Logistic yang akan dibahas adalah : Outline Day-1 : Key Component Topic Discussed/Delivered Remark About Lean Mengapa harus Lean, Definisi & Benefit Lean Slide & Lean sample in video Exercise Mengembangkan peluang dari Sasaran Lean Logistic Flip Chart & Brainstorming Lean Thinking: concept & principles Gemba (shop floor) 5S, prinsip-prinsip dasar Kaizen (continuous improvement), The Basic of 7-waste, lean quote Slide Exercise Pengembangan Visi dan Misi Departemen Flip Chart & Brainstorming Waste in Logistic Detail The River of Waste (Pemborosan) dalam logistic: Inventory, Transportasi, Ruangan dan Fasilitas, Waktu, Pakaging, Administrasi dan Pengetahuan Slide Exercise Identifikasi Waste dalam shop floor Flip Chart & Mind Mapping Essential Lean Tools in Logistic Prinsip Dasar 5S, Visual Management, Value Stream mapping Outline Day-2 : Key Component Topic Discussed/Delivered Remark Waste Elimination Brainstorming Session – Lean Project Program for Lean Logistic Mind Mapping Technique Logistic Flow – The Asset Flow 1. People Flow – keterampilan SDM yang harus dikembangkan 2. Inventory Flow – Memahami Safety Stock & Inventory Management: ordering strategy, inventory Audit (Sistematic Cycle Count) 3. Fixed Resources Flow – The management of Warehouse, Facility and Equipment Slide Logistic Flow – The Information Flow 1. Data Flow – Decision based on accurate data 2. Knowledge Flow – Standardized Work & Continuous Improvement 3. Communication Flow – Hoshin Plan and Strategic Communication Slide Logistic Flow – The Financial Flow 1.COGS & Biaya Operational, Logistics Activities & Hidden Operating Costs 2. Inventory Carrying Cost & Ordering Cost Slide Application of Lean Logistic Pull System & Consolidation Center Slide & Video KPI – Logistic Mengenal KPI – Key Performance Indicator yang sesuai untuk Logistic Slide Exercise Mengembangkan KPI Logistic yang sesuai Flip Chart & Brainstorming Testimoni “Sangat baik & menguasai serta tepat sasaran” “Baik, menguasai materi” “Materi sesuai harapan” “Menurut Saya Materi & Metode yang diberikan sangat baik dalam training ini.” “Menguasai materi memberikan wawasan pada peserta pelatihan” “Trainer santa berpengalaman, menguasai materi dan sangat nyaman bingit diajak tukar pikiran, nggak terlalu tegang pokoknya nyaman banget” Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

Quality Assurance for Business Excellence

Quality Assurance for Business Excellence Training salah satu tujuannya adalah memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Deskripsi Pernahkan perusahaan Anda di hadapkan pada kondisi : Banyaknya komplain dari pelanggan, baik melalui call center, surat, formulir saran, atau surat pembaca? (Quality Assurance) Tingginya waktu kerja terbuang untuk melakukan pekerjaan ulang, karena proses kerja tidak efektif? (Quality Assurance) Merasa kurangnya waktu kerja dibandingkan tugas kerja, karena tinggi kesalahan dalam proses? (Quality Assurance) Cost of Poor Quality (COPQ) meningkat  karena internal failure maupun external failure? (Quality Assurance) Dampak dari peningkatan kualitas proses, tentunya akan memberikan efek domino bagi : peningkatan kepuasan pelanggan, efisiensi proses, peningkatan performance bisnis, peningkatan  jumlah pelanggan, peningkatan ekspansi pasar, dan peningkatan keuntungan perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Quality Assurance for Business Excellence ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Mengukur dan mengidentifikasi Cost of Quality dan Cost of Poor Quality Memahami teknik dan konsep Manajemen Quality Assurance meliputi Quality Planning, Quality Control, dan Quality Improvement. Menyusun rencana penerapan Manajemen Quality Assurance di perusahaan Target Peserta Pelatihan Quality Assurance for Business Excellence ini ditujukan untuk para: General Manager, Senior Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Kepala Bagaian, dll. Metode Pelatihan Training Quality Assurance for Business Excellence dilaksanakan dengan metode: Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan, Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Quality Assurance for Business Excellence adalah : Managing Quality in The Organization Principle of Quality Assurance Develop Quality Planning Measuring Cost of Quality and Cost of Poor Quality Quality Policy Deployment Develop Quality Control System Improved Critical to Quality (CTQ) and Critical to Process (CTP) Improved Quality Standard Improved Capability Process and Stability Develop Quality Improvement Program Managing Quality Improvement Implementing Lean Management and Six Sigma Quality Case Study & Analysis Testimoni Materi, metode dan hand out training sudah baik” “Ok” “Materi sangat bagus” “Trainer sudah baik dan dapat dimengerti dalam penyampaian materi training” Fasilitator Goutama Bachtiar Goutama Bachtiar adalah : Advisor, Auditor, Konsultan, Trainer, Courseware Designer dan Penulis bidang Teknologi dan Sistem Informasi selama 17 tahun terakhir dengan spesialisasi di ranah IT Governance, Risk, Security, Assurance, Audit dan IT Management. Saat ini beliau menjabat sebagai advisor beberapa perusahaan dan organisasi, Subject Matter Expert, Program Mentor, Editorial Journal Reviewer, Certification Exam (CISA, CGEIT, CISM, CRISC) dan Study Materials Developer di ISACA International Chapter, Subject Matter Expert dan Program Evaluator di PMI International Chapter, IASA, SABSA dan Open Group Global Working Group Member, Reviewer Panel di International Institute of Business Analysis (IIBA), Dosen Tamu di program pasca sarjana beberapa universitas di AS dan Indonesia (UTB, UI, IPB dan Binus), serta moderator, panelis dan pembicara di sejumlah konferensi, workshop dan seminar. Sebagai auditor dan konsultan, telah memberikan layanan tersebut kepada 35 perusahaan dan organisasi. Puluhan sertifikasi internasional sudah diperolehnya sampai dengan saat ini. Selain itu, beliau juga telah mengadakan dan memberikan pelatihan, perkuliahan, seminar, konferensi dan workshop sebanyak lebih dari 230 sesi dan 5500 jam lebih kepada sekitar 7500 peserta di Indonesia maupun luar negeri kepada lebih dari 70 perusahaan dan organisasi. Sebagai penulis, sudah mengarang 2 buku dan 22 courseware serta sudah menulis, melakukan review dan editing atas 300 artikel, manuskrip, paper dan white paper seputar Telematika dan Manajemen di lebih dari 20 media, publikasi, organisasi, jurnal dan konferensi.