Operation Training

Operations And Production Management

Salah satu tujuan Operations And Production Management adalah agar peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan, peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Deskripsi Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasa tentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting dari pada sekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat terus bertahan ( Going Concern ), Perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan tersebut, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepuasan konsumen ( harga, kualitas, pelayanan, dsb.). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas, agar output yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapat mendukung kelangsungan hidup perusahaan. Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik,perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saat mendirikannya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuah perusahaan memiliki divisi Operasi & Produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Operations And Production Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Diharapkan peserta mampu menjelaskan secara komprehensip konsep dan teori manajemen Operasi & Produksi guna pengambilan keputusan sehingga pada gilirannya peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan Peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Peserta dapat merancang system transformasi input, proses,.& output pada perusahaan. Menghitung dan menganalisa tingkat produktivitas di dalam perusahaan. Selama 2 hari Pelatihan ini akan emgupas secara tuntas Management Operasi & Produksi, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Operations And Production Management adalah : DAY1 (ONE) : OPERATIONS & PRODUCTION ( Session 1) 9.00 -10.00 a.m Fungsi & Tujuan Management Operasi Ruang lingkup manajemen Operasi & Produksi Unsur Utama manajemen Operasi & Produksi Transforming Input to Outputs Sasaran Operasi & Produksi Peran Manajer Operasi & Produksi COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m OPERATIONS ( Session 2 ) 10.30.00 – 12.00 a.m Strategi Operasi Mengidentifikasi Misi dan Strategi Operasi Penerapan Strategi LUNCH TIME 13.00 – 13.00 p.m PRODUCTION ( Session 3 ) 13.00 – 14.30 p.m Produktivitas Pengukuran Produktivitas Variable Produktivitas, dasar2 dan tujuan pengambilan keputusan. COFFEE BREAK 14.30 – 15.00 p.m PERAMALAN ( FORECASTING) Session 4, 15.00-17.00 p.m Jenis jenis Peramalan 7 Steps dalam Peramalan Metode Peramalan Kualitatif dan kuantitatif DAY 2 (Two) : PRODUCTION CAPACITY,(Session 5) 9.00 – 10.00 a.m Perencanaan Kapasitas Jenis jenis Kapasitas Analisa BEP COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m Session 6 Agregat Planning Penentuan Lokasi & Fasilitas Produksi Decision tree ( Pohon Keputusan ) LUNCH TIME 12.00 – 13.00 p.m CASE STUDY ( Session 7) 13.30 – 15.00 p.m COFFEE BREAK 15.00 – 15.30 p.m SHARING & DISCUSSION 15.30 – 16.30 Closing & Photo 16.30 – 17.00 p.m Fasilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia, for Subjects / Topics of: LEADERSHIP SKILL & CREATIVE PROBLEM SOLVING OPERATIONS & PRODUCTION MANAGEMENT STRATEGY & PROCUREMENT MANAGEMENT BUSINESS CONTRACT DRAFTING & REVIEWING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUCCESSFUL BUSINESS WRITING TOTAL QUALITY MANAGEMENT EXPORT IMPORT PROCEDURES LEADERSHIP & ENTERPRENEURSHIP EFFECTIVE TRAINING & DEVELOPMENT EFFECTIVE RECRUITMENT & SELECTION EFFECTIVE PRESENTATION & COMMUNICATION SKILL STOCKPILE MANAGEMENT STRATEGIC MANAGEMENT TRAINING OF TRAINER PERFORMANCE MANAGEMENT COACHING & COUNSELING FOR MANAGER LOGISTICS MANAGEMENT BUSINESS, & TAX LAW KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)

Training Risk Management

Salah satu tujuan Training Risk Management agar kita bisa  memahami bahaya/hazard dan sumber energy yang dapat menyebabkan bahaya, mengenai piramida hazard, piramida less effective – mostly effective, bagaimana teknik eliminasi, substitusi, rekayasa, administrasi, APD, dan hal lainnya terkait Risk Management. Deskripsi Sekarang perusahaan semakin menyadari pentingnya manajemen risiko. Sayangnya perusahaan-perusahaan yang berada pada industri seperti manufaktur, ritel, jasa non-keuangan dan lainnya banyak yang belum memahami bagaimana melakukan risk assessment dan risk management. Beberapa yang belum diketahui bagi industri dan pekerja adalah seperti : Apa standar manajemen risiko yang harus digunakan? Bagaimana struktur organisasi pelaksanaannya? Bagaimana tahapan penerapannya? Bagaimana sosialisasi dan pelatihannya? Apa teknik dan metode yang digunakan? Apa strategi untuk menangani risiko yang teridentifikasi? Bagaimana cara mitigasinya? Ada standar yang bisa digunakan seperti IRM/AIRMIC 2002, ISO/IEC 31010, COSO 2004 dan lainnya. Pelatihan ini akan memberikan panduan bagi Anda bagaimana mengimplementasikannya dan dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang akrab bagi pelaku/pekerja di lapangan secara praktis dan aplikatif. Sehingga bisa dipraktekan langsung di lapangan bagaimana mengelola resiko  dan melakukan risk assessment. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta pelatihan mampu memahami prinsip-prinsip manajemen risiko Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya. Target Peserta Training Risk Management ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini cocok bagi peserta yang mendalami resiko tinggi dalam pekerjaan, analisa resiko, dibidang keselamatan dan kesehatan kerja atau para pekerja yang berhubungan langsung dengan resiko dan bahaya di lingkungan kerjanya seperti bagian produksi, penjualan, workshop/perbengkelan,  operasional, manufaktur, inspeksi dan lainnya. Pelatihan ini juga sangat tepat baik untuk level Management, termasuk juga para Konsultan, Spesialis , Engineer yang mendalami Safety, Keselamatan, resiko, manajemen, Quality Improvement. Metode Pelatihan Training Risk Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini dilakukan dengan interaksi yang cukup agar setiap materi dapat langsung menjadi bahan diskusi. Lecture Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Studi Kasus Pelatihan lebih diutamakan pada praktek dan contoh , agar bisa diaplikasikan di lapangan Outline Materi Materi Training Risk Management yang akan dibahas adalah : 08:30 – 12:00 :  Pengenalan Mengenai Risk Assessment & Risk Management Apa itu Risk Management dan Mengapa Penting? Memahami Bahaya/Hazard dan sumber energy yang dapat menyebabkan bahaya. Piramida Hazard Piramida Less Effective – Mostly Effective Teknik Eliminasi, Substitusi, Rekayasa, Administrasi, APD Memahami Risk – Apa yang dimaksud dengan Risk atau Resiko? Kemungkinan Terjadi – Probability Occurrence Hasil Konsekuensi – Consequence Outcome Bagaimana menjalankan Risk Assessment Identifikasi Bahaya (Hazard) Identifikasi dan menilai Resiko (Risk) 13:00 – 15-30 –  Metode Risk Assessment & Risk Management Mengenal  Perangkat tools Risk Assessment : CL, QRM FMECA HAZOP FTL BTA Cara Menjalankan Risk Management : Membangun Context Memahami Bahaya Identifikasi Event yang tak diinginkan Analisa dan Evaluasi Resiko Kontrol Perlakuan/treatment pada Risk Monitor dan Reviw Review Pelatihan Testimoni “Materi Ok” “Menguasai materi dengan baik” “Good” “Ada rasa humor” Fasilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll.

Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir

Training Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir mempelajari bagaimana memahami regulasi kearsipan terakhir yang sudah diberlakukan di Republik Indonesia beserta struktur perundang-undangannya, bagaimana memahami pengertian dan tujuan manajemen kearsipan, bagaimana memahami fungsi – fungsi manajemen kearsipan, memahami peran dan manfaat pengelolaan arsip dalam organisasi, dan hal lainnya terkait Implementasi Manajemen Kearsipan. Deskripsi Tingginya tingkat persaingan organisasi bisnis dewasa ini semakin menuntut adanya proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus dilakukan oleh semua karyawan yang terlibat langsung pada kegiatan dokumentasi arsip. Ketika pemberkasan arsip sudah makin bertambah, jika tidak dikelola dengan baik, maka pertumbuhan arsip sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination)

Deskripsi Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….??? Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut. Di dalam training Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi. Target Peserta Pelatihan Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) ini ditujukan untuk para: Teknisi / Supervisor / Foreman Maintenance / Engineering Operator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor Produksi Dan lain-lain Metode Pelatihan Training Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) dilaksanakan dengan metode: Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) adalah : Sejarah Perkembangan Dunia Industri Apa itu Small Defect Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect Apa itu Ideal State Konsep Small Defect dengan Zero Break Down Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage Restoration of Deterioration & Defect Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect Apa itu 3-Gen dan 2-Gen Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Durasi Pelatihan Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Writing SOP For SOP Writers

Banyak SOP Writers yang tugasnya tidak hanya ”menulis” SOP, tetapi secara tidak langsung mereka juga harus mampu men ”desain” sistem dari proses yang ada dalam organisasi, dimana informasi yang diperlukan untuk mendesain sistem harus dicari sendiri.

Training Writing Beyond Procedures

Deskripsi 90% Procedures di tempat kerja hanya berisi panduan kerja yang sudah umum–pada akhirnya tidak digunakan dan menjadi arsip, apabila Procedures mengandung metrics (KPI’s Balanced Scorecard, SLA’s, Risk Management dll) maka ia akan menjadi dokumen yang dinamis karena akan digunakan setiap saat. –Ady Subagya 90% Pengguna Prosedur hanya memerlukan Ketentuan/Pedoman, hanya pemula yang memerlukan Prosedur/ langkah step-by-step—sehingga Pembuat Prosedur harus menguasai pembuatan Ketentuan/Pedoman.—Ady Subagya Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip. Hasil survey yang satu lagi adalah bahwa hanya 2 dari 20 orang yang benar-benar belajar dari SOP/ Procedure, yang lainnya mengatakan susah membacanya, lebih enak telepon pembuatnya atau bagian Sisdur atau menanyakan langsung kepada pihak yang lebih paham. Apabila Prosedur di tempat kerja tidak efektif, ada tetapi tidak digunakan—buat apa membuatnya? Lebih baik menggunakan Flowchart untuk membuat Prosedur yang wajib saja—praktis, pendek dan sederhana, toh tidak digunakan juga. Hampir semua pengembang dan pembuat Prosedur mempunyai pertanyaan serupa—“Bagaimana membuat Prosedur yang praktis dan mudah dibaca dan dpahami oleh Penggunanya. Sebenarnya jawabannya sederhana, buatlah Prosedur dengan format yang cocok untuk masing-masing Penggunanya, toh tidak ada aturan yang baku bahwa Prosedur harus berformat ini dan itu. Tetapi, apakah ada jaminan Prosedur yang enak dan mudah dibaca akan digunakan seterusnya? Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Writing Beyond Procedures peserta diharapkan mampu Jawaban dari pertanyaan terakhir sangat terkait dengan pelatihan Writing Beyond Procedure. Pelatihan Writing Beyond Procedures ini membekali peserta dengan ketrampilan-ketrampilan: Bagaimana membuat Prosedur berformat Gambar dan Video? Apakah ada ketentuan yang mengesahkan Prosedur berformat Gambar dan Video?; Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses; Mengetahui Proses mana yang unik sehingga memerlukan metode (Prosedur), dan proses mana yang generik sehingga pelatihan-pelatihan dapat menggantikan Prosedur; Bagaimana membuat Ketentuan/ Guideliness yang mengandung Panduan? Bagaiamana membuat Kebiakan/ Policy yang mengandung Panduan? Bagaimana ‘merubah’ Ketentuan dan Kebijakan menjadi Prosedur yang mengikat? Outline Materi Materi Training Writing Beyond Procedures yang akan dibahas adalah : Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000.Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. Manual, Process map, Guidelines dan ProcedureSetiap oganisasi membutuhkan Manual atau Pedoman yang berisi Kebijakan, Nilai, Peraturan Umum, Ketentuan Umum (Guidelines), Process map yang sangat penting digunakan sebagai acuan membuat Prosedur, bahkan seringkali Ketentuan yang dibuat jelas dapat menggantikan Prosedur.Pada sesi ini peserta berlatih membuat Kebijakan dan ketentuan yang menjadi acuan dalam membuat Prosedur. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan video Pada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Manual Pembuatan Prosedur Sesi ini adalah sesi dimana peserta menerima contoh Prosedur Pembuatan Prosedur dan berlatih merubahnya supaya sesuai dengan organisasi masing-masing, dan bahkan dapat dirubah menjadi Manual Pembuatan Prosedur. Persyaratan Training Writing Beyond Procedures Pelatihan Writing Beyond Procedures ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Pelatihan ini bukan untuk Pemula. Fasilitas Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP) Facilitator Ady A Subagya Fasilitator adalah seorang konsultan dan trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens dan Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha Graha, Indosat, LAPAN, Yamaha Indonesia, Tobu Indonesia, Kiriu Indonesia, Subur, dan beberapa perusahaan lainnya

Training Waste Water Treatment (WWT)

Training Waste Water Treatment (wwt) – Activated Sludge Process Performance menjadi ujung tombak dari tingkat keberhasilan di dalam unit pengolahan air limbah industri. Hampir semua industri penghasil limbah cair mempergunakan proses biologi untuk melengkapi proses fisika dan kimia yang di lakukan di dalam proses sebelumnya.

Total Productive Maintenance (TPM) – Zero Losses – Higher Profit

Deskripsi Produktivitas dan team work menjadi kunci utama dalam memaksimalkan kinerja machine/peralatan, khususnya effisiensi, kualitas dan keselamatan kerja serta selalu memastikan hasil yang bisa dipertahankan dalam mencapai zero losses, produktivitas dan utilisasi tinggi, biaya operasional dan pemeliharaan rendahTarget Pelatihan ini adalah bagaimana melakukan pemeliharaan peralatan dengan baik, benar dan terukur,  peningkatan dan perbaikan produktivitas, kualitas peralatan dan pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif, menjaga moral/perilaku SDM dalam melaksanakan tugasnya serta meningkatkan response team dalam pencapaian zero losses, mengurangi biaya operasional, dan optimalisasi penggunaan peralatan. Dalam perusahaan pertambangan mensupport penerapan Good Mining Practise. Benefit bagi perusahaan : Mendapatkan SDM dan team work yang handal, peningkatan produktivitas peralatan dan SDM, zero losses, mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan peralatan melalui budget yang terukur. Target Peserta Pelatihan Total Productive Maintenance (TPM) – Zero  Losses  –  Higher Profit ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini didedikasikan bagi divisi Plant/Peralatan/Maintenance (mekanik/teknisi sampai direktur), Warehouse/Inventory/Purchasing/ Procurement (supervisor hingga director),  Engineer, Project/Site Manager,  Service Manager/Supervisor, Part Manager, cost/finance  controller, HSE dan yang berkecimpung/meminati peningkatan produktivitas dan kualitas secara berkesinambungan dalam memaksimalkan profit dengan minimize biaya operasional. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Total Productive Maintenance (TPM) – Zero  Losses  –  Higher Profit adalah : Day 1 : Ikhtisar TPM Evolusi Sistem Pemeliharaan Peralatan dan Harapan  Pelanggan/stakeholder Tipe-tipe Sistem Pemeliharaan Peralatan Pillar TPM Key Performance Indicator (KPI) di TPM Day 2 : Organisasi dan budaya kerja Kerja/5S/5R 5 WHY Langkah Implementasi TPM Audit TPM Continues Improvement/Kaizen Pillar Best Practises Facilitator Parmin Sitompul, STP. ,MM. Menggeluti Peralatan lebih dari 19 tahun. Memulai Karir sebagai Sales Engineer di Astra Group hingga level Manager Penjualan dan Pemasaran diberbagai Perusahaan terkemuka di Automotive dan Alat Berat. Selanjutnya berkarir di Perusahaan Pertambangan sebagai GM Peralatan, yang beberapa perannya dalam membangun sistem dan budaya kerja,  meningkatkan produktivitas, utilisasi, kualitas Peralatan, pekerjaan dan SDM, Memantapkan peran HSE,  meminimize biaya peralatan, Merancang Budget dan CAPEX, memelihara lebih dari 700 unit truk dan berbagai tipe peralatan serta membawahi lebih dari 600 orang mulai dari helper sampai manager. Sekarang sebagai Founder dan Direktur pada Perusahaan Importir & Supplier Capital Goods dan Engineering Solution. Pengalaman di Peralatan  sebagai Penjual dan User/Pelanggan memberikan nilai lebih bagaimana melakukan pemeliharaan dengan baik, benar dan terukur, mendapatlkan dan   meningkatkan laba dari peralatan sehingga memberikan kepuasan  Pelanggan dan stakeholder. Pendidikan S1 Teknik Pertanian dan S2 Management, Dosen tidak tetap disalah satu Institute terkemuka dalam mata kuliah Team building & QCC, Engine System & Fundamental of Machine dan Machine Operation and Application Advanced sehingga dapat memadukan  konsep, strategy, taktik serta pengalaman dalam penerapannya dilapangan.

Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Materi pembelajaran dalam training Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin. Deskripsi Total Preventive Maintenance  (TPM) adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice & menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia. (TPM) Dalam training TPM akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang & System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya). (TPM) Target Peserta Pelatihan Teknik Overhauling Mesin by TPM ini ditujukan untuk para: Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dll.(TPM) Metode Pelatihan Training Teknik Overhauling Mesin by TPM dilaksanakan dengan metode: 1.      Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing (TPM) Diskusi Grup (TPM) Latihan di kelas & Case Study (TPM) 2.      On Job Training / Project Development Dialog Interaktif / Sharing (TPM) Melakukan pekerjaan 2S (bagian dari 5S) di suatu area kerja (line / mesin produksi)(TPM) Mengantisipasi adanya kecelakaan kerja (Zero Accident) melalui KYT & Safety Problem Finding. (TPM) Observasi dan Identifikasi masalah di area kerja dengan menggunakan metode 3 Gen & 2 Gen.(TPM) Overhauling suatu mesin produksi. (TPM) Mengeliminasi 4 Major Loss (Mechanical Failure, Minor Stoppage, Setup dan Defect). Pembimbingan Pengerjaan Suatu Project (Overhauling) Mengerjakan Suatu Judul Project (TPM) Menyusun Suatu Laporan Presentasi (TPM) Presentasi & Ujian Kelulusan di depan Manajemen tentang hasil project TPM. (TPM) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Teknik Overhauling Mesin by TPM adalah : Sejarah Perkembangan Dunia Industri Konsep dasar & alasan mengapa perlu TPM Perhitungan efisiensi mesin & loss calculation Sporadic and Chronic Loss, apa & mengapa sampai terjadi Bagaimana menjamin area kerja kita menjadi Zero Accident melalui pembuatan prosedur Start-up & Shut-down mesin, pembuatan Safety Map, Identifikasi & penanganan Safety Problem finding, pembuatan KYT (Hazard Prediction Training) & eliminasi Unnecessary Item Finding . Overhauling suatu mesin dengan konsep “Cleaning is Inspection” and Small Defect elimination untuk menurunkan 4 Major Losses (Mechanical Failure, Minor Stoppage, Setup dan Defect). Konsep “Ideal State” suatu mesin Pendekatan untuk mencapai Zero Mechanical Failure & Zero Minor Stoppage. Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Indro Agung Handoko, ST. telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance & Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan & saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari & mengetrapkan Konsep TPM & Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan & kekurangan dari implementasi TPM & Kaizen ini telah dikenali & diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang & disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic & Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 & 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam & sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan & berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training & Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer & Productivity Consultant.

Technical Report Writing

Deskripsi The major focus of this technical writing course is the technical report. The early, short assignment involving instructions or descriptions and the like give you practice using headings, lists, notices, and graphics; in handling numbers and abbreviations; and of course in producing good, clear, well-organized writing Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Technical Report Writing ini diharapkan: Review sample technical writings, correct errors and establish critical standards for technical writing Use various techniques for communicating technical information to non-technical readers Edit preliminary drafts of technical documents for clarity, economy, and emphasis Use appropriate graphic devices to enhance report readability and facilitate easy access and retrieval of information Evaluate and test readability Evaluate organization, paragraph structure, and critical format elements of technical reports to enhance easy use and retrieval of information Target Peserta Pelatihan Technical Report Writing ini ditujukan untuk para: Supervisor, Panel, Planners, Administrators or other professionals who write or edit technical reports. It will help you develop planning, engineering, research, environmental, and other technical reports Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Technical Report Writing adalah :     Understand the type of technical report you are writing     Reporting Research Findings     Simple Technical Information Report     Technical Specifications     Technical Evaluation Reports     Technical Recommendation Reports     Technical Manual and Instructions     Write down your specific aim     Keep Technical term to a minimum     Use example and illustrations     Use diagrams, flowcharts and graphs     Use good layout to draw attention to key technical information Test your document with intended readers. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah seorang praktisi dan trainer di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Management dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan alumi ITB, ia mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan pemasok genset system yang sempat menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam deployment jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya itu, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang management operasi, financial dan sumber daya manusia. Saat ini ia juga aktif sebagai professional trainer di beberapa lembaga trainer dan telah berpengalaman memberikan berbagai topic training untuk perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Total, Holcim, Star Energy, Indoenesian Power dan Viar.

Studi Kelayakan Proyek Oil & Gas

Investasi dalam proyek industry Oil dan Gas adalah salah satu kegiatan usaha pengeboran gas alam yang sangat ber- resiko dan membutuhkan investasi yang besar.  Berdasarkan statistik  ,  dari ber-ratus-ratus sumur yang digali, hanya menghasilkan  satu dari sepuluh sumur yang diharapkan akan berhasil  yang nantinya   dari satu sumur yang hasilnya baik akan menghasilkan laba yang besar .

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods salah satu tujuannya adalah bisa membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian, bisa melakukan update berkala vendor/supplier list. Deskripsi Untuk memilih vendor/supplier yang dapat diandalkan dengan produk terbaik & jasa, spesifikasi yang tepat, kualitas yang tepat, ketepatan waktu pengiriman, layanan terbaik, dan juga harga yang terbaik, maka perusahaan harus melakukan proses seleksi dan evaluasi vendor/supplier secara komprehensif diukur dengan metode yang tepat. Kelalaian dalam proses sourcing akan mengakibatkan; vendor/supplier yang tidak berkualitas & tidak profesional, produk & jasa yang bermasalah, sehingga berpotensi mengganggu proses operasional perusahaan, proses produksi, atau proyek yang sedang berlangsung. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian. Melakukan update berkala vendor/supplier list. Mengidentifikasi kandidat vendor/supplier yang qualified & capable. Mengimplementasikan metode evaluasi & inspeksi calon vendor/supplier dalam keseharian tugas. Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses seleksi vendor/supplier. Target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Strategic Land Transportation Management

Strategic Land Transportation Management – Transportasi barang dengan truk memegang peranan penting dalam manajemen rantai pasok, karena kegiatan pengiriman ke titik-titik distribusi yang telah ditetapkan memerlukan perencanaan, koordinasi, dan akurasi yang tinggi. Kesalahan manajemen transportasi barang dengan truk bisa mempengaruhi kinerja operasional perusahaan. Pengiriman yang tidak tepat waktu, salah kirim, kerusakan, kehilangan, serta pelayanan transporter yang kurang baik berpotensi menjadi faktor penyebab hilangnya peluang bisnis dan reputasi perusahaan. Kondisi tersebut di atas membuat setiap orang atau team yang menangani manajemen transportasi haruslah yang memiliki kompetensi yang memadai, terlatih, dan memiliki integritas yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawabnya.  Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep manajemen transportasi darat Mehamami regulasi terkait transportasi darat Memahami standar prosedur baku operasional unit transportasi Memahami proses adminstrasi dan dokumentasi berbasis teknologi Memahami metode pengelolaan unit transportasi Memahami proses analisa dan pengambilan keputusan strategik target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Purchasing

Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Purchasing adalah Pelatihan yang nantinya akan di bahas bagaimana cara melakukan perencanaan dan strategi negosiasi, memahami bagaimana  standar etika bernegosias, memahami apa  metode melakukan analisis penawaran berdasarkan hasil pencarian sumber syarat dan ketentuan yang diperoleh dan bagaimana cara mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan dan melakukan negosiasi dengan pemasok tanpa negosiasi bias dan strategi mereka. Deskripsi Kemampuan bernegosiasi merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh staf Pembelian dan pengaturan pembelian, karena keterbatasan keahlian saat melakukan negosiasi dengan Pemasok / Kontraktor / Penjual yang membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang. Oleh karena itu sangat penting membekali para profesional dengan metode dan strategi negosiasi, maka perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang dibutuhkan dari pemasok terpilih dengan syarat penawaran terbaik dengan; harga terbaik, kualitas terbaik, serta syarat dan ketentuan terbaik. Tujuan Pelatihan Setelah Mengikuti Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Membeli ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Melakukan perencanaan dan strategi negosiasi Memahami standar etika bernegosiasi Memahami metode melakukan analisis penawaran berdasarkan hasil pencarian sumber syarat dan ketentuan yang diperoleh Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan Melakukan negosiasi dengan pemasok tanpa negosiasi bias dan strategi mereka. Target Peserta Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Rantai Suplai / Logistik, Pengadaan / Pembelian, PPIC, Produksi, Komite Pembelian GA, Administrasi Kontrak, Perusahaan Hukum Manajer Proyek, Auditor Internal Supervisor / Manajer yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian dilaksanakan dengan metode: Presentasi kelas, diskusi, analisis studi, dan presentasi video, dengan konsep: v 20% teori berdasarkan literatur negosiasi v 40% analisa praktik terbaik dan pembandingan antar industri v 40% studi kasus nyata dan diskusi curah pendapat antara pelatih dengan peserta Outline Materi Materi Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian yang akan dibahas adalah: Hari 1 : 1. Ulasan Keterampilan Negosiasi 2. Batasan dan Batasan 3. Strategi Negosiasi 4. Perangkat Alat Negosiasi 5. Berbagi Diskusi dan Studi Kasus Hari 2 : 6. Analisis Sumber 7. Ketentuan Negosiasi 8. Amandemen, Pembatalan, dan Perselisihan 9. Menangani Pemasok yang Sulit 10. Simulasi Permainan Peran dan Ulasan Penutup Testimoni “Sangat baik & bermanfaat” “Baik” “Sangat baik” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Store, Warehouse & Distribution Management

Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen distribusi, khususnya dalam kaitan dengan warehouse dan store.  Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari gudang & distribusi serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi.

Statistical Analysis of Laboratory Data

Statistical Analysis of Laboratory Data Training salah satu tujuannya adalah agar peserta dapat mengerti konsep – konsep statistik untuk data analisis & pelaporannya. Deskripsi Ilmu Statistik sangat penting untuk melakukan interpretasi data analisis di Laboratorium. Pemakaian metode statistik yang tidak benar akan berakibat pada pengambilan kesimpulan yang tidak tepat. Hal ini sangat berbahaya bila kesimpulan itu harus diterapkan dalam pemecahan masalah di proses produksi atau pusat pelayanan Pemerintah & Swasta. (Statistical Analysis) Ilmu Statistik sangat berhubungan erat dengan ilmu Matematika khususnya Aljabar. Ilmu ini sebenarnya tidak sulit namun perlu kemauan yang kuat untuk mau mempelajarinya. Bila kita sudah banyak mengetahui tentang pelaksanaan analisis di Laboratorium, semestinya tidak ada kesulitan dalam mengaplikasikan ilmu Statistik dalam kesehariannya.(Statistical Analysis) Selesai training ini diharapkan peserta mengerti konsep – konsep statistik untuk data analisis & pelaporannya. Peserta dapat melakukan interpretasi & presentasi dalam literatur teknis berhubungan dengan data – data analisis. Dengan demikian maka kesimpulan yang diambil bisa lebih mencerminkan kejadian yang ada dalam proses produksi atau kejadian yang sebenarnya di lapangan. (Statistical Analysis) Metode Pelatihan Training Statistical Analysis of Laboratory Data dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Outline Materi Pelatihan Statistical Analysis of Laboratory Data akan memfokuskan pada 6 materi yang penting yaitu : Terminologi Statistik Dasar termasuk statistik dasar : peserta akan memiliki pengetahuan tentang ilmu statistik dasar untuk komunikasi yang efektif & mengerti data analisis Quality Assurance : peserta akan memahami bagaimana melakukan quality control & quality assessment dengan benar terhadap data analisis Data Quality : peserta akan mampu melakukan pengukuran ketidakpastian (uncertainty), menghitung level deteksi & mengecek kebenaran analisis Method Development & Evaluation : peserta akan bisa melakukan validasi metode & collaborative testing Expression of Result : peserta akan memahami bagaimana cara melaporkan hasil analisis dengan benar Statistik untuk Correlation Test : peserta akan mengerti pembuatan  perhitungan statistik untuk uji korelasi sampel antar Laboratorium     Materi training lain yang akan di bahas topik Statistical Analysis of Laboratory Data adalah : Pendahuluan : Scope & Application of Methods, Statistik & Glossary (Statistical Analysis) Quality Assurance : Quality Control & Quality Assessment (Statistical Analysis) Data Quality : Pengukuran Ketidakpastian (Uncertainty), Limit Deteksi, Data Quality Objectives, pengecekan kebenaran analisis (Statistical Analysis) Method Development & Evaluation : Metode Validasi, Collaborative Testing . (Statistical Analysis) Expression of Results : Satuan (Units), Significant Figures  Uji Korelasi Sampel Antar Laboratorium : t – Test, Z – Test, special case for gas analysis. (Statistical Analysis) Testimoni “Materi sesuai harapan & sangat bermanfaat untuk pekerjaan saya” “Trainernya baik & berpengalaman” “Sangat bagus dalam penyampaian materi mudah dipahami karena disertai dengan contoh” Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012

Deskripsi Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, ditutut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Salah satu persyaratan RSPO dan ISPO adalah harus ada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah upaya untuk menerapkan praktek manajerial yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)-berdasarkan OHSS 18001 dan PP 50 2012 . Upaya awal untuk dapat menerapkan standar tersbut dengan benar dan baik adalah dengan memahami persyaratan persyaratan melalui pelatihan pemahaman. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya SMK3  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Memahami persyaratan persyaratan SMK3 OHSAS 18001& PP 50 2012 Memahami metoda identifikasi dan Penilaian resiko Sasaran Pelatihan Dari  Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah : Peserta  memahami SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Peserta memahami metoda identifikasi dan penilaian resiko bahaya k3 Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 adalah : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar Manajemen K3 –     Kebutuhan  K3-     Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) –     Lingkup  K3 –     Tujuan K3 –     Penyebab Kecelakaan Dan sakit/Penyakit –     Pengertian Bahaya dan Risiko –     Pengendalian bahaya dan Risiko –     Manfaat  K3 bagi perusahaan –     Pentingnya Peduli Dan Paham K3 2 Penerapan  Persyaratan persyaratan SMK3    OHSAS 18001& PP 50 2012 –     Sejarah OHSAS-     Lingkup OHSAS –     Pengertian SMK3 OHSAS 18001 –     Pengertian Penerapan    per elemen/persyaratan SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 –     Contoh penerapan 3 Identifikasi, Penilaian  resiko dan Pengendalian Risiko  (Hazard Identification, Risk Asessment and Determination  Control-HIRADC) –     Lingkup dan Obyek Identifikasi K3-     Metoda Identifikasi bahaya K3 –     Metoda penilaian resiko Bahaya K3 –     Metoda Pengendalian Resiko –     Workshop/Simulasi/studi kasus 4 Sistem Dokumentasi Sistem Manajemen  K3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 5 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 Pengelolaan bahaya Fisik Pengelolaan bahaya Kimia Pengelolaa Bahaya Biologi Pengelolaan Bahay Ergonomi Peraturan terkait pelayanan Kesehatan Pengelolaan bahan B3 dan Limbah B3, dan pencegahan cemaran thdp lingkungan serta terkait tata cara prosedur perizinan limbah B3 Pengelolaan limbah 6 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 7 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap OHSAS 18001 dan PP 50 2012 memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 8 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan OHSAS 18001 & PP 50 2012  yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Metode Pelatihan Training SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Agenda SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut : Waktu Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar Manajemen K3 09.00 – 10.00 Dasar Dasar Manajemen K3 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Pengertian OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Kebijakan & Perencanaan 11.00 – 12.00 Pengertian OHSAS 18001 Dan PP 50 2012 Elemen Perencanaan 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Identifikasi  Bahaya, Penilaian  Resiko dan Pengendalian Resiko (HIRADC) 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus HIRADC 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Pengertian OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 09.00 – 10.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi Sistem Manajemen  K3 OHSAS 18001& PP 50 2012 11.00 – 12.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Pemeriksaan    Dan Tinjauan Manajemen 14.00 – 15.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Pemeriksaan    Dan Tinjauan Manajemen 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001  & PP 50 2012 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan diantaranya : PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya  Nusantara (Pam Oil and CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Palm Oil and CPO), PT

Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging

Deskripsi Sistem pengendalian kualitas di percetakan  sangat di perlukan bagi  kalangan  percetakan, baik dari level  Tim Leader, Supervisor, Manager, atau pemilik percetakan.  Hal ini berkaitan  dengan situasi  dunia  bisnis  saat ini  yang  penuh  dengan  kompetisi.   Dimana   persaingan  percetakan  semakin keras,  sehingga   sasaran percetakan   adalah  menjaga  agar   pelanggan tetap bertahan  (retensi)  dan  diharapkan  dapat  melakukan  akuisisi   pelanggan  baru.   Sehingga  memenangkan kepuasan hati pelanggan  melalui  produk cetak yang berkualitas  merupakan kunci  untuk memenangkan persaingan. Tujuan umum  dari  workshop ini adalah memberikan pegangan  bagi manajemen  atau pemilik  percetakan  dalam menyusun  strategi  dan implementasi  system kualitas   di  masing-masing percetakan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pandangan kualitas  secara umum Konsep kualitas  yang ideal di percetakan Persyaratan  yang di butuhkan Langkah-langkah menyusun system kendali kualitas di percetakan Memahami  lingkar kendali kualitas (quality circle) Memahami proses  sampling  untuk quality control Proses komunikasi  keluhan  dengan pelanggan Metode Pelatihan Training Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan: ceramah, diskusi, role playing, presentasi  tim. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging adalah : Kualitas secara umum (definisi, scope, sasaran) Kualitas    di percetakan Penyusunan   Quality Matrix Penyusunan  Critical to Quality Kontrol proses  (incoming qc,  in process, outgoing qc) Quality circle Complaint Handling QC sampling Facilitator SB Rahardjo Telah memiliki banyak pengalaman sebagai Mentor  di  bidang  percetakan,  berpengalaman  hampir  20 tahun di industry percetakan  dan  paper packaging,   pernah menempati posisi senior  di  manajemen  percetakan.  Saat  ini menjadi  pengajar  dari  beberapa  workshop  yang berkaitan  dengan pengendalian kualitas,  manajemen percetakan,  dan  manajemen  operasi. SB Rahardjo  berlatar  belakang pendidikan  Teknik Industri    dan    kandidat   Magister  Manajemen  dari Universitas  di  Jakarta,  dan pernah  mengikuti  program pengembangan  manajer  di Prasetya Mulya Business School.