Operation Training

Logistics Management Training

Logistics Management Training salah satu tujuannya adalah agar kita bisa memahami secara mendasar dan sistematis mengenai manajemen logistik dan perkembangannya, bagaimana meningkatkan kemampuan dan membekali peserta dengan pengelolaan operasional dan pengukuran kinerja logistik secara umum, dan hal lainnya terkait Logistics Management. Deskripsi Perkembangan teknologi informasi telah banyak menyumbang tumbuhnya sistem supply chain management. Saat ini semua fungsi manajemen logistik telah dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet dan intranet. Penggunaan teknologi informasi dalam supply chain telah menjadi tren baik di industri manufaktur maupun industri jasa. Logistics Management Training diberikan dengan case method disertai dengan peragaan penggunaan web untuk aktivitas supply chain management. Pemandu training telah berpengalaman melakukan disain sistem web-based supply chain management di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Logistics Management Training ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memberikan pemahaman secara mendasar dan sistematis mengenai manajemen logistik dan perkembangannya. Meningkatkan kemampuan dan membekali peserta dengan pengelolaan operasional dan pengukuran kinerja logistik secara umum. Memberikan kesempatan kepada peserta Logistics Management Training untuk sharing experience mengenai kasus-kasus yang berkaitan dengan manajemen logistik. Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terkait dengan Logistik dan bagaimana hal tersebut diselesaikan  menggunakan Logistics software. Sasaran Pelatihan Melalui Logistics Management Training ini diharapkan: Seluruh peserta Logistics Management Training akan mendapatkan Logistics Mgmt Toolkit Lengkap yang dikemas dalam 1 (satu) CD berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dll Pelatihan Logistics Management Training akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta  dalam latihan dan studi kasus Logistics Management Training menggunakan pendekatan Hands-on Approach Seluruh peserta Logistics Management Training akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Logistics Management ( Target Peserta Logistics Management Training ini ditujukan untuk para: Pelatihan Logistics Management Training ini penting diikuti oleh Procurement Manager/Officer, Purchasing Manager/Officer, Kabag Logistik/Staf dan Key Staff atau Pejabat Perusahaan yang sering terlibat dalam proses pengadaan barang/jasa ataupun dalam pengawasannya, serta peminat lainnya. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Logistics Management Training adalah : Day 1: The Changing Business Landscape And The Supply Chain Concept The Empowered Consumer Power Shift in the Supply Chain Deregulation Globalization Technology  Logistic Management System & Logistical Synchronization  Logistic activities Transportation Storage Packaging Materials handling Order fulfillment Forecasting Production planning Purchasing Customer service Site location Other activities Latihan dan studi kasus ( Part I) Day 2: Logistic Operations & Integration Importance of Logistics to Business Logistics Value Proposition The Work of Logistics Logistics Operations Logistics Operating Structures Logistical synchronization Inventory Management & Strategy  Controlling Logistic Inventory Strategy Functions of Inventory Types of Inventory Inventory Management ABC Analysis Record Accuracy Cycle Counting Control of Service Inventories Inventory Models Independent vs. Dependent Demand Holding, Ordering, and Setup Costs A Control Paradigm Schematic of Control Process Auditing Performance Benchmarking Performance Cost-Service Statement The productivity report Performance Control Graph SCOR Model and Balanced Scorecard (BSC) Balanced Scorecard (BSC) Framework Scope of the SCOR Model Process “Thread” Diagram Performance Metrics Linking Processes and Metrics Latihan dan studi kasus (Part II) Day 3: Logistic performance measurement Logistical Measurement Perspective of Performance Measurement Objectives of Activity Based Measures Internal Performance Measurement Types of Productivity Measures Asset Measurement Quality Measurement Perfect Order External Performance Measurement Best Practices Benchmarking Operation, Financial & Social Performance Measurement Measurement System Objectives Operational Assessment Financial Assessment Social Issues in Logistics Performance Transportation management Transportation system The economic role transportation. The economic and service characteristics of the basic modes. The carrier selection process. The economic effect of rates, transit time, reliability, capability, accessibility, and security in the carrier selection decision The five legal classes of carriers. The economic and service characteristics of intermodal transportation The dominance of rail-truck  (piggyback) intermodal service. The economic rationale of using containerization. The economic and service characteristics of indirect and special carriers. Transportation Infrastructure Transportation Functions, Principles, Participants Transportation Regulation Transportation Industry Structure Transportation Services Transportation Operation Transportation Economics & Pricing Transportation Administration Transportation Documentation Transportation Model Network Flow Models Characteristics of Network Models Various Transportation Model Unbalanced Transportation Model Transportation Models With Max-Min and Min-Max Objectives The Transshipment Model Assignment Model The Maximal-Flow Model Road Network Modified Road Network The Shortest Path Model Minimal Spanning Tree  Latihan dan studi kasus (Part III) Facilitator Surachman, ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Certified Business Analysis Based on BABOK Ver 2 – IIBA USA

Deskripsi Pada tahap awal proyek, Business Analyst (BA) merupakan key person yang  mendefinisikan persyaratan, serta perencanaan, mendefinisikan dan memvalidasi lingkup proyek. Oleh karena itu sangatlah penting bagi para Business Analyst  memiliki pemahaman tentang pengetahuan BA yang sangat luas sehingga BA dapat membantu tim proyek ketika akan mengembangkan solusi bisnis. Dalam pelatihan ini para peserta akan memperoleh pemahaman tentang manfaat, fungsi dan dampak dari peran penting BA. Pelatihan  memfokuskan  khususnya pada fungsi analisis bisnis yang berkaitan dengan mengembangkan solusi IT, mengingat bahwa pemahaman semacam itu sangat penting bagi keberhasilan proyek. Pelatihan ini juga akan membahas proses analisa bisnis seperti yang diterapkan di seluruh proyek, termasuk kegiatan pra-proyek yang terdiri dari analisis perusahaan. Para peserta akan mempelajari bagaimana seorang analis bisnis mendukung proyek sepanjang siklus hidup pengembangan solusi, dari membangun visi solusi dan ruang lingkup dalam tahap analisis untuk memvalidasi bahwa persyaratan telah dipenuhi dalam tahap pengujian. Pelatihan ini selaras dengan standar Business Analysis yaitu *BABOK version 2.0 – IIBA, USA Standar BABOK ini  menggambarkan  area pengetahuan dari Business Analysis, aktifitas yang terkait dan tugas dan skill yang diperlukan agar efektif efektif dalam pelaksanaannya. The BABOK ® Guide merupakan referensi pengetahuan Business Analysis professional dan menjadi pedoman untuk program sertifikasi CBAP® (the Certified Business Analysis Professional™)  the Certified Business Analysis Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Certified Business Analysis Based on BABOK Ver 2 – IIBA USA ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memperoleh  pengetahuan yang menyeluruh mengenai BABOK ver. 2.0 yang merupakan kumpulan pengetahuan dalam profesi Business Analysis dan menggambarkan generally accepted practices terkini. Mampu mengidentifikasi peran dan tanggung jawab BA Mampu mendefinikan requirement Mampu menjelaskan pentingnya pengelolaan risiko Mampu mendefinisikan Solution vision dan scope Mampu merencanakan Requirement Elicitation Mampu mengenali pentingnya menganalisis dan mendokumentasikan Requirement Mampu menjelaskan peran pemodelan untuk mendokumentasikan dan mengkomunikasikan Requirement Mampu melakukan  Requirement Validation dan Traceability Sasaran Pelatihan Melalui pelatihan Certified Business Analysis Based on BABOK Ver 2 – IIBA USA ini diharapkan: Seluruh peserta akan mendapatkan Business Analysis Toolkit Lengkap dalam format softcopy yang berisi bahan pelatihan, referensi, process dan template, software, Case Study dan Exercises, dll Pelatihan akan difasilitasi oleh trainer yang berpengalaman dan akan membimbing peserta  dalam latihan dan studi kasus menggunakan pendekatan Hands-on Approach Seluruh peserta akan mendapatkan bimbingan dari trainer dan mendapatkan kesempatan menggunakan software khusus untuk menyelesaikan masalah-masalah di area Business Analysis Target Peserta Pelatihan Certified Business Analysis Based on BABOK Ver 2 – IIBA USA ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini ditujukan untuk Business Analyst, System Analyst, IT Planner, Management, Functional Manager, serta Project Manager yang sedang mengelola proyek berskala menengah-ke-skala besar dan cross-functional projects.  Manajer fungsional, manajer lini, dan arsitek yang bekerja sebagai group leaders pada proyek dan bertanggung jawab mengembangkan bagian dari proyek atau sub-proyek juga seharusnya perlu juga hadir. Secara khusus pelatihan ini dirancang untuk: Business Analyst, System Analyst, Project Managers, Architects & Groups Leaders, Functional & Line Managers, IT. Juga dapat dihadiri oleh Developers and Staff, Advanced Project Managers, Senior Managers, Business Analysts, PMO/Project Specialist, Technical, Non-Technical, Pharma/Biomed, IT End-User, dan lain-lain. Agenda Materi training yang akan di bahas topik Certified Business Analysis Based on BABOK Ver 2 – IIBA USA adalah : DAY 1: Introduction to Business Analysis What is the Business Analysis Body of Knowledge? What is Business Analysis? Key Concepts Knowledge Areas Tasks Techniques Underlying Competencies Other Sources of Business Analysis Information Business Analysis Planning & Monitoring Plan Business Analysis Approach Conduct Stakeholder Analysis Plan Business analysis Activities Plan Business Analysis Communication Plan Requirements Management Process Manage Business Analysis Performance Elicitation Prepare for Elicitation Conduct Elicitation Activity Document Elicitation Results Confirm Elicitation Results Discussion and Exercises Case Study DAY 2: Requirements Management & Communication Manage Solution Scope & Requirements Manage Requirements Traceability Maintain Requirements for Re?use Prepare Requirements Package Communicate Requirements Enterprise Analysis Define Business Need Assess Capability Gaps Determine Solution Approach Define Solution Scope Define Business Case Requirements Analysis Prioritize Requirements Organize Requirements Specify and Model Requirements Define Assumptions and Constraints Verify Requirements Validate Requirements Discussion and Exercises Case Study DAY 3: Solution Assessment & Validation Assess Proposed Solution Allocate Requirements Assess Organizational Readiness Define Transition Requirements Validate Solution Evaluate Solution Performance Underlying Competencies Analytical Thinking and Problem Solving Behavioral Characteristics Business Knowledge Communication Skills Interaction Skills Software Applications Business Analysis Techniques Acceptance and Evaluation Criteria Definition Benchmarking Brainstorming Business Rules Analysis Data Dictionary and Glossary Data Flow Diagrams Data Modeling Decision Analysis Estimation Focus Groups Functional Decomposition Interface Analysis Interviews Lessons Learned Process Metrics and Key Performance Indicators Non?Functional Requirements Analysis Observation Organization Modeling Problem Tracking Process Modeling Prototyping Requirements Workshop Risk Analysis Root Cause Analysis Scenarios and Use Cases Scope Modeling Sequence Diagrams State Diagrams Structured Walkthrough Survey/Questionnaire SWOT Analysis User Stories Vendor Assessment Discussion and Exercises Case Study Fasilitator Team Trainer Value Consult .

Primavera P6 Professional Fundamental

This     training     leads     participants to use Primavera P6 Professional (Primavera’s Windows-based) through the entire project life cycle, from planning to execution. Topics include adding activities, assigning  res sources, and creating a baseline. Participants also gain a thorough background in the concepts of planning and scheduling. It is appropriate for those using P6 Professional either as a stand-alone application or as part of P6 EPPM. Deskripsi Primavera Systems is a brand name under which a range of software packages that collectively form a comprehensive enterprise project portfolio management (EPPM) solution are marketed. Primavera was launched in 1983 by Primavera Systems Inc. and was acquired by Oracle Corporation in 2008. Primavera P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) Oracle launched  two products callled Primavera P6 i.e. P6 EPPM (Enterprise Portfolio Project Management) and P6 Professional.  The focus of Primavera EPPM software is to allow organizations to effectively manage their programs and projects – regardless of complexity. The software provides end-to-end, real-time visibility of all corporate information to inform portfolio management decisions, determine the correct resources, and ensure that individual project teams have the appropriate skills to complete any given project. Primavera P6 Professional Primavera P6 Professional is a Windows client project scheduling application that is installed on a user’s workstation. Much like any other Windows application, it is run from an executable file that resides on the workstation machine. P6 Professional can be used as a standalone application accessing a locally installed database such as Oracle XE or Microsoft SQL Server Express. It can also access a central database and be used as a multi-user system when data needs to be shared with others. P6 Professional is typically used in such industries as, Engineering, Construction, Aerospace, Defense, Utilities, Oil and Gas. P6 Professional is the preferred tool for power users such as schedulers and project managers in industries where detailed, fast, accurate scheduling and critical path method are vital elements for project planning, execution and success. All workshops and instruction stress the three basic elements of project management: schedule, re- sources, and costs. At the end of each day, students apply the con- cepts and functionality they learned in a case study. The course is divided into three sections: Creating a Project; Scheduling the Project; Project Execution and Control. During the 3-day training our trainer will guide participants how to use Primavera P6 Professional using Hands on Approach and in user friendly  environment. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Primavera P6 Professional Fundamental ini diharapkan: Understand data structures Create a project Create a Work Breakdown Struc- ture Add activities View calendars Create relationships Schedule the project Assign constraints Format schedule data Define roles and resources Assign roles Assign resources Analyze resources Optimize the project plan Execute the project Create reports Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Primavera P6 Professional Fundamental ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: All participants will get softcopy of  PM TOOLKIT consisting of Learning Material, References, Process and Templates, Samples of Case Study for Projects/IT Projects. Experienced and Internationally Certificied Trainer will guide participants in Case Study Session using Hands-on Approach. Getting the skills of using Primavera P6 Professional Fundamental  under guidance of experienced and skillfull trainer. Target Peserta Pelatihan Primavera P6 Professional Fundamental ini ditujukan untuk para: Functional Implementer Business Analysts End Users Project Manager Project Team But it could be attended by those  with  engineering graduates background or  other disciplines  having basic knowledge on implementation of construction project in small/middle, or large scale. Note: All participant should bring their notebooks/laptops. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Primavera P6 Professional Fundamental adalah : DAY 1 Understanding P6 Data : Describing Enterprise and Project-Specific data Logging In Opening an Existing Project Opening and Customizing Layouts Enterprise Project Structure : Describing Components of EPS Creating a Project : Create a project Navigating in the Projects Window Viewing Project Details Creating a Work Breakdown Structure : Defining a Work Breakdown Struc- ture Creating the WBS Hierarchy Adding Activities : Describing an Activity and its Compo- nents Describing Activity Types Adding Activities Adding a Notebook Topic Adding Steps to an Activity Assigning Activity Codes Creating Relationships : Viewing a Network Logic Diagram Relationship Types Creating Relationships Exercises & Practices Discussion DAY 2 Scheduling : Performing a Forward and Back- ward Pass Describing Float Assigning Constraints : Applying an Overall Deadline to a Project Apply a Constraint to an Activity Using Reflection Projects : Creating a Reflection Project Merging Changes Formatting Schedule Data : Grouping Activities Sorting Filtering Roles and Resources : Describing Roles and Resources Viewing Dictionaries Assigning Roles : Assigning Roles to an Activity Assign Rates on Roles Exercises & Practices Discussion DAY 3 Assigning Resources : Assigning Resources Adjusting Budgeted Units/Time Analyzing Resources : Displaying the Resource Usage Pro- file Optimizing the Project Plan : Analyzing Schedule Dates Shortening a Project Schedule Analyzing Resource Availability Baselining the Project Plan : Creating a Baseline Plan Display Baseline Bars on the Gantt Chart Project Execution and Control : Describing Methods for Updating the Schedule Using Progress Spotlight Statusing Activities Rescheduling the Project Reporting Performance : Describing Reporting Methods Running a Schedule Report Creating a report with the Report Wizard Exercises & Practices Discussion RECOMMENDATION TO PARTICIPANTS : All participants are recommended to bring notebook/laptop for software installation and  practice session Fasilitator Team Trainer Value Consul  

Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard

Training Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard salah satu tujuannya adalah membuat KPI Perilaku yang ujungnya akan menjadi Budaya Organisasi. (KPI) Deskripsi Ditengah persaingan ketat, diperlukan KPI untuk mencapai Target Organisasi. KPI juga membantu agar tidak terjadi “like and dislike” pada saat pemberian BONUS. Apakah organisasi anda ingin menerapkan KPI? Ingat, KPI juga berguna agar Perencanaan menjadi lebih jelas karena ada target yang jelas. Di workshop Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard, peserta akan diajarkan KPI, mulai yang level 1 sampai ke level 4 (Balanced Scorecard). Di pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard akan diajarkan bagaimana membuat KPI Perilaku yang ujungnya akan menjadi Budaya Organisasi. Gratis: software pembuatan KPI. Hanya ada di workshop iniCara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard ! (KPI) Target Peserta Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard ini ditujukan untuk para: Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik dan mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif dan cepat Metode Pelatihan Training Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard dilaksanakan dengan metode: 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecardselalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif dan studi kasus. Pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard  juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga dalam pelatihan Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard diberikan konsultasi gratis setelah workshop Cara Mudah Menyusun KPI Sampai Balanced Scorecard(via video call). Metoda kami sangat praktis dan tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Testimoni To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi,  manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania), Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja, BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya), Acer (Jakarta) , Infomedia, Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim, dll Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis, pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi, transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional, menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Training ISO 9001:2015 Business Without Procedures

Lokakarya ini menyingkap bagaimana International Standardization of Organisation (iso.org) telah menghilangkan kewajiban untuk membuat Prosedur di tempat kerja. Program ini juga memberikan pemahaman latar belakang perubahan standar baru yang akan diterbirkan pada akhir tahun ini.

Achievement Strategy For Logistic Management

Pengaruh bisnis global dimana pertemuan antara beberapa fungsi di dalam ruang lingkup logistik, seperti material management, channel management, distribution (physical distribution) dan supply chain management, mengakibatkan beban tanggung jawab yang harus diterima penanggung jawab bidang logistik, semakin bertambah sehingga mempengaruhi kinerja yang harus dicapai.

Strategic Procurement and Budgeting Cycle Management

Permasalahan yang selalu timbul di dalam perusahaan pada saat melakukan pembelian suatu produk (procurement atau purchasing) untuk pengembangan usaha atau memulai suatu proyek baru dimana anggaran (budget) yang tersedia sangat terbatas, namun apabila tidak melakukan pembelian terhadap produk yang dibutuhkan, maka peluang pasar akan hilang atau pelanggan tidak lagi menaruh harapan yang tinggi terhadap perusahaan, karena selama ini pelanggan telah merasa puas atas pelayanan yang diberikan.

Training Total Quality Management ( TQM )

Total-Quality-Management

Training Total Quality Management (TQM)  salah satu tujuannya memahami kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk diterjemahkan ke dalam produk-produk dan pendekatan bisnis baru, dan hal – hal lainnya terkait Total Quality Management (TQM). Deskripsi Manajemen Mutu Terpadu-MMT (Total Quality Management-TQM) dapat diartikan sebagai perpaduan semua fungsi dari organisasi ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitass, dan pengertian serta kepuasan pelanggan (Ishikawa dalam Pawitra, 1993: 135). (TQM) Menurut Juran dan Ishikawa, MMT adalah upaya organisasi menilai kembali cara-cara, kebiasaan, praktik, dan aktivitas yang ada dan kemudian secara inovatif memfungsikan seluruh sumber dayanya kedalam proses lintas fungsi yang mengabdi pada kepentingan klien, sehingga organisasi mampu mencapai visi  dan misinya. (TQM) Dr. Joseph M. Juran adalah salah seorang guru dalam manajemen kualitas memberikan definisi tentang manajemen kualitas sebagai suatu kumpulan aktivitas yang berkaitan dengan kualitas tertentu yang memiliki karakteristik: Kualitas menjadi bagian dari setiap agenda manajemen atas. (TQM) Sasaran kualitas dimasukkan dalam rencana bisnis. (TQM) Jangkauan sasaran diturunkan dari benchmarking: fokus adalah pada pelanggan dan pada kesesuaian kompetisi; disana adalah sasaran untuk peningkatan kualitas tahunan. (TQM) Sasaran disebarkan ke tingkat yang mengambil tindakan. (TQM) Pelatihan dilaksanakan pada semua tingkat. (TQM) Pengukuran ditetapkan seluruhnya. (TQM) Manajer atas secara teratur meninjau kembali kemajuan dibandingkan dengan sasaran. (TQM) Penghargaan diberikan untuk performansi terbaik. Sistem imbalan (reward system) diperbaiki. (TQM) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Total Quality Management (TQM) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta mampu merubah institusi yang mengoperasikannya menjadi sebuah tim yang ikhlas, tanpa konflik dan kompetisi internal, untuk meraih sebuah tujuan tunggal, yaitu memuaskan pelanggan.(TQM) Peserta memahami kebutuhan pelanggan yang selalu berkembang, serta menggunakan pengetahuan tersebut untuk diterjemahkan ke dalam produk-produk dan pendekatan bisnis baru.(TQM) Selama 2 hari Pelatihan ini akan mengupas secara tuntas TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) , Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan Target Peserta Pelatihan Total Quality Management (TQM) ini ditujukan untuk para: Supervisor and Manager Level in Operations & Production, Quality, Purchasing/Procurement, Supply Chain, Sales & Marketing, and Customer Services.(TQM) Outline Materi Materi Training Total Quality Management (TQM) yang akan dibahas adalah : DAY1 : Session 1 Pengertian Dasar dari Qualitas Definisi Manajemen Kualitas Faktor Pendukung Kepuasan Pelanggan  Session 2 Dimensi Mutu Produk Dimensi Emosional Jenis Pelanggan Session 3 ALAT ALAT TQM Benchmark Busines Balanced Socrecard Session 4 Six Sigma International Standard Organisation (TQM) DAY 2 : Session 5 PENUSUNAN KONTRAK BISNIS Pengukuran Performace Kualitas (TQM) 7 Sumber Pemborosan (TQM) Session 6 Konsep dan Applikasi Total Quality Marketing (TQM) Konsep & Applikasi Total Quality Human Resources Management(TQHRM) Konsep & Applikasi Total Quality Accounting (TQM) Session 7 CASE STUDY (TQM) SHARING & DISCUSSION (TQM) Facilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia.

Training Logistics Management

Deskripsi Pengelolaan logistik atau yang dikenal dengan sebutan siklus logistik yang terdiri dari perencanaan kebutuhan dan penganggaran; pengadaan; penggunaan; pemanfaatan; pengamanan dan pemeliharaan; penilaian; penghapusan; pemindahtanganan; penatausahaan; pembinaan, pengawasan dan pengendalian merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dilaksanakan secara berkesinambungan dengan tujuan agar dukungan logistik dapat berjalan efektif dan efisien. Agar pelaksanaan pengelolaan logistik dapat diselenggarakan secara profesional, transparan, dan akuntabel di lingkungan Perusahaan atau Industri di Indonesia maka diperlukan penerapan manajemen logistik oleh seluruh Manajemen pengemban tugas fungsi. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Logistics Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Agar mampu menyediakan logistik yang siap pakai (ready for use) ke unit-unit kerja maupun personel sehingga menjamin kelangsungan aktivitas maupun tugas setiap unit kerja maupun personel dalam suatu organisasi melalui penyelenggaraan pengelolaan gudang dan distribusi secara optimal. Agar mampu menjaga dan mempertahankan kondisi teknis, daya guna dan daya hasil logistik, baik secara preventif maupun represif secara optimal guna mendukung optimalisasi fungsional maupun umur barang. Agar mampu melakukan pengakhiran fungsi logistik dengan pertimbangan-pertimbangan dan argumentasi-argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas maupun tugas, serta mencegah tindakan pemborosan. Agar mampu mencegah dan mengambil tindakan antisipatif terhadap berbagai penyimpangan dalam setiap kegiatan pengelolaan maupun penggunaan logistik sehingga selain dapat menekan pengeluaran biaya, baik berkaitan dengan finansial, tenaga, waktu, material, maupun pikiran, juga mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas dan tugas dalam organisasi. Agar mampu menyediakan pedoman kerja bagi setiap unit kerja maupun personel sehingga setiap unit kerja maupun personel dapat menjalankan aktivitas maupun tugasnya secara optimal. Agar mampu membangun budaya penggunaan logistik secara bertanggung jawab oleh para pegawai di lingkungan organisasi sehingga dapat dicegah dan dihindarkan tindakan penyimpangan maupun pemborosan. Selama 2 hari Pelatihan ini akan mengupas secara tuntas LOGISTICS MANAGEMENT, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan Sasaran Pelatihan Training Logistics Management ini ditujukan untuk para: Supervisor and Manager Level in Logistics, Warehouse, Operations & Production, Purchasing/Procurement, Materials Management, Maintenance dept. Target Peserta Training Logistics Management ini ditujukan untuk para: Supervisor and Manager Level in Logistics, Warehouse, Operations & Production, Purchasing/Procurement, Materials Management, Maintenance dept. Outline Materi Materi Training Logistics Management yang akan dibahas adalah : DAY1 (ONE) : ( Session 1) 8.00 -10.00 a.m Apa itu Logistics Logistics Strategy TQM in Logistics COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m  ( Session 2 ) 10.30.00 – 12.00 a.m Authority Table Inventory Goal & Objectives LUNCH TIME 13.00 – 13.00 p.m PLANNING & CONTROLLING ( Session 3 ) 13.00 – 14.30 p.m Direct Charge Monitoring Min Max Stock Replenishment Stock Checking & Verification COFFEE BREAK 14.30 – 15.00 p.m PROCUREMENT (Session 4), 15.00-17.00 p.m Materials Received and Distribution P/O Process Authority Table of Bid Committee DAY 2 (Two) : WAREHOUSE,(Session 5) 8.00 – 10.00 a.m Domestics & Overseas Sea freight Delivery Process Domestics & Overseas air freight Delivery Process Local delivery Process Materials receiving Process COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m Claim Process Storage Input Materials Process Storage Issuing Materials Process Projects Materials Receiving Process LUNCH TIME 12.00 – 13.00 p.m CASE STUDY ( Session 7) 13.30 – 15.00 p.m COFFEE BREAK 15.00 – 15.30 p.m SHARING & DISCUSSION 15.30 – 16.30 Closing & Photo 16.30 – 17.00 p.m Facilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia, for Subjects / Topics of: LEADERSHIP SKILL & CREATIVE PROBLEM SOLVING OPERATIONS & PRODUCTION MANAGEMENT STRATEGY & PROCUREMENT MANAGEMENT BUSINESS CONTRACT DRAFTING & REVIEWING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUCCESSFUL BUSINESS WRITING TOTAL QUALITY MANAGEMENT EXPORT IMPORT PROCEDURES LEADERSHIP & ENTERPRENEURSHIP EFFECTIVE TRAINING & DEVELOPMENT EFFECTIVE RECRUITMENT & SELECTION EFFECTIVE PRESENTATION & COMMUNICATION SKILL STOCKPILE MANAGEMENT STRATEGIC MANAGEMENT TRAINING OF TRAINER PERFORMANCE MANAGEMENT COACHING & COUNSELING FOR MANAGER LOGISTICS MANAGEMENT BUSINESS, & TAX LAW KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)

Operations And Production Management

Salah satu tujuan Operations And Production Management adalah agar peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan, peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Deskripsi Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasa tentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting dari pada sekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat terus bertahan ( Going Concern ), Perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkan keuntungan tersebut, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepuasan konsumen ( harga, kualitas, pelayanan, dsb.). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas, agar output yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapat mendukung kelangsungan hidup perusahaan. Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik,perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saat mendirikannya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuah perusahaan memiliki divisi Operasi & Produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Operations And Production Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Diharapkan peserta mampu menjelaskan secara komprehensip konsep dan teori manajemen Operasi & Produksi guna pengambilan keputusan sehingga pada gilirannya peserta mampu mengevaluasi praktek manajemen operasional dan menerapkannya di perusahaan Peserta mampu dan memahami ruang lingkup managemen Operasi dan Produksi. Peserta dapat merancang system transformasi input, proses,.& output pada perusahaan. Menghitung dan menganalisa tingkat produktivitas di dalam perusahaan. Selama 2 hari Pelatihan ini akan emgupas secara tuntas Management Operasi & Produksi, Peserta di harapkan mampu memahami dan menerapkannya di dalam perusahaan Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Operations And Production Management adalah : DAY1 (ONE) : OPERATIONS & PRODUCTION ( Session 1) 9.00 -10.00 a.m Fungsi & Tujuan Management Operasi Ruang lingkup manajemen Operasi & Produksi Unsur Utama manajemen Operasi & Produksi Transforming Input to Outputs Sasaran Operasi & Produksi Peran Manajer Operasi & Produksi COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m OPERATIONS ( Session 2 ) 10.30.00 – 12.00 a.m Strategi Operasi Mengidentifikasi Misi dan Strategi Operasi Penerapan Strategi LUNCH TIME 13.00 – 13.00 p.m PRODUCTION ( Session 3 ) 13.00 – 14.30 p.m Produktivitas Pengukuran Produktivitas Variable Produktivitas, dasar2 dan tujuan pengambilan keputusan. COFFEE BREAK 14.30 – 15.00 p.m PERAMALAN ( FORECASTING) Session 4, 15.00-17.00 p.m Jenis jenis Peramalan 7 Steps dalam Peramalan Metode Peramalan Kualitatif dan kuantitatif DAY 2 (Two) : PRODUCTION CAPACITY,(Session 5) 9.00 – 10.00 a.m Perencanaan Kapasitas Jenis jenis Kapasitas Analisa BEP COFFEE BREAK 10.00 – 10.30 a.m Session 6 Agregat Planning Penentuan Lokasi & Fasilitas Produksi Decision tree ( Pohon Keputusan ) LUNCH TIME 12.00 – 13.00 p.m CASE STUDY ( Session 7) 13.30 – 15.00 p.m COFFEE BREAK 15.00 – 15.30 p.m SHARING & DISCUSSION 15.30 – 16.30 Closing & Photo 16.30 – 17.00 p.m Fasilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia, for Subjects / Topics of: LEADERSHIP SKILL & CREATIVE PROBLEM SOLVING OPERATIONS & PRODUCTION MANAGEMENT STRATEGY & PROCUREMENT MANAGEMENT BUSINESS CONTRACT DRAFTING & REVIEWING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUCCESSFUL BUSINESS WRITING TOTAL QUALITY MANAGEMENT EXPORT IMPORT PROCEDURES LEADERSHIP & ENTERPRENEURSHIP EFFECTIVE TRAINING & DEVELOPMENT EFFECTIVE RECRUITMENT & SELECTION EFFECTIVE PRESENTATION & COMMUNICATION SKILL STOCKPILE MANAGEMENT STRATEGIC MANAGEMENT TRAINING OF TRAINER PERFORMANCE MANAGEMENT COACHING & COUNSELING FOR MANAGER LOGISTICS MANAGEMENT BUSINESS, & TAX LAW KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3)

Training Risk Management

Salah satu tujuan Training Risk Management agar kita bisa  memahami bahaya/hazard dan sumber energy yang dapat menyebabkan bahaya, mengenai piramida hazard, piramida less effective – mostly effective, bagaimana teknik eliminasi, substitusi, rekayasa, administrasi, APD, dan hal lainnya terkait Risk Management. Deskripsi Sekarang perusahaan semakin menyadari pentingnya manajemen risiko. Sayangnya perusahaan-perusahaan yang berada pada industri seperti manufaktur, ritel, jasa non-keuangan dan lainnya banyak yang belum memahami bagaimana melakukan risk assessment dan risk management. Beberapa yang belum diketahui bagi industri dan pekerja adalah seperti : Apa standar manajemen risiko yang harus digunakan? Bagaimana struktur organisasi pelaksanaannya? Bagaimana tahapan penerapannya? Bagaimana sosialisasi dan pelatihannya? Apa teknik dan metode yang digunakan? Apa strategi untuk menangani risiko yang teridentifikasi? Bagaimana cara mitigasinya? Ada standar yang bisa digunakan seperti IRM/AIRMIC 2002, ISO/IEC 31010, COSO 2004 dan lainnya. Pelatihan ini akan memberikan panduan bagi Anda bagaimana mengimplementasikannya dan dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang akrab bagi pelaku/pekerja di lapangan secara praktis dan aplikatif. Sehingga bisa dipraktekan langsung di lapangan bagaimana mengelola resiko  dan melakukan risk assessment. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta pelatihan mampu memahami prinsip-prinsip manajemen risiko Peserta pelatihan mampu mengenali dan mengidentifikasi sumber bahaya (Hazard) di tempat kerja Peserta pelatihan mampu menganalisa/menilai risiko yang ada serta menentukan pengendaliannya. Target Peserta Training Risk Management ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini cocok bagi peserta yang mendalami resiko tinggi dalam pekerjaan, analisa resiko, dibidang keselamatan dan kesehatan kerja atau para pekerja yang berhubungan langsung dengan resiko dan bahaya di lingkungan kerjanya seperti bagian produksi, penjualan, workshop/perbengkelan,  operasional, manufaktur, inspeksi dan lainnya. Pelatihan ini juga sangat tepat baik untuk level Management, termasuk juga para Konsultan, Spesialis , Engineer yang mendalami Safety, Keselamatan, resiko, manajemen, Quality Improvement. Metode Pelatihan Training Risk Management dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini dilakukan dengan interaksi yang cukup agar setiap materi dapat langsung menjadi bahan diskusi. Lecture Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Studi Kasus Pelatihan lebih diutamakan pada praktek dan contoh , agar bisa diaplikasikan di lapangan Outline Materi Materi Training Risk Management yang akan dibahas adalah : 08:30 – 12:00 :  Pengenalan Mengenai Risk Assessment & Risk Management Apa itu Risk Management dan Mengapa Penting? Memahami Bahaya/Hazard dan sumber energy yang dapat menyebabkan bahaya. Piramida Hazard Piramida Less Effective – Mostly Effective Teknik Eliminasi, Substitusi, Rekayasa, Administrasi, APD Memahami Risk – Apa yang dimaksud dengan Risk atau Resiko? Kemungkinan Terjadi – Probability Occurrence Hasil Konsekuensi – Consequence Outcome Bagaimana menjalankan Risk Assessment Identifikasi Bahaya (Hazard) Identifikasi dan menilai Resiko (Risk) 13:00 – 15-30 –  Metode Risk Assessment & Risk Management Mengenal  Perangkat tools Risk Assessment : CL, QRM FMECA HAZOP FTL BTA Cara Menjalankan Risk Management : Membangun Context Memahami Bahaya Identifikasi Event yang tak diinginkan Analisa dan Evaluasi Resiko Kontrol Perlakuan/treatment pada Risk Monitor dan Reviw Review Pelatihan Testimoni “Materi Ok” “Menguasai materi dengan baik” “Good” “Ada rasa humor” Fasilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll.

Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir

Training Implementasi Manajemen Kearsipan Berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Terakhir mempelajari bagaimana memahami regulasi kearsipan terakhir yang sudah diberlakukan di Republik Indonesia beserta struktur perundang-undangannya, bagaimana memahami pengertian dan tujuan manajemen kearsipan, bagaimana memahami fungsi – fungsi manajemen kearsipan, memahami peran dan manfaat pengelolaan arsip dalam organisasi, dan hal lainnya terkait Implementasi Manajemen Kearsipan. Deskripsi Tingginya tingkat persaingan organisasi bisnis dewasa ini semakin menuntut adanya proses perbaikan pengelolaan arsip yang harus dilakukan oleh semua karyawan yang terlibat langsung pada kegiatan dokumentasi arsip. Ketika pemberkasan arsip sudah makin bertambah, jika tidak dikelola dengan baik, maka pertumbuhan arsip sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination)

Deskripsi Sering kita mendengar kerusakan yang terjadi pada suatu mesin tidak pernah selesai. Baru selesai di perbaiki, 1 atau 2 hari kemudian terjadi kerusakan kembali. Padahal pihak departemen yang bertanggung jawab (Engineering / Maintenance) telah berusaha maksimal agar kerusakan tidak terjadi lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi….??? Suatu mesin atau peralatan akan mengalami kerusakan jika keluar dari daerah / zone “Ideal State”. Dimana salah satu indikasi yang ditampakkan oleh mesin yang berada di luar “Ideal State” adalah munculnya apa yang dinamakan Small Defect. Small Defect inilah yang akan bersinergi dengan Small Defect yang lain untuk membentuk suatu energi yang dapat mengeluarkan status mesin berada di luar “Ideal State” nya Hukum Heinrich Law’s Mengatakan bahwa 1 kerusakan besar (mengakibatkan mesin break down) berasal dari 29 kerusakan-kerusakan kecil dan 29 kerusakan kecil tersebut muncul karena bersinerginya 300 Small Defect yang ada pada mesin tersebut. Di dalam training Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) akan dipaparkan jenis-jenis small defect yang ada, pengenalan small defect sampai dengan cara untuk menghilangkan small defect yang ada dan juga teknik-teknik untuk melakukan overhauling kecil suatu mesin sehingga hasilnya adalah tidak terulangnya kerusakan yang pernah terjadi. Target Peserta Pelatihan Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) ini ditujukan untuk para: Teknisi / Supervisor / Foreman Maintenance / Engineering Operator mesin / Line Leader / Kepala Regu / Supervisor Produksi Dan lain-lain Metode Pelatihan Training Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) dilaksanakan dengan metode: Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) adalah : Sejarah Perkembangan Dunia Industri Apa itu Small Defect Hubungan antara Cleaning is Inspection dan Small Defect Apa itu Ideal State Konsep Small Defect dengan Zero Break Down Jenis-jenis kerusakan mesin: Mechanical Failure dan Minor Stoppage Konsep pencapaian Mechanical Failure dan Minor Stoppage Restoration of Deterioration & Defect Potencial Source dan Problem List sebagai tools untuk menghilangkan Small Defect Apa itu 3-Gen dan 2-Gen Fungsi dan Peran 3-Gen dan 2-Gen dalam pencapaian Zero Break Down Event Observation Sheet dan Production Process Master Sheet sebagai tools dalam menjalankan 3-Gen dan 2-Gen Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan Durasi Pelatihan Zero Break Down through SMDE (Small Defect Elimination) Seminar / In Class Training >>> 1 hari (7 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Writing SOP For SOP Writers

Banyak SOP Writers yang tugasnya tidak hanya ”menulis” SOP, tetapi secara tidak langsung mereka juga harus mampu men ”desain” sistem dari proses yang ada dalam organisasi, dimana informasi yang diperlukan untuk mendesain sistem harus dicari sendiri.

Training Writing Beyond Procedures

Deskripsi 90% Procedures di tempat kerja hanya berisi panduan kerja yang sudah umum–pada akhirnya tidak digunakan dan menjadi arsip, apabila Procedures mengandung metrics (KPI’s Balanced Scorecard, SLA’s, Risk Management dll) maka ia akan menjadi dokumen yang dinamis karena akan digunakan setiap saat. –Ady Subagya 90% Pengguna Prosedur hanya memerlukan Ketentuan/Pedoman, hanya pemula yang memerlukan Prosedur/ langkah step-by-step—sehingga Pembuat Prosedur harus menguasai pembuatan Ketentuan/Pedoman.—Ady Subagya Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip. Hasil survey yang satu lagi adalah bahwa hanya 2 dari 20 orang yang benar-benar belajar dari SOP/ Procedure, yang lainnya mengatakan susah membacanya, lebih enak telepon pembuatnya atau bagian Sisdur atau menanyakan langsung kepada pihak yang lebih paham. Apabila Prosedur di tempat kerja tidak efektif, ada tetapi tidak digunakan—buat apa membuatnya? Lebih baik menggunakan Flowchart untuk membuat Prosedur yang wajib saja—praktis, pendek dan sederhana, toh tidak digunakan juga. Hampir semua pengembang dan pembuat Prosedur mempunyai pertanyaan serupa—“Bagaimana membuat Prosedur yang praktis dan mudah dibaca dan dpahami oleh Penggunanya. Sebenarnya jawabannya sederhana, buatlah Prosedur dengan format yang cocok untuk masing-masing Penggunanya, toh tidak ada aturan yang baku bahwa Prosedur harus berformat ini dan itu. Tetapi, apakah ada jaminan Prosedur yang enak dan mudah dibaca akan digunakan seterusnya? Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Writing Beyond Procedures peserta diharapkan mampu Jawaban dari pertanyaan terakhir sangat terkait dengan pelatihan Writing Beyond Procedure. Pelatihan Writing Beyond Procedures ini membekali peserta dengan ketrampilan-ketrampilan: Bagaimana membuat Prosedur berformat Gambar dan Video? Apakah ada ketentuan yang mengesahkan Prosedur berformat Gambar dan Video?; Bagaimana membuat Prosedur berbasis Proses; Mengetahui Proses mana yang unik sehingga memerlukan metode (Prosedur), dan proses mana yang generik sehingga pelatihan-pelatihan dapat menggantikan Prosedur; Bagaimana membuat Ketentuan/ Guideliness yang mengandung Panduan? Bagaiamana membuat Kebiakan/ Policy yang mengandung Panduan? Bagaimana ‘merubah’ Ketentuan dan Kebijakan menjadi Prosedur yang mengikat? Outline Materi Materi Training Writing Beyond Procedures yang akan dibahas adalah : Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000.Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. Manual, Process map, Guidelines dan ProcedureSetiap oganisasi membutuhkan Manual atau Pedoman yang berisi Kebijakan, Nilai, Peraturan Umum, Ketentuan Umum (Guidelines), Process map yang sangat penting digunakan sebagai acuan membuat Prosedur, bahkan seringkali Ketentuan yang dibuat jelas dapat menggantikan Prosedur.Pada sesi ini peserta berlatih membuat Kebijakan dan ketentuan yang menjadi acuan dalam membuat Prosedur. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan video Pada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Manual Pembuatan Prosedur Sesi ini adalah sesi dimana peserta menerima contoh Prosedur Pembuatan Prosedur dan berlatih merubahnya supaya sesuai dengan organisasi masing-masing, dan bahkan dapat dirubah menjadi Manual Pembuatan Prosedur. Persyaratan Training Writing Beyond Procedures Pelatihan Writing Beyond Procedures ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Pelatihan ini bukan untuk Pemula. Fasilitas Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy, CD berisi kumpulan contoh SOP, jenis SOP, panduan menulis SOP (SOP penulisan SOP) Facilitator Ady A Subagya Fasilitator adalah seorang konsultan dan trainer yang berpengalaman dalam membantu organisasi menulis ulang business process-nya, membuat standard operating procedure, instruksi kerja/metode kerja, menerapkan ISO 9000, 14000, SMK3, OHSAS 18001. Sebelum independen, ia bekerja pada kelompok Siemens dan Daimler Benz. Perusahaan yang telah didampingi antara lain: Energizer Indonesia, TEAC Indonesia, Berca Hardaya Perkasa, Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Artha Graha, Indosat, LAPAN, Yamaha Indonesia, Tobu Indonesia, Kiriu Indonesia, Subur, dan beberapa perusahaan lainnya

Training Waste Water Treatment (WWT)

Training Waste Water Treatment (wwt) – Activated Sludge Process Performance menjadi ujung tombak dari tingkat keberhasilan di dalam unit pengolahan air limbah industri. Hampir semua industri penghasil limbah cair mempergunakan proses biologi untuk melengkapi proses fisika dan kimia yang di lakukan di dalam proses sebelumnya.

Total Productive Maintenance (TPM) – Zero Losses – Higher Profit

Deskripsi Produktivitas dan team work menjadi kunci utama dalam memaksimalkan kinerja machine/peralatan, khususnya effisiensi, kualitas dan keselamatan kerja serta selalu memastikan hasil yang bisa dipertahankan dalam mencapai zero losses, produktivitas dan utilisasi tinggi, biaya operasional dan pemeliharaan rendahTarget Pelatihan ini adalah bagaimana melakukan pemeliharaan peralatan dengan baik, benar dan terukur,  peningkatan dan perbaikan produktivitas, kualitas peralatan dan pekerjaan menjadi lebih efisien dan efektif, menjaga moral/perilaku SDM dalam melaksanakan tugasnya serta meningkatkan response team dalam pencapaian zero losses, mengurangi biaya operasional, dan optimalisasi penggunaan peralatan. Dalam perusahaan pertambangan mensupport penerapan Good Mining Practise. Benefit bagi perusahaan : Mendapatkan SDM dan team work yang handal, peningkatan produktivitas peralatan dan SDM, zero losses, mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan peralatan melalui budget yang terukur. Target Peserta Pelatihan Total Productive Maintenance (TPM) – Zero  Losses  –  Higher Profit ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini didedikasikan bagi divisi Plant/Peralatan/Maintenance (mekanik/teknisi sampai direktur), Warehouse/Inventory/Purchasing/ Procurement (supervisor hingga director),  Engineer, Project/Site Manager,  Service Manager/Supervisor, Part Manager, cost/finance  controller, HSE dan yang berkecimpung/meminati peningkatan produktivitas dan kualitas secara berkesinambungan dalam memaksimalkan profit dengan minimize biaya operasional. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Total Productive Maintenance (TPM) – Zero  Losses  –  Higher Profit adalah : Day 1 : Ikhtisar TPM Evolusi Sistem Pemeliharaan Peralatan dan Harapan  Pelanggan/stakeholder Tipe-tipe Sistem Pemeliharaan Peralatan Pillar TPM Key Performance Indicator (KPI) di TPM Day 2 : Organisasi dan budaya kerja Kerja/5S/5R 5 WHY Langkah Implementasi TPM Audit TPM Continues Improvement/Kaizen Pillar Best Practises Facilitator Parmin Sitompul, STP. ,MM. Menggeluti Peralatan lebih dari 19 tahun. Memulai Karir sebagai Sales Engineer di Astra Group hingga level Manager Penjualan dan Pemasaran diberbagai Perusahaan terkemuka di Automotive dan Alat Berat. Selanjutnya berkarir di Perusahaan Pertambangan sebagai GM Peralatan, yang beberapa perannya dalam membangun sistem dan budaya kerja,  meningkatkan produktivitas, utilisasi, kualitas Peralatan, pekerjaan dan SDM, Memantapkan peran HSE,  meminimize biaya peralatan, Merancang Budget dan CAPEX, memelihara lebih dari 700 unit truk dan berbagai tipe peralatan serta membawahi lebih dari 600 orang mulai dari helper sampai manager. Sekarang sebagai Founder dan Direktur pada Perusahaan Importir & Supplier Capital Goods dan Engineering Solution. Pengalaman di Peralatan  sebagai Penjual dan User/Pelanggan memberikan nilai lebih bagaimana melakukan pemeliharaan dengan baik, benar dan terukur, mendapatlkan dan   meningkatkan laba dari peralatan sehingga memberikan kepuasan  Pelanggan dan stakeholder. Pendidikan S1 Teknik Pertanian dan S2 Management, Dosen tidak tetap disalah satu Institute terkemuka dalam mata kuliah Team building & QCC, Engine System & Fundamental of Machine dan Machine Operation and Application Advanced sehingga dapat memadukan  konsep, strategy, taktik serta pengalaman dalam penerapannya dilapangan.

Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance

Materi pembelajaran dalam training Teknik Overhauling Mesin by Total Preventive Maintenance mengulas dari berbagai sudut. Mulai dari bagaimana membuat Zero Accident suatu area produksi, melatih sensitifitas terhadap suatu bahaya, metode dan cara overhauling suatu mesin serta melihat secara detail  sistem kerja suatu mesin. Deskripsi Total Preventive Maintenance  (TPM) adalah suatu professional manajemen tentang perawatan suatu mesin. TPM bukanlah sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practice & menjadi suatu proven method yang telah diterapkan di berbagai penjuru dunia. (TPM) Dalam training TPM akan lebih dikedepankan pada proses pembelajaran melalui training TPM untuk merubah Pola Pikir, Orang & System. Setelah itu hasilnya akan merubah area kerja kita (mesin, lingkungan kerja, system dan lain sebagainya). (TPM) Target Peserta Pelatihan Teknik Overhauling Mesin by TPM ini ditujukan untuk para: Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dll.(TPM) Metode Pelatihan Training Teknik Overhauling Mesin by TPM dilaksanakan dengan metode: 1.      Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing (TPM) Diskusi Grup (TPM) Latihan di kelas & Case Study (TPM) 2.      On Job Training / Project Development Dialog Interaktif / Sharing (TPM) Melakukan pekerjaan 2S (bagian dari 5S) di suatu area kerja (line / mesin produksi)(TPM) Mengantisipasi adanya kecelakaan kerja (Zero Accident) melalui KYT & Safety Problem Finding. (TPM) Observasi dan Identifikasi masalah di area kerja dengan menggunakan metode 3 Gen & 2 Gen.(TPM) Overhauling suatu mesin produksi. (TPM) Mengeliminasi 4 Major Loss (Mechanical Failure, Minor Stoppage, Setup dan Defect). Pembimbingan Pengerjaan Suatu Project (Overhauling) Mengerjakan Suatu Judul Project (TPM) Menyusun Suatu Laporan Presentasi (TPM) Presentasi & Ujian Kelulusan di depan Manajemen tentang hasil project TPM. (TPM) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Teknik Overhauling Mesin by TPM adalah : Sejarah Perkembangan Dunia Industri Konsep dasar & alasan mengapa perlu TPM Perhitungan efisiensi mesin & loss calculation Sporadic and Chronic Loss, apa & mengapa sampai terjadi Bagaimana menjamin area kerja kita menjadi Zero Accident melalui pembuatan prosedur Start-up & Shut-down mesin, pembuatan Safety Map, Identifikasi & penanganan Safety Problem finding, pembuatan KYT (Hazard Prediction Training) & eliminasi Unnecessary Item Finding . Overhauling suatu mesin dengan konsep “Cleaning is Inspection” and Small Defect elimination untuk menurunkan 4 Major Losses (Mechanical Failure, Minor Stoppage, Setup dan Defect). Konsep “Ideal State” suatu mesin Pendekatan untuk mencapai Zero Mechanical Failure & Zero Minor Stoppage. Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Indro Agung Handoko, ST. telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance & Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan & saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari & mengetrapkan Konsep TPM & Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan & kekurangan dari implementasi TPM & Kaizen ini telah dikenali & diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang & disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic & Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 & 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam & sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan & berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training & Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer & Productivity Consultant.