Operation Training

Maintenance Workshop : Planning & Scheduling

DESKRIPSI Perkembangan teknologi yang semakin massif dewasa ini telah memberikan kontribusi maksimal bagi perkembangan industri. Mesin – mesin dan peralatan bar uterus lahir dan dimanfaatkan oleh kalangan industri dalam rangka optimalisasi kapasitas produksi dan berbagai upaya peningkatan produktivitas.

Maintenance Planning & Scheduling

Maintenance Planning & Scheduling – This course provides the fundamentals of planning and scheduling required for any successful maintenance program. We will provide and elaborate the principles behind the programs and techniques so that you can implement your own plan.

Training Maintenance Manajemen Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin

Tujuan Training Maintenance Manajemen Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin salah satunya adalah Kita paham  mengenai sistem perawatan segitiga, mengenai kondisi mesin ideal, mengenai perhitungan efektivitas mesin dan hal lainnya terkait Maintenance Manajemen Sebuah Manajemen Praktis Perawatan Mesin. Deskripsi Maintenance Manajemen adalah suatu manajemen perawatan mesin yang mengulas tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur, praktis, megenai jumlah pemeliharaan. Pelatihan Maintenance Manajemen sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan Maintenance Manajemen juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. Di dalam pelatihan Maintenance Manajemen akan dibahas tentang  “8 Pilar Maintenance Manajemen”  di mana akan membahas tentang membuat Maintenance Manajemen  terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat  rencana pemeliharaan , Bagaimana membuat ideal mesin, Apa itu  Kuantitas  dan  Kualitas Perawatan , Bagaimana mengatur  Suku Cadang  mesin melalui  Suku Cadang Manajemen Ketersediaan , bagaimana cara membuat  Laporan Kinerja, pemeliharaan  dari suatu mesin, bagaimana melakukan perbaikan dari suatu mesin hingga dengan melakukan kontrol  terhadap biaya /  biaya  dari suatu kegiatan pemeliharaan. Maintenance Management ini telah diaplikasikan di industri, sanggup penurunan mesin breakdown hingga 50%, mengurangi maintenance personel hingga 40%, menjawab kesulitan menyetujui spare part hingga dengan pengurangan biaya maintenance hingga 50%. Target Peserta Pelatihan Maintenance Manajemen ini ditujukan untuk para: Teknisi Pemeliharaan / Teknik, Pemeliharaan / Teknik Pengawas, Pemeliharaan / Teknik Foreman, dan lain-lain Outline Materi Materi Pelatihan Maintenance Manajemen yang akan disajikan adalah: Sistem Perawatan Segitiga. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Regulasi Pemeliharaan, Prosedur Perawatan, Perencanaan Pemeliharaan, Daftar Periksa, Pelaporan. Kondisi Mesin Ideal. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fungsi Fundamental, Kondisi Fundamental. Jumlah Pemeliharaan. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin, pemeliharaan jumlah personel. Kualitas Pemeliharaan. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh pemeliharaan pribadi. Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengatur inventori spare part sehingga menjamin disetujui suku cadang mesin. Perhitungan Efektivitas Mesin. Mempelajari cara menghitung keefektifan mesin, membuat peta kendali suatu kegiatan pemeliharaan serta melaporkan kinerja suatu mesin / jalur. Perbaikan mesin. Mempelajari cara melakukan perbaikan terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Biaya Perawatan Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan pemeliharaan. Durasi : Seminar / Pelatihan Kelas Maintenance Manajemen >>> 1 hari (8 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia  telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Sertifikat penerimaan ini tidak diperoleh secara resmi tetapi juga dengan bantuan di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil dan sertifikat yang diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan dan berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 kelompok TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 kelompok Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.

Training Maintenance Manajemen

Maintenance Manajemen Training salah satu tujuannya adalah mempelajari mengenai  tentang tata cara melakukan kegiatan maintenance mesin-mesin dalam suatu pabrik secara simple, terstruktur dan praktis. Deskripsi Pelatihan Maintenance Manajemen ini sangat cocok sekali bagi seorang teknisi pemula yang berkecimpung dalam kegiatan maintenance atau suatu perusahaan yang mulai concern terhadap perawatan mesin atau bahkan suatu perusahaan yang bingung terhadap apa yang terjadi / apa yang akan dilakukan terhadap mesin-mesin yang merongrong kegiatan produksi. Pelatihan ini juga sangat baik sebagai bahan benchmarking terhadap implementasi kegiatan maintenance yang telah dijalankan. Di dalam training ini akan dibahas tentang “8 Pilar Maintenance Manajemen” dimana di dalamnya akan membahas mulai dari bagaimana membuat sebuah Maintenance System secara terstruktur dan terintegrasi (bahkan dengan ISO 9001), Bagaimana membuat suatu maintenance plan, Bagaimana membuat keadaan ideal suatu mesin, Apa itu Quantity dan Quality of Maintenance, Bagaimana mengontrol Spare Part mesin melalui Spare Part Availability Management, Bagaimana cara membuat Maintenance dan Performance Report dari suatu mesin, Bagaimana melakukan suatu improvement dari suatu mesin sampai dengan bagaimana melakukan control terhadap biaya / cost dari suatu kegiatan maintenance. Maintenance Manajemen ini telah diaplikasikan di dalam sebuah industri dan sanggup menurunkan break down machine sampai 50%, mengurangi personel maintenance sampai 40%, menjawab permasalahan ketersediaan spare part sampai dengan penurunan biaya maintenance hingga 50%. Target Peserta Training Maintenance Manajemen ini ditujukan untuk para: Teknisi Maintenance Manajemen / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain Metode Pelatihan Training Maintenance Manajemen dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Outline Materi Materi Training Maintenance Manajemen yang akan dibahas adalah : Triangle Maintenance Manajemen System. Sistem yang mengintegrasikan Maitenance Sistem dengan persyaratan ISO 9001, Maintenance Regulataion, Maintenance Procedure, Plan Maintenance, Checklist and Reporting. Ideal State of Machine. Mempelajari kondisi ideal suatu mesin berdasarkan metode Fundamental Function dan Fundamental Condition. Quantity of Maintenance. Mempelajari cara melakukan manajemen terhadap jumlah mesin dan jumlah personel maintenance. Quality of Maintenance. Mempelajari cara mengukur kualitas dari pekerjaan maintenance yang dilakukan oleh personel maintenance. Spare Part Manajemen. Mempelajari manajemen spare part yang mengelola inventori spare part sehingga menjamin ketersediaan spare parts suatu mesin. Machine Effectiveness Calculation. Mempelajari cara menghitung effectiveness suatu mesin, pembuatan control chart suatu kegiatan maintenance serta laporan performance suatu mesin / line. Machine Improvement. Mempelajari cara melakukan improvement terhadap kerusakan mesin dengan menggunakan metode Pareto Chart Maintenance Cost Manajemen. Mempelajari cara pengontrolan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan maintenance beserta cara melakukan cost down / penurunan biaya maintenance. Durasi : Seminar / In Class Training >>> 1 hari (8 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan, Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Senajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Maintenance Management (Preventive and Predictive Maintenance)

Provide the participants the theory and practical aspects of preventive and predictive maintenance technology. The course will cover topics on maintenance information how preventive and predictive maintenance management, total productive maintenance, parameter monitoring and analysis, schedule maintenance,  maintenance budget estimation, and equipments condition monitoring .

Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice

Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice mempelajari mengenai mengidentifikasi jenis minyak mentah, menjelaskan kadar pelumas mineral dan sintetis, menjelaskan sifat bahan dasar minyak dan komponennya, bagaimana mengidentifikasi sifat bahan dasar minyak berdasarkan kelompoknya, menjelaskan modifikasi untuk meningkatkan kinerja minyak alami, menjelaskan sistem perlindungan pada pelumas untuk mencegah perubahan yang tidak diharapkan. Deskripsi Pelatihan Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice ini merupakan program pelatihan yang melibatkan sisi teknis dan manajemen praktis sehari-hari dalam dunia industri – tidak hanya mencakup pemahaman sistem pelumasan, namun juga “ Cara ” dan “ Apa yang selanjutnya ” bagaimana memanage dan meningkatkan tingkat “ Kesadaran ” yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi ” kebiasaan & budaya pemeliharaan ” setiap pribadi yang terlibat dalam penanganan mesin / mesin di suatu perusahaan. (Lubrication Training) Sasaran Pelatihan PelatihanLubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice Setelah Mengikuti Pelatihan: Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice sebagai faktor kunci dalam Praktek Pemeliharaan Preventif ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman mendasar dan mampu menjelaskan konsep dan sistem pelumasan. (Lubrication Training) Meingkatkan Level ” Kesadaran ” (Kesadaraan dan Kepekaan) terhadap pelumasan yang akan diterapkan pada mesin pemeliharaan, mesin dan semua peralatan yang menggunakan sistem pelumasan.(Lubrication Training) Mengembangkan ” mind – set ” yang tepat, sehingga dengan bekal itu, peserta dapat mengambil kesepakatan itu sendiri untuk secara berkesinambungan meningkatkan efisiensi bekerja.(Lubrication Training) Dan lokakarya ini tidak akan menawarkan teori-teori yang rumit; sebaliknya Berupa Prinsip “ da y-hari operasi ” Praktis Yang Perlu dipahami hearts Dunia industri.(Lubrication Training) Metode Pelatihan Pelatihan Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice sebagai faktor kunci dalam Praktek Pemeliharaan Preventif yang dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan: evaluasi, simulasi, pelatihan video, diskusi interaksif.(Lubrication Training) Outline Materi Pelatihan Materi yang akan membahas topik Lubrication Training : Lube Management as a key factor in Preventive Maintenance Practice adalah: Mengidentifikasi jenis minyak mentah. Menjelaskan kadar pelumas mineral dan sintetis. Menjelaskan sifat bahan dasar minyak dan komponennya. Mengidentifikasi sifat bahan dasar minyak berdasarkan kelompoknya. Menjelaskan modifikasi untuk meningkatkan kinerja minyak alami. Menjelaskan sistem perlindungan pada pelumas untuk mencegah perubahan yang tidak diharapkan. Menjelaskan bagaimana pelindung permukaan menambah karakteristik baru pelumas Menjelaskan pentingnya sistem pelumasan. Mengidentifikasikan komponen yang perlu pelumasan. Menjelaskan cara pemilihan pelumas yang tepat untuk setiap aplikasi. Menjelaskan prinsip-prinsip sistem hidraulik. Mengidentifikasikan karakteristik pelumas pada sistem hidraulik. Menjelaskan cara perawatan sistem hidraulik. Mengidentifikasikan komponen pada mesin yang perlu pelumasan. Menjelaskan karakteristik pelumas yang tepat untuk setiap komponen mesin. Menjelaskan metode penggunaan pelumas. Menjelaskan sistem operasi “internal combustion” di engine. Menjelaskan karakteristik pelumas engine. Menjelaskan cara berbicara dan perawatan yang tepat pada “pembakaran internal” di mesin. Merekomendasikan penggunaan pelumas di engine. Mengidentifikasikan komponen sasis pada kendaraan. Mengidentifikasikan karakter pelumas pada setiap komponen sasis. Mengidentifikasikan sistem transmisi dan drive train. Menjelaskan karakter pelumas yang digunakan pada transmisi dan drivetrain. Menjelaskan cara penyimpanan dan penanganan pelumas. Fasilitator Henry Sumartono & Rudityo Priyo Huntoro Henry Sumartono. Lebih dari dua tahun warsa berkecimpung di industri pelumasan, alat berat, pembangkit energi, transportasi, industri manufaktur, pertambangan, minyak dan gas. Sebagai kebebasan dengan latar belakang pendidikan S1 Teknik Mesin pernah mengambil posisi sebagai insinyur pelumasan hingga posisi manajerial di perusahaan nasional dan multi nasional seperti PT Trakindo Utama (Produk Caterpillar), PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, PT ConocoPhillips Downstream Indonesia, PT Wartsila Indonesia, PT Total Oil Indonesia, PT Bucyrus Indonesia (Caterpillar, Inc) dan PT Volvo Indonesia. Rudityo Priyo Huntoro Kurang lebih sekitar 20 Tahun berkecimpung di dunia Alat Berat untuk berbagai aplikasi Industri (Penambangan, Konstruksi, Minyak & Gas, Kehutanan, Pertanian dan Industri Pembuatan) serta penguasaan dengan berbagai Produk dari Amerika, Eropa dan Asia seperti Caterpillar, Volvo, Terex, Cumminn, Olympian, Sullair, Hyundai, AMW, Scania dll. Ditambah pengalaman membuka Pusat Pelatihan Teknis kelas dunia – Caterpillar, selama 12 Tahun menambah Pemaparan serta Panggilan untuk Berbagi dan mentransfer Pengetahuan tentang dunia Alat Berat.

Training Lean Six Sigma Fundamentals

Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Six Sigma Deskripsi Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan pada proses procurement (Zero Waste). Tanpa Cacat (Zero Defect) Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time) Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Garis Besar Program Lean Six Sigma Management : Mengintegrasikan metode Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Lean Six Sigma ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six Sigma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Strategi Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50% landasan teori 50% study kasus Metode Pelatihan Training Lean Six Sigma dilaksanakan dengan metode: Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Outline Materi Six Sigma Fundamentals Six Sigma Creating Customer Value Six Sigma Improvement Define the Problem Analysis Six Sigma Improvement Define the Project Charter Six Sigma Improvement Measure Data & Analysis Six Sigma Improvement Measure Performance Six Sigma Improvement Analyze Potential Causes Six Sigma Improvement Analyze Root Cause Six Sigma Improvement Identify Solutions Six Sigma Improvement Implement Six Sigma Improvement Control Project Monitoring Strategy Penerapan Six Sigma Fasilitator

Training Lean Problem Solving

Latar Belakang Keunikan continuous improvement di Toyota adalah bagaimana melibatkan setiap karyawan yang bekerja di shopfloor terlibat dalam program peningkatan kunggulan operasional (operational excellence) melalui eliminasi semua hal yang tidak bernilai tambah. Program continuous improvement, dibuat simple, aplikatif, mudah dipahami, namun merangsang setiap orang untuk melakukannya.

Training Lean Management

Training Lean Management – Dengan berkembangnya persaingan antar industri, banyak perusahaan yang mulai melakukan implementasi LEAN. Mereka mulai menerapkan langkah-langkah mengurangi WASTE atau proses yang tidak ada nilai tambahnya bagi customer (eliminate non-value added process).

Laboratory Safety & Health

Deskripsi Keselamatan & Kesehatan Kerja Laboratorium ( Keselamatan & Kesehatan Laboratorium ) sangat diperlukan untuk mengurangi cidera perseorangan ( cedera pribadi ), gangguan kesehatan, kehilangan aset ( kerugian properti ) & kecelakaan kerja di Laboratorium. Keselamatan & Kesehatan Laboratorium yang bagus akan sangat mendukung keberhasilan pelayanan Laboratorium bagi pelanggan -nya. Untuk mencapai Keselamatan & Kesehatan Laboratorium yang sangat diperlukan pengetahuan tentang praktik & peraturan yang terbaru untuk mencegah kerja, yang mungkin akan menyebabkan gangguan kesehatan, cidera, kebakaran atau gangguan pada operasi Laboratorium. Hal ini harus menjadi bagian dari kebutuhan pelatihan dari pekerja Laboratorium, petugas Keselamatan & Kesehatan Kerja, Tim Audit termasuk jajaran Manajemen Perusahaan atau pimpinan Instansi Pemerintah & Swasta. Metode Pelatihan Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Laboratorium dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Outline Materi Pelatihan Materi yang akan membahas topik Keselamatan & Kesehatan Laboratorium adalah: Materi Utama Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Laboratorium akan fokus pada 4 materi yang penting: Belajar dan memecahkan masalah dari minimum 10 bahaya ( bahaya ) yang umum di Laboratorium termasuk ketaatan ( kepatuhan ) terhadap peraturan yang berlaku  Belajar tentang spesifik bahan kimia, bahaya bahan kimia & hal – hal yang memerlukan perhatian dalam penangannya  Memperoleh pengalaman dalam pelaksanaan & program bantuan keselamatan di Laboratorium  Menyusun program pelatihan tentang keselamatan & kesehatan kerja di Laboratorium  Materi Lainnya : Pengenalan Keselamatan & Kesehatan Laboratorium : diskusi umum , organisasi keselamatan kerja, catatan , informasi & pelatihan  Praktek Keselamatan Laboratorium ( Aman Laboratorium Praktek ): Aturan Sales manager, praktek kerja ATAU aturan , alat Pelindung Diri ( alat pelindung ), kontrol teknik , Buangan Limbah ( pembuangan limbah ), BEKERJA DENGAN Bahan Kimia Yang Sangat Beracun, Bahaya fisika ( bahaya fisik ) , bahaya kimia ( bahaya kimia )  Telah dipakai & Peralatan Laboratorium ( Laboratory Facility & Peralatan Tetap ): desain telah dipakai, Perawatan telah dipakai & Peralatan  Evaluasi Bahaya ( Evaluasi Bahaya ): evaluasi bahaya, penumpukan bahan kimia, perbantahan, praktik kerja , dokumentasi penilaian bahaya  Alat Pelindung Diri ( Personal Protective Equipment ): Pengenalan, Pelindung mata, sarung serbi, Pelindung kepala, Pelindung pendengaran, Pelindung kesemek & Telapak kesemek  Program perlindungan kesehatan pekerja: program perawatan, perawatan , pengawasan medis , pemantauan lingkungan kerja, pemeriksaan kesehatan & konsultasi kesehatan Bekerja dengan bahan kimia berbahaya yang khusus: area khusus kerja, area kerja khusus dengan bahan kimia karsinogen, penggunaan peralatan yang terkontaminasi bahan kimia Keselamatan kerja biologis: aturan umum, praktik kerja , buangan limbah biologis Keselamatan kerja radiologi: paparan ( paparan ), praktik kerja , buangan limbah Kesehatan kerja dengan bahan kimia: persyaratan yang diperlukan, referensi yang tersedia Buangan & minimalisasi limbah Laboratorium Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Anggota Royal Society Chemistry – Britania Raya . Pemegang Sertifikat Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola Laboratorium Batu bara & gas alam cair (LNG: Liquefied Natural Gas ) selama lebih dari 15 tahun termasuk bahan Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja di Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance

Deskripsi Pembiayaan transaksi ekspor impor, sangat penting peranannya dalam pelaksanaan perdagangan internasional, Transaksi perdagangan ekspor impor dimulai dengan adanya sales kontrak, negoisasi dokumen dan akhirnya dilakukannya penagihan pembayaran. Untuk menunjang kemudahan khususnya transaksi ekspor impor diperlukan metode pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan antara eksportir dan importir. Ada bermacam-macam pembiayaan dalam transaksi eksport impor dan yang paling utama adalah Letter of Credit. Untuk memperlancar urusan tersebut para pengusaha dituntut untuk memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tata cara ekspor dan impor yang menggunakan L/C maupun Non L/C sebagai basis aturan internasional seperti UCP 600 dan ISBP. Kemampuan dan pengetahuan tentang pembiayaan ekspor impor terutama Letter of Credit mutlak harus dikuasai bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam perdagangan international seperti personel bank, perusahaan ekspor impor, perusahaan pelayaran, perusahaan asuransi, instansi pemerintah yang berwenang dalam bidang perdagangan international dan lain-lain. Dengan demikian, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi ekspor impor sangat perlu mendapatkan pelatihan ini,dalam rangka  mendapatkan pemahaman yang mendalam dalam hal pembiayaan transaksi ekspor impor terutama Letter of Credit. Pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance ini akan dibimbing oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 17 tahun di bidang perdagangan international  ekspor impor, yang telah sering memberikan pelatihan secara public dan in house, secara  step by step agar bisa menggunakan proses  pembiayaan Letter of Credit dalam transaksi ekspor impor secara efektif dan efisien. Di akhir sesi pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance, peserta akan semakin   merasakan  manfaat  pelatihan  dengan  adanya praktek pengisian dan studi kasus tentang Letter of Credit serta pembahasan terhadap masalah-masalah yang selama ini sering dialami dilapangan. Target Peserta Pelatihan L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance ini ditujukan untuk para: Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Metode Pelatihan Training L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance dilaksanakan dengan metode: Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik L/C, UCP 600, ISBP Dan Exim Trade Finance adalah : Perdagangan Internasional : Manfaat dan hambatan dalam perdagangan international Syarat-syarat dasar menjadi eksportir dan importir Incoterm 2010 / Syarat penyerahan Barang : EX-Works, FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran International : Advance Payment.. Open Account, Consignment,. Collection,. Dan L/C Documentary Letter of Credit dalam transaksi Ekspor Impor : Prosudur penerbitan Letter of credit, – Dasar hukum Letter of credit, Prinsip-prinsip dasar Letter of credit, – Pihak pihak yang terlibat dalam Letter of credit, Jenis jenis Letter of credit Sight Credit, Usance (Acceptance Credit), Differed Payment Credit, Red Clause Credit, Transferrable Credit, Back to Back Credit, dan Revolving Credit, Manfaat dan fungsi Letter of credit Uniform Custom and Practice (UCP 600) dan  ISBP (Standar pemeriksaan dokumen ekspor impor secara internasionnal) : Pengertian, – Sejarah penerbitan UCP 600, Manfaat dan fungsi UCP 600, Penerapan UCP 600, terhadap: Financial documents, Commercial documents, transportation documens, dan Official documents. Dokumen-dokumen  Ekspor Impor berdasarkan Letter of Credit : Bill of Exchange, Commercial Invoice, Transport Dokumen, Insurance Document, dokumen pendukung COO, perijinan Lartas Expor dan Impor. Langkah-langka pembukaan Letter of Credit  untuk Transaksi Ekspor Impor : langkah-langkah Impor Menggunakan Letter of Credit (L/C), syarat-syarat pembukaan L/C, Pembiayaan Bank Untuk Importir yang menggunakan L/C Langkah-langkah Ekspor Menggunakan Letter of Credit (L/C), Negoisasi wesel ekspor. Pembiayaan Transaksi Ekspor Impor Pinjaman Trusk receipt (TR), Shipping Guaranty (SG), Offshore Borrrowing, diskonto wesel berjangka, bangker acceptance, Forfaiting, Factoring dan Standby Letter of Credit Discrepancies, perubahan, pembatalan dan settlement endorsement dan acceptasi dalam Letter of Credit. Ceklist key  Letter of Credit  untuk eksportir dan importir Studi kasus di dalam Letter of Credit Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Kupas Tuntas Penyusunan SOP dan KPI

Kupas Tuntas Penyusunan SOP & KPI salah satu tujuannya adalah untuk memahami pentingnya Balanced Scorecard untuk pencapaian Visi, menarik hubungan antara Balanced Scorecard, Business Process, KPI & SOP Deskripsi Karena peserta akan mendapatkan langsung 3 konsep dalam 1 kali pelatihan. Lebih hemat waktu & biaya. Dapat ilmu Balanced Scorecard yang terbukti berhasil dimana-mana. Selain itu juga kiat membangun KPI & SOP yang efektif. Jadi membantu tiap individu dalam organisasi melaksanakan tugas & tanggung jawab pekerjaan, sehingga kualitas kerja dapat konsisten & tidak terjadi lempar tanggung jawab. Jika organisasi anda mempunyai kemauan untuk memperbaiki prosedur untuk menunjang kualitas kerja disini tempatnya. Ajak 3-4 orang agar hasilnya lebih mantap! (KPI) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Kupas Tuntas Penyusunan SOP&  KPI ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami penitngnya Balanced Scorecard untuk pencapaian Visi Menarik hubungan antara Balanced Scorecard, Business Process, KPI & SOP. (KPI) Mengimplementasikan SOP & KPI Kelak dapat meregistrasi ke ISO (KPI) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Kupas Tuntas Penyusunan SOP & KPI adalah : Mengapa SOP & KPI penting (KPI) Tujuan Strategy Map dan  Balanced Scorecard & KPI Penyusunan KPI tingkat perusahaan, department & Individual (KPI) Menganalisa Internal Process (KPI) Kiat  membuat Standard Operating Procedures yang berhubungan dengan ISO 9001:2008 (KPI) Praktek membuat Standard Operating Procedures berbasis KPI & BSC Audit Standard Operating Procedures yang ada (KPI) Job Analysis, Job Description, Job Responsibility (KPI) Kiat & hambatan dalam Penyusunan Standard Operating Procedures (KPI) Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Training Just in Time

Dalam implementasi JIT, sebuah perusahaan dituntut menghasilkan output berkualitas dalam jumlah yang tepat dan pada tempat yang tepat pula, dengan material, waktu proses, tenaga kerja, ruangan, waktu set up, mesin, dll seminimal mungkin. Dengan demikian pemborosan (muda) akan berkurang, persediaan dapat ditekan dan proses produksi akan mengalir, tidak tersendat-sendat.

ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek

Deskripsi Manajemen risiko memungkinkan manajemen perusahaan mewujudkan sasaran-sasaran bisnis, operasional, dan keuangan pada proses pengadaan dan proyek dengan lebih baik dengan adanya pengambilan keputusan yang tepat dan aktivitas yang terkendali. Terutama sekali manajemen risiko mendukung manajemen dalam membuat perencanaan dan merancang proses untuk mencegah atau menghindari risiko  sekaligus untuk menangkap dan mengeksploitasi peluang, menangani situasi yang benar-benar tidak diduga dengan adanya  contingency planning yang lebih baik.  Manajemen risiko juga memungkinkan manajemen mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas secara efektif dan pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proyek atau kegiatan dapat memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki yang lebih besar. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek dikembangkan dengan merujuk pada standar internasional yang sangat banyak digunakan pada proses pengadaan dan manajemen proyek yakni Australia/New Zealand Standard (AS/NZS 4360:2004). Proses manajemen risiko yang digunakan oleh standar ini telah diadopsi ke dalam ISO 31000:2009 tentang manajemen risiko, sehingga pemahaman mengenai implementasi ISO 31000:2009 pada proses manajemen proyek dan pengadaan dapat meningkatkan kapabilitas manajer proyek dan project management office (PMO) dalam manajemen risiko proyek dan pengadaannya. Pelatihan ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek disajikan secara praktis dengan kombinasi teori dan contoh-contoh praktis yang relevan.  Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik ISO 31000 Untuk Manajemen Resiko Proyek adalah : Paradigma baru risiko dan manajemen risiko Manajemen risiko proyek: antara SKILL versus LUCK Berbagai kasus kerugian dan bencana yang timbul dari kegagalan manajemen risiko proyek Project KPIs) versus Operational and Strategic KPIs Overview ISO 310000 Risk Management Guidelines Framework implementasi dan continues improvement manajemen risiko proyek Sistem informasi dan pelaporan manajemen risiko proyek Project Risk Based Audit Studi kasus: evaluasi tender  Proses dan perencanaan proyek Fasilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA. Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Inventory Management Strategy for Integrated Productivity

Pengertian Inventory Management adalah kegiatan untuk mengawasi dan mengendalikan atas pemesanan, penyimpanan dan penggunaan komponen, yang akan digunakan dalam produksi barang-barang serta akan dijual termasuk mengawasi dan mengendalikan kuantitas dan kualitas produk yang telah jadi untuk dijual. Inventory Management adalah  seperangkat aset utama yang merupakan investasi suatu item untuk dijual atau digunakan dalam produksi barang yang dijual, dan membutuhkan biaya dalam penyimpanannya, melacak dan memastikan persediaan untuk menghindari masalah keuangan yang signifikan.

Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training

Increasing Manufacturing Profit by “Lego Assembly Line Simulation Training”adalah sebuah design training program terbaru yang diciptakan untuk mem”visualisasi”kan kinerja sebuah Company ke dalam sebuah Simulasi suatu Assembly Line. Attractive…., itulah sebutan yang paling tepat untuk model training terbaru ini. Karena di dalam training ini para peserta training akan bermain dengan menggunakan lego untuk mengassembly sebuah “product” (ala operator) dengan menggunakan metode dan konsep Plant Manufacturing. Setelah bermain, para peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan berlatih menghitung berapa Production Cost yang dikeluarkan dalam menciptakan sebuah produk. Selain itu peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation juga akan akan menghitung Management Index yang lain seperti: berapa Added Value dari sebuah produk, berapa BEP yang dibutuhkan dan berapa persen Profit Ratio yang dihasilkan. Selain itu lebih detail lagi, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation juga akan menghitung Component of Cost dari sebuah “produk” seperti Production Time, Operator Charge, Assembly Processing Cost serta Machine Depreciation. “Improvement is never Ending”. Sebuah pepatah yang patut untuk di implementasikan. Untuk itu, setelah peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation memahami cara menghitung berbagai Management Index yang merupakan indikasi performance dari sebuah company, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan di latih untuk melakukan improvement manufaturing cost dari sisi Production Cost melalui “Improvement Metode Kerja” atau dalam bahasa Jepangnya di kenal dengan istilah “Gemba Kaizen”. Production Cost yang rendah adalah merupakan daya saing tersendiri bagi sebuah company yang tidak gampang ditiru oleh company yang lain. “Creative” adalah salah satu kata kunci yang dapat menjamin kelangsungan hidup sebuah company di masa depan. Untuk itu, peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation selanjutnya juga akan diberi bekal tentang apa itu “Value Engineering”. Kreativitas yang dikeluarkan setelah memahami Value Engineering akan langsung diimplementasikan ke dalam Simulasi Assembly Line dan tentunya akan dapat dihitung langsung keuntungan yang di dapat melalui Value Engineering. Simulasi dengan memasukkan ilmu “Value Engineering” merupakan Final Project dari training ini. Karena peserta training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation ini adalah dari berbagai macam departemen dalam sebuah company maka diharapkan masing-masing peserta training juga dapat lebih memahami proses dan biaya proses dari masing-masing bagian / departemen sehingga secara keseluruhan dapat berkontribusi dalam menurunkan biaya suatu product (COGS suatu product ). Training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation akan dijalankan dengan metode grup (minimal 2 grup dengan masing-masing grup minimal 5 orang). Dengan adanya metode grouping ini maka suasana training akan lebih hidup karena 2 atau 3 group tersebut akan berlomba siapa yang menang (Profit lebih besar) dalam menjalankan sebuah “Mini Company”. Target Peserta Pelatihan Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training ini ditujukan untuk para: Manager & Supervisor (minimum) dari berbagai bidang departemen seperti Production, Engineering / Maintenance, Production Engineering, PPIC, Purchasing, QA/QC, Marketing, Finance, dll.  Metode Pelatihan Training Increasing Manufacturing Profit by Lego Assembly Line Simulation Training dilaksanakan dengan metode: In Class Training / Seminar Diskusi Grup Latihan di Kelas Project Simulation (4 kali exercise, Basic – Final Project) dengan menggunakan permainan Lego Durasi : 2 hari (14 jam) Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Implementing HSE Audit System

Setelah semua program dan strategi HSE diterapkan, maka perlu di lakukan Auditing atau pemeriksaan sebagai bagian dari tinjauan ulang atau “Review”. Audit ini wajib dilakukan untuk memastikan bahwa program HSE yang di terapkan telah mencapai sasaran yang ditetapkan atau tidak, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan :

Implementasi HSE Di Pergudangan

Tujuan dari kursus ini adalah memberikan bekal teknik khusus kepada para karyawan, manager/supervisor (produksi, maintenance, distribusi, warehouse, dll), dasar-dasar bagaimana cara yang efektif dalam melakukan ”action” dilapangan sehingga penerapan HSE menjadi lebih mudah dan baik. Diharapkan dengan memberikan bekal khusus bagi para manager/supervisor dan karyawan, maka akan memudahkan manajemen dalam penerapan HSE dilapangan yang pada gilirannya akan meningkatkan kinerja para karyawan dan menghindarkan mereka bahaya kecelakaan.