Operation Training

Project Procurement & Tender Management

Pelatihan Project Procurement & Tender Management mempelajari bagaimana memahami metode, teknik evaluasi, dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan project procurement dan tender, bagaimana memahami proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi calon rekanan dalam tender dan  masih banyak lagi hal yang lainnya. Deskripsi Project procurement dan tender adalah 2 kegiatan yang saling terkait dalam implementasi project management, kegiatan pengadaan raw material, vendor, dan kontraktor merupakan phase penting yang akan menentukan sukses tidaknya pelaksanaan project itu sendiri. Mulai dari proses tender yang meliputi: administrasi tender, seleksi vendor/kontraktor, evaluasi sampai penetapan pemenang. Setelah itu phase project procurement akan memastikan semua komitmen yang tertuang dalam work order dan kontrak dengan vendor/kontraktor terpilih, dapat direalisasikan tepat waktu sesuai rencana proyek. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami regulasi project procurement dan tender. Memahami tahapan persiapan, administrasi, dan pelaksanaan dalam project procurement dan tender. Memahami metode, teknik evaluasi, dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Memahami bagaimana proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi calon rekanan dalam tender. Mengambil keputusan secara tepat dan strategis dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Target Peserta Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan.  Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait Project dan Tender. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Project Procurement & Tender Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri, pelaku bisnis, dan instansi terkait. 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta  Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Project Procurement & Tender Management adalah : Day 1 : Tender Management Based on Government Regulation (Perpres No. 54/2010) The pre-Qualification & Administration Process Tender Evaluations Methods Post Tender Settlement Case study Tendering Process Day 2 : Project Procurement Logistics & Resources Mobilization Project Progress Monitoring Work Order Settlement Case study Project Procurement Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Professional Technique of Accident Investigation

Deskripsi Training Professional Technique of Accident Investigation –  Kecelakaan merupakan suatu hal yang harus dihindarkan. Namun demikian, kita dan organisasi telah melakukan implementasi HSE dengan baik dan terprogram, bahaya laten kecelakaan, seperti: kebakaran, tabrakan, dll. masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Tujuan dari Professional Technique of Accident Investigation adalah untuk menyiapkan personel yang ditunjuk (Supervisor / Manajer) baik di perusahaan jasa maupun manufaktur, agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang melakukan penyelidikan mengenai kecelakaan yang dapat membantu pihak berwajib pada investigasi lapangan, dapat memberikan analisa dan memberikan bantuan perbaikan, sehingga Diharapkan Kemungkinan yang Dapat Dihindarkan. Di butuhkan kemampuan dan prosedur khusus untuk menganalisa sebab-sebab dari kecelakaan tersebut. Terlebih jika perusahaan mengizinkan pekerjaan yang beresiko tinggi dalam menjalankan. Teknik mengeluarkan kecelakaan profesional akan sangat diperlukan agar bisa memberikan rekomendasi dan arahan yang jelas bagi manajemen untuk mengambil tindakan yang lebih lanjut. Dalam meminta ini, pribadi perusahaan harus cermat dan diharapkan tidak melakukan teknik asal-asalan, jadi keakuratan data / informasi dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Outline Materi Materi pelatihan yang akan di bahas topik Teknik Profesional Investigasi Kecelakaan adalah: Prinsip-prinsip percobaan kecelakaan Prosedur Penyelidikan kecelakaan Perencanaan Penyelidikan Kecelakaan Analisis Fakta dan temuan Lapangan Pohon Urutan Kecelakaan Membuat Rekomendasi Prinsip Investigasi Kebakaran dan Ledakan Prinsip Investigasi Kecelakaan Facilitator DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT Adalah kepemimpinan SDM di BUMN dan akademisi di bidang pemberdayaan manusia dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Pendidikan formal yang telah ditempuhnya dalam Politeknik Mekanik ITB Swiss, Manajemen perdagangan Internasional, Teknik dan Manajemen Industri, Manajemen SDM, dan juga Bisnis Cerdas di Universitas Aix Marseille Prancis menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan pengembangan SDM. Beliau telah memberikan banyak pelatihan di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Malaysia dan Hongkong.

Production & Planning Inventory Control

Deskripsi Production Planning & Inventory Control – Meningkatnya persaingan, variasi produk yang tinggi, product life cycle yang pendek menuntut perusahaan untuk dapat menyeimbangkan demand dan kapasitas. Bagaimana menyeimbangkan demand dan kapasitas akan dikupas secara detail dalam sales and operation plan. S&OP merupakan pintu masuk menuju master production schedule yang akan membuat produk sesuai prioritas kebutuhan customer. Dengan melakukan 5 langkah S&OP, perusahaan dapat memenuhi customer order tepat waktu, dengan cost yang minimal. Target Peserta Pelatihan Production & Planning Inventory Control ini ditujukan untuk para: Sales & marketing manager Manufacturing Manager Production Planner Material Manager Material controller Master scheduler Metode Pelatihan Training Production & Planning Inventory Control dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Outline Materi Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Production & Planning Inventory Control adalah : Master Planning of Resource model Production plan Sales and Operation Plan Master scheduling Rough cut capacity plan Time Fence Available to promise Product structure (bill of material) Material requirement plan (MRP) Capacity requirement plan Shop floor activity Backward / forward scheduling Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

Procurement Progress & Order Monitoring

Setelah purchase order / work order diberikan kepada supplier/vendor yang terpillih, maka tahap berikutnya adalah progress monitoring kepada supplier/vendor, apakah mereka dapat mengirimkan produk dengan; on time delivery, right specification, right quality,  right quantity, sesuai terms & conditions dalam kontrak.

Training Procurement Fraud

Training Procurement Fraud – Fraud dalam Procurement bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan ataupun struktur organisasi perusahaan. Bentuk fraud dalam procurement mulai dari “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap vendor, dengan tujuan memperoleh “success fee”.

Procurement Contract Management

Procurement Contract Management  salah satu tujuannya adalah akan mempelajari konsep & implementasi Procurement Contract Management secara menyeluruh. Deskripsi Kemampuan untuk melakukan kompilasi atas kesepakatan dengan supplier/vendor ke dalam proses penyusunan kontrak, merupakan hal penting yang harus dikuasai team procurement & legal terkait. Keterbatasan skill team procurement & legal saat melakukan penyusunan kontrak dapat menyebabkan potensi dispute dengan supplier/vendor saat pelaksanaan pekerjaan. Kemampuan team procurement & legal dalam penyusunan kontrak yang baik & terukur akan membuat perusahaan/institusi memperoleh produk & jasa yang diperlukan dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms & conditions. Tujuan Training Setelah mengikuti Pelatihan Procurement Contract Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari konsep & implementasi Procurement Contract Management secara menyeluruh mulai dari; standarisasi draft kontrak, analisa lampiran kontrak, klausula tambahan yang muncul dari proses negosiasi dengan calon vendor, klausula yang lemah & multi tafsir, potensi dispute, konflik, hingga penyelesaian sengketa dengan vendor, dimana pada setiap sesinya akan disertai studi kasus nyata berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan strategi, analisa, & problem solving yang dapat diterapkan. Manfaat Training Melalui pelatihan Procurement Contract Management ini diharapkan: Memahami jenis & kategori kontrak procurement Memahami regulasi terkait dengan kontrak yang sedang disusun Menyusun & menganalisa pasal-pasal kontrak Membuat & mempersiapkan kontrak procurement Menangani dispute handling Metode Training Training Procurement Contract Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi terkait 40% analisa best practices dan benchmarking antar: segmen industri/korporasi/institusi 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Procurement Contract Management adalah : HARI PERTAMA : Contract Law: Regulation & Best Practices Procurement Contract Management Types of Procurement Contract Contract Terms & Clauses Discussion sharing & case study HARI KEDUA : Contract Drafting Contract Drafting Exercise #1 Contract Drafting Exercise #2 Mediation & Dispute Handling Discussion sharing & case study Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Practical Supply Chain Management

Berkembangnya teknologi informasi sangat membantu rantai supply, khususnya dalam meningkatkan visibility di hilir. Bagaimana memanfaatkan informasi tsb sehingga tidak menimbulkan Bullwhip Effect? Bagaimana informasi ini dapat menggantikan forecast driven menjadi demand driven? Informasi tsb digunakan untuk menerapkan strategi supply chain yang tergantung dari jenis produk yang dipasarkan apakah fungsional atau innovative.

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering salah satu tujuannya adalah peserta pelatihan dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktivitas dari suatu unit mesin / jalur, peserta pelatihan dapat menggunakan fungsi QC 7 Alat dalam “Pemecahan Masalah” suatu mesin. Deskripsi Problem Solving Praktis yang dimaksudkan untuk pemeliharaan dan rekayasa adalah suatu pengupasan yang sangat praktis tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (: baca laba) tetapi mesin juga dapat membantu sebaliknya seperti menghasilkan uang (: baca uang) jika tidak ada orang yang dapat diandalkan sebagai pengelolanya. Dalam pelatihan Problem Solving akan dikupas secara praktis tentang masalah yang terjadi pada mesin dengan menggunakan QC 7 Alat sebagai alat untuk mereduksi kerusakan pada mesin. Peserta pelatihan Problem Solving akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Alat sebagai alat untuk memecahkan masalah, dapat melakukan pengamatan terhadap kerusakan, melakukan analisis kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin dengan melakukan perawatannya. Di akhir pelatihan Problem Solving, peserta juga akan diarahkan untuk membuat suatu konsep program pemeliharaan untuk tetap mempertahankan agar kinerja mesin tetap di tingkat tinggi serta membuat laporan tentang kinerja suatu mesin. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Problem Solving untuk Pemeliharaan dan Rekayasa ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta pelatihan Problem Solving dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktivitas dari suatu unit mesin / jalur Peserta pelatihan Problem Solving dapat menggunakan fungsi QC 7 Alat dalam “Pemecahan Masalah” suatu mesin Peserta pelatihan Problem Solving dapat melakukan pengamatan tentang kerusakan mesin yang didapat dari masalah dari kerusakan yang terjadi. Peserta pelatihan Problem Solving dapat menguasai langkah-langkah “Pemecahan Masalah” dengan metode 4M (Manusia, Material, Metode, Mesin) terhadap kerusakan pada mesin yang terstruktur, tepat dan benar-benar menjamin kerusakan yang tidak akan terulang lagi. Peserta pelatihan Problem Solving dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Kerusakan Alami” atau “Kerusakan Paksa” Peserta pelatihan Problem Solving dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan mesin Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat “Pareto Chart” sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara lengkap Peserta pelatihan Problem Solving dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin Peserta pelatihan  Problem Solvingdapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Kualitas Produk” di level yang tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat suatu program pemeliharaan yang dapat diandalkan untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi kinerja mesin agar tetap tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang kinerja dan efisiensi mesin Target Peserta Pelatihan Praktis Pemecahan Masalah untuk Pemeliharaan dan Rekayasa ini ditujukan untuk para: Teknisi Pemeliharaan / Teknik, Supervisor / Teknik Pemeliharaan, Pemeliharaan / Teknik Foreman, dan lain-lain Metode Pelatihan Pelatihan Praktik Pemecahan Masalah untuk Pemeliharaan dan Rekayasa dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Berbagi Diskusi Grup Latihan di Kelas Studi Kasus Durasi : 1 hari (7 jam) Testimoni “Materi Training sesuai dengan harapan & dapat diimplementasikan dalam pekerjaan” “Trainer menguasai materi 7penyampaiannya mudah dipahami” “Cukup baik” Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Sertifikat penerimaan ini tidak diperoleh secara resmi tetapi juga dengan bantuan di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil dan sertifikat yang diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan dan berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 kelompok TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 kelompok Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.

Training Physical Protection System

Latar Belakang Training Physical Protection System Ada kalimat yang sampai sekarang masih sangat relevan di dunia pengamanan yang berbunyi “ Kalau anda ingin menjadi polisi yang baik, berpikirlah seperti cara berpikir pecuri”. Hal yang sama yang harus menjadi paradigma seorang anggota Satuan Pengamanan adalah menggunakan cara berpikir “lawan” yang merupakan ancaman perusahaan dengan memperkirakan dari mana kemungkinan datangnya ancaman di perusahaan, apa bentuknya, factor-faktor apa yang dapat menjadi indikator ancaman dan sebagainya.

Permit to Work System (PTWS)

Deskripsi Izin untuk bekerja sistem atau sistem surat ijin kerja harus di bangun dan di jalankan di setiap industri. Karena berbagai data statistik banyak sekali kecelakaan kerja di sebabkan karena kelemahan dari sistem ijin kerja yang tidak tersusun dengan benar. Penilaian risiko dari setiap pekerjaan akan menentukan besaran proteksi yang harus disiapkan dari pemilik pekerjaan untuk memastikan pekerjaan bisa dilakukan dengan seefektif dan pelaut mungkin. Ijin Menyusun untuk sistem kerja sangat diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan rutin yang telah ada di sampul melalui SOP dan pekerjaan tidak rutin yang mencakup ijin untuk sistem kerja ini. Izin umum PTW, izin kerja panas, izin masuk ruang terbatas dan beberapa jenis izin yang lebih spesifik penggalian, penanganan bahan berbahaya dll. Untuk melengkapi sistem PTW harus dilengkapi dengan sistem isolasi baik proses maupun elektrikal, yang dikenal dengan sistem LOTO (penguncian tag out) untuk memastikan standarisasi sistem LOTO dan memastikan efektifitas sistem berjalannya di lapangan. Mempersiapkan sistem izin keselamatan menjadi hal yang WAJIB dilakukan oleh industri untuk membebaskan angka kecelakaan kerja serendah mungkin. Sistem yang sederhana namun harus dijalankan oleh semua lini departemen, agar tujuan dapat diperoleh secara optimal. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Izin Kerja (PTWS) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: 1. Pengenalan dasar sistem izin keselamatan 2. Memahami bahaya yang akan timbul dari pekerjaan 3. Mengenalkan dokumentasi “izin untuk bekerja” sistem 4. Memahami cara menyiapkan pekerjaan dengan aman 5. Memahami sistem isolasi, pengujian gas 6. Memahami cara kerja perlindungan dengan aman 7. Memahami tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat 8. Memahami cara log sheet / sistem catatan dari sebuah pekerjaan 9. Mengerti jenis sistem izin dan aplikasinya Outline Materi Materi pelatihan yang akan di bahas topik Ijin Kerja Sistem (PTWS) adalah: Hari I : Dasar kecelakaan kerja Sistem izin dasar Sistem proses isolasi dan listrik LOTO (kunci keluar) Hari II : Izin umum Izin masuk ruang terbatas Izin kerja panas Penanganan bahan kimia, penggalian lainnya Studi kasus Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrokimia, manufaktur, minyak & gas, perkebunan, konsultasi dll. Mempunyai latar belakang pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Pertemuan konsultasi dan pelatihan di perusahaan besar seperti BP, Cargill, grup Sinarmas, Mayora, Indofood dan lain-lain. Semenjak 2008 juga berperan sebagai instruktur EPCM Manajer Pengendalian Pencemaran Lingkungan, sebagai salah satu program sertifikasi manajer lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Peran Sistem Mutu Dalam Peningkatan Produktivitas

Narasi Dalam proses produksi, sistem mutu sering diposisikan sebagai hambatan. Dalam arti, para pelaku produksi memiliki paradigma bahwa adanya sistem mutu malah membuat target produksi tidak tercapai. Investasi bidang sistem mutu kadang juga dianggap sebagai cost yang tidak perlu.

Penyusunan SOP PHPL dan SVLK

Deskripsi Pentingnya SOP dalam PHPL, CoC FSC dan SVLK Dalam persyaratan Pengelolaan Hutan Lestari (PHPL) / Sustainable Forest Management, CoC (Chain Of Custody)  dan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu)  Peraturan Menteri Kehutanan, perusahaan diharuskan menetapkan dan menjalankan  prosedur atau SOP. Dengan SOP akan dicapai pengaturan agar tidak terjadi salah komunikasi, menghindari konflik antar fungsi (yang kadang berkepanjangan) atau bahkan saling melepaskan tanggung jawab, yang pada akhirnya dapat berakibat pada menurunnya kinerja organisasi itu sendiri. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Penyusunan SOP PHPL dan SVLK ini diharapkan: Memahami pentingnya PHPL/SFM, COC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik Memahami Peran dan pentingya SOP   dalam Perusahan Kehutanan Memahami persyaratan  SOP yang efektif dan efesien Memahami prinsip, metode, dan teknik penyusunan SOP Memberikan pedoman dalam pembuatan SOP yang efektif dalam rangka meningkatkan kinerja dan wawasan perusahaan Mampu menyusun SOP  sesuai Visi, Misi, Kebijakan Dan Persyaratan PHPL/SFM, CoC Dan SVLK Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Penyusunan SOP PHPL dan SVLK ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta memahami CoC FSC Dan SVLK Peserta memahami metoda dan tahapan Penerapan CoC FSC dan SVLK Metode Pelatihan Training Penyusunan SOP PHPL dan SVLK dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Penyusunan SOP PHPL dan SVLK adalah : Peran  SOP dalam PHPL/SFM,  SVLK dan CoC : Masalah pengelolaan PHPL, SVLK Dan CoC Kebutuhan SOP Peran SOP dalam organisasi PHPL, SVLK Dan CoC Manfaat Dan keuntungan adanya SOP Pengertian dan Persyaratan SOP : Pengertian SOP Pengertian sistem dokumentasi Konsep Dan Persyaratan SOP Model Dan Bentuk SOP Atribut SOP Teknik Penyusunan dan Pengembangan SOP PHPL/SFM, SVLK dan CoC : Tahapan Penyusunan Dan Pengembangan SOP Teknik identifikasi Dan evaluasi   Kebutuhan SOP Teknik Menentukan Judul Dan Lingkup SOP Teknik penentuan Tim Penyusun Teknik Penyusunan pendekatan Pemetaan Bisnis Proses Pengertian Model Dan konsep Bisnis Proses Teknik Penyusunan Pendekatan PHAPL, SVLK Dan CoC FSC Isi dan Komposisi SOP Teknik Penyusunan Kalimat Efektif, sederhana dan aplikatif Teknik editing/ review SOP Penentuan Format SOP Pengesahan SOP Metodologi Sosialisasi  Dan Training SOP Metodologi Uji Coba SOP Metodologi penyerpurnaan/Revisi SOP Strategi Penerapan SOP Monitoring, evaluasi danAudit SOP Pengembangan SOP Wokshop penyusunan SOP : Tip dan Trik SOP yang efektif Penyampaian Contoh SOP Workshop penyusunan SOP secara personal Workshop penyusunan SOP secara tim Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan diantaranya : PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya  Nusantara (Pam Oil and CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Palm Oil and CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA,PT Sumatera Bakrie Plantation , PT Kalimantan Sawit Abadi, (Citra Borneo Indah Group), , PT Sawit Sumbermas sarana, (Citra Borneo Indah Group), PT Mitra Mendawai Sejati, (Citra Borneo Indah Group), PT Sawit Multi Utama, (Citra Borneo Indah Group), PT Tanjung Sawit abadi. (Citra Borneo Indah Group), PKS Sulung (Citra Borneo Indah Group), PKS Suayap (Citra Borneo Indah Group), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Bagian Utara (PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Mining Company- Trakindo Group), PT BP Berau Ltd  ( LNG Gas), PT Total Kalimantan Timur  (Oil and Gas) , PT Kota Minyak Internusa (Oil and gas, PT Lematang Coal Industri (Mining), PT AKR Corporindo Tbk (Mining),   PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara ),PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang ,PT Pantjatunggal Knitting Mill,PT Trasindo Permai, (Transportaion service) , PT Grand Best (garment) , PT Gunung Garuda (Steel Manufacture) , Bank Resona Perdania (Bank) PT Cahaya Forx (Forex Trading), PT Garuda Indonesia (Air ways), PT Sucofindo (certification body, inspection), PT Tanjung Indah Plantation (sawit), PT Asuransi MSIG, (Insurance company), PT Thiess Contractor Indonesia (General Contractor), PT Tirta Gajah Mungkur (Water management),PT Indonesia Power PLTU  Uboh Banten (Power Plant), PT Trimegah Bangun Persada   (Nickle Mining), PT Indomining (Coal Mining), PT Antam Divisi Logam Mulia (pengolahan dan pemurnian Emas),PT Jakarta Container Terminal (PT JICT), PT Tripatra (Engeneering, Procurement, Construction),PT Eagle Burgman Indonesia (Manufacture Trading of Seal)

Pengukuran dan Pengembangan Kinerja Supplier

Bagi sebagian industri, Supplier ataupun Vendor hanyalah perusahaan penyuplai produk ataupun jasa yang berada diluar organisasi yang perannya terkadang kurang diperhitungkan. Tetapi dengan semakin ketatnya kompetisi global, maka peran supplier ataupun vendor adalah hal yang begitu esensial bagi kesuksesan organisasi.

Training Penanganan Limbah B3

Hazard

Training Penanganan Limbah B3 mempelajari mengenai bagaimana memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai ketentuan-undangan yang berlaku, memahami karakteristik B3 dan limbahnya dengan komposisi bahaya dan hal – hal lainnya terkait limbah B3. Deskripsi Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 dan No. 18 tahun 1999, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan limbah B3 adalah bahan / limbah yang disebabkan oleh sifat, pengangkutan atau sumber daya berbahaya untuk tenaga kerja dan dapat digunakan untuk lingkungan. Upaya pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 harus dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan lingkungan yang akan muncul sebagai akibat atas penggunaan bahan ini. Berbagai cara yang diterapkan dari setiap lembaga / industri mungkin sudah rutin dilakukan dan dilakukan yang berkaitan dengan B3 ini, tetapi mungkin tetap saja dapat memperoleh tantangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Tak jarang, aparat hukum dan media massa ikut terlibat dengan isu B3 ini yang berakibat pada konflik demi kepentingan. Bagaimana mengatasi masalah non-teknis Pelatihan ini sedikit membahas B3, limbah B3 dan porsi terbesarnya untuk mempelajari teknik pengendalian B3 ditinjau dari segi hukum. Dalam pelatihan ini juga akan diberikan panduan teknis untuk menyelamatkan B3 dengan aman, efisien dan berkenan dengan peraturan yang diperlukan agar keuangan dapat dikontrol dengan lebih terperinci. Selama sesi pelatihan, peserta juga akan menerima contoh-contoh kasus untuk memperdalam pengetahuan dalam mengelolah B3 dan limbahnya. Target peserta: Staf / Operator produksi, Petugas Lingkungan, K3 / petugas keselamatan, pembelian staf, petugas laboratorium dan profesional lainnya yang terlibat dalam pengelolaan administrasi dan teknis B3 dan limbah B3. Sasaran Pelatihan Setelah Mengikuti Pelatihan Penanganan Limbah B3 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai ketentuan-undangan yang berlaku Memahami karakteristik B3 dan limbahnya dengan komposisi bahaya Memahami dan memahami cara penerapan simbol dan label B3 dan limbah B3 menurut standar yang berlaku Mengetahui teknik pengelolaan dan pengendalian B3 dan limbah B3 dengan efektif dan berbiaya murah. Memahami MSDS dan cara memperbanyaknya dengan cara yang lebih sederhana. Mengetahui jenis-jenis alat K3 yang terkait dengan pengelolaan B3 dan limbah B3. Metode Pelatihan Pelatihan Penanganan Limbah B3 dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode interaktif yang membahas semi-lokakarya dimana peserta akan langsung membahas topik yang disajikan, diberi contoh aplikasi yang diperbarui dan telah teruji, serta berbagi informasi tentang hal-hal yang praktis dan mudah digunakan dalkam usaha pengelolaan B3 dan limbah B3 . Outline Materi Pelatihan Materi yang akan membahas topik Penanganan Limbah B3 adalah: Diskusi dan pemahaman singkat: Penanganan Limbah B3 B3 dan limbah B3 menurut peraturan perundang undangan Peraturan lain yag terkait Simbol dan label Karakteristik B3 dan limbah B3 dan bagaimana Identifikasi bahayanya. Teknik da metoda Pengendalian B3 dan limbah B3 : Pengendalian teknis / operasional Kisah sukses penerapan metode ramah serta tidak mencemari Lingkungan Pengendalian dokumen B3 dan limbah B3 Pemahaman dan Cara Pemakaian Alat Pelindung Diri yang benar Lembar Data Safety Sheet (MSDS) : Memahami MSDS Informasi apa saja yang dimengerti dan dipahami cara penginformasiannya yang efektif. Contoh-contoh Penanganan Limbah B3 : Persyaratan teknis dan administrasi pengelolaan limbah B3 Penanganan limbah B3 menurut konsep “dari cradle ke kuburan” Informasi bisnis terkait Pengelolaan Limbah Industri di Indonesia Facilitator Adrianus Tanari, ST Adalah menjawab Lingkungan, SMK3 dan Tanggung Jawab Sosial. Bekerja sebagai perencana dan penerapan AMDAL, SMK3, ISO 14001: 2004 dan CSR-ISO 26000 diberbagai jenis operasional industri. Saat ini sebagai Manajer Lingkungan di perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia yang lebih banyak dari 8 perusahaan di Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Teknik dibidang Teknik Kimia dari ITS Surabaya, beliau memiliki pengalaman khusus di bidang pengelolaan Lingkungan. Saat ini beliau sedang membangun sistem ISO 26000 di tiga tempat yang berbeda dalam sebuah perusahaan besar yang diharapkan akan membantu peserta dalam memperoleh nilai banding yang cukup dalam mempersiapkan pengelolaan CSR.

Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO

Deskripsi Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, dituntut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Hal tersebut berdasarkan tuntutan pembeli / buyer (Supermarket terbesar di Swiss “Migros”) , LSM  (miasl Sawit Watch ) dan pemerintah. Memenuhi kewajiban menerapkan ISPO sesuai dengan PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 19/Permentan/OT.140/3/2011, bahwa Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam waktu paling lambat sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 harus sudah melaksanakan usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan ISPO. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya RSPO dan ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO dan ISPO Metode Pelatihan Training Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO adalah : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar – dasar RSPO Dan ISPO Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan CPO , Sejarah RSPO Dan ISPO Lingkup RSPO Dan ISPO, Manajemen Perkebunan, dan Manfaat RSPO Dan ISPO Pentingnya Peduli Dan PahamRSPO Dan ISPO 2 Penerapan  Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO , Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO , Integrasi antara RSPO dengan ISPO Pedoman Penerapan dan contoh penerapan pendekatan ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 9001 dan PDCA, Sertifikasi RSPO Dan ISPO 3 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 4 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Peraturan terkait Perijinan Peraturan terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 5 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 6 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap RSPO& ISPO  memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 7 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan RSPO & ISPO   yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka)   Agenda Pemahaman Penerapan Integrasi RSPO dan ISPO Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut :   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Dasar Dasar RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 09.00 – 10.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi RSPO & ISPO 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.00 Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan RSPO & ISPO 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan diantaranya : PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya  Nusantara (Pam Oil and CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Palm Oil and CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA,PT Sumatera Bakrie Plantation , PT Kalimantan Sawit Abadi, (Citra Borneo Indah Group), , PT Sawit Sumbermas sarana, (Citra Borneo Indah Group), PT Mitra Mendawai Sejati, (Citra Borneo Indah Group), PT Sawit Multi Utama, (Citra Borneo Indah Group), PT Tanjung Sawit abadi. (Citra Borneo Indah Group), PKS Sulung (Citra Borneo Indah Group), PKS Suayap (Citra Borneo Indah Group), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Bagian Utara (PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Mining Company- Trakindo Group), PT BP Berau Ltd  ( LNG Gas), PT Total Kalimantan Timur  (Oil and Gas) , PT Kota Minyak Internusa (Oil and gas, PT Lematang Coal Industri (Mining), PT AKR Corporindo Tbk (Mining),   PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara ),PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang ,PT Pantjatunggal Knitting Mill,PT Trasindo Permai, (Transportaion service) , PT Grand Best (garment) , PT Gunung Garuda (Steel Manufacture) , Bank Resona Perdania (Bank) PT Cahaya Forx (Forex Trading), PT Garuda Indonesia (Air ways), PT Sucofindo (certification body, inspection), PT Tanjung Indah Plantation (sawit), PT Asuransi MSIG, (Insurance company),

Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC

Deskripsi Saat ini sertifikat ISO 9001, CoC (Chain Of Custody) FSC (Forest Stewardship Council) dan SMK3 (PP NO 50 2012) sudah menjadi persyaratan dari buyer jika perusahaan kayu ingin memperoleh kontrak atau order. Munculnya sikap konsumen tersebut berawal dari kesadaran bahwa kondisi lingkungan terutama hutan semakin memprihantinkan dimana jumlah hutan dan kualitas hutan sejaa tahun 1980an cenderung menurun. Hal tersebutlah yang membuat industri kayu harus menerapkan sistem manajemen Chain of Custody (CoC) standar FSC (Forest Stewardship Council), SMK3 Dan ISO 9001. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Memahami persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Memahami tahapan dan teknik penerapan COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Memahami sistem dokumentasi COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta  memahami persyaran integrasi COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) Peserta memahami metoda dan tahapan Penerapan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) Metode Pelatihan Training Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Pemahaman Penerapan Integrasi ISO 9001, SMK3, COC adalah : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar – dasar COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan hasil Hutan Sejarah COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Definisi COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Lingkup COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012 Manfaat COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Pentingnya Peduli Dan Paham COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) 2 Penerapan  Integrasi Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Prinsip Prinsip COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Pemahaman per Kriteria,  Indiikator, Verifier  COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Integrasi antara COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Pedoman Penerapan dan contoh penerapan Sertifikasi COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) 4 Sistem Dokumentasi COC FSC, ISO 9001  DAN SMK3 (PP 50 2012) Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 5 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait COC FSC, ISO 9001  dan  SMK3 (PP 50 2012) Peraturan terkait Perijinan Peraturan terkait Bahan baku Kayu Peraturan terkait Manajemen Pabrik Peraturan Terkait K3 6 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan ISO 9001, CoC FSC dan SMK3 7 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 8 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Agenda Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut :   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 09.00 – 10.00 Dasar Dasar COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 09.00 – 10.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 11.00 – 12.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus Persyaratan persyaratan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan COC FSC, ISO 9001  dan SMK3 (PP 50 2012) 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan

Pelatihan Pemahaman Penerapan Integrasi CoC dan SVLK

Deskripsi Saat ini sertifikat CoC FSC Dan VLK sudah menjadi persyaratan dari pembeli jika ingin kayu untuk mendapatkan kontrak atau pesanan .. Munculnya keinginan konsumen ini untuk kebutuhan lingkungan Hutan semakin memprihantinkan tentang jumlah hutan dan kualitas hutan sejaa tahun 1980an yang semakin meningkat. Hal tersebutlah yang membuat industri kayu harus menerapkan sistem manajemen Standar Penelusuran (CoC) FSC (Forest Stewardship Council) dan SVLK Peraturan Menteri Kehutanan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan CoC dan SVLK ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya COC FSC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Memahami persyaratan COC FSC DAN SVLK Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Memahami tahap dan teknik penerapan CoC dan VLK Memahami sistem dokumentasi CoC dan VLK Metode Pelatihan Pelatihan CoC dan SVLK dilaksanakan dengan metode: Diskusi Contoh Penerapan Workshop / simulasi Peserta mempertimbangkan CoC FSC Dan SVLK Partisipasi metoda dan tahapan Penerapan CoC FSC dan SVLK Pemahaman Dasar – dasar COC FSC Dan SVLK METODA Pelatihan dijalankan dengan metoda: HASIL AKHIR Dari Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah: Outline Materi Materi Pelatihan CoC dan SVLK yang akan dibahas adalah: Kebutuhan Dan Masalah Perdagangan hasil Hutan Sejarah CoC FSC Dan SVLK Definisi CoC FSC Dan SVLK Lingkup CoC FSC Dan SVLK, Manfaat CoC FSC Dan SVLK Pentingnya Peduli Dan Paham CoC FSCdan VLK Penerapan Persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip CoC, FSC Dan SVLK Pemahaman per Kriteria, Indikator, Verifikasi CoC FSC Dan SVLK Integrasi antara CoC FSC dengan SVLK Pedoman Penerapan dan contoh penerapan Sertifikasi RSPO Dan ISPO Sistem Dokumentasi CoC FSC dan SVLK Pengertian dokumentasi Pendaftaran hirarki dokumentasi Persyaratan sistem Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda persiapan dan penerapan sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait CoC FSC dan SVLK Peraturan Terkait Perijinan Peraturan Terkait Bahan baku Kayu Peraturan Terkait Manajemen Pabrik Peraturan Terkait K3 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan CoC FSC dan SVLK Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Penerapan Metoda Hambatan Hambatan Perancangan dan Penerapan CoC FSC dan SVLK Tes Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal dan pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan selama pelatihan Diberikan soal terdiri 10 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (undangan) terhadap materi pelatihan yang telah disampaikan dan tingkat bantuan hasil pelatihan Diberikan soal terdiri dari 20 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai pelatih dan konsultan memiliki berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan / Lembaga. Perusahaan yang telah menerima pelatih sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan yang sudah diselesaikan 70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit atas nama Lembaga Sertifikasi BMTRADA, Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland Internasional, Aliansi Hutan Hujan Smartwood, Sistem Manajemen BSI (Verificator SOP RSPO). Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International, dan PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan Manajemen Aset Karbon Internasional Kutub Selatan AG Swizerland, dalam proyek Crabon Perdagangan REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan: PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya Nusantara (Pam Oil dan CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Kelapa Sawit dan CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT Kalimantan Sawit Abadi, (Grup Citra Borneo Indah),, PT Sawit Sumbermas sarana, (Grup Citra Borneo Indah), PT Mitra Mendawai Sejati, (Grup Citra Borneo Indah), PT Sawit Multi Utama, (Grup Citra Borneo Indah), PT Tanjung Sawit abadi. (Grup Citra Borneo Indah), PKS Sulung (Grup Citra Borneo Indah), PKS Suayap (Grup Citra Borneo Indah), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak), PLTA Batang Agam), PT PLN Sektor Pandan Sibolga Sumatera Utara (PLTA Renun / Danau Toba, PLTA Sipan Sihaporas, 8 PLTM PLTM), PT Cipta Kridatama (Perusahaan Tambang – Grup Trakindo), PT BP Berau Ltd (Gas LNG), PT Total Kalimantan Timur (Minyak dan Gas), PT Kota Minyak Internusa (Minyak dan gas, PT Lematang Coal Industri (Penambangan), PT AKR Corporindo Tbk (Penambangan), PT Angkasa Pura 2 (Pengelola Bandara), PT PT Nike Indonesia, PT Nikomas Gemilang, PT Pabrik Rajut Pantjatunggal, PT Trasindo Permai, (Transportaion) layanan)

Operational Excellence with Lean Manufacturing

Sementara para pesaing di seluruh dunia masih berjuang untuk menjadi organisasi dalam era pasca industri (information wave), Toyota bergerak maju. Dalam semua ukuran—kesetiaan pelanggan, kualitas kendaraan, profit, jumlah keluaran (output), model baru terlaris, dan inovasi.

Training Operational Cost Reduction

Pendahuluan Krisis ekonomi global yang saat ini terjadi membuat perusahaan harus merancang suatu strategi “bertahan” sekaligus memenangkan persaingan. Untuk itu, strategi persaingan tidak hanya fokus pada faktor ekternal, seperti peta persaingan yang sengit, juga yang bagaimana merancang strategi bersaingan melalui keunggulan operasional (operational excellence) di dalam.