Corporate Communication Training

Public Speaking Training

Tujuan Pelatihan Setelah menerima Pelatihan Bicara Publik ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menyampaikan kepada peserta Manfaat penguasaan Public Speaking Menggunakan keahlian Public Speaking untuk mencapai tujuan Menggunakan Public Speaking sebagai sarana aktualisasi diri Jembatan untuk menggali potensi diri Menyampaikan kepada peserta kiat-kiat yang dapat dilakukan secara praktis Mengenali dan mengatasi kesulitan lapangan Mengenali dan mengatasi kesulitan teknis Outline Materi Materi Public Speaking Training yang akan dibahas adalah: Persiapan: – Tujuan pembicaraan – Apa yang perempuan dan sesuai disampaikan – Mengenali hadirin: latar belakang, tren, minat, tata cara, bahasa Perencanaan: – Pengenalan lokasi dan peralatan – Pemilihan dan pengaturan waktu yang tepat – Skenario Pengorganisasian: – Introduksi – Isi pembicaraan – Membuat kuantitatif presentasi – Isi presentasi: Berdasarkan topik, Kronologis, Masalah dan Pemecahan, Penyebab akibat Alat bantu visual – Mempersiapkan presentasi – Menggunakan visualisasi Teknik presentasi – Percaya diri dan semangat – Penampilan, – Postur – Suara dan intonasi – Bahasa non verbal – Memblokir Latihan: – Membuat presentasi – melakukan latihan – Sesi umpan balik Testimoni “Sangat bersahabat” “Trainer secara keseluruhan menguasai materi dan kurang prakteknya” Facilitator Dianti Arudi, MBA. Trainer and Consultant EXPERIENCE : Director, PT TPS Consulting Indonesia Human Resource Manager, Matsushita Gobel Education Foundation Marketing Manager, Indonesian Institute for Management Developement (IPMI) Journalist, the Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) EXPERTISE : Secretarial Skills, Communication and Presentation Skills, Business Writing Skills, Service Excellence Trainer and Consultant Lecturer on Human Resources, Marketing Fundamental, Business Communication at Binus International University CERTIFICATIONS : Certified Trainer, Persuasive Communication, Persona Global, US MBA Indonesian Institute for Management Development (IPMI) – Monash University Sarjana Sastra, University of Indonesia, Faculty of Culture

Protokol dan Pergaulan Internasional

Protokol dan Pergaulan Internasional salah satu tujuannya adalah memahami ruang lingkup tugas dan peran protokol, tata upacara, tata tempat, tata penghormatan. Deskripsi Berpedoman kepada Keprotokolan Negara dan Undang Undang Protokol terbaru, pelatihan ini akan memberikan pengayaan yang berkaitan dengan tata cara pergaulan resmi dan tidak resmi baik Negara ataupun swasta. Serta dilengkapi juga dengan praktek-praktek pergaulan internasional yang lazim dikerjakan dengan melihat dari sejarah protocol dari permulaan hingga kondisi pada saat ini. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Protokol dan Pergaulan Internasional adalah : Pengertian Protokol, landasan dan sumber hukum keprotokolan. Ruang lingkup tugas dan peran protokol Tata upacara, Tata tempat, Tata Penghormatan Pengaturan kunjungan-kunjungan kenegaraan, kunjungan kerja dan tamu asing. Konferensi Internasional Misi diplomatik dan konsuler Tanda jasa dan kehormatan Tata Busana Etiket dan Pergaulan Diplomatik serta Pergaulan Internasional lainnya Jenis Jamuan  dan persiapannya. Hal-hal yang sering dijumpai dalam praktek keprotokolan negara dan cara mengatasinya.

Political Campaign Communication

Deskripsi Dalam kegiatan kampanye PILLEG maupun PILKADA, kandidat sering kurang mengerti arti pentingnya strategi komunikasi. Meskipun mungkin, kandidat sudah mendapat dukungan dari lembaga survei atau konsultan politik yang andal. Pelatihan ini menarik sebagai pembekalan dalam persiapan kampanye dari aspek komunikasi, mengingat kegiatan kampanye seperti halnya komunikasi massa. Melalui Pelatihan ini, peserta akan dibagikan untuk membahas berbagai strategi pencitraan diri, dan komunikasi strategis dengan para pemilih potensial, media massa, pihak-pihak yang memerlukan penyediaan dana. Pelatihan ini akan sangat bermanfaat untuk diikuti para Caleg Pemilu 2014, Calon Kepala Daerah (Cakada) di Pilkada. Metode Pelatihan Pelatihan Komunikasi Kampanye Politik dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode presentasi dalam memahami konsep, dan latihan / studi kasus membuat rencana strategis kampanye komunikasi. Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Komunikasi Politik Kampanye adalah: Identifikasi Permasalahan / Issu Utama Dapil (Daerah Pemilihan) Menentukan visi misi yang efektif dari aspek komunikasi Menciptakan slogan kampanye yang efektif dari aspek komunikasi Strategi Pencitraan Diri Strategi Komunikasi dengan Target Pemirsa Kampanye yang dirancang sebagai Pemilih Strategi Komunikasi dengan Media Massa Strategi Komunikasi Pemasaran untuk Penggalangan Dana Kampanye Membangun tim sukses yang memiliki keahlian dalam komunikasi Membangun Manajemen Komunikasi Kampanye Facilitator N. Putranti, MSi Belasan tahun menjadi Konsultan Komunikasi dengan spesifikasi bidang Hubungan Pemerintah, menyetujui sangat menguasai liku-liku melakukan berbagai kegiatan komunikasi dengan Lembaga Pemerintahan.Tak hanya itu ia juga ikut ambil bagian dalam memberikan masukan dan mendukung perubahan pada kebijakan publik untuk Lembaga Pemerintahan. Selain itu pengalamannya bekerja di media cetak selama sepuluh tahun juga membahas tentang dunia jurnalistik dan media Indonesia. Dari pengalamannya dan latar belakang pendidikannya di bidang Komunikasi dan Administrasi Publik inilah, membahas tentang berbagai materi pelatihan di bidang Komunikasi / Affair Pemerintah, Program Kampanye Sosialisasi Kebijakan Publik, Kampanye Politik, Pengembangan CSR, Pengembangan Masyarakat, Komunikasi Perusahaan, Budaya Perusahaan,

Pelatihan Komunikasi Perubahan

Deskripsi Proses perubahan yang efektif bergantung pada banyak faktor, salah satunya adalah komunikasi. Banyak proyek atau program perubahan gagal karena tidak didukung oleh program komunikasi yang efektif. Program komunikasi yang baik memuat hal-hal yang berkaitan dengan alasan perubahan, strategi dan kebijakan komunikasi yang jelas. Program pelatihan komunikasi perubahan ini dibuat untuk membantu pimpinan menyukseskan proyek/program perubahan guna meningkatkan daya saing organisasi atau perusahaan menjadi organisasi yang efektif dan perusahaan kelas dunia. Tujuan Pelatihan Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang komunikasi perubahan kepada peserta pelatihan Memberikan solusi mengenai strategi, kebijakan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pengelolaan komunikasi yang efektif. Outline Materi Manajemen Perubahan Mempersiapkan Diri Menghadapi Perubahan Pentingnya Komunikasi Perubahan Organisasi Pengelola Komunikasi Perubahan Project Communication Plan Identifikasi dan Analisis Kelompok yang Perlu Berubah Pengembangan Rencana Komunikasi Uji – Coba Komunikasi Perubahan Praktek Komunikasi Perubahan Metode Pelatihan Ceramah Diskusi Games Tugas Individual dan Kelompok Peserta Untuk dapat menerapkan program komunikasi secara efektif, selayaknya yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para pimpinan organisasi dan perusahaan dan tim manajemen perubahan. Namun pelatihan ini juga dapat diikuti oleh konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training Increasing Employee Engagement

Deskripsi Training Increasing Employee Engagement Dunia bisnis saat ini sedang dipengaruhi oleh “badai” krisis ekonomi dan keuangan.  Banyak perusahaan yang tidak dapat bertahan dalam situasi krisis tersebut sehingga terjadi moratorium perusahaan yang bersifat massal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi negara terganggu. Hal ini juga dialami oleh Indonesia walaupun dampak yang dirasakan tidak terlalu besar seperti di Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara lainnya. Di dalam menghadapi badai krisis ini, hanya organisasi, termasuk perusahaan yang mampu menerapkan konsep transformasi yang akurat yang dapat bertahan dengan baik. Salah satu konsep yang diperlukan adalah konsep manajemen sumber daya manusia yang akurat dan berbasis best practices. Dalam rangka membantu proses transformasi di dalam organisasi dan perusahaan, kami menyelenggarakan Pelatihan Increasing Employee Engagement guna membantu para pimpinan organisasi dan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan dan keterlibatan pegawai sehingga bermanfaat di dalam menggapai visi yang diinginkan. Manfaat Training Manfaat Training Increasing Employee Engagement : Memberikan pemahaman tentang konsep mutakhir tentang pengelolaan SDM dalam organisasi kepada para peserta; Memberikan wawasan dan keteprampilan praktis di dalam memecahkan masalah sumber daya manusia yang berkaitan dengan hubungan antara manajemen dengan pegawai dan antar pegawai; dan Turut membangun wawasan dan keterampilan untuk membangun budaya organisasi/perusahaan yang adaptif. Materi Training Materi yang akan dibahas dalam Training Increasing Employee Engagement : Employee Engagement EE: Motivated and Productive People Who Are Innovative and Creative EE at All Levels Ensures Continuity and Enhances Consistency Competitive Advantage Through EE How to Lead Highly Engaged Workers Developmental Assessments Measuring Employee Engagement and The Value We Add Project of Engagement Keeping Employees Engaged the First Year and Beyond Engagement and Inspiring Employee Levels of Engagement in the Workplace Employee Engagement in a Post-Redundancy Situation Engagement Survey Learning’s Role in Employee Engagement Problem solving Case Study Peserta yang Wajib Mengikuti Pelatihan ini Peserta yang wajib mengikuti  Training Increasing Employee Engagement : Para pimpinan dalam segala bidang dan staf yang menangani bidang strategis, akademisi dan praktisi dalam bidang manajemen SDM Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training Improving Business Writing Skills

Pelatihan Improving Business Writing Skills bertujuan untuk meningkatkan Writing Skills, khususnya untuk kepentingan Business. Deskripsi Business Writing Skills sangat penting bagi seorang karyawan. Writing Skills ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari membuat laporan tahunan, penawaran proposal, surat kerjasama, memo, brosur, atau yang lainnya. Business Writing Skills merupakan Skills dasar yang bisa dilatih dan dikembangkan. Pelatihan Improving Business Writing Skills bertujuan untuk meningkatkan Writing Skills, khususnya untuk kepentingan Business. Outline Materi 09:00 Mengapa Keterampilan Peras Bisnis? 10:30 Coffee Break 10:45 Cakupan Keterampilan Menulis Bisnis Laporan Tahunan 11:30 Menulis (Kiat & Praktik) 12:00 Makan Siang 13:00 Menulis Proposal / Kasus Bisnis (Tips & Praktik) 14.00 Menulis Surat / Memo (Tips & Praktik) 15:00 Coffee Break 15:15 Menulis Brosur 16:30 Keterampilan Menulis Presentasi Bisnis 17:15 Penutup Testimoni “Sudah baik” “Baik” Facilitator Drs. Syarifudin Yunus Merupakan bagian dari bidang Komunikasi Perusahaan / Hubungan Masyarakat (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Dia aktif sebagai PR di salah satu perusahaan terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan / jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Ia pernah menjadi Majalah Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang dilengkapi dengan keterampilan Menulis, dibahas, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Ia juga mewakili redaktur pelaksana beberapa inhouse media hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister Pasca Sarjana UKI Jakarta.

How to Internalize Good Corporate Governance (GCG)

How To Internalize Good Corporate Governance (GCG)

Deskripsi How to Internalize Good Corporate Governance (GCG) – Mana yang lebih penting, GCG atau Corporate Culture? Perdebatan mengenai GCG dan Corporate Culture merupakan sesuatu yang menarik. Seiring dengan krisis yang terjadi saat ini, GCG dipandang sebagai obat manjur bagi Perusahaan/organisasi untuk bertahan. Namun demikian, implementasi GCG yang didengung-dengungkan seolah lenyap apabila GCG tidak dilaksanakan. GCG seolah menjadi jargon berbahaya yang dihindari oleh individu maupun grup dalam Perusahaan. Ini semua akarnya adalah karena lemahnya implementasi GCG yang tidak menjadi Corporate Culture. Implementasi GCG yang telah terlaksana dengan baik akan menjadi Corporate Culture perusahaan/organisasi. Keduanya merupakan konsep yang seiring sejalan dan saling menopang. Dengan implementasi GCG yang telah menjadi Corporate Culture, diharapkan prinsip-prinsip GCG yakni Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness (TARIF) melebur menjadi Corporate Culture baru. Hal ini akan memudahkan perusahaan dalam melestarikan nilai-nilai GCG. Target Peserta Pelatihan How to Internalize Good Corporate Governance (GCG) ini ditujukan untuk para: Dewan Komisaris, Direksi, Corporate Secretary, Komite Audit, Komite GCG, bagian Legal dan Compliance, Internal Audit & pihak-pihak yang ingin mengimplementasikan GCG. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Internalize Good Corporate Governance (GCG) adalah : GCG Comprehensive Framework GCG Infrastructure & Softstructure GCG Strategy Map What is Corporate Culture GCG and Corporate Culture Implementation Framework Case Study. Fasilitator Wilson Arafat & Mohamad Fajri M.P, SH, MKn Wilson Arafat (Praktisi Corporate Culture) Wilson Arafat, SE,MM adalah pakar implementasi GCG yang memiliki spesialisasi pada implementasi GCG, manajemen risiko dan penanaman budaya. Telah memenangkan berbagai penghargaan karya tulis tentang GCG antara lain dari FE UGM, Bank Indonesia, BNI, BPKP dan berbagai institusi lain. Hasil karyanya tentang GCG telah mewarnai berbagai media massa sejak tahun 1999 dan saat ini telah menghasilkan sejumlah buku di bidang implementasi GCG antara lain Buku How To Implement GCG Effectively yang saat ini telah menjadi best seller. Salah satu karya tulisnya, Peran BI Mewujudkan GCG dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Nasional, rekomendasi yang dihasilkan oleh Wilson Arafat telah diadopsi oleh Bank Indonesia dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 Tentang Implementasi GCG. Mohamad Fajri M.P, SH, MKn (GCG Implementation Specialist) Mohamad Fajri merupakan GCG Implementation Specialist. Memiliki pengalaman panjang dalam implementasi GCG di berbagai perusahaan dengan multi sector industry, antara lain: Bank BTN, Bank BNI, Jamsostek, PGN, Bukit Asam, Bank Muamalat, PTPN XII, Asuransi Jasindo, Bank Syariah Mandiri, Sucofindo, PT INTI termasuk dalam pembahasan tentang penyusunan Annual Report. Telah mengeluarkan buku berjudul Smart Strategy for 360 degree GCG: Simple, Clear, Applicable yang ditulis bersama dengan Wilson Arafat. Testimoni “Cukup Puas” “Sangat berpengalaman” “OK” “Menguasai praktek dilapangan”

Training Grievance Mechanisme

Deskripsi Konflik sosial kerap kali terjadi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, bahkan sering kali menimbulkan gangguan pada operasional perusahaan atau bisa menimbulkan kerusakan. Berbagai faktor menjadi akar masalah terjadinya konflik sosial, yang salah satunya tidak tersalurkannya aspirasi dan permasalahan yang ada di masyarakat hingga bereksalasi menjadi konflik social. Grievance Mechanisme adalah metode efektif untuk menampuh keluhan dan masukan dari masyarakat. Hal ini menjadi penting adalah bagaimana membuat mekanisme tersebut bisa berfungsi dan diterima oleh masyarakat dengan baik. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Grievance Mechanisme ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu menganalisa kerentanan, potensi dan sumber konflik antara  masyarakat-perusahaan Mampu mengidetifikasikan dan menyusun model komunikasi sosial yang tepat antara masyarakat dan perusahaan Mampu membuat model – model Grievance Mechanisme yang sesuai dengan kondisi sosial masyarakat Membuat frame analisis grievance dan membangun strategi untuk respon pada masyarakat Outline Materi Materi Training Grievance Mechanisme yang akan dibahas adalah : Analisis Resiko Sosial (Social risk) Paradigma perubahan mendasar sistem keamanan perusahaan pasca reformasi Pengenalan sistem sosial dan pendekatan ke  masyarakat Mengidentifikasikan  kerentanan – kerentanan di masyarakat Pemetaan potensi konflik pada tiap tahapan operasional perusahaan Pengenalan konsep – konsep Grievance Mechanisme Membangun model Grievance Mechanisme Teknik PRA (Participatory Rural Appraisal) membangun grievance mechanisme Teknik RRA (Rural Rapid Appraisal) membangun grievance mechanisme Model – model  grievance non konvensional Monitoring  Grievance Mechanisme Management data dan teknis analisis data Penyusunan pelaporan dan koordinasi lintas sektor Membuat perencanaan respon hasil Grievance Mechanisme Best practice : Issues monitoring – SMART monitoring tools Praktek/Bedah Kasus  Grievance Mechanisme Praktek membuat dan melakukan bedah kasus dari Grievance Mechanisme  yang akan atau sudah dilakukan oleh peserta pelatihan Membagi best practices antar peserta Rangkuman dan penyimpulan Durasi Pelatihan dilaksanakan selama dua hari efektif , dimana satu hari untuk pendekatan teori dan study kasus, hari kedua adalah untuk praktek secara langsung. Facilitator I Putu Widhiantara Sri Bangun Putu Widhiantara; berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, komunikasi perubahan prilaku dan mitigasi konflik di tingkat regional dan nasional. Pengalaman kerja dengan banyak lembaga internasional seperti : USAID, FAO, UNICEF, UNDP – CPRU (Conflict Prevention and Recovery Unit), ILO, IOM, SAFE-USAID, AED, VSO (program regional : Indonesia,Philipine dan Thailand). Saat ini bekerja sebagai social reseacher pada dua program Bank Dunia dan juga sebagai konsultan integrated risk management di beberapa perusahan ekstratif industri.

Training Effective Public Relations

Deskripsi Sebagai salah satu akibat dari kemajuan tehnologi yang mampu merubah tatanan kehidupan manusia, Public Relations atau PR sudah merupakan fenomena dan sekaligus kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Dalam dunia usaha maupun organisasi lainnya, Public Relations (hubungan masyarakat) kini telah menjadi bahan yang tidak terpisahkan dari aspek komunikasi lainnya seperti pemasaran, promosi, iklan dan penjualan. Kegiatan PR yang meliputi berbagai fungsi, konsep dan tehnik-tehnik pelaksanaannya telah berkembang menjadi ‘suatu lembaga’ yang dianggap harus ada untuk mendampingi organisasi, apapun bentuk organisasi tersebut. Sekarang ini, kehidupan sudah menjadi sedemikian kompleksnya, sehingga apa yang dikatakan atau apa yang dikehendaki, agar bisa terpenuhi, manusia maupun organisasi mutlak mendapatkan pengertian atau bahkan kalau mungkin dukungan dari pihak lain, terhadap apa yang dinyatakan. Pengertian, – apalagi dukungan -, dari berbagai pihak yang latar belakangnya bervariasi, makin lama makin sulit untuk didapatkan. Apa yang sering dilakukan adalah menberitahukan kepada khalayak umum tentang ‘siapa dan bagaimana diri kita’. Kegiatan semacam ini, lazimnya disebut PUBLISITAS, yang merupakan salah satu tahap dari keseluruhan kerja PR. Dalam perkembangannya, PR tidak lagi hanya berfungsi memberitahukan kepada pihak lain tentang siapa dan bagaimana diri kita, tetapi juga memberitahukan kepada ‘kita’ tentang apa dan bagaimana pendapat atau pikiran lain terhadap ‘diri kita’. Dengan demikian kita menjadi mampu merencanakan tindak lanjut dalam usaha kita mencapai tujuan organisasi yang meliputi apa yang harus dilakukan, bagaimana caranya dan dengan sarana apa sebagai pendukung. Seluruh kegiatan tersebut merupakan mata rantai kerja PR. Jadi, diperlukan usaha peningkatan ketrampilan untuk merancang dan mempengaruhi publik, yang dapat dilakukan dengan mengikuti suatu seminar intensif. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective Public Relations ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Agar  memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan berbagai ide, melaksanakan rancangan program kepada berbagai kelompok masyarakat sasaran organisasi, untuk mendapatkan pengertian dan dukungan, disertai dengan kemampuan untuk mengevaluasi perilaku masyarakat, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan prosedur organisasi sesuai dengan kepemtingan masyarakat. Outline Materi Materi Training Effective Public Relations yang akan dibahas adalah : Hari Pertama Sesi  1        :   Peranan Public Relations dalam operasi perusahaan Fungsi dan peranan PR Manfaat Public Relations Kedudukan PR dalam organisasi                        :   Psikologi Public relations Dua faktor karakteristik masyarakat sasaran Psikolosi pesan dan strukturnya Sistem komunikasi antar individu (interpersonal communications) Sesi  2        :   Manajemen dan kode etik Public Relations Menyadari sasaran umum PR Tahap-tahap yang dibutuhkan Kode etik IPRA Kode etik Perilaku berdasarkan sidang IPRA                      :   Perencanaan Kerja PR Proses kegiatan PR Langlah-langkah kegiatan Hambatan – hambatan Sesi 3          :   Management Crisis Apa itu krisis Katagori krisis dan bentuknya Manajemen Krisis dan Citra Perusahaan / Lembaga / Institusi Penanggulangan Krisis Pra, Masa dan setelah Krisis Sesi 4           :   Corporate Image Identity  Membentuk opini publik Hal membentuk citra perusahaan/ lembaga / institusi Sifat dari opini public Hari Kedua Sesi  5        :   Protokoler Pengertian Protokoler dan hubungan dengan kegiatan PR Pemahaman tentang tatatertib dan etiket ke-protokoler-an Ruang lingkup tugas kegiatan protokol. Tata krama Pergaulan Bisnis, dasar pelaksanaan protokol Persiapan-persiapan  fisik Sesi 6          :   Public Speaking and Master of Ceremony Thema acara:  keperluan petugas Master of Ceremony Master of Ceremony dalam upacara Acara Resmi, Semi Resmi, Acara Hiburan Bahasa Protokoler –  Resmi dan Bahasa Komunikatif Sesi  7        :   Media Relations, Press Release dan Pidato Pengertian dan kegiatan Menulis Press Release Jenis-jenis pidato Pidato, format dasar – general model dan model rinci Sesi  8        :   Press Conference – tindak lanjut Media Relations Mengapa Press Conference Beberapa ‘tipe’ penyelenggaraan Aktifitas yang terjadi Testimoni “Saya Suka dengan metode penyampaian trainernya, dapat mencontohkan tentang materi yang diberikan” “Trainer bersikap ramah” “Baik” “Sangat bagus & berpengalaman dalam bidang PR” “Sangat memahami materi dapat dibuat lebih interaktif lagi.” “Cukup Baik” Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari Delapan tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Effective PR Campaign

Deskripsi Dalam pembentukan citra perusahaan, lembaga atau produk yang hanya diperlukan lembaga kampanye Hubungan Masyarakat (PR) yang terintegrasi, intergratif dan kreatif. Selain mengkampanyekan program kerja, aktivitas, dan informasi, tujuan kampanye, untuk menemukan, meningkatkan kesadaran atau mencari dukungan publik dari target khalayaknya (audiens target), dan sekaligus meningkatkan referensi khalayak yang terkait dan dituju (publik signifikan), perkembangan berikutnya dikenal dengan pemegang saham (khalayak sasaran yang terkait). (PR Campaign) Sesuatu yang dijual tentu menunjukkan nilai lebih, baik dari segi kualitas maupun penampilan. Terkait di dalam dunia pemasaran, pada pandangan pertama bungkus bisa sangat menentukan membandingkan isi. Produk sehebat apa pun, dengan kualitas tinggi tetapi tidak bisa laku kalau pembungkusnya tidak menarik atau berkesan tidak bisa dipercaya. Strategi yang tepat. Pesan kampanye harus tersampaikan dengan cepat, dengan menyelesaikan pesan yang jelas dan dilakukan dengan apik agar dapat diterima audiens target. (PR Campaign) Kampanye produk (Kampanye berorientasi produk) merupakan kegiatan kampanye yang berorientasi komersial, seperti mengalihkan produk baru. Kampanye ini biasanya dibuat bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk yang diperkenalkan ke publiknya. (PR Campaign) Kampanye pencalonan kandidat (Kampanye Berorientasi Kandidat) adalah kampanye yang berorientasi politik, seperti kampanye Pemilu dan Pilkada. (PR Campaign) Kampanye ideologi atau misi sosial (Kampanye Ideologis atau Berorientasi Kampanye) adalah kampanye yang melakukan kampanye khusus, berdimensi sosial, atau kampanye sosial, seperti kampanye kampanye Anti Narkoba, Anti HIV / AID dan Pengentasan Kemiskinan. (PR Campaign) Agar kampanye Public Relations dapat efektif, maka diperlukan langkah-langkah yang sistematis mulai dari analisis, perumusan tujuan, penetapan khalayak, perumusan pesan, pemilihan media, strategi, alokasi sumber daya hingga evaluasi dan review program kampanye public relations. (PR Campaign) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan PR Campaign peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pelatihan PR Campaign peserta mampu membuat proposal kampanye hubungan masyarakat yang menarik dan memiliki nilai jual dengan tahapan-tahapan sistematis, jelas dan efektif. (PR Campaign) Peserta mempertimbangkan teori kampanye dengan contoh aplikasi. (PR Campaign) Peserta akan berlatih membuat proposal kampanye pendek PR. (PR Campaign) Outline Materi Pelatihan Materi yang akan di bahas topik Kampanye PR Efektif adalah: Pengantar perencanaan Kampanye Membuat analisis situasi Merumuskan tujuan dengan tepat Pemilihan khalayak Pemilihan media yang tepat Perumusan pesan persuasif Perumusan Strategi jitu Pengalokasian Sumber Daya Evaluasi dan ulasan Pembuatan Proposal Kegiatan Facilitator Gufroni Sakaril, Drs, MM, Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berhasil dalam bidang Hubungan Masyarakat dan telah 10 tahun menjadi Kepala Hubungan Masyarakat PT Indosiar Visual Mandiri. Selain itu, mengajar di bidang Hubungan Masyarakat di Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye hubungan masyarakat, lobi negosiasi dan advokasi, hubungan masyarakat, dasar-dasar hubungan masyarakat, publikasi dan lain-lain. Beberapa lembaga / lembaga yang pernah menjadi kliennya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Indonesia, dan sering menjadi panitia acara-acara nasional.

Training Effective PR Advocacy

Training Effective PR Advocacy bertujuan agar peserta mampu membahas lobby, negosiasi dan advokasi, meningkatkan keterampilan advokasi dan menyiapkan argumentasi dengan baik. Deskripsi Upaya mendorong perubahan bertahap agar para pengambil keputusan lebih mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat sebagai pemegang saham membutuhkan advokasi. Dipertimbangkan pada keputusan atau kebijakan pemerintah (daerah) dibuat kurang melibatkan masyarakat dan hanya tergantung pada peraturan di atas, atau memihak kepentingan tertentu yang mungkin jauh dari keberpihakan bagi masyarakat. Dalam advokasi agar para pengambil keputusan mau berubah, maka perlu dilakukan komunikasi, lobi, negosiasi, dan lain-lain yang semuanya harus dilakukan secara persuasif. Persuasi adalah cara komunikasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan model berpikir seseorang harus dapat lebih fleksibel dan memiliki pilihan yang lebih banyak. Program advokasi dan komunikasi tentang perubahan yang diperlukan. Persuasi ini untuk mendapatkan arah yang jelas dalam penyampaian suatu pesan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective PR Advocacy ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Partisipan yang mampu membahas lobby, negosiasi dan advokasi Meningkatkan keterampilan advokasi Dapat menerapkan teknik-teknik advokasi Peserta mampu menyiapkan argumentasi dengan baik Partisipasi penyelesaian-tahapan negosiasi Peserta siap dalam melakukan dengar pendapat dengan Eksekutif maupun legislatif Outline Materi Training Effective PR Advocacy yang akan dibahas adalah: Lobi Pengantar, negosiasi dan advokasi Tahap persiapan dalam lobi, negosiasi dan advokasi Proses tanggapan iklim yang kondusif Proses pembukaan dalam negosiasi dan advokasi Lobi komunikasi inti, negosiasi dan advokasi Negosiasi tahap Macam-macam protes Menghadapi Situasi Sulit Cara Mempertahankan Perhatian Merumuskan isu strategis Mendengar dengan eksekutif dan legislatif Facilitator Gufroni Sakaril, Drs, MM, Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berhasil dalam bidang Hubungan Masyarakat dan telah 10 tahun menjadi Kepala Hubungan Masyarakat PT Indosiar Visual Mandiri. Selain itu, mengajar di bidang Hubungan Masyarakat di Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye hubungan masyarakat, lobi negosiasi dan advokasi, hubungan masyarakat, dasar-dasar hubungan masyarakat, publikasi dan lain-lain. Beberapa lembaga / lembaga yang pernah menjadi kliennya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Indonesia, dan sering menjadi panitia acara-acara nasional.

Effective PR Activities Best Practise for PR Officer

Deskripsi Effective PR Activities Best Practise forPR Officer –  memiliki peran besar dalam menunjang tercapainya tujuan dan target perusahaan. Untuk merealisasikan peran tersebut, tidaklah mudah. Pengetahuan dan keterampilan bagi PR Officer harus memadai, disamping tata kelola untuk menciptakan dan mengimplementasikan berbagai aktivitas PR yang tepat sasaran. Ini berarti, PR Officer—dimanapun ia berkiprah—HARUS mampu meng-kreasi program dan aktivitas PR bagi Perusahaan yang efektif. Tanpa kemampuan dari PR Officer yang memadai, niscaya rencana dan kinerja yang dijalankan menjadi kurang efektif. Lalu, apa saja best practices atau hal-hal yang terkait dengan keterampilan dasar bagi seorang PR Officer dalam melaksanakan tugas dan fungsinya bagi perusahaan ? Adalah hal penting untuk selalu meng-update kemampuan sebagai PR Officer dalam konteks kompetisi bisnis yang terus berkembang di era sekarang. Caranya, tentu dengan meng-optimalkan aktivitas PR di perusahaan (baik internal maupun eksternal) melalui strategi dan metode yang tepat guna, sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan. Untuk itu, bergabunglah dalam WORKSHOP “Effective PR Activities; Best Practise for PR Officer”. Sudahkah Anda memulainya ? Workshop ini memberikan tips praktis yang berharga sesuai kebutuhan perusahaan KITA. Agenda Effective PR Activities Best Practise for PR Officer 08:20                Registrasi Peserta 08:30                Strategi Dasar Aktivitas Public Relations + Kompetensi PR Officer 10:30                Coffee Break 10:45                Best Practise 1 : Internal & Eksternal Communications – Know How ? 12:10                Makan Siang 13:10                Best Practise 2 : Keterampilan Dasar PR Officer 15:00                Coffee Break 15:15                Best Practise 3 : Improving Communications Skills (Speaking & Writing) 16:30                Evaluasi : Best Practise for PR Officer 17:00                Closing Facilitator Drs. Syarifudin Yunus Adalah praktisi dan akademisi bidang Corporate Communications/Public Relations (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Beliau aktif sebagai praktisi PR di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan/jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Beliau pernah menjadi wartawan Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang mencakup keterampilan Menulis, Berbicara, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Beliau juga tercatat sebagai redaktur pelaksana beberapa media inhouse hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister di Pasca Sarjana UKI Jakarta.

Effective Crisis Communication Strategy & Practises to Maintain Corporate Reputation

Effective Crisis Communication Strategy & Practises to Maintain Corporate Reputation salah satu tujuannya adalah untuk memperkaya kemampuan kita dalam menangani KRISIS yang terjadi di perusahaan tempat kita bekerja. Deskripsi KRISIS bisa terjadi di setiap perusahaan. Waktu dan masalahnya pun tidak pernah bisa terduga. Krisis yang terjadi di suatu perusahaan bisa diakibatkan oleh masalah hukum, terganggunya hubungan dengan publik dan atau media massa, masalah dengan pelanggan/nasabah, maupun masalah internal perusahaan. Apapun penyebabnya, kondisi KRISIS akan mengarahkan REPUTASI dan CITRA suatu perusahaan ke arah yang NEGATIF. (Crisis Communication) Secara faktual, krisis yang terjadi tidak dapat dihindari oleh siapapun. KITA harus menghadapi dan mampu mengatasi krisis. Mengatasi setiap potensi dan krisis yang terjadi adalah tindakan mutlak yang harus dilakukan. (Crisis Communication) Jika tidak, lagi-lagi REPUTASI dan CITRA PERUSAHAAN akan terkikis dan runtuh di mata masyarakat. Sekalipun sulit untuk dicegah, terjadinya krisis disuatu perusahaan sudah tentu menuntut kemampuan tersendiri bagi  seorang PR Officer dan sejenisnya untuk MENGATASI setipa masalah yang menjadi sumber krisis. (Crisis Communication) Atas dasar itu, strategi khusus dan kiat praktis dalam menghadapi masa-masa KRISIS yang terjadi di suatu perusahaan patut diprioritaskan. Melalui STRATEGI dan PRAKTEK yang tepat, suatu perusahaan dapat keluar dari masalah/krisis yang dihadapi tanpa harus “mengorbankan” reputasi dan citra di mata publik. Menghadapi KRISIS memerlukan STRATEGI dan TEKNIK TERSENDIRI yang optimal. (Crisis Communication) WORKSHOP “Effective Crisis Communications; Strategy & Practises” ini bertujuan untuk memperkaya kemampuan kita dalam menangani KRISIS yang terjadi di perusahaan tempat kita bekerja. Workshop ini berisi sharing pengalaman praktis agar partisipan dapat meningkatkan kapasitas diri dalam mengahadapi krisis-krisis Komunikasi yang terjadi.(Crisis Communication) Outline Materi Effective Crisis Communication Strategy & Practises to Maintain Corporate Reputation Day 1 08:30       Registrasi Peserta 09:00       Kapan & Bagaimana KRISIS bisa terjadi di perusahaan kita ? 10:30       Coffee Break 10.45       Tipe & Karakter Krisis; Crisis Management Strategy/Models 12:10       Makan Siang 13:10       Developing Simple Crisis Communications – What should WE do ? (Crisis Communication) 15:00       Coffee Break 15:15       –     Practical Lesson: Key Messages – How to handle the crisis? –     Communication Plan (Building public/media confidence) 17:00       Closing Day 2 08:30       Registrasi Peserta 09:00       Media Handling in Crisis (Bad News to Good News) 10:30       Coffee Break 10.45       Public Relation in Crisis to Maintain Corporate Reputation (Crisis Communication) 12:10       Makan Siang 13:10       Crisis Management Success Story (Crisis Communication) 15:00       Coffee Break 15:15       –    Simulations (Crisis Communication) –    Planning Corporate Crisis Management (Crisis Communication) 17:00       Closing Testimoni “Trainer lebih aktraktif & lebih banyak memaparkan study kasus secara komprehensive” “Trainer menguasai materi, sangat berpengalaman meskipun sudah sepuh, sehingga muncul materi nostalgia” Facilitator Drs. Syarifudin Yunus Adalah praktisi dan akademisi bidang Corporate Communications/Public Relations (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Beliau aktif sebagai praktisi PR di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan/jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Beliau pernah menjadi wartawan Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang mencakup keterampilan Menulis, Berbicara, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Beliau juga tercatat sebagai redaktur pelaksana beberapa media inhouse hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister di Pasca Sarjana UKI Jakarta.

Developing an Effective Government Communication Strategy

Deskripsi Developing an Effective Government Communication Strategy – Saat ini mungkin banyak dari  perusahaan swasta, asosiasi , ataupun lembaga masyarakat  yang mengalami berbagai masalah  yang berkaitan dengan Kebijakan atau “Kebijaksanaan” yang dikeluarkan Pemerintah atau Pemerintahan. Seperti masalah Pajak, Tarif bea masuk,  Persaingan Usaha, Tata Niaga, Export/Import, Amdal, dll. Salah satu cara pemecahan masalah-masalah tersebut adalah dengan melakukan kegiatan Komunikasi yang tepat dengan Lembaga Pemerintahan. Melalui  Pelatihan ini peserta  akan dibekali pemahaman mengenai : Proses pengolahan Kebijakan di lingkungan Pemerintahan. Strategi komunikasi yang efektif dengan lembaga  Pemerintahan Pelatihan ini akan sangat bermanfaat untuk diikuti para Pimpinan Perusahaan/ Asosiasi/Lembaga Masyarakat, Manajer Humas/Public Relations, Communication Manager, General Affair Dept,dll. Metode Pelatihan Training Developing an Effective Government Communication Strategy dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode presentasi dalam pemahaman konsep, dan latihan/studi kasus membuat communication strategic plan sesuai permasalahan yang berkaitan dengan regulasi yang dihadapi peserta.Lalu dilanjutkan dengan Diskusi dan presentasi hasil latihan. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Developing an Effective Government Communication Strategy adalah : PEMAHAMAN TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAHAN PUSAT & DAERAH Struktur/Hirarki Kebijakan di berbagai level Pemerintahan. Unsur-unsur yang mempengaruhi kebijakan/”kebijaksanaan” Pemerintahan Proses pembuatan Kebijakan Pembagian Kewenangan Pemerintahan Pusat/Daerah MENGENAL KOMUNITAS WARTAWAN DI LINGKUNGAN Memahami proses kerja dan kode etik wartawan di lingkungan pemerintahan Memahami peraturan yang dikenakan oleh Lembaga Pemerintahan untuk para  wartawan Peranan wartawan/media dalam proses Kebijakan  Lembaga Pemerintahan STRATEGI BERKOMUNIKASI DENGAN LEMBAGA PEMERINTAHAN Penyampaian input/tuntutan atas Kebijakan yang dianggap kurang sesuai kepada  Lembaga Pemerintahan Strategi menciptakan berita tentang kebijakan terkait yang menarik perhatian media Lembaga  Pemerintahan Testimoni “Baik” Facilitator N. Putranti, MSi Belasan tahun menjadi Konsultan Komunikasi dengan spesifikasi bidang Government Relations, membuatnya sangat menguasai liku-liku melakukan berbagai kegiatan  komunikasi  dengan Lembaga Pemerintahan.Tak hanya itu beliau juga   turut ambil bagian dalam memberikan input dan tuntutan perubahan  pada berbagai Kebijakan Public kepada Lembaga Pemerintahan. Selain itu pengalamannya bekerja di sebuah media cetak selama sepuluh tahun juga membuatnya sangat dekat dengan dunia jurnalistik dan media Indonesia. Dari pengalamannya dan latar belakang pendidikannya  di bidang Komunikasi dan Administrasi Publik inilah, membuatnya menguasai berbagai materi pelatihan di  bidang Government Communication/Affair, Public Policy Socialization Campaign Program, Politic Campaign, CSR Development, Community Development, Corporate Communication, Corporate Culture, Corporate Organization Development.

Training Designing Effective Internal Communications Program

Training Designing Effective Internal Communications Program salah satu tujuannya adalah agar Kita dapat membuat trik dan strategi untuk mendisain dan melaksanakan suatu program internal communication  yang efektif. Deskripsi Di era kompetitif sekarang ini, strategi untuk menciptakan “value & power communications” menjadi aspek penting dalam pencapaian strategi bisnis perusahaan. Diantaranya dengan mengoptimalkan Internal Communications program. Seberapa efektif kah internal communications perusahaan kita ? Harus diakui, efektivitas arus informasi di kalangan karyawan (internal) merupakan titik kritis dalam mencapai sukses perusahaan. Melalui program Internal Communications yang efektif, kinerja Perusahaan PASTI tumbuh signifikan pula. Dari pemikiran itulah, investasi untuk memberdayakan Internal Communications sangat penting bagi pencapaian tujuan bisnis. Di dalam workshop ini partisipan akan diberikan trik dan strategi untuk mendisain dan melaksanakan suatu program internal communication  yang efektif, disamping berbagi pengalaman praktis untuk mengubah taktik kita  dalam berkomunikasi dengan para karyawan. Agenda 08:30    Registrasi Peserta 09:00    Strategic Value of Internal Communications for Our Company (New Trend) 10:30    Coffee Break 10:45    Tools & Techniques Program untuk Internal Communications yang EFEKTIF 12:10    Lunch 13:10    Leadership & Ownership Internal Communications – Internal Branding 15:00    Coffee Break 15:15    CHANGING Workspace for Our Company – Practise Plan & Presentation 16:30    Evaluating of Internal Communications 17:00    Closing Testimoni “Baik” “Materi Bagus & mudah dimengerti” “Trainer sangat baik & menguasai mater” “Trainer cukup komunikatif dan sesuai dengan penyampaian materi” “Materi Ok, Full knowledge… keep healthy ya pak Ludwig Thanks untuk ilmunya. Penyampaiannya bisa dibuat Fun” Facilitator Drs. Syarifudin Yunus Adalah praktisi dan akademisi bidang Corporate Communications/Public Relations (Kehumasan) dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Beliau aktif sebagai praktisi PR di salah satu perusahaan multinasional terkemuka di Jakarta, disamping aktif sebagai pengajar kehumasan/jurnalistik di Perguruan Tinggi dan konsultan bisnis di Jakarta. Penulis 8 buku dan penulis lepas di beberapa media massa Jakarta, termasuk Bisnis Indonesia. Beliau pernah menjadi wartawan Majalah Forum Keadilan, Mobil Indonesia dan ProGolf serta menjadi Pengajar Program Keterampilan Komunikasi Sekretariat Negara RI. Program Keterampilan Komunikasi adalah spesialisasinya, yang mencakup keterampilan Menulis, Berbicara, Kesekretarisan, Korespondensi, Editing dan lainnya. Beliau juga tercatat sebagai redaktur pelaksana beberapa media inhouse hingga saat ini dan menyelesaikan program Magister di Pasca Sarjana UKI Jakarta.

Desain Media Publikasi Perusahaan

Desain Media Publikasi Perusahaan salah satu tujuannya adalah Peserta mengetahui dan memahami serta mampu mempraktekan penerapan prinsip-prinsip desain, elemen desain, struktur desain, gagasan desain yang akan meningkatkan kualitas media publikasi perusahaan menjadi lebih baik dan menarik secara mudah dan terstruktur. Deskripsi Media publikasi bagi perusahaan berfungsi untuk menyampaikan pesan, gagasan, ide, dan kepentingan stake holder perusahaan. Media tersebut merepresentasikan citra perusahaan, oleh karena itu harus didesain dengan baik. Ada persepsi bahwa desain media publikasi ditentukan oleh keterampilan menggunakan software desain, padahal tidak seperti itu. Untuk membuat media publikasi yang baik, harus dimulai dari pemahaman prinsip-prinsip desain kemudia diterapkan dalam bentuk media. Pelatihan Desain Media Publikasi untuk Perusahaan memberikan pemahaman prinsip-prinsip desain dalam membuat media publikasi. Peserta diarahkan untuk menguasai elemen-elemen desain, struktur desain, dan gagasan desain dalam merancang sebuah media publikasi. Sasaran Pelatihan Peserta mengetahui dan memahami serta mampu mempraktekan penerapan prinsip-prinsip desain, elemen desain, struktur desain, gagasan desain yang akan meningkatkan kualitas media publikasi perusahaan menjadi lebih baik dan menarik secara mudah dan terstruktur. Outline Materi Apakah desain itu? Perkembangan desain dari masa ke masa. Mengenal formula DESIGN secara mudah dan komprehensif. Design & Design Principles Elements Structures Ideas Good & Gain Novelties. Sejarah media publikasi Bagaimana penerapan desain pada media publikasi perusahaan? Penerapan praktis dari formula DESIGN pada desain media publikasi perusahaan. Metode Pelatihan Pelatihan ini menekankan pemaparan materi, analisa, diskusi, latihan dan presentasi desain. Facilitator Evy Saefullah Menamatkan pendidikan desain di jurusan Desain Grafis FSRD ITB, dan memperdalamnya pada program Magister Desain pada tempat yang sama. Berkecimpung dalam berbagai bidang desain komunikasi visual, meliputi : desain grafis, promosi, publikasi, corporate identity, animasi, multimedia, media massa, dan periklanan. Beberapa karyanya diantaranya adalah : Logo dan kemasan Ekstra Joss (Expose Design), Desain cover, ilustrasi dan layout majalah Swa, Logo PT INTI (Persero), Logo dan desain tabloid MQ, Logo Hotel The Ardjuna, Company Profile Pos Logistik (PT Pos Indonesia Persero), dan lainnya. Memberikan Training pada beberapa penyelenggara, dengan para peserta berasal dari berbagai perusahaan swasta dan BUMN Indonesia. Kini sebagai konsultan desain pada Mitramark IMC, dan dosen luar biasa di Universitas Padjadjaran dan Universitas Pasundan di Kota Bandung.

CSR Strategi Menuju GCG

Salah satu tujuan training CSR strategi menuju GCG agar kita bisa mengikuti perkembangan CSR yang sedapatnya memiliki sertrifikasi ISO 26000 seperti yang dituangkan dalam Draft International Standard (DIS) ISO 26000, dan hal – hal lain terkait dengan CSR strategi menuju GCG. Deskripsi Tanggung jawab sosial dikenal sebagai tanggung jawab sebuah organisasi atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap masyarakat dan lingkungan melalui perilaku transparan dan etis, konsisten dengan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, memperhatikan harapan dari para pemangku kepentingan, sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma perilaku internasional dan terintegrasi dalam seluruh organisasi. (CSR) Indonesia sudah memiliki Undang-undang No 40, Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan BUMN, yang menganjurkan dan mengharuskan perusahaan tertentu menjalankan CSR. CSR itu seharausnya beyond the rules and regulations, yang mendorong agar menjalankan CSR adalah moral obligation. Yang mengatur CSR dalam Undang-undang PT ada tiga pasal. Pasal 1 C, Definisi TGSL (Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan), dalam pasal ini disebutkan mengenai moral obligation yang menyebutkan komitmen perusahaan untuk ikut serta dalam social responsibility. Di Pasal 66 mengenai keterbukaan, perusahaan diwajibkan untuk mengungkapkan kegiatan CSR-nya melalui publisitas Laporan Tahunan. Pasal 74 disebutkan bahwa bagi perusahaan yang mengelola sumber daya alam atau terkait dengan sumber daya alam untuk melaksanakan CSR. Bagi perusahaan yang bergerak di sektor industri lainnya jelas CSR lebih merupakan moral obligation serta seyogyanya ikut memberikan social responsibility. Dari segi perspektif Public Relations, program-program CSR terbukti meningkatkan image & trust pemangku kepentingan terhadap perusahaan/industri tersebut. (CSR) Jadi merupakan obligasi, obligation to participate mengikuti CSR workshop. (CSR) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan CSR Strategi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pemahaman yang jelas mengenai Konsep CSR Pemahaman Undang-Undang Perseroann Terbatas Tahun 2007, sehubungan dengan ketentuan melaksanakan CSR Mengetahui Panduan, yaitu ISO 26000 Memahami pentingnya moral obligation and social responsibility sesuai budayaIndonesia. (CSR) Belajar menyusun strategi dan taktik menjalankan program-proggram CSR Belajar dari success stories perusahaan-perusahaan yang berkembang pesat berkat  program CSR-nya Memahami dan dapat mengadopsi strategi pelaksanaan CSR sekaligus strategi Public Relations-nya. (CSR) Problem solving: menghadapi berbagai rintangan di lapangan, melalui Pubic Trust dan Negotiation Skills. (CSR) Mengetahui Strategi Media Relations, sebagai support skills & knowledge dalam membentuk, meningkatkan dan mengembangkan corporate image. (CSR) Melatih menyiapkan dan menulis Press Release dan artikel untuk publikasi, yang merupakan soft ware media Relations. (CSR) Strategi menuju Good Corporate Governance (GCG). (CSR) Menyiapkan Monitoring dan Evaluation, sebagai alat kontrol dan alat ukur untuk perbaikan dan pengembangan (CSR) Konsep Pemikiran Utama Maraknya pembahasan CSR di forum luas menjadikan salah satu pemikiran utama bahwa perencanaan CSR yang akan diadakan haruslah unik dan berdaya guna Unik karena pemikiran CSR yang akan dirancang haruslah merupakan core business  industri yang ditangani. Berhubungan dengan produk/jasa yang dihasilkan. Kreatif, unik dan harus berkelanjutan  (Program kecil, sporadik, belum dapat dikategorikan sebagai CSR. Misalnya: sumbang donor darah, kunjungan ke panti asuhan, mengundang kaum duafa, orang jompo menikmati hidangan dan hiburan di tempat rekreasi, sumbangan untuk musibah bencana.) Harus berdaya guna. Dalam bentuk workshop, sehingga peserta mendapatkan manfaat dalam menyusun strategi merancang, melaksanakan dan mengevaluasi berbagai program yang benar-benar merupakan program CSR khusus dan unik sesuai core business sektor industri yang ditangani. Outline Materi Materi Pelatihan CSR Strategi yang akan dibahas adalah : Berdasarkan definisi CSR yang paling terkenal dan diakui secara universal yaitu Definisi dari World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) – Badan Dunia Bagi Pengembangan Berkelanjutan: “The continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large”  (Komitmen berkelanjutan dari usaha bisnis yang  secara etis dan berkontribusi untuk pengembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup dari tenaga kerja beserta keluarganya termasuk pula komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya) Mengikuti perkembangan CSR yang sedapatnya memiliki sertrifikasi ISO 26000 seperti yang dituangkan dalam Draft International Standard (DIS) ISO 26000: “Organization relation to the society in which it operates and to its impact on the environment has become a critical part of measuring its overall performance and its ability to continue operating effectively. This is, in part, a reflection of the growing recognition of the need for ensuring healthy ecosystems, social equity and good organizational governance.”  ISO 26000  menjelaskan secara komprehensif panduan penyelenggaraan CSR antara lain membahas: pengertian social responsibility, peran stakeholders dalam  social responsibility, sustainable development atau pengembangan berkelanjutan, prinsip-prinsip social responsibility diantaranya akuntibilitas, transparansi, ethical behavior, respect for stakeholder interests, respect for the rule of law, respect for international norms of behavior, respect for human rights, juga membahas mengenai dampak sehubungan dengan interest terhadap ekspektasi CSR menuju Good Corporate Governance (GCG) memiliki arti yang sangat penting dalam menjalankan suatu organisasi professional, baik di sektor pemerintahan (BUMN) maupun di industri swasta. Mengerti dan memanfaatkan GCG dapat meningkatkan: Meningkatakan kinerja perusahaan melalui proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Meningkatkan efisiensi operasionil perusahaan sekaligus memberikan perhatian dan pelayanan kepada stakeholders. Meningkatkan kepercayaan sharesholders. Meningkat corporate image, dan lebih penting corporate value Organisasi/Perusahaan dapat bekerja lebih baik karena berdasarkan best practices. Tercapainya employee satisfaction dan stakeholders satisfaction Testimoni “Baik untuk diimplementasikan di perusahaan Saya” “Baik & jelas” “Terus Berjalan walau usia sudah lanjut.” Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si Beliau memulai kariernya dari bawah, ketika berumur 20 tahun, sebagai detailer/promosi obat secara ilmiah, kemudian meningkat ke jenjang supervisor, field manager, commercial officer, manager periklanan dan manager komunikasi. Sejak 20 tahun terakhir menjadi konsultan komunikasi dan manajemen, trainer dan pengajar di beberapa institusi perguruan tinggi. Mendapat pendidikan dan pelatihan manajemen di Manila, Philippines,  Presentation Skills dan Negotiation Skills di London, United Kingdom. Setelah terjun sebagai praktisi langsung, menyempatkan diri di hari tuanya menyelesaikan pendidikan Master (S2) dalam waktu 18 bulan dan lulus sebagai  peserta terbaik.

CSR Promoting Conflict Prevention

Deskripsi Konflik sosial kerap kali terjadi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, bahkan sering kali menimbulkan gangguan pada operasional perusahaan atau bisa menimbulkan korban harta benda dan juga jiwa. Berbagai faktor menjadi akar masalah terjadinya konflik sosial, oleh karena itu pendekatan yang diperlukan adalah pendekatan menyeluruh, partisipatif dan berkelanjutan untuk memastikan keberlangsungan investasi perusahaan. Hal ini merupakan tugas dari perusahaan untuk mengurangi dan menangani potensi konflik yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan melalui salah satunya pembuatan program pemberdayaan masyarakat (program CSR) yang efektif, efisien dalam kerangka kehidupan masyarakat yang berkelanjutan. (CSR Promoting Conflict Prevention) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan CSR Promoting Conflict Prevention ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mampu menganalisa kerentanan, potensi dan sumber konflik antara  masyarakat-perusahaan.(CSR Promoting Conflict Prevention) Mampu menyusun konsep – konsep penyusunan program peberdayaan masyarakat guna mitigasi konflik.(CSR Promoting Conflict Prevention) Menyusun program pemberdayaan masyarakat guna mempromosikan mitigasi konflik.(CSR Promoting Conflict Prevention) Menyusun strategi program CSR pencegahan konflik yang tengah dihadapi oleh perusahaan.(CSR Promoting Conflict Prevention) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik CSR Promoting Conflict Prevention adalah : Analisis Resiko Sosial (Social risk) Paradigma perubahan mendasar sistem keamanan perusahaan pasca reformasi.(CSR Promoting Conflict Prevention) Pengenalan sistem sosial dan pendekatan ke  masyarakat.(CSR Promoting Conflict Prevention) Mengidentifikasikan  kerentanan – kerentanan di masyarakat.(CSR Promoting Conflict Prevention) Pemetaan potensi konflik pada tiap tahapan operasional perusahaan.(CSR Promoting Conflict Prevention) Studi kasus 1 : kerentanan dan konflik perusahaan – masyarakat di wilayah lepas pantai.(CSR Promoting Conflict Prevention) Model – model program pemberdayaan masyarakat Teknik – teknik participatif menyusun program pemberdayaan PRA (Participatory Rural Appraisal) RRA (Rural Rapid Appraisal) Analisis kepentingan  dan penerima manfaat Penyusunan program pemberdayaan masyarakat untuk mitigasi konflik Study kasus 2 : program pemberdayaan di masyarakat pesisir Study kasus 3 : program pemberdayaan income generation Study kasus 4: program pemberdayaan berbasiskan konservasi Monitoring  program pemberdayaan masyarakat Management program berbasiskan hasil.(CSR Promoting Conflict Prevention) Penyusunan Grievance Mechanism.(CSR Promoting Conflict Prevention) Best practice 5: Issues monitoring – SMART monitoring tools.(CSR Promoting Conflict Prevention) Best practice 6: Radio Komunitas – sebagai media resolusi konflik.(CSR Promoting Conflict Prevention) Sesi Tambahan choaching clinic dilakukan secara peer to peer, dimana masalah yang akan dibahas adalah masalah riil yang dihadapi oleh perusahaan yang berhubungan dengan potensi konflik yang terjadi. Alokasi waktu ini diberikan pada peserta yang berminat dan diharapkan dari proses ini menghasikan langkah strategis menangani permasalahan di perusahaan.(CSR Promoting Conflict Prevention) Durasi Pelatihan dilaksanakan selama dua hari efektif . Facilitator I Putu Widhiantara Sri Bangun Putu Widhiantara; berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, komunikasi perubahan prilaku dan mitigasi konflik di tingkat regional dan nasional. Pengalaman kerja dengan banyak lembaga internasional seperti : USAID, FAO, UNICEF, UNDP – CPRU (Conflict Prevention and Recovery Unit), ILO, IOM, SAFE-USAID, AED, VSO (program regional : Indonesia,Philipine dan Thailand). Saat ini bekerja sebagai social reseacher pada dua program Bank Dunia dan juga sebagai konsultan integrated risk management di beberapa perusahan ekstratif industri.

Crisis Communication Management And Media Interview Simulation

Crisis Communication Management And Media Interview Simulation Training is about  Risk, Crisis and Issues, Practical guide lines in Media Relations, Preparing the News Release, setting up the Crisis Center; the 5 W + 1 H Concep, restoring normal operations as quickly as possible: Communication Strategy in Damage Control. Deskripsi It is understood that any company, industrial/manufacturing enterprise should be well prepared in managing properly any kind of emergency that threatens to harm the company and its organization. Risk of crisis may happen at any time. Therefore, each business unit in the industry must have an emergency plan in place and each staff must be well trained to possess the ability to handle effectively an emergency. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) The training materials not only contain academic theories for deeper understanding on what and how to be prepared facing a crisis, as it also open-up legendaric case studies and   practical knowledge on basic communication. Most importantly a full training on facing the “severe” media interviews, with TV journalists shooting camera, is part of a special training for managers/staff personnels as a simulation training is provided. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Training Method Training Crisis Communication Management And Media Interview Simulation dilaksanakan dengan metode: Interactive presentation to achieve comprehensive understanding and motivation on Crisis Management & Communication Planning. Risk Management and Damage Control based on Public Relations aspects will be discussed and noted. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Hands-on simulation in Media handling – staff will have to practice in Media Relations and especially in accurately and timely giving information. Communication technique in answering questions to “investigative” journalists will be drilled. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Outline Material Crisis Communication Management And Media Interview Simulation Training will discuss: Risk, Crisis and Issues. Risk of the industry handling flameble materials: fire; other risks and issues which may damage company’s reputation. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Be prepared! Facing emergency of fire explosion. Safeguard employees and the community. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Practical guide lines in Media Relations: Preparing the News Release, setting up the Crisis Center; the 5 W + 1 H Concept. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Internal communication preparedness: to the employees, to staff’s family members as well as close business suplyers and users/consumers. External relations: to the stakeholders including the authority (police, hospital, fire fighters office), to Trade/Industry Association, to the neighbouring factories, to NGOs. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Restoring normal operations as quickly as possible: Communication Strategy in Damage Control. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Hands-on exercises on facing the Media will be video taped and re-run as learning process. (Crisis Communication Management And Media Interview Simulation) Facilitator Drs. Ludwig Suparmo, M.Si Beliau memulai kariernya dari bawah, ketika berumur 20 tahun, sebagai detailer/promosi obat secara ilmiah, kemudian meningkat ke jenjang supervisor, field manager, commercial officer, manager periklanan dan manager komunikasi. Sejak 20 tahun terakhir menjadi konsultan komunikasi dan manajemen, trainer dan pengajar di beberapa institusi perguruan tinggi. Mendapat pendidikan dan pelatihan manajemen di Manila, Philippines,  Presentation Skills dan Negotiation Skills di London, United Kingdom. Setelah terjun sebagai praktisi langsung, menyempatkan diri di hari tuanya menyelesaikan pendidikan Master (S2) dalam waktu 18 bulan dan lulus sebagai  peserta terbaik.