Managerial Skills Training

Online Training : Building Unshakeable Confidence

Deskripsi Kemampuan Public Speaking perlu senantiasa diasah untuk presentasi bisnis, penjualan produk/jasa, pidato sambutan, siaran live, negosiasi, memimpin rapat, mengajar, memotivasi, kampanye, arisan, dsb. Fondasi terpenting dari Public Speaking adalah keberanian diri untuk tampil kapanpun, dimanapun, bahkan walau tanpa persiapan sama sekali saat diminta untuk maju di atas panggung. Bagaimana mengasah keberanian diri anda? Bagaimana mengatasi cemas, grogi, takut, dan demam panggung? Temukan jawabannya dalam seminar inspiratif ini Outline Materi Materi yang akan dibahas dalam Building Unshakeable Confidence : Death of PowerPoint Speak vs Speak-Up State not Traits of Anxiety Motion creates Emotion Durasi Durasi training 2,5 jam 9:30 – 12:00 wib atau 13:00 – 15:30 wib Facilitator Dedy Irawan Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari Universitas Islam Indonesia, memiliki pengalaman profesional lebih dari 15 Tahun dalam bidang Penjualan, Pelatihan, SDM, dan Konsultasi Manajemen di berbagai industri dan perusahaan. Terakhir berprofesi sebagai Head of Learning & Development di Frank & co Jewellery, setelah sebelumnya berkarir di The Jakarta Consulting Group, Accor, Arbe Styrindo, dan Astra Zeneca Indonesia. Banyak memberikan pelatihan dan konsultasi di bidang Communication, Soft Skills, HR, dan Strategic Management. Menjadi finalis dalam ajang Indonesia Future HR Leader oleh Majalah SWA pada 2011. Saat ini aktif mengembangkan Dilantern, perusahaan konsultasi manajemen yang didirikannya serta sebagai anggota Forum Psikologi Sosial Budaya UII, Jakarta. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya Leadership, Adversity Quotient, Assertiveness, Supervisory Management, Performance Management, Talent Management, dan semua fungsi Human Resources Management. Beberapa perusahaan manufaktur, industri  pertambangan, perbankan, BUMN, dan Kementerian/Lembaga menjadi klien yang pernah ditangani.

Advanced SOP & Business Process Improvement

Pelatihan Writing Procedure Advanced Class ini dirancang khusus untuk mereka-mereka yang sudah sering dan sangat sering membuat Prosedur tetapi tidak yakin apakah sudah menggunakan kaidah yang berstandar Internasional. Deskripsi Ada setidaknya dua fakta mencengangkan dari sebuah mini-Survey yang diadakan pada tahun 2008-2010 dengan responden peserta pelatihan Pembuatan/ Penulisan Prosedur. Salah satu hasil survey yang mencengangkan tersebut adalah bahwa 90% penulis Prosedur tidak terlatih! Hal inilah yang membuat Prosedur ditempat kerja menjadi counter-productive dan seringkali hanya berfungsi menjadi dokumen arsip. SOP tidak sama dengan Prosedur, apabila Prosedur dibuat oleh pihak independen berdasar asas top-down, SOP dibuat melalui kesepakatan antara penulis, pihak manajemen dan pengguna (3 pihak). Salah satu penyebab SOP tidak berfungsi semestinya adalah karena dibuat dengan tanpa melibatkan pengguna. Keefektifan sebuah SOP dapat dilihat dari: Sejauhmana ia digunakan dan memberi nilai tambah Sejauhmana ia digunakan dan dapat menyamakan persepsi antar bagian/departemen Sejauhmana ia dapat berfungsi sebagai pengendali dan pemantau kinerja proses. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada. SOP yang dapat juga disederhanakan sebagai Who does What and How menjadi tidak terarah apabila: Tidak dikerndalikan Tidak dibuat dengan cara yang tepat sesuai kompleksitas bisnis Tidak dinamis. Standard Operating Procedure adalah salah satu metode kerja yang dibuat untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan rencana dan aturan-aturan dan untuk kepuasan pelanggan; baik eksternal maupun internal.Penyusunan SOP yang mudah dibaca dan dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar departemen. Dengan mengikuti program ini, pertanyaan anda selama ini akan terjawab: Bagaimana mengantisipasi Prosedur yang dinamis oleh karena Peraturan Bank Indonesia yang sering bertambah dan berubah, Bagaimana membuat hirarki dokumen dari PBI hingga Prosedur dan Instruksi kerja? Bagaimana membuat Prosedur bagan alir yang diakui oleh Auditor BI/OJK, Bagaimana merubah fungsi SOP sebagai alat pandu menjadi alat kendali, Bagaimana membuat SOP dengan dua macam profil pengguna (Pemula dan Ahli), Kapan harus menambahkan masa berlaku SOP? Mengapa Flowchart tidak dimulai dengan ”Start” atau ”Mulai”? Bagaimana mengintegrasikan SOP dengan Risk Management, Key Performance Indicator dan Service Level Agreement? Bagaimana mengendalikan SOP dengan Document control dan Master lists? Mengapa SOP harus berbatas waktu (SOP Lifecycle)? Outline Materi Materi yang akan di pelajari dalam Pelatihan Advanced SOP & Business Process Improvement Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000 Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000. Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP Lifecycle Peserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnis Pada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. SOP Tehnis v.s SOP Administratif Secara umum terdapat dua jenis SOP yaitu Tehnis dan Administratif, SOP Tehnis merupakan SOP operasional yang mendukung proses inti, dan SOP Adminstratif bersifat pendukung. Peserta, pada sesi ini berlatih merancang dan menyelesaikan kedua jenis SOP tersebut. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan video Pada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian) Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Teknik penulisan efektif dan format dan elemen SOP Peserta, pada sesi ini, berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan concised, Fasilitator memberikan contoh beberapa SOP yang ditulis secara tidak efektif, SOP yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang berputar-putar. Pada sesi ini juga, peserta memahami elelemen-elemen SOP dan atribut pengendali (nama, nomor, tanggal efektif, tanggal kadaluarsa dll) Menentukan dan memilih  tingkat perincian SOP (Who Does What) Beyond Write What You Do SOP mempunyai format yang bermacam dan berbeda-beda dan untuk pengguna yang berbeda juga—setidaknya Pengguna pemula dan Pengguna ahli, seringkali Pengguna pemula memerlukan SOP yang rinci dan dalam sedangkan Pengguna ahli hanya memerlukan langkah besarnya saja. Pada sesi ini peserta berlatih membuat SOP dengan dua macam kedalaman. Merancang SOP yang up-to-date dan masih diperbaharui Sesi ini berhubungan dengan SOP lifecycle, peserta membuat rencana tindak-lanjut di tempat kerja dengan merancang SOP yang dinamis. Merancang SOP untuk mendukung Balanced Scorecard dan Key Performance Indicators. Merancang SOP untuk Marketing, Perencanaan dan Produksi, Logistik, Pembelian dan Keuangan dll Dengan template yang disediakan oleh fasilitator, peserta diajak berlatih membuat SOP operasional, latihan-latihan ini akan menjadi bekal dalam merevisi atau menulis ulang SOP yang ada di perusahaan masing-masing. Definition and concepts Systems, Process, Procedures Process Analysis Process parameters Process design and reengineering Developing process parameters Component and Structure of processes Process-based SOP, Process-based Job Desc and Process-based OrganiCharts Balance Scorecards for Process Standards Key skills, role and responsibility in implementing BPMProcess implementation and reviews Persyaratan Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang sudah terlibat dalam tim penulisan SOP. Peserta DI WAJIBKAN membawa LAPTOP Referensi Pelatihan ini menggunakan beberapa referensi antara lain: Pengalaman Fasilitator ketika terlibat dalam Pembentukan BPM dan SOP di PT Star Motors Indonesia (Distributor Mercedes Benz) Pengalaman Fasilitator ketika menyususun SOP di Siemens Lightings Pengalaman mengajar SOP di Indosat, Berca Hardayaperkasa, Telesindo, Bank UOB Indonesia, TEAC Indonesia, Energizer Indonesia, KPK, BPK, LAPAN, Bridgestone Engineeering dan beberapa perusahaan menengah. Pengalaman mengajar untuk Tempo Komunitas (Jakarta dan Denpasar) Buku Managing Business Process Flows, Ravi Anupindi dan Rekan Business Process Mapping (Guidebook) oleh J. Mike Jacka Business Process Mapping (Workbook) olhe J. Mike Jacka Fasilitas Peserta mendapat sebuah Workshop kit berisi materi hardcopy,

Self Leadership

Objective Untuk dapat memberikan kontribusi dan kinerja dengan optimal di dalam organisasi, seorang staf/karyawan perlu memahami mengenai dirinya, perannya, untuk kemudian bisa mencari cara mencapai kinerja secara konsisten.  Kepemimpinan diri diperlukan agar setiap aspek dalam dirinya, emosi, motivasi, kemampuan dapat dikelolanya dengan baik.          Pelatihan ini memberikan perspektif dan ketrampilan pada peserta untuk pengenalan diri dan pengelolaan diri agar bisa mendapatkan kinerja optimal dan mengembangkan karir dengan baik.  Outline Materi Day One Peran Individu dalam Organisasi Memahami peran di dalam Organisasi Memahami job desc dan target Mengenali stake holder dan bagaimana mengelolanya Memahami tantangan organisasi dan karir di era modern Mengenali diri dengan assessment MBTI Motivasi dan keterlibatan (engagement) kerja Apa itu motivasi dan keterlibatan kerja? Sumber-sumber motivasi kerja Apa yang dapat mendorong keterlibatan kerja optimal? Motivasi diri (self motivation) Pengaruh faktor pekerjaan dan perusahaan bagi motivasi diri dalam bekerja Antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik Bagaimana cara menemukan dan mengembangkan motivasi intrinsik Mengembangkan achievement motivation dalam kerja Sikap Profesional Mengenal 4 sikap kerja: trading, relasi sosial, personal development, spiritual Menyeimbangkan persaingan dan kerja sama; kepentingan diri, tim dan organisasi Sikap positif dalam relasi dengan tim kerja Ciri profesionalisme Mengembangkan sikap dan kebiasaan profesional Day Two Produktivitas Diri Bekerja win-win dalam organisasi Apa itu win bagi organisasi dan apa itu win bagi individu Produktivitas diri untuk mencapai kedua win tersebut 4 Dimensi Produktivitas Diri: Self Setting, Enerji, Purpose dan Habit Mengenali Self Setting kita: fisik, psikis, spiritual, kerja dan relasi Menemukan purpose dan men-cek alignment antara purpose dengan aktivitas sehari-hari Mengidentifikasi habit kita saat ini dan menemukan habit produktif yang perlu dibentuk Assessment Moda kerja: Survival, Pleasure, Prestasi dan Produktivitas Mengubah dari just do the job ke produktivitas. Analisis Masalah dalam Produktivitas Diri Masalah di sistem, profile pekerjaan, support, relasi, dll Tips mengatasi hambatan dan meningkatkan produktivitas diri Mengoptimalkan win dalam organisasi dengan prestasi kerja dan produktivitas. Kinerja dan Karir Apa arti kinerja? Kenapa kinerja penting bagi saya? Bagaimana menentukan kinerja yang dibutuhkan organisasi? Apa sumber penentuan kinerja? Memahami posisi, peran, job desc dan target Menentukan prioritas Mengenal hambatan berkinerja Mengenal diri dan hambatan diri dalam mencapai kinerja Mengatasi perbedaan pandangan atasan bawahan dalam menentukan kinerja Mengelola karir di dalam organisasi Important Skill dalam Self Leadership Emotional Management Assertive Communications Self Motivation Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Lulus pada August 1992. MBA dengan Distinction, rangking 2 dari 20 siswa, Penerima British Petroleum Scholarship & Quantitative Analysis Award. Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Bebeberapa topik yang biasa dibawakan diantaranya: Kepemimpinan, Manajemen Waktu, Motivasi dan Manajemen Kinerja.  Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id. Dalam 5 tahun terakhir ini ia tertarik untuk mendalami mengenai Psikologi Positif dan pengembangan organisasi untuk masa depan dengan mengikuti Conference Happiness & Its Causes, Melbourne (2013) dan Sydney (2014), Wellbeing & Public Policy (Wellington, 2018), Holacracy (Bungalore, 2019) dan World Congress of Positive Psychology VI (Melbourne, 2019).  Emotional Intelligence ( 6th second), NLP (dari TCI), Money Mastery di Kuala Lumpur, Serta Seminar Robert Kiyosaki di Singapore, Suardhika adalah founder dari  Indonesia Wellbeing Project. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com. Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Public Speaking And Presentation Skill

Objective Pelatihan ini akan memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya mengembangkan keterampilan berkomunikasi, khususnya Public Speaking dan Presentation Skill. Karena inilah salah satu FAKTOR TERPENTING dalam menunjang keberhasilan bisnis. Profesional yang mampu mengungkapkan ide/gagasannya dalam komunikasi verbal adalah asset terpenting yang harus dimiliki setiap perusahaan. Outline Program Day 1 : Memahami 3 (tiga) prinsip utama dalam Public Speaking Penguasaan pesan Teknik penyampaian pesan Pemahaman tentang audiens Tiga pilar kekuatan pesan Apa yang kita katakan (content value) Bagaimana mengatakannya (intonation, speed, clarity) Bahasa tubuh (body language) Struktur presentasi (Presentation Structure) Kreatifitas pembicara (Creativity of the speaker) Analogy Story telling Melibatkan audiens (Involve the Audiens) Day 2 : Praktek penggunaan intonasi. Jenis penggunaan intonasi. Dampak kualitas pesan terhadap penggunaa intonasi. Contoh penggunaan intonasi oleh para pembicara profesional. 6. Penerapan variasi kecepatan dan artikulasi dalam presentasi. Mengenali 3 jenis kecepatan dalam public speaking. Mengenali kekuatan pengaruh kecepatan. Membiasakan penggunaan artikulasi yang tepat saat berbicara. 7. Karakter pembicara profesional Integrity Responsibility Like ability Training Objective Membangun pemahaman peserta tentang urgensi pengembangan keterampilan Public Speaking dan Presentation Skill. Setiap peserta mengetahui dan mengerti prinsip-prinsip dasar menjadi pembicara yang percaya diri dan mengesankan, Peserta dapat langsung melatih teknik-teknik yang paling efektif untuk menarik perhatian audiens.  Peserta mampu menyusun presentasi yang terstruktur dan menarik. Training Strategy Presentasi fasilitator Latihan praktek Video tutorial Games Facilitator Muchlis Anwar, CPM.i. Bapak dari dua orang anak ini memulai kariernya sebagai penyiar radio di Surabaya selama 6 tahun. Kemudian hijrah keJakarta dan melanjutkan studinya di The London School of Public Relation. Setelah menyelesaikan studinya dibidang Public Relation,  MuchlisAnwar memulai karier baru dengan bekerja sebagai reporter di LOOK magazine. Sempat juga menjadi reporter untuk sebuah acara music di ANTV,  sebelum bergabung menjadi reporter di beritajakarta.com Pengalaman sebagai penyiar radio dan reporter inilah yang mendorongnya untuk menjadi motivator dan mengajarkan Public  Speaking sejak tahun 2003. Penulis Buku : The Art of Communication. The Happiness Mindset. Raih Kebahagiaan & Kesuksesan dengan BICARA Penulis Ebook : Rahasia Sukses Komunikasi. Menjadi Pribadi Unggul dan Mengagumkan Enaknya jadi Orang Beruntung

Building Client For Life Through Service Excellent (Pelayanan Prima)

Objective “Pelayanan prima adalah ‘memberi’ dalam hal-hal yang kecil secara terus menerus, hingga itu akhirnya berdampak besar bagi orang lain pada waktunya” Pernahkan terlintas dipikiran Anda, betapa pentingnya budaya pelayanan dalam suatu organisasi kecil maupun besar antar  semua pihak yang berada di dalamnya (internal) maupun terhadap Pelanggan/Nasabah (eksternal)? Pelayanan yang dimaksudkan dalam hal ini secara umum  adalah suatu proses yang melibatkan tanggung jawab, integritas dan emosi per individu yang berlandaskan kepada kode etik, etos kerja dan hukum publik yang berlaku di organisasi tersebut khususnya dan  yang berlaku di negara ini pada umumnya. Dalam modul ini Anda akan mempelajari tentang bagaimana bertingkah laku dan berkomunikasi dalam konteks ‘Pelayanan Prima’ secara efektif di tempat kerja termasuk dengan kolega dan pelanggan, bagaimana menyediakan bantuan kepada pelanggan di dalam dan di luar perusahaan, serta bagaimana memelihara dan mengembangkan standar  kerja dalam satu team work yang solid dan handal. “Orang yang melayani akan merasa nyaman, orang yang dilayani akan nyaman. Damailah kita.” (Arthur Kaufman) Outline Materi Pengertian dan Tujuan Pelayanan Prima Prinsip Dasar Kode Etik dalam Pelayanan Prima Mengenali Potensi Diri dan Meningkatkan Kualitas Diri Komunikasi Efektif dalam organisasi (internal & eksternal) Tujuan Pelatihan Membantu membangun budaya pelayanan yang berkualitas sehingga menjadikan pelayanan yang prima (Service Excellent) sebagai tujuan dan sasaran utama bagi individu dan organisasi. ; Membantu mengarahkan pemahaman terhadap  teknik dan strategi etika pelayanan sempurna baik secara internal maupun eksternal di dalam suatu organisasi ; Membantu meningkatkan etika kerja yang objektif melalui kompetensi dan perilaku profesionalisme yang tinggi  berdasarkan  nilai-nilai budaya kerja yang etis ; Menciptakan budaya pelayanan yang melegenda dan lifetime customer (Client for Life) Metodologi Pelatihan Ceramah, roleplay, video training, diskusi, dan games Facilitator Silvia Agustina S. Telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan soft skill yang berhubungan dengan selling skill, yang satu diantaranya mengenai penjualan menggunakan media telepon (Telemarketing Skill). Pelatihan soft skill lainnya yang pernah dilakukan adalah mengenai Service Excellent, Creative Thinking dan Train the Trainer (TTT). Sepanjang pengalamannya sebagai Trainer, beliau telah melakukan pelatihan sebagai trainer associate di Media Grup dan tergabung sebagai trainer agen asuransi di sebuah perusahaan asuransi asing.

Public Speaking, MC & Presentation Skills

Objective Sesudah mengkuti program pelatihan ini, peserta akan: Memahami Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan berbicara di depan Publik dan MC Memahami Proses Komunikasi dalam Presentasi Memiliki rasa Percaya diri dalam menyiapkan dan melaksanakan Presentasi secara efektif dan dinamis Outline Materi PENGANTAR  PUBLIC SPEAKING & MC Pengertian Public Speaking Permasalahan dalam Publik Speaking Pengertian MC, Dasar-dasar MC Mengatasi Rasa takut berhadapan dengan Audience PERSIAPAN MENJADI MC YANG HANDAL Memahami tugas dan tanggung jawab MC Memahami Jenis Event Teknik MC untuk acara Resmi/formal SUKSES PRESENTASI DAN PERMASALAHANNYA Peran Presentasi dalam Organisasi dan Bisnis Mengenali Kesalahan Umum dalam Presentasi PERENCANAAN PRESENTASI YANG EFEKTIF Menentukaan Sasaran Presentasi Menyusun Struktur Presentasi yang Sistematis dan menarik PERSIAPAN PRESENTASI Membuat Visual-Audio yang menunjang isi dan tujuan Presentasi Merancang Teknik Suara dan Gerakan Non Verbal MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI Faktor-faktor Percaya Diri Kiat-kita Membangun Rasa Percaya Diri Penampilan Pribadi yang menarik dalam Presentasi PENYAJIAN YANG KOMUNIKATIF Pembukaan yang Menarik dan Impresif Penyampaian isi Presentasi yang sistematis dan efektif Teknik menutup /mengakhirir Presentasi Yang mengesankan Menanggapi Pertanyaan Peserta PRAKTEK PRESENTASI Praktek Individual Evaluasi PEnampilan Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun bertindak sepagai trainer, konsultan dan coach diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang : Personal Development, Mental Switching, Leadership Skills, Supervisory Management, Coaching and Counseling, Management Training, Creative Problem Solving and Decision Making, Communication Skills, Public Speaking & Presentation Skills, Negotiation Skills, Achievement Motivation Training, Dealing With Difficult People, Team Building, People Development. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Clinical Psychology serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutannya mengambil pendalaman bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua nya di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Cost Based Negotiation Strategies and Skills

Objective Proses negosiasi adalah proses komunikasi antara dua pihak untuk mencapai suatu tujuan. Untuk dapat melakukan negosiasi yang baik diperlukan 3 hal yang harus dimiliki, yaitu : Tujuan yang jelas (desired outcome) Kemampuan berkomunikasi (communication skills) Kemampuan mempengaruhi orang lain (influencing other) Pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan peserta dalam mempengaruhi lawan negosiasi dengan menggunakan teknik Meta Programs Model serta membekali peserta untuk memahami jenis-jenis cost yang terlibat dalam pembuatan suatu produk, metode pembuatan cost estimation, fenomena learning curve, konsep life cycle costing, serta fenomena ketidakpastian cost (cost of uncertainty) sebagai panduan dalam melakukan negosiasi. Outline Materi Langkah-langkah menetapkan tujuan negosiasi. Menerima dan menyimpulkan pesan melalui komunikasi non verbal (intonasi suara, volume suara, raut wajah, gerakan tubuh, gerakan kepala, gerakan tangan, gerakan mata, dll.). Konsep dan teknik Meta Programs Model, yang terdiri atas : motivation, feedback response, relationships, learning, time management, dan decision making. Simulasi negosiasi dengan memanfaatkan hasil dari identifikasi Meta Programs Model. Jenis-jenis cost yang terlibat dalam pembuatan suatu produk. Identifikasi cost drivers. Metode untuk membuat cost estimation. Konsep yang biasa digunakan oleh supplier untuk melakukan setting sales price. Teknik-teknik profit improvement yang biasa dilakukan oleh supplier. Fenomena learning curve. Konsep life cycle costing. Fenomena ketidakpastian cost (cost of uncertainty) dan perjanjian kompensasi. Metodologi Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil yang terkait. Target Purchasing, Procurement, General Affair, Engineering Facilitator Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Electronic Filing and Document Management System

Objective Seiring dengan perkembangan teknologi dewasa ini, banyak pihak yang menggunakan media elektronik dalam pengarsipan dan pengelolaan dokumennya. Sistem pengarsipan elektronik ini biasa dikenal dengan istilah Electronic Filing System (EFS). Penggunaan sistem kearsipan elektronik (Electronic Filing System) sangat membantu pihak pengelola arsip untuk dapat mengelola dokumen dengan baik secara efektif dan efisien, baik dalam hal penyimpanan, pengolahan, pendistribusian, dan perawatan dokumen. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta mengenai konsep dasar Electronic Filing and Document Management System, perangkat keras (hardware) & perangkat lunak (software) yang digunakan, perencanaan struktur arsip (file structure), proses document/data capture, sistem penamaan arsip elektronik (electronic file indexing system), pengendalian sistem pengarsipan elektronik. Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait. Target Peserta Secretary, Human Resources, Administration, Finance, Purchasing, Accounting Outline Definisi dan jenis-jenis arsip (file). Konsep dasar sistem kearsipan elektronik berbasis komputer. Pengenalan sistem pengarsipan dengan menggunakan alat/media elektronik seperti : komputer, business software, scanner, internet, dll. Hardware dan software yang digunakan dalam sistem pengarsipan elektronik.   Perancangan dan perencanaan sistem dan struktur arsip elektronik. Teknik dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam meng-capture data/dokumen menjadi data/dokumen elektronik. Sistem penamaan arsip elektronik. Sistem penyimpanan dan retensi arsip elektronik. Teknik pengendalian sistem pengarsipan elektronik. Facilitator Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Comprehensive People Management & Coaching Training

Objective Mengelola orang biasanya merupakan salah satu tantangan terbesar dari seorang Pemimpin.  Karena terbiasa dengan pekerjaan teknis ataupun pekerjaan yang bisa ditangani sendiri, maka seorang Pemimpin, apa itu Supervisor ataupun Manajer mengalami ke-kikuk-an ketika harus mengelola tim. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai hal tersebut.  Hari pertama akan berisi prinsip-prinsip dalam pengelolaan orang, sedangkan hari kedua akan fokus pada coaching untuk mencapai kinerja optimal, sebagai salah satu people skill yang paling utama.  Dimulai dengan pengenalan tim melalui MBTI, salah satu metode asesmen untuk pengembangan manusia, maka peserta diharapkan lebih mengenal tipe anggota tim yang dihadapinya serta implikasinya dalam pengelolaan tim.  Mapping dari anggota tim juga dapat dilihat dari profile kemampuannya, motivasinya, komitmennya, dan lain-lain yang bisa menjadi salah satu dasar dalam mengalokasi resource SDM yang ada dan melakukan pendekatan yang personal dalam mengelola tim.  Kemampuan utama dalam pengelolaan orang juga akan diuraikan prinsip-prinsipnya.  Seperti kemampuan dalam memberikan instruksi, memotivasi, memberi teguran.  Kelompok kemampuan mengelola orang berikutnya yang akan diberikan dalam pelatihan ini adalah: coaching, konseling masalah ringan, serta memberikan evaluasi melalui diskusi Performance Appraisal. Sepanjang waktunya tersedia, sebanyak mungkin skill yang ada dalam materi ini akan dilatihkan melalui role playing.  Outline Materi Hari Pertama:  People Management Peran Pemimpin dalam Manajemen Orang Peran sebagai Atasan Memadukan peran sebagai atasan dan peran organisasi lainnya Menjalankan peran sebagai trainer, coach, mediator, fasilitator, dll.  Mapping anggota tim Menggunakan MBTI untuk mengenal tim Membuat profile kemampuan, motivasi, kepribadiaan tim  Prinsip dasar dalam mengelola orang Menggunakan prinsip dasar MENDUKUNG Menjaga Harga Diri Empati No judgement Dorong keterlibatan Urun rembuk Kejelasan Upaya kesamaan No take over Giring ke tindak lanjut Contoh penerapan prinsip dasar pada interaksi atasan dan bawahan (video)  Mengenal permasalahan dalam Manajemen Orang Permasalahan yang ada dalam Manajemen Orang Keterkaitan permasalahan orang dan organisasi Memisahkan masalah personal dan masalah kinerja  Skills utama pengelolaan orang Memberikan instruksi Delegasi Memotivasi Monitoring Memberi teguran  Group skills lainnya Coaching Konseling masalah ringan (yang masih bisa ditangani seorang Pemimpin) Memberikan evaluasi/feedback pada saat diskusi Performance Appraisal  Mengevaluasi efektivitas pengelolaan orang Mengevaluasi dan menjaga kinerja optimum tim Hari Kedua: Coaching for Performance Apa itu coaching? Kenapa coaching adalah tugas dari setiap manajer? Proses Coaching: preparation-coaching discussion-follow up Apa KPI yang kita gunakan, bagaimana mempersiapkan skenario coaching berdasarkan KPI tersebut Framework untuk menganalisa masalah kinerja Mengembangkan coaching style yang efektif Skill yang dibutuhkan good coach: active listening, assertive communication, dll Kenapa staf mengalami burn out setelah sekian lama kerja? Bagaimana mengatasi motivasi yang turun dan burn out yang dihadapi staf? Bagaimana membantu staf mengatasi stres kerja yang diantaranya diakibatkan oleh kejenuhan. Video: contoh coaching yang baik Role Play Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Lulus pada August 1992. MBA dengan Distinction, rangking 2 dari 20 siswa, Penerima British Petroleum Scholarship & Quantitative Analysis Award. Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Bebeberapa topik yang biasa dibawakan diantaranya: Kepemimpinan, Manajemen Waktu, Motivasi dan Manajemen Kinerja.  Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id. Dalam 5 tahun terakhir ini ia tertarik untuk mendalami mengenai Psikologi Positif dan pengembangan organisasi untuk masa depan dengan mengikuti Conference Happiness & Its Causes, Melbourne (2013) dan Sydney (2014), Wellbeing & Public Policy (Wellington, 2018), Holacracy (Bungalore, 2019) dan World Congress of Positive Psychology VI (Melbourne, 2019).  Emotional Intelligence ( 6th second), NLP (dari TCI), Money Mastery di Kuala Lumpur, Serta Seminar Robert Kiyosaki di Singapore, Suardhika adalah founder dari  Indonesia Wellbeing Project. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com. Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Kursus, Konsultasi & I’tiqaf : Meraih Keluarga Sakinah

Objective Dalam rangka mengoptimalkan ibadah Ramadhan dan mengisi iktikaf malam ke 21, maka Institut Iman, Ilmu dan Amal. bekerja sama dengan Majalah Umi mengadakan Kursus, Konsultansi dan Itiqaf “Meraih Keluarga Sakinah” Half deen, begitulah Islam menyebut mengenai kehidupan keluarga. Separuh dari agama, pernyataan inii memberi gambaran yang jelas seberapa penting sebetulnya kehidupan rumah tanga itu. Tentu ada berbagai alasan mengapa keluarga diposisikan seperti itu, salah satunya: inilah ladang ibadah yang besar bagi setiap orang yang ada apapun posisi dan peran mereka.  Terutama bagi pasangan suami-istri. Bayangkan, kehidupan rumah tangga menyita sebagian besar waktu kehidupan suami-istri. Setiap hari suami mencari nafkah bagi keluarga, bila kegiatan ini dilakukan dengan memenuhi ketentuan syariat, serta dilandasi akidah dan niat yang benar maka setiap keringatnya akan dihitung sebagai ibadah dan setiap upayanya akan dilihat sebagai jihad fi sabilillah. Demikian juga ketika seorang wanita meletakkan perannya yang pas sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, maka setiap belaian kasih sayangnya akan dinilai sebagai ibadah yang tinggi di sisi Allah SWT. Bila demikian adanya, maka alangkah ruginya jika kita tidak mempunyai ilmu yang memadai untuk dapat menjalankan kehidupan rumah tangga yang dikehendaki Allah, rumah tangga yang mendatangkan kebahagian dunia-akhirat lagi setiap orang di dalamnya, rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Untuk itu ada 3 dimensi pengetahuan yang perlu dimiliki oleh setiap pasangan suami-istri yaitu Paradigma atau cara pandang terhadap pernikahan. Kompetensi yang harus dimiliki oleh pasangan suami-istri, dan Aktivitas yang perlu dikembangkan dan dikelola dalam rumah tangga. Paradigma pernikahan berkenaan dengan perspektif islami dalam berumahtangga. Cara pandang ini menjadi penting karena ia akan mempengaruhi cara seseorang menyikapi dan bertindak terhadap segala yang terjadi dalam kehidupan perkawinan. Kebanyakan pernikahan membatasi perspektifnya pada kepentingan dunia semata, sementara Islam mengajarkan bahwa pernikahan adalah salah satu sarana yang baik untuk mencapai surga. Perbedaan perspektif pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dalam kehidupan sebuah keluarga. Karenanya penting bagi pasangan suami-istri untuk memahami dan mengadopsi konsep pernikahan islami. Apa tujuan pernikahan dalam Islam dan bagaimana meluruskan niat membangun rumah tangga. Memahami ‘Kompetensi Pasangan’ diperlukan karena bagi pasangan suami-istri belum cukup sekedar memahami hak dan kewajiban masing-masing. Tetapi mereka juga perlu memahami dan mengembangkan ketrampilan agar dapat menunaikan kewajiban dwngan baik dan menuntut hak dengan cara yang  benar.demi terwujudnya pernikahan yang Islami. Selanjutnya dalam setiap rumah tangga perlu diwujudkan dan dikelola aktivitas yang dapat mewujudkan ketentraman, kesenangan dan kasihsayang pada setiap anggotanya. Sekali lagi,ketentraman, kesenangan dan kasih syang ini tentu berdasarkan pada bingkai islam. Karenanya setiap pasangan perlu memahami dan mampu mewujudkan aktifiitas yang akan mengembangkan interaksi positif suami-isttri, orang tua-anak serta dapat menumbuhkan seluruh pribadi anggota keluarga. Momentum  mendapatkan ilmu tersebut datang pada saat setiap amal diberi nilai ibadah berlipat . Karena Kursus dan Konsultasi Meraih Keluarga Sakinah ini dilakukan pada bulan Ramadhan, pada malam ganjil di minggu terakhir. Di malam-malam saat umat muslim biasa mengadakan iktikaf Jadwal Kegiatan Sabtu 13:00 – 15:00 :  Sesi 1 – Diskripsi Keluarga Sakinah Konsepsi Dasar Keluarga Sakinah Menurut Alquran dan Hadis Beberapa Kisah Rumah Tangga Nabi!, sahabat dan ulama. 15:00 – 17:00 :  Sesi 2 – Motivasi dan Tujuan Berumah tangga Beberapa Motif dan Tujuan berumahtangga yang ada di masyarakat Kehidupan RumahTangga dan Peribadatan Tujuan berumahtangga Bagi individu, Masyarakat dan Kemanusiaan 18:00 – 19:00 : Buka Puasa & Shalat Magrib 19:00 – 20:00 : Shalat Isya & Taraweh 20:00 – 23:00 : Konsultasi Keluarga Minggu 03:00 – 04:30 : Sahur 04:30 – 05:30 : Shalat Subuh & Zikir Bersama 05:30 – 08:30 : Istirahat 08:30  – 10:00 : Sesi 3 : Membina Taqwa Sebagai kunci Keluarga Sakinah Takwa sebagai karakter pokok muslim Pengaruh Takwa dalam kehidupan rumahtangga Membangun ketakwaan diri 10:30 – 12:00 : Sesi 4 – Realisasi hak dan kewajiban dalam rumah tangga sebagai kunci keluarga Sakinah Hak dan Kewajiban Suami-Istri Dampak terpenuhinya. Hak dan Kewajiban suami-Istri dalampembentukan keluarga Sakinah Kemampuan yang menunjang pelaksanaan kewajiban Suami-Istri 12:00 – 13:30 : Shalat dan Istirahat 13:30 – 15:30 : Sesi 5 – Cinta yang proporsional sebagai kunci Keluarga Sakinah Cinta dalam sudut pandang Islam. Mencintai keluarga semestinya Memupuk Cinta dalam rumahtangga15:50 – 17:00 : Sesi 6 – Kegiatan unggulan dalam rumahtangga Beberapa aktivitas yang menunjang terwujudnya keluarga sakinah Kendala2mengembangkan aktifitas keluarga. Mengelola kegiatan keluarga 18:00 – 19:00 : Buka Puasa & Sholat Magrib 19:00 – 19:30 : Sholat Isyah19:30 – 23:00 : Konsultasi keluarga &  I’tiqaf Senin 02:30 – 03:30 : Shalat Malam 03:30 – 04:30 : sahur 04:30 – 05:30 : Shalat Subuh 05:30 – 07:00 : Sesi 7 – Merancang Kembali Arah Keluarga kita Pembicara Dra. Wiryaninggsi ( Ibu dari 11 anak penghapal AlQur’an ) Dra. Dwi Septiawati (Dirut Majalah Ummi) Dra. Indra Sakti, Psikolog ( Pendiri & Komisaris Majalah Wanita Muslima- UMI ) Ust. Imron Maladi, Lc. (Imam Masjid Darussalam, Ragunan.)

Emotional Quotient At Work

Objective Kita semua pasti ingin lebih maju dan berhasil dalam pekerjaan dan tetap merasa bahagia. Namun cukup banyak hambatan untuk mencapainya. Kecerdasan  emosional merupakan faktor penentu keberhasilan kebanyakan orang hebat di dunia ini. Hal ini sudah cukup sering dikemukakan dalam lebih dari 10 tahun terakhir, namun masih sedikit yang menerapkan pada pekerjaan dan keseharian. Emotional Intelligence berisi aspek-aspek ketrampilan kepribadian seperti Kesadaran Diri, Kepercayaan Diri, Pengendalian Diri, Komitmen, Integritas, Keterbukaan, Kepekaan Terhadap Perasaan, Memotivasi Diri, Kepekaan Sosial, Berempati, Mempengaruhi Orang, Ketangguhan Diri, dan lain sebagainya. Dengan penguasaan diri pada aspek-aspek tersebut seseorang akan memiliki prasyarat dasar untuk bisa bertahan dengan gigih ketika menghadapi kesulitan, berinteraksi dengan efektif dengan orang lain, berinteraksi dengan berbagai macam orang, memimpin diri sendiri maupun orang lain, mempengaruhi orang lain, dan lain-lain hal yang berhubungan dengan kehidupan dirinya sendiri, keluarganya, di tempat kerja, maupun di lingkungan sosialnya. Seseorang yang terlatih dalam mendayagunakan EQnya akan lebih mudah mencapai keberhasilan dalam hidupnya dibandingkan dengan orang yang hanya mengandalkan IQ. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membantu peserta menemukan kembali dengan lebih jeli dan mengasah kembali potensi  dalam dirinya yang berupa potensi kecerdasan emosi agar memudahkan dalam menjalani hidup dalam hubungannya dengan mengamalkan, dengan penuh tanggungjawab,  status sebagai amanah yang diembannya dan peran yang terkandung misi untuk dilaksanakan dan dicapai. Sasaran Pelatihan Peserta menyadari Emotional Intelligence penting dalam menunjang keberhasilan, sehingga akan terinspirasi untuk mengasah potensi EQ-nya. Peserta mengenal dirinya lebih baik dan mengidentifikasi kelebihan diri dan hambatan-hambatan diri dalam hal EQ yang berhubungan dengan efektifitas perilakunya. Peserta memiliki kemampuan mengatasi problem emosional dengan lebih efektif Peserta berkomunikasi dengan lebih baik dan efektif kepada banyak pihak. Peserta mampu berkomunikasi dengan pihak yang menyulitkan serta dapat mengatasi problem komunikasi yang timbul. Peserta mempu memiliki Kecerdasan Emosional dalam bidang pekerjaan, social maupun keluarga. Materi Pembahasan Pemahaman konsep Emotional Intelligence Mengenali emosi-emosi dasar manusia Mengukur kondisi Kecerdasan Emosional diri Mengenali potensi dan hambatan dalam diri Mengelola Emosi / manajemen emosi Mengenali ciri-ciri reaksi emosi pribadi Belajar bersikap asertif Emotional Intelligence untuk membangun komunikasi antar pribadi Emotional Intelligence untuk menjadi pribadi yang menyenangkan Mengenali tipe tipe orang yang menyulitkan Berkomunikasi efektif dengan tipe manusia yang sulit EQ dalam dunia kerja Menghilangkan hambatan emosional dalam diri Merencanakan perubahan Kecerdasan Emosional Metodologi Pelatihan 20% teori 80% praktek Pemaparan dan pemahaman, simulasi, game, diskusi, test soft skills Writing therapy, untuk menyiapkan kondisi emosi yang sehat Sedona method, untuk menghilangkan emosi negative Reframing technique, untuk menghilangkan emosi negative Test soft skill Facilitator Mr. Agus Gunawan, Mr.Agus Gunawan adalah seorang Professional Trainer, Konsultan dan Coach, mengkhususkan dirinya dalam memberikan berbagai pelatihan untuk keperluan peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk kepentingan organisasi, perusahaan, pemerintahan maupun individu. Mr. Agus Gunawan telah berpengalaman bicara di depan ribuan orang sekaligus dalam berbagai seminar tingkat Nasional dan juga di hadapan berbagai perusahaan ternama di Indonesia, seperti : BCA, Mandiri, UOB, CIMB, Telkomsel, TOTAL (France), CUBIC, Pupuk Kaltim, Global Mega Indonesia, Danareksa, Prudential, Axa, Gramedia, Smart Fm, Oriflame, Alianz, Bumiputera, Panin, Astra, Untar, Binus, Bmw, Garment, Dosen, Trainer, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Keuangan, Badan Pertanahan Nasional, Kementrian Perhubungan, Badan Perencana Pembangunan Nasional, Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, PU, Perpustakaan Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kemenko Kesra, Dirjen Pajak, BJB, Dirjen Migas, BKPM, Lembaga Sandi Negara, Sekretariat Wakil Presiden, BNN, DPR RI, Bapertarum, MLM Company, SCTV, O-Channel, METRO TV, FX Group, Frisian Flag dan lain-lainnya. Mr. Agus Gunawan telah mendesain berbagai program antara lain dalam bidang SALES, LEADERSHIP, TEAM WORK, MOTIVATION, PUBLIC SPEAKING, PRESENTATION SKILLS, COMMUNICATION SKILL, MANAGEMENT dan lain sebagainya. Selama 15 tahun terakhir telah berbicara kepada Ratusan Ribu orang dalam bidang Soft skill, Kepemimpinan, Sales, Komunikasi dan Motivasi. 20 tahun lebih telah mengenal dunia Seni Peran, MC, hingga Training dan motivasi. Pembelajar otodidak untuk seni peran, teknik vokal dan teknik presentasi yang digunakan untuk berbicara didepan ribuan orang hingga bidang management Teknik-teknik komunikasi dari berbagai Guru telah dipelajari 8 tahun terakhir. Para peserta yang pernah mengikuti pelatihan mulai dari Trainer, Pebisnis, Direktur, CEO, Leader, Supervisor, Manager, Sales, Dozen S1&S2, pelaku bisnis MLM, Asuransi, kabag Operasional, Kabag Teknik, Aparatur Negara, Pejabat, TV Swasta, Gereja, Mahasiswa, dan Pelajar. 20 thn terakhir memiliki pengalaman dalam mengemas, mendesign, mengepalai projek berbagai acara hingga berskala Nasional, seperti beberapa Event Mega Seminar, bersama para Pembicara Besar Indonesia.

Comprehensive Supervisory & Problem Solving

Supervisor adalah jabatan pertama manajerial.  Ia menandakan sebuah proses transformasi dari seorang pekerja menjadi seorang pemimpin. Disinilah ‘jebakan-jebakan’ pertama muncul, yaitu Sang Pemimpin masih terpaku pada aktivitas sebelumnya sebagai pekerja, atau tidak siap menunjukan keteladanan, kemampuannya meng handle beragam anggota tim yang ada di bawahnya, atau ketidakmampuan untuk mengatur waktunya dengan baik sehingga banyak pekerjaannya yang tertunda. Comprehensive Supervisory Skills Training merupakan suatu program training komprehensif yang terutama ditujukan kepada mereka yang telah menjabat posisi supervisor selama beberapa saat sehingga telah lebih mengenal tantangan-tantangan yang dihadapinya. Workshop Comprehensive Supervisory & Problem Solving akan menekankan pada overview 4 aspek yang perlu dikuasai seorang supervisor: Managing Performance: pengembangkan kemampuan supervisor dalam mengelola kinerja dirinya & tim nya sesuai dengan arah, target Perusahaan. Managing Yourself: pengembangan kemampuan untuk mengelola diri sendiri agar bisa melakukan introspeksi, pengembangan diri untuk berperan efektif sebagai supervisor. Managing People: kemampuan untuk mengelola tim dengan keberagaman karakteristik orang yang ada di dalamnya. Managing Task: kemampuan untuk membuat prioritas ,mengelola tugas, mulai dari perencanaan sampai dengan kontrol. Perbedaan modul ini dengan modul Basic Supervisory adalah pada penambahan penekanan pada Managing performance, penggunaan MBTI untuk pengenalan diri, serta berbagai latihan dalam role play supervisory sehingga diharapkan pemahaman konsep yang ada sudah lebih dalam karena disertai skill practicing. Workshop Comprehensive Supervisory & Problem Solving tidak akan menawarkan teori2 yang complicated hanya berupa prinsip2 dasar yang perlu dipahami seorang supervisor dalam ke-4 aspek di atas. Outline Materi Pengenalan Organisasi, Peran, Tugas, Otoritas dan Tanggung Jawab. Mengelola proses transisi menjadi supervisor yang efektif. Mengenali managerial career dan apa yang diperlukan untuk berhasil dalam karir tersebut pada saat ini. Memahami prinsip dasar Manajemen Kinerja: Goal Setting, Coaching dan Performance Evaluation. Prinsip dan latihan dalam Goal Setting. Memahami dan mengembangkan proses-proses kerja yang ada di bawah kendalinya. Membuat list aktivitas diri, mengatur prioritas dan waktu dalam melakukan pekerjaan. Mengenali dan mengatasi hambatan-hambatan kinerja, dari diri sendiri ataupun tim dan organisasi. Mengidentifikasi permasalahan riil dan menemukan akar masalah. Mengenal berbagai metode dan teknik memecahkan masalah. Mengembangkan alternatif pemecahan masalah, memilih dan mengawal implementasinya. Pengenalan diri dengan menggunakan MBTI. Proses transformasi diri menjadi Pemimpin yang efektif. Mengembangkan ketrampilan delegasi, monitoring dan umpan balik. Mengatasi penolakan tim, mengembangkan motivasi dan mengatasi karyawan bermasalah. Mengenali dan mengelola berbagai macam tipe staf (film coaching). Berbagai assessment: MBTI, influence profile dan motivasi. role play supervisory: memberikan instruksi, mengatasi penolakan, mengatasi karyawan bermasalah. Latihan memecahkan masalah. Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah hampir 20 tahun, Suardhika terlibat dalam mendisain dan memberikan pelatihan pada area: Supervisory, Kepemimpinan, Manajemen Kinerja, Coaching & Counseling, Motivasi, Komunikasi, Team Building, Manajemen Prioritas dan Waktu, Emotional Intelligence, Program Persiapan Pensiun, Manajemen Produktivitas Diri.  Dia lulus dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan MBA dari IPMI, Jakarta.  Lulus pada August 1992. MBA dengan Distinction, rangking 2 dari 20 siswa, Penerima British Petroleum Scholarship & Quantitative Analysis Award. Untuk CV yang lengkap mohon klik http://gsuardhika.com/curriculum-vitae-of-g-suardhika-psi-mba/. Bebeberapa topik yang biasa dibawakan diantaranya: Kepemimpinan, Manajemen Waktu, Motivasi dan Manajemen Kinerja.  Suardhika rutin menulis di blog http://produktivitasdiri.co.id. Dalam 5 tahun terakhir ini ia tertarik untuk mendalami mengenai Psikologi Positif dan pengembangan organisasi untuk masa depan dengan mengikuti Conference Happiness & Its Causes, Melbourne (2013) dan Sydney (2014), Wellbeing & Public Policy (Wellington, 2018), Holacracy (Bungalore, 2019) dan World Congress of Positive Psychology VI (Melbourne, 2019).  Emotional Intelligence ( 6th second), NLP (dari TCI), Money Mastery di Kuala Lumpur, Serta Seminar Robert Kiyosaki di Singapore, Suardhika adalah founder dari  Indonesia Wellbeing Project. Beberapa klien in house training-nya: DHL, 3M, Indomobil, Amoco Mitsui, Equalindo Mining, Total Indonesie, Aqua Danone, General Motors, Tigaraksa, Rekayasa Industri, Indonesia Power, Garuda Indonesia, Mobil 8, Telkomsel, Gramedia, Penerbit Airlangga , Ceva Logistic, Havi Logistic, Pro Logistic, EJIP, Panarub, YKK,  Adis Dimension Footwear, LG Electronics, Colorobia, Asia Pulp & Paper,Thames PAM Jaya, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper, Indah Kiat Pulp & Paper, Aneka Tambang, Mega Insurance, Tugu Pratama, Asuransi Bintang, Asuransi MSIG, AIG Lippo, Bank Danamon, Bank Kalbar dan Bank Sumsel, Lido Lake Resort, Hotel Aryaduta Karawaci, ICRAF, The Nature Conservacy. Blog personal beliau ada di http://gsuardhika.com. Untuk melihat topik lain dari Suardhika silakan klik http://gsuardhika.com/soft-skills-map/

Customer Service Excellence

Training Customer Service Excellence bertujuan agar peserta mampu melakukan penanganan dan keluhan pelanggan pada level sedini mungkin dengan memberikan respon dan tanggapan yang tuntas dan memuaskan, sehingga pelanggan justru menjadi lebih loyal. Deskripsi Pelayanan pelanggan adalah pondasi dibangunnya suatu keberhasilan perusahaan dalam menjaga loyalitas pelanggan. Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki tanggung jawab dan kepekaan terhadap pelayanan pelanggan membuat perlunya keterampilan bagaimana melayani dan menanggani keluhan pelanggan. Pelanggantidak hanya konsumen tetapi juga rekan kerja termasuk atasan dan bawahan. Tujuan Pelatihan Setelah Training Customer Service Excellence peserta diharapkan : Peserta mampu melakukan penanganan dan keluhan pelanggan pada level sedini mungkin dengan memberikan respon dan tanggapan yang tuntas dan memuaskan, sehingga pelanggan justru menjadi lebih loyal. Outline Materi Materi Training Customer Service Excellence yang akan disampaikan : Lingkup dan mengapa perlu penangganan pelanggan. Siapa Pelanggan itu ?. Keterampilan hubungan antar orang berdasarakan karakternya. Identifikasi kebutuhan pelanggan. Jebakan dalam jaminan kepuasan pelanggan. Prinsip-prinsip kepuasan pelanggan. Target Peserta Direktur/Manajer Supervisor Marketing/Staf Operasional HRD/Front Desk/Receptionist Customer Service Public Relation Metode Pelatihan Presentasi. Diskusi. Latihan Soal/Kasus. DISC Profiling. Simulasi. Fasilitator Bohman J. Silaen, S.Si., M.M., CPHR. Bohman adalah trainer dan fasilitator yang mempunyai pendekatan dalam menyampaikan materi pelatihan secara aktual dan praktis, mengedepankan metode pelatihan yang bukan hanya mudah dimengerti tetapi juga diserap dan dilaksanakan oleh peserta. “jangan ada yang sia-sia dalam pelatihan ini, semua harus bertambah maju dan baik” kutipan yang sering dilontarkan terhadap peserta. Beliau adalah Direktur PT. DEVINA FLORINDO dan Direktur SAFERTO JASA REKATAMA (…s/d sekarang), Pendidikan : S3 Enterpreneur University, S2 Marketing Management STIE IPWI, S1 Biologi Lingkungan UNSOED, (Presenter + 20 materi a.l.; Tehnik Interview, Motivasi, Negosiasi, Leadership, Produktifitas, dll), HRD Manager (2002-2009), Coorporate Secretary (1993-1995). Organisasi/Pengalaman : Anggota SDM Indonesia, Anggota HRD Manager Club, Pengurus FKIJ Bidang SDM, Pengurus MPKN KADIN, Sekretaris Hari Pangan Se-Dunia Ke-15 WHO, Ketua Senat Mahasiswa, Pendiri Taman Buah Mekarsari, Ketua Komite Sekolah, Ketua Punguan Silaen se Bogor Timur. CEO General Trade BJS Solution Beberapa klien yang pernah ditangani, diantaranya: Bank Mandiri, AMDI Astra,BCA, CIMB, Indofarma, Global Foresight, Grafitec, Printec, Mattel, STIE Perindustrian, ECO Logistic, DHL, Nichias Indonesia, Lautan Mas, OTO, Medco, BNI 46, Adira Finance, Allianz, Sinarmas Group, dll.

Effective Presentation Skills Training

Deskripsi Umumnya, saat seorang karyawan dipromosikan hal yang paling dipersiapkan adalah kompetensi teknis. Namun ada satu hal yang sering dilupakan, yakni kemampuan berkomunikasi. Padahal, semakin tinggi jabatan karyawan, akan semakin tinggi juga tuntutan untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Salah satu bentuk komunikasi yang perlu dimilki adalah kemampuan presentasi. Maka dipandang perlu bagi karyawan untuk mengikuti presentation skill training. Effective presentation skill training ini dirancang untuk melatih karyawan agar mampu menyampaikan informasi secara sistematis, singkat dan jelas. Tujuan presentasinya bisa beragam. Mulai dari yang sifatnya informatif (pesan) sampai dengan persuasif (kesan). Presentation skill training dimulai dari menyusun materi presentasi, penggunaan media, cara penyampaian hingga bagaimana menanggapi audiens. Dalam effective presentation skill training ini, peserta akan diberikan pemahaman mengenai presentasi yang efektif. Selain itu para peserta juga akan dilatih sampai mampu melakukan presentasi yang efektif. Tujuan Pelatihan Banyak yang tidak menyadari bahwa sebuah presentasi mempunyai peran dalam keberhasilan menyampaikan ide, gagasan, asumsi, penawaran, pemahaman dan lain-lain yang menentukan suatu tujuan presentasi ditindaklajuti atau disetujui. Presentasi yang dilakukan harus menjami terjadi penyerapan materi secara praktis bagi peserta, bahkan apa yang disajikan dijadikan dasar dalam setiap tindakannya. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu siapa pun yang bekerja menggunakan presentasi akan berhasil. Target Peserta Direktur/Manajer. Supervisor/Trainer. HRD/Personalia. Metode Pelatihan Presentasi Diskusi Latihan Soal/Kasus DISC Profiling Simulasi Outline Materi Latar Belakang dan Sekilas apa itu presentasi Mengenali  Audience dengan Metode Profiling Bagaimana menyiapkan materi presentasi yang up date dalam suatu penyanyian Mengatur alur dalam presentasi dalam dimensi materi dan waktu Bagaimana mencapai tujuan presentasi Melakukan dan meng-update presentasi dengan Teknik ATM. Teknik menjawab dalam suatu presentasi Bagaimana menjadi Presenter yang handal ? Fasilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Lebih 20 tahun pengalaman professional, dalam mengembangkan pendekatan membangun kepabilitas diri yang digunakan untuk membantu kliennya. Berlatar belakang pendidikan Psikologi – Universitas Indonesia, mengawali karir sebagai praktisioner selama lebih 12 tahun di bidang Human Resource. Adi mempunyai keterampilan yang baik dalam pengembangan HRD yang dimulai dengan proses identifikasi kebutuhan organisasi hingga mengevaluasi program pengembangan karyawan. Kemudian menggeluti dunia konsultansi hingga saat ini untuk memberikan pengalamannya dalam membantu pengembangan karyawan di klien. Sebagai Konsultan HR, banyak membantu klien dari berbagai latar belakang industri dan jasa baik perusahaan nasional maupun multinational, dengan melakukan proses perbaikan dan penguatan organisasi dan performance individu melalui kegiatan konsultansi dan program training. Klien-Klien yang telah dibantu, antara lain : Bank Mandiri, BII-Maybank, BCA Learning Center, Yamaha Part Manufacturing Indonesia, MPM-Rent, Suzuki Finance, U-Finance, Changsin Indonesia, Harsono Strategic Consulting, Gramedia Printing, Sayap Mas Utama, Minamas, Sharprindo Dinamika Prima, MSIG, Sanofi-Aventis Indonesia, BPPT, Icon Plus, dll.

Practical Debt Collector And Negotiation

Deskripsi Sering kali seseorang gagal mendapatkan apa yang ditargetkan karena tidak tepat dalam berkomunikasi dan melakukan negosiasi termasuk dalam penagihan. Apa yang menjadi cara dan langkah yang diambil dalam komunikasi dan negosiasi sangat menentukan apa yang ditargetkan. Seringkali permasalahannya sederhana tetapi cara menyelesaikannya yang membuat masalah itu menjadi rumit dan berdampak luas. Prinsip yang dilakukan adalah ‘tidak anarkis’ dan ‘tidak melanggar hukum’ serta “semua dinutungkan” akan disajikan pada materi ini beserta contoh nyata/kasus yang terjadi. Tujuan Peserta dapat mengidentifikasi dan merespon secara cepat dalam melakukan komunikasi dan negosiasi, sehingga mempunyai kekuatan tawar menawar yang kuat serta memperoleh hasil keputusan yang tidak merugikan bahkan berhasil. Outline Pelatihan Tinjauan tentang Komunikasi Tinjauan tentang Negosiasi dengan Metode  BENARPENTING Mengerti Karakter Dasar Manusia dan cara menghadapinya Mengelola Manajemen Konflik menjadi semua Manajemen Produktif Memahami Komunikasi dalam Negosiasi Teknik Intelijen dan Pelacakan Bagaimana mempersiapan dan Menghadapi Pihak Lawan, Pihak Ketiga atau Mitra serta Pihak Terkait lainnya dengan Pengkondisian Metode Presentasi Diskusi Latihan Soal/Kasus DISC Profiling Simulasi Peserta Direktur/Manajer Supervisor HRD/Personalia Bagian Umum Facilitator Bohman J. Silaen, S.Si., M.M., CPHR. Bohman adalah trainer dan fasilitator yang mempunyai pendekatan dalam menyampaikan materi pelatihan secara aktual dan praktis, mengedepankan metode pelatihan yang bukan hanya mudah dimengerti tetapi juga diserap dan dilaksanakan oleh peserta. “jangan ada yang sia-sia dalam pelatihan ini, semua harus bertambah maju dan baik” kutipan yang sering dilontarkan terhadap peserta. Beliau adalah Direktur PT. DEVINA FLORINDO dan Direktur SAFERTO JASA REKATAMA (…s/d sekarang), Pendidikan : S3 Enterpreneur University, S2 Marketing Management STIE IPWI, S1 Biologi Lingkungan UNSOED, (Presenter + 20 materi a.l.; Tehnik Interview, Motivasi, Negosiasi, Leadership, Produktifitas, dll), HRD Manager (2002-2009), Coorporate Secretary (1993-1995). Organisasi/Pengalaman : Anggota SDM Indonesia, Anggota HRD Manager Club, Pengurus FKIJ Bidang SDM, Pengurus MPKN KADIN, Sekretaris Hari Pangan Se-Dunia Ke-15 WHO, Ketua Senat Mahasiswa, Pendiri Taman Buah Mekarsari, Ketua Komite Sekolah, Ketua Punguan Silaen se Bogor Timur. CEO General Trade BJS Solution Beberapa klien yang pernah ditangani, diantaranya: Bank Mandiri, AMDI Astra,BCA, CIMB, Indofarma, Global Foresight, Grafitec, Printec, Mattel, STIE Perindustrian, ECO Logistic, DHL, Nichias Indonesia, Lautan Mas, OTO, Medco, BNI 46, Adira Finance, Allianz, Sinarmas Group, dll.

Speak Up With Unshakeable Confidence

Training Speak Up With Unshakeable Confidence adalah  training yang mempelajari mengenai bagaimana mengatasi rasa takut berbicara di depan umum,  memahami konsep komunikasi dan berbicara efektif, juga bagaimana mempersiapkan kata-kata, suara, facial expressions, dan body languange, juga mengenai seputar bahasan speak up. Deskripsi Kemampuan Public Speaking dibutuhkan oleh semua orang di dalam dunia kerja modern yang dinamis, dimana peran sebagai pemimpin tidak bergantung kepada jabatan kepangkatan saja tetapi juga kepada situasi di lapangan. Kemampuan Public Speaking luas digunakan sehari-hari dalam hal presentasi bisnis, penjualan produk/jasa, pidato sambutan, siaran live, negosiasi, memimpin rapat, mengajar, memotivasi, kampanye, arisan, dsb. Kemampuan Public Speaking perlu senantiasa diasah untuk pemberdayaan diri sebagai insan profesional serta peningkatan kapabilitas organisasi. (Speak Up With Unshakeable Confidence) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Speak Up With Unshakeable Confidence ini peserta diharapkan akan mampu untuk:   Mempengaruhi banyak orang agar menjadi percaya dan simpati kepada ide pemikirannya. (Speak Up With Unshakeable Confidence) Membangun citra diri yang positif dan profesional di mata banyak orang. (Speak Up With Unshakeable Confidence) Menyampaikan presentasi dan penawaran dengan baik. (Speak Up With Unshakeable Confidence) Memiliki kepercayaan diri (self confidence), rasa berharga (self esteem), dan pengendalian diri (self control). (Speak Up With Unshakeable Confidence) Outline Materi Training Mengatasi rasa takut berbicara di depan umum,  memahami konsep komunikasi dan berbicara efektif Mempersiapkan kata-kata, suara, facial expressions, dan body languange Menyusun narasi secara terstruktur: pembukaan, penyampaian isi, dan penutup Teknik-teknik story telling interaktif untuk beragam tipe audiens: visual, auditori, dan kinestetik Enam gaya public speaking: informatif, argumentatif, naratif, instruktif, persuasif, dan rekreatif Membangun kredibilitas diri sebagai pembicara yang profesional dan handal Siapa Yang Perlu Ikut Semua Manajer, Supervisor, Kepala Bagian, Pimpinan, Pemilik Bisnis, HR, Marketing, siapapun yang ingin mengembangkan keterampilan berbicara di depan publik Metode Pelatihan 70% Praktek & 30% Teori (Presentasi, Simulasi, Role Play, Diskusi Kelompok, Games, Multimedia) Facilitator Dedy Irawan Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari Universitas Islam Indonesia, memiliki pengalaman profesional lebih dari 15 Tahun dalam bidang Penjualan, Pelatihan, SDM, dan Konsultasi Manajemen di berbagai industri dan perusahaan. Terakhir berprofesi sebagai Head of Learning & Development di Frank & co Jewellery, setelah sebelumnya berkarir di The Jakarta Consulting Group, Accor, Arbe Styrindo, dan Astra Zeneca Indonesia. Banyak memberikan pelatihan dan konsultasi di bidang Communication, Soft Skills, HR, dan Strategic Management. Menjadi finalis dalam ajang Indonesia Future HR Leader oleh Majalah SWA pada 2011. Saat ini aktif mengembangkan Dilantern, perusahaan konsultasi manajemen yang didirikannya serta sebagai anggota Forum Psikologi Sosial Budaya UII, Jakarta. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya Leadership, Adversity Quotient, Assertiveness, Supervisory Management, Performance Management, Talent Management, dan semua fungsi Human Resources Management. Beberapa perusahaan manufaktur, industri pertambangan, perbankan, BUMN, dan Kementerian/Lembaga menjadi klien yang pernah ditangani.

Becoming Professional Secretary

Deskripsi Sekretaris adalah eksekutif perusahaan yang sangat strategis fungsinya. Merekalah yang berinteraksi langsung dengan Top Management dan Key Share Holders sehari-hari secara lebih intensif dibanding karyawan lainnya. Karena itu seorang sekretaris dituntut bukan hanya menguasai keterampilan teknis perkantoran, tetapi juga keterampilan hubungan antar manusia. Training Becoming Professional Secretary akan membekali para sekretaris pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan tugas tanggung jawabnya secara efektif, handal, dan optimal Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Becoming Professional Secretary peserta diharapkan akan mampu untuk: Menjadi sekretaris yang efektif, produktif, berkinerja tinggi, dan melayani dengan hati Mengelola citra diri yang positif dan profesional sebagai sekretaris Menyampaikan ide dan gagasan dengan sangat baik kepada manajemen puncak Memiliki kepercayaan diri (self confidence), rasa berharga (self esteem), dan pengendalian diri (self control) Target Peserta Para Sekretaris, Personal Assistant, Customer Service, Admin, siapapun yang ingin mengembangkan keterampilan professional perkantoran (Becoming Professional Secretary) Metode Pelatihan 70% Praktek & 30% Teori (Presentasi, Simulasi, Role Play, Diskusi Kelompok, Games, Multimedia). (Becoming Professional Secretary) Outline Materi Mengelola Sikap Positif, Proaktif, dan Asertif (Becoming Professional Secretary) Grooming, Business Etiquette, & Telephone Courtesy (Becoming Professional Secretary) Menyiapkan Notulensi & Bahan Presentasi (Becoming Professional Secretary) Mengelola Events: Gathering, Meeting, Launching, Press Conference, dll. (Becoming Professional Secretary) Komunikasi & Negosiasi Efektif: Direksi/Top Management, Kolega, Pejabat Pemerintah, Wartawan (Becoming Professional Secretary) Aplikasi Pengarsipan 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) & Time Management (Becoming Professional Secretary) Facilitator Dedy Irawan Berlatar belakang pendidikan Fakultas Psikologi dari Universitas Islam Indonesia, memiliki pengalaman profesional lebih dari 15 Tahun dalam bidang Penjualan, Pelatihan, SDM, dan Konsultasi Manajemen di berbagai industri dan perusahaan. Terakhir berprofesi sebagai Head of Learning & Development di Frank & co Jewellery, setelah sebelumnya berkarir di The Jakarta Consulting Group, Accor, Arbe Styrindo, dan Astra Zeneca Indonesia. Banyak memberikan pelatihan dan konsultasi di bidang Communication, Soft Skills, HR, dan Strategic Management. Menjadi finalis dalam ajang Indonesia Future HR Leader oleh Majalah SWA pada 2011. Saat ini aktif mengembangkan Dilantern, perusahaan konsultasi manajemen yang didirikannya serta sebagai anggota Forum Psikologi Sosial Budaya UII, Jakarta. Berbagai topik unggulan pelatihan yang sering diberikan diantaranya Leadership, Adversity Quotient, Assertiveness, Supervisory Management, Performance Management, Talent Management, dan semua fungsi Human Resources Management. Beberapa perusahaan manufaktur, industri  pertambangan, perbankan, BUMN, dan Kementerian/Lembaga menjadi klien yang pernah ditangani.

Online Training : Assertive Communication & Interpersonal Skills

Training Description Pelatihan ini akan memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya mengembangkan keterampilan berkomunikasi. Assertive Communication dan Interpersonal Skill merupakan kemampuan fundamental yang wajib dimiliki siapapun terutama para LEADER baik di level Supervisor, Manajer dan Direktur. Karena inilah salah satu FAKTOR TERPENTING dalam menunjang keberhasilan bisnis. Profesional yang mampu mengungkapkan ide/gagasannya dalam komunikasi verbal adalah asset terpenting yang harus dimiliki setiap perusahaan.  Training Objective : Membangun pemahaman peserta tentang urgensi pengembangan keterampilan berkomunikasi baik dalam bisnis maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap peserta mengetahui dan mengerti prinsip-prinsip dasar berkomunikasi secara asertif dan membangun hubungan interpersonal. Peserta dapat langsung melatih teknik-teknik yang paling efektif untuk berkomunikasi secara verbal dan non verbal. Training Strategy : Presentasi fasilitator Latihan praktek Video tutorial Games  Training Outline Day 1 : Memahami pentingnya kemampuan berkomunikasi sebagai penunjang keberhasilan dalam bisnis sebagi seorang professional. Memahami hal-hal terpenting dalam meningkatkan kualitas diri lewat: Character Capability Mengerti 3 pendekatan komunikasi Pasif Asertif Agresif Memahami ciri-ciri utama komunikator ulung dan cara efektif untuk mencapainya. Day 2 : Memahami pentingnya Interpersonal skill dalam berbagai espek kehidupan Dalam lingkup kerja sebagai profesional Dalam kehidupan pribadi sebagi bagian dari masyarakat Penerapan berkomunikasi Face to face Listening skill Building Rapport Mengenal Karakter diri dengan pendekatan DISC Dominant Influence Steady Compliance Facilitator Muchlis Anwar, CPM. Bapak dari dua orang anak ini memulai kariernya sebagai penyiar radio di Surabaya selama 6 tahun. Kemudian hijrah keJakarta dan melanjutkan studinya di The London School of Public Relation. Setelah menyelesaikan studinya dibidang Public Relation,  MuchlisAnwar memulai karier baru dengan bekerja sebagai reporter di LOOK magazine. Sempat juga menjadi reporter untuk sebuah acara music di ANTV,  sebelum bergabung menjadi reporter di beritajakarta.com Pengalaman sebagai penyiar radio dan reporter inilah yang mendorongnya untuk menjadi motivator dan mengajarkan Public  Speaking sejak tahun 2003. Penulis Buku : The Art of Communication. The Happiness Mindset. Raih Kebahagiaan & Kesuksesan dengan BICARA Penulis Ebook : Rahasia Sukses Komunikasi. Menjadi Pribadi Unggul dan Mengagumkan Enaknya jadi Orang Beruntung 

Workload Analysis Implementation With Excel 2007/2010/2013 For HR & Non HR

Deskripsi Salah satu titik kritis dan strategis dalam sistem pengukuran sumber daya manusia adalah menyangkut pengukuran tentang beban kerja. Beban kerja mampu mempengaruhi hasil kinerja tiap karyawan, unit kerja atau departemen maupun perusahaan. Pembagian beban kerja pada setiap individu atau departemen akan mempengaruhi manpower planning, sehingga berpengaruh pula dalam recruitment baik internal maupun eksternal dan akhirnya pada corporate planning. Demikian strategisnya fungsi analisa beban kerja (workload analysis), maka diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang memberikan pemahaman dan keterampilan kepada staff atau leader pada departemen human resources khususnya dan secara umum memberikan pemahaman kepada staff atau leader pada departemen lainnya agar dapat membantu dalam menganalisis beban kerja secara komprehensif, tahap demi tahap, mulai dari persiapan, pengolahan data sampai dengan penyajian laporannya. Apabila hal tersebut dikerjakan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010/2013, maka akan didapatkan informasi akurat dan cepat dengan cara yang mudah. Apalagi ditambah dengan adanya Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan lengkap akan sangat membantu dalam mempermudah pelaksanaan analisa beban kerja di semua departemen yang ada dalam suatu perusahaan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Workload Analysis Implementation With Excel 2007/2010/2013 For HR & Non HR ini, peserta diharapkan mampu : Memahami frame work dari workload analysis baik ditinjau dari metode pendekatan data kuantitatif maupun pendekatan data kualitatif. Memahami sejumlah indicator perlunya dilakukan workload analysis. Menggunakan form kuesioner untuk menemukan indicator utama. Memahami main data sources untuk workload analysis process. Memahami teknik pengumpulan data yang diperlukan untuk workload analysis. Memahami pembuatan dan penggunaan Work System Tools :Workload Chart, Workflow Chart, Work Layout Chart & Work Process Chart. Mengetahui pengukuran waktu kerja untuk mendapatkan tingkat efektifitas dan efisiensi kerja berdasarkan metode pendekatan data kuantitatif (time study) dan metode pendekatan data kualitatif (Work Sampling) Melakukan perhitungan workload analysis berdasarkan data kuantitatif dan data kualitatif. Menghitung Employee absenteeism ratedan Employee Turnover Rate sebagai komponen data kualitatif yang diperlukan untuk memprediksi kebutuhan jumlah karyawan dalam unit kerja. Membuat rekomendasi kebutuhan jumlah karyawan dalam unit kerja yang sudah dianalisa beban kerjanya. Melakukan perhitungan secara komprehensif pada soal penyelesaian studi kasus workload analysis yang terintegrasi dengan menggunakan aplikasi Excel 2007/2010/2013. Memahami isi yang ada pada Standard Operating Procedure Workload Analysis Implementation untuk mempermudah penerapan analisa beban kerja di dalam perusahaan. Target Peserta Target Peserta Workload Analysis Implementation With Excel 2007/2010/2013 For HR & Non HR Staff and Supervisor or Leader dari setiap departemen, khususnya dari departemen HR. Metode Pelatihan Metode Pelatihan Workload Analysis Implementation With Excel 2007/2010/2013 For HR & Non HR 10% Theory 90% Practices Case Study for WLA Quantitative and WLA Qualitative. Dynamic and interactive training presentation Outline Materi Outline Materi Workload Analysis Implementation With Excel 2007/2010/2013 For HR & Non HR Understanding of the workload analysis of a variety of credible sources. Understanding of the workload, the working volume and norms of the time. Understanding of job information concept. Understanding of standard of work performance and existence unit result. Know the techniques of data collection needed for workload analysis. Using & Implementation of Work System Tools :Workload Chart, Workflow Chart, Work Layout Chart & Work Process Chart. Perform measurements of time working with the method of Time Study. Perform measurements of time working with the method of Work Sampling. Knowing of Motion Study Concept. Knowing of Work Simplification Concept. Knowing the Improvement of Competency Grades. Calculating workload analysis based on quantitative and qualitative data. Data processing to get the Employee absenteeism percentage rate based on attendance data by using Excel 2007/2010/2013. Data processing to get a percentage of Employee Turnover Rate by using Microsoft Excel 2007/2010/2013. The data processing practices to get the information needs of the number of employees in the unit of work using Microsoft Excel 2007/2010/2013. The calculation of the completion of the case study application workload analysis using Excel 2007/2010/2013. Understanding of Standard Operating Procedure Workload Analysis Implementation. Facilitator ERAWAN SUPRIATNA, S. Kom Praktisi & trainer yang mempunyai pengalaman lebih dari 21 tahun menjadi instructor / trainer di beberapa lembaga pelatihan swasta, instansi pemerintah / swasta  di Jakarta, mulai tahun 1992 – 2003, antara lain  di PT. Asiana IMI Industries, Tbk.,  PT. COMBIPHAR,  di PT. LG Philips Display Devices Indonesia, PT. LG Electronics Indonesia, PT. LG Innotek Indonesia dan PT. Harita Prima Abadi Mineral (Mining Company). Pernah menjabat sebagai Manager Training & Development di perusahaan swasta dan perusahaan jasa konsultan. Jabatan terakhir adalah sebagai Direktur Training & Development di perusahaan swasta IT training and consulting. Sekarang beliau menjadi Trainer dan consultant di beberapa perusahaan provider training and consulting. Beliau termasuk dalam tim konsultan manajemen kearsipan dan pengembangan software EFIDMS (New EDMS).  Aktif di dalam proyek-proyek pelatihan dan konsultasi serta pengembangan dan implementasi Electronic Filing and Document Management System, baik di instansi pemerintah, swasta, organisasi perbankan dan asuransi. Selain tema pelatihan tersebut di atas, beliau juga memberikan pelatihan IT sebagai berikut : IT Infastructure Library (ITIL v3.1), Amazing Presentation for Powerful Presentation with PowerPoint 2010, Best Practices Implementation of Word 2007 for Business, Excellent Automation Process with Visual Basic Application Excel2007, Implementation of Electronics Filing & Document Management System, Implementation of Financial Accounting Information System, Implementation of Payroll Administration Information System, Mastering Excel 2007 Beyond For Data Processing Automation, Powerful Data Analysis and Dashboard Summary Report with Excel2007, RDBMS Application Development with Access 2007, Control Object for IT (COBIT v.4.1), Managing of Information Technology Investment. Selain itu juga beliau adalah praktisi pelatihan dengan metode quantum teaching, quantum learning, mind mapping  dan NLP di  bagian pengembangan sumber daya manusia (HRD Training & Development) selama lebih dari 7 tahun. Dengan perpaduan metode pelatihan seperti itulah,  pelatihan seberat apapun selalu dibawakan secara ringan, jelas dan tuntas. Sehingga proses pelatihan berlangsung dengan menyenangkan dan mencapai tujuan yang diinginkan oleh peserta pelatihan.

Interactive Dashboard For Executive Summary Report Analysis With Excel 2007/2010/2013/2016 Without Macro & VBA

Deskripsi Di dalam era global bisnis ini sebaiknya setiap pimpinan organisasi atau perusahaan sudah menggunakan tools information system yang dapat membuat Executive Summary Report Analysis dengan cepat disertai visualisasi informasi data yang dinamis, baik dalam bentuk table dan graphic yang dapat dijalankan secara interaktif yang biasa disebut dengan Dashboard. Hal ini tentunya dapat membantu pimpinan organisasi atau perusahaan dalam mendapatkan informasi yang update, akurat dan tepat sehingga mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang penting dan strategis. Tentunya untuk dapat membuat Executive Summary Report Analysis dalam berbagai tingkat kebutuhan informasi,seperti informasi level 1: untuk jajaran Direksi, informasi level 2 : untuk jajaran Manajer ; informasi level 3 : untuk jajaran Supervisor yang ditampilkan dalam bentuk dinamis dan interaktif, kita tidak perlu membeli software yang canggih dengan harga yang mahal, yang dapat menyebabkan tingkat ketergantungan terhadap software tersebut begitu tinggi, padahal software tersebut belum tentu bisa disesuaikan (customize) dengan kebutuhan organisasi atau perusahaan. Keputusan bijaksana dari setiap pimpinan organisasi atau perusahaan adalah memberikan waktu dan anggaran pelatihan kepada setiap karyawannya untuk dapat membuat Executive Summary Report Analysis denganmemaksimalkan penggunaan tool-tool form control yang ada pada Tab Menu Developer yang ada di Excel versi 2007/2010/2013/2016/2019 ditambah dengan penggunaan fungsi-fungsi Excel yang umum dan tool Excel yang sering digunakan sehari-hari serta trik – trik yang ada di dalamnya tanpa menggunakan Macro atau VBA (Visual Basic Application). Hasilnya jauh lebih efisien dan efektif dan sangat menguntungkan buat perusahaan atau organisasi, karena setiap computer dari pimpinannya sudah dapat membuat Executive Summary Report Analysis dalam bentuk Interactive Dashboard yang database-nya disesuaikan dengan kebutuhan departemen atau bagiannya masing-masing. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Mengaktifkan menu tab Developer pada Excel 2007 dan Excel yang versinya di atas 2007. Menggunakan tool-tool yang ada di dalam menu tab Developer. Mengetahui bentuk Raw Data hasil import dari database Server untuk diolah menjadi Source Data Dashboard. Memahami bentuk Dashboard of Executive Summary Report Analysis –  Level One, Level Two and Level Three. Mengetahui Source Data Dashboard  –  Level One, Level Two and Level Three. Membuat Source Data Dashboard –  Level One, Level Two and Level Threedengan menggunakan fungsi-fungsi Excel yang umum dan tool Excel yang sering digunakan sehari-hari serta trik – trik yang ada di dalamnya. Membuat dan mengatur hubungan data pada object Form Control dengan menggunakan format controls Membuat Dashboard of Executive Summary Report Analysis –  Level One, Level Two & Level Three dengan menggunakan tool-tool form controls seperti Combo Box, Option Button and List Box. Menjalankan Dashboard of Executive Summary Report Analysis –  Level One, Level Two & Level Three dengan tombol-tombol Combo Box, Option Button and List Box. Implementasi praktek mandiri penyelesaian studi kasus dari peserta training. Target Peserta Staff dan Leader yang sering menggunakan aplikasi Ms. Excel ( Intermediate level ) atau sudah sering menggunakan minimal 4 fungsi Excel dalam mengolah datanya. Metode Pelatihan Terangkan – Tunjukkan – Lakukan Dengan metode ini Anda akan mengenal subyek pelatihan secara lebih baik, karena langsung ditunjukkan oleh ahlinya, dan Anda akan diajak untuk langsung melakukan/ menggunakannya. Outline Materi Activate the Developer tab menu in Excel 2007 Activates the Developer tab menu in Excel whose version is above 2007 Using tools that are in the Developer tab menu : Insert – Form Controls Knowing the raw data form imported from the database server of the Dashboard – Level One Know the Source Data of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level One Create Source Data for the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level One Use common Excel functions or tools in creating Source Data Dashboards – Level One Create and Manage data relationships on the Form Control object – Level One Knowing the raw data form imported from the database server of the Dashboard – Level Two Know the Source Data of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Two Create Source Data for the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Two Use common Excel functions or tools in creating Source Data Dashboards – Level Two Create and Manage data relationships on the Form Control object – Level Two Knowing the raw data form imported from the database server of the Dashboard – Level Three Know the Source Data of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Three Create Source Data for the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Three Use common Excel functions or tools in creating Source Data Dashboards – Level Three Create and Manage data relationships on the Form Control object – Level Three Common Excel functions or tools in creating Source Data Dashboards  for All Level : Understand the form of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level One Make the Dashboard of Executive Summary Report Analysis – Level One Running the Dashboard of Executive Report Analysis Summary – Level One Understand the form of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Two Make the Dashboard of Executive Summary Report Analysis – Level Two Running the Dashboard of Executive Report Analysis Summary – Level Two Understand the form of the Dashboard of the Executive Summary Report Analysis – Level Three Make the Dashboard of Executive Summary Report Analysis – Level Three Running the Dashboard of Executive Report Analysis Summary – Level Three =DSUM() =IF() =VLOOKUP() PIVOTTABLE =IFERROR() =INDEX() =MATCH() =COUNTIF() {}  : statement function Array =SUM() & : Concatenate function Make the Dashboard for All Level by using the form controls tools like : Combo Box, Option Button, List Box. Implementation of independent practices for completing case studies from training participants Facilitator ERAWAN SUPRIATNA, S. Kom Praktisi & trainer yang mempunyai pengalaman lebih dari 21 tahun menjadi instructor / trainer di beberapa lembaga pelatihan swasta, instansi pemerintah / swasta  di Jakarta, mulai tahun 1992 – 2003, antara lain  di PT. Asiana IMI Industries, Tbk.,  PT. COMBIPHAR,  di PT. LG Philips Display Devices Indonesia, PT. LG Electronics Indonesia, PT. LG Innotek Indonesia dan PT. Harita Prima Abadi Mineral (Mining Company). Pernah menjabat sebagai Manager Training & Development di perusahaan swasta dan perusahaan jasa konsultan. Jabatan terakhir adalah sebagai Direktur Training & Development di perusahaan swasta IT training and consulting. Sekarang beliau menjadi Trainer dan consultant