Sales & Marketing Training

Cara Cerdas Merancang Program Periklanan

Deskripsi Sebuah program periklanan kreatif dan efektif setidaknya harus memiliki tiga kriteria : relevant, original dan memiliki impact. Jika sebuah program komunikasi pemasaran tidak relevant, maka program tersebut tidak akan mencapai sasaran. Jika sebuah program periklanan tidak original, maka program tersebut tidak akan menarik perhatian. Jika program tersebut tidak menghasilkan impact, maka program tersebut tidak akan memiliki kesan yang dalam. Plans are nothing, planning is everything (Dwight D. Eisenhower). Tak dapat disangkal, kesuksesan sebuah program periklanan sangat ditentukan oleh perencanaan program periklanan yang matang. Perencanaan program periklanan yang baik dimulai dengan pemahaman yang jelas mengenai rencana pemasaran sebagai induk yang memberi arah untuk menentukan perencanaan program periklanan. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisa situasi internal dan eksternal perusahaan sehingga dapat memberikan ilustrasi yang tepat dimana keberadaan perusahaan di dalam lingkungannya serta kekuatan apa yang dimiliki dibanding dengan kompetitornya. Dengan dasar pemahaman dan analisa itulah maka disusun tujuan periklanan yang ingin dicapai. Tujuan periklanan harus terdefinisi secara jelas sehingga dapat diukur pada waktu mengevaluasi efektifitas program periklanan tersebut. Setelah memahami arah tujuan pemasaran dan posisi perusahaan serta tujuan periklanan yang mau dicapai maka proses berikutnya adalah menterjemahkannya dengan menyusun strategi periklanan atau strategi kreatif. Strategi kreatif memegang kunci untuk kesuksesan dalam meng-encode kedalam pesan secara kreatif. Kemudian, iklan yang kreatif tidak akan efektif jika tidak didukung oleh pemilihan media yang tepat. Terlebih lagi dengan berkembangnya media-media inovatif yang baru sebagai media alternatif untuk mencapai tujuan periklanan. Untuk keperluan ini, institusi riset berperan besar untuk membantu program periklanan dengan data yang dimilikinya sebagai dasar untuk pemilihan media yang paling cocok. Sebagai langkah terakhir, melakukan evaluasi terhadap program periklanan yang telah dilakukan yang kelak menjadi dasar untuk melakukan perencanaan program periklanan pada periode berikutnya. Sasaran Pelatihan Memberikan pemahaman mengenai gambaran umum dunia Periklanan Memberikan pemahaman mengenai Proses Perencanaan Program Periklanan Memberikan pemahaman mengenai Perencanaan Program Periklanan dalam berbagai jenis media Mempelajari program-program periklanan yang sukses Melatih dan menggali potensi peserta untuk merencanakan dan merancang sebuah program iklan Outline Materi Orientasi umum tentang Perencanaan Periklanan Mengulas Rencana Pemasaran. Menganalisis situasi internal dan eksternal Perusahaan Menentukan tujuan periklanan Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan (kreatif). Mengembangkan dan melaksanakan strategi media Mengevaluasi efektifias program periklanan Memberikan gambaran mengenai penentuan anggaran Periklanan Memberikan gambaran mengenai aspek kreatif dalam perencanaan periklanan Memberikan gambaran mengenai penerapan strategi kreatif Memberikan gambaran mengenai Perencanaan program pada media cetak & media Eeektronik Memberikan gambaran mengenai perencanaan program periklanan pada media alternatif Praktek Perencanaan Program Periklanan Metode Pelatihan Presentasi, studi kasus, sharing pengalaman. Melakukan praktek perencanaan program periklanan. Presentasi individu dan/ kelompok. Facilitator Ahmad Sadariskar, M.Si Ahmad Sadariskar, M.Si, adalah praktisi periklanan di beberapa biro iklan sekalgus juga akademisi bidang periklanan. Lulusan master FISIP-UI Jurusan Marketing Communication pada Management Communication Departemen Komunikasi, telah berpengalaman dalam dunia periklanan lebih dari 15 tahun. Dia telah bekerja pada biro iklan nasional maupun international seperti Leo Burnett Kreasindo Indonesia. Sebagai bagian dari team, dia berhasil mendapatkan penghargaan best of the best beberapa kali dalam ajang lomba iklan bergengsi Ciptapariwara yang rutin diadakan setiap tahun di Indonesia. Selain sebagai praktisi, dia juga mengajar pada sebuah universitas swasta di Jakarta. Dia juga pernah bekerja di Belanda menjadi Asisten Riset untuk sebuah proyek riset di Uni Eropa mengenai Perilaku Konsumen. Tak hanya itu, dia pernah memenangkan Grand Prize untuk sebuah Marketing Idea Contest menyisihkan lebih dari dua ribu pesaing

Marketing Management untuk Industri Farmasi

Industry : Pharmaceutical, Distributor, Alat Kesehatan Kelas Marketing Management di buat untuk memperdalam detail dari esensi Marketing yang termasuk didalamnya Strategic Planning, Market Research, Product Panning and Development, Promotion, Distribution, Pricing. Pelatihan ini menyajikan pemahaman yang mendalam tentang teori Marketing Mix yang variatif dan aplikasi praktis dalam proses Marketing Management Pelatihan akan membawa kepada para peserta untuk benar benar menjadi Market Oeriented yang sangat berguna dalam memasarkan produk Mengembangkan Skill para peserta untuk semakin sensitive dengan situasi pasar dan perusahaan dalam membangun Marketing Plan yang sesuai Tujuan Pelatihan Setelah selesai mengikuti  program ini  para  Peserta  akan memiliki kemampuan : Membuat Marketing Plan Melakukan analisa situasi Makro dan Mikro Forecasting Memciptakan Strategy kreatif yang sulit di tandingi lawan Untuk Memastikan implementasi dari semua rencana Marketing Outline Materi Bagian I. Pembahasan Mendalam tentangMarketing Management : 1. Marketing and Marketing Management Process Fungsi Marketing Peran Marketing dalam Masyarakat Modern Budaya Marketing Marketing sebagai Proses Management 2. Peran Marketing dalam Startegy Perusahaan Strategy Marketing Perusahaan beda level akan mempunyai isu yang berbeda , Dimana peran kita ? , Implemantasi Marketing dalam Strategy Bisnis Bagian II. Analisa Peluang Pasar : 1. Bagaimana Menganalisa Situasi Pasar ? Analisa pasar secara Makro Analisa Pasar secara Mikro Menemukan isu Kritis yang sangat berpengaruh terhadap Pasar Bagaimana dengan isu internal Perusahaan 2. Dokter, Pasien dan Customer lain (Rumah Sakit, Apotek, Klinik, Asuransi dll) Consumers’ purchasing decisions Prosen pembelian personal vs pengaruh lingkunagn social 3. Market Segmentation Segmentation, Targeting, and Positioning Memahami proses Segmentasi Targeting dan Positioning 5. Riset Pasar Model dan Proses Riset Pasar Bagaimana mengukur kekuatan Pasar Apa saja kegiatan Kompetitor Bagian  III. Membuat Marketing Program : 1. Marketing program Proses penting dalam membuat Program Marketing Menyesuaikan program Marketing dengan kepentingan Bisnis Perusahaan secara umum 2. memilih produk Klasifikasi Produk branding and packaging Strategy Product-line Strategy produk Baru 3. Menentukan Harga Proses dalam menentukan Harga Strategy Harga / Pricing Strategy Strategy naik Harga untuk existing Produk 4. Mengelola Distribusi Channel Distribusi yang Mana ? Fungsi dari Masing masing Channel 5. Promotion mix Program Promosi Advertising Sales force management Bagian IV. IMPLEMENTASI : Actipn Plan Monitoring and Controlling Marketing Programs / Marketing Audit Peserta Produk Specialist, Produk Manager, Sales Manager, Brand Manager, Marketing Manager, Training Manager Metode Pelatihan Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain :  Case study, memecahkan masalah yang dihadapi oleh Para Peserta di lapangan Presentasi hasil kinerja Membuat evaluasi Durasi Pelatihan Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,  atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,  dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latiha dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program) Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta / Role Play, baik praktek antar peserta maupun dengan pasien secara langsung Persyaratan Peserta Peserta diharapkan membaca outline sebelum mengikuti Pelatihan Facilitator

Marketing Intelligence: Concept & Practice

Marketing Intelligence: Concept & Practicesalah satu tujuannya adalah dapat membuat tools yang diperlukan untuk keperluan MI, dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan MI. Definisi Marketing intelligence merupakan sesuatu yang akan selalu menjadi bagian dalam era bisnis saat ini, karena research bisnis mendapati bahwa hanya 3 (tiga) perusahaan yang sangup bertahan diatas 100 tahun. Hal ini dikarenakan telah terjadi turbulensi bisnis yang dikarenakan pengerak (driver) pasar selalu berubah-ubah, dimana business model yang sudah ada sering kali keluar dari batas pakem yang sudah ada. Lalu apakah research pasar cukup untuk menjawab turbulensi pasar saat ini ? Marketing intelligence adalah suatu research pemasaran yang terbilang baru, karena cakupannya adalah sesuatu diluar analisa quantitatif dan kualitatif serta mencakup pemahaman yang lateral untuk dapat adaptif dengan kekuatan internal perusahaan terhadap eksternal challenging dari sebuah persaingan produk dipasar. Marketing intelijen berasal dari strategy yang secara diam-diam dikumpulkan dan di analisa datanya sebagai Key Action untuk membuat keputusan, keberhasilan dan ketahanan dipasar menginggat saat ini kita ketahui bahwa sudah tidak ada lagi istilah “industry maupun persaingan”. Disamping itu MI juga merupakan pengerak yang mampu mempertajam budaya perusahaan yang berdampak pada nilai perusahaan. Dalam pelatihan ini peserta diberikan pemahaman yang mendasar dan tool serta tehnik yang sederhana namun handal. Sasaran Pelatihan Melalui training Marketing intelligence: Concept & practice ini diharapkan peserta akan: Memahami ruang lingkup Marketing Intelligence Membuat tools yang diperlukan untuk keperluan MI Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan MI Melakukan analisis dan evaluasi terhadap MI Target Peserta Training Marketing intelligence: Concept & practice ini ditujukan untuk para Karyawan di bagian pemasaran dan karyawan yang meminati bidang manajemen pemasaran Outine Materi Marketing Intelligence: Concept & practice : Ruang Lingkup Market Intelligence • Understanding the power of market intelligence, and how it incorporates marketing research Bentuk Informasi dan sumber-sumber Market Intelligence • Creating intelligence teams and building an intelligence culture • Developing market intelligence skills, and an MI toolbox Data-data dalam Market Intellegence • Developing information plans Seluk beluk Market Intellegence bagi perusahaan • The art of war Langkah menjaga Market Intellegence dari perusahaan pesaing • Market intelligence services, methodologies and information sources that help you stay ahead Kegunaan Market Intellegence bagi perusahaan • Does your intelligence work today require new insights, methodologies and information sources? • Do you need information and analysis on how raw material prices are likely to move or how new regulations will impact your industry? • Do you wish to conduct preliminary secondary research on a product category? • Do you need some quick help in putting together a profile of potential new markets? Proses Market Intellegence • Concepts, techniques, tools and management processes that are critical to effective MI Analisa dan Evaluasi Market Intellegence • EFAS & IFAS analysis and positioning • Consumer Decision Making research • Key Succsess Factor and KPI or KRA • Strategic Decision Making Marketing Information system • Reporting the information in a fashion that facilitates generating a cohesive view of the company’s market situation and enhances decision making Memberdayakan Market Intellegence Langkah SWOT Market Intellegence • Applying analytical tools and techniques and using them to analyze and process information Studi Kasus • Analyzing business cases of MI in action Facilitator Ghani Basyar, SE, MM. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnis di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesia dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep. Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

High Impact Selling Skill

Definisi Menjual bisa jadi merupakan salah satu profesi tertua di dunia dan dilakukan oleh setiap manusia. Baik disadarinya atau tidak disadarinya. Mulai dari menjual ide yang masih terbenam dalam pikiran, hingga menjual benda-benda yang sangat kasat mata. Hebatnya lagi, profesi ini masih akan terus digeluti oleh manusia sampai peradaban manusia punah.(Selling Skill) Beberapa Basic Concept menjualpun telah dilahap oleh mereka yang menjadikan menjual sebagai profesinya. Sementara, dalam modul ini, akan diperkenalkan konsep menjual yang memiliki pendekatan customer oriented, dengan pendekatan yang lebih variatif.(Selling Skill) Mengapa Penting Pasar  Lower – Middle – Upper.(Selling Skill) Pembeli lebih berpendidikan.(Selling Skill) Lebih banyak pilihan di “pasar”.(Selling Skill) Captive market terbatas.(Selling Skill) Lebih banyak saingan.(Selling Skill) Tujuan Mengasah Ketrampilan Menjual Berdasarkan Kebutuhan Prospek Memiliki teknik penutupan dan teknik menangani keberatan yang lebih variatif Meningkatkan Kualitas & Kuantitas Penjualan Manfaat Peserta menjadi lebih percaya diri dalam melakukan proses menjual, dengan bekal pola pikir (mindset) dan teknik-teknik menjual yang lebih variatif Modul Tahapan Menjual Owner Benefits (Manfaat bagi pembeli) Good Quality (Karakteristik Positif) Chain of Benefit (Rantai Manfaat) Motivational Idea (Ide Motivasi): Offering (Penawaran) Comparison (Perbandingan) Prestige (Prestise) Motivational Idea (Ide Motivasi): Ex-Demo (Penjelasan Demonstrasi) Reason (Alasan) Question (Pertanyaan) Closing Technique (Teknik Penutupan) Handling Objection (Menangani Keberatan) Siapa Yang Wajib Ikut Modul Ini? Sales person (apapun sebutannya) Sales Supervisor Sales Manager Metode Pembelajaran Lecture Latihan Role play Fasilitator Drs. Safrial Guci Safrial Guci telah berpengalaman lebih dari 20 tahun menangani pelatihan (pembejalaran) di perusahaan lokal dan multi nasional.  Lima belas tahun diantaranya didedikasikan bagi para sales person, khususnya di Asuransi Jiwa dan Micro Banking. Dan pada akhirnya memutuskan untuk fokus pada dunia pelatihan  (pembelajaran). Untuk melengkapi proses belajar yang lebih efektif, beliau mempelajari Neuro Language Programming (NLP) dari beberapa guru, dan mengaplikasikannya dibeberapa pelatihan yang diberikannya.  Adapun sertifikasi lainnya adalah sbb: Certified Trainer of 7 Habits of Highly Effective People from Dunamis Consulting Licensed Practitioner of NLP from The Society of NLP and Dr. Richard Bandler Certified Practitioner of Communication Skill from Synergi Lintas Batas Certified Hypnotist (CH) from The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) Certified Hypnotherapist (CHT) from IBH

Business Achievement for Manufacture Company On Global Market

Tersingkirnya perusahaan manufacture lokal dengan perusahaan manufacture asing di dalam persaingan bisnis global, disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi yang bersumber pada kualitas kompetensi sumber daya manusia sebagai anggota organisasi, belum selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam memasuki pasar global terutama di dalam Masyarakat Ekonomi Asia.

Effective Customer Retention Marketing

Deskripsi Persaingan bisnis kian sengit dan sama sengitnya dengan mengelola loyalitas pelanggan. Untuk menyiasatinya, perusahaan harus mengenal pelanggan dengan betul. Loyalitas dan kepuasan pelanggan, dua kata ini begitu berarti bagi perusahaan. Lalu bagaimana Customer Retention Marketing bisa membantu? Sebagian perusahaan mungkin telah melakukan beragam cara untuk mewujudkannya. Tak jarang banyak perusahaan tiba-tiba mendadak baik bagi pelanggan. Namun, CRM bukan sekedar tebar bingkisan atau call centre. CRM lebih dari itu. CRM merupakan upaya strategis meningkatkan mutu layanan serta membangun pelanggan agar tetap loyal, dan jika program CRM mampu dikelola dengan baik akhirnya akan menguntungkan perusahaan. Tujuan Pelatihan Memberikan mindset dan pemahaman tentang Customer Retention Marketing. Peserta mampu merancang dan mengembangkan Program CRM efektif. Outline Materi Konseptual CRM Memahami Nilai dan Harapan Konsumen Fokus pada pelanggan Mengembangkan Strategi CRM Mengelola Pelanggan Internal Meningkatkan Loyalitas Pelanggan Mengukur Kepuasan Pelanggan Mendukung Pelatihan dan Pengembangan SDM Mengembangkan Konsep hubungan Menjalin hubungan melalui Internet Livetime Value Recency, frequency, dan Monetary Winback Strategy dan Acquisition Memperoleh pelanggan loyal Durasi Training ini akan dilaksanakan selama 2 hari (08.00 – 16.00 WIB). Peserta Customer Retention/Customer Relationship Marketing Communications Marketing/Sales Facilitator Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom Ujang Rusdianto, S.I.Kom, M.IKom, memiliki pengalaman lebih dari Delapan tahun dalam bidang Komunikasi Perusahaan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/CSR. Sebelumnya aktif sebagai praktisi CSR di PT Newmont Nusa Tenggara (2009), Bank Muamalat (2012), dan Sinarmas Pulp & Paper (2014). Selain itu, ia aktif sebagai staf ahli di PT Cinggarindo Galba (Konsultan Komunikasi dan CSR) dan Dosen di program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Paramadina. Publikasi buku yang pernah ia tulis antara lain; Driver for Integrated Marketing Communication/IMC (2012), CSR Communication for PR Practitioners (2013), Cyber CSR (2014) dan Periklanan Korporat (2015).

Winning the sales and marketing war

Pengantar Pelatihan Tidak disangkal lagi bahwasanya peranan SALES sangat penting untuk menciptakan revenue bagi perusahaan. Sayangnya  banyak rencana/plan SALES hanya berakhir di kertas. Padahal eksekusi SALES yang mendatangkan revenue lebih penting daripada rencana. Solusinya: gunakan SALES SCORECARD.

Training The 7 Selling Steps for Sales People

selling

Training The 7 Selling Steps for Sales People mempelajari bagaimana melatih partisipan untuk membangun rasa percaya diri dan membangun keyakinan untuk menyakinkan orang lain, bagaimana menumbuhkan kebanggaan sebagai seorang penjual dan mampu menemukan kunci keberhasilan seorang penjual serta akhirnya mempunyai kesenangan menjual, dan hal – hal lain terkait The 7 Selling Steps for Sales People. Deskripsi Zaman sekarang, lebih banyak  yang di lakukan oleh seorang sales adalah melakukan 2 hal yaitu, “telling dan selling” .Apakah hal itu sudah cukup untuk membuat mereka menjadi survive menjadi seorang penjual? Sudah bias menjadi penjual yang handal? Jawabannya adalah belummmmm……!!! (7 Selling Steps) Untuk memenangkan iklim kompetisi yang begitu ketat ini( bahasa kerennya : hypercompetitive), seorang penjual dituntut tidak hanya bias mengetahui product, tetapi juga harus mempunyai perilaku “ asking” dan “giving the solutions”. Ya…it’s time to change….(7 Selling Steps) Jika ada suatu pertanyaan, mana yang benar, sebagai seorang sales kita harus banyak bicara atau mendengar?  Cara menjawabnya gampang..ingat aja berapa jumlah mulut dan telinga kita? Yang jumlahnya lebih banyaklah yang kita pakai.(7 Selling Steps) Ya..seorang sales peope harus lebih banyak mendengarkan. Cara mendengarkannya adalah dengan aktif bertanya, menanyakan kebutuhan, menggali kebutuhan customernya, karena tidak selamanya kebutuhan itu ditampakkan oleh customer kita, apakah lewat kata-kata ataupun bahasa tubuhnya. Dengan mendengarkan secara aktif, kita jadi tahu apa yang menjadi kebutuhan sebenarnya customer kita. Tehnik mendengarkan secara aktif (listening) adalah dengan bertanya, berbeda dengan mendengarkan secara pasif (hearing).(7 Selling Steps) Waktunya untuk merubah cara berpikir sebagai penjual yang transaksional menjadi  penjual yang konsultatif.(7 Selling Steps) Sasaran Pelatihan Setelah berhasil menyelesaikan program ini, peserta akan mampu: Meningkatkan kepercayaan diri untuk mencapai target penjualan.(7 Selling Steps) Mengembangkan pola pikir pemenang untuk setiap sales people.(7 Selling Steps) Memahami dan mengelola proses penjualan.(7 Selling Steps) Memahami fitur eksklusif dan manfaat dari suatu produk.(7 Selling Steps) Mengembangkan strategi probing yang kuat untuk menggali kebutuhan customer.(7 Selling Steps) Menerapkan keterampilan profesional penjualan tatap muka dengan pelanggan.(7 Selling Steps) Menangani keprihatinan pelanggan secara profesional.(7 Selling Steps) Mendapatkan komitmen dari pelanggan.(7 Selling Steps) Outline Materi A. Bagaimana Membangun Self Confidence Hambatan seseorang menjadi tidak percaya diri Apa fondasi rasa percaya diri dan bagiamana keluar dari belenggu keminderan? Berbicara dengan percaya diri Tujuan sesi ini : Melatih partisipan untuk membangun rasa percaya diri dan membangun keyakinan untuk menyakinkan orang lain B. Bangga sebagai seorang Sales Force Alasan orang tidak suka menjadi seorang penjual Beda penjual yang sukses dan penjual yang gagal Kisah sukses beberapa penjual yang berhasil Tujuan sesi ini : Menumbuhkan kebanggaan sebagai seorang penjual dan mampu menemukan kunci keberhasilan seorang penjual serta akhirnya mempunyai kesenangan menjual C. Research, Analysis dan Planning Skills Mengumpulkan data, menilai calon customer dan mendapatkan informasi Mengadakan riset pasar Menyiapkan product knowledge tools yang relevan di setiap rencana kunjungan Tujuan sesi ini : Peserta akan mempunyai kemampuan dalam perencanaan kunjungan yang meliputi rute, objektif dan lain-lain serta mengumpulkan bahan-bahan pendukung secara efisien. D. Opening, Listening dan Questioning Skills Keterampilan di dalam membuka kunjungan dan membangun hubungan awal Menyampaikan tujuan atau agenda kunjungan Mengidentifikasi dan memahami kebutuhan customer Tujuan sesi ini : Peserta di harapkan mempunyai keterampila cara membuka kunjungan, mendengar yang aktif, membuat pertanyaan dengan benar, tidak terlalu banyak bicara dan yang menggali lebih dalam E. Presentation dan Handling Objection Skills Menceritakan produk dalam bahasa yang dipahami oleh customer Memaparkan fitur dan manfaat produk secara konsisten Tujuan sesi ini : Keterampilan yang akan dimiliki peserta di dalam membuat langkah-langkah presentasi dengan menggunakan “Main Idea” yang menggiring ke kebutuhan customer, mampu mengidentifikasi “real problem” dan menjawab dengan solusi yang relevan di dalam menangani keberatan atau penolakan. F. Closing Skills Mengetahui kapan dan bagaiman menutup penjualan Mendengar dan memberikan reaksi terhadap buying signal Tujuan sesi ini : Peserta dapat menyampaikan kesimpulan kunjungan, menyepakati agenda untuk langkah-langkah selanjutnya dan melakukan penutupan sales dengan berbagai tekhnik. G. Follow Up Skills Memastikan eksekusi kesepakatan dan tindakan yang telah disetujui Menindaklanjuti apa yang sudah dijanjikan Berpikir tentang sales tidak berhenti pada saat order Tujuan sesi ini : Peserta tahu dan mampu bagaimana membina hubungan jangka panjang, membuat evaluasi kunjungan, menentukan kunjungan yang akan datang, dan mampu mengidentifikasi peluangyang ada Metode Pelatihan Sharing Metode pengajaran yang mengutamakan partisipasi peserta di dalam program pelatihan sehingga menciptakan komunikasi dan interaksi dua arah di dalam kelas. Case Study Pembahasan kasus-kasus real yang terjadi di lapangan guna meningkatkan pemahaman pengaplikasian teori dan konsep di lapangan. Role Play with sales scripts Sebagai bentuk aktifitas yang dirancang guna meningkatkan pemahaman pengaplikasian ilmu dengan menggunakan skenario yang mendekati kondisi di lapangan. Games Bentuk aktifitas yang di tujukan untuk penghayatan terhadap materi-materi pembelajaran yang ada. Job Assignment – Action Plan (optional) Pelaksanaan tugas/pekerjaan yang dilakukan berhubungan dengan kegiatan realisasi di lapangan dan dihubungkan dengan kegiatan pelatihan di dalam kelas. Peserta Sales Force Sales Leader Durasi Pelatihan Bahasa Indonesia 2 hari pelatihan Evaluasi Pelatihan Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pelatihan ini, dilakukan evaluasi/review yang berupa: Tahap L1 (kuesioner penilaian dari peserta) Tahap L2 (observasi personal) , pre dan post test untuk mengetahui penyerapan peserta terhadap pelatihan The 7 Selling Steps for Sales People Facilitator Widijatmoko Core Competencies : Deep expertise and experience in sales and marketing for medical products Excellent interpersonal communication skill Deep knowledge and excellent trainer for Training & Development National Training Manager, PT. Fonterra Brand Indonesia (2011, March – 2014, April) National Sales Training Manager, PT. Abbott Nutrition International Indonesia (2010, February – 2011, March). National Sales Training Manager, PT Unilever Foodsolutions (2008, October – 2010, January) Training Manager, PT. Dua Berlian (National Dist. for SC JOHNSON), 2007, September – 2008, October. Training Manager, PT. Actavis Indonesia (2006, October – 2007, September). Training Manager, PT. Sanofi-Aventis Group (2005 – 2006). Product Specialist, PT. Aventis Pharma (2001 – 2005) Hospital Medical Representative, PT Rhone Poulenc Rorer, (1997 – 2001) Medical Representative PT Pradja Pharin (1996 – 1997) Entertainment Manager PT Oasik Produktama, (1995 – 1996).

Strategy Bersaing , Penyusunan Rencana Kerja, Target dan Budget

Latar Belakang. Mengapa ada organisasi yang sukses seperti Air Asia dan Google? Mengapa malah ada yang sempat kolaps seperti Kodak? Mengapa ada yang mampu bangkit  kembali seperti Nokia ? Jawabannya adalah: organisasi yang sukses menerapkan strategi yang tepat. Strategy yang tepat perlu Target yang jelas. Di workshop inilah peserta diberikan jurus-jurus memilih strategi bersaing yang tepat, menentukan target yang feasible. Juga didapat jurus agar strategi yang sudah dipilih, dapat diimplementasikan di lapangan.

Strategic Media Planning

Deskripsi Proses perencanaan media dimulai berdasarkan media objective dan media strategy. Keduanya dibuat atas dasar, analisa situasi, rencana marketing strategi dan rencana strategi kreatif. Dalam proses tersebut, penilaian media merupakan bagian terpenting untuk perencanaan media yang merupakan dasar pengalokasian sekitar 70 – 80 % dari keseluruhan biaya. Untuk melihat efisiensi penggunaan media, perencana media yang baik perlu mempertimbakan Cost Efficiency dan cost per thousand (CPM) atau cost per TARP. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Media Planning ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Menuntun dan membekali Peserta dengan teknik-teknik jitu untuk memenangkan persaingan konsumen yang begitu dan mampu menempatkan iklan dengan baik. Target Peserta Pelatihan Strategic Media Planning ini ditujukan untuk para: Pelatihan ini cocok bagi Anda yang menghadapi aktivitas periklanan dan promosi dengan nilai budget yang cukup besar dan memiliki multiple decision makers yang komplek. Maupun bagi Anda yang ingin mengetahui atau berkarir di dunia periklanan yang cepat, dinamis dan kompek. Facilitator Gufroni Sakaril, Drs, MM, Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berpengalaman dalam bidang Public Relations dan telah 10 tahun menjadi Head of Public Relations PT Indosiar Visual Mandiri.  Selain itu berpengalaman mengajar di bidang Public Relations di berbagai Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, diantaranya  Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye public relations, lobby negosiasi dan advokasi, penulisan public relations, dasar-dasar public relations, publikasi dan lain-lain. Beberapa instansi/lembaga yang pernah menjadi kliennya diantaranya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Abilympic Indonesia dan sering menjadi panitia event-event nasional.

Strategic Issues in Experiential Marketing

Outline Materi Day 1st : Aligning organizational values with strategy Analyzing business opportunities Researching and Selecting Target Market How to assess strategic marketing risk? Day 2nd: Experiential Marketing: How it works? Designing effective 4P’s and Marketing Communication for Experiential Marketing. Workshop: Designing Experiential Marketing Program Workshop: Designing Marketing Plan Facilitator Andri Krisnanto, SE, MM. Beliau seorang profesional muda tamatan Universitas Indonesia. Pengalaman kerja beliau antara lain adalah sebagai Deputy Advisor di Indonesian Parliament, Deputy Manager Finance and Asset Management di PT PPA (Persero), Executive Director AK Consulting, dan Senior Consultant Associate di PT Performa Global Indonesia. Sebagai konsultan, perusahaan-perusahaan besar yang pernah ditanganinya antara lain adalah PT KAI, PT Imora Motor (Honda Jakarta Center), Astra Otoparts, dan Sulwood Group. Saat ini, Andri bekerja di salah satu Grup Perusahaan Nasional dan bertanggung jawab terhadap penerapan ERM dan Pengembangan Organisasi, dimana di dalamnya terdapat penilaian dan rekomendasi strategi Merger dan Akuisisi yang akan ditempuh induk dan anak usahanya. Selain sebagai praktisi, Andri juga aktif mengajar di beberapa Perguruan Tinggi dan menjadi anggota asosiasi professional di bidangnya. Saat ini beliau sebagai Direktur Investasi dan Busdev di sebuah Private Equity dengan porfolio bisnis di: Financing, ritel,properti,oil dan direct investment

Strategi Implementasi Program Untuk Mencapai Keberhasilan

Training Strategi Implementasi Program Untuk Mencapai Keberhasilan mempelajari bagaimana pemahaman umum tentang pentingnya prioritas strategi dan strategi organisasi untuk melakukannya sekarang (sebagai tindakan real-time), mengenai hidrolika organisasi dan hal lainnya terkait Strategi Implementasi Program. Banyak organisasi berusaha untuk menerjemahkan strategi untuk diimplementasikan ke dalam hasil, melalui suatu kerangka terpadu dan alat-alat praktis untuk melaksanakan strategi , bahkan dengan melaluikan perubahan tanpa henti, sehingga diperlukannya kerangka kerja holistik untuk memahami driver individu dalam melakukan eksekusi dan strategi berinteraksinya, sehingga memantau eksekusi dengan strategi survei 360 derajat. (Strategi Implementasi)

Social Style Management in Sales and Marketing

“People buy for their reasons, not for ours” Pepatah di atas menegaskan betapa pentingnya kita sebagai Salespeople harus tahu benar tentang need dari Customer kita.  Karena merekalah yang memutuskan apakah mau membeli atau tidak. Pernahkah Anda kesulitan dalam memahami perilaku Customer kita ?

Smart Selling

Definisi Menjual adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan oleh manusia dimuka bumi. Dilakukan oleh mereka yang berpendidikan tinggi, hingga mereka yang tidak sempat menyelesaikan sekolah dasarnya. Bentuknya bisa menjual barang/produk, menjual jasa, bahkan hingga menjual ide. Profesi Penjual juga menjadi profesi yang dapat memberikan imbalan sangat besar, sehingga banyak orang yang mencoba profesi ini sebagai sarana untuk menguji percaya diri, hingga menumpuk kekayaan dan sebagai ajang pembuktian diri. Sayangnya, sedikit sekali orang yang benar-benar berhasil di pekerjaan ini. Selebihnya terpental, karena tidak memiliki cukup modal yang cukup untuk melakukan pekerjaan ini, yaitu Paradigma yang salah dan kemampuan yang rendah. Tujuan Pelatihan Paradigma yang efektif dalam menjual Menjual adalah suatu proses interaksi sosial Menjual melibatkan ketrampilan komunikasi Menjual yang efektif membutuhkan ketrampilan Memiliki percaya diri yang lebih untuk melakukan penjualan Outline Materi Paradigma Menjual Hal-hal Penting dalam Menjual Membangun Hubungan Ketrampilan Bertanya Tahapan menjual Metode Pelatihan Lecture Diskusi Kelompok Role Play & Simulasi Survey Peserta Siapapun yang berminat dalam proses menjual yang benar, khususnya para penjual asuransi, penjual investasi, penjual rumah, penjual mobil, dan sales supervisor. Facilitator Drs. Safrial Guci Safrial Guci telah berpengalaman lebih dari 20 tahun menangani pelatihan (pembejalaran) di perusahaan lokal dan multi nasional.  Lima belas tahun diantaranya didedikasikan bagi para sales person, khususnya di Asuransi Jiwa dan Micro Banking. Dan pada akhirnya memutuskan untuk fokus pada dunia pelatihan  (pembelajaran). Untuk melengkapi proses belajar yang lebih efektif, beliau mempelajari Neuro Language Programming (NLP) dari beberapa guru, dan mengaplikasikannya dibeberapa pelatihan yang diberikannya.  Adapun sertifikasi lainnya adalah sbb: Certified Trainer of 7 Habits of Highly Effective People from Dunamis Consulting Licensed Practitioner of NLP from The Society of NLP and Dr. Richard Bandler Certified Practitioner of Communication Skill from Synergi Lintas Batas Certified Hypnotist (CH) from The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) Certified Hypnotherapist (CHT) from IBH

Smart For Salesman Training Program

Definisi Seorang PROFESIONAL SALES selalu diharapkan mampu untuk mengubah perilaku pelanggan dari prospek menjadi membeli, mengasah kemampuan sebagai seorang penjual dan membangun networking Adalah bagian yang sangat penting dalam menjalani profesi sebagai sales. Dengan pelatihan SMART FOR SALESMAN peserta diharapkan mampu membangun perilaku yang mau mengerti terhadap keinginan pelanggan terlebih dahulu dan menjauhkan perilaku yang berbasis egosentris. Secara mendalam akan ditanamkan tentang bagaimana kemampuan menjual berdampak besar terhadap kelangsungan bisnis. Dan hubungan perilaku meuaskan pelanggan sebagai salah satu bagian penting dari pencapaian visi, misi dan target perusahaan. Sasaran Pelatihan Smart Sales tim Pengetahuan yang  lebih lengkap terhadap Sales Manager Kemampuan menyelesaikan hambatan dan permasalahan pada Sales coordinator Outline Materi Memiliki paradigm baru tentang sales mindset Memiliki kesadara bahwa kualitas dibangun melalui siklus proses yang mengitegrasikan semua fungsi dalam perusahaan Menghadapi kondisi customer yang sulit maupun pressure pekerjaan yang sulit Ketrampilan untuk menghadapi berbagai kondisi didalam proses menjual Kiat – kiat didalam menyelesaikan masalah sulit pada saat menghadapi pelanggan Kemampuan multi skenario pada saat prosedur normal tidak menyelesaikan masalah Menghasilkan kinerja yang produktif dari setiap pertemuan atau pembicaraan dengan pelanggan Facilitator Kukuh Wahyu Adji Kukuh adalah praktisi training ( in class ataupun outbond ) lebih dari sepuluh tahun dibidang ini, berbagai  jenis perusahaan yang telah menggunakan jasanya baik manufacturing, perbankan, tranportasi laut, maskapai penerbangan, asuransi, retail, MLM, BUMN, oil & gas dsb. Dia ahli dibidang  soft skill, terutama : motivasi, sales, leadership, team building, communication skill dan managing by value & attitude. Serta dia pernah langsung terlibat dalam posisi dan pekerjaan sebagai manager marketing di perusahaan manufacturing terbesar di Indonesia dan HR manager & training development di perusahaan kontraktor multinasional.

Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan

Deskripsi Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan – Di dalam suatu organisasi atau perusahaan, kemampuan membangun hubungan dengan pelanggan adalah salah satu kunci keberhasilan yang paling penting. Secara internal, kemampuan di dalam menjalin kerjasama yang efektif berdampak pada peningkatan efisiensi, produktifitas dan profitbilitas. Sedangkan secara eksternal, keberhasilan tersebut akan berdampak positif pada stakeholder sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan. Mengingat pentingnya hal ini sudah sewajarnya apabila segenap pimpinan dan pegawai yang ada di dalam lingkungan organisasinya untuk mengembangkan kompetensi untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Untuk dapat membangun hubungan dengan pelanggan secara efektif dibutuhkan pemahaman mengenai berbagai jenis, harapan, kebutuhan dan peran pelanggan dalam organisasi yang merupakan bahan penyusunan strategi untuk menghadapi pelanggan tersebut. Di dalam program pelatihan sistem manajemen hubungan pelanggan semua hal itu dibahas sehingga diharapkan dapat meningkatkan wawasan sekaligus keterampilan bagi para pemimpin dan pegawai sehingga mendorong peningkatan kinerja. Tujuan Pelatihan Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang sistem manajemen hubungan pelanggan kepada peserta pelatihan Memberikan solusi dan rekomendasi tentang strategi, kebijakan dan pemecahan masalah dalam membangun hubungan dengan pelanggan Outline Materi Definisi dan Filosofi Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan Kepuasan Pelanggan Model Budaya Kepuasan Pelanggan Kunci Keberhasilan Pelayanan Pelanggan Strategi Customer Preposition dan Kredibilitas Produk dan Jasa Strategi Penanganan Pelanggan Perspektif dan Ukuran Kinerja Hubungan Pelanggan dalam Balanced Scorecard Perilaku Konsumen Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelanggan Posisi dan Peran Hubungan Pelanggan dalam Organisasi Standar Kinerja dan Kompetensi Hubungan Pelanggan Kunci Keberhasilan Hubungan Pelanggan Kiat Membangun Hubungan Pelanggan yang Sukses Metode Pelatihan Ceramah Diskusi Games Tugas Individual dan Kelompok Peserta Untuk dapat membangun sistem manajemen hubungan pelanggan yang efektif selayaknya yang mengikuti pelatihan ini adalah semua pimpinan dalam organisasi, terutama yang bergerak dalam bidang pemasaran dan perdagangan serta para konsultan dan akademisi yang berperan dalam pemecahan masalah organisasi dan perusahaan. Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Salesmanship Skills

Salah satu tujuan Training Salesmanship agar Kita  dapat berkomunikasi untuk menjelaskan product knowledge, dapat mengidentifikasi pelanggan yang potensial, dapat menciptakan ketergantungan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan, dan hal – hal lain terkait Salesmanship. Deskripsi Pelatihan Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, peran sales tidak lagi sekadar “menjual produk”, tetapi menjadi ujung tombak dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan serta menciptakan nilai (value) bagi perusahaan. Sales person dituntut tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelanggan, kemampuan analisis, serta strategi persuasi yang efektif. Tanpa keterampilan salesmanship yang kuat, potensi penjualan tidak akan optimal dan dapat berdampak langsung terhadap penurunan revenue serta citra perusahaan. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan sales person secara komprehensif, mulai dari mindset, teknik komunikasi, hingga strategi closing yang efektif. Selain itu, pelatihan ini juga mengintegrasikan tren terkini seperti digital selling, social selling, consultative selling, dan customer-centric approach, sehingga peserta mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan dan memaksimalkan peluang penjualan di berbagai channel. Dengan pendekatan praktis dan berbasis studi kasus, peserta diharapkan mampu meningkatkan performa penjualan secara signifikan dan berkelanjutan. Sasaran Pelatihan (Kompetensi Peserta) Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan mindset salesmanship profesional Mengidentifikasi kebutuhan dan karakter pelanggan secara efektif Menguasai teknik komunikasi dan persuasi dalam penjualan Menjelaskan product knowledge secara menarik dan meyakinkan Melakukan pendekatan consultative selling (berbasis solusi) Mengelola keberatan (handling objection) pelanggan Melakukan teknik closing yang efektif Menggunakan digital tools dan social media untuk mendukung penjualan Membangun hubungan jangka panjang (customer relationship) Melakukan evaluasi dan peningkatan kinerja sales secara berkelanjutan Target Peserta Pelatihan ini direkomendasikan untuk: Sales Executive / Sales Representative Account Manager / Key Account Executive Business Development / Marketing Executive Supervisor / Manager Sales & Marketing Customer Relationship Officer Profesional yang terlibat dalam aktivitas penjualan produk/jasa Outline Materi Pelatihan (Durasi 2 Hari) Hari 1 – Fundamental Sales & Customer Understanding 1. Fundamental Salesmanship Pengertian dan konsep salesmanship Peran sales dalam organisasi modern Mindset sales profesional (growth mindset, resilience) Etika dan perilaku sales profesional 2. Understanding Product & Value Proposition Product knowledge & keunggulan kompetitif Value-based selling (menjual manfaat, bukan fitur) Differentiation strategy terhadap kompetitor 3. Prospecting & Lead Generation Teknik mencari dan mengidentifikasi prospek potensial Segmentasi dan targeting pelanggan Pemanfaatan digital channel (LinkedIn, marketplace, dll.) 4. Customer Behavior & Needs Analysis Memahami tipe dan karakter pelanggan Teknik menggali kebutuhan (probing & questioning) Customer journey & decision making process 5. Effective Communication & Presentation Skills Teknik komunikasi persuasif Storytelling dalam penjualan Teknik presentasi produk yang menarik Hari 2 – Selling Strategy & Closing Techniques 6. Consultative Selling Approach Pendekatan solusi (solution selling) Membangun kepercayaan pelanggan Relationship building 7. Handling Objection Jenis-jenis keberatan pelanggan Teknik menghadapi dan mengatasi keberatan Turning objection into opportunity 8. Negotiation Skills Teknik negosiasi efektif Win-win solution dalam penjualan Strategi menghadapi tekanan harga 9. Closing Techniques Teknik closing yang efektif Buying signals dari pelanggan Follow up & deal finalization 10. Digital Selling & Social Selling Pemanfaatan media sosial untuk sales Personal branding untuk sales CRM & tools digital untuk tracking sales 11. Performance Measurement & Sales Improvement KPI sales dan evaluasi kinerja Sales funnel & pipeline management Continuous improvement & self-motivation 12. Case Study & Simulation Role play sales scenario Simulasi negosiasi dan closing Evaluasi dan feedback dari fasilitator Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan pendekatan interaktif dan berbasis praktik: Interactive Lecture (konsep & teori sales modern) Role Play & Simulation (praktik langsung selling & negotiation) Group Discussion & Sharing Experience Workshop (latihan teknik closing & komunikasi) Coaching & Feedback Personal Facilitator Team Trainer Value Consult

Sales Motivation Journey

Pendahuluan Sales team is the anchor or heart (back bone) of a company. Team sales merupakan ujung tombak dan garda terdepan sebuah perusahaan dalam penjualan produk-produknya, yang keberadaannya memegang peran sangat penting, strategis dan vital untuk kelanggengan pertumbuhan dan tetap exist-nya suatu perusahaan di masa datang. Tanpa team sales yang tangguh, rasanya sulit suatu perusahaan mampu mencapai/melampaui target penjualan yang ditetapkan – di era borderless zone  ini. Sudahkah Anda berjualan lewat cara-cara yang jitu dan smart?Atau Anda masih berjualan dengan cara yang biasa/tradisional dan konvensional? Sudah saatnya anda merubah mindset anda untuk beralih ke cara-cara yang lebih “wow” dan “brilliant”, kenapa?Karena penjualan harus ciamik/canggih sesuai trend teknologi abad ini, agar dekat dengan pelanggan dan memenangkan persaingan yang tajam. Era bisnis yang semakin inklusif, borderless, horizontal, dan social telah memaksa perusahaan  untuk melakukan aktivitas selling dengan cara yang beda. Prospecting, approaching, hingga retention lewat cara jitu untuk merubah kinerja penjualan menjadi luar biasa. Di bidang perbankan misalnya, tidak hanya bank-bank skala besar yang menggunakan team sales, akan tetapi bank-bank berskala kecilpun memiliki pasukan sales, baik untuk produk dana (funding), kredit (loan), kartu kredit (credit card), maupun bancassurance. Tanpa team sales, perusahaan tersebut hampir pasti akan kalah dalam persaingan global yang sedemikian massif (hyper competition). Hanya perusahaan perusahaan yang mempersiapkan team sales yang tangguh yang akan tetap exist  di kancah bisnis, jika memang tidak mau terlibas/disalib oleh main competitor-nya. Ditambah lagi semakin minim dan terbatasnya “kue” yang harus diperebutkan oleh pemain-pemain utama di bisnis sejenis. Hanya perusahaan yang menerapkan strategi sales yang jitu yang akan tetap bertahan dan tumbuh melampaui pesaing yang ada. Workshop ini sangat cocok dan layak diikuti oleh Sales Manager, Sales Supervisor, Sales People, Sales Provider, Sales Agency, dan bidang lain terkait sales dari berbagai jenis bisnis/industri. Dalam workshop ini, akan diulas tuntas trik/tips berikut ini: Taktik/trik efektif memahami secara komprehensif makna memotivasi team sales. Jurus jitu melakukan penjualan/sales secara smart, “wow”  dan efektif. Melakukan penjualan ke target yang dituju dengan tepat dan sukses (deal). Dengan workshop ini, anda diharapkan bisa: Membangun Team Sales yang selalu termotivasi dan “think out of the box”. Menciptakan Pasukan Sales Yang Gigih, Tangguh, Teruji dan Pantang Menyerah. Memiliki Sales yang Smart, Penuh Integritas, Jujur, Bertanggung jawab dan Fokus. Silabus Workshop: Sales Philoshopy and Ethics Marketing and Sales Perspective Sales Success Formula and Tips Sales People: Attitude and Passion Motivation Journey Success vs Unsuccess Incredible Inspiration from “Bill Porter”, “Nick Vujicic” and “Jordan Belford” The Success Sales People in the World Why Customers “GO”?How to Overcome? Why Sales People “FAIL”?How to Improve? How to Motivate Your Sales Team? Metode Workshop Dengan menggunakan konsep interactive presentation – komunikasi dua arah, group discussion, brainstorming, team building, games/ jokes/ice breaker, role play, case study, simulasi dan pemutaran video. Motivational dan inspirational workshop ini, materinya akan dibawakan oleh trainer dengan gaya yang khas, bahasa yang lugas/gampang dicerna dan gamblang, mengalir, santai, segar dan bersahabat (friendly, fresh, fun) diselingi video motivasi yang “inspiratif” dan contoh kasus  nyata, dengan joke/canda dan games (ice breaker) yang menyentuh dan menggugah nurani. Workshop ini dikemas dengan konsep learning and edutainment – membumi dan applicable – untuk memacu  adrenalin menjadi sales team yang solid, kokoh dan gigih. Facilitator Ir. Indra H. Harahap, MM, RFA, CISI Praktisi perbankan yang membangun karir profesionalnya di dunia perbankan dan bancaassurance selama lebih dari 28 tahun dengan penuh integritas dan sarat dengan pengalaman. Dengan prinsip hidup, teruslah berbagi dan memberi – karena itu adalah ibadah (amal jariah), Indra senantiasa terus menebar ilmu yang dimiliki. Menjadi trainer sudah menjadi passion-nya sejak duduk dibangku kuliah. Indra memulai karirnya di Lembaga Oseanologi Nasional (LON) – LIPI,  1988-1989; dilanjutkan di BankExim, 1990 – 1999 (Section Head); dan Bank Mandiri, 1999 – June 2018. Karir di Bank Mandiri dimulai dari: Section Head, Senior Product Manager, Area Sales Manager (ASM), Regional Sales Manager (RSM), Senior Relationship Manager (SRM), Head of Sales Department dan Professional Trainer. Selain itu pernah ditugaskan di AXA Mandiri Financial Services (AMFS) sebagai  RSM dan Counterpart Consultant KPMG – Organization Restructuring Project serta Counterpart Consultant BCG – Value Chain Project. Mengasah pengalaman sebagai trainer dimulai Indra dengan menjadi Asisten Dosen sejak di bangku kuliah untuk mahasiswa S1, S2 dan S3 di IPB Bogor. Selain itu pernah  menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Gunadarma untuk beberapa mata kuliah.dan  menjadi Executive Trainer bidang Sales and Marketing di MarkPlus Institute of Marketing (MIM)/MarkPlus Inc. Sebagai seorang pembelajar, Indra terus mengasah diri dan senantiasa terus berbagi, menjadi Professional Trainer di berbagai bidang seperti sales/marketing/produk lebih dari 15 tahun. Dengan pengalaman yang mumpuni di bidang sales dan training, Indra pernah dinobatkan sebagai “senior trainer sales terbaik” di institusinya, pernah mengelola lebih dari 2.000 sales people,. MarkPlus Inc. & Co dan Majalah Warta Ekonomi pernah menobatkannya sebagai “The 3rd Best Sales Manager” di Indonesia. Tahun 2016, 2017 dan 2018 Indra memperoleh penghargaan “Trainer Gold Recognition” dari Mandiri University, Bank Mandiri. Selain itu, Indra juga adalah Founder & General Secretary of Mandiri Club (MC) (2 times) dan  salah satu Founder Koperasi Mandiri Sepanjang pengalamannya di dunia sales, Indra mengelola/mensuvervisi team sales dan  provider/agency dalam sales training, coaching, sales clinic, motivation, team building, rewarding, outing, bahkan terjun langsung ke lapangan bersama sales people – memberi contoh/teladan. Indra memperoleh gelar Sarjana Statistika (Ir.) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) – Bogor dan Magister Management (MM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) – Yogyakarta dengan spesialisasi dibidang International Marketing serta gelar profesi tingkat global yaitu Register Financial Associates (RFA)/Financial Planner dari International Association of Register Financial Consultants (IARFC) United States of America (USA). Disamping itu yang bersangkutan mengasah kompetensi dan profesionalisme bidang finance, investment, insurance, bancassurance, organization, leadership, culture,  research & development, sales dan marketing melalui sejumlah workshop/training yang diselenggarakan oleh International Management for Development (IMD) Business School, Lausanne – Switzerland, Center for Creative Leadership (CCL) Greensboro – North Caroline USA, Chartered Institute for Securities and Investment (CISI) London, AXA Mandiri Financial Services, MarkPlus Inc./MarkPlus Institute of Marketing (MIM), Academia Education and Training,  Top Coach Indonesia (TCI), ESQ Executive Class, Asia Works dan lembaga lain yang terkait.

Training Sales Management Cycle

Definisi Memahami Sales Cycle adalah sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan Sales Revenue. Mempersiapkan, Melengkapi dan Menggairahkan Sales Force untuk deal-deal yang profitable, terukur, terencana dan berkesinambungan. Target dari Pelatihan ini adalah untuk memperkuat sales foundation, untuk menyakinkan keberlanjutan laba melalui analisis mendalam dari end to end sales management (before – on – after sales). Memampukan penjualan profitable, memberikan kenyamanan dan kepuasan Pelanggan. Memastikan sales forecast tercapai sesuai dengan sales budget dan inventory. Yang pada akhirnya memberikan laba yang meningkat dan berkesinambungan bagi seluruh stakeholder. Benefit bagi Perusahaan : Memiliki Team Sales yang handal, budget yang terukur, Penggunaan semua Sumber Daya terutama Dana dan SDM terpakai secara optimal dan terukur. Memperoleh Laba yang terukur, meningkat dan berkesinambungan. Outline Materi Hari Pertama DASAR-DASAR SALES MANAGEMENT Evolusi Konsep Penjualan Marketing dan  Sales Management KONSEP PENJUALAN DAN PEMASARAN SALES CYCLE TARGET  PASAR PEMILIHAN  PASAR SASARAN MATA RANTAI KONSUMSI Hari Kedua Fak SEGMENTASI  GAYA HIDUP PERKOTAAN INDONESIA     5 PERAN PENENTU PEMBELIAN DALAM ORGANISASI     SALES FORCE MANAGEMENT     TUGAS  POKOK SALES FORCE     ACTIVITY PLAN   VS   DAILY  ACTIVITY     ANALISA PROSPEK  VS  TARGET PENJUALAN     SALES FORECAST  VS   SALES  BUDGET     BEST PRACTISE tor 2  yang mempengaruhi Pembelian dan Perilaku Pembelian Peserta Pelatihan ini didedikasikan bagi Agen Penjualan, Wiraniaga/Sales Person, Sales Supervisor, Sales Manager, Direktur Penjualan dan Pemasaran, Marketer, Supplier/Distributor, HRD/SDM/Human Capital Department, Sales Admin dan Keuangan, Cost Controller dan semua pihak yang ingin memahami proses penjualan, mempertahankan sekaligus meningkatkan laba melalui strategy penjualan yang efektif dan efisien. Facilitator Parmin Sitompul, STP. ,MM Menggeluti Penjualan dan Pemasaran lebih dari 19 tahun. Memulai Karir sebagai Sales Engineer di Astra Group hingga level Manager Penjualan dan Pemasaran diberbagai Perusahaan terkemuka di Automotive dan Alat Berat. Selanjutnya berkarir di Perusahaan Pertambangan sebagai GM Peralatan, yang salah satu perannya mempengaruhi dan menentukan pembelian. Sekarang sebagai Founder dan Direktur pada Perusahaan Importir & Supplier Capital Goods dan Engineering Solution. Pengalaman di Sales Departement dan sebagai User/Pelanggan memberikan nilai lebih bagaimana untuk memberikan penjualan yang profitable, mempertahankan dan meningkatkan laba serta memberikan dan mempertahankan kepuasan Pelanggan. Pendidikan S1 Teknik Pertanian dan S2 Marketing Management, Dosen tidak tetap disalah satu Institute terkemuka dalam mata kuliah Team building & QCC, dan Machine Operation and Application Advanced sehingga dapat memadukan konsep, strategy, taktik serta pengalaman dalam penerapannya dilapangan.