HSE Series

Online Training: Professional Technique of Accident Investigation

Kecelakaan merupakan suatu hal yang harus dihindarkan. Namun demikian walaupun kita dan organisasi telah melakukan implementasi HSE dengan secara baik dan terprogram, bahaya laten kecelakaan, seperti : kebakaran, tabrakan, dll. masih dapat mungkin terjadi sewaktu-waktu. Tujuan dari kursus ini adalah untuk mempersiapkan personnel terlatih (Supervisor / Manager) baik pada perusahaan jasa maupun manufaktur, agar memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana melakukan suatu penyelidikan kecelakaan sehingga dapat membantu pihak berwajib pada saat investigasi lapangan, mampu memberikan analisa dan memberikan rekomendasi perbaikan, sehingga diharapkan kejadian serupa dapat dihindarkan. Di perlukan kemampuan dan prosedur khusus untuk menganalisa sebab-sebab dari kecelakaan tersebut. Terlebih jika perusahaan menangani pekerjaan yang beresiko tinggi dalam beroperasi. Teknik penyelidikan kecelakaan secara professional akan sangat diperlukan agar dapat memberikan rekomendasi dan arahan yang jelas bagi manajemen untuk mengambil tindakan yang lebih lanjut. Dalam penyelidikan ini personel perusahaan haruslah cermat dan diharapkan tidak melakukan teknik yang asal-asalan, sehingga keakuratan data/informasi dan hasil rekomendasi dapat dipertanggungjawabkan. Pada kursus ini akan dibahas Prinsip-prinsip penyelidikan kecelakaan Prosedur Penyelidikan kecelakaan Perencanaan Penyelidikan Kecelakaan Analisa Fakta dan temuan Lapangan Pohon Urutan Kecelakaan Membuat Rekomendasi Prinsip Investigasi Kebakaran dan Ledakan Prinsip Investigasi Kecelakaan

Online Training : Basic Safety

DESKRIPSI Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja perlu pula terjamin keselamatannya. Pelatihan ini akan memberi gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan mengetahui prinsip prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerjanya sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang akan berdampak berkurangnya kecelakaan kerja di tempat kerja. TUJUAN Pelatihan ini akan membahas mengenai Basic Safety yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat mematuhi dan mengimplementasikan peraturan perundangan di bidang K3 di tempat kerjanya masing-masing. Adapun tujuan pelatihan ini adalah sebagai berikut: Peserta dapat memahami Undang-Undang No 1 tahun 1970 Peserta dapat memahami peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3 Peserta dapat melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko Peserta dapat mengidentifikasi Alat pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja MATERI Pemahaman Peraturan perundangan K3 Jenis-jenis Alat Pelindung Diri Organisasi Keadaan darurat (ERT) Identifikasi Bahaya Kondisi dan situasi yang berbahaya HAZOB, JSA & HIRA Perlunya Sistem Manajemen K3 Perlunya Organisasi K3 (P2K3) Perlunya Ahli K3 di perusahaan MANFAAT PELATIHAN Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3 METODE PELATIHAN Kesadaran dan kepedulian mengenai K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat Peserta akan memiliki pengetahuan tentang pencegahan kecelakaan Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA Peserta dapat menyusun Organisasi keadaan Darurat (ERT) dan P2K3 KEUNGGULAN METODE PELATIHAN PRESENTASI Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning. Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka. TARGET PESERTA Mahasiswa tingkat akhir, Fresh graduated SMA/MA/SMK yang ingin berkarir sebagai HSE Fresh graduated D1, D2, D3, D4/S1 yang ingin berkarir sebagai HSE Safetyman, HSE Officer, HSE Staff, Paramedic Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai Basic Safety POST TRAINING MAINTENANCE Post Test dilakukan dengan Teknik L. Kirkpatrick yang mengukur 4 level pembelajaran Perilaku Pembelajaran Reaksi Hasil

Online Training : Identifikasi & Interpretasi Peraturan & Perundangan Keselamatan & kesehatan Kerja (Identification & Interpretation Law regulation on safety)

Description  Dalam pengembangan Sisem Manajemen Keselamatan &  Kesehatan Kerja   di Perusahaan dibutuhkan upaya pembaharuan Regulasi yag terus menerus. Penerapan SMK3 PP 50/2012 terkait Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja yang mandatory syarat akan kewajiban perusahaan dalam mematuhi regulasi mulai dari Pembuatan Kebijakan K3, Penunjukan penanggung jawab K3, Pembuatan dan pelaksanaan kegiatan serta pelaporan P2K3, Penetapan spesifikasi pembelian untuk setiap sarana produksi, Spesifikasi Bahan Kimia dalam proses Pembelian, Penetapan Standar K3, Proses Pengembangan /Modufikasi Petunjuk Kerja,  Penetapan Alat Pelindung Diri, Proses penyelidikan dan pelaporan  kecelakaan dan penyakit akibat kerja, Penjadwalan pemeriksaan dan pemeliharaan sarana produksi serta peralatan pendukung, PenyediaanPeralatan untuk keadaan darurat, Penyediaan Sarana Pertolonga Pertama Pada Kecelakaan dan Penetapan Petugas P3K proses Inspeksi sistem kerja aman, Pemantauan/pengukuran lingkungan kerja, Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, Pelaporan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran atau peledakan serta kejadian berbahaya lainnya, Proses Pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan kerja Sistem Pengangkutan, Penyimpanan dan Pembuangan mengenai penyimpanan, penanganan dan pemindahan BKB hingga Analisis kebutuhan pelatihan K3.   Manfaat Pelatihan    Setelah mengikuti pelatihan Peserta  dapat memahami dan melakukan : 1.  Identifikasi Daftar Identifikasi Peratutran Perundangan K3 2.  Intepretasi Peraturan Perundangan K3 3.  Evaluasi Kepatuhan Peraturan Perundangan K3   Outline Materi  Penjelasan  dan interpretasi terhadap isi dari Peraturan Perundangan K3 yang terkait dengan Kegiatan dan Penerapan SMK3 di perusahaan. Partisipasi & konsultasi K3 pekerja Dasar K3 & SMK3 Alat pelindung diri Kesehatan kerja Penyakit akibat kerja Kecelakaan kerja Tanggap darurat Listrik & konstruksi Peralatan berbahaya Lisensi  operator K3 Bahan kimia berbahaya Kantin & lingkungan kerja Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran  dengan cara yang atraktif dan interaktif dengan metode: 1. Pemaparan materi 3. Ice breaking 4. Pre & post Test 5. Quiz dengan cinderamata yang menarik Peserta Pimpinan (Top Management) Para GM, Manager, Supervisor Management Representative (MR) / Wakil  Manajemen SMK3 Kandidat Management Perusahaan Wakil  Manajemen /  MR  SMK3 Auditor Internal / Calon Auditor Internal Sisem Manajemen Keselamatan &  Kesehatan Kerja Personil   yang   terlibat   dalam   Pelaksanaan   dan Pemeliharaan Sisem Manajemen Keselamatan &  Kesehatan Kerja

Online Training : Integrated QHSE Management System-New Version : 3 Day

Pengantar Gresss!! Telah launching International Standard ISO 45001:2018 Seiring dengan telah keluarnya standar-satandar versi terbaru, volume sertifikasi sistem terintegrasi saat ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama karena semakin koherennya standar sistem manajemen yang ada di dunia, termasuk Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2015) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (ISO 45001:2018). Pendapat lain mengatakan bahwa banyak manfaat telah dirasakan dengan melakukan integrasi sistem manajemen, diantaranya: Peta bisnis yang terkait aspek mutu, lingkungan dan K3 lebih simpel Potensi penghematan biaya karena penggunaan sumber daya yang lebih efisien Hilangnya duplikasi dokumentasi Mengurangi jumlah audit Peningkatan produktivitas sistem, dsb Selain itu, tanpa sistem manajemen yang terintegrasi, potensi terjadinya konflik dalam penerapan sistem dapat muncul kapan saja. Pelatihan ini akan mengarahkan dan memberi kepahaman kepada peserta dalam menyiapkan dan menyusun dokumentasi yang teruji sebagai dasar penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi yaitu: Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001:2015), Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2015) dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (ISO 45001:2018). Tujuan memahami prinsip-prinsip dasar pembentukan sistem manajemen terintegrasi. memahami kesamaan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ISO 45001:2018. memahami langkah pembentukan dan penerapan sistem manajemen terintegrasi. Materi Pelatihan Prinsip-prinsip dan Pemahaman Sistem Manajemen: Keterkaitan standar sistem manajemen Pengembangan sistem manajemen Pemahaman persyaratan sistem manajemen mutu (ISO 9001:2015), lingkungan (ISO 14001:2015), serta keselamatan dan kesehatan kerja (ISO 45001:2018) Sistem Manajemen Terintegrasi Elemen sistem manajemen terintegrasi Pembentukan sistem manajemen terintegrasi Penerapan sistem manajemen terintegrasi Model penerapan sistem manajemen terintegrasi (PDCA) Pendekatan Kaji Resiko Manajemen Pengetahuan Manajemen Perubahan Pendekatan proses Keinginan dan harapan stakeholder Siklus PDCA Persyaratan sistem manajemen terintegrasi bekerja baik Metode Pelatihan: Pelatihan ini menekankan penggunaan Diskusi, Simulasi, Game Interaktif, Kasus-kasus dan Latihan. Obyektivitas Training Diharapkan setelah mengikuti training, peserta : Mampu menuangkan kebijakan-kebijakan dalam dokumen integrasi SMM ISO 9001:2015, SML ISO 14001:2015 & SMK3 ISO 45001:2018 Mampu merencanakan langkah-langkah pengembangan dokumen integrasi SMM ISO 9001:2015, SML ISO 14001:2015 & SMK3 ISO 45001:2018 Mampu mengidentifikasi sumber daya & kemampuan yang dibutuhkan sistem  integrasi SMM ISO 9001:2015, SML ISO 14001:2015 & SMK3 ISO 45001:2018 Mampu memberi saran/ pilihan sumber daya dalam menerapkan SMM ISO 9001:2015, SML ISO 14001:2015 & SMK3 ISO 45001:2018  di perusahaan/ institusi Mampu bekerjasama dan mendukung Wakil Manajemen Mampu memberi saran/ pilihan Lembaga Sertifikasi bagi perusahaan Siapa yang harus ikut Kandidat Wakil Manajemen, Tim Implementasi ISO, Manager, Supervisor, Engineer, QA

Online Training : Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) based on PP50-2012 & OHSAS 18001 2007

Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui SMK3 guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan SMK3 sehingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, peningkatan efisiensi, dan produktifitas perusahaan dapat terwujud maka perlu diterapkan Persyartan minimal mengenai Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul. Sedangkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun  2012  mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor : PP No. 50 Tahun 2012 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada   Peraturan   tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3. Tujuan Pelatihan : Peserta memahami persyaratan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja sesuai persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012 Peserta mampu melakukan gap analysis antara persyaratan dengan kondisi aktual perusahaan. Memberi penjelasan mengenai identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya K3 dengan mengaju kepada persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012dan peraturan pemerintah terkait dengan K3. Peserta mengetahui cara melaksanakan Internal Audit dan Manajemen review yang efektif.  Outline : Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Maksud dan Tujuan SMK3 OHSAS 18001:2007 Pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007 Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS) Audit Internal OHSAS Tindakan Pencegahan, Investigasi OHSAS 18001:2007 Penjabaran Klausl-klausul OHSAS 18001:2007 Pengenalan simbol-simbol OHSAS 18001:2007 Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Who Should Attend : Top Manajemen / Manager Management Representative Kandidat MR / Wakil Manajemen Pejabat / Staf Departemen OHS / K3 Pihak-pihak yang berkepentingan dalam penerapan & pengembangan SMK3 Mahasiswa / Fresh Graduate yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penerapan & pengembangan SMK3

Online Training : Ahli K3 Utama Sertifikasi BNSP

Latar Belakang Training Ahli K3 Umum Utama Sertifikasi BNSP : Training Ahli K3 Umum Utama diselenggarakan Value Consult dengan mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk mempersiapkan peserta training dalam menghadapi ujian kompetensi Ahli K3 Umum Utama. Unit Kompetensi Ahli K3 Umum Utama Sertifikasi BSNP: Silabus Training Ahli K3 Umum Utama Sertifikasi BSNP: Apa itu sertifikasi Kompetensi? Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi ahli K3 maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya. Sertifikasi kompetensi keahlian K3 mengacu pada SKKNI K3 Nomor KEP.42/MEN/III/2008 dan SKKNI No. KEP.248/MEN/V/2007, dimana menurut  menurut SKKNI KEP.42/MEN/III/2008, bidang K3 yang bersifat generalis di kualifikasikan sbb: Sertifikat Kompetensi K3 tersebut dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja, termasuk tenaga kerja di bidang K3.  BNSP memberikan lisensi kepada LSK K3 ICCOSH untuk menyelenggarakan Uji Kompetensi K3 yang mengacu pada SKKNI tersebut di atas. Persyaratan Peserta Training Ahli K3 Umum Utama Sertifikasi BNSP : Pendidikan dan Pengalaman  di Bidang K3

Online Training : Ahli K3 Madya Sertifikasi BNSP

Apa itu sertifikasi Kompetensi? Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi ahli K3 maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya. Sertifikasi kompetensi keahlian K3 mengacu pada SKKNI K3 Nomor KEP.42/MEN/III/2008 dan SKKNI No. KEP.248/MEN/V/2007, dimana menurut  menurut SKKNI KEP.42/MEN/III/2008, bidang K3 yang bersifat generalis di kualifikasikan sbb: Unit Kompetensi Skema Ahli K3 Madya Sertifikasi BNSP : Outline Training Ahli K3 Madya Sertifikasi BNSP :  Persyaratan Peserta Training Ahli K3 Madya : Pendidikan dan Pengalaman

Online Training : Ahli K3 Muda Sertifikasi BNSP

Apa itu sertifikasi Kompetensi? Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional. Dengan memiliki sertifikasi kompetensi ahli K3 maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya. Sertifikasi kompetensi keahlian K3 mengacu pada SKKNI K3 Nomor KEP.42/MEN/III/2008 dan SKKNI No. KEP.248/MEN/V/2007, dimana menurut  menurut SKKNI KEP.42/MEN/III/2008, bidang K3 yang bersifat generalis di kualifikasikan sbb: Sertifikat Kompetensi K3 tersebut dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja, termasuk tenaga kerja di bidang K3 Value Consult bermaksud menyelenggarakan Training Ahli K3 Umum Muda sertifikasi BNSP untuk mempersiapkan peserta training dalam menghadapi ujian kompetensi K3, dimana untuk mendapatkan sertifikat kompetensi K3 tersebut, peserta akan diuji oleh assessor LSP/BNSP. Unit Kompetensi dalam Ahli K3 Muda Sertifikasi BNSP Silabus Training Ahli K3 Muda Sertifikasi BNSP : Persyaratan Peserta Training Ahli K3 Muda Sertifikasi BNSP Pendidikan dan Pengalaman

Training Food Handler Sertifikasi BNSP (Penjamah Makanan)

Pelatihan penjamah makanan/food handler – Makanan yang di makan tidak boleh membahayakan konsumennya. Baik melalui faktor biologis, kimiawi atau melalui kontaminan lainnya. Melalui food safety dan kualitas yang dikontrol, akan menjamin didapatkannya makanan yang aman, baik melalui seluruh siklus pembuatannya, seperti produksi makan, penangannnya, proses, pengepakan, penyiapannya maupun penyajiannya. Sertifikasi ini dapat diikuti oleh profesi Food Handler / Penjamah Makanan service/product (orang yang secara langsung menangani makanan), pengelola, supervisor, pemilik, atau profesi lainnya terkait higiene sanitasi yang ingin membuktikan kompetensinya terkait penerapan basic food safety pada penanganan makanan secara aman. Skema Kompetensi Food Handler Sertifikasi BNSP (Penjamah Makanan) Unit kompetensi yang diujikan mengacu pada SKKNI No. 618 Tahun 2016 tentang penetapan SKKNI Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Makanan Bidang Keamanan Pangan mencangkup : Melaksanakan Program dan Prosedur Keamanan Pangan Melakukan Praktek Penanganan Pangan Yang Aman Melakukan Kebersihan Diri dan Lingkungan dalam Pengelolaan Jasa Usaha Makanan Berdasarkan Prinsip Hygiene Sanitasi Tujuan Training Food Handler Sertifikasi BNSP : Memastikan dan memelihara kompetensi personel yang melaksanakan penanganan makanan dalam rangka mendukung penerapan keamanan pangan yang efektif di jasa usaha makanan. Menyediakan acuan pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja klaster penanganan makanan secara aman yang dilaksanakan oleh LSP JMKP. Menyediakan acuan pengembangan perangkat asesmen, perencanaan asesmen, dan pelaksanaan asesmen bagi Asesor Kompetensi LSP JMKP Durasi Training Food Handler Sertifikasi BNSP : 3 Hari (2 hari training + 1 hari ujian kompetensi)

Online Training : Basic HSE

Online Training Basic HSE mempelajari mengenai  bagaimana cara pengenalan tentang HSE (health, safety & environment), bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE, bagaimana mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS, ISO dan hal – hal lainnya terkait Basic HSE. Deskripsi Health Safety Environment atau disingkat HSE merupakan bagian di perusahaan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan. Training HSE memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta agar bisa mencegah insiden yang mungkin terjadi selama operasional kerja dan mengurangi efek samping yang dihasilkan oleh operasional perusahaan. Setiap orang yang berkecimpung di bagian ini hendaknya mengenal dunia HSE dengan baik. Terutama bagi karyawan baru atau karyawan yang baru dipindahkan/dirotasi ke bagian HSE. Informasi dan pengetahuan yang terbatas bisa jadi membuat seorang karyawan bingung dengan apa yang harus di lakukan. Di sisi lain, perusahaan sudah memberikan target tertentu. Training HSE ini membantu peserta untuk memahami pekerjaan dan apa yang seharusnya dikerjakan oleh bagian HSE. Secara menyeluruh didiskusikan juga bidang health promotion, waste management, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya. Selain itu, selepas pelatihan peserta akan diajak bergabung dalam forum diskusi yang beranggotakan lebih dari 4000 orang praktisi HSE. Dengan menjadi anggota, peserta diharapkan bisa mendapatkan dukungan dari komunitas. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Basic HSE ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment) Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment Mengetahui dasar proses safety, ergonomic Memulai healt promotion Dasar dasar fire management Outline Materi Materi Training Basic HSE yang akan dibahas adalah : Day 109:00 – 15:00 Basic HSE Membentuk P2K3 Mengukur K3 Permit to work SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001 Pengelolaan lingkungan / waste management Bahan Berbahaya Beracun B3 WWT (Waste Water Treatment) Day 209:00 – 15:00 PROPER CDM (Clean Development Mechanism) Process Safety Management Ergonomi Health promotion Fire management Safety Warden CSMS (Contractor Safety Management System) Testimoni “Memuaskan materi yg disampaikan mudah dipahami”“sangat baik”“Sudah OK, utk materi WWT diperdalam, trainernya kok berbeda sama yg di outline yah”“Sesuai demgan Harapan”“Penguasaan materinya baik” Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Online Training : Training Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)

Online Training Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)  mempelajari bagaimana caranya bantuan pernafasan, bagaimana caranya bantuan sirkulasi stabilisasi  & tansportasi, bagaimana penanganan syok perdarahan dan hal – hal lain terkait Basic Life Support lainnya. Deskripsi Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyebutkan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat. Gawat Darurat itu sendiri adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa, pencegahan kecacatan lebih lanjut. Keadaan Gawat Darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja, dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis untuk mengantisipasi kejadian itu. Bila kita cermati, kematian-kematian karena henti jantung,  henti nafas selama ini cukup banyak. Oleh sebab itu kemampuan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien terutama kasus emergency sejak mulai masuk RS (Pre Hospital) dan di sekeliling areal rumah sakit (Intra Hospital). Kecepatan pertolongan pertama kepada korban sangat menentukan keselamatan jiwa. Keterlambatan pertolongan akan membuat kondisi fatal.Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban henti jantung atau henti nafas. Resusitasi Jantung Paru merupakan bagian dari tindakan bantuan hidup dasar. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, menunjang pernafasan, sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan tanda henti jantung atau henti nafas, segera memberikan bantuan sirkulasi, ventilasi. Selain itu Resusitasi juga dikatakan sebagai sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung, organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung, ventilasi yang memenuhi syarat. Tujuan Pelatihan Tujuan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini untuk meningkatkan keterampilan pegawai rumah sakit baik medis maupun non medis dalam menangani kasus-kasus dengan kegawat daruratan, khususnya dalam memberikan bantuan hidup dasar disaat bantuan medis belum ada. Outline Materi Day 1 09:00 – 12:00 Pengenalan awal &  Penanganan pertama korban Bantuan Hidup Dasar Airway Management 12:00 – 15:00 Bantuan Pernafasan Bantuan Sirkulasi Day 2 09:00 – 12:00 Stabilisasi  & Transportasi Penanganan Syok Perdarahan Henti Jantung 13:00 – 15:00 Aritmia Lethal Defibrilator Peserta Peserta dari Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) adalah Petugas Rumah sakit baik Medis maupun Non Medis Metode Pelatihan : Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan, Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain :  Case study, Roleplay Presentasi hasil kinerja Persyaratan Peserta : Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) Peserta Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) diharapkan membaca outline sebelum mengikuti Pelatihan Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) Fasilitator Dr Ferry Rahman, MKM Nama                             : Dr. Fery Rahman, MKM Lulusan                         : Fak. Kes Masyarakat UI Depok Pengalaman                : Trainer di Berbagai Rumah Sakit dan Klinik Instruktur Training : BLS, K3, ACLS, Kesehatan Masyarakat, TBC, HIV AIDs Anwar Haliyanto, MM Anwar Haliyanto, MM,  salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Anwar Haliyanto pernah menjabat sebagai Manager yang bertanggung jawab mengani program pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu untuk 1 juta orang di seluruh wilayah Indonesia bersama Kementrian Kesehatan, PERKENI, DEG Germany dan PT. Merck Indonesia yang melibatkan 50 dokter spesialis, 500 dokter umum, 1,000 perawat dan 1,000,000 subjek. Posisi  terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Farmasi Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan trainer, dengan banyak memberikan pelatihan komunikasi efektif di Rumah sakit, Apotek, Klinik serta layanan kesehatan yang lainnya. Sebagai PEMERHATI FARMASI dan LAYANAN KESEHATAN Anwar Haliyanto banyak memberikan kontribusi melalui Seminar Membangun Klinik Dokter Umum di Jakarta, Gathering Apotek di Medan, Pk Baru, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Bali dan Makssar, Gathering Perawat di JABODETABEK. Sampai saat ini sudah lebih dari 20 Program Training yang dirancang dan di berikan terkait Layanan Kesehatan dan Farmasi termasuk diantaranya : Komunikasi efektif PERAWAT-PASIEN, Selling Skill untuk Apotek, Service Excellent untuk Apotek dan Klinik, Service Excellent untuk Rumah Sakit, Coaching untuk PERAWAT, Capsule Selling Skill untuk Medical Reps, 7 Langkah Penjualan yang efektif, Merangcang Strategy Marketing Layanan Kesehatan, Mentoring dalam berkarir di Industri Farmasi. Anwar Haliyanto juga sudah diminta oleh beberpa Apotek dan Rumah sakit untuk membantu dengan program “PENDAMPINGAN” dimana Apotek dan Rumah Sakit di damping selama 12 bulan dalam meng-implementasikan program – program dalam rangka menaikkan penjualan dan memperbaiki kualitas layanan.

Online Training Penanganan Limbah B3

Online Training Penanganan Limbah B3 mempelajari bagaimana memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai ketentuan-undangan yang berlaku, bagaimana memahami karakteristik B3 dan limbahnya dengan komposisi bahaya, memahami cara penerapan simbol ,label B3, limbah B3 menurut standar yang berlaku, mengetahui teknik pengelolaan, pengendalian B3 dan limbah B3 dengan efektif dan berbiaya murah. Deskripsi Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001, No. 18 tahun 1999, Bahan Berbahaya, Beracun (B3), limbah B3 adalah bahan / limbah yang disebabkan oleh sifat, pengangkutan atau sumber daya berbahaya untuk tenaga kerja, dapat digunakan untuk lingkungan. Upaya pengelolaan, pengendalian B3 dan limbah B3 harus dilakukan untuk mencegah, mengendalikan lingkungan yang akan muncul sebagai akibat atas penggunaan bahan ini. Berbagai cara yang diterapkan dari setiap lembaga / industri mungkin sudah rutin dilakukan dan dilakukan yang berkaitan dengan B3 ini, tetapi mungkin tetap saja dapat memperoleh tantangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Tak jarang, aparat hukum dan media massa ikut terlibat dengan isu B3 ini yang berakibat pada konflik demi kepentingan. Bagaimana mengatasi masalah non-teknis Pelatihan ini sedikit membahas B3, limbah B3 dan porsi terbesarnya untuk mempelajari teknik pengendalian B3 ditinjau dari segi hukum. Dalam pelatihan ini juga akan diberikan panduan teknis untuk menyelamatkan B3 dengan aman, efisien, berkenan dengan peraturan yang diperlukan agar keuangan dapat dikontrol dengan lebih terperinci. Selama sesi pelatihan, peserta juga akan menerima contoh-contoh kasus untuk memperdalam pengetahuan dalam mengelolah B3 & limbahnya. Target peserta: Staf / Operator produksi, Petugas Lingkungan, K3 / petugas keselamatan, pembelian staf, petugas laboratorium, profesional lainnya yang terlibat dalam pengelolaan administrasi dan teknis B3 dan limbah B3. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Penanganan Limbah B3 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami B3, limbah B3 dan jenis-jenisnya sesuai ketentuan-undangan yang berlaku Memahami karakteristik B3, limbahnya dengan komposisi bahaya Memahami cara penerapan simbol dan label B3 dan limbah B3 menurut standar yang berlaku Mengetahui teknik pengelolaanpengendalian B3, limbah B3 dengan efektif, berbiaya murah. Memahami MSDS, cara memperbanyaknya dengan cara yang lebih sederhana. Mengetahui jenis-jenis alat K3 yang terkait dengan pengelolaan B3, limbah B3. Metode Pelatihan Pelatihan Penanganan Limbah B3 dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan dilakukan dengan metode interaktif yang membahas semi-lokakarya dimana peserta akan langsung membahas topik yang disajikan, diberi contoh aplikasi yang diperbarui, telah teruji, serta berbagi informasi tentang hal-hal yang praktis, mudah digunakan dalam usaha pengelolaan B3, limbah B3 . Outline Materi Pelatihan Materi yang akan membahas topik Penanganan Limbah B3 adalah: Day 1 09:00 – 12:00 Diskusi, pemahaman singkat: Penanganan Limbah B3 B3, limbah B3 menurut peraturan perundang undangan 13:00 – 15:00 Peraturan lain yag terkait Simbol & label Karakteristik B3, limbah B3 dan bagaimana Identifikasi bahayanya. Day 2 09:00-12:00 Teknik, metoda Pengendalian B3, limbah B3 Pengendalian teknis / operasional Kisah sukses penerapan metode ramah serta tidak mencemari Lingkungan Pengendalian dokumen B3, limbah B3 Pemahaman, Cara Pemakaian Alat Pelindung Diri yang benar 13:00 -15:00 Lembar Data Safety Sheet (MSDS) Memahami MSDS Informasi apa saja yang dimengerti, dipahami cara penginformasiannya yang efektif. Contoh-contoh Penanganan Limbah B3 Persyaratan teknis, administrasi pengelolaan limbah B3 Penanganan limbah B3 menurut konsep “dari cradle ke kuburan” Informasi bisnis terkait Pengelolaan Limbah Industri di Indonesia Facilitator Adrianus Tanari, ST Adalah menjawab Lingkungan, SMK3, Tanggung Jawab Sosial. Bekerja sebagai perencana, penerapan AMDAL, SMK3, ISO 14001: 2004 ,CSR-ISO 26000 diberbagai jenis operasional industri. Saat ini sebagai Manajer Lingkungan di perusahaan pulp, kertas terbesar di Asia yang lebih banyak dari 8 perusahaan di Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Teknik dibidang Teknik Kimia dari ITS Surabaya, beliau memiliki pengalaman khusus di bidang pengelolaan Lingkungan. Saat ini beliau sedang membangun sistem ISO 26000 di tiga tempat yang berbeda dalam sebuah perusahaan besar yang diharapkan akan membantu peserta dalam memperoleh nilai banding yang cukup dalam mempersiapkan pengelolaan CSR.

Building Operation Excellence Through 5S Kaizen Implementation

Deskripsi Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yaitu penerapan penataan rumah tangga yang baik (good housekeeping) atau yang lebih populer dikenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu) sehingga segala bentuk pemborosan seperti material, waktu, mesin, ruangan, pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan konsep 5S Kaizen ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam penciptaan budaya kerja produktif, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin. Program 5S  Kaizen juga memberikan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit secara bertahap tapi terus menerus. Penerapan konsep 5S Kaizen dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5S Kaizen secara baik, maka disusunlah Modul Penerapan 5S Kaizen di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, Dengan menerapkan 5S Kaizen   manfaat yang akan didapat adalah: Memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi Menghasilkan lebih sedikit Defect Mencapai Sasaran yang lebih baik Memiliki Tempat Kerja yang lebih aman dari Kecelakaan Kerja Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan). Bekerja dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang. Sebagai falsafah manajemen dan Sebagai sasaran utama produktivitas. Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Konsep 5S Kaizen dan Manfaat Program 5S Kaizen  Memahami langkah-langkah Implementasi 5S Kaizen  Mempersiapkan Penerapan Konsep 5S Kaizen di Perusahaan Sasaran Program 2 Hari 5-S Kaizen & Operation Excellence : Excellence Organization Menetapkan pelayanan dan jasa hight standard Mengapa Samudera Indonesia perlu melakukan perubahan Apa yang terjadi jika tempat kerja anda berantakan Perubahan perilaku melalui perubahan tempat kerja 5S Kaizen Dampak nyata penerapan 5S Kaizen  Implementasi S1 Seiri Ringkas : Teknik merekam kondisi tempat kerja Ringkas singkirkan barang yang tidak diperlukan ditempat kerja Diagram ringkas Hambatan Ringkas Ringkas dengan pemasangan label merah Manajement TPS Peran pemimpin dalam kegiatan ringkas Implementasi S2 Seiton Rapih : Diagram rapih Klasifikasi penyimpanan Standar Rambu- rambu Zonasi tempat kerja dan tempat simpan Visual Control Lima Kunci rapih Implementasi S3 Seiso Resik : Sasaran resik menjaga tempat kerja selalu bersih Definisi resik Sasaran resik Menetapka area tanggung jawab resik Menetapkan sarana kebersihan Menetapkan jadwal resik Membuat standar Resik 5. Implementasi S4: SEIKETSU & S5 SHITSUKE : Membangun standar 5S Kaizen  Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja Rawat mempertahankan tempat kerja yang resik Tempat kerja yang selalu rapih Menetapkan hari ber 5S Kaizen  Menetapkan jadwal 5S Kaizen  Patroli 5S Kaizen  Audit 5S Kaizen  Sosialisasi 5S  Kaizen Talk untuk peningkatan berkelanjutan di tempat kerja Shitsuke  Rajin Berarti melakukan perbaikan berkelanjutan Diagram rajin Teknik mencari akar penyebab masalah dengan 5Why Formulir ide perbaikan Agenda Hari ke 1 : 08:00 – 08:30            Opening from Management 08.30 – 10.00            5S Fundamental : Foundation for Operation Excellence 10:00 – 10:15            Cofee Break 10:15 – 12:00            Management & Strategy of 5S Implementation 12:00 – 13:00            Lunch 13:00 – 14:30            5S Implementation – S1 – Seiri / Ringkas 14:30 – 14:45            Cofee Break 14:45 – 16:15            5S Implementation – S2 – Seiton / Rapi 16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Agenda Hari ke 2 : 08:00 – 08:30            Review of Day 1 08.30 – 10.00            5S Implementation – S3 – Seiso / Resik 10:00 – 10:15            Cofee Break 10:15 – 12:00            5S Implementation – S4 – Seiketsu / Rawat 12:00 – 13:00            Lunch 13:00 – 14:30            5S Implementation – S5 – Shitsuke / Rajin Coaching Clinic 5S & Kaiizen Implementation 14:30 – 14:45            Cofee Break 14:45 – 16:15            Coaching Clinic 5S Implementation 16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.  

Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)

Training Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)  tujuannya adalah agar Kita bisa memahami bagaimana pengenalan awal &  penanganan pertama korban, bantuan hidup dasar, airway management, mengenai bantuan pernafasan, mengenai bantuan sirkulasi dan hal – hal yang terkait Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar)   Deskripsi Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyebutkan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, gawat darurat. Gawat Darurat itu sendiri adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa, pencegahan kecacatan lebih lanjut. Keadaan Gawat Darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja, dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis untuk mengantisipasi kejadian itu. Bila kita cermati, kematian-kematian karena henti jantung,  henti nafas selama ini cukup banyak. Oleh sebab itu kemampuan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien terutama kasus emergency sejak mulai masuk RS (Pre Hospital) dan di sekeliling areal rumah sakit (Intra Hospital). Kecepatan pertolongan pertama kepada korban sangat menentukan keselamatan jiwa. Keterlambatan pertolongan akan membuat kondisi fatal. Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban henti jantung atau henti nafas. Resusitasi Jantung Paru merupakan bagian dari tindakan bantuan hidup dasar. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, menunjang pernafasan, sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan tanda henti jantung atau henti nafas, segera memberikan bantuan sirkulasi, ventilasi. Selain itu Resusitasi juga dikatakan sebagai sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung, organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung, ventilasi yang memenuhi syarat. Tujuan Pelatihan Tujuan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) ini untuk meningkatkan keterampilan pegawai rumah sakit baik medis maupun non medis dalam menangani kasus-kasus dengan kegawat daruratan, khususnya dalam memberikan bantuan hidup dasar disaat bantuan medis belum ada. Outline Materi : Pengenalan awal &  Penanganan pertama korban Bantuan Hidup Dasar Airway Management Bantuan Pernafasan Bantuan Sirkulasi Stabilisasi  & Transportasi Penanganan Syok Perdarahan Henti Jantung Aritmia Lethal Defibrilator Peserta Peserta dari Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) adalah Petugas Rumah sakit baik Medis maupun Non Medis Metode Pelatihan  Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do) yaitu : Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan, Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain : Case study, Roleplay Presentasi hasil kinerja Durasi Pelatihan Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) : Jangka waktu program adalah 2 (dua) hari @7 (tujuh) jam efektif per hari,  atau seluruhnya menjadi 14 (empat belas) jam efektif Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00,  dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latiha dan Praktek peserta (Lihat Agenda Program) Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta / RolePlay, baik praktek antar peserta maupun dengan pasien secara langsung Persyaratan Peserta Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) : Peserta Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) diharapkan membaca outline sebelum mengikuti Pelatihan Basic Life Support (Bantuan Hidup Dasar) Fasilitator Dr Ferry Rahman, MKM Nama                            : Dr. Fery Rahman, MKM Lulusan                        : Fak. Kes Masyarakat UI Depok Pengalaman                : Trainer di Berbagai Rumah Sakit dan Klinik Instruktur Training : BLS, K3, ACLS, Kesehatan Masyarakat, TBC, HIV AIDs Anwar Haliyanto, MM Anwar Haliyanto, MM,  salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Anwar Haliyanto pernah menjabat sebagai Manager yang bertanggung jawab mengani program pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu untuk 1 juta orang di seluruh wilayah Indonesia bersama Kementrian Kesehatan, PERKENI, DEG Germany dan PT. Merck Indonesia yang melibatkan 50 dokter spesialis, 500 dokter umum, 1,000 perawat dan 1,000,000 subjek. Posisi  terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Farmasi Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan trainer, dengan banyak memberikan pelatihan komunikasi efektif di Rumah sakit, Apotek, Klinik serta layanan kesehatan yang lainnya. Sebagai PEMERHATI FARMASI dan LAYANAN KESEHATAN Anwar Haliyanto banyak memberikan kontribusi melalui Seminar Membangun Klinik Dokter Umum di Jakarta, Gathering Apotek di Medan, Pk Baru, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogya, Surabaya, Malang, Bali dan Makssar, Gathering Perawat di JABODETABEK. Sampai saat ini sudah lebih dari 20 Program Training yang dirancang dan di berikan terkait Layanan Kesehatan dan Farmasi termasuk diantaranya : Komunikasi efektif PERAWAT-PASIEN, Selling Skill untuk Apotek, Service Excellent untuk Apotek dan Klinik, Service Excellent untuk Rumah Sakit, Coaching untuk PERAWAT, Capsule Selling Skill untuk Medical Reps, 7 Langkah Penjualan yang efektif, Merangcang Strategy Marketing Layanan Kesehatan, Mentoring dalam berkarir di Industri Farmasi. Anwar Haliyanto juga sudah diminta oleh beberpa Apotek dan Rumah sakit untuk membantu dengan program “PENDAMPINGAN” dimana Apotek dan Rumah Sakit di damping selama 12 bulan dalam meng-implementasikan program – program dalam rangka menaikkan penjualan dan memperbaiki kualitas layanan.

Pengendalian Limbah B3

Deskripsi Jakarta, Ruang Lingkup Perusahaan sebagai penghasil Limbah B3 bertanggungjawab sejak Limbah B3 dihasilkan sampai dimusnahkan (from cradle to grave) dengan melakukan pengelolaan secara internal dengan benar dan memastikan pengelola Limbah B3 memenuhi regulasi dan kompeten. Dalam tuntutan hukum, Limbah B3 tergolong dalam tuntutan yang bersifat formal. Artinya, seseorang atau perusahaan dapat dikenakan tuntutan perdata dan pidana lingkungan karena cara mengelola Limbah B3 yang tidak sesuai dengan peraturan, tanpa perlu dibuktikan bahwa perbuatannya tersebut telah mencemari lingkungan. Sehingga, mengetahui cara pengelolaan Limbah B3 yang memenuhi persyaratan wajib diketahui oleh pihak-pihak yang terkait dengan Limbah B3 dalam perusahaan dan pihak ke 3 yang bekerjasama dengan perusahaan. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini didesain untuk memenuhi kompetensi sebagai berikut: Peserta pelatihan mengetahui dan memahami pengelolaan Limbah B3 Mampu mengidentifikasi karakteristik dan jenis Limbah B3 yang dihasilkan perusahaan untuk melakuan pengelolaan Limbah B3 Mampu melakukan pengelolaan Limbah B3 dengan sarana dan teknologi dibutuhkan baik secara teknis maupun non teknis di perusahaan Metode Pelatihan : Presentasi, Diskusi Outline Materi : Ruang lingkup bahan kimia berbahaya Efek bahaya yang terkandung dalam limbah Mangement bahaya zat-zat kimia Persyaratan pengolahan limbah berdasarkan peraturan Peraturan terkait Pengelolaan Limbah B3 Identifikasi Limbah B3 System Dokumen Limbah B3 Simbol dan Label Limbah B3 Pengemasan, Penyimpanan dan pengiriman Limbah B3 Pengangkutan Limban B3 oleh pihak ke 3 Pengolahan Limbah B3 Pemanfaatan Limbah B3 Penimbunan dan Pembuangan Akhir Limbah B3 Strategi tanggap darurat limbah B3 Fasilitator Encep Heryani, M.Si Encep Heryani adalah lulusan dari Universitas Pakuan Bogor Jurusan biologi dan AKTA IV Jakarta dan menyandang gelar terakhir Magister Sains (M.Si). Berangkat karir dari bawah mulai tahun 1986 sebagai analis mikrobilogi selama 17 tahun di perusahaan baby milk formula yang ada di Citeureup Bogor, kemudian bekerja di perusahaan susu infant formula lisensi Jepang menjabat Supervisor Quality Assurance selama 3 tahun dan lanjut memimpin Quality selama 8 tahun dan terakhir Memimpin Produksi di perusahaan makanan kesehatan untuk orang diabet sampai tahun 2018. Di Perusahaanya menjadi karyawan teladan dan fasilitator terbaik continuos improvement, meraih prestasi terbaik dalam kontes practical problem solving, the best trainer and author education and training. Dan sebagai anggota PERMI (Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia) Encep Heryani, dari tahun 1986 sampai dengan sekarang adalah sebagai praktisi di perusahaan, hampir 100 training pernah diikuti baik training dalam negeri maupun di luar negeri (Singapura dan Japan), sebagai Auditor TPM Autonomous Maintenance juga Auditor 5S/5R, SJH, GM5P, ISO 9001 dan 22000, SMK3 dll. Sebagai Trainer dari tahun 2015 dengan materi Trainer  kurang lebih 41 judul yang berkaitan dengan Pengendalian dan pengawasan Mutu Pangan, Analisis data Lab, Pengendalian dan persyaratan dokumen, Penanganan limbah, Validasi, Safety/K3 laboratorium, TPM, Halal, analisis mikrobiologi, kaizen, dll.

Training K3 Laboratorium

Training K3 Laboratorium adalah training yang mempelajari mengenai ruang lingkup safety laboratorium / hazard, tujuan, basic safety dan pengertian K3 Lab, bagaimana prinsip kerja safety, siklus Manajemen resiko K3 Lab, model penyebab kecelakaan di laboratorium, mengenai penilaian tingkat resiko di laboratorium & seputar K3 Laboratorium lainnya. Deskripsi Kecelakaan harus dicegah karena kecelakaan mengakibatkan kerugian.(K3 Laboratorium) Pencegahan kecelakaan harus dilakukan secara terencana & terus menerus.(K3 Laboratorium) Pencegahan kecelakaan harus melibatkan semua unsur dalam perusahaan.(K3 Laboratorium) Pencegahan kecelakaan dilakukan melalui penerapan sistem manajemen K3 Tujuan Pelatihan : Meningkatkan efektifitas perlindungan K3 yang terencana, terukur,  terintegrasi di lingkungan Laboratorium.(K3 Laboratorium) Mencegah, mengurangi kecelakaan,  menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman,efisien untuk mendorong produktivitas.(K3 Laboratorium) Melindungi para pekerja, orang lain di tempat kerja agar selalu sehat, selamat.(K3 Laboratorium) Menjamin agar setiap laboran dapat merasakan rasa nyaman, aman.(K3 Laboratorium) Target Peserta : Manager, Supervisor, Staff, Analis Laboratorium.(K3 Laboratorium) Metode Pelatihan :  Presentasi, diskusi, studi kasus Outline Materi : Ruang lingkup safety laboratorium / Hazard Tujuan, basic safety, pengertian K3 Lab Prinsip kerja safety Siklus Manajemen resiko K3 Lab Model penyebab kecelakaan di Laboratorium Penilaian tingkat resiko di Laboratorium Identifikasi pengujian, analisa pengendalian resiko di laboratorium kimia, mikrobiologi Konsep pengendalian resiko Penerapan pengandalian resiko Pemantauan,  evaluasi bahaya Safety tolls quality control Piramida kecelakaan Syarat-syarat K3 Lab Pengendalian/ penanganan limbah B3 Fasilitator Encep Heryani, M.Si Encep Heryani adalah lulusan dari Universitas Pakuan Bogor Jurusan biologi dan AKTA IV Jakarta dan menyandang gelar terakhir Magister Sains (M.Si). Berangkat karir dari bawah mulai tahun 1986 sebagai analis mikrobilogi selama 17 tahun di perusahaan baby milk formula yang ada di Citeureup Bogor, kemudian bekerja di perusahaan susu infant formula lisensi Jepang menjabat Supervisor Quality Assurance selama 3 tahun dan lanjut memimpin Quality selama 8 tahun dan terakhir Memimpin Produksi di perusahaan makanan kesehatan untuk orang diabet sampai tahun 2018. Di Perusahaanya menjadi karyawan teladan dan fasilitator terbaik continuos improvement, meraih prestasi terbaik dalam kontes practical problem solving, the best trainer and author education and training. Dan sebagai anggota PERMI (Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia) Encep Heryani, dari tahun 1986 sampai dengan sekarang adalah sebagai praktisi di perusahaan, hampir 100 training pernah diikuti baik training dalam negeri maupun di luar negeri (Singapura dan Japan), sebagai Auditor TPM Autonomous Maintenance juga Auditor 5S/5R, SJH, GM5P, ISO 9001 dan 22000, SMK3 dll. Sebagai Trainer dari tahun 2015 dengan materi Trainer  kurang lebih 41 judul yang berkaitan dengan Pengendalian dan pengawasan Mutu Pangan, Analisis data Lab, Pengendalian dan persyaratan dokumen, Penanganan limbah, Validasi, Safety/K3 laboratorium, TPM, Halal, analisis mikrobiologi, kaizen, dll.

Training Basic HSE

Salah satu tujuan Training Basic HSE agar peserta mengetahui bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE, mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO. Deskripsi Health Safety Environment atau disingkat HSE merupakan bagian di perusahaan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan. Training HSE memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta agar bisa mencegah insiden yang mungkin terjadi selama operasional kerja dan mengurangi efek samping yang dihasilkan oleh operasional perusahaan. Setiap orang yang berkecimpung di bagian ini hendaknya mengenal dunia HSE dengan baik. Terutama bagi karyawan baru atau karyawan yang baru dipindahkan/dirotasi ke bagian HSE. Informasi dan pengetahuan yang terbatas bisa jadi membuat seorang karyawan bingung dengan apa yang harus di lakukan. Di sisi lain, perusahaan sudah memberikan target tertentu. Training HSE ini membantu peserta untuk memahami pekerjaan dan apa yang seharusnya dikerjakan oleh bagian HSE. Secara menyeluruh didiskusikan juga bidang health promotion, waste management, ISO 14001, OHSAS 18001, SMK3, pengukuran kinerja K3 dan lain sebagainya. Selain itu, selepas pelatihan peserta akan diajak bergabung dalam forum diskusi yang beranggotakan lebih dari 4000 orang praktisi HSE. Dengan menjadi anggota, peserta diharapkan bisa mendapatkan dukungan dari komunitas. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Basic HSE ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pengenalan tentang HSE (health, safety & environment) Bagaimana peran dan tanggung jawab petugas HSE Mengetahui dasar dalam membangung SMK3, OHSAS dan ISO Memahami dasar pengelolaan lingkungan dan waste water treatment Mengetahui dasar proses safety, ergonomic Memulai healt promotion Dasar dasar fire management Outline Materi Materi Training Basic HSE yang akan dibahas adalah : Day 1 Basic HSE Membentuk P2K3 Mengukur K3 Permit to work SMK3, OHSAS 18001, ISO 14001 Pengelolaan lingkungan / waste management Bahan Berbahaya Beracun B3 WWT (Waste Water Treatment) Day 2 PROPER CDM (Clean Development Mechanism) Process Safety Management Ergonomi Health promotion Fire management Safety Warden CSMS (Contractor Safety Management System) Testimoni “Memuaskan materi yg disampaikan mudah dipahami” “sangat baik” “Sudah OK, utk materi WWT diperdalam, trainernya kok berbeda sama yg di outline yah” “Sesuai demgan Harapan” “Penguasaan materinya baik” Fasilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Training Sertifikasi : HIPERKES dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan

Training Sertifikasi : HIPERKES dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan adalah training yang akan membahas mengenai Kebijakan Pokok Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam bidang hiperkes keselamatan kerja, juga mengenai peraturan perundangan, standar yang berkaitan dengan hiperkes dan keselamatan kerja, Manajemen hiperkes dan keselamatan kerja di perusahaan, dan juga fungsi, tugas pokok, ruang lingkup dokter perusahaan. (Hiperkes) Deskripsi Dalam bidang kesehatan kerja kita mengenal suatu pendekatan pencegahan penyakit akibat kerja yang disebut hygiene industri atau Hiperkes (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja). Hiperkes adalah lapangan ilmu kesehatan, keselamatan kerja yang mengurusi problematik kesehatan, keselamatan pekerja secara menyeluruh. (Hiperkes) Menyeluruh memiliki maksud bahwa setiap perusahaan melalui organisasinya harus berperan proaktif dalam menyelenggarakan usaha-usaha preventif untuk menyelesaikan segala problema kesehatan dilingkungan kerja, mengidentifikasi, mengendalikan potensi bahaya yang ada selain untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta memantau pelaksanaan program K3 lainnya. (Hiperkes) Pentingnya sertifikasi kesehatan kerja atau hiperkes bagi dokter, perawat perusahaan diatur pemerintah melalui PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1976 tentang Wajib Latih Hiperkes bagi dokter perusahaan, PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1979 tentang wajib Latih Hiperkes bagi paramedis perusahaan.(Hiperkes) Tujuan Pelatihan Peserta memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi hiperkes & keselamatan kerja bagi dokter perusahaan.(Hiperkes) Outline Materi UMUM : Kebijakan Pokok Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam bidang hiperkes keselamatan kerja Peraturan perundangan dan standar yang berkaitan dengan hiperkes dan keselamatan kerja Manajemen hiperkes dan keselamatan kerja di perusahaan Fungsi, tugas pokok dan ruang lingkup dokter perusahaan Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ASPEK TEKNIS : Higiene Perusahaan : Faktor Fisik : Kebisingan Getaran Penerangan Iklim kerja panas Radiasi mengion dan tidak mengion Faktor Kimia : Debu Gas Uap Pelarut organik Faktor Biologi Ergonomi : Ergonomi dan fisiologi kerja Psikologi Kerja/Industri Kesehatan Kerja : Prinsip dasar dan filosofi kesehatan kerja Pemeriksaan kesehatan Promosi Kesehatan Kerja Toksikologi industry Penyakit akibat kerja (termasuk system pelaporan) iGizi kerja Program rehabilitasi kerja Keselamatan Kerja : Keselamatan kerja umum Teori dasar kecelakaan kerja Alat pelindung diri PENUNJANG : Program jamsostek Epidemiologi Hiperkes dan keselamatan kerja Sanitasi industry Pengelolaan Limbah PRAKTEK LAPANGAN : Kunjunagan Perusahaan Seminar (Diskusi hasil praktek lapangan) EVALUASI (Awal dan Akhir) SERTIFIKASI Sertifikat Hiperkes dikeluarkan oleh Pusat K3 (Depnakertrans) Jakarta akan diberikan kepada mereka yang lulus ujian dengan nilai minimal 60%, paling lambat 1 bulan setelah pelatihan.

Training Sertifikasi : HIPERKES dan Keselamatan Kerja Bagi Paramedis Perusahaan

Deskripsi Training Sertifikasi HIPERKES Sekilas mengenai Sertifikasi HIPERKES Dalam bidang kesehatan kerja kita mengenal suatu pendekatan pencegahan penyakit akibat kerja yang disebut hygiene industri atau Hiperkes (Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja). Hiperkes adalah lapangan ilmu kesehatan dan keselamatan kerja yang mengurusi problematik kesehatan dan keselamatan pekerja secara menyeluruh. Menyeluruh memiliki maksud bahwa setiap perusahaan melalui organisasinya harus berperan proaktif dalam menyelenggarakan usaha-usaha preventif untuk menyelesaikan segala problema kesehatan dilingkungan kerja, mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya yang ada selain untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK) serta memantau pelaksanaan program K3 lainnya. Pentingnya sertifikasi kesehatan kerja atau hiperkes bagi dokter dan perawat perusahaan diatur pemerintah melalui PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1976 tentang Wajib Latih Hiperkes bagi dokter perusahaan dan PERMENAKERTRANS No. 01 tahun 1979 tentang wajib Latih Hiperkes bagi paramedis perusahaan. Tujuan Pelatihan : Untuk mendapatkan sertifikasi sebagai Paramedis HIPERKES. Untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan dan sebagai pemenuhan peraturan perundangan. Outline Materi : Peraturan perundangan dan kebijakan di bidang K3 Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan audit internal dan manajemen risiko di tempat kerja Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) Program pelayanan kesehatan kerja Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan system pelaporan Promosi kesehatan kerja dan Pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja P3K di tempat kerja Ergonomi dan Fisiologi Kerja Program rehabilitasi di tempat Kerja Psikologi industry Pengelolaan Makanan di tempat kerja Program Keselamatan kerja dan alat pelindung diri Kecelakaan kerja dan system pelaporan Tanggap darurat kebakaran di tempat kerja Hygiene industry (factor fisik, factor kimia,factor biologi) BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan Walkthrough Survey dan Seminar Hasil survey SERTIFIKASI HIPERKES Sertifikat Hiperkes dikeluarkan oleh Pusat K3 (Depnakertrans) Jakarta akan diberikan kepada mereka yang lulus ujian dengan nilai minimal 60%, paling lambat 1 bulan setelah pelatihan. Organized by Value Consult

Training Assessment of the Waste Water Treatment (WWT) System

Training Assessment of the Waste Water Treatment (WWT) System salah satu tujuannya adalah memahami design proses awal dari WWT plant, memahami kelebihan dan kekurangan dari peralatan di WWT plant. Deskripsi Banyak dari kalangan industri, mendesign WWT plant dengan budget yang terbatas, sehingga banyak di temukan kondisi plant WWT saat ini sudah tidak sesuai dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini menyebabkan kesulitan yang tidak berujung, pihak manajemen terus meminta kenaikan jumlah produksi, di satu sisi “enggan” untuk melakukan investasi di area WWT, karena menganggap area ini hanya sebagai cost center, bukan profit center. Namun demikian dari pihak pemerintah melalui kementrian lingkungan, telah melakukan program PROPER yaitu evaluasi setiap industri atas kinerja lingkungan yang menyangkut emisi udara, limbah B3 dan limbah cair. Masih banyak kalangan industri yang mengalami problems pada limbah cair, karena WWT plant yang tersedia sudah tidak bisa mencukupi lagi bagi limbah cair yang ada. Melalui workshop ini, evaluasi – the bottle necking – dari WWT plant menjadi sangat penting pada saat industri akan melakukan ekspansi dan juga peningkatan produksi. Dengan evaluasi satu per satu dari peralatan WWT menjadikan pimpinan mengetahui lebih detail tentang berbagai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peralatan yang ada, sehingga jika ada investasi tambahan di bidang WWT maka akan menjadi lebih tepat sasaran. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Waste Water Treatment ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami design proses awal dari WWT plant Memahami kelebihan dan kekurangan dari peralatan di WWT plant Memahami cara melakukan assessment / evaluasi – the bottle necking – dari WWT Memahami cara ekspansi / perluasan dari WWT plant Metode Pelatihan Training Waste Water Treatment dilaksanakan dengan metode: Presentasi dari “best available technology” di bidang WWT, study kasus, sharing pengalaman. Peserta bisa membawa data lapangan apabila merencanakan melakukan ekspansi di bidang WWT plant. Perhitungan ekspansi WWT di lakukan di excel, sehingga bisa langsung di copy ke pada peserta. Outline Materi Materi Training Waste Water Treatment yang akan dibahas adalah : Design parameter dari WWT process di mulai dari F/M ratio, MCRT, Sludge age, SVI SSV, MLSS MLVSS, aeration timer, OUR SOUR, loading rate dll. Trouble shooting di bidang waste water treatment (WWT) plant Cara melakukan WWT assessment (evaluasi) proses, sehingga dapat di ketahui kelebihan dan kekurangan masing – masing WWT plant yang ada. Rule of thumb untuk menjalankan WWT plant. Melakukan perhitungan ekspansi / perluasan dari WWT plant. Detail aerobic & anaerobic system. PROPER limbah cair. Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.