Human Resource Training

Training Quality Improvement in HR Program

Deskripsi Quality Improvement adalah suatu metodologi pengumpulan dan analisis data kualitas, serta menentukan dan menginterpretasikan pengukuran-pengukuran yang menjelaskan tentang proses dalam suatu sistem industri, untuk meningkatkan kualitas produk, guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan. Langkah-langkah peningkatan kualitas menggunakan konsep PDCA. Konsep PDCA merupakan langkah-langkah yang sering digunakan dalam analisis dan solusi masalah kualitas, yaitu : P: Plan the solution(s) (merencanakan solusi masalah) D: Do or implement the solution(s) (melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah) C: Check the solution(s) results (mempelajari hasil-hasil solusi terhadap masalah) A: Act to standardize the solution(s) (bertindak untuk menstandardisasikan solusi terhadap masalah). Workshop Quality Improvement menjelaskan metode dan teknik untuk melakukan perbaikan kualitas terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, juga terhadap kualitas pekerjaan anda. Manfaat Pelatihan Memahami PARADIGMA Quality Control Circle (QCC) dan perannya dalam mencapai sasaran perusahaan Menerapkan metodologi tersebut dalam proyek QCC di bidang HR Outline Materi Kaizen dan Management Siklus Deming(PDCA) Project Improvement : QCC / QCP Project Improvement – SS Tujuh QC Tools Stratifikasi Check Sheet Grafik & Control Chart Pareto Cause Effect Diagram Histogram Diagram Pencar Tujuh Management Tools (The New 7 Tools) Relationship Diagram Methods KJ Methods Tree Diagram Methods Matrix Diagram Methods Matrix Data Analysis Methods PDPC Methods Arrow Diagram Methods Improvement in HR Program Studi Kasus & Tugas Facilitator Adi Mardianto, S.Psi, MBA. Adi Mardianto adalah alumni Universitas Gadjah Mada. Direktur PT Mahatma Javakode, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan software HR System dan Direktur PT Pinasthika Adhi Konsultama yang bergerak dalam pengembangan SDM & Sistem Manajemen. Dikenal sebagai konsultan pengembangan sistem MSDM, trainer, asesor dan penulis buku. Beliau mempunyai pengalaman praktis lebih 15 tahun sebagai praktisi MSDM di beberapa perusahaan multi nasional seperti Newmont Nusa Tenggara, Gobel, Astra Group dan Pinasthika. Dalam kegiatan profesi, beliau merupakan anggota SHRM Profesional Membership dan ASTD, serta pendiri IHRAA (Indonesian Human Resource System Analyst Association). Sebagai praktisi MSDM, beliau telah banyak membantu perusahaan untuk penyelenggaraan jasa rekrutmen, asesmen, pengembangan sistem dan pelatihan-pelatihan. Sebagai consultant, beliau pernah membantu proyek pengembangan sistem di beberapa perusahaan BUMN dan swasta. Materi konsultasi sistem yang diberikan terkait dengan tema Talent Executives& Career System, Organization Development, Design Organization, Change Executives, Remuneration System, Workload Analysis, Performance Executives Sistem, Employee Opinion Survey, Job Evaluation, Executives Development Program dan Leadership Skill. Beberapa karya buku yang sudah diterbitkan adalah Recruitment Executives dan People Development Handbook, Recruitment Analysis, Optimalizing Recruitment System; dan Organization Development Analysis, Organization Development Linked to Business Strategy.Karya yang lain adalah pembuatan software aplikasi berbasis web ataupun desktop, seperti software Talent Management& Career System, software Recruitment Executives, software Performance Management System, dan software aplikasi lainnya

Practical Management Trainee Program

Ketersediaan karyawan level managerial merupakan permasalahan yang cukup serius bagi perusahaan. Calon manager dari dalam mungkin tidak mencukupi atau kurang potensial untuk menduduki posisi managerial di masa yang akan datang.  Sementara itu, merekrut manager baru dari luar, bisa membawa masalah tersendiri, yaitu ketidakcocokan orang yang sudah ‘jadi’ tersebut dengan budaya perusahaan. Solusi Management Trainee Programme merupakan jawaban yang termasuk paling pas untuk kondisi diatas. Mengisi, melatih dan membimbing Management Trainee yang tepat sangat diperlukan supaya perusahaan memperoleh hasil yang diharapkan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Practical Management Trainee Program ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Management Trainee dan Succession Plan Sistematika Management Trainee Aspek Strategis dan Legal dari Management Trainee Sistem evaluasi dari program Management Trainee Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Practical Management Trainee Program adalah : Strategic HR dan Management Trainee Succession Plan dan Management Trainee Steps in developing Management Trainee program Management Trainee Success Profile Recruitment system Development Program Review & evaluation Fasilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Personnel Administration Development Program

Training Personnel Administration Development Program mempelajari bagaimana peran administrasi personalia sebagai pendukung Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan,  bagaimana menetapkan kunci sukses, indikator kinerja dalam menangani masalah administrasi kepersonaliaan, bagaimana selection & recruitment, apa orientasi,  penempatan karyawan baru, mutasi, rotasi, dan hal – hal lain terkait mengenai Personnel Administration Development Program. Deskripsi Mengelola kepersonaliaan, khususnya administrasi kepersonaliaan adalah urusan yang rumit, menyibukan dan penuh kejutan karena sifat pekerjaannya yang unik serta harus berhubungan dengan departemen-departemen yang kadang-kadang sulit diajak bicara. Adminstrasi kepersonaliaan dimulai sejak seseorang masuk diterima sebagai karyawan, mengadministrasikan berbagai dinamika kerja yang ada dilingkungan sumber daya manusia, termasuk didalamnya penyusunan dan pengelolaan budget, sampai dengan pemberhentian karyawan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. (Personnel Administration Development Program) Sasaran Pelatihan Diharapkan setelah pelatihan Personnel Administration Development Program, peserta dapat : Memahami kunci keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas rutin bidang administrasi kepersonaliaan. Mengelola terlaksananya tata tertib, disiplin kerja di perusahaan. Menyelenggarakan urusan pengupahan, masalah lain yang berhubungan dengan urusan finansial. Mengerti, menguasai urusan tentang Perlindungan Keselamatan Kerja, Kesehatan Karyawan, Jaminan Sosial. Menyelesaikan masalah keluh kesah Karyawan. Menyusun budget administrasi personalia. Outline Materi 1. Peran administrasi personalia sebagai pendukung Manajemen Sumber Daya Manusia di Perusahaan. 2. Menetapkan kunci sukses, Indikator Kinerja dalam menangani masalah administrasi kepersonaliaan : Selection & Recruitment Orientasi, Penempatan Karyawan Baru Mutasi, Rotasi,  Promosi Pelatihan, pendidikan Peraturan Perusahaan,  Disiplin Mempersiapkan Masa Pensiun Pemisahan Karyawan & PHK Pengupahan & Jaminan Sosial 3. Mengatasi keluh kesah Karyawan 4. Menetapkan kompetensi professional Personnel Administration 5. Menyusun Budget Personnel Administration Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills, expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel, GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman, expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer, HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja, industri lainnya.

Pelatihan Perpajakan untuk HRD

Pelatihan Perpajakan untuk HRD mempelajari mengenai Objek dan Non Objek Pemotongan PPh Pasal 21, kewajiban pemotong pajak, bagaimana pedoman merumuskan kebijakan, fasilitas tenaga kerja, bagaimana cara penghitungan PPH pasal 21 untuk penghasilan bulanan/tahunan, dan hal – hal lain terkait Perpajakan untuk HRD. Deskripsi Jangan berpendapat pajak hanya urusan bagian akuntasi,  perpajakan tetapi semua departemen harus juga melek pajak sesuai dengan tugas, tanggung jawabnya. Sebagai seorang HR champion sudah seharusnya memahami pelaksanaan tugas-tugas diperusahaan dalam mengelola tenaga kerja secara lebih sistimatis, efisien. (Perpajakan untuk HRD) Kenyatannya justru malah banyak pelaksana HRD yang malah alergi berat dengan yang namanya pajak, seolah itu bukan urusannya. Padahal efisien biaya bukan berarti hanya mengurangi jumlah biaya tenaga kerja tetapi juga memahami aspek pajaknya karena penerapan kebijakan yang salah akan mengakibatkan denda,  sanksi yang berakibat fatal bagi perusahaan. (Perpajakan untuk HRD) Semua kebijakan, fasilitas tenaga kerja ada aturan pajaknya, tidak hanya saat membayar gaji saja. Disinilah pentingnya memahami perpajakan di devisi HRD baik pada saat merekrut, membayar, pensiun maupun segala kebijakan yang berhubungan dengan fasilitas tenaga kerja. (Perpajakan untuk HRD) Misalnya PPH pasal 21 pegawai dengan status dalam negeri atau asing, kontrak, begitu juga bagaimana perlakuan pajak untuk fasilitas Car Ownership Program, pengobatan, bonus saham, pelatihan, THR, bonus, gratifikasi, tantiem, jenis natura, outsourcing, PPN, PPH pasal 23, Tenaga ahli, tunjangan, sumbangan, klaim perjalanan dinas, surat tugas dinas luar, gathering, pelatihan, iklan lowongan, recruitment, JHT, canteen, pesangon, masih banyak lagi. (Perpajakan untuk HRD) Sasaran Pelatihan Peserta memahami tentang selayang pandang perpajakan baik pajak daerah dan pajak pusat. Peserta mampu melakukan penghitungan SPT PPh Pasal 21 dengan efektif dan efisien, Peserta dapat mengetahui dan memahami peraturan-peraturan terbaru terkit dengan masalah ketenagakerjaan sehingga dapat merumuskan kebijakan yang tepat dan menghemat pajak. Peserta mampu melaksanakan tax planning atas semua transaksi yang berhubungan dengan aktivitas HRD. Outline Materi Selayang pandang perpajakan daerah dan pusat. Objek dan Non Objek Pemotongan PPh Pasal 21. Kewajiban Pemotong Pajak. Pedoman merumuskan kebijakan dan fasilitas tenaga kerja. Penghitungan PPH pasal 21 untuk penghasilan bulanan/tahunan PenghitunganPPh pasa 21 untuk penghasilan teratur dan tidak teratur Apa maksud metode gross-up, PPh ditanggung pemberi kerja, dan PPh ditanggung pegawai. Mengapa penghasilan untuk pegawai yang pindah tugas, pegawai ekspatriat, pegawai meninggal dunia harus disetahunkan? Penghasilan pegawai yang mulai bekerja atau berhenti bekerja pada tahun berjalan tanpa metode penyetahunan penghasilan. Penghasilan non pegawai tetap seperti honor tenaga ahli dan upah satuan/borongan/harian. Prinsip taxable – deductible  Tax Planning PPh Pasal 21/26 . Metode Pelatihan Pelatihan ini disampaikan dengan penggunaan metode pemaparan, Diskusi, tanya jawab, dan praktek penghitungan pph pasal 21/26 dengan menggunakan program exel yang diberikan secara gratis. Facilitator M. Zeti Arina, MM,BKP Adalah pendiri Artha Raya Consultant, sebuah konsultan yang bervisi menjadi konsultan pajak kelas dunia. Saat ini Artha Raya Consultant mempunyai 3 (tiga) kantor yaitu di Surabaya, Jakarta dan Banyuwangi, untuk  lebih detailnya bisa dilihat di webnya : www.artharayaconsult.com Beliau adalah konsultan pajak terdaftar bersertifkasi Brevet C dengan kewenangan memberikan konsultasi sampai dengan perusahaan multinasional, bahkan boleh dibilang spesialisasinya lebih banyak di perusahaan asing.  Beliau juga pemegang ijin Konsultan Kepabeanan dan pemegang ijin Kuasa Hukum Pengadilan Pajak untuk Sengketa Perpajakan maupun Kepabeanan. Gelar Magister Management diperoleh dari  Universitas Airlangga, Kuliah S-3 nya tertunda karena saai ini harus segera menyelesaikan kuliah S-1 Hukum untuk melengkapi pengetahuannya selain perpajakan, akuntansi, audit, kepabeanan dan keuangan. Sebagai praktisi yang cukup padat jadwalnya masih berusaha menyempatkan diri untuk mengajar di Universitas Airlangga, memberi kuliah tamu di berbagai Universitas, mengajar Brevet maupun mengasuh rubrik konsultasi di tabloid. Beliau juga aktif sebagai pembicara seminar di berbagai forum. Judul Buku Karangannya : Student Enterprise Kini, World Class Company Kemudian,yang ditulis bersama rekannya Iman Supriono dan Niken Hapsari. Kunsultan Pajak = Pencuri Pajak ? (Panduan Untuk Menjadi Klien Yang cerdas dan Mengetahui Seluk Beluk Konsultan Pajak)

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu & Outsourcing

Pelatihan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu & Outsourcing ini membantu anda untuk memiliki pengetahuan, kemampuan yang komprehensif tentang Konsep Hubungan Kerja Berdasarkan Undang-Undang ; PKWT, PKWTT, Outsourcing, Labour Supply dan best practice serta pembahasan / studi kasus. Deskripsi Tantangan yang dihadapi dunia usaha dalam era globalisasi ini terasa semakin ketat. Berbagai tuntutan persaingan pasar, perubahan lingkungan menuntun pengusaha melakukan berbagai inovasi agar tetap “survive”  “competitive”. Pengusaha lebih menginginkan organisasi yang efektif dengan jumlah pekerja tetap yang seminimal mungkin yang dapat member hasil yang seoptimal mungkin. Untuk itu pengusaha hanya menangani pekerjaan yang menjadi core bisnisnya. Dengan demikian lahirlah kontrak langsung dan tidak langsung seperti seperti PKWT & Outsourcing. PKWT & Outsourcing merupakan hubungan kerja yang berpotensi konflik dalam bidang  ketenaga kerjaan.  Oleh karena itu sangat penting mengetahui dengan jelas batasan, rambu-rambu yang ditetapkan oleh  perundang-undangan yang berlaku. Memahami peraturan-peraturan perundang-undangan, mengetahui akibat hukum bilamana terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan. Adalah mutlak perlu bagi professional/eksekutif yang sehari-harinya menangani atau bertanggung jawab atas pelaksanaan PKWT,  pekerja Outsourcing – menguasai peraturan perundangan yang berlaku dengan seluk beluknya agar konflik hubungan industial dapat dihindari. (PKWT & Outsourcing) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan PKWT & Outsourcing ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif tentang Konsep Hubungan Kerja Berdasarkan Undang-Undang ; PKWT, PKWTT, Outsourcing, Labour Supply dan best practice serta pembahasan / studi kasus. (PKWT & Outsourcing) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik PKWT & Outsourcing adalah : Hari Pertama : Konsep Hubungan Kerja berdasarkan UU Perjanjian Kerja Dasar Hukum PKWT. (PKWT) Rambu-rambu PKWT> (PKWT) Sanksi atas Pelanggaran ketentuan perundang-undangan Apakah ada masa percobaan dalam PKWT?.(PKWT) Menggunakan PKWT untuk masa percobaan? Perlukah membayar Pesangon untuk pekerja PKWT? PKWT dari kacamata Pengusaha, Pekerja Jenis-jenis PKWT dalam praktek Hari Kedua : Apa dan Bagaimana Outsourcing? Apa dan Bagaimana Labour Supply? Dasar hukum Outsourcing Outsourcing dari kacamata Pengusaha dan Pekerja Jenis-jenis Outsourcing dalam praktek Kapan, mengapa status pekerja outsourcing menjadi pekerja perusahaan Perlukah membayar Pesangon untuk pekerja outrsourcing? Menentukan Core Business dan‘alur’ kegiatan kerja Mengapa Serikat Pekerja menuduh outsourcing sebagai “Modern Slavery” Bagaimana pendapat Mahkamah Konstitusi. Tentang pasal-pasal pada UU13/2003 yang mengatur Outsourcing Bagaimana mengelola Outsourcing dengan baik Tanya jawab seputar PKWT dan Outsourcing serta masalah-masalah Hubungan Industrial lainya Fasilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki sertifikasi HR,  memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 15 tahun.  Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operation, Business Affairs/Administration Manager,  Organization Support Manager dan People Manager.  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri. Testimoni “Untuk Materi , hand out, metode sudah cukup membantu” “materi, metode & hand out sdh baik” “Sudah cukup” “Trainer sudah baik, menguasai materi” “Bu Cecil sudah menguasai materi & baik dalam memberikan materinya” “Training sangat menguasai materi yang dibawakan” “menyenangkan & produktif” “Dapat diimplementasikan ditempat kerja” “Materi sudah Pas, Handbook bagus bisa dibuat minimalis” “Sabar & baik dalam menyampaikan materi” “Materi sangat baik & sangat bermanfaat” “Cukup baik, mudah dipahami” “Materi sesuai dengan harapan saya” “Bagus sekali, menguasai materi” “Sangat baik berpengalaman & materi mudah dipahami” “Baik, penjelasannya mudah dipahami”

Peran Human Capital Dalam Membangun Budaya Pelayanan

Deskripsi Seperti kita ketahui bahwa satu-satunya sumber penghasilan perusahaan adalah pelanggan yang loyal dengan produk kita karena pelanggan sangat menentukan hidup mati perusahaan dan karyawannya. Perilaku Pelanggan itu unik dan beraneka ragam, berkuasa penuh untuk menentukan pilihan dan keputusannya  dan semua orang termasuk competitor kita berebut dan berlomba untuk memanjakannya. Sehingga membangun Budaya Pelayanan sangat besar manfaatnya bagi perusahaan. Peran dan fungsi Human Capital saat ini sangat besar dan berat tantangannya apalagi dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif.  Peran dan fungsinya saat ini antara lain adalah sebagai Business Partner, Strategic Partner, Corporate Strategy, Change Agent, Infrastructure Expert dan Employee Champion. Karena pentingnya peran dan fungsi Human Capital itulah maka ia sangat berperan didalam membangun dan menerapkan Budaya Pelayanan didalam perusahaan sehingga ia benar-benar berperan memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian Visi dan Misi perusahaan. Outline Materi Peran dan fungsi Human Capital saat ini Pengertian: Budaya Budaya Perusahaan Fungsi Budaya Perusahaan Pengertian Pelayanan Budaya Pelayanan Peran Human Capital Dalam Membangun Budaya Pelayanan: Strategic Business Partner Pro – Active Change Agent Advisor Building Spirit Team Diskusi Kelompok Presentasi Kelompok Kesimpulan Facilitator Dra. H. Umi Mahmudah Hani, Psi. Memiliki jam terbang yang begitu panjang, Umi Mahmudah Hani, saat ini adalah Managing Partner umhconsulting,  Staf Pengajar  Tamu di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Jakarta, Fakultas Teknologi Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA), Jakarta, Neuroscience and Human Development Faculty, Malaysia University, Samarahan, Kuching, Sarawak, Malaysia dan Associate Trainer Value Consult, Jakarta. Sebelumnya Umi adalah Chief Human Capital  Yayasan / Universitas Tarumanagara, salah satu Universitas Swasta terbesar dan tertua di Ibukota. Umi juga pernah sebagai HRD Director GAPURA PRIMA GROUP, sebuah Kelompok Usaha  Perusahaan Publik yang bergerak dalam Bidang  Property, HRD Director SENTOSA GROUP, sebuah Perusahaan  Ritel yang mengoperasikan The Body Shop, PS, M 2, KemChicks Gourmet Supermarket, AUSSINO, Green Spa dan Centro  Lifestyle Department Store selama hampir lima tahun. Selain itu, Umi juga pernah menangani pembinaan SDM di berbagai line of  business GAJAH TUNGGAL GROUP  termasuk PT. Mitra Adiperkasa,Tbk  (MAP) pemegang lebih dari  40 Merk Internasional antara lain Starbucks, Marks & Spencer, Nine  West, NEXT, The Athlete Foots, Sogo  Department Store dan lain-lain.  Diawal karirnya Umi berkontribusi  dan berkarya di bidang SDM selama hampir  10 tahun   di   BIMANTARA GROUP  yang mengoperasikan antara  lain  RCTI,  Automotive  (Mercedes,   Ford,   Hyunday),   Chandra Asri,   Media   Indonesia,  IAT (Indonesia Air Transport),  UGB  (Usaha Gedung Bimantara),  Property,  Hotel  &  Tourism   di   Jakarta, Bali dan  lain-lain.

Penyelesaian Perselisihan Dalam Industrial Relation

Hubungan industrial yang harmonis dan kondusif adalah dampaan setiap perusahaan.  Namun perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja bisa saja menimbulkan perselisihan. Adanya perselisihan hubungan industrial akan mengganggu jalannya roda usaha yang harus segera dicari jalan keluarnya yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak.

Pelatihan Pensiun Tetap Bahagia

Deskripsi Karena cepat atau lambat, karyawan yang mulai bekerja di satu perusahaan, pada waktunya akan sampai pada masa pensiun. Tentu  ada perubahan suasana dan kondisi mental karyawan – saat masih berada di lingkungan pekerjaan – dibandingkan dengan setelah mereka pensiun. Perusahaan yang baik perlu ikut memikirkan proses persiapan mental karyawan dalam melalui proses tersebut: melalui  pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi masa pensiun, sehingga rasa khawatir dalam menghadapi situasi yang tidak menentu dapat diminimalisasi. Tentunya juga akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat karena peduli dengan masa depan kehidupan karyawannya saat pensiun kelak. Sayangnya banyak program pensiun yang dibuat TANPA mempertimbangkan minat dan bakat karyawan. Akibatnya banyak yang awalnya memiliki tabungan pensiun, namun akhirnya terkuras habis. Misalnya tipe S sangat tidak cocok untuk berbisnis yang agresif. Kalaupun dipaksa, mereka cocoknya berbisnis menggunakan franchise. Salah memilih program pensiun mengakibatkan karyawan malah tambah menderita… Program kami telah digunakan oleh banyak pensiunan sehingga telah teruji. Buat masa tua buat apa coba-coba… Tujuan Pelatihan Mencerahkan calon pensiun bahwa kesuksesan teraih bila pilihan aktivitas sesuai dengan bakat. Menaikkan motivasi karyawan (mulai umur 45 tahun) karena diperhatikan oleh perusahaan Mengenal 4 jenis sumber pemasukan Mampu  membedakan untungnya franchise atau buka usaha sendiri Mampu memilih partner bisnis yang tepat dan ”jendral pelaksana” sebagai tangan kanan berbisnis Memahami kiat berinvestasi, dari yang paling beresiko sampai yang paling aman dengan football model Outline Materi Paradigma baru menjelang masa pensiun : dari ‘hard work’ menjadi ‘smart work’ 4 Kuadran  Kiyosaki Potensi diri dan sumber daya yang ada untuk aktivitas saat pensiun. Mengenal potensi diri melalui  kepribadian DISC . Kegiatan apa yang cocok dengan pribadi saya ? Pilihan Business Quadrant : General Entreprise Tendency Test: untuk mengukur kesiapan anda berbisnis Bagaimana jika anda tidak mempunyai bakat entrepreneur ? Tools untuk membuat bisnis ( Business Plan ) Macam macam franchise (mini market, lab photo, restoran), mana yang menguntungkan dan mana yang paling merugikan Bagaimana mengontrol bisnis franchise : Auto Pilot Business Investment Quadrant : Finance, Reksa dana (mutual fund), dan pasar saham . Pengetahuan finance: benarkah MENABUNG PANGKAL KAYA ?   Gunakan : Football Model dan teknik bermain saham vs Reksa Dana Bagaimana menjadi dosen / guru dan dihargai lebih tinggi ? Bagaimana menjadikan Hobby menjadi penghasilan tambahan dengan menggunakan Internet dan bekerja dari rumah. Kiat pembuatan website yang praktis Cara masuk ke organisasi elite seperti: Rotary Club dan berbakti kepada sesama Penerapan Bisnis online (Contoh Bisnis onlinen akan di sesuaikan dengan peserta) Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Pelatihan Pra Purnabhakti

Deskripsi Pada saat ini pengaruh globalisasi terhadap eksistensi negara-negara di dunia bisnis semakin besar. Hal ini ditandai dengan munculnya pengaruh krisis ekonomi dan keuangan dunia yang dimulai di Amerika yang akhirnya melanda seluruh dunia. Kita semua memahami bahwa pengaruh krisis yang terjadi belum sepenuhnya dapat diatasi baik pada tingkat negara maupun perusahaan. Pada kenyataannya pengaruh krisis terhadap negara hanya dapat diatasi dengan adanya sumber daya manusia yang kuat yang mampu mengelola pekerjaan dengan baik termasuk mempersiapkan dirinya memasuki masa pensiun. Masa pensiun adalah masa di mana tantangan baru muncul yang berbeda dengan tantangan yang dihadapi pada saat seorang pegawai masih aktif dalam pekerjaan. Masa pension diwarnai dengan munculnya masalah seperti kecemasan, stress yang disebabkan karena hilangnya pekerjaan dan teman yang selama ini menjadi bagian dalam hidup seorang pegawai. Hal ini mengakibatkan munculnya rasa rendah diri yang disebabkan oleh post power syndrome yang bisa terjadi pada pejabat maupun pegawai biasa. Untuk dapat berhasil dengan baik di masa pensiun seorang pensiunan memerlukan perubahan cara berpikir, sikap dan perilaku di dalam menghadapi tantangan yang ada. Tentu saja hal ini memerlukan persiapan yang matang agar pensiunan tersebut dapat menikmati masa pensiunnya dengan bahagia. Tujuan Pelatihan Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang program-program pensiunan Memberikan solusi mengenai strategi, kebijakan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan masalah-masalah pensiunan. Metode Pelatihan Ceramah Diskusi Games Tugas Individual dan Kelompok Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.

Training Payroll Administration System

Training Payroll Administration System ini salah satu tujuannya adalah agar Kita paham mengenai upah dan tunjangan. Termasuk didalamnya komponen-komponen perhitungan seperti : golongan, masa kerja, jabatan, jam kerja, pinjaman, tunjangan-tunjangan, jamsostek dan pajak penghasilan (PPh pasal 21). Deskripsi Proses perhitungan di atas apabila dilakukan secara manual akan terasa lambat dan menjemukan, sehingga memberikan peluang human error yang tinggi. Dalam era teknologi informasi ini sistem penggajian dituntut untuk bisa menghasilkan laporan dengan cepat, tepat dan akurat. Semua itu akan dipelajari dalam pelatihan Payroll System Administration. Sasaran Pelatihan Melalui Pelatihan Sistem Administrasi Penggajian ini diharapkan: Mengetahui & Resolusi, metode dan sistem kompensasi. (Payroll System) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan upah.  (Payroll System) Mengetahui pedoman penetapan tingkat upah. (Payroll System) Mengetahui & menghargai penggunaan struktur dan skala upah. (Payroll System) Mengetahui & menghargai komponen penerima (upah), tunjangan dan iuran wajib. (Payroll System) Mengetahui & mempertimbangkan cara menghitung jumlah gaji. (Payroll System) Mengetahui & mengevaluasi cara menghitung upah lembur. (Payroll System) Mengetahui & memahami cara menghitung pajak (Pph Pasal 21) untuk karyawan tetap.(Payroll System) Mengetahui & memahami konsep Sistem Administrasi Penggajian, mengatur dan menggambarkan prosesnya. (Payroll System) Mengetahui & mempelajari penggunaan dari perangkat lunak Sistem Administrasi Penggajian (Payroll System) Melakukan proses studi studio berdasarkan departemen masing-masing. (Payroll System) Target Peserta Pelatihan Sistem Administrasi Penggajian ini ditujukan untuk para: Staf atau Pemimpin yang berkepentingan terhadap proses pembuatan atau menerima hasil dari Sistem Administrasi Penggajian.(Payroll System) Metode Pelatihan Pelatihan Sistem Administrasi Penggajian dilaksanakan dengan metode: 25% Teori, 75% Praktek dan presentasi pelatihan Dinamis dan interaktif Outline Materi Materi Pelatihan Sistem Administrasi Penggajian yang akan disajikan adalah Definisi kompensasi Metode – metode kompensasi Sistem kompensasi Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan upah. Pedoman penetapan tingkat upah. Struktur dan skala upah Komponen Berbayar, tunjangan dan iuran wajib. Menghitung jumlah gaji. Menghitung upah lembur. Menghitung pajak terjemahan (Pph Pasal 21) untuk karyawan tetap. Gambaran umum proses – proses dari Sistem Administrasi Penggajian. Tahapan – tahapan penggunaan aplikasi Sistem Administrasi Penggajian. (Payroll System) Studi kasus. (Payroll System) Pelatihan evaluasi. (Payroll System) Durasi 2   Hari: 08.30 s / d 16.30 WIB Facilitator Erawan Supriatna, S. Kom Praktisi & pelatih yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun menjadi instruktur / pelatih di beberapa lembaga pelatihan swasta, lembaga pemerintah / swasta di Jakarta, mulai tahun 1992 – 2003, antara lain di PT. Asiana IMI Industries, Tbk., PT. COMBIPHAR, di PT. LG Philips Display Devices Indonesia, PT. LG Electronics Indonesia, PT. LG Innotek Indonesia dan PT. Harita Prima Abadi Mineral (Perusahaan Tambang). Pernah disetujui sebagai Manajer Pelatihan & Pengembangan di perusahaan swasta dan perusahaan jasa konsultan. Jabatan terakhir adalah sebagai Direktur Pelatihan & Pengembangan di perusahaan swasta Pelatihan dan konsultasi TI. Sekarang beliau menjadi Trainer dan konsultan di beberapa perusahaan penyedia pelatihan dan konsultasi. Dia termasuk dalam tim konsultan manajemen kearsipan dan pengembangan perangkat lunak EFIDMS (EDMS Baru). Aktif dalam proyek-proyek pelatihan dan konsultasi serta pengembangan dan implementasi Sistem Pengarsipan dan Manajemen Dokumen Elektronik, baik di pemerintahan, swasta, organisasi perbankan dan asuransi. Selain tema pelatihan tersebut di atas, ia juga memberikan pelatihan IT sebagai berikut: IT Infastructure Library (ITIL v3.1), Presentasi Luar Biasa untuk Presentasi Powerfull dengan PowerPoint 2010, Implementasi Praktik Terbaik Word 2007 untuk Bisnis, Proses Otomasi Luar Biasa dengan Aplikasi Visual Basic Excel2007, Implementasi Sistem Pengarsipan & Manajemen Dokumen Elektronik, Implementasi Akuntansi Keuangan Sistem Informasi, Implementasi Sistem Informasi Administrasi Penggajian, Menguasai Excel 2007 Di Luar Untuk Otomatisasi Pemrosesan Data, Analisis Data yang Kuat dan Laporan Ringkasan Dasbor dengan Excel2007, Pengembangan Aplikasi RDBMS dengan Access 2007, Objek Kontrol untuk TI (COBIT v.4.1), Mengelola Informasi Investasi Teknologi. Selain itu juga dia adalah pelatihan dengan metode pengajaran kuantum, pembelajaran kuantum, pemetaan pikiran dan NLP di bagian pengembangan sumber daya manusia (Pelatihan & Pengembangan SDM) selama lebih dari 7 tahun. Dengan perpaduan metode pelatihan seperti, pelatihan seberat apa pun selalu dibawakan secara ringan, jelas dan tuntas. Diharapkan proses pelatihan berjalan dengan menyenangkan dan mencapai tujuan yang diinginkan oleh peserta pelatihan.

Organizational Culture Profile

Deskripsi Keputusan tindakan strategis yang telah memperhitungkan tantangan perubahan lingkungan,  harus ditetapkan oleh pimpinan puncak guna meningkatkan nilai tambah organisasi, misalnya  peningkatan tujuan dan sasaran  untuk kesejahteraan dengan mengalokasikan dan memanfaatkan sumberdaya organisasi serta dievaluasi proses pengelolaan strategisnya sehingga organisasi semakin efektif dan kinerjanya meningkat. Dari hasil penelitian, 74% organisasi mengalami kegagalan disebabkan  karena tidak memperhatikan faktor budaya seperti nilai – nilai inti organisasi, yang merupakan perekat dan sumber kekuatan penting yang diyakini serta dianut secara luas sesuai dengan tantangan perubahan lingkungan. Setelah ditelaah dan diamati, umumnya proses perubahan, terlebih perubahan budaya tidak mudah dilakukan kecuali jika kegiatan memetakan PBO (Profil Budaya Organisasi) tersedia fasilitasnya sebagai acuan vital kepentingan manajemen puncak dalam menggerakkan mengendalikan arah perubahan dan sekaligus mewarnai rencana strategis organisasi. Hasil pemetaan PBO dapat diperoleh hanya dalam waktu singkat. Jika dibandingkan dengan Standard Industrial Codes seperti organisasi Fortune 500 yang dikenal sebagai organisasi/ perusahaan kelas dunia, tentunya akan memudahkan dalam mendiagnosis memfasilitasi proses arah perubahan budaya guna mempengaruhi peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya. Outline Materi Pengantar Budaya Organisasi Penetapan Dimensi Budaya Organisasi Profil Budaya Organisasi (PBO) Proses Budaya Organisasi Budaya, Keefektifan Organisasi dan Kinerjanya Pemetaan dan Interpretasi PBO Perancangan Proses Perubahan Budaya Organisasi Tujuan Pelatihan Diperagakannya dimensi atribut budaya organisasi dengan berbagai hubungan keterkaitannya sehingga lebih fokus, mudah terarah dalam menginterpretasikan, menggerakkan dan mengendalikan perubahan organisasional Sasaran Pelatihan Mengidentifikasi dan menginterpretasi kekuatan dan jenis budaya yang dominan, ketidakserasian budaya dan arah perubahannya, serta   fokus tindak lanjutnya guna peningkatan keefektifan organisasi dan kinerjanya. Memeragakan kesesuaian serta ketidakserasian antara profil budaya organisasi dan profil individu atau pemimpinnya. Facilitator Dra. H. Umi Mahmudah Hani, Psi. Memiliki jam terbang yang begitu panjang, Umi Mahmudah Hani, saat ini adalah Managing Partner umhconsulting,  Staf Pengajar  Tamu di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Jakarta, Fakultas Teknologi Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA), Jakarta, Neuroscience and Human Development Faculty, Malaysia University, Samarahan, Kuching, Sarawak, Malaysia dan Associate Trainer Value Consult, Jakarta. Sebelumnya Umi adalah Chief Human Capital  Yayasan / Universitas Tarumanagara, salah satu Universitas Swasta terbesar dan tertua di Ibukota. Umi juga pernah sebagai HRD Director GAPURA PRIMA GROUP, sebuah Kelompok Usaha  Perusahaan Publik yang bergerak dalam Bidang  Property, HRD Director SENTOSA GROUP, sebuah Perusahaan  Ritel yang mengoperasikan The Body Shop, PS, M 2, KemChicks Gourmet Supermarket, AUSSINO, Green Spa dan Centro  Lifestyle Department Store selama hampir lima tahun. Selain itu, Umi juga pernah menangani pembinaan SDM di berbagai line of  business GAJAH TUNGGAL GROUP  termasuk PT. Mitra Adiperkasa,Tbk  (MAP) pemegang lebih dari  40 Merk Internasional antara lain Starbucks, Marks & Spencer, Nine  West, NEXT, The Athlete Foots, Sogo  Department Store dan lain-lain.  Diawal karirnya Umi berkontribusi  dan berkarya di bidang SDM selama hampir  10 tahun   di   BIMANTARA GROUP  yang mengoperasikan antara  lain  RCTI,  Automotive  (Mercedes,   Ford,   Hyunday),   Chandra Asri,   Media   Indonesia,  IAT (Indonesia Air Transport),  UGB  (Usaha Gedung Bimantara),  Property,  Hotel  &  Tourism   di   Jakarta, Bali dan  lain-lain. Umi  juga pernah  menjadi  abdi  negara dan abdi  masyarakat di  DEPARTEMEN TRANSMIGRASI RI selama 4 tahun ketika baru menyelesaikan studinya. Sering diminta sebagai PEMBICARA / KONSULTAN di berbagai Lembaga Pemerintah / Universitas  Negeri, Swasta  dan Seminar Publik, Psikolog lulusan Universitas Gajah Mada,Yogyakarta,1983 dan Ibu 2 putra yang telah dewasa serta  Nenek 2 cucu ini juga  aktif    di   berbagai  Organisasi  Profesi  dan  Seminar Internasional di Australia, Malaysia,Taiwan, Hongkong, Macau,  Filipina,  Bahrain,  Singapore, Thailand, Mesir  dan  lainnya.  Kompetensi  utamanya  adalah Organization  Development,  HC System, Recruitment and Selection, Training and Development, Industrial Relations dan berbagai aspek di bidang Human Capital  lainnya.

Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard

Training Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard mempelajari bagaimana mengenal model pendekatan integratif dalam engelola kinerja perusahaan : corporate, division/department and individual scorecard, bagaimana mendesain peta strategi dan sasaran kinerja perusahaan dengan pendekatan empat perspektif Balanced Scorecard,  dan hal – hal lainnya terkait Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard. Deskripsi Optimizing Companys KPI with Balance Scorecard merupakan program pelatihan yang bertujuan untuk membangun sinergi antara kinerja corporate dan employee. Program ini mengenalkan sejumlah pendekatan sistematis dalam menyelaraskanmewujudkannya.  Peserta akan dituntun untuk memformulasikan Key Performance Indicator (KPI) menggunakan pendekatan balanced scorecard. Selain itu diajarkan juga cara mendesain dan merumuskan individual scorecard dengan mengacu pada corporate scorecard, sehingga bisa mensinergikan kinerja corporate dan individu.   Sasaran Latihan Setelah mengikuti Pelatihan Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Workshop ini ditujukan tidak hanya bagi mereka yang sudah menerapkan Balance Scorecard dan ingin mengoptimalkan formulasi KPI nya, tapi juga bagi perusahaan yang belum menerapkan Balance Scorecard dan ingin meningkatkan KPI nya dengan mengacu pada KPI Balance Scorecard.  Mengelola dan menselaraskan kinerja perusahaan dengan kinerja individu karyawan tak pelak lagi  merupakan salah satu elemen penting bagi kesuksesan sebuah entitas bisnis. Toh demikian, dalam kenyataannya  mengintegrasikan kinerja perusahaan dengan kinerja individu bukan merupakan proses yang mudah; dan karenanya diperlukan sejumlah pendekatan yang sistematis untuk mengelolanya. Workshop selama Dua hari ini didesain untuk memberikan pendekatan yang komprehensif dan sekaligus praktikal, tentang bagaimana langkah-demi-langkah membangun sinergi antara corporate and employee performance. Workshop juga akan menuntun peserta untuk mengidentifikasi serta memformulasikan suatu KPI (Key Performance Indicator) yang optimal, dengan menggunakan pendekatan empat perspektif Balanced Scorecard.  Di dalam workshop ini wawasan dan ketrampilan peserta akan ditingkatkan dalam hal-hal : Mengenal model Pendekatan Integratif dalam Mengelola Kinerja Perusahaan : Corporate, Division/Department and Individual Scorecard Mendesain Peta Strategi dan Sasaran Kinerja Perusahaan dengan Pendekatan Empat Perspektif Balanced Scorecard Menurunkan (cascading process) Sasaran Kinerja Perusahaan ke Level Divisi/Departemen Mendesain dan Merumuskan Individual Performance Scorecard dengan Mengacu pada Corporate and Division/Department Scorecard Memperkenalkan metode untuk Mengidentifikasi Key Performance Indicators dari Beragam Fungsi dalam Perusahaan Bagaimana cara mengintegrasikan Sasaran Kinerja Korporat dengan Sasaran Kinerja Individu Dengan intensifnya workshop diharapkan setelah pelatihan ini peserta dapat mengembangkan sendiri KPI-KPI yang optimal untuk berbagai fungsi di Perusahaan. Target Peserta Pelatihan Optimizing Companys KPIs with Balance Scorecard ini ditujukan untuk para: Workshop ini ditujukan untuk para GM/Manajer/Specialist yang berperan dalam pengelolaan kinerja korporat dan kinerja SDM. Testimoni “Materi sesuai harapan”“Cukup baik”“Trainer menguasai materi”“Komunikatif”“Sangat kooperatif”“Materi & Metode sangat menyenangkan membuat kami paham akan materi”“Excellent”“Materi sangat bagus & membantu metode pengajaran sangat rilex & mudah dipahami”“Materi ini sangat membantu saya untuk diimplemenrtasikan”“Cukup baik dan sewaktu-waktu akan kami undang ke Timor leste” Facilitator Widodo Aryanto SE., MCom Master of Commerce dari Wollongong University, Australia Telah menulis 7 buku manajemen: Jurus Jitu Jadi Karyawan Nomor 1, Panduan Praktisi PR, Change Acceleration Process, Change Agent Program, Empowering Human Capital, Amazing Story of Indonesia Power Success to Excellence dan The Indonesia Power Way Klien: Danamon, BTN, BNI, Tiga Raksa, TASPEN, Kawasan Berikat Nusantara, Pertamedika, PLN, Pembangkit Jawa Bali, UPJB, Indonesia Power, WEB, INSCO, Nindya Karya, Telkomsel, Esia, Jotun, Bahana, Sandi Negara, Pertamina, Telkomsel, Jasa Raharja dan Jasa Marga dll.

Optimis & Sukses Memasuki Masa Pensiun

Hal penting yang sering terlupakan oleh perusahaan dalam mengelola proses pensiun karyawan adalah adanya perubahan suasana dan kondisi mental karyawan dibandingkan saat masih berada di lingkungan pekerjaan dengan setelah mereka pensiun. Perusahaan yang baik perlu ikut memikirkan proses persiapan mental karyawan dalam melalui proses tersebut melalui  pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi masa pensiun, sehingga rasa khawatir dalam menghadapi situasi yang tidak menentu dapat diminimalisasi.

Method in Job Evaluation

Merumuskan jabatan secara akurat adalah salah satu unsur penting dalam pengembangan organisasi di suatu Perusahaan.  Apa makna jabatan bagi suatu perusahaan perlu ditentukan.  Apakah terkait dengan lingkup kerja, bobot kerja, kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat berkinerja secara optimal di dalam suatu jabatan, atau lainnya.  Filosofi yang ada di belakang formulasi jabatan di satu Perusahaan akan sangat menentukan format jabatan seperti apa yang akan digunakan.  Serta manfaat dan link apa yang bisa didapat dari perumusan jabatan dengan sistem2 SDM lainnya.

Merancang dan Mengontrol Kinerja Front Liners

Training Merancang dan Mengontrol Kinerja Front Liners adalah training yang akan membahas bagaimana menyusun KPI Departemen yang sealur dengan VISI, MISI dan Objectives Perusahaan, bagaimana menyusun KPI Karyawan yang sealur dengan Objectives Department, bagaimana menghitung kerugian finansial Perusahaan dari ulah karyawan pelaksana yang tidak disiplin, karyawan pelaksana yang tidak bekerja dengan benar,  bagaimana menyusun konsep kode etik / budaya kerja, budaya di tempat kerja terutama untuk karyawan Front Line. Deskripsi Diakui bahwa peran karyawan pelaksana (front Line) sangat besar terhadap Citra Perusahaan termasuk keberhasilan mencapai strategi usaha yang telah dicanangkan oleh Perusahaan. Salah satu metode untuk mengoptimalkan dan menyeleksi karyawan terbaik yang ada di Perusahaan adalah menerapkan suatu permainan atau kompetisi kinerja yang terbuka menggunakan system evaluasi kinerja yang bersifat kuantitatif. Usaha maksimal dengan anggaran yang besar dalam mengembangkan motivasi kerja dan kemampuan kerja karyawan telah dilakukan melalui berbagai bentuk dan metode training, dengan harapan tujuan perusahaan dapat tercapai dengan maksimal. Pertanyaannya adalah apakah dengan tercapainya target akhir perusahaan (dalam hal produksi atau keuntungan) telah membuktikan bahwa setiap individu karyawan pelaksana (Front Line) dapat dikatakan dapat bekerja dengan optimal? Tanpa melakukan PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN secara komprehensif, pertanyaan ini belum dapat dijawab. Target Peserta Pelatihan Merancang dan Mengontrol Kinerja Front Liners ini ditujukan untuk para: Manager, Supervisor dan Staff HRD Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Merancang dan Mengontrol Kinerja Front Liners adalah : Siapa karyawan Front Line Karyawan Front Line ada yang berhubungan langsung dengan pihak luar dan ada yang saling berhubungan antar karyawan di dalam Perusahaan. Karyawan Front Line ikut andil dalam menentukan Wajah/Citra Perusahaan. Karyawan Front Line ikut andil dalam menentukan keberhasilan usaha Perusahaan. Karyawan Front Line ikut andil dalam menentukan ketenangan kerja di Perusahaan. Bilamana ada Karyawan Front Line yang tidak disiplin, tidak menghasilkan produk dengan benar berarti Perusahaan telah mengeluarkan sejumlah nilai uang DENGAN PERCUMA yang dapat dihitung secara kuantitatif tanpa mendapat nilai balik sama sekali. Bagaimana menyusun Key Performance Indicator Departemen yang sealur dengan VISI, MISI, Objectives Perusahaan. Bagaimana menyusun Key Performance Indicator Karyawan yang sealur dengan Objectives Department diatas. Bagaimana menghitung kerugian finansial Perusahaan dari ulah karyawan pelaksana yang tidak disiplin, karyawan pelaksana yang tidak bekerja dengan benar. Menyusun konsep kode etik / budaya kerja,  budaya di tempat kerja terutama untuk karyawan Front Line. Bagaimana menyusun Manajemen Kinerja Karyawan Pelaksana yang berkesinambungan Apa bentuk komitmen yang dituntut dari seluruh jajaran manajemen Perusahaan untuk mensukseskan program ini. Bagaimana menyusun Change Management dalam menerapkan system ini. Facilitator Anwar Haliyanto, MM Anwar Haliyanto, salah satu lulusan terbaik dari Prasetya Mulya Business School dengan menyandang Magister Management, yang banyak mempelajari dan mendalami kebijakan strategis perusahaan dalam usahanya untuk terus bertumbuh melalui sumberdaya manusia yang lebih unggul, membuat Anwar banyak terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia. Anwar Haliyanto juga alumni Henley University London dibidang management keuangan Perusahaan Kesehatan dan Farmasi, Anwar Haliyanto juga sudah menyelesaikan International Management Program dalam Diabetes Disease Management di Darmstad Germany, Woman’s Health Care Seoul dan Fresenius Advance Nutrition Course Hong Kong. Posisi terakhir nya sebagai Direktur Marketing di salah satu perusahaan Multinasional memberikan banyak pengalaman dalam menyususn strategy maupun implementasi dalam mencapai target perusahaan, ditambah lagi pengalaman di lapangan sebagai Sales Manager, Produk Manager dan Marketing Manager, membuat Anwar Haliyanto mampu berkomunikasi kepada semua lapisan di dalam perusahaan. Marketing Reasearch adalah salah satu bidang yang selalu menjadi fokus perhatiannya semanjak di posisi Manajer sampai menduduki jajaran direksi karena hal ini merupakan kunci sukses strategy perusahaan Sejak TH 2010 Anwar Haliyanto, MM memutuskan untuk memulai karirnya sebagai Independent Coach dan Trainer, dengan banyak memberikan pelatihan Marketing, Sales Manegement dan Product Development.

Menyusun Struktur Gaji Kompensasi (berbasis Pay for Performance)

Latar Belakang Persaingan semakin menghebat. Karyawan juga sering keluar masuk. Alasannya klasik: karena gajinya kurang memuaskan. Padahal, sebentar lagi perusahaan Indonesia akan memasuki era AEC (Asean Economic Community), dimana pesaing akan datang dari luar. Disamping itu juga akan terjadi pembajakan talent  SDM. Siapkah anda menghadapainya? Bagaimana meningkatkan kinerja pegawai ?  Gunakan Performance Appraisal yang  bisa digunakan untuk penentuan gaji dan insentif, mengurangi “like and dislike” ,  juga untuk pembentukan kultur kerja berbasis value organisasi. Bagaimana struktur penggajian yang mampu mempertahankan talenta terbaik? Bagaimana struktur penggajian agar perusahaan anda bisa Autopilot? Wajib diikuti HRD. Patut “diintip” oleh pemilik bisnis , agar Value Pendiri dapat diteruskan ke generasi berikut. Materi AEC dan tantangannya di Human Development Index Komponen Kompensasi umum Komponen Kompensasi Eksekutif  sampai COMP5 Mengintip rata-rata kompensasi diperusahaan lain Tingkat turnover karyawan di Indonesia Prosentasi bonus dari Net Profit perusahaan Kiat implementasi Pay for Performance KPI berbasis Core Values dan Performance Studi kasus: Astra – Garuda – IBM – Triputra Target Peserta Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik dan mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif dan cepat Metode Pelatihan 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan selalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif dan studi kasus. Pelatihan juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga diberikan konsultasi gratis setelah workshop (via video call). Metoda kami sangat praktis dan tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Testimonial Peserta Yang Pernah Ikut To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Menentukan BONUS dengan Performance Appraisal

Deskripsi Bagaimana menentukan BONUS? Bagaimana agar BONUS bisa meningkatkan kinerja pegawai ? Setiap pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya haruslah memiliki kejelasan akan sasaran umum perusahaan, sasarana divisi, serta sasaran tim kerja, sehingga termotivasi untuk mencapainya. Selanjutnya, perkembangan pencapaian pun perlu dinilai hasilnya secara berkala. Dengan melakukan goal setting dan performance appraisal (penilaian karya), dapat diketahui ketepatan atau ketidaktepatan seorang karyawan pada posisi yang dipegangnya saat ini, membantu menentukan rencana atau prediksi ke depan, serta manfaat lain. Gunakan Performance Appraisal yang efektif, sehingga bisa digunakan untuk penentuan insentif, mengurangi “like and dislike” , juga untuk pembentukan kultur kerja berbasis value organisasi. Wajib diikuti HRD. Patut “diintip” oleh pemilik dan bisnis , agar Value Pendiri dapat diteruskan ke generasi berikut. Di pembekalan ini peserta akan dibekali ketrampilan praktis – cepat – banyak prakteknya, agar pulang langsung bisa diaplikasikan Tujuan Pelatihan Bagaimana mengukur kinerja karyawan: Karakter – Kemauan – Kompetensi Mengukur karkater dan kemauan dari Core Values Organisasi Mengartikulasikan Value dari Founding Father Memetakan Value ke Behavior Mengukur kompetensi dengan KPI Syarat pembuatan KPI KPI tradisional VS KPI Balanced Scorecard Menurunkan KPI dari Job Desc Menyusun KPI behavior berbasis Value Menyusun KPI tangible DO dan DON’T dalam penyusunan KPI Contoh Contoh KPI berbasis Pay for Performance Peserta Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin meningkatkan produktifitas kerja Para Leader, Manager, dan Supervisor yang ingin bekerja dengan system bisnis yang baik dan mengarah ke AutoPilot  Management System Siapa saja yang ingin mengembangkan diri dengan belajar topic yang aplikatif dan cepat Metode Pelatihan 20% teori dan 80% praktek. Pelatihan selalu berlangsung dalam suasana partisipatif, interaktif dan studi kasus. Pelatihan juga bersifat private (peserta dibatasi agar lebih mendalam). Juga diberikan konsultasi gratis setelah workshop (via video call). Metoda kami sangat praktis dan tidak bertele-tele. Buat apa ikut yang mahal 2 hari namun hasilnya sama. Waktu: 8.30 – 16.30  atau hari lain (bisa dibuat kelas khusus jika jumlah peserta sudah mencapai kuota minimal). Testimonial Peserta Yang Pernah Ikut To the point dan tidak bertele-tele. Langsung dapat intisarinya… Penyampainya  tidak membosankan. Saya yang biasanya suka tidur, kali ini tetap semangat sampai jam terakhir Banyak contoh dan simulasi sehingga mudah diaplikasikan di tempat kerja Sering ada diskusi kelompok, sehingga saya dapat langsung pakai dan juga dapat teman baru. Trainernya berwawasan luas dan berpengalaman. Saya bisa Tanya banyak hal. Lebih Value for Money. Dapat lebih banyak dengan harga lebih terjangkau Wow…puas. Banyak hal baru yang saya dapat. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Membuat Perjanjian Kerja Yang Tepat Berdasarkan SKKNI MSDM KepMenakertrans 307/ 2014

Training Membuat Perjanjian Kerja Yang Tepat Berdasarkan SKKNI MSDM KepMenakertrans 307/ 2014 memepelajari mengenai  PKWT untuk pekerjaan yang sekali selesai atau sementara sifatnya, PKWT untuk pekerjaan musiman, PKWT untuk pekerjaan produk baru,bagaimana membuat perjanjian kerja untuk harian lepas dan hal lainnya seputar perjanjian kerja yang tepat berdasarkan SKKNI MSDM KepMenakertrans 307/ 2014. Deskripsi Perjanjian Kerja (PK) merupakan hal yang sangat penting dalam suatu Hubungan Kerja antara Perusahaan dengan pekerja / buruh karena memuat segala konsekuensi yang menjadi hak dan kewajiban kedua belah pihak.   PK tidak hanya harus memenuhi syarat syah kontrak namun lebih dari itu pemilihanya jenis dan bentuknya harus juga sesuai dengan kebutuhuan perusahaan dalam rangka memastikan organiasi tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan daya saing serta mengantisipasi kemungkinan yang dapat terkaji dan berpotensi menimbulan permasalan di kemudian hari. Sehubungan dengan hal tersebut dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 serta peraturan pelaksanaannya yang antara lain dituangkan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja telah diatur tentang : Rambu-rambu hukum yang harus dipahami dan dipatuhi semua pihak yang terkait dengan hubungan kerja; Ditetapkannya tiga jenis Perjanjian Kerja yaitu : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Perjanjian Kerja Waktu Tak Tertentu (PKWTT), Perjanjian Kerja Pemborongan. Karena Perjanjian kerja merupakan dasar hukum bagi masing-masing pihak bila terjadi perselisihan di kemudian hari maka penyusunan perjanjian kerja yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku merupakan hal yang sangat penting dan strategis. Mengapa SKKNI? Persaingan ketat dalam dunia bisnis, khususnya menyambut penerapan era MEA 2015, menuntut tenaga kerja yang berdaya saing tinggi. Siapkah Anda sebagai praktisi SDM bersaing dengan praktisi SDM dari negeri tetangga seperti Malaysia, Thailand & Filipina? Modal utama dalam menghadapi MEA adalah produk-produk buatan Indonesia yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tenaga kerja yang memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” kata Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri, seusai membuka acara Seminar di Jakarta Rabu (18/3/2015). Standar kompetensi bidang manajemen SDM, yang diharapkan dapat menjadi acuan standar dalam pengembangan kualitas dan kapasitas pelaksana dan penanggung jawab manajemen SDM, sudah resmi diluncurkan dengan disahkannya Permenakertrans No. 307 Tahun 2014. Paket regulasi yang akan mewajibkan para pelaksana dan penanggung jawab manajemen SDM memiliki sertifikasi SKKNI. Dalam workshop ini peserta dipandu oleh fasilitator berpengalaman sebagai praktisi SDM serta konsultan sekaligus asesor kompetensi MSDM yang dikeluarkan oleh BNSP. Disamping itu workshop ini akan menggunakan pendekatan aplikatif yang menekankan pengembangan ketrampilan para peserta selain tentunya pengetahuan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan ketrampilan tersebut. Setelah mengikuti workshop ini para perserta diharapkan mendapatkan pemahaman yang baik sekaligus kemampuan dalam menyusun perjanjian kerja. Materi Pengantar Tantangan perusahaan : daya saing dan produktifitas dan penentutuan proses bisnis yang sesuai dengan kelompok pekerjaan : Tetap vs Tdk Tetap – Core vs Non-Core Sekilas SKKNI MSDM dan pentinganya sertifikasi professional bagi praktisi HR Perjanjian Kerja dalam Tatanan Hukum Perdata (KUH Perdata) dan Hukum Ketenagakerjaan (UU 13/2003) Pengertian Perjanjian Kerja, Hubungan Kerja, PKWT, PKWTT Anatomi Perjanjian dan Perjanjian Kerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWT ) Rambu-rambu PKWT Bentuk PKWT, Masa Percobaan, Syarat-syarat Kerja, Berakhirnya PKWT, Ganti Rugi, Syarat pekerjaan PKWT, Jangka Waktu/ Perpanjangan/ Pembaharuan PKWT, Syarat Perpanjangan/ Pembaharuan PKWT, Berubahnya PKWT menjadi PKWTT Jenis-jenis PKWT a. PKWT untuk Pekerjaan yang Sekali Selesai atau Sementara Sifatnya b. PKWT untuk Pekerjaan Musiman c. PKWT Untuk Pekerjaan Produk Baru d. Perjanjian Kerja untuk Harian Lepas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ( PKWTT ) Masa Percobaan dalam PKWTT Pengangkatan Syarat-syarat Kerja yang Berlaku Merancang / Menyusun Perjajian Kerja Hal-hal yang perlu diperhatikan : Asas-asas Hukum Perjanjian Pola Umum Perjanjian Unsur-unsur Perjanjian Penyusunan Redaksional Perjanjian Bea Meterai Perjanjian Menyusun Pasal-pasal Perjanjian Kerja : Pasal-pasal yang Diwajibkan Undang-undang Pasal-pasal yang Melengkapi Pasal-pasal Khusus Diskusi / Kesimpulan / Penutup / Studi kasus Bonus : Soft copy perjanjian-perjanjian kerja (PKWT, PKWTT, Outsourcing, Magang, dsb) Facilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan.  Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama.  Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll

Pelatihan Membangun Corporate Culture

Pelatihan Membangun Corporate Culture adalah training yang akan membahas mengenai pengertian Budaya Kerja, membentuk Tim Corporate Culture/Kajian Dokumen/Diskusi,memetakan visi, misi, strategi, nilai-nilai dan perilaku utama perusahaan. Merumuskan nilai-nilai Budaya Kerja, pencapaian konsensus bersama, penyusunan Corporate Culture, merumuskan strategi dan desain Program Sosialisasi Corporate Culture. Deskripsi Seperti kita ketahui bahwa perusahaan yang mempunyai performa Budaya Kerja tinggi, rata-rata memunculkan beberapa keunggulan yaitu memperoleh pertumbuhan revenue hingga 4 X lipat, mampu memperlihatkan pertumbuhan karyawannya hingga 8 X lipat, pertumbuhan harga saham 11 X lipat  pertumbuhan pendapatan perusahaan hingga 750 X lipat. Sehingga membangunBudaya Kerja sangat besar manfaatnya bagi suatu organisasi. Corporate Culture dibuat berdasarkan nilai-nilai yang diyakini benar oleh segenap anggota perusahaan, selaras dengan Visi dan Misi perusahaan tersebut. Fungsi Corporate Culture antara lain adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota untuk mencapai tujuan perusahaan berupa ketentuan dan atau nilai-nilai yang harus diterapkan , dilakukan oleh para anggota perusahaan.  Manfaat Corporate Culture bagi perusahaan antara lain adalah dapat menciptakan  SDM yang memiliki integritas, pengetahuan, keahlian/ketrampilan maupun sikap, perilaku,  moral yang baik sehingga mampu mendorong tercapainya Visi dan Misi. Sedangkan bagi karyawan,ini  akan menjadi acuan/pedoman berperilaku dalam melaksanakan tugas, wewenang , tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu berperan memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian Visi dan Misi perusahaan. Sasaran Pelatihan Peserta akan memahami bagaimana langkah-langkah Membangun Corpore Culture di suatu perusahaan Outline Materi Pengertian Corporate Culture Membentuk Tim Corporate Culture/Kajian Dokumen/Diskusi Memetakan visi, misi, strategi, nilai-nilai dan perilaku utama perusahaan Penggalian nilai-nilai dan perilaku utama perusahaan Wawancara Top Manajemen/Group, merangkum hasil wawancara, Focus Group Discussion. Merangkum hasil kajian untuk disampaikan kepada Manajemen Merumuskan nilai-nilai Corporate Culture Pencapaian konsensus bersama Penyusunan Corporate Culture Merumuskan strategi dan desain Program Sosialisasi Corporate Culture Pengembangan mekanisme monitoring dan evaluasi Diskusi Kelompok Presentasi Kelompok Kesimpulan Facilitator Dra. H. Umi Mahmudah Hani, Psi. Memiliki jam terbang yang begitu panjang, Umi Mahmudah Hani, saat ini adalah Managing Partner umhconsulting,  Staf Pengajar  Tamu di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta, Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Jakarta, Fakultas Teknologi Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA), Jakarta, Neuroscience and Human Development Faculty, Malaysia University, Samarahan, Kuching, Sarawak, Malaysia dan Associate Trainer Value Consult, Jakarta. Sebelumnya Umi adalah Chief Human Capital  Yayasan / Universitas Tarumanagara, salah satu Universitas Swasta terbesar dan tertua di Ibukota. Umi juga pernah sebagai HRD Director GAPURA PRIMA GROUP, sebuah Kelompok Usaha  Perusahaan Publik yang bergerak dalam Bidang  Property, HRD Director SENTOSA GROUP, sebuah Perusahaan  Ritel yang mengoperasikan The Body Shop, PS, M 2, KemChicks Gourmet Supermarket, AUSSINO, Green Spa dan Centro  Lifestyle Department Store selama hampir lima tahun. Selain itu, Umi juga pernah menangani pembinaan SDM di berbagai line of  business GAJAH TUNGGAL GROUP  termasuk PT. Mitra Adiperkasa,Tbk  (MAP) pemegang lebih dari  40 Merk Internasional antara lain Starbucks, Marks & Spencer, Nine  West, NEXT, The Athlete Foots, Sogo  Department Store dan lain-lain.  Diawal karirnya Umi berkontribusi  dan berkarya di bidang SDM selama hampir  10 tahun   di   BIMANTARA GROUP  yang mengoperasikan antara  lain  RCTI,  Automotive  (Mercedes,   Ford,   Hyunday),   Chandra Asri,   Media   Indonesia,  IAT (Indonesia Air Transport),  UGB  (Usaha Gedung Bimantara),  Property,  Hotel  &  Tourism   di   Jakarta, Bali dan  lain-lain. Umi  juga pernah  menjadi  abdi  negara dan abdi  masyarakat di  DEPARTEMEN TRANSMIGRASI RI selama 4 tahun ketika baru menyelesaikan studinya. Sering diminta sebagai PEMBICARA / KONSULTAN di berbagai Lembaga Pemerintah / Universitas  Negeri, Swasta  dan Seminar Publik, Psikolog lulusan Universitas Gajah Mada,Yogyakarta,1983 dan Ibu 2 putra yang telah dewasa serta  Nenek 2 cucu ini juga  aktif    di   berbagai  Organisasi  Profesi  dan  Seminar Internasional di Australia, Malaysia,Taiwan, Hongkong, Macau,  Filipina,  Bahrain,  Singapore, Thailand, Mesir  dan  lainnya.  Kompetensi  utamanya  adalah Organization  Development,  HC System, Recruitment and Selection, Training and Development, Industrial Relations dan berbagai aspek di bidang Human Capital  lainnya.

Pelatihan Manajemen Perubahan

Pelatihan Manajemen Perubahan mempelajari mengenai bisnis di era globalisasi, mengenai manajemen perubahan, bagaimana orientasi dan pendekatan manajemen perubahan dan hal lainnya terkait Manajemen Perubahan. Deskripsi Dunia bisnis saat ini sedang dipengaruhi oleh “badai” krisis ekonomi dan keuangan.  Banyak perusahaan yang tidak dapat bertahan dalam situasi krisis tersebut sehingga terjadi moratorium perusahaan yang bersifat massal. Akibatnya pertumbuhan ekonomi negara terganggu. Hal ini juga dialami oleh Indonesia walaupun dampak yang dirasakan tidak terlalu besar seperti di Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara lainnya. Di dalam menghadapi badai krisis ini, hanya perusahaan-perusahaan yang menerapkan konsep transformasi yang akurat yang dapat bertahan dengan baik. Dan konsep tersebut dapat dikembangkan melalui metodologi transformasi yang tepat. Dalam rangka membantu proses transformasi di dalam perusahaan, kami menyelenggarakan pelatihan manajemen perubahan untuk membantu para pimpinan organisasi dan perusahaan dalam mentransformasi organisasi sesuai prinsip-prinsip best practices. Tujuan Pelatihan Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep manajemen perubahan strategik kepada peserta pelatihan Memberikan solusi dan rekomendasi pemecahan masalah yang berkaitan dengan implementasi manajemen perubahan strategik sehingga dapat membangun keunggulan kompetitif Metode Pelatihan Ceramah Diskusi Games Tugas Individual dan Kelompok Durasi 2 x 8 jam Peserta Pelatihan Untuk dapat menerapkan proses perubahan yang efektif, selayaknya yang perlu mengikuti pelatihan ini adalah para pimpinan organisasi dan perusahaan, staf yang tergabung di dalam tim manajemen perubahan. Namun demikian pelatihan ini juga dapat diikuti oleh para konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan. Outline Materi Bisnis di Era Globalisasi Manajemen Perubahan Orientasi dan Pendekatan Manajemen Perubahan Mengelola Resistensi terhadap Perubahan Strategi Perubahan Mengelola Perubahan Faktor Manusia dalam Perubahan Faktor Kunci Keberhasilan Perubahan Faktor Kegagalan Perubahan Kepemimpinan Transformasi Pengalaman Antam dalam Mengelola Perubahan Facilitator Hendra Kusnoto, SPsi, MM Hendra Kusnoto adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1984. Pada tahun 1986 ia melanjutkan studi di Fakultas Pasca Sarjana UGM jurusan Psikologi Perkembangan. Di tahunitu pula Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan Universitas Persada Indonesia “YAI’ dan mendirikan Fakultas Psikologi swasta pertama di Indonesia. Ia juga sempat menjadi dekan dan mengajar di fakultas itu pada tahun 1987 – 1989. Pada masa itu beliau termasuk dekan termuda di Indonesia. Selama mengajar, Sdr. Hendra Kusnoto mempelajari ilmu manajemen bisnis secara otodidak. Pada tahun 1989 yang bersangkutan bekerja di PT Antam. Di perusahaan ini beliau aktif dalam bidang sumber daya manusia. Pada tahun 1996 beliau studi di bidang Managementand Business Administration di Melbourne University, Australia dan beliau sempat mengikuti program magang dan bekerja di perusahaan terkemuka Australia (Broken Hill Propriety/BHP). Sekembalinya dari studi di Australia Sdr.Hendra Kusnoto menulis buku berdasarkan hasil penelitian di perusahaan-perusahaan yang ada di Australia. Buku tersebut berjudul “Praktek Manajemen Terbaik di Dunia” dan diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2001. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis dan sumber daya manusia, pada tahun 1996 Sdr. Hendra Kusnoto ditunjuk sebagai salah satu anggota tim IPO (inital public offering) untuk mempersiapkan PT Antam menjadi perusahaan publik. Sejak saat itu beliau selalu terlibat dalam tim strategis baik dalam bidang pengembangan usaha maupun sumber daya manusia. Karena hobi belajarnya tidak pernah berhenti, beliau mempelajari manajemen perubahan baik secara otodidak maupun pelatihan-pelatihan di dalam dan luar negeri. Walaupun Sdr. Hendra Kusnoto pernah studi di negeri kangguru, namun beliau merasa belum puas, sehingga pada tahun 1998 beliau belajar mengenai manajemen bisnis internasional di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta. Pada tahun 2000, berbekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manajemen bisnis, sumber daya manusia dan manajemen perubahan beliau dipercaya oleh pimpinan PT Antam Tbk untuk memimpin tim manajemen perubahan untuk memantapkan posisi PT Antam Tbk sebagai perusahaan yang mampu menjadi perusahaan kelas dunia. Untuk tujuan tersebut beliau mempelajari balanced scorecard langsung dari penciptanya, yaitu Dr. David Norton. Perannya dalam bidang manajemen perubahan tersebut turut mampu menjadikan PT Antam Tbk menjadi perusahaan terkemuka. Sejak tahun 2006 Sdr. Hendra Kusnoto bergabung dengan beberapa perusahaan konsultan yang bergerak dalam bidang manajemen strategis, manajemen perubahan, good corporate governance dan manajemen sumber daya manusia, disamping itu beliau secara pribadi juga berperan sebagai advisor yang memberikan pelatihan dan konsultasi di beberapa perusahaan baik nasional maupun asing. Perusahaan-perusahaan yang  pernah ditangani a.l. Jasa Marga, Jasa Raharja, PGN, PTPN IX, Swedish Match dan lain-lain. Untuk menjalankan tugas tersebut beliau memperoleh ijin khusus dari pimpinan perusahaan. Di PT Antam Tbk sendiri, akhir-akhir ini beliau ditunjuk sebagai advisor direksi dalam bidang good corporate governance, manajemen transformasi dan sumber daya manusia.