Human Resource Training

Training Formalities for Expatriat

Training Formalities for Expatriates salah satu tujuannya mempelajari bagaimana memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas Formalities for Expatriates, apakah Formalities for Expatriates, bagaimana prosedur pengajuan Formalities for Expatriates dan hal – jal lain terkait Formalities for Expatriates. Deskripsi Berkat pengembangan teknologi yang begitu cepat, kini manusia tinggal dalam dunia yang tanpa batas (borderless).  Apalagi dengan adanya ACFTA, Open Skies, AFTA, maka pertukaran sumber daya manusia antar negara semakin besar.  Ini memungkinkan orang Indonesia bekerja di negara lain, begitupun sebaliknya orang asing juga bisa bekerja di Indonesia sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. (Formalities for Expatriates) Dengan berlakunya UU No. 9 tahun 1992 yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi, maka setiap orang asing yang bekerja/tinggal di Indonesia harus memiliki dokumen yang dipersyaratkan. Banyak sekali liku-liku dalam pengurusan “formalities for Expatriates”, semuanya akan dibahas tuntas dalam 2 hari workshop Formalities for Expatriates. Kemahiran dan pengelolaan  dokumen yang baik, akurat, rapi dan profesional untuk para orang asing yang tinggal/bekerja di Indonesia membebaskan perusahaan dari sanksi hokum sehingga menikatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.  Selain itu para expatriates akan merasa aman dan nyaman bekerja di perusahaan anda. (Formalities for Expatriates) Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para peserta  mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam merancang semua formalities yang diperlukan untuk para expatriates.(Formalities for Expatriates) Tujuan Pelatihan Peserta memahami bagaimana merancang formalities expatriates Peserta mengetahui dasar-dasar merancang dokumen dan aplikasinya, dimulai dari meramu, menginformasikan dan melaksanakannya sesuai dengan ketentuan hukukm yang berlaku di Indonesia Outline Pelatihan Day 1 : Inti FORMALITIES EXPATRIATES Memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas FORMALITIES EXPATRIATES Apakah FORMALITIES EXPATRIATES Prosedur pengajuan FORMALITIES EXPATRIATES Koordinasi dengan Departemen/Instasi terkait Memulainya – ”Just do it” Day 2 : TOOLS and TECHNIQUES Merancang cetak biru dan proses selangkah demi selangkah Belajar dari rekan Anda – seseorang telah melakukannya Belajar sambil melakukannya – waktu untuk merefleksikan Meramu informasi Mengimplementasikannya dan atributnya Memelihara dan melakukan perbaikan berkesinambungan Mengkomunkasikan persyaratan Formalities Expatriate Penyusunan Formalities Expatriates sampai tuntas Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Facilitation Skills

Training Facilitation Skills mempelajari bagaimana mengidentifikasi teknik fasilitasi  untuk bekerja secara produktif dalam kelompok, bagaimana praktek keterampilan fasilitasi untuk memastikan keberhasilan kelompok, dan hal lainnya terkait Facilitation Skills. Deskripsi Begitu pentingnya keterampilan melakukan fasilitasi diperlukan untuk berbagai proses pengembangan kelompok.  Tidak hanya dalam kelas pelatihan juga dalam aktivitas pengembangan lainnya. Dalam pelatihan Facilitation Skills akan dikenalkan diantaranya Praktek fasilitasi yang efektif dan keterampilan proses dalam kelompok, Mengidentifikasi tahapan pengembangan tim, Bagaimana menggunakan keterampilan mendengarkan, parafrase, mengajukan pertanyaan dasar dan tindak lanjutnya, serta bagaimana membentuk kelompok dan mencapai tujuan belajar secara efisien. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Facilitation Skills ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mengidentifikasi teknik fasilitasi  untuk bekerja secara produktif dalam kelompok. Praktek keterampilan fasilitasi untuk memastikan keberhasilan kelompok. Membantu kelompok berkembang melalui tahapan yang efektif untuk mencapai tujuannya. Menggunakan teknik brainstorming, problem-solving and decision-making techniques dengan tepat. Menghadapi anggota kelompok yang memiliki karakter sulit. Mencipatakan kelompok kerja yang dinamis dan produktif. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Facilitation Skills adalah : What is Facilitation? Facilitation Skills Group dynamics and group functions Facilitation techniques Resources Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Effectiveness Design of Maintenance Organization and Administration

Latar Belakang  Perkembangan teknologi permesinan dewasa ini sangat menarik berbagai industri dan perusahaan untuk menggunakannya. Seiring dengan aplikasi teknologi tersebut belum bisa diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia bidang perawatan yang bisa memelihara agar mesin / peralatan tersebut selalu terawat dengan baik dan dalam kondisi siap pakai.

Effective Competency Design And Its Application Workshop

Effective Competency Design And Its Application Workshop  salah satu tujuannya adalah memahami konsep kompetensi, mengembangkan ketrampilan dalam merumuskan core dan generic competencies . Deskripsi Kompetensi manajemen sudah merupakan salah satu core aktivitas yang ‘mutlak’ dilakukan oleh manajemen SDM modern.  Terlepas dari belum siapnya suatu Perusahaan untuk masuk ke dalam proses manajemen kompetensi, pemahaman mengenai kompetensi2 penting yang ada di suatu Perusahaan merupakan ‘sarana’ untuk melakukan micro managed terhadap keunggulan kompetitive yang ingin dibangun Perusahaan tersebut.  Dengan demikian ia merupakan salah satu link penting antara praktis pengelolaan SDM dengan arah strategis Perusahaan.  (Competency Design) Definisi kompetensi yang tepat yang dibangun di dalam competency dictionary Perusahaan juga sangat menentukan seberapa jauh aplikasi kompetensi bisa dilakukan dalam kaitan dengan proses asesment untuk mendapatkan karyawan yang tepat dan mempromosikannya serta proses development untuk mengembangkan karyawan tersebut untuk kebutuhan saat ini ataupun di masa yang akan datang. (Competency Design) Salah satu tahap awal yang penting untuk manajemen kompetensi adalah keberhasilan Tim SDM men-desian kompetensi model-nya.  Workshop ini tidak hanya akan membawa pada proses mendesain kompetensi secara setahap demi setahap tetapi juga memberikan tools yang Anda butuhkan untuk melakukannya dan memastikan bahwa disain kompetensi yang Anda bangun sudah sesuai dengan kebutuhan, arah strategis dan ‘lingkungan’ Perusahaan. (Competency Design) Pungki Purnadi tidak saja menguasai aspek teori dari HR action ini, tetapi juga telah terlibat secara intens melakukan hal tersebut di suatu perusahaan multy national di Indoenesia, bahkan menjadi salah satu motor pengembangan manajemen kompetensi Perusahaan tersebut di lingkup regional yang dia lakukan ketika dia ditempatkan di salah satu headquarter Perusahaan tersebut di luar Indonesia. (Competency Design) Hal ini menjamin proses workshop ini akan banyak berisi sharing praktis pengalamannya dalam mengembangkan dan menerapkan kompetensi untuk beragam posisi. (Competency Design) Tujuan Pelatihan Memahami konsep kompetensi (Competency Design) Mengembangkan ketrampilan dalam merumuskan core dan generic competencies (Competency Design) Mengaplikasikan kompetensi untuk proses seleksi dan people development (Competency Design) Outline Materi Bagaimana menentukan job yang akan menjadi sample dalam mendefinisikan model kompetensi Mendefinisikan isue dan challange yang dihadapi oleh jabatan tersebut dan kontribusinya bagi pencapaian sasaran Perusahaan. Mengembangkan core dan generik kompetensi. (Competency Design) Mendefiniskan level kompetensi secara praktis. (Competency Design) Mengembangkan metode yang tepat dalam pengumpulan data. (Competency Design) Tool statistik dasar yang diperlukan untuk melakukan validasi. (Competency Design) Aplikasi penerapan kompetensi ke dalam recruitment, training, performance management & career management. (Competency Design) Metode Pelatihan Presentasi konsep dan framework, studi kasus, role play, sharing pengalaman, presentasi kelompok, dll. (Competency Design) Untuk lebih efektifnya workshop ini diharapkan partisipan membawa contoh komptensi yang ada di Perusahaan atau deskripsi dari suatu jabatan. (Competency Design) Facilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll

Diagnostic Management

Deskripsi Jika Anda merasa puas dengan manajemen organisasi Anda, atau sudah puas dengan kondisi kesehatan/kinerja sistem organisasi, SDM dan budaya, atau bahkan hanya sekedar bertahan hidup, dianjurkan tidak ikut serta dalam berbagi pengetahuan. Namun jika Anda belum tahu kondisinya atau berhasrat meraih keunggulan sejati bermasa depan cerah, harmonis dan seimbang, cobalah manfaatkan kesempatan ini. (Diagnostic Management) Dengan berbagi pengetahuan, para peserta secara otomatis akan merangsang dan menantang semua organisasi – besar atau kecil, publik atau privat, maju atau berkembang, berteknologi tinggi atau rendah, berorientasi laba atau nirlaba – untuk melakukan pilihan perubahan secara lebih terarah, terfokus, sistemik, komprehesif dan terintegrasi melalui diagnostic management. Mendiagnosis sistem organisasional atau budaya adalah seperti mendiagnosis status kesehatan anda; artinya bisa sebagian saja ataupun menyeluruh. Informasi yang diperlukan seperti potret organisasi, sistem kepemimpinan atau kompetensi dapat diperoleh dari kegiatan Diagnostic Management dengan pendekatan quick count sesuai best practice bertaraf internasional.(Diagnostic Management) Dengan kegiatan diagnostik & tindak lanjutnya, para pemimpin lebih leluasa & mudah menggerakkan pilihan perubahan peran implementasi secara utuh, guna meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi. Akibatnya para pengikut merasakan pengaruhnya sebagai pemimpin excellence berakhlak mulia, yang memiliki karisma perkasa dan bijaksana. (Diagnostic Management) Outline Materi Mengenal Diagnostic Management Proses Diagnostic Management Membangun Kerangka Perubahan Bersaing Mendiagnosis Sistem Mendiagnosis Orang/People Mendiagnosis Organisasi Mendiagnosis Budaya Tujuan Pelatihan Meningkatnya kemampuan mendiagnosis sistem organisasional, SDM/budaya sehingga diperoleh informasi/gambaran atau kinerja tentang tindakan apa yang seharusnya diprakarsai, dihentikan dan dilanjutkan guna peningkatan keunggulan kompetitif organisasi. Sasaran Pelatihan Mendapatkan konsensus & fokus tindakan perubahan yang harus segera dimulai, dihentikan atau dilanjutkan oleh agen perubahan sesuai best practice bertaraf internasional; Mudah dan efektif memaksa menggerakkan berbagai pilihan perubahan dalam menata sistem dan organisasi sesuai tantangan perubahan lingkungan; Memeragakan kesesuaian serta ketidakserasian antara profil budaya organisasi dan profil individu atau pemimpinnya. Facilitator Nevizond Chatab Beliau sebeumnya menjabat sebagai Vice President di salah satu perusahaan BUMN; dengan berbekal Certified Professional Human Resource, Certified Behavioral Analyst, Certified Baldrige Criteria for Performance Excellence dan dukungan Magister Manajemen serta Sarjana Teknik Industri, berpengalaman kerja lebih dari 28 tahun dengan jabatan yang beragam dalam sektor swasta, pegawai negeri sipil ataupun BUMN. Enam buku yang telah ditulisnya berkenaan dengan Komputer, Sistem Manajemen Mutu, Profil Budaya Organisasi dan Diagnostic Management. Dan buku terbarunya dengan judul Mengawal Pilihan Rancangan Organisasi: Organization Theory, Design, Structured Networks.

Developing Value for Your Organization (Division or Department)

Apakah tim anda (Divisi/Departemen) yang merupakan bagian dari perusahaan tidak atau kurang dihargai oleh tim (Divisi/Departemen) lain? Salah satu factor menurunnya kinerja perusahaan adalah tidak dihargainya satu atau beberapa Divisi/Departemen oleh Divisi/Departemen lainnya yang berada di dalam satu perusahaan atau tidak adanya value organisasi (Divisi/Departemen) tersebut

Developing HR Yearly Plan

Deskripsi Rencana tahunan HR, biasanya lebih banyak diisi oleh perencanaan kebutuhan tenaga kerja dan pembuatan rencana pelatihan, padahal perencanaan HR sebetulnya mencakup hal2 yang lebih luas dan strategik dari itu.  Termasuk diantaranya, pengembangan peran HR dalam people, performance and system di dalam perusahaan. (HR Yearly Plan) Training HR Yearly Plan ini bermaksud memberikan overview mengenai tahap2 yang perlu dilakukan departemen HR dalam pembuatan rencana tahunan dan lingkup perencanaan HR yang perlu dilakukan termasuk bagaimana mengoptimasikan peran HR di dalam seting organisasi yang ada. (HR Yearly Plan) Outline Materi HR Framework.(HR Yearly Plan) Metode dan proses dalam perencanaan tahunan HR.(HR Yearly Plan) SWOT analysis terhadap keberhasilan aktivitas HR activities Memaksimalkan input dalam suatu perencanaan HR: aspirasi stake holder, arah keberhasilan  Perusahaan, kondisi Perusahaan Pembuatan perencanaan strategik HR. (HR Yearly Plan) Seberapa besar peran strategik bisa dan perlu dilakukan dan apa aktivitas yang bisa dilakukan tahun depan Memastikan Rencana HR berhubungan dengan Perencanaan bisnis Organisation Development & manpower planning Succession & Replacement planning Performance Planning People Development and competency planning Industrial relation planning Pembuatan perencanaan operational HR:HR budgeting Mencari harmoni optimal antar berbagai pelaksana peran HR: line manager, HR department, BOD, outsourcing, dll.(HR Yearly Plan) Mendefinisikan kontribusi HR untuk pelaksanaan perencanaan tahunan.(HR Yearly Plan) Metode Pelatihan Presentasi konsep dan framework, studi kasus, role play, sharing pengalaman, presentasi kelompok, dll.(HR Yearly Plan) Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Training Developing Employee Scorecard

KPI catalogues dari beragam fungsi seperti SDM, Keuangan, Pemasaran, R&D, dll. Dalam melakukan cascading dari sasaran perusahaan ke sasaran-sasaran unit yang di bawahnya, dengan pendekatan Balanced Scorecard ataupun tidak, seringkali permasalahan muncul ketika sasaran unit perlu ’diseberangkan’ ke sasaran individu (employee scorecard).  Padahal justru Employee Scorecard ini lah yang biasanya menjadi core evaluation dari performance appraisal.

Develop HR Measurement Plan

Bonus: HR Backbone Map, TalentGET versi beta, T:DISC personality profiling (1-report) Dinamika organisasi yang terus berjalan, tingkat kompetisi yang semakin ketat, dan keinginan untuk mendapatkan kontribusi karyawan yang optimal merupakan tantangan bagi manajemen SDM. Hal tersebut menuntut manajemen SDM yang lebih sensitif pada aspirasi, perilaku, dan kinerja dari organisasi yang dikelolanya. Oleh karena itu, pengukuran untuk evaluasi organisasi perlu dilakukan secara berkala dengan instrument yang memadai.

Designing Powerful knowledge Management In Building Learning Organization

To know the basic of knowledge management and its practices, how to capture, share and applying in order to support company growth. Deskripsi “Deliver more, and do it with less resource” Isn’t that the productivity challenge that everyone in business is facing today?A key way to achieve this is by sharing know-how – by using and adapting what someone else has already learned. Many people know instinctively they should be doing this, but struggle to know how to get started. (Knowledge Management) The record of what we know at a single point in time, now. Our world continues to change, and we continue to learn. We look forward to hearing what you learn through the experience of reading, and most importantly applying, what follows in the Knowledge Management. (Knowledge Management) Objectives To know how to design the knowledge management blueprint this will align with company vision, mission and values.(Knowledge Management) To know the basic of knowledge management and its practices, how to capture, share and applying in order to support company growth.(Knowledge Management) To develop the participants’ knowledge management competencies which will support the learning activities planned in the company. This means to enable the participants to support management teams, in the knowledge management role. (Knowledge Management) General Information This 2-day program will be delivered in a combination between lecturer and role-plays – exercises for 16 effective teaching hours. Outline Day 1 :  ESSENCE OF KNOWLEDGE MANAGEMENT Understand and define your company needs toward KM What is Knowledge Management? The holistic model – it’s more than the sum of the parts Getting the environment right Getting started – Just do it Day 2 :TOOLS and TECHNIQUES Design the KM Blue print and step-by-step process Learning from your peers – somebody has already done it Learning whilst doing – time to reflect Learning after doing – when it’s all over Finding the right people – if only I knew who Networking & Communities of practice Leveraging what we’ve learned – capturing knowledge Implement KM and its attributes Maintain and continuous improvement of KM Moving along the KM Performance Curve Communicating the value of KM KM and Change Management KM Best Practices Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Training Designing Effective Organizations

Deskripsi Paradigma yang hanya memandang organisasi sebatas bagan organisasi, dengan dukungan teori dan konsep yang abstrak, tidak praktis, terkesan birokratis, sering kontradiktif atau samar-samar seperti hubungan garis putus-putus, hubungan di “leher”, dipatahkan melalui Designing Effective Organizations ini. Dari pengalaman, seringkali muncul pertentangan antarunit kerja dan pengkotak-kotakan didalam organisasi, sedangkan koordinasi antar fungsional bisnis, seperti fungsi marketing dan produksi tidak berjalan mulus. Upaya kita sering terlambat atau tidak tepat dalam menanggapi & memenangkan persaingan bisnis. Penyebabnya mungkin karena: beban tugas semakin berat atau pengambilan keputusan sering terlambat atau; tuntutan perubahan lingkungan tidak dialirkan informasinya dan diikuti dengan tindakan segera dan sesuai, pada seluruh bagian organisasi yang relevan perannya. Outline Materi Perlunya Penelaahan Organisasional Teori & Sistem Organisasi Kemunduran Organisasi Hirarki Sistem Organisasional & Struktur Organisasi Penggerak Kecocokan Rancangan Organisasi Prinsip Rancangan Organisasi Framework Rancangan Organisasi Model Organisasi Fondasi Design Organisasi yang efektif Tujuan Pelatihan Diperolehnya skema atau pilihan rancangan organisasi yang sesuai dan efektif dalam upaya peningkatan kinerja dan keunggulan daya saingnya. Manfaat Pelatihan Mendapatkan fokus sistem peran organisasional yang menggambarkan suatu kombinasi mendasar, yang berbeda tujuan, tanggung jawab, sistem/pola hubungan, dan akuntabilitasnya pada setiap unit organisasi. Mendapatkan pilihan rancangan struktural organisasi berdasarkan pergerakan dari tinggi rendahnya efisiensi dan koordinasi dalam implementasinya. Facilitator Nevizond Chatab Beliau sebeumnya menjabat sebagai Vice President di salah satu perusahaan BUMN; dengan berbekal Certified Professional Human Resource, Certified Behavioral Analyst, Certified Baldrige Criteria for Performance Excellence dan dukungan Magister Manajemen serta Sarjana Teknik Industri, berpengalaman kerja lebih dari 28 tahun dengan jabatan yang beragam dalam sektor swasta, pegawai negeri sipil ataupun BUMN. Enam buku yang telah ditulisnya berkenaan dengan Komputer, Sistem Manajemen Mutu, Profil Budaya Organisasi dan Diagnostic Management. Dan buku terbarunya dengan judul Mengawal Pilihan Rancangan Organisasi: Organization Theory, Design, Structured Networks.

Designing & Evaluating Employee Satisfaction Survey

Designing & Evaluating Employee Satisfaction Survey salah satu tujuan nya adalah bagaimana kita dapat memahami Teknik Pengukuran Kualitatif: Focus Group Discussion, Suggestion System. Deskripsi Sebagai aset terpenting perusahaan, karyawan perlu dikelola dengan benar. Perusahaan yang bertujuan meraih keuntungan dan terus bertumbuh dalam jangka panjang memerlukan motivasi, produktifitas, dan loyalitas yang tinggi dari para karyawannya, agar para karyawan mampu menunjukkan performa seperti yang diharapkan. Untuk memastikan tingkat kinerja optimal tersebut, Perusahaan perlu selalu memonitor tingkat kepuasan kerja karyawan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu input penyusunan kebijakan Perusahaan. Outline Materi Memahami konsep-konsep Employee Satisfaction dan hubungannya dengan Organization behavior, Communication within organization, Employee Motivation & Performance dan Loyalti (Employee Turn Over) Mengetahui teknik-teknik mendesign pengukuran Employee Satisfaction dan kegunaannya sehingga peserta dapat melakukan sendiri pengukuran Employee Satisfaction. Teknik-teknik yang akan dipelajari: Teknik Pengukuran Kualitatif: Focus Group Discussion, Suggestion System. Teknik Pengukuran Kuantitatif: Metode Sampling, Metode Pengumpulan data, Pembuatan kuesioner, Validasi Data, Metode Analisis Data dan Pelaporan. Membuat program implementasi dan aktifitas perbaikan, melalui: Breakdown analysis per fungsi/departemen dalam perusahaan Penentuan sasaran (goal) perbaikan Penyusunan aktifitas perbaikan per fungsi yang terkait Measurement of Planned Actions Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Design & Implement HR Audit

Tujuan Pelatihan Dapat lebih meng-optimalkan fungsi-fungsi di dalam organisasi, seperti reward & benefit, training & development, human resources planning dsb. Agar HR dapat lebih berperan di dalam organisasinya sebagai strategic partner. Outline Materi 1.   Pemahaman tentang arti HR Audit – Reward & benefit Audit –> Bagaimana me-retain dan memotivasi the best performer dalam organisasi. – Training & development Audit –>Mengukur dan memprbaiki keefektifan training & development dalam oragnisasi. – Employee motivation Audit –> Mengukur dan memperbaiki cara memotivasi karyawan, agar karyawan dapat di-retain dan mempunyai komitmen terhadap organisasi. – Payroll Audit –> Memastikan bahwa sistem payroll dapat berjalan tepat waktu dan akurat. – HR planning Audit –> Dapat memberikan estimasi yang tepat untuk kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan resources. – Performance management Audit –> Bagaimana me-manage performance employee secara continue dalam organisasi. – Leadership skills Audit –> Mengukur keefektifan dari semua leader pada setiap level dalam organisasi. – HR function Audit –> Menganalisa dan mengevaluasi peran HR serta kontribusinya dalam organisasi. 2.   Langkah – langkah pelaksanaan HR Audit – Meng-evaluasi kondisi organisasi yang akan di-Audit. – Siapa saja anggota team pelaksana Audit. – Waktu untuk pelaksanaan Audit. – Penetapan tehnik & tools untuk Audit. 3.   Tehnik dan alat untuk HR Audit – Data gathering –>Survey, interview, dan questionnaire. – Data analysis –>Self-assessment data. – Data comparison –>Melakukan benchmarking data ke company lain yang mempunyai core business sama. 4.   Evaluasi Hasil Audit – Bagaimana menggunakan hasil dari Audit untuk pengembangan  Action Plan dalam organisasi, yang melibatkan employee. – Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan Audit berikutnya. Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Dasar Pertimbangan Flexi Working

Latar Belakang Perkembangan perkotaan saat ini ditandai dengan berbagai kemacetan lalu lintas dimana – mana.  Sementara pembangunan infrastruktur penunjang belum proporsional dengan jasa pelayanan yang dibutuhkan, maka jutaan pekerja khususnya di kota besar, setiap pagi mengalami tekanan mental/ stress. Di satu sisi harus datang kerja tepat waktu, di sisi lain kemacetan dan sarana transportasi belum memadai.

Training Comprehensive Industrial Relation

Training Comprehensive Industrial Relation adalah training yang akan membahas mengenaih hubungan Industrial di Indonesia, penyelesaian perselisihan, hubungan industrial di luar pengadilan, pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI, dan mengenai tata cara penyelesaian bipartit,tata cara penyelesaian mediasidan juga bagaimana cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial di pengadilan meminimalisir konflik menjelang PHK. Deskripsi Hubungan industrial yang harmonis dan kondusif adalah dampaan setiap perusahaan. Namun perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja bisa saja menimbulkan perselisihan. Adanya perselisihan hubungan industrial akan mengganggu jalannya roda usaha yang harus segera dicari jalan keluarnya yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak. Bagaimana kiat-kiat menyelesaikan perselisihan dalam hubungan industrial dalam dunia usaha? Apakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan atau di dalam pengadilan? Apa yang dikatakan UU NO. 13/2003 dan UU NO. 2/2004? Outline Materi Hari I: Hubungan Industrial di Indonesia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Luar Pengadilan Pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI Hari II: Tata Cara Penyelesaian Bipartit Tata Cara Penyelesaian Mediasi Tata Cara Penyelesaian Konsiliasi Tata Cara Penyelesaian Arbitrase Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Meminimalisir Konflik Menjelang PHK Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Training Comprehensive HRIS (Human Resources Information System)

Training Comprehensive HRIS (Human Resources Information System) mempelajari bagaimana memahami dan mendefinisikan kebutuhan HRIS, apakah HRIS, model holistic HRIS, bagaimana mengkomunikasikan nilai HRIS, bagaimana penerapan HRIS yang terbaik dan hal – hal lainnya terkait HRIS. Deskripsi Salah satu peran HR yang sangat penting adalah menjadi “Administrative Expert” yang terampil mengelola semua data sumber daya manusia dengan baik dan mampu menyajikannya kepada manajemen saat itu juga (on real time basis) serta memungkinkan B2E (Business to Employee), sehingga setiap karyawan mengakses data pribadinya seperti:  data pribadi, absensi, cuti, karir, gaji, penilaian karya dll. Kemahiran pengelolaan data sumber daya manusia secara akurat, rapi dan tepat waktu ini meningkatkan efisiensi kerja dan memungkinkan para pemangku jabatan HR, sehingga bisa lebih memusatkan pikirannya bagi pengembangan manusia dan menjadi “Strategic Partner”. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para peserta  mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam merancang HRIS dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai HRIS Project Manager. Tujuan Pelatihan Peserta mengetahui bagaimana merancang cetak biru ”HRIS” yang disesuaikan dengan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan. Peserta mengetahui dasar-dasar merancang HRIS dan aplikasinya, dimulai dari meramu, menginformasikan dan melaksanakannya sesuai dengan pertumbuhan perusahaan Outline Materi Day 1 : Inti HRIS Memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas HRIS Apakah HRIS Model Holistic HRIS Mengkondisikan lingkungan yang tepat Memulainya – ”Just do it” Day 2:  TOOLS and TECHNIQUES Merancang cetak biru dan proses selangkah demi selangkah Belajar dari rekan Anda – seseorang telah melakukannya Belajar sambil melakukannya – waktu untuk merefleksikan Meramu informasi Mengimplementasikannya dan atributnya Memelihara dan melakukan perbaikan berkesinambungan Mengkomunkasikan nilai HRIS HRIS dan Change Management Penerapan HRIS yang terbaik Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Pelatihan Comprehensive Compensation & Benefit Course

Pelatihan Comprehensive Compensation & Benefit Course bertujuan agar Kita memahami bagaimana sistematika serta langkah-langkah menuju ke penyusunan penggajian, bagaimana menganalisa dan evaluasi jabatan, mengenai job grading sebagai piranti dalam penyusunan struktur penggajian, bagaimana pentingnya menetapkan mid point, dan hal – hal lain terkait Compensation & Benefit Course. Deskripsi Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course Perusahaan tidak dapat begitu saja menetapkan besaran gaji (upah) karyawannya, harus ada ukuran dan metoda yang mampu menggambarkan prinsip penggajian yang dirasa adil, serta konsisten dalam pelaksanaannya. Struktur penggajian sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat jabatan ( manajerial, non manajerial ), kompetensi, kinerja yang dihasilkan serta regulasi  harus diikuti disamping kemampuan perusahaan untuk melaksanakannya.  Perlu adanya kebijakan dan struktur mampu mengakomodasikan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut diatas. Agar penggajian cukup menarik minat calon karyawan  dan mampu mempertahankan karyawan  berprestasi, selain memperhatikan regulasi yang berlaku serta kemampuan perusahaan, perlu juga memperhatikan kompetensi, pengalaman, posisi yang dijabat oleh karyawan yang bersangkutan, serta kinerja yang dihasilkan oleh karyawan yang bersangkutan, konsep ini lebih dikenal dengan konsep  3P, yaitu Pay for People, Pay for Position dan Pay for Performance. Bagi mereka yang mengelola bidang Sumber Daya Manusia mutlak diperlukan landasan pemahaman dan sistematika proses penyusunan penggajian serta bagaimana pula cara membenahi struktur / susunan penggajian yang masih dirasakan tidak memenuhi prinsip-prinsip penggajian (pengupahan) yang adil, sederhana, tertib dalam pengadministrasian, melindungi sumber daya perusahaan, akuntabel dll. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course ini, para peserta diharapkan : Mengetahui dan memahami sistematika penyusunan struktur penggajian mulai dari Job Analysis, Job Evaluation, Job Grading sampai dengan penyusunan struktur penggajian. Memahami pentingnya Job Description dalam penyusunan struktur penggajian Mengetahui pengaruh Performance Appraisal dalam kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Mengetahui serta memahami perbedaan antara posisi manajerial dan non manajerial Mengetahui serta memahami non functional management yang minimal harus dikuasai dalam posisinya sebagai seorang manager. Outline Materi Materi dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Sistematika serta langkah-langkah menuju ke penyusunan Penggajian Mengenal Analisa dan Evaluasi Jabatan Job Grading sebagai piranti dalam penyusunan Struktur Penggajian Pentingnya menetapkan Mid Point Compa Ratio sebagai alat bantu dalam menjaga keseimbangan penggajian Latihan-latihan praktis untuk lebih memahami sistematika diatas Peserta Peserta yang di harapkan ikut dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Para pimpinan perusahaan, HRD Manager, para manager yang menangani masalah penggajian Siapa saja yang berminat untuk menambah wawasan tentang teknik penggajian Metode Pelatihan Metode dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta, untuk memudahkan dalam pelatihan, diharapkan peserta membawa laptop . Persyaratan Training Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course ” Peserta diwajibkan membawa Laptop“ Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja dan industri lainnya.

Compliance Management

Compliance Management Training  salah satu tujuannya adalah menemukan informasi dari satu atau lebih sumber untuk mendeteksi atau terdapatnya penyimpangan secara logika. (Compliance Management) Kepatuhan berarti sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan, pada tingkat organisasi, hal ini dapat dicapai melalui proses manajemen yang mengidentifikasi persyaratan yang berlaku (misalnya undang-undang, peraturan, kontrak, strategi dan kebijakan), menilai keadaan kepatuhan, menilai risiko dan potensi biaya akibat ketidakpatuhan sehingga memprioritaskan tindakan tindakan korektif yang dianggap perlu. (Compliance Management)

Competency Based Performance Appraisal System

Deskripsi Penilaian kinerja yang didasarkan pada pencapaian sasaran individu/kelompok serta mempertimbangkan kompetensi dari setiap individu/kelompok yang dinilai, merupakan salah satu cara penilaian yang dianggap mampu mengurangi unsur subyektivitas dari penilaian, sehingga lebih dapat diterima serta dipahami oleh anak buah yang dinilai. (Competency Based Performance Appraisal) Penilaian kinerja yang berbasis pada kompetensi selain merupakan salah satu tanggung jawab utama seorang atasan untuk menilai anak-buahnya, juga merupakan suatu elemen penting dalam HR System yang harus dilaksanakan dalam kaitannya dengan Career Development/Succession Planning, Reward Management maupun People Development. (Competency Based Performance Appraisal) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan (Competency Based Performance Appraisal) peserta diharapkan akan tahu serta lebih memahami: Cara menetapkan kriteria penilaian kinerja individu/kelompok serta menetapkan cara penilaian kinerja anak buahnya secara lebih obyektif, sehingga hasil penilaian dapat diterima oleh anak buah. (Competency Based Performance Appraisal) Cara meng konversikan PA system yang tidak berbasis kompetensi ke Competency Based PA System. (Competency Based Performance Appraisal) Outline Pelatihan Pengertian mengenai kompetensi Kompetensi vs. Kinerja Individual dan Kinerja Group Kompetensi vs. Sasaran dan Strategi Perusahaan serta Struktur Organisasi Job Description dan penetapan Standar Kompetensi Performance Management dan Goal Setting Penetapan kriteria penilaian kinerja ( Performance Appraisal criterias ) serta cara penilaiannya. Tahap-tahap konversi penilaian PA non kompetensi ke berbasis kompetensi Pelaksanaan dan kesulitan yang dihadapi dalam penilaian kinerja Tindak lanjut setelah pelaksanaan penilaian kinerja Peserta Para professional HR yang bertugas mengembangkan Performance Management, khususnya PA system. (Competency Based Performance Appraisal) Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Change Management

Training Change Management  mempelajari apa pengertian perubahan organisasi, apa saja yang harus dikelola dalam manajemen prubahan, apa saja faktor-faktor yang menentang perubahan, dan bagaimana mengelola perubahan oganisasi. Deskripsi Change Management adalah pendekatan pengelolaan transisi individu, tim, dan organisasi dari kondisi saat ini ke kondisi masa depan yang diinginkan. Change Management adalah proses organisasi yang bertujuan membantu para eksekutif untuk menerima dan merangkul perubahan dalam lingkungan bisnis mereka. Kottler mendefinisikan Change Management sebagai pemanfaatan struktur dasar dan alat untuk mengontrol setiap upaya perubahan organisasi. Tujuan Change Management adalah untuk memaksimalkan manfaat organisasi dan meminimalkan dampak perubahan pada pekerja dan menghindari gangguan yang mungkin terjadi. Contoh Perubahan Organisasi, termasuk perubahan sebagai berikut: Perubahan Misi, Perubahan Strategi, Perubahan Operasional (termasuk perubahan Struktural Organisasi), Perubahan teknologi Change Management harus dimulai dengan diagnosis sistematis atas situasi saat ini. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan akan perubahan, serta kemampuan untuk berubah. Kedua hal tersebut harus ditentukan sebagai bagian dari rencana Manajemen. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Change Management ini diharapkan: Memahami dan mendalami tujuan adanya perubahan dari manajemen. Berperan aktif dan ikut serta di dalam pelaksanaan perubahan manajemen. Mengenal faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan Menangani atau menyelesaikan perlawanan terhadap perubahan yang terjadi Merancang, Mengelola dan melaksanakan perubahan sesuai dengan goal dan harapan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Change Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta dapat membuat perencanaan pada seluruh bagian sub topic training dan mengimplementasikan serta mengatur tahapan secara sistematis dan strategis. Peserta dapat menciptakan program pengembangan sesuai dengan visi, misi dan obyektifitas perusahaan, dan memberikan panduan program dalam pelaksanaan untuk mencapai target perusahaan Peserta dapat mengantisipasi dan menyelesaikann permasalahan yang dihadapi perusahaan sebagai dampak dari perubahan Target Peserta Pelatihan Change Management ini ditujukan untuk para: Para Direktur General Manager Human Resources Department dan lainnya Senior Manager or Manager Human Resources Department dan lainnya Senior Staff/Superintendant/Supervisor Human Resources Department Metode Pelatihan Training Change Management dilaksanakan dengan metode: Tutor and discussion Study case and benchmarking Coaching and Mentoring Simulation Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Change Management adalah : Pengertian Perubahan Organisasi Apa saja yang harus dikelola dalam Manajemen Perubahan Faktor-faktor yang menentang perubahan Mengelola Perubahan Organisasi Fasilitator Team Trainer Value Consult