Human Resource Training

Training HR Based ISO 9001:2008

Deskripsi Training HR Based ISO 9001: 2008 adalah standar internasional tentang mutu. Standar ini merupakan pengembangan dari standar mutu sebelumnya. Standar mutu ini sudah seharusnya diterapkan pada perusahaan yang memiliki ambisi untuk unggul di persaingan bebas. Kedudukan Human Resources pada system manajemen mutu ISO 9001: 2008 memegang peranan yang sangat penting. Hal ini terlihat dari penjabaran yang lebih detail tentang kompetensi (competence), pelatihan (training) dan kepedulian (awareness) melalui implementasi siklus PDCA dalam seluruh aktifitasnya. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan khusus tentang kedudukan Human Resources di dalam system manajamen mutu ISO 9001: 2008. Workshop ini sangat diperlukan bukan hanya oleh perusahaan yang sedang berupaya mendapatkan dan menerapkan ISO 9001:2008, tetapi juga oleh perusahaan yang ingin membangun Sistem Pengelolaan SDM yang lebih baik. Tujuan Pelatihan Dari workshop ini peserta diharapkan: Memahami Standar ISO 9001: 2008. Memahami posisi dan peran Human Resources dalam penerapan ISO 9001: 2008. Mampu menetapkan sasaran mutu Human Resorces, menjalankan, memonitor dan mengambil tindakan preventip maupun corrctive action. Mampu Menerapkan siklus PDCA dalam seluruh aktifitas Human Resources. Outline Pelatihan ISO 9001: 2008 Introduction ISO 9001: 2008 Requirement Perbedaaan kedudukan HR dalam standard ISO 9001: 2008 terhadap versi sebelumnya. Piramida Dokumen Human Resorces dalam ISO 9001: 2008 (QAM, QP, WI, Format) Sasaran Mutu HR Siklus PDCA dalam Pencapaian Sasaran Mutu HR Corrective Action dan Preventive Action HR In ISO 9001: 2008 Requirement COMPETENCE. TRAINING AWARENESS SIMULASI Membuat Sasaran Mutu HR. Corrective Action dan Preventive Action Peserta Praktisi HR / SDM Praktisi Serikat Pekerja Praktisi Hukum Akademisi Facilitator Achmad Firdaus, SSi, MSi   Berpengalaman di industri manufacture Jepang (PT. SANYO JCI) selama 10 tahun.  Dimulai dari Supervisor QC, Asistent Manager QC hingga Manager Training. Selepas mengikuti pelatihan bidang SDM dan IT di Negara Jepang, aktip mengisi  berbagai seminar dan workshop baik untuk public maupun in house pada bidang Qulity Management, SPC, QC Circle Project, Leadership maupun SDM.  Beliau lulus dari Fisika UI dan mendapatkan gelar MSi dari Pasca Sarjana Ilmu  Manajemen FE UI Depok. Disamping sebagai pembicara, Achmad Firdaus juga seorang penulis. Buku yang  telah diterbitkan oleh penerbit Media Sukses yang berjudul ‘Cara Mudah Menjadi  Karyawan Multi Income” telah dicetak ulang untuk kedua kalinya. Beberapa  artikelnya telah dipublikasikan pada berbagai newsletter dan majalah seperti  Japan-Indonesia HRD Alumni Association, SWA, Manajemen, People & Bisnis, Human  Capital. Saat ini bergelut dengan bidang SDM pada industri asuransi.

Training How to Write Job Description

Deskripsi Penting uraian pekerjaan tidak perlu lagi dipertanyakan. Uraian pekerjaan merupakan uraian tertulis yang menunjukkan hasil kerja akhir dari setiap pemegang jabatan. Uraian pekerjaan yang ditulis dengan benar akan memberikan manfaat bagi penentuan gaji, manajemen kinerja, perencanaan kebutuhan SDM, rekrutmen dan seleksi, pelatihan, perencanaan karir, golongan dan berbagai manfaat lain. Namun, berdasarkan observasi kami, banyak perusahaan -kecil-besar, nasional bahkan multinasional- memiliki uraian pekerjaan yang ditulis dengan tidak benar, sehingga berbagai manfaat dari uraian pekerjaan tidak dapat di realisasikan Atas dasar ini, kami merancang program penulisan urain pekejaan dengan sasaran, setelah mengikutinya, peserta akan mampu menulis uraian pekerjaan sendiri. Tujuan Pelatihan Mengetahui berbagai manfaat dari uraian pekerjaan di perusahaan Dapat membedakan uraian pekerjaan yang benar dan tidak benar Mengetahui latar belakang penulisan uraian pekerjaan di organisasi Mengetahui bagaimana menurunkan uraian pekerjaan menjadi KPI Belajar langkah-demi langkah penulisan uraian pekerjaan. Peserta Manajer SDM Manajer Pelatihan dan Pengembangan Staf yang bertanggungjawab dalam penulisan uraian pekerjaan. Outline Materi Pendahuluan/latarbelakang Sasaran Pelatihan Harapan Peserta. Uraian Pekerjaan: Definisi Mengapa Uraian Pekerjaan Perlu? Prosedur Umum Penulisan Uraian Pekerjaan Siapa yang Bertanggungjawab Menulis Uraian Pekerjaan Format Uraian Pekerjaan Langkah-langkah Menulis Uraian Pekerjaan Informasi Pendahuluan Tujuan Utama Jabatan Latihan Dimensi Tanggungjawab Utama Jabatan Struktur Organisasi Latihan Hubungan  Kerja Pengambilan Keputusan Ukuran Keberhasilan Kualifikasi Mutlak Kualifikasi Ingin Latihan. Penutup (Ringkasan). Facilitator Sahala P. Sinurat, MSc Sahala P. Sinurat, MSc is the founder -with two others- of PT Samchads Consulting Indonesia. He accomplished, after getting a scholarship from Overseas Fellowship Program (World Bank), his master degree in Operations Research from University of Delaware, Newark (US) in 1990. Mr. Sinurat has a proven record of teaching, training and consulting experiences and exposure to different cultures behind him, as he held several positions at various organizations that include: Consultant and Professional Staff to Lembaga PPM Training and Development Manager for Rothmans of Pall Mall Indonesia Training and Development Manager for the British American Tobacco (BAT). Mr Sinurat has more than 8500 hours of teaching in addition to his consulting experience and years of practicing manager. His client list include PT Phillip Morris Indonesia, PT Jasa Marga, PT Pelindo II, PT DaimlerChrysler, PT Capsugel Indonesia, PT Telkom, PT Unilver Indonesia, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT BAT, PT Rothmans of Pall Mall Indonesia, PT Coca Cola Bottling Company, PT Amarta Karya, PT Surveyor Indonesia, etc.

General Affairs Officer Program

General Affairs Officer Program salah satu tujuannya memahami apa peran, tugas dan tanggung jawab GA Officer pada umumnya. Deskripsi Peran General Affairs Officer Program di Perusahaan sangat penting dan vital, karena memberikan service / layanan ke organisasi dalam kaitannya dengan kewajiban organisasi dengan pihak regulator, serta urusan internal organisasi yang bukan merupakan tugas fungsional, tetapi diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas fungsional. Tidak jarang terjadi apabila ada permasalahan / ketidak lancaran dalam pelaksanaan tugas-tugas fungsional, ataupun keterlambatan dalam penyelesaian kewajiban organisasi yang berkaitan dengan regulator, GA Officer  akan dianggap tidak menampilkan kinerja yang maksimal. Pada pelatihan ini peserta akan diajak untuk mendalami tugas dan tanggung jawab GA Officer, serta menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerjanya serta menetapkan kompetensi yang sangat diperlukan bagi seorang GA Officer. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan GA Officer peserta diharapkan akan memahami apa peran, tugas dan tanggung jawab GA Officer pada umumnya, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Outline Materi Peran General Affairs di Organisasi Ruang lingkup kegiatan General Affairs Tugas dan tanggung jawab GA Officer Hubungan Internal dan eksternal GA Officer Menetapkan faktor keberhasilan bagi GA Officer Menetapkan kompetensi yang disyaratkan bagi GA Officer Meningkatkan kinerja dan citra General Affairs Peserta Junior General Officer General Officer yang ingin meningkatkan kwalitas kinerjanya Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis yang berhubungan dengan aspek aspek penyusunan SOP. Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja dan industri lainnya.

General Affairs Management Development Program

Training General Affairs Management Development Program adalah training yang mempelajari mengenai fungsi dan peran GA  di organisasi dalam mendukung sasaran dan pelaksanaan strategi organsiasi, mengenai fungsi dan peran GA dilihat dari sisi proses dan sistem, bagaimana memahami arti layanan serta menetapkan kunci keberhasilan dari GA dalam melayani organsisasi maupun operasional fungsi lain, bagaimana mencari penyebab masalah yang sering timbul, dan hal – hal lainnya terkait GA. Deskripsi Fungsi General Affairs ( GA ) di Organisasi merupakan fungsi yang sibuk dengan tugas tugas yang kompleks karena memberikan layanan baik untuk organisasi maupun untuk mendukung operasional fungsi lain. Namun dibanyak perusahaan fungsi GA sering dianggap remeh dan kurang dihargai, kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang salah?. Apa yang harus dilakukan oleh GA sebagai fungsi dengan peran sebagai supporting function? Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan diajak bersama sama melihat lebih dalam lagi fungsi dan peran manajerial dari GA dalam mendukung sasaran dan strategi organisasi. Apa yang harus dilakukan agar fungsi GA lebih diakui perannya dalam mendukung sasaran organisasi? Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan : Memahami fungsi dan peran  manajerial GA di dalam organisasi dalam mencapai sasaran serta melaksanakan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Lebih memahami arti layanan yang diharapkan oleh organisasi ( service excellence ) dari GA. Mampu menganalisa kinerja GA serta menetapkan area yang masih memerlukan peningkatan dengan cara menganalisa masalah yang sering dihadapi General Affairs. Mampu menetapkan kompetensi standar yang harus dimiliki oleh profesional  General Affairs Outline Materi Fungsi dan peran General Affairs di organisasi dalam mendukung sasaran dan pelaksanaan strategi organsiasi Fungsi dan peran General Affairs dilihat dari sisi proses dan sistem Memahami arti layanan serta menetapkan kunci keberhasilan dari General Affairs dalam melayani organsisasi maupun operasional fungsi lain. Mencari penyebab masalah yang sering timbul dalam Penanganan kepentingan perusahaan yang berhubungan dengan masalah perijinan Penanganan berbagai Akomodasi Karyawan dan Tamu Perusahaan Penanganan Fasilitas dan Jaminan Sosial Pengelolaan fasiitas perusahaan Menetapkan area manajerial internal GA yang masih perlu ditingkatkan Menetapkan kompetensi yang diperlukan oleh profesional GA Peserta Profesional General Affairs Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja dan industri lainnya.

Training Formalities for Expatriat

Training Formalities for Expatriates salah satu tujuannya mempelajari bagaimana memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas Formalities for Expatriates, apakah Formalities for Expatriates, bagaimana prosedur pengajuan Formalities for Expatriates dan hal – jal lain terkait Formalities for Expatriates. Deskripsi Pelatihan Berkat pengembangan teknologi yang begitu cepat, kini manusia tinggal dalam dunia yang tanpa batas (borderless).  Apalagi dengan adanya ACFTA, Open Skies, AFTA, maka pertukaran sumber daya manusia antar negara semakin besar.  Ini memungkinkan orang Indonesia bekerja di negara lain, begitupun sebaliknya orang asing juga bisa bekerja di Indonesia sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan berlakunya UU No. 9 tahun 1992 yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi, maka setiap orang asing yang bekerja/tinggal di Indonesia harus memiliki dokumen yang dipersyaratkan. Banyak sekali liku-liku dalam pengurusan “formalities for Expatriates”, semuanya akan dibahas tuntas dalam 2 hari workshop Formalities for Expatriates. Kemahiran dan pengelolaan  dokumen yang baik, akurat, rapi dan profesional untuk para orang asing yang tinggal/bekerja di Indonesia membebaskan perusahaan dari sanksi hokum sehingga menikatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan.  Selain itu para expatriates akan merasa aman dan nyaman bekerja di perusahaan anda. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para peserta  mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam merancang semua formalities yang diperlukan untuk para expatriates. Tujuan Pelatihan Peserta memahami bagaimana merancang formalities expatriates Peserta mengetahui dasar-dasar merancang dokumen dan aplikasinya, dimulai dari meramu, menginformasikan dan melaksanakannya sesuai dengan ketentuan hukukm yang berlaku di Indonesia Outline Materi Day 1 : Inti Formalities Expatriates Memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas Formalities Expatriates Apakah Formalities Expatriates Prosedur pengajuan Formalities Expatriates Koordinasi dengan Departemen/Instasi terkait Memulainya – ”Just do it” Day 2 : Tools and Techniques Merancang cetak biru dan proses selangkah demi selangkah Belajar dari rekan Anda – seseorang telah melakukannya Belajar sambil melakukannya – waktu untuk merefleksikan Meramu informasi Mengimplementasikannya dan atributnya Memelihara dan melakukan perbaikan berkesinambungan Mengkomunkasikan persyaratan Formalities Expatriate Penyusunan Formalities Expatriates sampai tuntas Metode Pelatihan Pelatihan dilakukan secara interaktif dan aplikatif melalui: Presentasi materi dan pemaparan konsep Formalities for Expatriates. Diskusi dan tanya jawab terkait permasalahan di lapangan. Studi kasus dan sharing pengalaman (best practice). Simulasi penyusunan dokumen dan alur proses pengelolaan expatriates. Evaluasi pemahaman dan rencana implementasi di perusahaan. Peserta Pelatihan Pelatihan ini ditujukan bagi: HR Manager, HR Staff, dan Personnel Administration. GA Manager/Staff yang menangani expatriates. Legal & Compliance Officer. Expatriate/Immigration Coordinator. Manajer atau pihak terkait yang bertanggung jawab atas pengelolaan tenaga kerja asing. Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Facilitation Skills

Training Facilitation Skills mempelajari bagaimana mengidentifikasi teknik fasilitasi  untuk bekerja secara produktif dalam kelompok, bagaimana praktek keterampilan fasilitasi untuk memastikan keberhasilan kelompok, dan hal lainnya terkait Facilitation Skills. Deskripsi Begitu pentingnya keterampilan melakukan fasilitasi diperlukan untuk berbagai proses pengembangan kelompok.  Tidak hanya dalam kelas pelatihan juga dalam aktivitas pengembangan lainnya. Dalam pelatihan Facilitation Skills akan dikenalkan diantaranya Praktek fasilitasi yang efektif dan keterampilan proses dalam kelompok, Mengidentifikasi tahapan pengembangan tim, Bagaimana menggunakan keterampilan mendengarkan, parafrase, mengajukan pertanyaan dasar dan tindak lanjutnya, serta bagaimana membentuk kelompok dan mencapai tujuan belajar secara efisien. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Facilitation Skills ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mengidentifikasi teknik fasilitasi  untuk bekerja secara produktif dalam kelompok. Praktek keterampilan fasilitasi untuk memastikan keberhasilan kelompok. Membantu kelompok berkembang melalui tahapan yang efektif untuk mencapai tujuannya. Menggunakan teknik brainstorming, problem-solving and decision-making techniques dengan tepat. Menghadapi anggota kelompok yang memiliki karakter sulit. Mencipatakan kelompok kerja yang dinamis dan produktif. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Facilitation Skills adalah : What is Facilitation? Facilitation Skills Group dynamics and group functions Facilitation techniques Resources Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Effective Competency Design And Its Application Workshop

Effective Competency Design And Its Application Workshop  salah satu tujuannya adalah memahami konsep kompetensi, mengembangkan ketrampilan dalam merumuskan core dan generic competencies . Deskripsi Kompetensi manajemen sudah merupakan salah satu core aktivitas yang ‘mutlak’ dilakukan oleh manajemen SDM modern.  Terlepas dari belum siapnya suatu Perusahaan untuk masuk ke dalam proses manajemen kompetensi, pemahaman mengenai kompetensi2 penting yang ada di suatu Perusahaan merupakan ‘sarana’ untuk melakukan micro managed terhadap keunggulan kompetitive yang ingin dibangun Perusahaan tersebut.  Dengan demikian ia merupakan salah satu link penting antara praktis pengelolaan SDM dengan arah strategis Perusahaan.  (Competency Design) Definisi kompetensi yang tepat yang dibangun di dalam competency dictionary Perusahaan juga sangat menentukan seberapa jauh aplikasi kompetensi bisa dilakukan dalam kaitan dengan proses asesment untuk mendapatkan karyawan yang tepat dan mempromosikannya serta proses development untuk mengembangkan karyawan tersebut untuk kebutuhan saat ini ataupun di masa yang akan datang. (Competency Design) Salah satu tahap awal yang penting untuk manajemen kompetensi adalah keberhasilan Tim SDM men-desian kompetensi model-nya.  Workshop ini tidak hanya akan membawa pada proses mendesain kompetensi secara setahap demi setahap tetapi juga memberikan tools yang Anda butuhkan untuk melakukannya dan memastikan bahwa disain kompetensi yang Anda bangun sudah sesuai dengan kebutuhan, arah strategis dan ‘lingkungan’ Perusahaan. (Competency Design) Pungki Purnadi tidak saja menguasai aspek teori dari HR action ini, tetapi juga telah terlibat secara intens melakukan hal tersebut di suatu perusahaan multy national di Indoenesia, bahkan menjadi salah satu motor pengembangan manajemen kompetensi Perusahaan tersebut di lingkup regional yang dia lakukan ketika dia ditempatkan di salah satu headquarter Perusahaan tersebut di luar Indonesia. (Competency Design) Hal ini menjamin proses workshop ini akan banyak berisi sharing praktis pengalamannya dalam mengembangkan dan menerapkan kompetensi untuk beragam posisi. (Competency Design) Tujuan Pelatihan Memahami konsep kompetensi (Competency Design) Mengembangkan ketrampilan dalam merumuskan core dan generic competencies (Competency Design) Mengaplikasikan kompetensi untuk proses seleksi dan people development (Competency Design) Outline Materi Bagaimana menentukan job yang akan menjadi sample dalam mendefinisikan model kompetensi Mendefinisikan isue dan challange yang dihadapi oleh jabatan tersebut dan kontribusinya bagi pencapaian sasaran Perusahaan. Mengembangkan core dan generik kompetensi. (Competency Design) Mendefiniskan level kompetensi secara praktis. (Competency Design) Mengembangkan metode yang tepat dalam pengumpulan data. (Competency Design) Tool statistik dasar yang diperlukan untuk melakukan validasi. (Competency Design) Aplikasi penerapan kompetensi ke dalam recruitment, training, performance management & career management. (Competency Design) Metode Pelatihan Presentasi konsep dan framework, studi kasus, role play, sharing pengalaman, presentasi kelompok, dll. (Competency Design) Untuk lebih efektifnya workshop ini diharapkan partisipan membawa contoh komptensi yang ada di Perusahaan atau deskripsi dari suatu jabatan. (Competency Design) Facilitator Drs. Jack Alenzo, MM. MH Jack adalah Konsultan dan Trainer pengembangan SDM, organisasi dan kepemimpinan di beberapa lembaga yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan.  Ia memilki latar belakang pendidikan di bidang Manajemen dan Hukum Bisnis Saat ini juga sedang menempuh Pendidikan Doktoral bidang Manajemen Pendidikan. Disamping itu dia juga memperoleh sertifikasi Bisnis Management  Bidang SDM 2 Sertifikasi Six Sigma serta Master Trainer dari ILO untuk project Pengembangan Kerjasama antara Perusahaan dan Manajemen (Empoyee and  Management Cooperation).  Certofoed Professional Coach dan Executive Coach ASCTH ICF (Internal Coach Federation). Saat ini banyak memberikan training dan workshop baik kelas public maupun in-house yang berkaitan dengan pengembangan sistim manajemen sumber daya manusia, kepemimpinan, pengembangan organisasi serta konsultasi di bidang yang sama. Dengan pengalaman kurang lebih 20 tahun sebagai praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan dan organisasi di berbagai perusahaan multinasional asing seperti  Mercedez Benz Group, Alstom, Samsung, DuPont dan FMC dengan posisi terakhir sebagai Senior HR Manager / Operating Committee Member pada sebuah perusahaan MNC dari Amerika Serikat. Klien yang sudah pernah dibantu dalam pelatihan pengembangan management dan karyawan, antara lain:  Pertamina Huu Energi, Astra Oto Part, BRI Syariah, Samsung Electronics, Pertamina Retail, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Akzo Nobel, Showa Indonesia, LG Electronics, Pertamina Pusat, Panasonic  Display Devices, Mulia Group, Infomedia Nusantara, Bakrie Telecom, Wijaya Karya, Citra Turbindo, Rumah Zakat Indonesia, Bosowa Group, Berca Hardaya Perkasa,  Direktorat Pengairan DPU, Krama Yudha, Honda Astra Motor, PGN Solution, Indonesia Power, Auto 2000, Telkom Tbk Indonesia Power, Frisian Flag Indonesia, Pfizer Indonesia, PLN Pusat, Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan, dll

Diagnostic Management

Deskripsi Jika Anda merasa puas dengan manajemen organisasi Anda, atau sudah puas dengan kondisi kesehatan/kinerja sistem organisasi, SDM dan budaya, atau bahkan hanya sekedar bertahan hidup, dianjurkan tidak ikut serta dalam berbagi pengetahuan. Namun jika Anda belum tahu kondisinya atau berhasrat meraih keunggulan sejati bermasa depan cerah, harmonis dan seimbang, cobalah manfaatkan kesempatan ini. (Diagnostic Management) Dengan berbagi pengetahuan, para peserta secara otomatis akan merangsang dan menantang semua organisasi – besar atau kecil, publik atau privat, maju atau berkembang, berteknologi tinggi atau rendah, berorientasi laba atau nirlaba – untuk melakukan pilihan perubahan secara lebih terarah, terfokus, sistemik, komprehesif dan terintegrasi melalui diagnostic management. Mendiagnosis sistem organisasional atau budaya adalah seperti mendiagnosis status kesehatan anda; artinya bisa sebagian saja ataupun menyeluruh. Informasi yang diperlukan seperti potret organisasi, sistem kepemimpinan atau kompetensi dapat diperoleh dari kegiatan Diagnostic Management dengan pendekatan quick count sesuai best practice bertaraf internasional.(Diagnostic Management) Dengan kegiatan diagnostik & tindak lanjutnya, para pemimpin lebih leluasa & mudah menggerakkan pilihan perubahan peran implementasi secara utuh, guna meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi. Akibatnya para pengikut merasakan pengaruhnya sebagai pemimpin excellence berakhlak mulia, yang memiliki karisma perkasa dan bijaksana. (Diagnostic Management) Outline Materi Mengenal Diagnostic Management Proses Diagnostic Management Membangun Kerangka Perubahan Bersaing Mendiagnosis Sistem Mendiagnosis Orang/People Mendiagnosis Organisasi Mendiagnosis Budaya Tujuan Pelatihan Meningkatnya kemampuan mendiagnosis sistem organisasional, SDM/budaya sehingga diperoleh informasi/gambaran atau kinerja tentang tindakan apa yang seharusnya diprakarsai, dihentikan dan dilanjutkan guna peningkatan keunggulan kompetitif organisasi. Sasaran Pelatihan Mendapatkan konsensus & fokus tindakan perubahan yang harus segera dimulai, dihentikan atau dilanjutkan oleh agen perubahan sesuai best practice bertaraf internasional; Mudah dan efektif memaksa menggerakkan berbagai pilihan perubahan dalam menata sistem dan organisasi sesuai tantangan perubahan lingkungan; Memeragakan kesesuaian serta ketidakserasian antara profil budaya organisasi dan profil individu atau pemimpinnya. Facilitator Nevizond Chatab Beliau sebeumnya menjabat sebagai Vice President di salah satu perusahaan BUMN; dengan berbekal Certified Professional Human Resource, Certified Behavioral Analyst, Certified Baldrige Criteria for Performance Excellence dan dukungan Magister Manajemen serta Sarjana Teknik Industri, berpengalaman kerja lebih dari 28 tahun dengan jabatan yang beragam dalam sektor swasta, pegawai negeri sipil ataupun BUMN. Enam buku yang telah ditulisnya berkenaan dengan Komputer, Sistem Manajemen Mutu, Profil Budaya Organisasi dan Diagnostic Management. Dan buku terbarunya dengan judul Mengawal Pilihan Rancangan Organisasi: Organization Theory, Design, Structured Networks.

Developing Value for Your Organization (Division or Department)

Apakah tim anda (Divisi/Departemen) yang merupakan bagian dari perusahaan tidak atau kurang dihargai oleh tim (Divisi/Departemen) lain? Salah satu factor menurunnya kinerja perusahaan adalah tidak dihargainya satu atau beberapa Divisi/Departemen oleh Divisi/Departemen lainnya yang berada di dalam satu perusahaan atau tidak adanya value organisasi (Divisi/Departemen) tersebut

Developing HR Yearly Plan

Deskripsi Rencana tahunan HR, biasanya lebih banyak diisi oleh perencanaan kebutuhan tenaga kerja dan pembuatan rencana pelatihan, padahal perencanaan HR sebetulnya mencakup hal2 yang lebih luas dan strategik dari itu.  Termasuk diantaranya, pengembangan peran HR dalam people, performance and system di dalam perusahaan. (HR Yearly Plan) Training HR Yearly Plan ini bermaksud memberikan overview mengenai tahap2 yang perlu dilakukan departemen HR dalam pembuatan rencana tahunan dan lingkup perencanaan HR yang perlu dilakukan termasuk bagaimana mengoptimasikan peran HR di dalam seting organisasi yang ada. (HR Yearly Plan) Outline Materi HR Framework.(HR Yearly Plan) Metode dan proses dalam perencanaan tahunan HR.(HR Yearly Plan) SWOT analysis terhadap keberhasilan aktivitas HR activities Memaksimalkan input dalam suatu perencanaan HR: aspirasi stake holder, arah keberhasilan  Perusahaan, kondisi Perusahaan Pembuatan perencanaan strategik HR. (HR Yearly Plan) Seberapa besar peran strategik bisa dan perlu dilakukan dan apa aktivitas yang bisa dilakukan tahun depan Memastikan Rencana HR berhubungan dengan Perencanaan bisnis Organisation Development & manpower planning Succession & Replacement planning Performance Planning People Development and competency planning Industrial relation planning Pembuatan perencanaan operational HR:HR budgeting Mencari harmoni optimal antar berbagai pelaksana peran HR: line manager, HR department, BOD, outsourcing, dll.(HR Yearly Plan) Mendefinisikan kontribusi HR untuk pelaksanaan perencanaan tahunan.(HR Yearly Plan) Metode Pelatihan Presentasi konsep dan framework, studi kasus, role play, sharing pengalaman, presentasi kelompok, dll.(HR Yearly Plan) Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Training Developing Employee Scorecard

KPI catalogues dari beragam fungsi seperti SDM, Keuangan, Pemasaran, R&D, dll. Dalam melakukan cascading dari sasaran perusahaan ke sasaran-sasaran unit yang di bawahnya, dengan pendekatan Balanced Scorecard ataupun tidak, seringkali permasalahan muncul ketika sasaran unit perlu ’diseberangkan’ ke sasaran individu (employee scorecard).  Padahal justru Employee Scorecard ini lah yang biasanya menjadi core evaluation dari performance appraisal.

Develop HR Measurement Plan

Bonus: HR Backbone Map, TalentGET versi beta, T:DISC personality profiling (1-report) Dinamika organisasi yang terus berjalan, tingkat kompetisi yang semakin ketat, dan keinginan untuk mendapatkan kontribusi karyawan yang optimal merupakan tantangan bagi manajemen SDM. Hal tersebut menuntut manajemen SDM yang lebih sensitif pada aspirasi, perilaku, dan kinerja dari organisasi yang dikelolanya. Oleh karena itu, pengukuran untuk evaluasi organisasi perlu dilakukan secara berkala dengan instrument yang memadai.

Designing Powerful knowledge Management In Building Learning Organization

To know the basic of knowledge management and its practices, how to capture, share and applying in order to support company growth. Deskripsi “Deliver more, and do it with less resource” Isn’t that the productivity challenge that everyone in business is facing today?A key way to achieve this is by sharing know-how – by using and adapting what someone else has already learned. Many people know instinctively they should be doing this, but struggle to know how to get started. (Knowledge Management) The record of what we know at a single point in time, now. Our world continues to change, and we continue to learn. We look forward to hearing what you learn through the experience of reading, and most importantly applying, what follows in the Knowledge Management. (Knowledge Management) Objectives To know how to design the knowledge management blueprint this will align with company vision, mission and values.(Knowledge Management) To know the basic of knowledge management and its practices, how to capture, share and applying in order to support company growth.(Knowledge Management) To develop the participants’ knowledge management competencies which will support the learning activities planned in the company. This means to enable the participants to support management teams, in the knowledge management role. (Knowledge Management) General Information This 2-day program will be delivered in a combination between lecturer and role-plays – exercises for 16 effective teaching hours. Outline Day 1 :  ESSENCE OF KNOWLEDGE MANAGEMENT Understand and define your company needs toward KM What is Knowledge Management? The holistic model – it’s more than the sum of the parts Getting the environment right Getting started – Just do it Day 2 :TOOLS and TECHNIQUES Design the KM Blue print and step-by-step process Learning from your peers – somebody has already done it Learning whilst doing – time to reflect Learning after doing – when it’s all over Finding the right people – if only I knew who Networking & Communities of practice Leveraging what we’ve learned – capturing knowledge Implement KM and its attributes Maintain and continuous improvement of KM Moving along the KM Performance Curve Communicating the value of KM KM and Change Management KM Best Practices Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Training Designing Effective Organizations

Deskripsi Paradigma yang hanya memandang organisasi sebatas bagan organisasi, dengan dukungan teori dan konsep yang abstrak, tidak praktis, terkesan birokratis, sering kontradiktif atau samar-samar seperti hubungan garis putus-putus, hubungan di “leher”, dipatahkan melalui Designing Effective Organizations ini. Dari pengalaman, seringkali muncul pertentangan antarunit kerja dan pengkotak-kotakan didalam organisasi, sedangkan koordinasi antar fungsional bisnis, seperti fungsi marketing dan produksi tidak berjalan mulus. Upaya kita sering terlambat atau tidak tepat dalam menanggapi & memenangkan persaingan bisnis. Penyebabnya mungkin karena: beban tugas semakin berat atau pengambilan keputusan sering terlambat atau; tuntutan perubahan lingkungan tidak dialirkan informasinya dan diikuti dengan tindakan segera dan sesuai, pada seluruh bagian organisasi yang relevan perannya. Outline Materi Perlunya Penelaahan Organisasional Teori & Sistem Organisasi Kemunduran Organisasi Hirarki Sistem Organisasional & Struktur Organisasi Penggerak Kecocokan Rancangan Organisasi Prinsip Rancangan Organisasi Framework Rancangan Organisasi Model Organisasi Fondasi Design Organisasi yang efektif Tujuan Pelatihan Diperolehnya skema atau pilihan rancangan organisasi yang sesuai dan efektif dalam upaya peningkatan kinerja dan keunggulan daya saingnya. Manfaat Pelatihan Mendapatkan fokus sistem peran organisasional yang menggambarkan suatu kombinasi mendasar, yang berbeda tujuan, tanggung jawab, sistem/pola hubungan, dan akuntabilitasnya pada setiap unit organisasi. Mendapatkan pilihan rancangan struktural organisasi berdasarkan pergerakan dari tinggi rendahnya efisiensi dan koordinasi dalam implementasinya. Facilitator Nevizond Chatab Beliau sebeumnya menjabat sebagai Vice President di salah satu perusahaan BUMN; dengan berbekal Certified Professional Human Resource, Certified Behavioral Analyst, Certified Baldrige Criteria for Performance Excellence dan dukungan Magister Manajemen serta Sarjana Teknik Industri, berpengalaman kerja lebih dari 28 tahun dengan jabatan yang beragam dalam sektor swasta, pegawai negeri sipil ataupun BUMN. Enam buku yang telah ditulisnya berkenaan dengan Komputer, Sistem Manajemen Mutu, Profil Budaya Organisasi dan Diagnostic Management. Dan buku terbarunya dengan judul Mengawal Pilihan Rancangan Organisasi: Organization Theory, Design, Structured Networks.

Designing & Evaluating Employee Satisfaction Survey

Designing & Evaluating Employee Satisfaction Survey salah satu tujuan nya adalah bagaimana kita dapat memahami Teknik Pengukuran Kualitatif: Focus Group Discussion, Suggestion System. Deskripsi Sebagai aset terpenting perusahaan, karyawan perlu dikelola dengan benar. Perusahaan yang bertujuan meraih keuntungan dan terus bertumbuh dalam jangka panjang memerlukan motivasi, produktifitas, dan loyalitas yang tinggi dari para karyawannya, agar para karyawan mampu menunjukkan performa seperti yang diharapkan. Untuk memastikan tingkat kinerja optimal tersebut, Perusahaan perlu selalu memonitor tingkat kepuasan kerja karyawan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu input penyusunan kebijakan Perusahaan. Outline Materi Memahami konsep-konsep Employee Satisfaction dan hubungannya dengan Organization behavior, Communication within organization, Employee Motivation & Performance dan Loyalti (Employee Turn Over) Mengetahui teknik-teknik mendesign pengukuran Employee Satisfaction dan kegunaannya sehingga peserta dapat melakukan sendiri pengukuran Employee Satisfaction. Teknik-teknik yang akan dipelajari: Teknik Pengukuran Kualitatif: Focus Group Discussion, Suggestion System. Teknik Pengukuran Kuantitatif: Metode Sampling, Metode Pengumpulan data, Pembuatan kuesioner, Validasi Data, Metode Analisis Data dan Pelaporan. Membuat program implementasi dan aktifitas perbaikan, melalui: Breakdown analysis per fungsi/departemen dalam perusahaan Penentuan sasaran (goal) perbaikan Penyusunan aktifitas perbaikan per fungsi yang terkait Measurement of Planned Actions Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Design & Implement HR Audit

Deskripsi Pelatihan Training Design & Implement HR Audit dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang (design) serta mengimplementasikan (implement) proses HR Audit secara sistematis di dalam organisasi. Pelatihan ini membahas konsep, ruang lingkup, tahapan pelaksanaan, teknik pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil audit. Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana HR Audit dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas fungsi-fungsi Human Resources, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi, serta mendukung peran HR sebagai strategic partner dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep, tujuan, dan ruang lingkup HR Audit. Merancang (design) program HR Audit yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Mengimplementasikan (implement) proses HR Audit secara sistematis dan objektif. Mengevaluasi berbagai fungsi Human Resources, seperti reward & benefit, training & development, human resources planning, performance management, dan fungsi HR lainnya. Menggunakan teknik dan alat HR Audit untuk mengumpulkan, menganalisis, dan membandingkan data. Menyusun laporan hasil audit beserta rekomendasi action plan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM. Meningkatkan kontribusi fungsi HR sebagai strategic partner dalam mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan. Outline Materi 1.   Pemahaman tentang arti HR Audit Reward & benefit Audit –> Bagaimana me-retain dan memotivasi the best performer dalam organisasi. Training & development Audit –>Mengukur dan memprbaiki keefektifan training & development dalam oragnisasi. Employee motivation Audit –> Mengukur dan memperbaiki cara memotivasi karyawan, agar karyawan dapat di-retain dan mempunyai komitmen terhadap organisasi. Payroll Audit –> Memastikan bahwa sistem payroll dapat berjalan tepat waktu dan akurat. HR planning Audit –> Dapat memberikan estimasi yang tepat untuk kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan resources. Performance management Audit –> Bagaimana me-manage performance employee secara continue dalam organisasi. Leadership skills Audit –> Mengukur keefektifan dari semua leader pada setiap level dalam organisasi. HR function Audit –> Menganalisa dan mengevaluasi peran HR serta kontribusinya dalam organisasi. 2.   Langkah – langkah pelaksanaan HR Audit Meng-evaluasi kondisi organisasi yang akan di-Audit. Siapa saja anggota team pelaksana Audit. Waktu untuk pelaksanaan Audit. Penetapan tehnik & tools untuk Audit. 3.   Tehnik dan alat untuk HR Audit Data gathering –>Survey, interview, dan questionnaire. Data analysis –>Self-assessment data. Data comparison –>Melakukan benchmarking data ke company lain yang mempunyai core business sama. 4.   Evaluasi Hasil Audit Bagaimana menggunakan hasil dari Audit untuk pengembangan  Action Plan dalam organisasi, yang melibatkan employee. Jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan Audit berikutnya. Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui: Presentasi Diskusi Studi kasus Simulasi Latihan Sesi tanya jawab Peserta Pelatihan Pelatihan ini direkomendasikan bagi: HR Manager HR Supervisor HR Officer HR Business Partner (HRBP) Organization Development (OD) Specialist Internal Auditor Department Manager Business Owner Praktisi Human Resources Facilitator Pungki Purnadi, ST., MM., MHRM Memiliki sertifikasi HR Management dari Filipina dan telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 25 tahun. Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Training & Develoment, Head of Corporate Man Power Planing, Head of Corporate Career Development , Head of Corporate Organisation Development and Studies, HRD Manager, serta Senior Human Capital Manager .  Termasuk di dalamnya beberapa penugasan International dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini di-‘genap’-kan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai industri seperti  tobaccos, power plant, telecommunication, pulp & paper dan tourism. Pungki Purnadi juga adalah salah satu penggagas Sertifikasi Bidang SDM di universitas Atmajaya Jakarta dengan program Certified Human Resources Professional nya (CHRP).

Dasar Pertimbangan Flexi Working

Latar Belakang Perkembangan perkotaan saat ini ditandai dengan berbagai kemacetan lalu lintas dimana – mana.  Sementara pembangunan infrastruktur penunjang belum proporsional dengan jasa pelayanan yang dibutuhkan, maka jutaan pekerja khususnya di kota besar, setiap pagi mengalami tekanan mental/ stress. Di satu sisi harus datang kerja tepat waktu, di sisi lain kemacetan dan sarana transportasi belum memadai.

Training Comprehensive Industrial Relation

Training Comprehensive Industrial Relation adalah training yang akan membahas mengenaih hubungan Industrial di Indonesia, penyelesaian perselisihan, hubungan industrial di luar pengadilan, pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI, dan mengenai tata cara penyelesaian bipartit,tata cara penyelesaian mediasidan juga bagaimana cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial di pengadilan meminimalisir konflik menjelang PHK. Deskripsi Hubungan industrial yang harmonis dan kondusif adalah dampaan setiap perusahaan. Namun perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja bisa saja menimbulkan perselisihan. Adanya perselisihan hubungan industrial akan mengganggu jalannya roda usaha yang harus segera dicari jalan keluarnya yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak. Bagaimana kiat-kiat menyelesaikan perselisihan dalam hubungan industrial dalam dunia usaha? Apakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan atau di dalam pengadilan? Apa yang dikatakan UU NO. 13/2003 dan UU NO. 2/2004? Outline Materi Hari I: Hubungan Industrial di Indonesia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Luar Pengadilan Pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI Hari II: Tata Cara Penyelesaian Bipartit Tata Cara Penyelesaian Mediasi Tata Cara Penyelesaian Konsiliasi Tata Cara Penyelesaian Arbitrase Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Meminimalisir Konflik Menjelang PHK Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Training Comprehensive HRIS (Human Resources Information System)

Training Comprehensive HRIS (Human Resources Information System) mempelajari bagaimana memahami dan mendefinisikan kebutuhan HRIS, apakah HRIS, model holistic HRIS, bagaimana mengkomunikasikan nilai HRIS, bagaimana penerapan HRIS yang terbaik dan hal – hal lainnya terkait HRIS. Deskripsi Salah satu peran HR yang sangat penting adalah menjadi “Administrative Expert” yang terampil mengelola semua data sumber daya manusia dengan baik dan mampu menyajikannya kepada manajemen saat itu juga (on real time basis) serta memungkinkan B2E (Business to Employee), sehingga setiap karyawan mengakses data pribadinya seperti:  data pribadi, absensi, cuti, karir, gaji, penilaian karya dll. Kemahiran pengelolaan data sumber daya manusia secara akurat, rapi dan tepat waktu ini meningkatkan efisiensi kerja dan memungkinkan para pemangku jabatan HR, sehingga bisa lebih memusatkan pikirannya bagi pengembangan manusia dan menjadi “Strategic Partner”. Workshop ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan para peserta  mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam merancang HRIS dengan meletakan prinsip-prinsip dasar-nya dan membawa peserta lebih siap untuk menjalani posisinya sebagai HRIS Project Manager. Tujuan Pelatihan Peserta mengetahui bagaimana merancang cetak biru ”HRIS” yang disesuaikan dengan visi, misi dan nilai-nilai perusahaan. Peserta mengetahui dasar-dasar merancang HRIS dan aplikasinya, dimulai dari meramu, menginformasikan dan melaksanakannya sesuai dengan pertumbuhan perusahaan Outline Materi Day 1 : Inti HRIS Memahami dan mendefinisikan kebutuhan atas HRIS Apakah HRIS Model Holistic HRIS Mengkondisikan lingkungan yang tepat Memulainya – ”Just do it” Day 2:  TOOLS and TECHNIQUES Merancang cetak biru dan proses selangkah demi selangkah Belajar dari rekan Anda – seseorang telah melakukannya Belajar sambil melakukannya – waktu untuk merefleksikan Meramu informasi Mengimplementasikannya dan atributnya Memelihara dan melakukan perbaikan berkesinambungan Mengkomunkasikan nilai HRIS HRIS dan Change Management Penerapan HRIS yang terbaik Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.