Operation Training

Technical Report Writing

Deskripsi The major focus of this technical writing course is the technical report. The early, short assignment involving instructions or descriptions and the like give you practice using headings, lists, notices, and graphics; in handling numbers and abbreviations; and of course in producing good, clear, well-organized writing Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Technical Report Writing ini diharapkan: Review sample technical writings, correct errors and establish critical standards for technical writing Use various techniques for communicating technical information to non-technical readers Edit preliminary drafts of technical documents for clarity, economy, and emphasis Use appropriate graphic devices to enhance report readability and facilitate easy access and retrieval of information Evaluate and test readability Evaluate organization, paragraph structure, and critical format elements of technical reports to enhance easy use and retrieval of information Target Peserta Pelatihan Technical Report Writing ini ditujukan untuk para: Supervisor, Panel, Planners, Administrators or other professionals who write or edit technical reports. It will help you develop planning, engineering, research, environmental, and other technical reports Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Technical Report Writing adalah :     Understand the type of technical report you are writing     Reporting Research Findings     Simple Technical Information Report     Technical Specifications     Technical Evaluation Reports     Technical Recommendation Reports     Technical Manual and Instructions     Write down your specific aim     Keep Technical term to a minimum     Use example and illustrations     Use diagrams, flowcharts and graphs     Use good layout to draw attention to key technical information Test your document with intended readers. Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah seorang praktisi dan trainer di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Management dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan alumi ITB, ia mendirikan dan membesarkan sebuah perusahaan pemasok genset system yang sempat menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam deployment jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya itu, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang management operasi, financial dan sumber daya manusia. Saat ini ia juga aktif sebagai professional trainer di beberapa lembaga trainer dan telah berpengalaman memberikan berbagai topic training untuk perusahaan-perusahaan seperti Chevron, Total, Holcim, Star Energy, Indoenesian Power dan Viar.

Studi Kelayakan Proyek Oil & Gas

Investasi dalam proyek industry Oil dan Gas adalah salah satu kegiatan usaha pengeboran gas alam yang sangat ber- resiko dan membutuhkan investasi yang besar.  Berdasarkan statistik  ,  dari ber-ratus-ratus sumur yang digali, hanya menghasilkan  satu dari sepuluh sumur yang diharapkan akan berhasil  yang nantinya   dari satu sumur yang hasilnya baik akan menghasilkan laba yang besar .

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods salah satu tujuannya adalah bisa membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian, bisa melakukan update berkala vendor/supplier list. Deskripsi Untuk memilih vendor/supplier yang dapat diandalkan dengan produk terbaik & jasa, spesifikasi yang tepat, kualitas yang tepat, ketepatan waktu pengiriman, layanan terbaik, dan juga harga yang terbaik, maka perusahaan harus melakukan proses seleksi dan evaluasi vendor/supplier secara komprehensif diukur dengan metode yang tepat. Kelalaian dalam proses sourcing akan mengakibatkan; vendor/supplier yang tidak berkualitas & tidak profesional, produk & jasa yang bermasalah, sehingga berpotensi mengganggu proses operasional perusahaan, proses produksi, atau proyek yang sedang berlangsung. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian. Melakukan update berkala vendor/supplier list. Mengidentifikasi kandidat vendor/supplier yang qualified & capable. Mengimplementasikan metode evaluasi & inspeksi calon vendor/supplier dalam keseharian tugas. Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses seleksi vendor/supplier. Target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Strategic Land Transportation Management

Strategic Land Transportation Management – Transportasi barang dengan truk memegang peranan penting dalam manajemen rantai pasok, karena kegiatan pengiriman ke titik-titik distribusi yang telah ditetapkan memerlukan perencanaan, koordinasi, dan akurasi yang tinggi. Kesalahan manajemen transportasi barang dengan truk bisa mempengaruhi kinerja operasional perusahaan. Pengiriman yang tidak tepat waktu, salah kirim, kerusakan, kehilangan, serta pelayanan transporter yang kurang baik berpotensi menjadi faktor penyebab hilangnya peluang bisnis dan reputasi perusahaan. Kondisi tersebut di atas membuat setiap orang atau team yang menangani manajemen transportasi haruslah yang memiliki kompetensi yang memadai, terlatih, dan memiliki integritas yang tinggi terhadap tugas dan tanggungjawabnya.  Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep manajemen transportasi darat Mehamami regulasi terkait transportasi darat Memahami standar prosedur baku operasional unit transportasi Memahami proses adminstrasi dan dokumentasi berbasis teknologi Memahami metode pengelolaan unit transportasi Memahami proses analisa dan pengambilan keputusan strategik target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Purchasing

Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Purchasing adalah Pelatihan yang nantinya akan di bahas bagaimana cara melakukan perencanaan dan strategi negosiasi, memahami bagaimana  standar etika bernegosias, memahami apa  metode melakukan analisis penawaran berdasarkan hasil pencarian sumber syarat dan ketentuan yang diperoleh dan bagaimana cara mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan dan melakukan negosiasi dengan pemasok tanpa negosiasi bias dan strategi mereka. Deskripsi Kemampuan bernegosiasi merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh staf Pembelian dan pengaturan pembelian, karena keterbatasan keahlian saat melakukan negosiasi dengan Pemasok / Kontraktor / Penjual yang membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang. Oleh karena itu sangat penting membekali para profesional dengan metode dan strategi negosiasi, maka perusahaan akan memperoleh produk dan jasa yang dibutuhkan dari pemasok terpilih dengan syarat penawaran terbaik dengan; harga terbaik, kualitas terbaik, serta syarat dan ketentuan terbaik. Tujuan Pelatihan Setelah Mengikuti Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Membeli ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Melakukan perencanaan dan strategi negosiasi Memahami standar etika bernegosiasi Memahami metode melakukan analisis penawaran berdasarkan hasil pencarian sumber syarat dan ketentuan yang diperoleh Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan Melakukan negosiasi dengan pemasok tanpa negosiasi bias dan strategi mereka. Target Peserta Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Rantai Suplai / Logistik, Pengadaan / Pembelian, PPIC, Produksi, Komite Pembelian GA, Administrasi Kontrak, Perusahaan Hukum Manajer Proyek, Auditor Internal Supervisor / Manajer yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian dilaksanakan dengan metode: Presentasi kelas, diskusi, analisis studi, dan presentasi video, dengan konsep: v 20% teori berdasarkan literatur negosiasi v 40% analisa praktik terbaik dan pembandingan antar industri v 40% studi kasus nyata dan diskusi curah pendapat antara pelatih dengan peserta Outline Materi Materi Pelatihan Strategi Negosiasi Untuk Pembelian yang akan dibahas adalah: Hari 1 : 1. Ulasan Keterampilan Negosiasi 2. Batasan dan Batasan 3. Strategi Negosiasi 4. Perangkat Alat Negosiasi 5. Berbagi Diskusi dan Studi Kasus Hari 2 : 6. Analisis Sumber 7. Ketentuan Negosiasi 8. Amandemen, Pembatalan, dan Perselisihan 9. Menangani Pemasok yang Sulit 10. Simulasi Permainan Peran dan Ulasan Penutup Testimoni “Sangat baik & bermanfaat” “Baik” “Sangat baik” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Store, Warehouse & Distribution Management

Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen distribusi, khususnya dalam kaitan dengan warehouse dan store.  Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari gudang & distribusi serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi.

Statistical Analysis of Laboratory Data

Statistical Analysis of Laboratory Data Training salah satu tujuannya adalah agar peserta dapat mengerti konsep – konsep statistik untuk data analisis & pelaporannya. Deskripsi Ilmu Statistik sangat penting untuk melakukan interpretasi data analisis di Laboratorium. Pemakaian metode statistik yang tidak benar akan berakibat pada pengambilan kesimpulan yang tidak tepat. Hal ini sangat berbahaya bila kesimpulan itu harus diterapkan dalam pemecahan masalah di proses produksi atau pusat pelayanan Pemerintah & Swasta. (Statistical Analysis) Ilmu Statistik sangat berhubungan erat dengan ilmu Matematika khususnya Aljabar. Ilmu ini sebenarnya tidak sulit namun perlu kemauan yang kuat untuk mau mempelajarinya. Bila kita sudah banyak mengetahui tentang pelaksanaan analisis di Laboratorium, semestinya tidak ada kesulitan dalam mengaplikasikan ilmu Statistik dalam kesehariannya.(Statistical Analysis) Selesai training ini diharapkan peserta mengerti konsep – konsep statistik untuk data analisis & pelaporannya. Peserta dapat melakukan interpretasi & presentasi dalam literatur teknis berhubungan dengan data – data analisis. Dengan demikian maka kesimpulan yang diambil bisa lebih mencerminkan kejadian yang ada dalam proses produksi atau kejadian yang sebenarnya di lapangan. (Statistical Analysis) Metode Pelatihan Training Statistical Analysis of Laboratory Data dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan adalah ceramah (60%) & diskusi (40%) Outline Materi Pelatihan Statistical Analysis of Laboratory Data akan memfokuskan pada 6 materi yang penting yaitu : Terminologi Statistik Dasar termasuk statistik dasar : peserta akan memiliki pengetahuan tentang ilmu statistik dasar untuk komunikasi yang efektif & mengerti data analisis Quality Assurance : peserta akan memahami bagaimana melakukan quality control & quality assessment dengan benar terhadap data analisis Data Quality : peserta akan mampu melakukan pengukuran ketidakpastian (uncertainty), menghitung level deteksi & mengecek kebenaran analisis Method Development & Evaluation : peserta akan bisa melakukan validasi metode & collaborative testing Expression of Result : peserta akan memahami bagaimana cara melaporkan hasil analisis dengan benar Statistik untuk Correlation Test : peserta akan mengerti pembuatan  perhitungan statistik untuk uji korelasi sampel antar Laboratorium     Materi training lain yang akan di bahas topik Statistical Analysis of Laboratory Data adalah : Pendahuluan : Scope & Application of Methods, Statistik & Glossary (Statistical Analysis) Quality Assurance : Quality Control & Quality Assessment (Statistical Analysis) Data Quality : Pengukuran Ketidakpastian (Uncertainty), Limit Deteksi, Data Quality Objectives, pengecekan kebenaran analisis (Statistical Analysis) Method Development & Evaluation : Metode Validasi, Collaborative Testing . (Statistical Analysis) Expression of Results : Satuan (Units), Significant Figures  Uji Korelasi Sampel Antar Laboratorium : t – Test, Z – Test, special case for gas analysis. (Statistical Analysis) Testimoni “Materi sesuai harapan & sangat bermanfaat untuk pekerjaan saya” “Trainernya baik & berpengalaman” “Sangat bagus dalam penyampaian materi mudah dipahami karena disertai dengan contoh” Fasilitator Alief Bakhtiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia.

SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012

Deskripsi Perusahan perkebunan kelapa sawit dan pabrik Kelapa sawit, ditutut harus menerapkan dan bersertifikat RSPO dan ISPO. Salah satu persyaratan RSPO dan ISPO adalah harus ada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah upaya untuk menerapkan praktek manajerial yang sesuai dengan tuntutan tersebut adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)-berdasarkan OHSS 18001 dan PP 50 2012 . Upaya awal untuk dapat menerapkan standar tersbut dengan benar dan baik adalah dengan memahami persyaratan persyaratan melalui pelatihan pemahaman. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya SMK3  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Memahami persyaratan persyaratan SMK3 OHSAS 18001& PP 50 2012 Memahami metoda identifikasi dan Penilaian resiko Sasaran Pelatihan Dari  Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah : Peserta  memahami SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Peserta memahami metoda identifikasi dan penilaian resiko bahaya k3 Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 adalah : No Judul Materi Silabus 1 Pemahaman Dasar Manajemen K3 –     Kebutuhan  K3-     Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) –     Lingkup  K3 –     Tujuan K3 –     Penyebab Kecelakaan Dan sakit/Penyakit –     Pengertian Bahaya dan Risiko –     Pengendalian bahaya dan Risiko –     Manfaat  K3 bagi perusahaan –     Pentingnya Peduli Dan Paham K3 2 Penerapan  Persyaratan persyaratan SMK3    OHSAS 18001& PP 50 2012 –     Sejarah OHSAS-     Lingkup OHSAS –     Pengertian SMK3 OHSAS 18001 –     Pengertian Penerapan    per elemen/persyaratan SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 –     Contoh penerapan 3 Identifikasi, Penilaian  resiko dan Pengendalian Risiko  (Hazard Identification, Risk Asessment and Determination  Control-HIRADC) –     Lingkup dan Obyek Identifikasi K3-     Metoda Identifikasi bahaya K3 –     Metoda penilaian resiko Bahaya K3 –     Metoda Pengendalian Resiko –     Workshop/Simulasi/studi kasus 4 Sistem Dokumentasi Sistem Manajemen  K3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 Pengertian dokumentasi Pendekatan hirarki dokumentasi Persyaratan sistem dokumentasi Format Dan bentuk sistem dokumentasi Tahapan Dan metoda penyusunan dan penerapan  sistem dokumentasi Contoh contoh sistem dokumentasi 5 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait SMK3 OHSAS 18001 & & PP 50 2012 Pengelolaan bahaya Fisik Pengelolaan bahaya Kimia Pengelolaa Bahaya Biologi Pengelolaan Bahay Ergonomi Peraturan terkait pelayanan Kesehatan Pengelolaan bahan B3 dan Limbah B3, dan pencegahan cemaran thdp lingkungan serta terkait tata cara prosedur perizinan limbah B3 Pengelolaan limbah 6 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Tahapan Perancangan Metoda Perancangan Tahapan Penerapan Metoda Penerapan Hambatan  Hambatan Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 7 Test Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan   peserta terhadap OHSAS 18001 dan PP 50 2012 memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur beberapa kesenjangan pengetahuan peserta, dimana dapat menjadi bahan pembahasan  selama pelatihan Diberikan soal berupa 10 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) 8 Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penyerapan) terhadap materi pelatihan OHSAS 18001 & PP 50 2012  yang telah disampaikan  dan  tingkat efektivitas hasil pelatihan Diberikan soal berupa 20 soal, terdiri dari soal memilih (multiple Choice) dan soal essay (jawaban terbuka) Metode Pelatihan Training SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 dilaksanakan dengan metode: Penyampaian materi Diskusi Contoh Penerapan Workshop/simulasi Agenda SMK3 for Sawit Base On OHSAS 18001 dan PP N0 50 2012 Pelatihan dilakukan selama 2 (dua) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut : Waktu Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan & Test awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar Manajemen K3 09.00 – 10.00 Dasar Dasar Manajemen K3 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Pengertian OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Kebijakan & Perencanaan 11.00 – 12.00 Pengertian OHSAS 18001 Dan PP 50 2012 Elemen Perencanaan 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Identifikasi  Bahaya, Penilaian  Resiko dan Pengendalian Resiko (HIRADC) 14.00 – 15.00 Workshop  studi kasus HIRADC 15.00 – 15.15 Istirahat 15.00 – 16.30 Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait SMK3 OHSAS 18001 & PP 50 2012 Hari kedua 08.15 – 08.30 review materi hari pertama 08.30 – 09.00 Pengertian OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 09.00 – 10.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15. – 11.00 Sistem Dokumentasi Sistem Manajemen  K3 OHSAS 18001& PP 50 2012 11.00 – 12.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Penerapan 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Pemeriksaan    Dan Tinjauan Manajemen 14.00 – 15.00 Pengertian  OHSAS 18001 & PP 50 2012 Elemen Pemeriksaan    Dan Tinjauan Manajemen 15.00 – 15.15 Istirahat 15.15 – 16.00 Tahapan dan Metoda Perancangan dan Penerapan SMK3 OHSAS 18001  & PP 50 2012 16.00 – 16.30 Test Akhir/Post Test Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang  Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai trainer dan konsultan telah   menangani berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, sebanyak lebih dari 80   perusahaan/Lembaga.  Perusahaan yang sudah ditangani sebagai trainer sebanyak lebih dari 80 perusahaan. Sebagai Konsultan sudah menangani  70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki  jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit   atas nama Lembaga Sertifikasi  BMTRADA,  Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland International, Smartwood Rain Forest Alliance, BSI Management System (Verificator SOP RSPO).  Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International,dan  PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan International South Pole Carbon Asset Management AG Swizerland , dalam proyek Crabon Trade REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan diantaranya : PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya  Nusantara (Pam Oil and CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Palm Oil and CPO), PT

Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging

Deskripsi Sistem pengendalian kualitas di percetakan  sangat di perlukan bagi  kalangan  percetakan, baik dari level  Tim Leader, Supervisor, Manager, atau pemilik percetakan.  Hal ini berkaitan  dengan situasi  dunia  bisnis  saat ini  yang  penuh  dengan  kompetisi.   Dimana   persaingan  percetakan  semakin keras,  sehingga   sasaran percetakan   adalah  menjaga  agar   pelanggan tetap bertahan  (retensi)  dan  diharapkan  dapat  melakukan  akuisisi   pelanggan  baru.   Sehingga  memenangkan kepuasan hati pelanggan  melalui  produk cetak yang berkualitas  merupakan kunci  untuk memenangkan persaingan. Tujuan umum  dari  workshop ini adalah memberikan pegangan  bagi manajemen  atau pemilik  percetakan  dalam menyusun  strategi  dan implementasi  system kualitas   di  masing-masing percetakan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pandangan kualitas  secara umum Konsep kualitas  yang ideal di percetakan Persyaratan  yang di butuhkan Langkah-langkah menyusun system kendali kualitas di percetakan Memahami  lingkar kendali kualitas (quality circle) Memahami proses  sampling  untuk quality control Proses komunikasi  keluhan  dengan pelanggan Metode Pelatihan Training Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging dilaksanakan dengan metode: Metode yang digunakan: ceramah, diskusi, role playing, presentasi  tim. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Sistem Pengendalian Kualitas Produk Paper Packaging adalah : Kualitas secara umum (definisi, scope, sasaran) Kualitas    di percetakan Penyusunan   Quality Matrix Penyusunan  Critical to Quality Kontrol proses  (incoming qc,  in process, outgoing qc) Quality circle Complaint Handling QC sampling Facilitator SB Rahardjo Telah memiliki banyak pengalaman sebagai Mentor  di  bidang  percetakan,  berpengalaman  hampir  20 tahun di industry percetakan  dan  paper packaging,   pernah menempati posisi senior  di  manajemen  percetakan.  Saat  ini menjadi  pengajar  dari  beberapa  workshop  yang berkaitan  dengan pengendalian kualitas,  manajemen percetakan,  dan  manajemen  operasi. SB Rahardjo  berlatar  belakang pendidikan  Teknik Industri    dan    kandidat   Magister  Manajemen  dari Universitas  di  Jakarta,  dan pernah  mengikuti  program pengembangan  manajer  di Prasetya Mulya Business School.

Training Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3

Training Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) dirancang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya, bagaimana mengkaji bagaimana mengatasi masalah ini adalah sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diundang-undangkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam UU No. 1 tahun 1970 n Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996. SMK3 Deskripsi Pengembangan ketenagakerjaan diarahkan pada pembentukan tenaga profesional yang mandiri, beretos kerja tinggi dan produktif. Pembangunan ketenagakerjaan merupakan prioritas yang dirancang pada pengembangan, peningkatan dan pengembangan tenaga kerja yang berkualitas, produktif, efisien, efektif dan berkompetensi tinggi. Dalam pembangunan ketenagakerjaan perlu dibina dan dikembangkan perbaikan syarat-syarat kerja sama dengan tenaga kerja dalam peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, sesuai dengan Undang-undang no.13 tahun 2003 pada pasal 86 dan 87, tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja untuk tenaga kerja, dan SETIAP Perusahaan Yang memperkerjakan Tenaga kerja Diatas Seratus orangutan ATAU memiliki Resiko gede Terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja  wajib  memiliki Ahli K3, Sesuai DENGAN UU No.1 Tahun 1970, Permenaker No.Per.02 / Men / 1992 Dan Permenaker No.Per.04 / Pria / 1987 Memasuki dunia industrialisasi yang semakin modern akan diikuti oleh penerapan teknologi tinggi, penggunaan bahan dan peralatan semakin rumit, yang akan membahas tentang masalah bahaya besar, yang terdiri dari kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan dan penyakit kerja, yang diakibatkan oleh karena dalam Menggunakan peralatan, memahami dan menggunakan ketrampilan Tenaga kerja yang kurang memadai, dan hal inilah yang terjadi pada era industrialisasi diperbarui ini, yaitu ada penggunaan teknologi yang tinggi dan penggunaan bahan bakar yang beraneka ragam akan didukung oleh selaras oleh ketrampilan dan tenaga kerja yang menggunakan Menggunakan peralatan dan mempergunakan bahan dalam proses produksi tersebut, sehingga menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya, bagaimana mengkaji bagaimana mengatasi masalah ini adalah sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diundang-undangkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam UU No. 1 tahun 1970 n Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996. Pelatihan kepedulian SMK3 ini berlangsung selama sehari-hari dengan metode pelatihan tutorial dan diskusi. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memperkenalkan berbagai konsep Sistim Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja yang telah diterapkan pada berbagai sektor industri di Indonesia. Mempelajari cara yang ideal yang dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik industri di Batam, sehingga K3 dapat menjadi budaya kerja dan sistim manajemen K3 dapat diterapkan secara efektif Outline Materi Materi Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3 yang akan dibahas adalah : Isu-isu tentang K3 Maksud dan tujuan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Pengenalan SMK3 dan interpretasinya Prinsip-prinsip SMK3 Komitmen dan Kebijakan Perencanaan Penerapan / implementasi Audit dan Tindakan koreksi Tinjauan Manajemen dan Perbaikan Berkelanjutan Elemen SMK3 Konsep dan metode pembayaran Bahaya dan perdebatan Audit / Sertifikasi SMK3 Facilitator Adrianus Tanari, ST Adalah menjawab Lingkungan, SMK3 dan Tanggung Jawab Sosial. Bekerja sebagai perencana dan penerapan AMDAL, SMK3, ISO 14001: 2004 dan CSR-ISO 26000 diberbagai jenis operasional industri. Saat ini sebagai Manajer Lingkungan di perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia yang lebih banyak dari 8 perusahaan di Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Teknik dibidang Teknik Kimia dari ITS Surabaya, beliau memiliki pengalaman khusus di bidang pengelolaan Lingkungan. Saat ini beliau sedang membangun sistem ISO 26000 di tiga tempat yang berbeda dalam sebuah perusahaan besar yang diharapkan akan membantu peserta dalam memperoleh nilai banding yang cukup dalam mempersiapkan pengelolaan CSR.

Shutdown, Turn Around and Outages Maintenance Management

Deskripsi Shutdown, turn around atau Pemadaman Pemadaman memiliki karakteristik yang khas, yang berbeda dari jenis pemeliharaan lainnya. Jenis pemeliharaan ini membutuhkan sumber daya yang besar, karena volume pekerjaan yang harus ditangani juga sangat besar. Jadwal biasanya sangat ketat, di mana ribuan tugas harus dilakukan hanya dalam beberapa hari. Pemeliharaan STO membutuhkan pendekatan Perencanaan, Penjadwalan, dan Manajemen Proyek yang sangat baik. Karena volume pekerjaannya sangat besar, tidak jarang menyelesaikan unit perawatan terpisah untuk menangani jenis pemeliharaan ini. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Shutdown, Turn Around, dan Pemadaman Manajemen Pemeliharaan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Tinjau konsep Manajemen Pemeliharaan Memperkenalkan Proses Manajemen Pemeliharaan STO yang khas : Identifikasi Pekerjaan / tugas STO Perencanaan dan Penjadwalan Pemantauan dan Kontrol Inventaris Manajemen proyek Manajemen keselamatan, kualitas dan risiko Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Shutdown, Turn Around dan Pemadaman Manajemen Pemeliharaan adalah: pengantar Tinjauan Manajemen Pemeliharaan Perencanaan & Perencanaan Pemeliharaan Organisasi dan Peran Perencanaan dan Penjadwalan Shutdown, turnaround & Outage (STO) Konsep urutan kerja Manajemen Bakclog Perencanaan STO Penjadwalan STO Pemantauan dan Kontrol STO Pemantauan dan Kontrol Indikator kinerja utama Inventaris Kontrak dan penganggaran Sistem Manajemen Pemeliharaan yang Terkomputerisasi Keselamatan, Kualitas dan Manajemen Risiko Mengelola keselamatan dan Kualitas Manajemen risiko Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Security Risk Management

Security Risk Management mempelajari mengenai bagaimana memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini, bagaimana memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan) dan hal lainnya terkait Security Risk Management. Deskripsi Berangkat dari kian kompleksnya ancaman keamanan (security threat) yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia – dalam mana ancaman tersebut merupakan hasil dari interaksi rumit kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya saat ini – menuntut jajaran eksekutif korporat untuk merubah sudut pandangnya tentang masalah keamanan dan pengamanan perusahaan. Kini masalah keamanan dan pengamanan perusahaan tidak dapat lagi ditangani secara ad hoc, namun mengacu kepada paradigma baru yakni Integrated Security System yang berbasis pada disiplin Security Risk Management. Karena berbasis risk management, fungsinya dapat disinergikan dengan Safety Risk Management sehingga pengelolaan pengamanan dan keselamatan perusahaan dapat dilakukan seefisien mungkin. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Security Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan), variasi jangkauan kekuatan ledakan dan pengaruh ledakan terhadap bangunan/manusia.Pengetahuan ini sangat dibutuhkan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan guna mengantisipasi aksi terorisme yang menggunakan bom sebagai alat teror. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang Pandemi Deadly Flu mencakup latar belakang H5N1 dan mengapa H5N1 menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan dan keselamatan nasional. Pengetahuan ini sangat dibutuhkan guna menyusun Pandemic Preparedness Plan. Memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment. Memiliki pengetahuan dasar-dasar electronic security, yang sangat dibutuhkan dalam mendisain sistem pengamanan elektronik. Memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengendalikan operasional harian pengamanan. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun dan melaksanakan Security Audit. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan untuk menghadapi ancaman pemboman dan ancaman pandemi deadly flu. Target Peserta Pelatihan Security Risk Management ini ditujukan untuk para: Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager. Metode Pelatihan Training Security Risk Management dilaksanakan dengan metode: Paparan materi Pemutaran film Diskusi interaktif Praktek Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Security Risk Management adalah : Profile Keamanan Indonesia Ancaman Keamanan Nasional 1 : Anatomi Terorisme Ancaman Keamanan Nasional 2 : Anatomi Pandemi Deadly Flu Security Risk Management Security Risk Assessment Electronic Security Security Controlling Security Audit Emergency Preparedness : Terorisme Pandemi Deadly Flu Facilitator Haryoko Berlatar pendidikan profesionalpsikologi industri (UGM), telah ber-pengalaman 20 tahun dalam menggeluti dunia konsultan security, safety dan anti fraud.  Client yang pernah ditangani diantaranya PT. Bimantara Citra, Tbk.,PT. Steady Safe, Tbk., PT. Sari Husada, Tbk., PT. Bank Central Asia, Tbk.,  PT. Industri Gelas (Persero) dan client-client lain yang tidak dapat disebutkan karena terikat pakta konfidensialitas.

Training Safety Culture Planning

Latar Belakang Aspek safety di lingkungan industri (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya.

Safety Communication & Teamwork

Latar Belakang Salah satu program penting dalam bidang safety adalah komitmen manajemen dan sosialisasi dari seluruh program safety yang menjadi concern perusahaan. Dalam hal ini ada kata kunci, yaitu masalah komunikasi dan solidnya komitmen teamwork dalam menjalankan seluruh program safety.

Training Safety Assurance

Latar Belakang Ketika perusahaan begitu concern untuk mengaplikasi program safety di lingkungan kerjanya, hal baik ini perlu dimonitor dan dipastikan bahwa program berjalan dengan baik. Jangan sampai program yang baik ini hanya ada dalam tataran konsep atau perencanaan saja. Atau berjalan alakadarnya tanpa memenuhi harapan dan esensi dari program safety itu sendiri.

Training Root Cause Analysis (RCA)

Tujuan Training Root Cause Analysis (RCA) salah satunya adalaha agar kita bisa memahami  mengenai bagaimana teknik dasar problem solving, bagaimana orientasi berpikir Genba, seperti apa teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem, teknik investigasi akar penyebab, temporary action dan permanent action, implementasi RCA di tempat kerja, dan hal – hal lainnya terkait RCA. Deskripsi Pelatihan Ada banyak metode yang ditawarkan untuk penyelesaian masalah atau biasa disebut problem solving method. Masing-masing metode memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri. RCA adalah salah satu metode penyelesaian masalah yang dikembangkan dengan ciri yang sangat kuat, yaitu pada area Genba (real place), Genbutsu (real things) dan Genjitsu (real fact). Setiap pimpinan kerja adalah orang pertama yang harus menggunakan metode tersebut untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tolak ukur penggunaan root cause analysis ini adalah dua hal. Pertama, efektvitas: masalah yang ditanggulangi dapat diselesaikan dengan tuntas sampai ke akarnya, sehingga tidak muncul kembali atau dicegah agar tidak mengalir ke proses berikutnya. Kedua, efesiensi: dapat dilakukan dengan cepat tetapi tetap mengutamakan proses, dan analisa sesuai dengan kasus yang dihadapi. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan RCA ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip dan konsep RCA. Mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba”. Mampu mengembangkan metode RCA di tempat kerja. Membantu anggota untuk menyelesaikan. Target Peserta Pelatihan RCA ini ditujukan untuk para: Supervisor. Pemimpin atau Team Leader. Manajer yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian masalah di tempat kerja. Profesional yang terlibat dalam proses problem solving dan process improvement. Profesional yang bertanggung jawab terhadap peningkatan efektivitas dan efisiensi proses kerja. Anggota tim yang terlibat dalam identifikasi, investigasi, dan penyelesaian masalah di tempat kerja. Outline Materi Teknik Dasar Problem Solving Orientasi berpikir Genba Teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem Teknik investigasi akar penyebab Temporary action dan permanent action Praktek dan studi kasus Implementasi RCA di tempat kerja Teknik presentasi Metode Pelatihan Pelatihan Root Cause Analysis (RCA) menggunakan pendekatan pembelajaran interaktif yang menggabungkan pemahaman konsep dengan penerapan langsung melalui: Pemaparan Materi – Penyampaian konsep, prinsip, dan teknik dasar RCA sebagai dasar pemahaman peserta. Diskusi – Pembahasan permasalahan dan pengalaman yang relevan dengan penerapan RCA di tempat kerja. Simulasi – Simulasi penerapan metode RCA untuk membantu peserta memahami proses identifikasi dan investigasi akar penyebab masalah. Latihan dan Studi Kasus – Peserta melakukan latihan dan pembahasan studi kasus untuk mengembangkan kemampuan dalam menerapkan RCA pada permasalahan yang dihadapi di tempat kerja. Fasilitator Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA. Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Reliability Assessment

The course provides the basic of philosophy, principles and concepts, and then introduce the techniques and methodology of reliability assessment and evaluation as applied to mechanical components, equipment, and mechanicalplant systems and sub-systems.

Purchasing Negotiation and Contracting Strategy

Kemampuan bernegosiasi dan memahami kontrak merupakan hal penting yang harus dikuasai professional atau pebisnis. Keterbatasan skill team purchasing dan komite pembelian saat melakukan negosiasi dan kontrak review dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang dan cenderung menguntungkan pihak rekanan.

Project Scope and Quality Management

Training Project Scope and Quality Management – Sebagai seorang Project Manager, anda adalah sumber informasi bagi customer. Tidak ada orang lain di mata customer, yang dapat memberikan informasi lebih banyak dan lebih baik dibandingkan seorang project manager. Apakah anda harus siap untuk memenuhi semua hal yang diminta oleh customer?

Training Project Risk Management

Training Project Risk Management ini akan mengajarkan dan langkah-langkah praktis keterampilan dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko proyek. Juga akan ditunjukkan bagaimana menerapkan salah satu yang paling penting dalam unsur-unsur manajemen proyek.