Operation Training

Training Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3

Training Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) dirancang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya, bagaimana mengkaji bagaimana mengatasi masalah ini adalah sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diundang-undangkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam UU No. 1 tahun 1970 n Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996. SMK3 Deskripsi Pengembangan ketenagakerjaan diarahkan pada pembentukan tenaga profesional yang mandiri, beretos kerja tinggi dan produktif. Pembangunan ketenagakerjaan merupakan prioritas yang dirancang pada pengembangan, peningkatan dan pengembangan tenaga kerja yang berkualitas, produktif, efisien, efektif dan berkompetensi tinggi. Dalam pembangunan ketenagakerjaan perlu dibina dan dikembangkan perbaikan syarat-syarat kerja sama dengan tenaga kerja dalam peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, sesuai dengan Undang-undang no.13 tahun 2003 pada pasal 86 dan 87, tentang perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja untuk tenaga kerja, dan SETIAP Perusahaan Yang memperkerjakan Tenaga kerja Diatas Seratus orangutan ATAU memiliki Resiko gede Terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja  wajib  memiliki Ahli K3, Sesuai DENGAN UU No.1 Tahun 1970, Permenaker No.Per.02 / Men / 1992 Dan Permenaker No.Per.04 / Pria / 1987 Memasuki dunia industrialisasi yang semakin modern akan diikuti oleh penerapan teknologi tinggi, penggunaan bahan dan peralatan semakin rumit, yang akan membahas tentang masalah bahaya besar, yang terdiri dari kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan dan penyakit kerja, yang diakibatkan oleh karena dalam Menggunakan peralatan, memahami dan menggunakan ketrampilan Tenaga kerja yang kurang memadai, dan hal inilah yang terjadi pada era industrialisasi diperbarui ini, yaitu ada penggunaan teknologi yang tinggi dan penggunaan bahan bakar yang beraneka ragam akan didukung oleh selaras oleh ketrampilan dan tenaga kerja yang menggunakan Menggunakan peralatan dan mempergunakan bahan dalam proses produksi tersebut, sehingga menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang bahaya, bagaimana mengkaji bagaimana mengatasi masalah ini adalah sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diundang-undangkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam UU No. 1 tahun 1970 n Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 1996. Pelatihan kepedulian SMK3 ini berlangsung selama sehari-hari dengan metode pelatihan tutorial dan diskusi. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memperkenalkan berbagai konsep Sistim Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja yang telah diterapkan pada berbagai sektor industri di Indonesia. Mempelajari cara yang ideal yang dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik industri di Batam, sehingga K3 dapat menjadi budaya kerja dan sistim manajemen K3 dapat diterapkan secara efektif Outline Materi Materi Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja SMK3 yang akan dibahas adalah : Isu-isu tentang K3 Maksud dan tujuan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Pengenalan SMK3 dan interpretasinya Prinsip-prinsip SMK3 Komitmen dan Kebijakan Perencanaan Penerapan / implementasi Audit dan Tindakan koreksi Tinjauan Manajemen dan Perbaikan Berkelanjutan Elemen SMK3 Konsep dan metode pembayaran Bahaya dan perdebatan Audit / Sertifikasi SMK3 Facilitator Adrianus Tanari, ST Adalah menjawab Lingkungan, SMK3 dan Tanggung Jawab Sosial. Bekerja sebagai perencana dan penerapan AMDAL, SMK3, ISO 14001: 2004 dan CSR-ISO 26000 diberbagai jenis operasional industri. Saat ini sebagai Manajer Lingkungan di perusahaan pulp dan kertas terbesar di Asia yang lebih banyak dari 8 perusahaan di Indonesia. Memperoleh gelar Sarjana Teknik dibidang Teknik Kimia dari ITS Surabaya, beliau memiliki pengalaman khusus di bidang pengelolaan Lingkungan. Saat ini beliau sedang membangun sistem ISO 26000 di tiga tempat yang berbeda dalam sebuah perusahaan besar yang diharapkan akan membantu peserta dalam memperoleh nilai banding yang cukup dalam mempersiapkan pengelolaan CSR.

Shutdown, Turn Around and Outages Maintenance Management

Deskripsi Shutdown, turn around atau Pemadaman Pemadaman memiliki karakteristik yang khas, yang berbeda dari jenis pemeliharaan lainnya. Jenis pemeliharaan ini membutuhkan sumber daya yang besar, karena volume pekerjaan yang harus ditangani juga sangat besar. Jadwal biasanya sangat ketat, di mana ribuan tugas harus dilakukan hanya dalam beberapa hari. Pemeliharaan STO membutuhkan pendekatan Perencanaan, Penjadwalan, dan Manajemen Proyek yang sangat baik. Karena volume pekerjaannya sangat besar, tidak jarang menyelesaikan unit perawatan terpisah untuk menangani jenis pemeliharaan ini. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Shutdown, Turn Around, dan Pemadaman Manajemen Pemeliharaan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Tinjau konsep Manajemen Pemeliharaan Memperkenalkan Proses Manajemen Pemeliharaan STO yang khas : Identifikasi Pekerjaan / tugas STO Perencanaan dan Penjadwalan Pemantauan dan Kontrol Inventaris Manajemen proyek Manajemen keselamatan, kualitas dan risiko Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Shutdown, Turn Around dan Pemadaman Manajemen Pemeliharaan adalah: pengantar Tinjauan Manajemen Pemeliharaan Perencanaan & Perencanaan Pemeliharaan Organisasi dan Peran Perencanaan dan Penjadwalan Shutdown, turnaround & Outage (STO) Konsep urutan kerja Manajemen Bakclog Perencanaan STO Penjadwalan STO Pemantauan dan Kontrol STO Pemantauan dan Kontrol Indikator kinerja utama Inventaris Kontrak dan penganggaran Sistem Manajemen Pemeliharaan yang Terkomputerisasi Keselamatan, Kualitas dan Manajemen Risiko Mengelola keselamatan dan Kualitas Manajemen risiko Facilitator Ir. Rahmat Priyo Handono, MM Rahmat adalah pelatih dan pelatih di bidang teknik industri dan manajemen. Setelah lulus dari ITB Bandung jurusan Teknik Industri dan Magister Manajemen dari PPM Jakarta, ia bekerja di sebuah perusahaan asing. Kemudian bersama dengan beberapa rekan ali ITB, ia mengumpulkan dan membesarkan perusahaan pemasok sistem genset yang berhasil menguasai pasar telekomunikasi di Indonesia dan telah bekerjasama dengan PT Excelcomindo, PT Indosat, PT Telkom, PT Telkomsel, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan HCPT dalam penyebaran jaringan mereka, khususnya dalam penyedian back up power. Selama mengembangkan perusahaan miliknya, ia mendapatkan pengalaman praktis yang luas di bidang manajemen operasi, keuangan dan sumber daya manusia.

Security Risk Management

Security Risk Management mempelajari mengenai bagaimana memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini, bagaimana memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan) dan hal lainnya terkait Security Risk Management. Deskripsi Berangkat dari kian kompleksnya ancaman keamanan (security threat) yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia – dalam mana ancaman tersebut merupakan hasil dari interaksi rumit kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya saat ini – menuntut jajaran eksekutif korporat untuk merubah sudut pandangnya tentang masalah keamanan dan pengamanan perusahaan. Kini masalah keamanan dan pengamanan perusahaan tidak dapat lagi ditangani secara ad hoc, namun mengacu kepada paradigma baru yakni Integrated Security System yang berbasis pada disiplin Security Risk Management. Karena berbasis risk management, fungsinya dapat disinergikan dengan Safety Risk Management sehingga pengelolaan pengamanan dan keselamatan perusahaan dapat dilakukan seefisien mungkin. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Security Risk Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang profile keamanan Indonesia terkini. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang terorisme mencakup konsep, latar belakang, pola operasi, material bahan peledak, improvised explosive devices (bom rakitan), variasi jangkauan kekuatan ledakan dan pengaruh ledakan terhadap bangunan/manusia.Pengetahuan ini sangat dibutuhkan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan guna mengantisipasi aksi terorisme yang menggunakan bom sebagai alat teror. Memiliki pengetahuan yang diperlukan tentang Pandemi Deadly Flu mencakup latar belakang H5N1 dan mengapa H5N1 menjadi salah satu bentuk ancaman keamanan dan keselamatan nasional. Pengetahuan ini sangat dibutuhkan guna menyusun Pandemic Preparedness Plan. Memiliki pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk memperluas visi pengamanan korporat, yakni Security Risk Management. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan Security Risk Assessment. Memiliki pengetahuan dasar-dasar electronic security, yang sangat dibutuhkan dalam mendisain sistem pengamanan elektronik. Memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengendalikan operasional harian pengamanan. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun dan melaksanakan Security Audit. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk menyusun Emergency Preparedness Plan untuk menghadapi ancaman pemboman dan ancaman pandemi deadly flu. Target Peserta Pelatihan Security Risk Management ini ditujukan untuk para: Security Manager, HR&GA Manager, Safety Manager. Metode Pelatihan Training Security Risk Management dilaksanakan dengan metode: Paparan materi Pemutaran film Diskusi interaktif Praktek Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Security Risk Management adalah : Profile Keamanan Indonesia Ancaman Keamanan Nasional 1 : Anatomi Terorisme Ancaman Keamanan Nasional 2 : Anatomi Pandemi Deadly Flu Security Risk Management Security Risk Assessment Electronic Security Security Controlling Security Audit Emergency Preparedness : Terorisme Pandemi Deadly Flu Facilitator Haryoko Berlatar pendidikan profesionalpsikologi industri (UGM), telah ber-pengalaman 20 tahun dalam menggeluti dunia konsultan security, safety dan anti fraud.  Client yang pernah ditangani diantaranya PT. Bimantara Citra, Tbk.,PT. Steady Safe, Tbk., PT. Sari Husada, Tbk., PT. Bank Central Asia, Tbk.,  PT. Industri Gelas (Persero) dan client-client lain yang tidak dapat disebutkan karena terikat pakta konfidensialitas.

Training Safety Culture Planning

Latar Belakang Aspek safety di lingkungan industri (perusahaan) saat ini tidak lagi sekedar melaksanakan amanat UU Keselamatan Kerja semata, tapi lebih dari itu telah menjadi fokus untuk me-manusia-kan manusia di lingkungan kerjanya.

Safety Communication & Teamwork

Latar Belakang Salah satu program penting dalam bidang safety adalah komitmen manajemen dan sosialisasi dari seluruh program safety yang menjadi concern perusahaan. Dalam hal ini ada kata kunci, yaitu masalah komunikasi dan solidnya komitmen teamwork dalam menjalankan seluruh program safety.

Training Safety Assurance

Latar Belakang Ketika perusahaan begitu concern untuk mengaplikasi program safety di lingkungan kerjanya, hal baik ini perlu dimonitor dan dipastikan bahwa program berjalan dengan baik. Jangan sampai program yang baik ini hanya ada dalam tataran konsep atau perencanaan saja. Atau berjalan alakadarnya tanpa memenuhi harapan dan esensi dari program safety itu sendiri.

Training Root Cause Analysis (RCA)

Tujuan Training Root Cause Analysis (RCA) salah satunya adalaha agar kita bisa memahami  mengenai bagaimana teknik dasar problem solving, bagaimana orientasi berpikir Genba, seperti apa teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem, teknik investigasi akar penyebab, temporary action dan permanent action, implementasi RCA di tempat kerja, dan hal – hal lainnya terkait RCA. Deskripsi Ada banyak metode yang ditawarkan untuk penyelesaian masalah atau biasa disebut problem solving method. Masing-masing metode memiliki ciri khas serta keunikan tersendiri. RCA adalah salah satu metode penyelesaian masalah yang dikembangkan dengan ciri yang sangat kuat, yaitu pada area Genba (real place), Genbutsu (real things) dan Genjitsu (real fact). Setiap pimpinan kerja adalah orang pertama yang harus menggunakan metode tersebut untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Tolak ukur penggunaan root cause analysis ini adalah dua hal. Pertama, efektvitas: masalah yang ditanggulangi dapat diselesaikan dengan tuntas sampai ke akarnya, sehingga tidak muncul kembali atau dicegah agar tidak mengalir ke proses berikutnya. Kedua, efesiensi: dapat dilakukan dengan cepat tetapi tetap mengutamakan proses, dan analisa sesuai dengan kasus yang dihadapi. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan RCA ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip dan konsep RCA. Mampu menggunakan metode Uji Korelasi dengan menggunakan “Genba”. Mampu mengembangkan metode RCA di tempat kerja. Membantu anggota untuk menyelesaikan. Target Peserta Pelatihan RCA ini ditujukan untuk para: Supervisor, Pemimpin Metode Pelatihan Pelatihan Root Cause Analysis (RCA) dilaksanakan dengan metode: Ceramah, diskusi, simulasi dan latihan Outline Materi Teknik Dasar Problem Solving Orientasi berpikir Genba Teknik identifikasi keabnormalan (Problem) dan mengurai Problem Teknik investigasi akar penyebab Temporary action dan permanent action Praktek dan studi kasus Implementasi RCA di tempat kerja Teknik presentasi Fasilitator Selamat Walmanto Hia, MSc.Eng.,SSMBB.,CLA Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai praktisi dan konsultan dalam bidang proses improvement di perusahaan nasional maupun multinasional. Lulus dari teknik mesin UI dan Master of Engineering dari NTUST Taiwan. Mendapatkan sertifikasi Six Sigma Master Black Belt dari IQF-USA, Certified Lead Auditor IRCA-UK, Certified BSCM dari APICS-USA. Ia telah membantu berbagai perusahaan dalam menerapkan improvement baik dalam konsultasi dan mendeliver berbagai topik training di bidang proses improvement dan management system. Beberapa clien yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti Electronic, automotif, FMCG, pharmaceutical, cigaret paper, fertilizer, mining, banking, construction, university.

Reliability Assessment

The course provides the basic of philosophy, principles and concepts, and then introduce the techniques and methodology of reliability assessment and evaluation as applied to mechanical components, equipment, and mechanicalplant systems and sub-systems.

Purchasing Negotiation and Contracting Strategy

Kemampuan bernegosiasi dan memahami kontrak merupakan hal penting yang harus dikuasai professional atau pebisnis. Keterbatasan skill team purchasing dan komite pembelian saat melakukan negosiasi dan kontrak review dengan Supplier/Kontraktor/Seller membuat proses negosiasi berjalan tidak imbang dan cenderung menguntungkan pihak rekanan.

Project Scope and Quality Management

Training Project Scope and Quality Management – Sebagai seorang Project Manager, anda adalah sumber informasi bagi customer. Tidak ada orang lain di mata customer, yang dapat memberikan informasi lebih banyak dan lebih baik dibandingkan seorang project manager. Apakah anda harus siap untuk memenuhi semua hal yang diminta oleh customer?

Training Project Risk Management

Training Project Risk Management ini akan mengajarkan dan langkah-langkah praktis keterampilan dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko proyek. Juga akan ditunjukkan bagaimana menerapkan salah satu yang paling penting dalam unsur-unsur manajemen proyek.

Project Procurement & Tender Management

Pelatihan Project Procurement & Tender Management mempelajari bagaimana memahami metode, teknik evaluasi, dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan project procurement dan tender, bagaimana memahami proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi calon rekanan dalam tender dan  masih banyak lagi hal yang lainnya. Deskripsi Project procurement dan tender adalah 2 kegiatan yang saling terkait dalam implementasi project management, kegiatan pengadaan raw material, vendor, dan kontraktor merupakan phase penting yang akan menentukan sukses tidaknya pelaksanaan project itu sendiri. Mulai dari proses tender yang meliputi: administrasi tender, seleksi vendor/kontraktor, evaluasi sampai penetapan pemenang. Setelah itu phase project procurement akan memastikan semua komitmen yang tertuang dalam work order dan kontrak dengan vendor/kontraktor terpilih, dapat direalisasikan tepat waktu sesuai rencana proyek. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami regulasi project procurement dan tender. Memahami tahapan persiapan, administrasi, dan pelaksanaan dalam project procurement dan tender. Memahami metode, teknik evaluasi, dan alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Memahami bagaimana proses menyeleksi, memilih, dan mengevaluasi calon rekanan dalam tender. Mengambil keputusan secara tepat dan strategis dalam pelaksanaan project procurement dan tender. Target Peserta Pelatihan Project Procurement & Tender Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. GA, Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan.  Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait Project dan Tender. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Project Procurement & Tender Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri, pelaku bisnis, dan instansi terkait. 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta  Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Project Procurement & Tender Management adalah : Day 1 : Tender Management Based on Government Regulation (Perpres No. 54/2010) The pre-Qualification & Administration Process Tender Evaluations Methods Post Tender Settlement Case study Tendering Process Day 2 : Project Procurement Logistics & Resources Mobilization Project Progress Monitoring Work Order Settlement Case study Project Procurement Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Professional Technique of Accident Investigation

Deskripsi Training Professional Technique of Accident Investigation –  Kecelakaan merupakan suatu hal yang harus dihindarkan. Namun demikian, kita dan organisasi telah melakukan implementasi HSE dengan baik dan terprogram, bahaya laten kecelakaan, seperti: kebakaran, tabrakan, dll. masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Tujuan dari Professional Technique of Accident Investigation adalah untuk menyiapkan personel yang ditunjuk (Supervisor / Manajer) baik di perusahaan jasa maupun manufaktur, agar memiliki pengetahuan yang cukup tentang melakukan penyelidikan mengenai kecelakaan yang dapat membantu pihak berwajib pada investigasi lapangan, dapat memberikan analisa dan memberikan bantuan perbaikan, sehingga Diharapkan Kemungkinan yang Dapat Dihindarkan. Di butuhkan kemampuan dan prosedur khusus untuk menganalisa sebab-sebab dari kecelakaan tersebut. Terlebih jika perusahaan mengizinkan pekerjaan yang beresiko tinggi dalam menjalankan. Teknik mengeluarkan kecelakaan profesional akan sangat diperlukan agar bisa memberikan rekomendasi dan arahan yang jelas bagi manajemen untuk mengambil tindakan yang lebih lanjut. Dalam meminta ini, pribadi perusahaan harus cermat dan diharapkan tidak melakukan teknik asal-asalan, jadi keakuratan data / informasi dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Outline Materi Materi pelatihan yang akan di bahas topik Teknik Profesional Investigasi Kecelakaan adalah: Prinsip-prinsip percobaan kecelakaan Prosedur Penyelidikan kecelakaan Perencanaan Penyelidikan Kecelakaan Analisis Fakta dan temuan Lapangan Pohon Urutan Kecelakaan Membuat Rekomendasi Prinsip Investigasi Kebakaran dan Ledakan Prinsip Investigasi Kecelakaan Facilitator DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT Adalah kepemimpinan SDM di BUMN dan akademisi di bidang pemberdayaan manusia dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Pendidikan formal yang telah ditempuhnya dalam Politeknik Mekanik ITB Swiss, Manajemen perdagangan Internasional, Teknik dan Manajemen Industri, Manajemen SDM, dan juga Bisnis Cerdas di Universitas Aix Marseille Prancis menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan pengembangan SDM. Beliau telah memberikan banyak pelatihan di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Malaysia dan Hongkong.

Production & Planning Inventory Control

Deskripsi Production Planning & Inventory Control – Meningkatnya persaingan, variasi produk yang tinggi, product life cycle yang pendek menuntut perusahaan untuk dapat menyeimbangkan demand dan kapasitas. Bagaimana menyeimbangkan demand dan kapasitas akan dikupas secara detail dalam sales and operation plan. S&OP merupakan pintu masuk menuju master production schedule yang akan membuat produk sesuai prioritas kebutuhan customer. Dengan melakukan 5 langkah S&OP, perusahaan dapat memenuhi customer order tepat waktu, dengan cost yang minimal. Target Peserta Pelatihan Production & Planning Inventory Control ini ditujukan untuk para: Sales & marketing manager Manufacturing Manager Production Planner Material Manager Material controller Master scheduler Metode Pelatihan Training Production & Planning Inventory Control dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Outline Materi Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Production & Planning Inventory Control adalah : Master Planning of Resource model Production plan Sales and Operation Plan Master scheduling Rough cut capacity plan Time Fence Available to promise Product structure (bill of material) Material requirement plan (MRP) Capacity requirement plan Shop floor activity Backward / forward scheduling Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

Procurement Progress & Order Monitoring

Setelah purchase order / work order diberikan kepada supplier/vendor yang terpillih, maka tahap berikutnya adalah progress monitoring kepada supplier/vendor, apakah mereka dapat mengirimkan produk dengan; on time delivery, right specification, right quality,  right quantity, sesuai terms & conditions dalam kontrak.

Training Procurement Fraud

Training Procurement Fraud – Fraud dalam Procurement bisa menimpa siapa saja, tanpa melihat jenjang jabatan ataupun struktur organisasi perusahaan. Bentuk fraud dalam procurement mulai dari “menjual informasi”, mengatur pra-kualifikasi, bidding, evaluasi kinerja, hingga bersikap diskriminatif terhadap vendor, dengan tujuan memperoleh “success fee”.

Procurement Contract Management

Procurement Contract Management  salah satu tujuannya adalah akan mempelajari konsep & implementasi Procurement Contract Management secara menyeluruh. Deskripsi Kemampuan untuk melakukan kompilasi atas kesepakatan dengan supplier/vendor ke dalam proses penyusunan kontrak, merupakan hal penting yang harus dikuasai team procurement & legal terkait. Keterbatasan skill team procurement & legal saat melakukan penyusunan kontrak dapat menyebabkan potensi dispute dengan supplier/vendor saat pelaksanaan pekerjaan. Kemampuan team procurement & legal dalam penyusunan kontrak yang baik & terukur akan membuat perusahaan/institusi memperoleh produk & jasa yang diperlukan dengan kondisi the best bid with; best prices, best quality, serta best terms & conditions. Tujuan Training Setelah mengikuti Pelatihan Procurement Contract Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Dalam training ini peserta akan mempelajari konsep & implementasi Procurement Contract Management secara menyeluruh mulai dari; standarisasi draft kontrak, analisa lampiran kontrak, klausula tambahan yang muncul dari proses negosiasi dengan calon vendor, klausula yang lemah & multi tafsir, potensi dispute, konflik, hingga penyelesaian sengketa dengan vendor, dimana pada setiap sesinya akan disertai studi kasus nyata berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan strategi, analisa, & problem solving yang dapat diterapkan. Manfaat Training Melalui pelatihan Procurement Contract Management ini diharapkan: Memahami jenis & kategori kontrak procurement Memahami regulasi terkait dengan kontrak yang sedang disusun Menyusun & menganalisa pasal-pasal kontrak Membuat & mempersiapkan kontrak procurement Menangani dispute handling Metode Training Training Procurement Contract Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi terkait 40% analisa best practices dan benchmarking antar: segmen industri/korporasi/institusi 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Procurement Contract Management adalah : HARI PERTAMA : Contract Law: Regulation & Best Practices Procurement Contract Management Types of Procurement Contract Contract Terms & Clauses Discussion sharing & case study HARI KEDUA : Contract Drafting Contract Drafting Exercise #1 Contract Drafting Exercise #2 Mediation & Dispute Handling Discussion sharing & case study Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Practical Supply Chain Management

Berkembangnya teknologi informasi sangat membantu rantai supply, khususnya dalam meningkatkan visibility di hilir. Bagaimana memanfaatkan informasi tsb sehingga tidak menimbulkan Bullwhip Effect? Bagaimana informasi ini dapat menggantikan forecast driven menjadi demand driven? Informasi tsb digunakan untuk menerapkan strategi supply chain yang tergantung dari jenis produk yang dipasarkan apakah fungsional atau innovative.

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering

Practical Problem Solving for Maintenance and Engineering salah satu tujuannya adalah peserta pelatihan dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktivitas dari suatu unit mesin / jalur, peserta pelatihan dapat menggunakan fungsi QC 7 Alat dalam “Pemecahan Masalah” suatu mesin. Deskripsi Problem Solving Praktis yang dimaksudkan untuk pemeliharaan dan rekayasa adalah suatu pengupasan yang sangat praktis tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada suatu mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (: baca laba) tetapi mesin juga dapat membantu sebaliknya seperti menghasilkan uang (: baca uang) jika tidak ada orang yang dapat diandalkan sebagai pengelolanya. Dalam pelatihan Problem Solving akan dikupas secara praktis tentang masalah yang terjadi pada mesin dengan menggunakan QC 7 Alat sebagai alat untuk mereduksi kerusakan pada mesin. Peserta pelatihan Problem Solving akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Alat sebagai alat untuk memecahkan masalah, dapat melakukan pengamatan terhadap kerusakan, melakukan analisis kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin dengan melakukan perawatannya. Di akhir pelatihan Problem Solving, peserta juga akan diarahkan untuk membuat suatu konsep program pemeliharaan untuk tetap mempertahankan agar kinerja mesin tetap di tingkat tinggi serta membuat laporan tentang kinerja suatu mesin. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Problem Solving untuk Pemeliharaan dan Rekayasa ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta pelatihan Problem Solving dapat menghitung efisiensi dari suatu mesin serta produktivitas dari suatu unit mesin / jalur Peserta pelatihan Problem Solving dapat menggunakan fungsi QC 7 Alat dalam “Pemecahan Masalah” suatu mesin Peserta pelatihan Problem Solving dapat melakukan pengamatan tentang kerusakan mesin yang didapat dari masalah dari kerusakan yang terjadi. Peserta pelatihan Problem Solving dapat menguasai langkah-langkah “Pemecahan Masalah” dengan metode 4M (Manusia, Material, Metode, Mesin) terhadap kerusakan pada mesin yang terstruktur, tepat dan benar-benar menjamin kerusakan yang tidak akan terulang lagi. Peserta pelatihan Problem Solving dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Kerusakan Alami” atau “Kerusakan Paksa” Peserta pelatihan Problem Solving dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan mesin Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat “Pareto Chart” sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara lengkap Peserta pelatihan Problem Solving dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin Peserta pelatihan  Problem Solvingdapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Kualitas Produk” di level yang tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat suatu program pemeliharaan yang dapat diandalkan untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi kinerja mesin agar tetap tinggi Peserta pelatihan Problem Solving dapat membuat bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang kinerja dan efisiensi mesin Target Peserta Pelatihan Praktis Pemecahan Masalah untuk Pemeliharaan dan Rekayasa ini ditujukan untuk para: Teknisi Pemeliharaan / Teknik, Supervisor / Teknik Pemeliharaan, Pemeliharaan / Teknik Foreman, dan lain-lain Metode Pelatihan Pelatihan Praktik Pemecahan Masalah untuk Pemeliharaan dan Rekayasa dilaksanakan dengan metode: Dialog Interaktif / Berbagi Diskusi Grup Latihan di Kelas Studi Kasus Durasi : 1 hari (7 jam) Testimoni “Materi Training sesuai dengan harapan & dapat diimplementasikan dalam pekerjaan” “Trainer menguasai materi 7penyampaiannya mudah dipahami” “Cukup baik” Facilitator Indro Agung Handoko, ST. Dia telah berkecimpung di dunia industri kurang dari 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat relevan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi sinergi yang hebat dalam pembuatan sistem. Sejak tahun 1999 telah menerbitkan dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertifikat TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertifikat TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Sertifikat penerimaan ini tidak diperoleh secara resmi tetapi juga dengan bantuan di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertifikat Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang berhasil dan sertifikat yang diperoleh, berbagai macam proyek harus berhasil dilakukan dan berhasil dengan sukses. Proyek tersebut antara lain: Kembangkan / latih 25 kelompok TPM dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara keseluruhan dengan TPM berhasil menurunkan Breakdown-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Mengembangkan / melatih 8 kelompok Kaizen dengan masing-masing kelompok beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara keseluruhan dengan Kaizen, produktivitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, sebuah konvensi internasional tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Kompetisi Praktik Terbaik yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Jepang. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Consultant Consultant.