Operation Training

Online Training : Incident Investigation

Incident mengakibatkan kerugian bagi setiap organisasi/perusahaan, karena akan mempunyai pengaruh negatif terhadap citra perusahaan, moral para pekerja, serta semua pihak yang terkait dengan perusahaan. Salah satu upaya mengurangi kerugian akibat kecelakaan adalah dengan mengadakan analisais setiap kecelakaan yang terjadi dan melakukan tindakan perbaikan agar kecelakaan serupa tidak akan pernah terjadi kembali. Hasil analisa kecelakaan yang baik dan tepat serta diterapkan upaya tindak pencegahannya akan bisa meningkatkan kesadaran keselamatan bagi semua karyawan dan kerugian akibat kecelakaanpun akan berkurang. Tujuan pelatihan Setelah mengikuti pelatihan para peserta diharapkan akan dapat: Mengetahui apa tanggung jawabnya sebagai anggota team Accident/Incident Investigation; Mampu menentukan informasi apa yang harus dikumpulkan selama investigasi; Mampu meng-interview orang-orang yang mempunyai pengetahuan terkait dengan masalah/penyebab kecelakaan secara efisien; Mampu menggunakan 5 Why, Why Tree dan (Comprehensive List of Causes, CLC) untuk menentukan Root and System Causes; Mampu mengembangkan konklusi yang tepat tentang sebab-sebab kecelakaan, dan membuat usulan efektif untuk tindakan perbaikan. Mengetahui langkah-langkah dalam menganalisis kecelakaan Materi Pelatihan Definisi  Kecelakaan kerja, Teori Kecelakan, Jenis-jenis kecelakaan Loss Causation Models from Frank Birds, including Domino Theory,  Loss Control process Tugas & Tanggung Jawab Team. Prosedur Investigasi Kecelakaan, Teknik & Proses Investigasi Kecelakaan. Metode Investigasi Kecelakaan. Studi Kasus 1 Studi Kasus 2 Sistem Membuat Pelaporan kecelakaan. Metode Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study, Interactive game relate the topic, Evaluasi. Facilitator

Warehouse Design to Increasing Warehouse Efficiency

Deskripsi Pelatihan Warehouse Design dirancang untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada peserta tentang sejumlah konsep dan prinsip yang diperlukan untuk merancang dan mengoptimalkan tata letak gudang yang efisien. Dengan memahami konsep-konsep dalam Warehouse Design, peserta diharapkan dapat memiliki kemampuan dalam merancang dan mengelola gudang dengan lebih efisien, meningkatkan produktivitas operasional, dan mengoptimalkan aliran material dalam supply chain. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang desain gudang yang efisien, serta memahami faktor-faktor kunci yang harus dipertimbangkan dalam merancang dan mengoptimalkan tata letak gudang. Yang akan dipelajari Anda akan memahami definisi dan pentingnya Warehouse Design yang efisien. Peran Warehouse Design dalam Supply Chain dan operasi bisnis. Anda dapat menentukan kebutuhan dan persyaratan unik gudang berdasarkan jenis produk, volume, dan karakteristik lainnya. Mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dalam merancang gudang yang sesuai. Anda dapat mempelajari dan memahami prinsip-prinsip dasar dalam merancang gudang yang efisien. Penggunaan teknologi dan otomasi dalam desain gudang. Anda dapat menentukan pilihan tipe tata letak gudang yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tata letak yang optimal. Anda akan mampu menerapkan teknologi yang sesuai dalam Warehouse Design, seperti sistem manajemen gudang (WMS) dan otomasi. Penggunaan teknologi RFID, barcode, dan sistem informasi dalam pengelolaan gudang. Anda akan memiliki kemampuan untuk mengoptimalkan aliran material dan pengaturan ruang dalam gudang. Penerapan prinsip-prinsip Lean dan Six Sigma dalam gudang. Materi Pelatihan Pengenalan Warehouse Design Definisi dan tujuan dari Warehouse Design Pentingnya Warehouse Design yang efisien dalam Supply Chain Peran gudang dalam logistik dan distribusi produk Tren dan inovasi terkini dalam Warehouse Design 2. Analisis Kebutuhan Gudang Menentukan persyaratan dan kebutuhan unik gudang Faktor-faktor yang mempengaruhi desain gudang (seperti jenis produk, volume, rotasi, dll.) Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam Warehouse Design 3. Prinsip-prinsip Warehouse Design Prinsip-prinsip dasar dalam merancang gudang yang efisien Penggunaan teknologi dalam desain dan otomasi gudang Mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan dalam desain gudang 4. Tata Letak Gudang Pemilihan tipe tata letak gudang (seperti tata letak fungsional, tata letak produk, tata letak proses, dll.) Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan tata letak yang optimal Studi kasus tentang tata letak gudang 5. Penggunaan Teknologi dalam Warehouse Design Teknologi dan perangkat lunak yang dapat membantu dalam desain gudang Sistem manajemen gudang (Warehouse Management System – WMS) Penggunaan sistem otomasi dan robotik untuk meningkatkan efisiensi operasional 6. Manajemen Inventory dalam Gudang Praktik terbaik untuk manajemen inventory yang efisien dan akurat Penggunaan sistem pelabelan dan identifikasi produk (barcode, RFID, dll.) Strategi pengendalian persediaan dan perencanaan kebutuhan gudang 7. Efisiensi Operasional Gudang Mengoptimalkan aliran material dan pengaturan ruang gudang Prinsip-prinsip Lean dalam gudang Pelatihan personel dan pengembangan tim operasional yang efisien 8. Studi Kasus dan Contoh Warehouse Design Menganalisis studi kasus tentang Warehouse Design yang baik di berbagai industri Memahami keuntungan dan tantangan dari implementasi Warehouse Design yang efisien Diskusi kelompok dan sharing pengalaman antar peserta 9. Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk menerapkan pengetahuan dalam praktik sehari-hari Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang warehouse management. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Standard Transport Costing

Deskripsi Menentukan standar biaya transportasi merupakan satu tahapan yang sangat penting di dalam menjalani proses logistik bagi suatu perusahaan, terutama dengan fluktuasi harga BBM solar subsidi. Ketidakpahaman dalam menentukan standard biaya untuk transportasi tentunya akan menghabiskan banyak waktu dalam proses negosiasi penyesuaian tarif transportasi. Program pelatihan ini dirancang untuk mempermudah para praktisi dalam menganalisis faktor-faktor yang menjadi dasar dalam penentuan standard biaya transportasi. Tujuan pelatihan Standard Transport Costing adalah memberikan pemahaman dasar-dasar dalam menentukan standard biaya transportasi dan menentukan tarif transportasi yang disesuaikan dengan fluktuasi harga BBM. Yang akan dipelajari Anda akan akan mendapatkan pemahaman tentang konsep biaya transportasi dan peran pentingnya. Pemahaman komponen biaya transportasi: bahan bakar, pemeliharaan, gaji sopir, dll. Anda akan mampu dalam menentukan metode penghitungan biaya per kilometer, biaya per ton, dan metode lainnya. Anda dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya dan strategi penyesuaian. Anda akan dapat melakuakn analisis biaya dalam memilih moda dan rute transportasi. Materi Pelatihan Pengenalan konsep biaya transportasi dan peran pentingnya: Memperhitungkan biaya transportasi dengan akurat dalam keputusan logistik. Biaya transportasi dapat memiliki dampak langsung pada rentabilitas dan efisiensi operasional perusahaan. Komponen biaya transportasi: bahan bakar, pemeliharaan, gaji sopir, dll: Mengidentifikasi komponen-komponen utama biaya yang terkait dengan operasional transportasi. Memahami cara menghitung biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, upah sopir, dan komponen biaya lainnya. Metode penghitungan biaya per mil, biaya per ton, dan metode lainnya: Memahami berbagai metode yang digunakan untuk menghitung biaya transportasi, seperti biaya per mil dan biaya per ton. Kapan dan bagaimana menerapkan metode-metode ini dalam berbagai konteks operasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya dan strategi penyesuaian: Memahami bagaimana faktor eksternal seperti kondisi cuaca, lalu lintas, dan fluktuasi harga bahan bakar dapat memengaruhi biaya transportasi. Strategi penyesuaian biaya yang efektif untuk mengatasi fluktuasi harga BBM. Analisis biaya dalam memilih moda dan rute transportasi: Memahami bagaimana menganalisis biaya dalam memilih moda transportasi yang paling efisien. Membandingkan biaya transportasi antara berbagai rute dan alternatif transportasi. Studi kasus implementasi efisien biaya transportasi dalam industri logistik: Menganalisis studi kasus nyata tentang perusahaan yang berhasil mengelola biaya transportasi dengan efektif. Prinsip-prinsip yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Metode Pelatihan Pelatihan akan disampaikan melalui kombinasi presentasi, studi kasus, diskusi interaktif, dan latihan perhitungan biaya. Peserta akan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab untuk pertukaran informasi dan klarifikasi. Target Peserta Pelatihan ini cocok untuk profesional di bidang logistik, manajer supply chain, pengelola transportasi, serta profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang manajemen transportasi, atau praktisi yang terlibat dalam penghitungan dan pengelolaan biaya transportasi. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Logistics Business Strategy

Deskripsi Logistics Business Strategy melibatkan perencanaan dan pengembangan rencana berkelanjutan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan layanan di seluruh supply chain. Dalam pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana merancang strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam industri logistik yang terus berkembang. Tujuan pelatihan Logistics Business Strategy adalah untuk memberikan pemahaman mendalam tentang strategi bisnis khususnya bidang logistik, mencakup berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan rencana strategis yang efektif dan berkelanjutan dalam industri logistik. Yang akan dipelajari Anda akan memiliki kemampuan dalam menganalisis lingkungan eksternal dan internal dalam industri logistik. Pengaruh faktor-faktor seperti teknologi, regulasi, dan persaingan terhadap strategi bisnis logistik. Anda dapat menentukan visi jangka panjang perusahaan logistik. Merumuskan misi dan tujuan strategis yang sesuai dengan visi perusahaan. Anda akan mampu mengidentifikasi berbagai strategi logistik, seperti biaya rendah, diferensiasi, fokus pasar, dan lain-lain. Memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan keunggulan perusahaan logistik. Anda dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Memahami kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kualitas layanan logistik. Strategi pemasaran dan komunikasi untuk membangun hubungan pelanggan yang kuat. Materi Pelatihan Pengenalan Logistics Business Strategy Definisi dan tujuan dari Logistics Business Strategy Peran strategi dalam mencapai keunggulan kompetitif di pasar logistik Tren dan tantangan terkini dalam industri logistik Analisis Lingkungan Bisnis Logistik Menganalisis lingkungan bisnis eksternal dan internal dalam industri logistik Pengaruh teknologi, regulasi, dan faktor-faktor lainnya terhadap Logistics Business Strategy Memahami pesaing dan peluang pasar dalam industri logistik Menentukan Visi dan Misi Perusahaan Logistik Mengartikulasikan visi jangka panjang perusahaan logistik Merumuskan misi dan tujuan strategis yang jelas Hubungan antara visi, misi, dan Logistics Business Strategy Pemilihan Strategi Logistik Mengidentifikasi berbagai strategi logistik, seperti low cost, diferensiasi, fokus pasar, dll. Memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan keunggulan perusahaan logistik Studi kasus tentang penerapan strategi logistik yang sukses Inovasi dan Teknologi dalam Logistik Peran teknologi dalam transformasi bisnis logistik Menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional Mengintegrasikan inovasi dalam Logistics Business Strategy Supply Chain Management Pentingnya manajemen rantai pasokan dalam Logistics Business Strategy Kolaborasi dengan mitra bisnis dan pemangku kepentingan dalam supply chain Strategi pengendalian persediaan dan manajemen risiko dalam supply chain Pelanggan dan Layanan dalam Bisnis Logistik Memahami kebutuhan dan harapan pelanggan di industri logistik Meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan Strategi pemasaran dan komunikasi untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan Corporate Social Responsibility Menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dalam operasional logistik Manfaat dan tantangan keberlanjutan dalam strategi bisnis logistik Peran tanggung jawab sosial perusahaan dalam mempengaruhi reputasi perusahaan Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Business Development, Project Manager, Strategic Partner Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Logistics Business Strategy. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Effective Spare Part Logistics

Deskripsi Pelatihan Effective Spare Part Logistics merupakan program pelatihan penting bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan dalam mengelola spare part dalam industri yang berorientasi pada layanan. Juga memberikan pemahaman mendalam tentang cara mengelola perbaikan dan pemeliharaan spare part, memastikan ketersediaan spare part untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk mengoptimalkan manajemen logistik spare part, mengurangi biaya yang terkait dengan pengelolaan suku cadang, dan memastikan operasi yang efisien. Anda akan belajar bagaimana mengelola vendor, mempertahankan kontrol kualitas, dan memberikan layanan pelanggan yang luar biasa terkait spare part berdasarkan kebutuhan spesifik industri, tetapi tujuan keseluruhannya adalah untuk membekali anda dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola operasi layanan spare part secara efektif. Setelah menyelesaikan pelatihan ini, Anda akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan pasokan spare part di organisasi Anda. Yang akan dipelajari Anda akan akan mendapatkan pemahaman komprehensif tentang bagaimana mengelola logistik spare part dengan efisien. Anda akan mempelajari tentang strategi pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan manajemen persediaan spare part. Anda akan memahami praktik terbaik dalam memilih teknologi dan sistem informasi yang sesuai, serta menerapkan metode pemeliharaan preventif dan prediktif untuk memastikan ketersediaan suku cadang yang tepat waktu. Anda akan dibekali peserta dengan pengetahuan untuk logistik spare part, mengurangi risiko kegagalan peralatan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Materi Pelatihan Pengenalan Logistik Spare Part Definisi dan pentingnya logistik Spare Part Peran logistik dalam memastikan ketersediaan Spare Part yang tepat waktu Tren dan tantangan terkini dalam logistik Spare Part Klasifikasi dan Identifikasi Spare Part Mengenali sistem klasifikasi suku cadang yang efektif Prinsip-prinsip identifikasi dan pemberian kode Spare Part Penerapan teknologi RFID, barcode, dan sistem informasi Spare Part Penyimpanan dan Manajemen Persediaan Spare Part Praktik terbaik dalam penyimpanan Spare Part Mengoptimalkan tingkat persediaan dan siklus pemesanan Pengendalian persediaan untuk menghindari surplus dan kekurangan Spare Part Distribusi dan Pengiriman Spare Part Strategi distribusi Spare Part yang efisien Memilih jalur pengiriman yang tepat Penggunaan teknologi dalam pelacakan pengiriman dan pengiriman real-time Manajemen Supplier dan Kontrak (1 jam) Kemitraan dengan pemasok Spare Part Strategi negosiasi kontrak yang efektif Mengelola risiko dan kualitas dalam manajemen pemasok Teknologi dan Inovasi dalam Logistik Spare Part Pemanfaatan sistem manajemen logistik suku cadang (Spare Parts Management System) Penerapan teknologi dalam logistik Spare Part Studi kasus tentang penerapan teknologi terkini dalam logistik Spare Part Manajemen Return dan Daur Ulang Spare Part Prosedur pengelolaan pengembalian Spare Part Daur ulang dan manajemen limbah Spare Part Praktik terbaik dalam pengelolaan Spare Part bekas Pengukuran Kinerja Logistik Spare Part Indikator kinerja kunci (KPI) dalam logistik Spare Part Menerapkan audit dan evaluasi kinerja logistik Spare Part Penyusunan rencana perbaikan dan pengembangan lebih lanjut Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Pelaku bisnis yang perlu memahami mengapa logistik spare part berbeda Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Spare Part Logistics. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Designing Logistics Network

Deskripsi Konsep strategis dalam merancang aliran material, penyimpanan, dan distribusi yang efisien dalam supply chain sangat krusial, yang dimulai dari pemilihan lokasi fasilitas hingga pengaturan rute distribusi. Oleh karena itu pelatihan Designing Logistics Network memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam merancang jaringan logistik yang responsif dan adaptif terhadap tantangan bisnis yang beragam. Designing Logistics Network melibatkan perencanaan dan pengembangan rencana berkelanjutan untuk mengelola aliran barang, informasi, dan layanan di seluruh supply chain. Dalam pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana merancang strategi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam industri logistik yang terus berkembang. Yang akan dipelajari Anda akan memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana merancang jaringan logistik yang efisien dan responsif. Anda akan memperoleh pengetahuan tentang strategi pemilihan lokasi fasilitas, pengaturan rute distribusi, manajemen persediaan, dan teknologi yang mendukung desain jaringan logistik yang optimal. Anda akan mampu mengembangkan rencana yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja rantai pasokan secara keseluruhan. Materi Pelatihan Pengenalan Designing Logistics Network Definisi dan pentingnya Designing Logistics Network Peran Designing Logistics Network dalam supply chain Tren dan tantangan terkini dalam Designing Logistics Network Kebutuhan dan Analisis Data Mengumpulkan dan menganalisis data operasional dan logistik Mengidentifikasi kebutuhan khusus perusahaan dalam Designing Logistics Network Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam Designing Logistics Network 3. Pemilihan Lokasi Fasilitas • Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi fasilitas logistik (gudang, pabrik, dll.) • Metode pemodelan dan analisis untuk menentukan lokasi yang optimal • Studi kasus tentang strategi pemilihan lokasi fasilitas logistik Tata Letak dan Rute Distribusi Memahami tata letak dan desain fasilitas yang efisien Pengaturan rute distribusi dan jaringan transportasi Menerapkan teknologi dan sistem informasi dalam pengelolaan jaringan logistik Strategi Stok dan Pengendalian Persediaan Mengoptimalkan level persediaan dan stok di berbagai lokasi Penerapan metode pengendalian persediaan dan perencanaan permintaan Strategi penggudangan dan manajemen pergudangan Analisis Kinerja dan Kelayakan Mengevaluasi kinerja jaringan logistik yang ada Menilai efisiensi dan efektivitas operasional jaringan logistik Menganalisis kelayakan finansial dalam merencanakan perubahan atau pengembangan jaringan logistik Teknologi dan Inovasi dalam Designing Logistics Network Peran teknologi dalam memperbaiki efisiensi jaringan logistik Menggunakan sistem informasi geografis (Geographic Information System – GIS) dalam desain jaringan logistik Penerapan teknologi terkini dalam otomatisasi dan manajemen jaringan logistik Studi Kasus dan Contoh Designing Logistics Network Menganalisis studi kasus tentang Designing Logistics Network di berbagai industri Memahami keuntungan dan tantangan dari implementasi desain jaringan logistik yang efisien Diskusi kelompok dan sharing pengalaman antar peserta Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Praktisi Supply Chain dan/atau Logistik, Business Development, Project Manager, Strategic Partner Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang Designing Logistics Network. Facilitator Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Cold Chain Management : Basic Concept & Best Practice

Deskripsi Program training yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan produk yang memerlukan suhu terkendali dalam cold chain. Training ini mencakup konsep dasar, praktik terbaik, serta strategi untuk memastikan produk yang sensitif terhadap suhu tetap terjaga kualitasnya selama proses transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Peserta akan mempelajari tentang regulasi, teknologi pemantauan suhu, manajemen risiko, pemilihan kemasan yang tepat, serta praktik keselamatan dan kebersihan yang diperlukan dalam lingkungan cold chain Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta tentang konsep dasar Cold Chain Management dan praktik terbaik untuk memastikan penanganan produk yang sensitif terhadap suhu dengan aman dan efisien. Mempersiapkan peserta dengan pengetahuan yang benar untuk mengelola cold chain dengan efisiensi dan menjaga integritas produk melalui berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tujuan Pelatihan Anda akan memahami definisi dan pentingnya cold chain management, dan peran produk yang memerlukan suhu terkendali dalam berbagai industri. Anda akan memiliki pengetahuan tentang komponen-komponen kunci dalam cold chain, termasuk transportasi, penyimpanan, dan distribusi, serta peran peralatan untuk mengendalikan suhu, seperti freezer dan kendaraan berpendingin. Anda akan mempelajari manajemen risiko dalam cold chain dengan mengidentifikasi potensi risiko dalam cold chain seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan gangguan transportasi. Serta, strategi untuk mengurangi risiko dan pengembangan rencana kontingensi. Melakukan analisis studi kasus dari berbagai sektor yang menunjukkan keberhasilan dan tantangan dalam cold chain management, dan pembelajaran dari pengalaman industri yang nyata. Materi Pelatihan Pengenalan Cold Chain Management Definisi dan pentingnya Cold Chain Management Industri dan sektor utama yang mengandalkan Cold Chain Signifikansi menjaga kualitas dan keamanan produk Memahami peran produk yang sensitif terhadap suhu Memahami Komponen Cold Chain Mengidentifikasi komponen utama sistem Cold Chain Tinjauan tentang unit penyimpanan dengan suhu terkendali Pertimbangan transportasi dan distribusi untuk barang-barang yang sensitif terhadap suhu Bahan kemasan dan teknik insulasi Regulasi dan Standar Cold Chain Tinjauan tentang badan regulasi internasional dan nasional Persyaratan kepatuhan untuk menangani produk farmasi, makanan, dan produk yang sensitif terhadap suhu lainnya Praktik terbaik untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi Cold Chain Pemantauan dan Teknologi Cold Chain Pentingnya pemantauan dan pelacakan real-time dalam manajemen rantai dingin Pengenalan tentang alat pemantauan suhu dan perekam data (data loggers) Mengimplementasikan teknologi IoT dan sensor untuk meningkatkan visibilitas Studi kasus yang menunjukkan dampak teknologi dalam manajemen rantai dingin Manajemen Risiko Cold Chain Mengidentifikasi risiko dan tantangan potensial dalam logistik Cold Chain Strategi untuk penilaian dan mitigasi risiko Menangani masalah umum seperti terjadinya lonjakan suhu, pemadaman listrik, dan kesalahan manusia Mengembangkan rencana kontingensi untuk mengatasi keadaan darurat Praktik Terbaik dalam Penanganan Cold Chain Teknik penyimpanan dan penanganan yang tepat untuk berbagai produk yang sensitif terhadap suhu Pemeliharaan Cold Chain dan pemeriksaan peralatan rutin Pelatihan personel dan implementasi Prosedur Operasional Standar (SOP) Menghindari kontaminasi silang dan menjaga standar kebersihan Studi Kasus dan Contoh Industri Menganalisis studi kasus sukses dalam manajemen Cold Chain dari berbagai industri Belajar dari kegagalan dan kejadian masa lalu untuk mencegah masalah di masa depan Diskusi kelompok interaktif dan latihan pemecahan masalah Penutup dan Tanya Jawab Ringkasan poin-poin kunci yang dibahas selama pelatihan Forum terbuka bagi peserta untuk bertanya dan mencari klarifikasi Penutup dan dorongan untuk terus meningkatkan praktik Cold Chain Metode Pelatihan Pemaparan dan pemahaman konsep dasar, diskusi, studi kasus atau video kasus: 20% teori berdasarkan literatur praktisi. 40% diskusi praktik terbaik dan implementasi. 40% analisis studi kasus Target Peserta Supply Chain dan/atau Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi Project Manager, Quality Assurance dan Quality Inspector Staff/Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses supply chain. Profesional yang ingin meningkatkan kompetensi dan pengayaan pengetahuan di bidang cold chain management. Facilitator : Nyoman Purnaya, ST., MBA. Pengalaman lebih dari 18 tahun sebagai praktisi dan konsultan di industri Logistics dan Supply Chain pada perusahaan nasional maupun multinasional. Lulusan Teknik Industri dari ITN Malang dan Master Business Administration dari UGM. Mendapatkan sertifikasi logistics & transportation management dari CILT-UK, sertifikasi logistics management (ESLog) dari European Logistics Association Sertifikasi Asesor Kompetensi Logistik dari BNSP. Ia telah membantu berbagai perusahaan swasta, BUMN dan lembaga pemerintah dalam menerapkan praktik terbaik manajemen logistik dan supply chain, dalam bentuk konsultasi dan memberikan pelatihan berbagai topik di bidang manajemen logistic dan supply chain, dan proses improvement. Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah yang telah dibantu dari berbagai jenis industri seperti electronic, otomotif, FMCG, pharmaceutical, distribusi, fertilizer, mining, construction, lembaga Pendidikan, Kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya.

Kupas Tuntas Incoterms 2020

International Commercial Terms (Incoterms) merupakan kumpulan ketentuan komersial dalam perdagangan internasional. Ketentuan ini ditinjau setiap 10 tahun sekali. Ketentuan terbaru mulai diberlakukan pada 1 Januari 2020, selanjutnya disebut Incoterms 2020. Incoterms digunakan oleh para pelaku perdagangan internasional ketika mengirim barang dalam transaksi atau kontrak. Dengan berpedoman pada ketentuan tersebut, penjual dan pembeli bisa meminimalkan risiko dan biaya yang muncul dalam proses perdagangan. Pelaku ekspor impor wajib memahami ketentuan dalam incoterms terbaru. Nah, pelatihan ini akan membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan incoterms dengan merujuk pada ICC Incoterms® 2020. Outline : Update Terbaru Incoterms Apa saja perubahan utama dalam Incoterms 2020? DAT diubah menjadi DPU. Ganti asuransi di CIP/CIF. Derail cost di pelabuhan dan tempat pengiriman. International Convention for Safety of Life at Sea (SOLAS). Kententuan seller/buyer menggunakan transportasi sendiri. Incoterms FCA, FOB dan hubunganya dengan bill of lading. Syarat Penyerahan Barang Incoterms 2020 Aplikasi dan panduan umum yang digunakan. Terminologi, latar belakang dan tujuan. Hal-hal yang diatur dan yang tidak diatur. Memahami titik kritis untuk penjual dan pembeli. Peran dan tanggung jawab antara penjual dan pembeli. Faktor yang harus diperhatikan dalam memilih Incoterms. Perbandingan Incoterms 2010 dengan Incoterms 2020. Penjabaran Jenis-jenis Incoterms 2020 EXW – EX WORKS FCA – FREE CARRIER FAS – FREE ALONGSIDE SHIP FOB- FREE ON BOARD CFR – COST AND FREIGHT CIF – COST INSURANCE FREIGHT CPT – CARRIAGE PAID TO CIP – CARRIAGE AND INSURANCE PAID TO DAP – DELIVERED AT PLACE DPU- DELIVERED AT PLACE UNLOADED DDP – DELIVERED DUTY PAID Facilitator : Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Best Practices Supply Chain Management

DESKRIPSI  Supply Chain Management (SCM) adalah aktivitas operasional “end to end”, mulai dari tahap; planning, sourcing, inventory storage, production/implementation, & distribution to end user/end customer, yang disertai proses evaluasi kinerja atas keseluruhan proses implementasi SCM tersebut. Proses SCM banyak terjadi di sektor industri & aktivitas pendukungnya. Sedangkan di aktivitas proyek, eksplorasi, jasa, & layanan publik, proses Supply Chain Management merupakan integrasi antara; perencanaan, pencarian pasokan, pelaksanaan, & penyelesaian pekerjaan, dimana struktur organisasi kerjanya berpusat pada fungsi procurement sebagai aktivitas utama dengan fungsi rantai pasok sebagai aktivitas pendukung. TUJUAN TRAINING Dalam training ini para peserta akan mempelajari konsep & implementasi Supply Chain Management secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, para peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Memahami konsep, proses, & strategi Supply Chain Management Meningkatkan kinerja Supply Chain Management secara praktis & dinamis. Update dari konsep, best practices, & aplikasi teknologi terkini di bidang Supply Chain Management Melakukan monitoring proses & evaluasi kinerja Supply Chain Management yang lebih efektif, efisien, terukur, & akuntabel Melakukan proses identifikasi, analisa, usulan solusi, inovasi, & implementasi secara nyata METODE TRAINING Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Supply Chain Analyst, Planner/Estimator, Marketing, Logisticians, & Buyer. Project Team, Operation Support, Corporate Legal, & General Affairs. Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Level Management, Supervisor, & Staf yang terkait dengan pengelolaan Supply Chain Management. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Hari Pertama Sectoral Based Supply Chain, Industry Revolution, & VUCA Supply Chain Operations Reference (SCOR) Plan: Forecast versus Actual Sources: Strategic Sourcing Discussion sharing, case study, & action plan Hari Kedua Make: Production, Processing, & Operations Deliver: Allocation, Storage, & Distribution Management Enterprise Resources Planning (ERP) & Decision Support System (DSS) Supply Chain Improvement Discussion sharing, case study, & action plan RUNDOWN TRAINING  Pertemuan Hari Pertama Waktu Agenda Di Organisir Oleh 08.30 – 09.00 Registrasi peserta Host Admin 09.00 – 09.10 Pembukaan training & perkenalan peserta Host Admin 09.10 – 10.15 Sectoral Based Supply Chain, Industry Revolution, & VUCA Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 10.30 – 12.00 Supply Chain Operations Reference (SCOR) Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 12.00 – 13.00 Istirahat & makan siang (lunch break) Host Admin 13.00 – 14.15 Plan: Forecast versus Actual Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 14.15 – 14.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 14.30 – 15.30 Sources: Strategic Sourcing Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 15.30 – 15.45 Review materi hari pertama Host Admin 15.45 – 16.00 Penutupan training hari pertama & informasi dari penyelenggara Host Admin Pertemuan Hari Kedua Waktu Agenda Di Organisir Oleh 08.30 – 09.00 Registrasi peserta Host Admin 09.00 – 10.15 Make: Production, Processing, & Operations Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 10.15 – 10.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 10.30 – 12.00 Deliver: Allocation, Storage, & Distribution Management Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 12.00 – 13.00 Istirahat & makan siang (lunch break) Host Admin 13.00 – 14.15 Enterprise Resources Planning (ERP) & Decision Support System (DSS) Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 14.15 – 14.30 Rehat kopi (coffee break) Host Admin 14.30 – 15.30 Supply Chain Improvement Pemaparan materi Tanya-jawab langsung Diskusi, studi kasus, & action plan Deni Danasenjaya 15.30 – 15.45 Review materi hari kedua Host Admin 15.45 – 16.00 Feed-back, evaluasi, & foto Bersama Pembagian sertifikat & penutupan training   Host Admin  

Warehouse Handling Management

PENGANTAR Training Warehouse Management – Peran dan fungsi pergudangan dalam sebuah perusahaan yaitu sebagai lini yang bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara persediaan barang guna memenuhi kebutuhan operasional setiap lini diperusahaan. Keberadaan gudang dalam perusahaan merupakan pendukung kelancaran dalam setiap aktifitas operasional yang ada, dimana bagian gudang berperan juga dalam mengelola stok dan persedian barang bagi setiap user diseluruh departement, efisiensi waktu pelayanan permintaan dan pengiriman dan fasilitas lain yang diperlukan. Oleh karenanya dalam mengelola warehouse memerlukan pemahaman tentang peran, fungsi dan aplikasi yang efektif dalam manajemen pergudangan. Selain itu juga warehouse yang efektif juga mempunyai alur kerja dan prosedur kerja yang efektif serta efisien dengan menggunakan metode-metode terkini baik dari sisi teknis dilapangan dan sistem informasi yang tersedia sehingga tercapai keefektifan sistem pergudangan yang maksimal. Training Warehouse Management  ini memberikan jawaban bagi organisasi yang akan membangun ataupun ingin memperbaiki sistem pergudangannya, dimana program pelatihan ini akan memberikan metodologi-metodologi yang tepat guna dalam sistem pergudangan dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan/organisasi. Yaitu salah satunya dengan memaksimalkan kondisi fasilitas ruang/area yang tersedia, peralatan operasional, kedisiplinan tenaga kerja, access location serta kesehatan dan keselamatan kerja. Atas dasar beberapa point diataslah mengapa penting bagi manajemen perusahaan terutama warehouse management untuk mengikuti program Training Warehouse Management ini, dimana program ini akan sangat bermanfaat dalam membangun sistem pergudangan yang efektif dan tepat guna yang siap serta mampu menghadapi persaingan bisnis yang samakin meningkat. MAKSUD & TUJUAN  Training Warehouse Management ini adalah salah satu dari solusi yang tepat bagi perusahaan/organisasi yang ingin membangun memperbaiki sistem pergudangannya, yaitu diharapkan setelah mengikuti program ini peserta mampu: Mengerti dan memahami peran dan fungsi sistem pegudangan dalam sebuah perusahaan/organisasi. Mengerti dan memahami konsep dan kegiatan kerja pokok dalam warehouse management Paham dan menguasai aspek-aspek serta faktor -faktor yang mempunyai peran utama dalam aktifitas pergudangan. Paham dan mampu mengoptimalisasi performance sistem pergudangan Memahami peran dan fungsi sistem manajemen dalam pergudangan di perusahaan/organisasi Integrasi warehouse management dengan berbagai management sistem: ISO 9001, 5R, Six Sigma, Kaizen Memahami konsep dan manfaat keunggulan program implementasi 5S di dalam Manajemen Pergudangan Memahami dan mampu mengaplikasikan step by step warehouse management terintegrasi dengan 5S Mampu merencanakan, mengevaluasi dan mengelola sistem manajemen pergudangan yang tepat dan efektif didalam perusahaan/organisasi. Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process recieving Warehouse material handling Inventory management Stock and Control Storage handling and storage control Warehouse stock opname Planing kebutuhan material pergudangan Sistem pengendalian fasilitas peralatan dan utilitas pergudangan, mencangkup: manajemen dan penataan rak yang efektif, penggunaan/perawatan pallet, Alat Angkut (forklift, mover, handlift etc) sistem sirkulasi udara, tempertaur dan kelembapan, pencahayaan, dan tata letak design bangunan Goods/Product Identification System (Manual Identification System: Product Numbering System, SKU), (Electronic Identification System: Bar Code System,Auto ID Data Capture) (Case study on goods/product identification system) (Product physical Storage System: Principles of product storage) (Product Physical Storage System (cont): Storage Identification, Storage Adressing System), (Static and Dynamic addressing system), (Bin Management), (Safety on storage system: Product Safety, Safety at work), (Product Preservation System), (Case study on Product physical storage system) Integrasi warehouse management dengan productivity sistem seperti: 5S, Six Sigma, Kaizen Keunggulan dan manfaat integrasi 5S dengan warehouse management sistem Aplikasi dan contoh integrated manajemen pergudangan dengan 5S Step by step perencanaan dan implementasi pengintegrasian warehouse management system dengan 5S Penilaian dan pengukuran tingkat keberhasilan kinerja dalam pergudangan SIAPA PESERTA YANG HARUS IKUT Training Warehouse Management ini sangat dianjurkan diikuti oleh mereka dengan latar belakang profesi sebagai: Dept. Manajer, Spv Dept, Dept. logistik, warehouse Dept, Dept. Inventory dan procurement/purchasing.  Dan semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak dalam pengelolahan dan pengawasan sistem pergudangan. METODE PELAKSANAAN Training Warehouse Management ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan presentasi kelompok. FACILITATOR

Online Training: Supply Chain Management for Best Operation

Pengertian Supply chain management (SCM) adalah pengelolaan arus barang, termasuk pergerakannya dan penyimpanan bahan baku sebagai persediaan barang dalam proses, serta barang jadi dari titik asal sampai ke titik konsumsi, yang merupakan saluran bisnis dalam penyediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir dalam mata rantai pasokan. Manajemen mata rantai suplai sebagai suatu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan kegiatan rantai pasokan dengan tujuan untuk menciptakan pendapatan bersih, membangun infrastruktur yang kompetitif, meningkatkan fungsi logistik, sinkronisasi pasokan dengan permintaan dan mengukur kinerja secara global. Latar Belakang Supply chain management adalah suatu fungsi lintas sektoral yang meliputi pengelolaan pergerakan material mentah sampai kedalam sebuah organisasi untuk melakukan proses produksi, termasuk aspek-aspek tertentu dari internal untuk pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, dan pergerakan barang jadi keluar organisasi dan menuju konsumen akhir, dimana kegiatan tersebut berfokus pada kompetensi inti dan mengurangi proses yang tidak diperlukan dalam distribusi, dimana fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh internal akan dilakukan outsourcing ke perusahaan lain yang dapat melakukan aktivitas yang lebih baik atau untuk mencapai biaya yang efektif, untuk meningkatkan jumlah organisasi yang terlibat dalam memenuhi permintaan pelanggan, namun mengurangi kontrol manajerial operasi logistik sehari-hari dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di antara mitra dalam mata rantai suplai, sehingga meningkatkan visibilitas persediaan dan kecepatan pergerakan persediaan. Tujuan Pelatihan Dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi Menentukan Strategi Distribusi Melakukan Trade- off dalam kegiatan logistik. Memberikan Informasi yang terintegrasi Mengelola persediaan (stock) termasuk bahan baku untuk proses produksi Mengelola arus kas dalam pembayaran dan metodenya dalam entitas rantai pasokan Mengelola mata rantai suplai dan melakukan eksekusi yang tepat pada pengelolaan dan koordinasi pergerakan material, informasi dana yang tersedia pada seluruh kegiatan rantai pasokan. Outline Materi Pengertian Supply Chain Management Perencanaan produksi dan pengelolaan logistik Kaitan antara Supply Chain dengan Selling Product Vendor management dan assessment Faktor yang mempengaruhi Supply Chain Distribusi dan bisnis proses Indikator kinerja Supply Chain Metode Pelatihan Pembahasan Teori yang ditujukan untuk membuat penyegaran (re-freshing); Sinkronisasi antara Teori dengan kondisi yang terjadi; Mendiskusikan permasalahan yang terjadi dengan mengimplementasikan teori disertai dengan contoh kasus; Membuat perencanaan tugas yang efektif dan efisien dengan berlandaskan teori; Melakukan on-job training di dalam kelas, sebagai suatu simulasi atas contoh permasalahan yang harus diselesaikan Peserta Senior Staff dan Supervisor General Manager dan Manager Direktur Facilitator

Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan

Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. Outline Materi A.   CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO dan Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification dan Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, dan database lartas Lartas post border pada sistem insw Alur data pengawasan post border System dan Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE  Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk  Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR

Cost Reduction Program

Cost Reduction Program – Persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Ironisnya dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah. Pelatihan Cost Reduction Program ini memberikan jawaban atas masalah ini dengan mengajarkan siasat jitu mengurangi biaya. OUTLINE MATERI Filosofi dan perkembangan konsep cost reduction. Syarat utama cost reduction: komitment management. Identifikasi proses-proses yang menaikkan biaya. Pemborosan. Ketidakseimbangan. Kelebihan beban. Metode-metode analisis cost reduction. Budgeting: filter awal pengendalian biaya. Risk management & risk analysis. Lean manufacturing: pull system, heijunka, one piece flow, value stream mapping, dll. Six Sigma. Kebijakan 5R/5S dan aplikasi dalam tempat kerja (gemba). Perbaikan terus menerus (kaizen). Perbedaan antara kaizen dan inovasi. Pembentukan gugus kendali mutu (QCC). Kegagalan-kegalan dalam penerapan cost reduction program. Best practice dalam cost reduction. Cost reduction di produksi. Cost reduction di finance & administrasi. Cost reduction di marketing. METODE PENYAMPAIAN Program berlangsung selama 2 hari, total durasi 14 jam. Waktu pembelajaran pukul 09.00-17.00 WIB. Materi disampaikan dengan pemaparan, tanya jawab, dan latihan. FACILITATOR  

Online Training : Practical Inventory Management

Deskripsi Persediaan telah menjadi topik pembicaraan dan masalah rumit sehari-hari para eksekutif perusahaan. Persediaan banyak menyita keuangan perusahaan padahal semua tahu bahwa persediaan adalah idle resource. Penekanan jumlah persediaan tanpa mengurangi customer service adalah dambaan setiap perusahaan. Akan tetapi tidak semua tahu bagaimana cara melakukannya. Di dalam seminar ini akan dibahas  teknik praktis inventory management  yang sangat penting untuk perusahaan manufaktur, jasa dan retail. Seminar disajikan dengan case method sehingga diharapkan  mudah difahami oleh para peserta. Perhitungan matematis yang rumit akan dibantu dengan menggunakan software. Manfaat Pelatihan Peran inventory management dalam kehidupan perusahaan Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Klasifikasi persediaan Prakiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Material Requirement Planning (MRP) Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time (JIT) Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT OUTLINE  PELATIHAN Peran inventory manajemen dalam kehidupan perusahaan Hubungan manajemen  persediaan dengan sistem manajemen logistik perusahaan Nilai dana yang terserap dalam persediaan Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap customer service Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap performansi perusahaan. Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Rasio-rasio performansi sistem persediaan Inventory turnover  ratio bahan baku Inventory turnover ratio produk jadi Inventory turnover ratio barang setengah jadi (work in process) Inventory turnover ratio spareparts Umur rata-rata persediaan Klasifikasi persediaan Klasifikasi persediaan secara fisik Klasifikasi material berdasarkan frekuensi mutasi Klasifikasi ABC Material dependen dan independen Prakiraan kebutuhan barang Data historis pemakaian barang Cara pengumpulan data pemakaian barang dan persediaan Linear regression model Exponential smoothing model Cara memilih metoda perkiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Keputusan persediaan Klasifikasi sistem persediaan Biaya persediaan Penentuan ukuran pesanan ekonomis Gradual replacement model Reorder point Potongan harga Stochastics inventory problem Penentuan service level Studi kasus. Material Requirement Planning ( MRP ) Penjelasan umum tentang MRP Permintaan material dependen dan independen Proses perencanaan material Scheduled and planned order release Planned order receipt Pola pengambilan keputusan sistem MRP Latihan perhitungan MRP Perbedaan MRP dan sistem persediaan yang lain Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time ( JIT ) Filosofi sistem Just In Time (JIT) Karakteristik kemitraan JIT Pengaruh JIT Cost Reduction terhadap ukuran pemesanan barang Asumsi-asumsi yang digunakan Cara implementasi JIT dalam lingkungan EOQ Penilaian persediaan. FIFO (first in first Out) Moving weighted Average. LIFO (Last in First Out). Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT JIT/EOQ Order Quantity JIT/EOQ Total Annual Cost JIT/EOQ Delivery Quantity Saving by switching to JIT/EOQ JIT/EOQ Optimal Number of Deliveries Studi kasus. 10.    Studi Kasus perencanaan sistem produksi sebuah industri makanan. Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Metoda Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggabungkan tiga hal yaitu : Penyampaian teori ( 50 % ) Studi kasus ( 30 % ) Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan ( 20 % ) Facilitator

Online Training : Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods salah satu tujuannya adalah bisa membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian, bisa melakukan update berkala vendor/supplier list. Deskripsi Untuk memilih vendor/supplier yang dapat diandalkan dengan produk terbaik & jasa, spesifikasi yang tepat, kualitas yang tepat, ketepatan waktu pengiriman, layanan terbaik, dan juga harga yang terbaik, maka perusahaan harus melakukan proses seleksi dan evaluasi vendor/supplier secara komprehensif diukur dengan metode yang tepat. Kelalaian dalam proses sourcing akan mengakibatkan; vendor/supplier yang tidak berkualitas & tidak profesional, produk & jasa yang bermasalah, sehingga berpotensi mengganggu proses operasional perusahaan, proses produksi, atau proyek yang sedang berlangsung. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian. Melakukan update berkala vendor/supplier list. Mengidentifikasi kandidat vendor/supplier yang qualified & capable. Mengimplementasikan metode evaluasi & inspeksi calon vendor/supplier dalam keseharian tugas. Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses seleksi vendor/supplier. Target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Asset Management Berbasis Teknologi

Deskripsi Sama halnya dengan inventory, asset perusahaan memiliki nilai kapital yang besar, sangat menunjang proses bisnis perusahaan. Mulai dari meja, kursi, komputer, laptop, printer, kendaraan bermotor, mesin produksi, alat berat dll.  Walaupun saat ini untuk beberapa jenis asset perusahaan telah menggunakan jasa outsourcing, leasing, tapi pada kenyataannya perusahaan tetap memiliki beberapa asset yang perlu dikelola dengan baik. Sudah saatnya perusahaan mengelola asset dengan mengoptimalkan teknologi, Mulai dari database management yang bisa mencatat, mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi, rotasi asset, serta status custody & user. Selain itu penggunaan barcoding atau RFID bisa mempermudah monitoring asset, mapping lokasi asset di perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Asset Management Berbasis Teknologi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip, konsep, manfaat asset management berbasis teknologi Memahami cara kerja aplikasi asset management Memahami tahapan pengembangan,  pemilihan teknologi yang sesuai Memahami bagaimana proses seleksi, evaluasi provider asset management berbasis teknologi Menerapkan otomatisasi asset management Target Peserta Pelatihan Asset Management Berbasis Teknologi ini ditujukan untuk para: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian, MIS, System Analyst,  IT Internal Auditor, Compliance Unit Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses procurement & pengembangan system Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Asset Management Berbasis Teknologi dilaksanakan dengan metode: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices, benchmarking antar industri 40% studi kasus nya, diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Asset Management Berbasis Teknologi adalah : Asset management review Custodian rules Pemeliharaan & pengawasan asset Administrasi & database asset Pemeriksaan & audit asset Pemilihan Software asset management Penerapan barcode & RFID Asset mapping  & asset tracking Security system Demo modul asset management Fasilitator Deni Danasenjaya & Setiabudi  Deni Danasenjaya, SE, MM. Telah bekerja dalam bidang logistik, operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik, telah menulis beberapa artikel, tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi, transportasi, ISO 14000, logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk, Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta. Setiabudi Setiabudi is an information technology professional with over 11 years extensive experience in many projects and joined in many national and multi-national companies. He has comprehensive and in-depth knowledge of information technology implementation, assurance and audit. Since February 2005, he was founded PT. AWAKAMI and get the Chairman responsibility in it company. His entrepreneur experience was expanded by founded PT. SAJIWA (Satu Jiwa Barokah). Its company core business is information technology services and products development.

Online Training : Tata Kelola & Dokumen Perusahaan

PENDAHULUAN Manajemen kantor dan arsip merupakan hal keseharian yang bila tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi masalah besar. Pada prinsipnya, manajemen kantor dan arsip bermula dari pemilihan suatu sistem dasar, idealnya didasarkan oleh sistem 5S (lean office) yang pada prakteknya di sesuaikan sesuai kebutuhan. Selanjutnya pengelolaan arsip dan aset, dalam hal ini mencakup “master book” lokasi aset, status aset, penomoran aset, memiliki kesamaan dengan pengelolaan arsip. Hal yang dibedakan adalah pada manajemen arsip dilakukan pula manajemen korespondensi. Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang bertanggung jawab mengelola kantor, baik sebagai office manager, GA Officer,maupun sekretaris, sehingga dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis global yang penuh tuntutan, sesuai standar kompetensi dalam mengelola kantor, aset, arsip, dan waktu (time management) agar mampu meningkatkan efektifitas, efisiensi & profesionalitas kerja.   Durasi Pelatihan : 1 Hari Training Waktu Pelatihan: 9:00 – 15:00 OUTLINE MATERI SESI 1 : Paradigma dan Filosofi Manajemen Kantor Modern Keunggulan bersaing di era informasi dan design. Efektivitas pengelolaan kantor dan hubungannya dengan manajemen manusia. Efektivitas alur kerja dan tata-ruang kantor dalam pengelolaan produktivitas. Standarisasi pengelolaan kantor Model jepang vs barat dan implikasinya.   SESI 2 : Prinsip Dasar Manajemen Kantor & Filing Berdasarkan 5S (5R) Membahas tentang konsep 5S, penerapannya di tempat kerja dan bagaimana sistem 5S bekerja. Memahami Makna Pilar Utama Seiri (Ringkas) dan Seiton (Rapi), Seiso (Resik) dan Shitsuke (Rawat). Memahami Makna Pilar Utama Seiketsu (Rajin) dan Integrasi Kelima Pilar serta studi kasus (identifikasi dan peningkatan pemahaman) Diskusi kelompok: Rencana Tindakan Manajemen Kantor dengan 5S   Sesi 3 & 4 : Pengelolaan Dokumen & Filing Berdasarkan Sistem ALFRED Sesi ini memberikan pengetahuan kepada para peserta perihal keterampilan dalam membuat rekap file dari berbagai dokumen – dokumen yang dikelolanya. Dengan keterampilan melakukan rekap file tersebut para peserta diharapkan dapat dengan cepat menemukan filenya kembali pada saat atasan, rekan kerja, ataupun untuk kegiatan lain yang memerlukan file tersebut. Keterampilan lain yang akan didapat dari sesi ini adalah para peserta dapat melakukan index file, klasifikasi file, penilaian file, membuat Table ALFRED, pengkodean arsip, map of location terhadap dokumen, hak akses, tunjuk silang dari file yang mempermudah mereka menemukan filenya kembali, membedakan arsip dinamis dan arsip statis, membuat jadwal retensi dari file dan ketrampilan lainnya dalam mengelola file. Pembuatan standard filling dokumen dimulai dari penamaan standard label di punggung odner dan di depan odner, pembuatan daftar dokumen dalam lemari, daftar isi odner & kartu bukti pinjam arsip Selain itu peserta diinformasikan juga tentang landasan hukum dokumen perusahaan mulai dari UU dan PP yang ada, juga tata cara penyerahan dan pemusnahan dokumen perusahaan beserta dengan pembuatan BAP (Berita Acara Pemusnahan) Dokumen Perusahaan. Keterangan: 5S = Seiri, Seiton, Seiso, Shitsuke, Seiketsu atau Bahasa Indonesia 5R = Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin   Facilitator:

Online Training : Mastering QC 7 Tools for Problem Solving & Improvement

QC 7 Tools  adalah tools yang sangat berguna sekali dan merupakan tools yang sangat ampuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi khususnya dalam suatu proses (produksi / manufaktur). Dengan menggunakan QC 7 Tools permasalahan akan dapat ditangani secara terstruktur, tepat, akurat dan cepat. Dalam sebuah industri manufaktur, terdapat 2 bagian besar yaitu proses pembuatan suatu produk dan produk yang dihasilkan itu sendiri. Satu hal yang sama didalam 2 bagian besar tesebut adalah kedua-duanya dapat menghasilkan suatu “Problem”. Dimana problem yang dihasilkan dalam proses pembuatan akan mengakibatkan meningkatnya biaya produksi dan problem yang dihasilkan dari suatu produk akan menurunkan performance dari produk tersebut. Dengan menggunakan QC 7 Tools, problem-problem tersebut dapat diatasi. Dalam perkembangannya QC 7 Tools tidak hanya digunakan sebagai alat untuk problem solving tetapi dapat juga digunakan sebagai tool dalam proses improvement suatu proses / product. Outline Materi Peserta training dapat menggunakan fungsi-fungsi dalam QC 7 Tools untuk memecahkan suatu permasalahan dan dapat membuat suatu improvement untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Peserta training dapat melakukan observasi terhadap suatu permasalahan dengan menggunakan metode 3-Gen dan dapat membuat suatu Grafik (Tools ke-1) sebagai hasil dari observasi tersebut. Peserta training dapat mengolah hasil observasi ke dalam bentuk Pareto Chart (Tools ke-2). Dengan tools yang kedua ini, penanganan suatu masalah akan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat menurunkan permasalahan sampai 80% dengan tindakan yang hanya 20%. Dengan metode analisa 4M (Man, Material, Method, Machine) melalui Fish Bond Analysis (tools ke-3), permasalahan yang telah ditetapkan melalui pareto chart dapat diselesaikan dengan tepat sasaran. Peserta training juga akan mempelajari bagaimana keadaan ideal (“Ideal State”) suatu mesin/proses melalui pemahaman “Natural Deterioration” dan “Forced Deterioration” sehingga kerusakan / problem yang terjadi tidak akan terulang lagi. Peserta training juga akan mempelajari konsep 2-Gen (Fundamental Function dan Fundamental Condition) sehingga fungsi dari masing-masing part dari suatu mesin / peralatan dapat berfungsi secara maksimal dan tepat guna Peserta training, melalui pemahaman Scatter Diagram (tools ke-4) akan dapat memilah-milah apakah suatu keadaan mempunyai korelasi terhadap suatu permasalahan atau tidak. Peserta training juga akan mempelajari fungsi dari Check Sheet (tools ke-5) yang berguna untuk mengumpulkan data secara praktis. Suatu proses manufacturing pasti akan menghasilkan output yang tidak seragam, padahal idealnya output yang dihasilkan harus mempunyai keseragaman yang tinggi. Dengan menggunakan Histogram (tools ke-6), “Quality of Product” akan selalu terkontrol di level yang tinggi. Control Chart (tools ke-7), merupakan tool yang mengontrol keseluruhan hasil kerja. Dengan adanya tool ini penyimpangan yang terjadi akan dapat cepat diketahui untuk segera dilakukan perbaikan. Ketujuh tools dalam QC 7 Tools juga dapat diimplementasikan sebagai tools dalam sebuah improvement. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari prinsip-prinsip sebuah improvement, mengapa harus dilakukan suatu project improvement. Improvement pada dasarnya adalah mengeliminasi pemborosan. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari jenis-jenis pemborosan. Metode Pelatihan : Dialog Interaktif / Sharing / Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan : 2 hari (10 jam) Peserta Teknisi,Supervisor,Foreman Maintenance/Engineering, Line Leader, Kepala Regu, Supervisor Produksi, Manager Maintenance, Produksi dan lain-lain.

Ekspor Impor dan Kepabeanan

MENGAPA PELATIHAN PENTING UNTUK DIIKUTI? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari isntansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. OUTLINE MATERI: Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk Perlakuan Tarif Preferensi (AFTA), (ACFTA), (AKFTA), (AIFTA) New Incoterms 2010 (Syarat Penyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAF, DES, DEQ, DDU, DDP Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi WORKSHOP LEADER : Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Writing SOP For SOP Writers

Banyak SOP Writers yang tugasnya tidak hanya ”menulis” SOP, tetapi secara tidak langsung mereka juga harus mampu men ”desain” sistem dari proses yang ada dalam organisasi, dimana informasi yang diperlukan untuk mendesain sistem harus dicari sendiri. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi tersebut adalah dengan melakukan interview terhadap seseorang yang dianggap mampu mewakili departemen yang akan dibuatkan SOP nya. Kendala yang sering dihadapi SOP Writers antara lain selain tidak tahu informasi apa yang diperlukan mereka juga harus mampu menganalisa serta memverifikasi informasi yang didapat untuk mengetahui apakah informasi yang didapat sudah mencerminkan pelaksanaan dari  kebijakan organisasi untuk departemen yang bersangkutan atau belum. Didalam proses penulisan SOP, tahap yang paling sulit dan paling melelahkan adalah mendapatkan informasi yang tepat, akurat serta relevan dengan SOP yang akan dibuat. Bagaimana menyiasati kendala-kendala yang dihadapi oleh para SOP Writers yang mungkin belum pernah  atau tidak tahu sama sekali proses yang ada didalam suatu  departemen tertentu yang akan dibuatkan SOP nya? Dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan tips-tips untuk menghadapi kendala tersebut serta dilatih untuk menyusun questionnaires / checklist,  melaksanaan wawancara untuk mendapatkan  informasi yang relevan, meng ”analisa” dan mem ”verifikasi” kebenaran dari informasi yang didapat. Setelah yakin informasi yang didapatkan tersebut akurat dan tepat, SOP Writers baru bisa memulai penulisannya. Setelah selesai mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan : Lebih memahami pentingnya pengetahuan mengenai proses dan sistem dalam penulisan SOP Lebih memahami peran Bussiness Process dalam penulisan SOP Mampu menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan ke wakil departemen yang akan dibuatkan SOP nya Memahami cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih efektif ke wakil departemen untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam rangka penulisan SOP. Mampu menganalisa serta memverifikasi informasi yang didapat. Mampu menuliskan SOP secara lengkap dari informasi yang telah didapatkan. Outline Lebih mendalami konsep pendekatan proses dan sistem Membuat Business Process dan menetapkan SOP yang akan dibuat Merancang checklist/questionnaires untuk mendapatkan informasi yang relevan Melakukan wawancara dengan wakil departemen yang akan dibuatkan SOP nya Menganalisa dan memverifikasi informasi yang didapat Membuat draft SOP Metode Pelatihan Partisipatif,  latihan individu, latihan / diskusi kelompok. Peserta : Para SOP Writers yang sudah memahami apa itu SOP beserta elemen-elemen yang mempengaruhi SOP, serta sudah mengetahui cara membuat Flowchart Para SOP writers yang bertugas untuk menuliskan SOP dari departemen / bagian / seksi lain yang bukan departemen / bagian / seksi nya sendiri. Siapa saja yang berminat untuk memahami lebih jauh tentang penulisan SOP Facilitator