Operation Training

Warehouse Handling Management

PENGANTAR Training Warehouse Management – Peran dan fungsi pergudangan dalam sebuah perusahaan yaitu sebagai lini yang bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara persediaan barang guna memenuhi kebutuhan operasional setiap lini diperusahaan. Keberadaan gudang dalam perusahaan merupakan pendukung kelancaran dalam setiap aktifitas operasional yang ada, dimana bagian gudang berperan juga dalam mengelola stok dan persedian barang bagi setiap user diseluruh departement, efisiensi waktu pelayanan permintaan dan pengiriman dan fasilitas lain yang diperlukan. Oleh karenanya dalam mengelola warehouse memerlukan pemahaman tentang peran, fungsi dan aplikasi yang efektif dalam manajemen pergudangan. Selain itu juga warehouse yang efektif juga mempunyai alur kerja dan prosedur kerja yang efektif serta efisien dengan menggunakan metode-metode terkini baik dari sisi teknis dilapangan dan sistem informasi yang tersedia sehingga tercapai keefektifan sistem pergudangan yang maksimal. Training Warehouse Management  ini memberikan jawaban bagi organisasi yang akan membangun ataupun ingin memperbaiki sistem pergudangannya, dimana program pelatihan ini akan memberikan metodologi-metodologi yang tepat guna dalam sistem pergudangan dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan/organisasi. Yaitu salah satunya dengan memaksimalkan kondisi fasilitas ruang/area yang tersedia, peralatan operasional, kedisiplinan tenaga kerja, access location serta kesehatan dan keselamatan kerja. Atas dasar beberapa point diataslah mengapa penting bagi manajemen perusahaan terutama warehouse management untuk mengikuti program Training Warehouse Management ini, dimana program ini akan sangat bermanfaat dalam membangun sistem pergudangan yang efektif dan tepat guna yang siap serta mampu menghadapi persaingan bisnis yang samakin meningkat. MAKSUD & TUJUAN  Training Warehouse Management ini adalah salah satu dari solusi yang tepat bagi perusahaan/organisasi yang ingin membangun memperbaiki sistem pergudangannya, yaitu diharapkan setelah mengikuti program ini peserta mampu: Mengerti dan memahami peran dan fungsi sistem pegudangan dalam sebuah perusahaan/organisasi. Mengerti dan memahami konsep dan kegiatan kerja pokok dalam warehouse management Paham dan menguasai aspek-aspek serta faktor -faktor yang mempunyai peran utama dalam aktifitas pergudangan. Paham dan mampu mengoptimalisasi performance sistem pergudangan Memahami peran dan fungsi sistem manajemen dalam pergudangan di perusahaan/organisasi Integrasi warehouse management dengan berbagai management sistem: ISO 9001, 5R, Six Sigma, Kaizen Memahami konsep dan manfaat keunggulan program implementasi 5S di dalam Manajemen Pergudangan Memahami dan mampu mengaplikasikan step by step warehouse management terintegrasi dengan 5S Mampu merencanakan, mengevaluasi dan mengelola sistem manajemen pergudangan yang tepat dan efektif didalam perusahaan/organisasi. Outline Materi: Pengantar sistem manajemen pergudangan Peran dan fungsi warehouse management departemen dalam organisasi/perusahaan Beban kerja dan budgeting pergudangan Optimalisasi kinerja dan fungsi warehouse departemen Fungsi warehouse departemen: warehouse storage, warehouse logistic, warehouse product suply and incoming material warehouse Incoming material process recieving Warehouse material handling Inventory management Stock and Control Storage handling and storage control Warehouse stock opname Planing kebutuhan material pergudangan Sistem pengendalian fasilitas peralatan dan utilitas pergudangan, mencangkup: manajemen dan penataan rak yang efektif, penggunaan/perawatan pallet, Alat Angkut (forklift, mover, handlift etc) sistem sirkulasi udara, tempertaur dan kelembapan, pencahayaan, dan tata letak design bangunan Goods/Product Identification System (Manual Identification System: Product Numbering System, SKU), (Electronic Identification System: Bar Code System,Auto ID Data Capture) (Case study on goods/product identification system) (Product physical Storage System: Principles of product storage) (Product Physical Storage System (cont): Storage Identification, Storage Adressing System), (Static and Dynamic addressing system), (Bin Management), (Safety on storage system: Product Safety, Safety at work), (Product Preservation System), (Case study on Product physical storage system) Integrasi warehouse management dengan productivity sistem seperti: 5S, Six Sigma, Kaizen Keunggulan dan manfaat integrasi 5S dengan warehouse management sistem Aplikasi dan contoh integrated manajemen pergudangan dengan 5S Step by step perencanaan dan implementasi pengintegrasian warehouse management system dengan 5S Penilaian dan pengukuran tingkat keberhasilan kinerja dalam pergudangan SIAPA PESERTA YANG HARUS IKUT Training Warehouse Management ini sangat dianjurkan diikuti oleh mereka dengan latar belakang profesi sebagai: Dept. Manajer, Spv Dept, Dept. logistik, warehouse Dept, Dept. Inventory dan procurement/purchasing.  Dan semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak dalam pengelolahan dan pengawasan sistem pergudangan. METODE PELAKSANAAN Training Warehouse Management ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan presentasi kelompok. FACILITATOR

Online Training: Supply Chain Management for Best Operation

Pengertian Supply chain management (SCM) adalah pengelolaan arus barang, termasuk pergerakannya dan penyimpanan bahan baku sebagai persediaan barang dalam proses, serta barang jadi dari titik asal sampai ke titik konsumsi, yang merupakan saluran bisnis dalam penyediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir dalam mata rantai pasokan. Manajemen mata rantai suplai sebagai suatu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan kegiatan rantai pasokan dengan tujuan untuk menciptakan pendapatan bersih, membangun infrastruktur yang kompetitif, meningkatkan fungsi logistik, sinkronisasi pasokan dengan permintaan dan mengukur kinerja secara global. Latar Belakang Supply chain management adalah suatu fungsi lintas sektoral yang meliputi pengelolaan pergerakan material mentah sampai kedalam sebuah organisasi untuk melakukan proses produksi, termasuk aspek-aspek tertentu dari internal untuk pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, dan pergerakan barang jadi keluar organisasi dan menuju konsumen akhir, dimana kegiatan tersebut berfokus pada kompetensi inti dan mengurangi proses yang tidak diperlukan dalam distribusi, dimana fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh internal akan dilakukan outsourcing ke perusahaan lain yang dapat melakukan aktivitas yang lebih baik atau untuk mencapai biaya yang efektif, untuk meningkatkan jumlah organisasi yang terlibat dalam memenuhi permintaan pelanggan, namun mengurangi kontrol manajerial operasi logistik sehari-hari dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di antara mitra dalam mata rantai suplai, sehingga meningkatkan visibilitas persediaan dan kecepatan pergerakan persediaan. Tujuan Pelatihan Dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi Menentukan Strategi Distribusi Melakukan Trade- off dalam kegiatan logistik. Memberikan Informasi yang terintegrasi Mengelola persediaan (stock) termasuk bahan baku untuk proses produksi Mengelola arus kas dalam pembayaran dan metodenya dalam entitas rantai pasokan Mengelola mata rantai suplai dan melakukan eksekusi yang tepat pada pengelolaan dan koordinasi pergerakan material, informasi dana yang tersedia pada seluruh kegiatan rantai pasokan. Outline Materi Pengertian Supply Chain Management Perencanaan produksi dan pengelolaan logistik Kaitan antara Supply Chain dengan Selling Product Vendor management dan assessment Faktor yang mempengaruhi Supply Chain Distribusi dan bisnis proses Indikator kinerja Supply Chain Metode Pelatihan Pembahasan Teori yang ditujukan untuk membuat penyegaran (re-freshing); Sinkronisasi antara Teori dengan kondisi yang terjadi; Mendiskusikan permasalahan yang terjadi dengan mengimplementasikan teori disertai dengan contoh kasus; Membuat perencanaan tugas yang efektif dan efisien dengan berlandaskan teori; Melakukan on-job training di dalam kelas, sebagai suatu simulasi atas contoh permasalahan yang harus diselesaikan Peserta Senior Staff dan Supervisor General Manager dan Manager Direktur Facilitator

Ekspor, Impor, Kepabeanan & Pelabuhan

Mengapa Pelatihan Penting Untuk Diikuti? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari instansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. Outline Materi A.   CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Pengenaan Bea Masuk dalam rangka Free Trade Agreement NO.229/PMK.04/2017 (29/12/2017)  BERLAKU MULAI 29 JANUARI 2018 Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A Kreteria Rule of Origin COO Bentuk dokumen COO dan Non Manipulated Certificate Prosudure Self Certification dan Electronic Form D B. PORTAL INSW, LARANGAN PEMBATASAN EKSPOR IMPOR, dan LARTAS POST BORDER Manfaat sistem nsw, dan database lartas Lartas post border pada sistem insw Alur data pengawasan post border System dan Prosudure Self declaration inatrade melalui INTRADE  Garis Besar Materi Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk  Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAT, DAP, DDP. Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi FACILITATOR

Cost Reduction Program

Cost Reduction Program – Persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan untuk mengendalikan harga jual pun kini menjadi terbatas. Tidak lagi mudah bagi produsen mematok laba yang tinggi dengan menaikkan harga. Sebab harga yang tinggi membuat produk tersebut akan dijauhi oleh pembelinya. Ironisnya dengan kondisi pasar yang semakin sulit ini, manajemen justru dituntut untuk meningkatkan laba perusahaan. Tidak ada pilihan lain, tuntutan itu hanya bisa dilakukan jika perusahaan mampu menurunkan biaya (cost reduction) dan menghilangkan proses-proses yang tidak memberikan nilai tambah. Pelatihan Cost Reduction Program ini memberikan jawaban atas masalah ini dengan mengajarkan siasat jitu mengurangi biaya. OUTLINE MATERI Filosofi dan perkembangan konsep cost reduction. Syarat utama cost reduction: komitment management. Identifikasi proses-proses yang menaikkan biaya. Pemborosan. Ketidakseimbangan. Kelebihan beban. Metode-metode analisis cost reduction. Budgeting: filter awal pengendalian biaya. Risk management & risk analysis. Lean manufacturing: pull system, heijunka, one piece flow, value stream mapping, dll. Six Sigma. Kebijakan 5R/5S dan aplikasi dalam tempat kerja (gemba). Perbaikan terus menerus (kaizen). Perbedaan antara kaizen dan inovasi. Pembentukan gugus kendali mutu (QCC). Kegagalan-kegalan dalam penerapan cost reduction program. Best practice dalam cost reduction. Cost reduction di produksi. Cost reduction di finance & administrasi. Cost reduction di marketing. METODE PENYAMPAIAN Program berlangsung selama 2 hari, total durasi 14 jam. Waktu pembelajaran pukul 09.00-17.00 WIB. Materi disampaikan dengan pemaparan, tanya jawab, dan latihan. FACILITATOR  

Online Training : Practical Inventory Management

Deskripsi Persediaan telah menjadi topik pembicaraan dan masalah rumit sehari-hari para eksekutif perusahaan. Persediaan banyak menyita keuangan perusahaan padahal semua tahu bahwa persediaan adalah idle resource. Penekanan jumlah persediaan tanpa mengurangi customer service adalah dambaan setiap perusahaan. Akan tetapi tidak semua tahu bagaimana cara melakukannya. Di dalam seminar ini akan dibahas  teknik praktis inventory management  yang sangat penting untuk perusahaan manufaktur, jasa dan retail. Seminar disajikan dengan case method sehingga diharapkan  mudah difahami oleh para peserta. Perhitungan matematis yang rumit akan dibantu dengan menggunakan software. Manfaat Pelatihan Peran inventory management dalam kehidupan perusahaan Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Klasifikasi persediaan Prakiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Material Requirement Planning (MRP) Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time (JIT) Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT OUTLINE  PELATIHAN Peran inventory manajemen dalam kehidupan perusahaan Hubungan manajemen  persediaan dengan sistem manajemen logistik perusahaan Nilai dana yang terserap dalam persediaan Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap customer service Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap performansi perusahaan. Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Rasio-rasio performansi sistem persediaan Inventory turnover  ratio bahan baku Inventory turnover ratio produk jadi Inventory turnover ratio barang setengah jadi (work in process) Inventory turnover ratio spareparts Umur rata-rata persediaan Klasifikasi persediaan Klasifikasi persediaan secara fisik Klasifikasi material berdasarkan frekuensi mutasi Klasifikasi ABC Material dependen dan independen Prakiraan kebutuhan barang Data historis pemakaian barang Cara pengumpulan data pemakaian barang dan persediaan Linear regression model Exponential smoothing model Cara memilih metoda perkiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Keputusan persediaan Klasifikasi sistem persediaan Biaya persediaan Penentuan ukuran pesanan ekonomis Gradual replacement model Reorder point Potongan harga Stochastics inventory problem Penentuan service level Studi kasus. Material Requirement Planning ( MRP ) Penjelasan umum tentang MRP Permintaan material dependen dan independen Proses perencanaan material Scheduled and planned order release Planned order receipt Pola pengambilan keputusan sistem MRP Latihan perhitungan MRP Perbedaan MRP dan sistem persediaan yang lain Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time ( JIT ) Filosofi sistem Just In Time (JIT) Karakteristik kemitraan JIT Pengaruh JIT Cost Reduction terhadap ukuran pemesanan barang Asumsi-asumsi yang digunakan Cara implementasi JIT dalam lingkungan EOQ Penilaian persediaan. FIFO (first in first Out) Moving weighted Average. LIFO (Last in First Out). Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT JIT/EOQ Order Quantity JIT/EOQ Total Annual Cost JIT/EOQ Delivery Quantity Saving by switching to JIT/EOQ JIT/EOQ Optimal Number of Deliveries Studi kasus. 10.    Studi Kasus perencanaan sistem produksi sebuah industri makanan. Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Metoda Pelatihan ini dilaksanakan dengan menggabungkan tiga hal yaitu : Penyampaian teori ( 50 % ) Studi kasus ( 30 % ) Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan ( 20 % ) Facilitator

Online Training : Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods

Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods salah satu tujuannya adalah bisa membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian, bisa melakukan update berkala vendor/supplier list. Deskripsi Untuk memilih vendor/supplier yang dapat diandalkan dengan produk terbaik & jasa, spesifikasi yang tepat, kualitas yang tepat, ketepatan waktu pengiriman, layanan terbaik, dan juga harga yang terbaik, maka perusahaan harus melakukan proses seleksi dan evaluasi vendor/supplier secara komprehensif diukur dengan metode yang tepat. Kelalaian dalam proses sourcing akan mengakibatkan; vendor/supplier yang tidak berkualitas & tidak profesional, produk & jasa yang bermasalah, sehingga berpotensi mengganggu proses operasional perusahaan, proses produksi, atau proyek yang sedang berlangsung. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Sourcing & Vendor Selection Methods ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Membuat Procurement Plan berdasarkan kriteria produk & jasa serta metode pembelian. Melakukan update berkala vendor/supplier list. Mengidentifikasi kandidat vendor/supplier yang qualified & capable. Mengimplementasikan metode evaluasi & inspeksi calon vendor/supplier dalam keseharian tugas. Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses seleksi vendor/supplier. Target Peserta Pelatihan Strategic Land Transportation Management ini ditujukan untuk para: Para Profesional di bidang: Supply Chain, PPIC, Produksi, Warehouse, Distribusi, Purchasing/Procurement Project Manager, Key Account Manager, GA Administrasi Kontrak, Legal Perusahaan, Auditor Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses negosiasi dengan kontraktor dan pemasok. Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Land Transportation Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, study analysis, dan video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices dan benchmarking antar industri 40% studi kasus nyata dan diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Ouline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Land Transportation Management adalah : Hari Pertama : Transportation management review Multimodal and transport consolidation Defensive driving Maintenance and repairs Transport organization and administration Hari Kedua : Managing transportation provider GPS vehicle tracking Routing management and drop point Performance management based on KPI Monitoring and audit Testimoni “Baik dalam menyampaikan materi” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Asset Management Berbasis Teknologi

Deskripsi Sama halnya dengan inventory, asset perusahaan memiliki nilai kapital yang besar, sangat menunjang proses bisnis perusahaan. Mulai dari meja, kursi, komputer, laptop, printer, kendaraan bermotor, mesin produksi, alat berat dll.  Walaupun saat ini untuk beberapa jenis asset perusahaan telah menggunakan jasa outsourcing, leasing, tapi pada kenyataannya perusahaan tetap memiliki beberapa asset yang perlu dikelola dengan baik. Sudah saatnya perusahaan mengelola asset dengan mengoptimalkan teknologi, Mulai dari database management yang bisa mencatat, mengupdate status asset, pemeliharaan asset, penyusutan, mutasi, rotasi asset, serta status custody & user. Selain itu penggunaan barcoding atau RFID bisa mempermudah monitoring asset, mapping lokasi asset di perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Asset Management Berbasis Teknologi ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami prinsip, konsep, manfaat asset management berbasis teknologi Memahami cara kerja aplikasi asset management Memahami tahapan pengembangan,  pemilihan teknologi yang sesuai Memahami bagaimana proses seleksi, evaluasi provider asset management berbasis teknologi Menerapkan otomatisasi asset management Target Peserta Pelatihan Asset Management Berbasis Teknologi ini ditujukan untuk para: Supply Chain/Logistik, Procurement/Purchasing, PPIC, Produksi, Komite Pembelian, MIS, System Analyst,  IT Internal Auditor, Compliance Unit Supervisor/Manager yang terlibat dalam proses procurement & pengembangan system Serta siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi mereka di bidang ini. Metode Pelatihan Training Asset Management Berbasis Teknologi dilaksanakan dengan metode: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices, benchmarking antar industri 40% studi kasus nya, diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Asset Management Berbasis Teknologi adalah : Asset management review Custodian rules Pemeliharaan & pengawasan asset Administrasi & database asset Pemeriksaan & audit asset Pemilihan Software asset management Penerapan barcode & RFID Asset mapping  & asset tracking Security system Demo modul asset management Fasilitator Deni Danasenjaya & Setiabudi  Deni Danasenjaya, SE, MM. Telah bekerja dalam bidang logistik, operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik, telah menulis beberapa artikel, tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi, transportasi, ISO 14000, logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk, Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta. Setiabudi Setiabudi is an information technology professional with over 11 years extensive experience in many projects and joined in many national and multi-national companies. He has comprehensive and in-depth knowledge of information technology implementation, assurance and audit. Since February 2005, he was founded PT. AWAKAMI and get the Chairman responsibility in it company. His entrepreneur experience was expanded by founded PT. SAJIWA (Satu Jiwa Barokah). Its company core business is information technology services and products development.

Online Training : Tata Kelola & Dokumen Perusahaan

PENDAHULUAN Manajemen kantor dan arsip merupakan hal keseharian yang bila tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi masalah besar. Pada prinsipnya, manajemen kantor dan arsip bermula dari pemilihan suatu sistem dasar, idealnya didasarkan oleh sistem 5S (lean office) yang pada prakteknya di sesuaikan sesuai kebutuhan. Selanjutnya pengelolaan arsip dan aset, dalam hal ini mencakup “master book” lokasi aset, status aset, penomoran aset, memiliki kesamaan dengan pengelolaan arsip. Hal yang dibedakan adalah pada manajemen arsip dilakukan pula manajemen korespondensi. Pelatihan ini dirancang bagi mereka yang bertanggung jawab mengelola kantor, baik sebagai office manager, GA Officer,maupun sekretaris, sehingga dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis global yang penuh tuntutan, sesuai standar kompetensi dalam mengelola kantor, aset, arsip, dan waktu (time management) agar mampu meningkatkan efektifitas, efisiensi & profesionalitas kerja.   Durasi Pelatihan : 1 Hari Training Waktu Pelatihan: 9:00 – 15:00 OUTLINE MATERI SESI 1 : Paradigma dan Filosofi Manajemen Kantor Modern Keunggulan bersaing di era informasi dan design. Efektivitas pengelolaan kantor dan hubungannya dengan manajemen manusia. Efektivitas alur kerja dan tata-ruang kantor dalam pengelolaan produktivitas. Standarisasi pengelolaan kantor Model jepang vs barat dan implikasinya.   SESI 2 : Prinsip Dasar Manajemen Kantor & Filing Berdasarkan 5S (5R) Membahas tentang konsep 5S, penerapannya di tempat kerja dan bagaimana sistem 5S bekerja. Memahami Makna Pilar Utama Seiri (Ringkas) dan Seiton (Rapi), Seiso (Resik) dan Shitsuke (Rawat). Memahami Makna Pilar Utama Seiketsu (Rajin) dan Integrasi Kelima Pilar serta studi kasus (identifikasi dan peningkatan pemahaman) Diskusi kelompok: Rencana Tindakan Manajemen Kantor dengan 5S   Sesi 3 & 4 : Pengelolaan Dokumen & Filing Berdasarkan Sistem ALFRED Sesi ini memberikan pengetahuan kepada para peserta perihal keterampilan dalam membuat rekap file dari berbagai dokumen – dokumen yang dikelolanya. Dengan keterampilan melakukan rekap file tersebut para peserta diharapkan dapat dengan cepat menemukan filenya kembali pada saat atasan, rekan kerja, ataupun untuk kegiatan lain yang memerlukan file tersebut. Keterampilan lain yang akan didapat dari sesi ini adalah para peserta dapat melakukan index file, klasifikasi file, penilaian file, membuat Table ALFRED, pengkodean arsip, map of location terhadap dokumen, hak akses, tunjuk silang dari file yang mempermudah mereka menemukan filenya kembali, membedakan arsip dinamis dan arsip statis, membuat jadwal retensi dari file dan ketrampilan lainnya dalam mengelola file. Pembuatan standard filling dokumen dimulai dari penamaan standard label di punggung odner dan di depan odner, pembuatan daftar dokumen dalam lemari, daftar isi odner & kartu bukti pinjam arsip Selain itu peserta diinformasikan juga tentang landasan hukum dokumen perusahaan mulai dari UU dan PP yang ada, juga tata cara penyerahan dan pemusnahan dokumen perusahaan beserta dengan pembuatan BAP (Berita Acara Pemusnahan) Dokumen Perusahaan. Keterangan: 5S = Seiri, Seiton, Seiso, Shitsuke, Seiketsu atau Bahasa Indonesia 5R = Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin   Facilitator:

Online Training : Mastering QC 7 Tools for Problem Solving & Improvement

QC 7 Tools  adalah tools yang sangat berguna sekali dan merupakan tools yang sangat ampuh untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi khususnya dalam suatu proses (produksi / manufaktur). Dengan menggunakan QC 7 Tools permasalahan akan dapat ditangani secara terstruktur, tepat, akurat dan cepat. Dalam sebuah industri manufaktur, terdapat 2 bagian besar yaitu proses pembuatan suatu produk dan produk yang dihasilkan itu sendiri. Satu hal yang sama didalam 2 bagian besar tesebut adalah kedua-duanya dapat menghasilkan suatu “Problem”. Dimana problem yang dihasilkan dalam proses pembuatan akan mengakibatkan meningkatnya biaya produksi dan problem yang dihasilkan dari suatu produk akan menurunkan performance dari produk tersebut. Dengan menggunakan QC 7 Tools, problem-problem tersebut dapat diatasi. Dalam perkembangannya QC 7 Tools tidak hanya digunakan sebagai alat untuk problem solving tetapi dapat juga digunakan sebagai tool dalam proses improvement suatu proses / product. Outline Materi Peserta training dapat menggunakan fungsi-fungsi dalam QC 7 Tools untuk memecahkan suatu permasalahan dan dapat membuat suatu improvement untuk menghasilkan hasil yang lebih baik. Peserta training dapat melakukan observasi terhadap suatu permasalahan dengan menggunakan metode 3-Gen dan dapat membuat suatu Grafik (Tools ke-1) sebagai hasil dari observasi tersebut. Peserta training dapat mengolah hasil observasi ke dalam bentuk Pareto Chart (Tools ke-2). Dengan tools yang kedua ini, penanganan suatu masalah akan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat dan akurat serta dapat menurunkan permasalahan sampai 80% dengan tindakan yang hanya 20%. Dengan metode analisa 4M (Man, Material, Method, Machine) melalui Fish Bond Analysis (tools ke-3), permasalahan yang telah ditetapkan melalui pareto chart dapat diselesaikan dengan tepat sasaran. Peserta training juga akan mempelajari bagaimana keadaan ideal (“Ideal State”) suatu mesin/proses melalui pemahaman “Natural Deterioration” dan “Forced Deterioration” sehingga kerusakan / problem yang terjadi tidak akan terulang lagi. Peserta training juga akan mempelajari konsep 2-Gen (Fundamental Function dan Fundamental Condition) sehingga fungsi dari masing-masing part dari suatu mesin / peralatan dapat berfungsi secara maksimal dan tepat guna Peserta training, melalui pemahaman Scatter Diagram (tools ke-4) akan dapat memilah-milah apakah suatu keadaan mempunyai korelasi terhadap suatu permasalahan atau tidak. Peserta training juga akan mempelajari fungsi dari Check Sheet (tools ke-5) yang berguna untuk mengumpulkan data secara praktis. Suatu proses manufacturing pasti akan menghasilkan output yang tidak seragam, padahal idealnya output yang dihasilkan harus mempunyai keseragaman yang tinggi. Dengan menggunakan Histogram (tools ke-6), “Quality of Product” akan selalu terkontrol di level yang tinggi. Control Chart (tools ke-7), merupakan tool yang mengontrol keseluruhan hasil kerja. Dengan adanya tool ini penyimpangan yang terjadi akan dapat cepat diketahui untuk segera dilakukan perbaikan. Ketujuh tools dalam QC 7 Tools juga dapat diimplementasikan sebagai tools dalam sebuah improvement. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari prinsip-prinsip sebuah improvement, mengapa harus dilakukan suatu project improvement. Improvement pada dasarnya adalah mengeliminasi pemborosan. Untuk itu peserta training juga akan mempelajari jenis-jenis pemborosan. Metode Pelatihan : Dialog Interaktif / Sharing / Diskusi Grup Latihan di Kelas Study Kasus Durasi Pelatihan : 2 hari (10 jam) Peserta Teknisi,Supervisor,Foreman Maintenance/Engineering, Line Leader, Kepala Regu, Supervisor Produksi, Manager Maintenance, Produksi dan lain-lain. Facilitator

Ekspor Impor dan Kepabeanan

MENGAPA PELATIHAN PENTING UNTUK DIIKUTI? Kegiatan ekspor-impor adalah kegiatan bisnis yang melibatkan banyak pihak baik dari isntansi pemerintah dan pelaku bisnis dari berbagai sektor , seperti Direktorat Jenderal Bea & Cukai, Direktorat Perdagangang Luar Negeri, Depperindag, Surveyor eksportir, importir, bank,perusahaan perngeluaran barang di pelabuhan, perusahan angkutan, asuransi, , dan lain-lain. Dengan demikian maka banyak peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importir. Selain itu adanya perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak di luar negeri juga seringkali menjadikan satu hal yang bisa menghambat dalam melakukan kegiatan transaksi ekspor impor yang akhirnya membuat kegiatan ekspor impor menjadi lebih rumit. Palatihan ini sangat dianjurkan untuk diikuti oleh para eksekutif, supervisor, senior staf di bidang ekspor impor dari perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor dan/atau impor, perusahaan pelayaran, pengusaha jasa titipan (ekspedisi), bank, lembaga pembiayaan ekspor impor, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Pelatihan yang akan memberikan ketrampilan serta pemahaman yang mendalam mengenai eskpor impor, memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan kemudahan yang disediakan Pemerintah serta mengupas tuntas prosedur penyelesaian berbagai dokumen commercial, transportasi maupun kepabeanan yang sangat berkait erat dengan besarnya Bea Masuk dan Pajak guna meminimalisir High Cost, resiko serta Biaya tak terduga dalam setiap pengurusan dokumen dan transaksi ekspor impor. Materi Pembahasan diantaranya : Prosedur dan Ekspor Impor, New Incoterms 2010 (syarat Penyerahan Barang), Custom Facility (Fasilitas Kepabeanan), Letter Of Credit (L/C), Bill Of Ladding (B/L), berbagai Metode Pembayaran Internasional, Transportation serta Jalur dan Pengeluaran Barang Impor dilengkapi Modul Kebijakan Umum Larangan dan Pembatasan Ekspor Impor. OUTLINE MATERI: Fasilitas Kepabeanan (Custom Facility) Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Pembongkaran/penimbunan di luar kawasan berikat Fasilitas Vooruitslag Pelayanan Segera (Rush Handling) Fasilitas Jalur Prioritas Fasilitas Pemberitahuan Pendahuluan (Prenotification) Fasilitas Fiskal Kepabeanan Pembebasan / Keringanan Bea Masuk Pengembalian Bea Masuk Perlakuan Tarif Preferensi (AFTA), (ACFTA), (AKFTA), (AIFTA) New Incoterms 2010 (Syarat Penyerahan Barang) EX Works FCA, FAS, FOB CFR, CIP, CPT, CIP DAF, DES, DEQ, DDU, DDP Metode Pembayaran Internasional Advance Payment, 2. Open Account, Consignment, 4. Collection, L/C International Transportation Shipping Company Reguler Liner Service Tramper Service Charter Party Shipment ( Pengapalan ) Pengertian dari Shipment Pihak yang terlibat dlm shipment Tanggung Jawab Dan Kewajiban Transport Documents Pengertian Bill of Lading (B/L) Master Dan House B/L AWB Master Dan House AWB Bill of Lading (B/L) Fungsi dari B/L Hal yg perlu diperhatikan dalam B/L Cara peralihan / endorsement B/L Pengertian – pengertian : Received for Shipment Shipped on Board Clean on Board Dirty / Foul (B/L) Shipped on Deck Dokumen Ekspor – Impor Dokumen Finansial (Financial Documents) Shipping Documents Commercial Invoice Packing / Weight List Bill of Lading (B/L) Air Way Bill / AWB Marine Insurance Certificate of Origin (SKA) Letter Of Credit Manfaat Dan Fungsi L/C Media atau Sarana yang Dipakai Dalam Penerbitan L/C Dasar Hukum L/C Pihak-pihak yang Terkait Jenis-Jenis L/C : Revocable >< Irrevocable Sight >< Usance Confirm >< Unconfirm Restricted >< Unrestricted Transferable >< Back to Back L/C Revolvng L/C >< Standby L/C Red Clause L/C Prosedur Ekspor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Ekspor Pajak Dan Pungutan Ekspor Tata Cara Perhitungan Pajak Ekspor Harga Patokan Ekspor Surat Tanda Bukti Setoran Surat Sanggup Bayar Memahami syarat Dan kondisi L/C Tata cara memeriksa Dokumen Discrepancies Dan Penanganannya Negosiasi Dokumen Ekspor Collection Basis Diskonto Prosedur Impor Dengan L/C Pengertian Dan Persyaratan Impor Pungutan Negara Dalam Rangka Impor Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk Surat Setoran Pabean Cukai Pajak Cara Perhitungan Dan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, PPn, PPnBm, PPH 22 Sales Contract Permohonan Pembukaan Dan Perubahan L/C Latihan pengisian pembukaan dan perubahan L/C Penerimaan dan Penanganan Dokumen Penyelesaian Dokumen (Akseptasi Dan Pembayaran) Pengeluaran Barang Impor Dokumen Pemberitahuan Pembayaran Pajak / Pungutan Negara Penetapan Jalur Merah, Hijau Dan Prioritas Pemeriksaan Pabean (Dokumen dan Fisik) Jalur Prioritas Pengertian, Kemudahan Dan Manfaat Persyaratan, Cara Pengajuan Jalur Prioritas Tata Kerja Penyelesaian Barang Impor Melalui Jalur Merah, Hijau, Kuning dan Prioritas Setiap Materi Yang Disampaikan Disertai Pembahasan Dan Cara Penyelesaian Kasus – Kasus Yang Sering Terjadi WORKSHOP LEADER : Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Writing SOP For SOP Writers

Banyak SOP Writers yang tugasnya tidak hanya ”menulis” SOP, tetapi secara tidak langsung mereka juga harus mampu men ”desain” sistem dari proses yang ada dalam organisasi, dimana informasi yang diperlukan untuk mendesain sistem harus dicari sendiri. Salah satu cara untuk mendapatkan informasi tersebut adalah dengan melakukan interview terhadap seseorang yang dianggap mampu mewakili departemen yang akan dibuatkan SOP nya. Kendala yang sering dihadapi SOP Writers antara lain selain tidak tahu informasi apa yang diperlukan mereka juga harus mampu menganalisa serta memverifikasi informasi yang didapat untuk mengetahui apakah informasi yang didapat sudah mencerminkan pelaksanaan dari  kebijakan organisasi untuk departemen yang bersangkutan atau belum. Didalam proses penulisan SOP, tahap yang paling sulit dan paling melelahkan adalah mendapatkan informasi yang tepat, akurat serta relevan dengan SOP yang akan dibuat. Bagaimana menyiasati kendala-kendala yang dihadapi oleh para SOP Writers yang mungkin belum pernah  atau tidak tahu sama sekali proses yang ada didalam suatu  departemen tertentu yang akan dibuatkan SOP nya? Dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan tips-tips untuk menghadapi kendala tersebut serta dilatih untuk menyusun questionnaires / checklist,  melaksanaan wawancara untuk mendapatkan  informasi yang relevan, meng ”analisa” dan mem ”verifikasi” kebenaran dari informasi yang didapat. Setelah yakin informasi yang didapatkan tersebut akurat dan tepat, SOP Writers baru bisa memulai penulisannya. Setelah selesai mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan : Lebih memahami pentingnya pengetahuan mengenai proses dan sistem dalam penulisan SOP Lebih memahami peran Bussiness Process dalam penulisan SOP Mampu menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan ke wakil departemen yang akan dibuatkan SOP nya Memahami cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih efektif ke wakil departemen untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam rangka penulisan SOP. Mampu menganalisa serta memverifikasi informasi yang didapat. Mampu menuliskan SOP secara lengkap dari informasi yang telah didapatkan. Outline Lebih mendalami konsep pendekatan proses dan sistem Membuat Business Process dan menetapkan SOP yang akan dibuat Merancang checklist/questionnaires untuk mendapatkan informasi yang relevan Melakukan wawancara dengan wakil departemen yang akan dibuatkan SOP nya Menganalisa dan memverifikasi informasi yang didapat Membuat draft SOP Metode Pelatihan Partisipatif,  latihan individu, latihan / diskusi kelompok. Peserta : Para SOP Writers yang sudah memahami apa itu SOP beserta elemen-elemen yang mempengaruhi SOP, serta sudah mengetahui cara membuat Flowchart Para SOP writers yang bertugas untuk menuliskan SOP dari departemen / bagian / seksi lain yang bukan departemen / bagian / seksi nya sendiri. Siapa saja yang berminat untuk memahami lebih jauh tentang penulisan SOP Facilitator

Online Training : Logistic and Supply Chain Management

PENDAHULUAN : Manajemen logistik atau logistic management berfungsi merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan efisiensi dan efektivitas aliran dan penyimpanan, pelayanan dan informasi dari titik awal (point of origin) sampai ke cotumer (point of consumtion). SCM (Supply Chain Management), suatu sistem aliran yang terintegrasi (internal dan eksternal) bertujuan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan persediaan buffer antar bagian dalam satu rantai dengan cara saling memberikan informasi tentang demand dan persediaan yang ada. Untuk mendukung sistem produksi yang memadai diperlukan tenaga kerja yang handal atau peningkatan keahlian tenaga kerja profesi Logistic and Supply Chain Management. TUJUAN & MANFAAT PELATIHAN : Pelatihan ini akan membahas mengenai Logistic And Supply Chain Management. Sehingga diharapkan: Peserta pelatihan mampu memahami konsep dasar, ruang lingkup & permasalahan supply chain management (SCM) & perannya dalam kelancaraan operasional baik untuk produksi maupun distribusi. Peserta pelatihan memperoleh ketrampilan dalam mengaplikasikan metoda SCM Peserta pelatihan memperoleh kemampuan mengidentifikasi masalah & mencari solusi dengan menggunakan metoda dasar/standar untuk perencanaan & pengendalian SCM. CAKUPAN MATERI TRAINING : Konsep Dasar Manajemen Logistik Dan Supply Chain Management (Scm) : Pendahuluan Manajemen Logistik Supply Chain Management (SCM) Perbedaan Logistik dan SCM Manajemen Logistik : Input dan output damal proses Logistik Pendekatan Sistem/Integrasi Aktivitas-Aktivitas Utama Logistik Supply Chain Managemnet Pengendalian Finansial Atas Kinerja Logistik Analisa Biaya Total Studi Kasus Memecahkan Masalah Ketidak Cukupan Data Biaya PESERTA PELATIHAN : Pimpinan perusahaan dan pemegang kebijakan General manajer, manajer, supervisor dan staff atau karyawan dari bidang atau divisi yang bersinggungan langsung dengan proses logistik dan pergudangan. Semua pihak yang membutuhkan pengetahuan seputar Logistic And Supply Chain Management METODE PELATIHAN : Penyampaian konsep Diskusi kelompok Latihan & Studi Kasus FACILITATOR :

Online Training : Effective Expediting Supply Chain

Pendahuluan Pelatihan selama 2 hari ini untuk membantu meningkatkan keandalan dan efisiensi ekspediting pasokan. Pelatihan ini sangat ideal untuk peserta yang sebagai bagian dari pekerjaannya bertanggung jawab atas penjadwalan dan koordinasi pengiriman material dari pemasok baik secara internal maupun eksternal. Persyaratan pengiriman tepat waktu setiap waktu sangat penting untuk bisnis. Pengiriman yang terlambat akan berdampak besar pada kinerja perusahaan pembeli. Mempercepat memiliki peran penting dalam melakukan atau mengkoordinasikan berbagai kegiatan jika pengiriman harus tepat waktu. Oleh karena itu, Percepatan yang Efektif secara langsung terkait dengan keberhasilan keseluruhan proses pasokan lengkap perusahaan. Dalam pelatihan ini, fungsing Efective Exspediting memberi Peranan Penting dalam memantau, mengontrol, dan meningkatkan pengiriman tepat waktu pemasok. Ini termasuk metode untuk menerapkan tekanan kepada pemasok untuk memastikan mereka memenuhi kewajiban yang harus dilakukan. Setelah mengikuti pelatihan ini Peserta akan termotivasi dan percaya diri untuk mengelola pengiriman secara positif dan menggunakan aspek penting lainnya dari kinerja pemasok. Dengan mengikuti pelatihan ini Peserta akan mengembangkan kompetensi berikut: Mengenali posisi Expediting dalam keseluruhan proses pengadaan dan pasokan Menjelaskan faktor-faktor yang menentukan sifat dan frekuensi percepatan untuk diterapkan pada pesanan pembelian Mengidentifikasi apa yang perlu dilakukan pada setiap langkah dalam proses pengiriman – mulai dari lokasi pemasok hingga penerimaan di lokasi perusahaan Memahami nilai komunikasi yang efektif dengan banyak kelompok selama periode pengiriman Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman tentang penting Effective Expediting TUJUAN : Mempercepat dan mengkoordinasikan berbagai proyek Memahami keseluruhan proses pengadaan dan pasokan Evaluasi sifat dan frekuensi percepatan vs pesanan pembelian Mampu memciptakan komunikasi yang efektif dengan berbagai departemen dan fungsi supply chain selama periode pengiriman SIAPA YANG HARUS HADIR? Expeditor yang bekerja di kantor perusahaan – dan mereka yang mengunjungi tempat pemasok selama periode pengiriman Staf, Supervisor, dan manager di departemen pengguna akhir – untuk memahami kesulitan mendapatkan pengiriman tepat waktu Staf, Supervisor dan Manager dalam peran logistik – untuk melihat cara aktivitas mereka berinteraksi dengan percepatan yang efektif Staf, Supervisor, dan Manager  Pengadaan dan Pasokan yang baru dilibatkan – untuk memahami kegiatan ‘pasca-pemesanan’ sebagai bagian dari program Induksi mereka Outline Pelatihan Gambaran Umum Proses Pengadaan Total Apa peran Procurement dan Purchasing? Memahami jenis dan frekuensi Effective Expediting pesanan pembelian Evaluasi aktivitas Expediting kiriman selama pengiriman pesanan Manajemen Hubungan Pemasok Segmentasi Pemasok Mengembangkan Peran Aktif bagi Ekspeditor Memahami Aktivitas Effective Expediting Pencatatan dan pelaporan Kepribadian, Kegigihan & Persuasi Ekspedisi yang efektif Mengevaluasi Transportasi untuk Effective Expediting Peran Transportasi dalam Logistik Persyaratan dan kewajiba Incoterm 2020 dalam transportasi Transport Dokumen dana manajemen Export Import kepabeanan Bahan berbahaya, Kesehatan & Keselamatan Kerja Manajemen Darurat Pengukuran Kinerja Vendor Metode Kuantitatif dan Kualitatif Apa yang Harus Kita Ukur? Bobot Kinerja Model Peringkat Vendor Tingkat Kinerja Kontrak Peningkatan performa Legal Aspek dalam Effective Expediting Common-Law dan Legislasi Bagaimana Hukum Kontrak Berdampak pada Proses Pembelian Pembentukan Kontrak Hukum Penjualan Barang Klausul Penalti, Ganti Rugi Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 25 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) / Own Estimate (OE)

DESKRIPSI TRAINING Penyusunan spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri / Owner Estimate (HPS/OE) yang komprehensif, actual, & akurat sangat menentukan proses penyusunan anggaran untuk kegiatan proyek konstruksi/ICT/Event, investasi, jasa konsultan, & layanan jasa lainnya, dimana spesifikasi & HPS/OE yang disusun disertai dengan; ruang lingkup pekerjaan, durasi waktu pelaksanaan, desain, detail perhitungan komponen biaya, serta berbagai aspek lainnya. Dalam penyusunan spesifikasi & HPS/OE, mutlak diperlukan pemahaman terhadap; prinsip penyusunan anggaran, perhitungan biaya langsung & tidak langsung secara menyeluruh, ruang lingkup spesifikasi teknis, metode survey harga, metode analisa biaya, serta regulasi, standarisasi, & best practices terkai TUJUAN TRAINING Dalam training selama 2 (dua) hari ini para peserta akan mempelajari Metode Penyusunan Spesifikasi & Harga Perkiraan Sendiri / Owner Estimate (HPS/OE) secara menyeluruh, di mana dalam setiap sesi pembahasan disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, para peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. MANFAAT TRAINING Setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan akan memiliki kemampuan untuk: Memahami definisi, konsep, & regulasi yang terkait dengan estimasi biaya Melakukan proses analisa kebutuhan & perencanaan pengadaan secara lebih baik Menyusun HPS/OE untuk setiap kategori layanan jasa, pekerjaan, & keahlian Memahami, membuat, & mempersiapkan lampiran pendukung yang terkait Menyusun dokumen rencana kerja & syarat-syarat (RKS) yang ideal METODE TRAINING  Proses pengajaran dalam training ini diberikan dalam bahasa Indonesia, menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep best practices, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses & hasil latihan, dengan komposisi materi: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi terkait 40% analisa best practices & benchmarking antar institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta   TARGET PESERTA Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Unit Layanan Pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Teknis Pelaksana Kegiatan, Pejabat Pengadaan/Pembelian, Komite Tender, & Procurement. Perencana Pengadaan/Pembelian, Planner, Estimator, Verifikator, & Cost Control. Corporate legal, Finance, Compliance Unit, & Internal Auditor. Level Management, Supervisor, & Staf yang terkait dengan proses perencanaan proyek & procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini.  RUANG LINGKUP MATERI TRAINING (SILABUS) Hari Pertama Konsep, Regulasi, & Aspek Legal Penyusunan HPS/OE Penyusunan Spesifikasi Produk Penyusunan Spesifikasi Manajemen Proyek, Jasa Konsultan, & Layanan Jasa Lainnya Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR) & Ruang Lingkup Pekerjaan (RLP/SOW) Diskusi, studi kasus, & action plan Hari Kedua Metode Survey Harga Analisa Komponen Biaya Dalam Penyusunan HPS/OE Analisa Biaya Investasi & Biaya Selama Umur Ekonomis Kepemilikan (BSUE/TCO/TVO) Metode Peramalan & Alokasi Kebutuhan Rutin (Forecasting) Kompilasi Diskusi, studi kasus, & action plan Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Online Training : Best Practice Of Logistics And Supply Chain Management

Concept, Strategy and Implementation Deskripsi Dinamika lingkungan industri serta persaingan yang semakin ketat telah mengubah sistem manajemen logistik yang selama ini dikenal. Supply chain management didefinisikan sebagai rangkaian aktivitas sejak dilakukan pembelian material, proses transformasi material menjadi bahan setengah jadi dan produk jadi serta mendistribusikannya melalui sistem distribusi yang ada. Jadi, Supply Chain mengatur aktivitas sejak di supply cycle, response cycle sampai ke delivery cycle. Perkembangan teknologi informasi telah banyak menyumbang tumbuhnya sistem supply chain management. Saat ini semua fungsi manajemen logistik telah dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas internet dan intranet. Penggunaan Web  dalam supply chain telah menjadi trend di perusahaan industri manufaktur dan industri jasa terkemuka akhir akhir ini. Training tiga hari ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian mendalam tentang supply chain management dan dukungan teknologi informasi dalam operasinya. Training diberikan dengan case method disertai dengan peragaan penggunaan web untuk aktivitas supply chain management. Pemandu Training terdiri dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman melakukan disain sistem web-based supply chain management di beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia. Materi Training Redefinisi, evolusi dan peran logistik dalam dunia usaha. Paradigma baru manajemen logistik. Manajemen logistik sebagai sebuah sistem. Redefinisi sistem manajemen logistik. Evolusi sistem  manajemen logistik dan supply chain management. Pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap sistem manajemen logistik Mengukur performansi sistem manajemen logistik. Ukuran performansi sistem manajemen logistik. Produktivitas sistem manajemen logistik. Kualitas sistem manajemen logistik. Perencanaan dan manajemen persediaan. Dasar manajemen persediaan. Mengukur performansi sistem persediaan. Prakiraan kebutuhan barang. Order quantity engineering. Inventory control policy and replenishment design. Disain sistem dan manajemen persediaan. Supply management. Perkembangan terakhir konsep supply management. Mengukur performansi supply management. Vendor Selection Technique. Negotiation Techcnique Supplier integration and relationship management. Teknologi informasi dan aplikasi sistem internet dalam supply management. Manajemen transportasi dan distribusi Model sistem transportasi dan distribusi. Rincian aktivitas sistem transportasi. Mengukur produktivitas sistem transportasi. Logistics network design. Shipment planning and management. Fleet, container and yard management. Freight and document management. Manajemen Pergudangan Fungsi fungsi dalam manajemen pergudangan. Profil aktivitas manajemen pergudangan. Mengukur performansi manajemen pergudangan. Prinsip prinsip penerimaan barang. Operasi penyimpanan barang. Order picking operations. Shipping principles. Disain organisasi logistik. Manajemen organisasi supply chain. Logistics strategic planning and project management. Logistics process and activity management. Logistics and supply chain information system. Arsitektur sistem informasi manajemen logistik dan supply chain. Logistics data warehousing and decision support system. Manajemen logistik berbasis Web Paperless and wireless logistics system. Pengukuran Kinerja Manajemen logistik dengan Balanced Scorcards Mengenal pengukuran kinerja dengan balanced scorecards Perumusan perspektif kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran pertumbuhan Perumusan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur kinerja sistem manajemen logistik Studi kasus. Material Requirement Planning (MRP) and Supply Chain at Alenia Aircraft. Jaguar-Nippondenso Relation. Pengembangan Web-based Logistics Planning System and e-Procurement di sebuah BUMN terkemuka. Studi kasus distribution strategy di Caterpillar. Siapa yang harus hadir pada Training ini : Logistics /Supply Chain Manager, Purchasing Manager, Warehousing Manager, Distribution Manager, Logistics Planner, Production manager, Production Planner, Marketing Manager dan semua posisi yang erat kaitannya dengan manajemen logistik serta siapa saja yang ingin mengetahui perkembangan terakhir Logistics and Supply Chain Management. Facilitator

Shipping Management

Shipping Management bagaimana suatu perusahaan pelayaran mengatur jadwal kebutuhan kapal agar kapal tersebut dapat terus beroperasi sesuai kelaiklautannya. Suatu perusahaan belum tentu memanajemen kapal miliknya sendiri, adanya ship management sebagai salah satu department yang terdapat pada perusahaan pelayaran bertugas untuk mengoperasikan suatu kapal milik perusahaan lain, sesuai dengan aturan kontrak yang sudah disetujui (antara ship management dan shipowner) Secara umum shipping  management melakukan tugasnya untuk mengelola suatu kapal dimulai dari mengatur jadwal perbaikan, perawatan, pembelian barang, serta layanan lainnya yang telah tercantum dalam suatu kontrak apabila kapal tersebut merupakan kapal milik orang lain. Secara sepesifik Manajemen Shipping, seperti namanya, berkaitan dengan proses pengelolaan kapal. Pengelolaan kapal dilakukan oleh perusahaan independen yang menggunakan kapal dari beberapa perusahaan lain atau pemilik independen. Perusahaan pengelola kapal mengelola kapal untuk pemilik dan membayarnya jumlah tahunan yang diselesaikan antara pemilik dan perusahaan pengelola kapal. Selain itu, pemilik kapal menandatangani kontrak dan menyewakan kapalnya kepada perusahaan pengelola kapal untuk jangka waktu tertentu. Pemilik kapal dapat melanjutkan dengan perusahaan manajemen yang sama atau dapat mendekati perusahaan lain jika dia tidak puas dengan kinerja perusahaan pengelola kapal tertentu. Perlu dicatat bahwa pemilik dapat menyewa kapal sepenuhnya atau dia dapat memberikan beberapa layanan yang disediakan oleh perusahaan pengelola kapal. Tujuan Pelatihan manajemen shipping ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan pemahaman prosedur serta kebijakan-kebijakan berhubungan dengan di bidang export import serta kemampuan mengenai proses  penanganan cargo hingga selesai. Peserta memahami kegiatan bisnis Shipping Management secara umum guna memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang secara massal melalui perairan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman, dan berdaya guna, dengan biaya yang terjangkau. Peserta Pelatihan ini didesain untuk karyawan Badan Usaha, pelayaran, Forwarding, Pelabuhan atau pemilik Badan Pelabuhan Swasta / BUMN untuk level managerial dan operasional serta pihak-pihak pengguna jasa Shipping, pelabuhan. Ekspor Import dan lain lain dari level Staff, Supervisor, hingga level Manager dari latar belakang Produksi / Operasional, Warehouse, Distribution, Logistic, Purchasing dan Transport Department. Materi Training Shipping Management DAY -1 : Introduction Of Ships General Particular of Ships Liner vs Tramp Shipping Services General Structure of Shipping Industry Cargo Handling Equipment On board and on shore Shipping Documentation, Survey and Safety Certificate The importance of Bill of Lading (Purpose, type and Method of Operation ) Day -2 : Classification of Society Chartering Procedure and Practice Agent of shipping Operation Structure of Shipping management Shipping and Port management Shipping and Customs Export Import Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Eksport Import,Shipping And Customs Procedure

Training ini membahas secara detail tentang tata cara prosudur export impor, aktifitas shipment di pelabuhan dan proses aplikasi pelaksanaan customs clearance dilapangan. Dipresentasikan secara praktis dan disertai pembahasan kasus- kasus yang up to dated dengan carapandang business proses baik dari sisi instansi pemerintah dan dari sisi pelaku usaha dan disertai kiat-kiat solusi jitu karena dibawakan oleh praktisi yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang ekspor impor. Dalam pelatihan ini anda akan dibimbing step by step agar bisa menjalankan proses ekspor impor secara efektif dan efisien. AKTIFITAS PELABUHAN DAN CARGO SHIPMENT Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Kawasan Pabean Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Gambaran Alur Cargo di Pelabuhan Local dan International Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Pembongkaran , Penimbunan dan Pengeluaran Barang di Pelabuhan TPS Pembongkaran, Penimbunan dan Pengeluaran Barang di Gudang Cargo TPS Biaya-biaya yang terjadi di Pelabuhan Dwelling time, demurrage detention dan redress issue TugasdanFungsi PPJK, Forwarder, Perusahaan Bongkar Muat, Warehousing  AKTIFITAS SHIPMENT: Pengertian dari  Shipment – Pihak – pihak yang Terlibat dalam Shipment Tanggung Jawab & Kewajiban Pihak yang Terlibat Freight & Cara Pembayaran di Kaitkan dengan Shipping Instruction &Penerbitan BL Bill of Lading Shipping Guarantee & Telex Release Prosedur Penyerahan Dokumen DO AKTIFITAS SHIPMENT :  Containerize Cargo Shipment FCL ( Full Container Load ) Shipment LCL ( Less than Container Load ) Konsolidasi Barang Ekspor & Impor Alur Dokumen Ekspor  di Freight Forwarder Alur Dokumen Impor di Freight Forwarder Biaya-biaya di shipping / Forwarding SYARAT PENYERAHAN BARANG INCOTERM 2010  Ex-Works, FCA, FAS, FOB, CFR, CIP, CPT, CIP,DAT, DAP, DDP METODE PEMBAYARAN INTERNATIONAL Advance Payment Open Account Consignment Collection Letter of Credit KEPABEANAN DI INDONESIA : Daerah Pabean Kawasan Pabean Kantor Pabean Pos Pengawasan Pabean Kewajiban Pabean Pemberitahuan Pabean PEB, PPB, NPE, PKBE PIB, SPJM, SPPB, BC 2,3, LHP, DNP PROSUDUR IMPOR :  Dokumen-dokumen impor untuk proses customs Penjaluran dalam proses customs (channel): Jalur hijau, Jalur kuning, Jalur Merah, Jalur Prioritas Pemeriksaan Pabean : Pemeriksaan Dokumen dan Fisik Barang Prosedur Impor dan Pengeluaran barang impor dari pabean (TPS) Barang dalam Status DaftarLelang / Barang Tidak di Kuasai Pengeluaran Barang dari Tempat Penimbunan Pabean Fasilitas Kepabeanan Fiskal dan prosudural Lartas (larangandan Pembatasan Impor) PROSUDUR EKSPOR : Dokumen-dokumen eksporuntuk proses customs Prosedur Ekspor Pengertian Ekspor Persyaratan Ekspor Pengelompokkan Barang Ekspor Dasar & Tujuan Pengelompokkan Barang Pajak / Pungutan Ekspor Dasar & Tujuan Barang dikenakan Pajak Ekspor Tata Cara perhitungan pajak ekspor Harga Patokan Ekspor (HPE) Pemeriksaan Pabean CERTIFICATE OF ORIGIN DAN FREE TRADE AGREEMENT Form IJEPA, Form D, Form AK, Form ANNZFTA, Form IAFTA, Form IP, dan Form A HS CODE DAN KALKULASI TARIF BM, DAN PAJAK DALAM RANGKA IMPOR Interpretasi penentuan HS Code secara self-assessment Nilai Dasar Perhitungan Bea Masuk (NDPBM) Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) Cara perhitungan Bea Masuk, Cukai, PPN &PPnBM, PPH psl 22 Tata Cara Pembayaran BM, Cukai,    PPN, PPnBMdan PPH psl 22 System PembayaranPajak Export impot (Billing Online) sesuai MPN G2 KEBERATAN DAN BANDING ATAS NOTUL Notul Tarif Notul Nilai Pabean POST CUSTOMS AUDIT UPDATE REGULASI TERBARU DARI PEMERINTAH DISKUSI DAN STUDI KASUS FACILITATOR Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Online Training : Lean Manufacturing System – Operational Excellence to get maximum Profit

Deskripsi Pelatihan Lean Manufacturing System merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Taiichi Ohno (founder of TPS, 1998) mengatakan: “Yang kita lakukan adalah memperhatikan rentang waktu dari saat pelanggan memberikan pesanan sampai saat kita menerima cash. Dan kita terus menerus memperpendek rentang waktu tersebut dengan menghilangkan non-value added wastes.” Tidak heran jika dengan filosofi diatas Lean Manufacturing bisa mendobrak dunia dan sistemnya dijadikan referensi banyak perusahaan bahkan perusahaan diluar manufacturing. Inti dari konsep Lean Manufacturing adalah Kaizen yang dilakukan di segala bidang mulai dari hulu yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan sampai dengan hilir yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta. Termasuk di dalamnya bagaimana order di handle oleh PPIC, raw material didatangkan oleh bagian purchasing, pembuatan barang oleh bagian produksi, mesin di pelihara oleh bagian maintenance sampai akhirnya bagian shipping mendeliverikan pesanan kepada pelanggan. Konsep diataslah yang dapat menghasilkan keuntungan bagi Toyota sehingga dapat mencapai USD 8.13 milyar pada tahun fiskal 2002. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar perusahaan otomotif sepanjang dekade. Bahkan keuntungan tersebut tidak dapat mengalahkan keuntungan dari gabungan 3 perusahaan otomotif raksasa yaitu GM, Chrysler dan Ford. Nilai sahamnya pun melonjak 24% dari tahun sebelumnya. Suatu hal yang fantastis dan pantas ditiru oleh kita semua. Training dalam 2 hari ini akan mengulas secara konseptual hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan Lean Maniufacturing beserta tools-tools yang digunakan. Outline Materi Konsep dasar Lean Manufacturing Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Lean Manufacturing Prinsip-prinsip dasar implementasi Lean Manufacturing Metode implementasi Lean Manufacturing Tools-tools yang digunakan dalam Lean Manufacturing seperti: 5S & 7 Waste Kaizen Philosophy Value Stream Mapping Value Added Vs Non Value Added Activity Total Productive Maintenance (TPM) Just In Time (JIT) / Pull System / Kanban System Inventory Control by Supply Chain Management (SCM) Lean Manufacturing Methodology Penyebab kegagalan implementasi Lean Manufacturing Ketrampilan yang membuat pekerja menjadi Lean (company sudah berbudaya Lean) Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing : Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Lama Pelatihan : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (10 jam) Peserta Pelatihan Pimpinan Perusahaan, Direktur, Plant Manager, Manager dan Supervisor yang bergerak di bidang purchasing, PPIC, Produksi, Maintenance / Engineering, QA, Shipping, dll Facilitator

Online Training : Food Safety Management System (ISO 22000)

Deskripsi Pelatihan Secara umum seluruh tindakan operasional yang berhubungan dengan konsumsi manusia mempunyai standard yang secara sadar ditempatkan diatas standard-standard yang lain. Akan halnya dengan makanan (food) dan rantai pasokannya (supply chain), mempunyai standard yang sangat ketat dimulai dari pemilahan bahan baku sampai kepada pelanggan/consumer-nya. Sampai sekarang kita sering mendengar tentang HACCP, FDA atau sertifikat lain yang berhubungan dengan makanan dan obat-obatan. Jaminan mutu makanan dan obat-obatan ini mempunyai standard mutu yang spesifik, sehingga bila diikuti semuanya, maka kita akan berhadapan dengan berbagai jenis parameter ukur. Oleh karena itu, untuk mengakomodir seluruh standard produk ini, maka lahirlah standard manajamen kesalamatan bahan makanan (food safety management system), ISO 22000. Training ini bertujuan untuk menyegarkan dan melatih para peserta agar mampu mengidentifikasi bahaya-bahaya yang akan timbul dari operasioanl penyiapan bahan makanan sampai kepada consumer-nya dan mencarikan solusi permasalahan yang dihadapinya. Training ini juga akan memberikan input, bagaimana menghindari terjadinya bahaya yang sudah timbul sehingga calon consumer serta usaha makanan dan rantai supplynya tetap mempunyai image yang baik selama produk makanan terebut tersedia. Training ini diperuntukkan bagi mereka yang akan mengusahakan industri makanan, serta sudah cukup lama terlibat dalam implementasi system manajemen misalnya ISO 9001, ISO 14001, HACCP, dll. Target Peserta Operator produksi makananan dan rantai supplynya, Pengelolah sumber makanan dan olahannya, Industri/retailer makanan, PR, dll. Sasaran Pelatihan Outline Materi Facilitator

Online Training : Quality Assurance for Business Excellence

Deskripsi Pelatihan Pernahkan perusahaan Anda di hadapkan pada kondisi : Banyaknya komplain dari pelanggan, baik melalui call center, surat, formulir saran, atau surat pembaca?Tingginya waktu kerja terbuang untuk melakukan pekerjaan ulang, karena proses kerja tidak efektif?Merasa kurangnya waktu kerja dibandingkan tugas kerja, karena tinggi kesalahan dalam proses?Cost of Poor Quality (COPQ) meningkat karena internal failure maupun external failure?Masalah-masalah tersebut terjadi, karena kualitas proses yang tidak efektif. Maka, pengendalian kualitas proses, merupakan jalan menuju tingkat kesalahan nol (zero defect) dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan. Dampak dari peningkatan kualitas proses, tentunya akan memberikan efek domino bagi : peningkatan kepuasan pelanggan, efisiensi proses, peningkatan performance bisnis, peningkatan jumlah pelanggan, peningkatan ekspansi pasar, dan peningkatan keuntungan perusahaan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu : Memahami pentingnya poengendalian kualitas proses sebagai keunggulan operasi perusahaan Mengukur dan mengidentifikasi Cost of Quality dan Cost of Poor Quality Memahami teknik dan konsep Manajemen Quality Assurance meliputi Quality Planning, Quality Control, dan Quality Improvement. Menyusun rencana penerapan Manajemen Quality Assurance di perusahaan Garis Besar Program Managing Quality in The Organization Principle of Quality Assurance Develop Quality Planning Measuring Cost of Quality and Cost of Poor Quality Quality Policy Deployment Develop Quality Control System Improved Critical to Quality (CTQ) and Critical to Process (CTP) Improved Quality Standard Improved Capability Process and Stability Develop Quality Improvement Program Managing Quality Improvement Implementing Lean Management and Six Sigma Quality Case Study & Analysis Target Peserta General Manager, Senior Manager, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Kepala Bagaian, dll. Metode Pelatihan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan, Facilitator