Operation Training

Online Training : Lean Six Sigma Management

Online Training Lean Six Sigma Management ini akan membahas bagaimana caranya kita bisa Mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing di perusahaan kita, kita juga akan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses dari beberapa perusahaan seperti Toyota, Motorola, dan General Electric yang sudah kita akui terdepan dalam penerapan Lean Six Sigma Management ini, kita juga akan Melakukan analisa dari 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality dan masih banyak yang akan kita pelajari dalam training Lean Six Sigma Management selama kurang lebih 1 hari ini. Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Lean Six Sigma. Lean Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan  mutu sebagai strategi usaha,  dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan dan sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Lean Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus dan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Lean Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan Lean Six Sigma di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan (Zero Waste). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time). Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip Lean Six Sigma (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik dan positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Sasaran Pelatihan Memahami pentingnya Lean Six Sigma bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami metodologi dalam implementasi Lean Six Sigma Memahami elemen-elemen sistem Lean Six SIgma Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi Lean Six Sigma Outline Materi 09:00 – 15:00 Mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement lean six sigma Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan Lean Six Sigma problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading Lean Six Sigma business implementation Strategi Implementasi Lean Six Sigma Quality di perusahaan Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : 5s Safety & Visual Management

Online Training 5s Safety & Visual Management ini kita akan pelajari Bagaiman Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management, apa pengertian dari Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton, Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik, bagaimn Implemetation 5s Safety nya dan masih banyak yg akan kita pelajari dalam training 5s Safety & Visual Management ini. Meningkatkan produktivitas perusahaan demi peningkatan efisiensi, kompatibilitas dan kualitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih terkenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu). pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan Konsep 5s Safety ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam perencanaan budaya kerja, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin serta aman. Program 5s Safety juga menyediakan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit peningkatan bertahap tetapi terus menerus. Penerapan Konsep 5s Safety dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5s Safety , maka disusunlah Modul Penerapan 5s Safety dan manajemen visual dan keselamatan di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan dan keselamatan kerja. Salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat dilakukan dengan cara-cara besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus ditingkatkan terlebih dahulu, kemudian dibangun lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menyetujui 5S Manajemen visual dan Keselamatan di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh lisensi: Tanpa Pemborosan (Tanpa Limbah). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu. Tanpa Keterlambatan Pengiriman. Tanpa Keluhan Pelanggan (Klaim Pelanggan Nol). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikanberkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan aksi nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan mempelajari pribadi ke Arah kienerja yang baik dan positif. 5S Manajemen Visual & Keselamatan Sebagai ilmu perilaku lebih memastikan kata-kata. Sebagai barometer manajemen. perusahaan yang dikembangkan oleh setiap orang.Sebagai falsafah manajemen dan sebagai sasaran utama produktivitas. Sasaran Pelatihan Setelah menerima pelatihan 5s Safety & Visual Management, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik Pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Pentingnya keselamatan kerja Program Memahami Konsep 5S dan Manfaat 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5s Safety & Visual Management di pabrik Memahami dan mampu melakukan perbaikan Manajemen visual di tempat kerja Mempersiapkan Penerapan Konsep 5s Safety & Visual Management di Perusahaan Outline Materi 09.00 – 15.00 WIB 5S Fundamental: Yayasan Keunggulan Operasi Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik Evaluasi & Umpan Balik 09.00 – 15.00 WIB Ulasan Hari 1 Implementasi 5S – S4 – Seiketsu dan S5 – Shitsuke Implemetation 5s Safety Implementasi manajemen visual Coaching Clinic 5S, Manajemen visual & Implementasi Keselamatan Rencana aksi Evaluasi & Umpan Balik Facilitator Surachman. ST., MT Adalah Profesional yang memiliki lebih dari 22 tahun. Lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program Meningkatkan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta pelatihan. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai Mitra Asosiasi AOTS untuk Beasiswa Teknis Luar Negeri Jepang. Yokohama Kenshu pusat pada bidang Peningkatan Kualitas Berpengalaman di dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manajer Manajemen Mutu dan Manajemen Representatif di sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Keterampilan Manajerial, Sistem Manajemen Mutu TPM ISO 9001: 2000, ISO TS 16949, Sistem Manajemen Lingkungan 14000: 2004, Kompet Bisnis & Organisasi, Manajemen Kinerja, Indikator Pemasok, Pengembangan Pemasok, 5S, Inovasi Kualitas, dan Sistem Manajemen Kualitas Total.

Online Training : Total Quality Management

Deskripsi TQM merupakansuatupendekatanterintegrasiolehmanajemenuntukmemfokuskansemuafungsidan level organisasipadakualitasdan continuous improvement. Sampaisekarang TQM menjadisangatpentinguntukmeningkatkankapabilitas proses perusahaanuntukmencapaikeunggulankompetitif. Setelahmengikutipelatihaninidiharapkanpesertadapatmemahamikonsep-konsep TQM sertamenerapkannyadalamruanglingkuppekerjaanuntukmemenuhiharapankonsumendalamupayameningkakandayasaing. Asal-usul Total Quality Management atau TQM bermuladaripendekatan W. Edwards Deming terhadapmanajemen. PendekataninidiperkenalkankedalamindustriJepang di tahun 1950 denganbanyakkeberhasilan. Implementasi TQM di Barat selamatahun 1980-antidakpernahcukupefektif. Abad ke-21 menawarkanberbagaitantanganbarutapidayatarik TQM tetapkuat. Variasipadametodologi TQM adalahperbaikan/peningkatanberkelanjutan (Continuous Improvement),Semuametodologiiniterfokuspadapenyediaankualitasbarangdanjasa. Semuapelangganterfokus, danproduksidioptimalkanmelaluikerjatim, kepemimpinandanpengukuranstatistik.Fokusutama Total Quality Management danpendekatanterkaitberada/terfokuspadapelanggan. Pelangganadalahalasanuntuksebuahbisnistetapada, dandenganmengarahkansetiapoperasibisnisterhadaphasilpelanggandalamhalproduk yang berkualitasdantingkatcacat yang rendah. Faktor-faktor yang menyebabkanlahirnya “perubahanparadigma” adalahmenajamnyapersaingan, ketidak-puasanpelangganterhadapmutupelayanandanproduk, pemotongananggaransertakrisisekonomi. Meskipunakar Total Quality Management berasaldari model-model perusahaandanindustri, namunkinipenggunaannyatelahmerambahsturukturmanajemen, baik di lembagapemerintahmaupunlembaganirlaba.terkemukadanperusahaanmiliknegaratelahmengadopsi TQM sebagaibagiandaristrategiuntukdapatkompetitifbaik di tingkatnasionalmupuninternasional.Penerapan Total Quality Management adalahsuatu proses jangkapanjangdanberlangsungterusmenerus, karenabudayasuatuorganisasisangatlahsulituntukdirubah. Potensikeberhasilan Total Quality Management sudahnampakdandampaknya pun bisadiperlihatkan, sekarang yang dibutuhkanadalahkeputusanuntukmelaksanakan Total Quality Management . Hal inimestinyamenjadibagiandarisuatustrategiuntukmeningkatkankomitmenkepadapelanggan. Outline Materi 09.30 ~ 10.00            Peningkatan & Pengendalian KualitaS 10.00 ~ 10,30            Quality Control Management 10.30 ~ 11.00            Development of Quality Policy 11.00 ~ 11.30            TQM Continuous Improvement 11.30 ~ 12.00            Diskusi& Tanya jawab Durasi Durasi training 2,5 jam 9:30 – 12:00 wib atau 13:00 – 15:30 wib Facilitator SURACHMAN. ST.,MT SURACHMAN  merupakanProfesional Consultant yang memfokuskandiripadabidang Quality Management dan Productivity yang telahmembantubanyakperusahaanindustrimanufakturdanjasaberskalanasionaldanmultinasional. Surachman berpengalamandalamimplementasi program peningkatanproduktivitas,Qualityimprovement & development, efisiensidan cost reduction, operation management. Surachman memilikilatarbelakangSarjanaTeknikMesin, dan Magister TeknikIndustri, Sebagailulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center padabidang Quality Improvement Surachman memilikipengalamansebagaipraktisiindustrilebihdari 22 tahun. Sebagai Deputy General Manager, Serta lebihdari 9  tahunsebagaikonsultanmanajemen, yang telahmembantubanyakperusahaanNasionaldanMultinasionaldalam program peningkatandayasaingperusahaan BeberapaPelatihandanKonsultansi yang pernahditangani : LG Innotek Indonesia Sampoerna Strategic Square Lafarge Cement Indonesia Aceh PT Enkei Indonesia NSK Bearing ROKI HIT ( Polytron ) Saitama Stamping Indonesia TirtaInvestamaDanone Aqua. Volex Indonesia Batam. AlvindoCaturSentosa. BumiMulia Lestari. AngkasaPura II Jakarta. ISTW BPIS. Tekpak Indonesia PLN APP Pulogadung Taroco Indonesia. Medion BansuElektronik Transindo Perkasa Samindo Ceva Logistic Indolakto Garuda Maintenance Facility KompasGramedia Medion Bandung Toyo Ink ITDF SenayanTrikaryaSempana Supernova Flexible Packaging SuryajayaTeknotama Hirose Hogy Sugiura Plasindo Lestari TigaRaksaTbk. PT Astra Honda Motor Indo kordsa IndofoodSuksesMakmur Amanah Prima Indonesia. SANYO Indonesia PLN DistribusiJa-Tim. Knauf Gypsum. Travira Air. NSK Bearing Mfg Indonesia UPN “Veteran” Jakarta Sumatra Prima Fidbreboard Pertamina Gas WGI BangunPersadaAditama Sentra FajarBenua PELNI (Latihangabungandengan TNI AL Semarang) Musashi Indonesia Transportasi Gas Indonesia Airnav Indonesia Evonic Indonesia Sankei Dharma Indonesia BANK INDONESIA Pertamina Retail Sharp Indonesia PK Manufacturing Indonesia Gammaplast Indonesia Frigoglass Indonesia Samudera Indonesia CKB ( CiptaKridaBahari ) Kito Indonesia Asahi Denso Indonesia Toyota Astra Motor

Best Practices Warehouse Management

Best Practices Warehouse Management mempelajari mengenai mengapa perusahaan memerlukan gudang? bagaimana pengendalian inventory di gudang, Apa saja biaya-biaya pergudangan dan hal lainnya terkait Best Practices Warehouse Management. Deskripsi Di customer. Kecepatan penyediaan barang, kerapihan gudang dan dalam dunia industri, peran pergudangan semakin penting dalam mendukung pelayanan kemudahan mencari barang menjadi bagian penting dalam pengelolaan gudang. Namun Yang terjadi seringkali layout yang baik, akurasi order, peralatan yang tidak sesuai, gudang terasa sempit dan sulit dalam mencari barang gudang berantakan. Gudang bagian penting dalam menunjang kelancaran  kegiatan transportasi batu bara di pelabuhan  karena akan terjadi dampak kerugian yang sangat besar apabila barang yang diperlukan tidak tersedia, seperti Spare part alat angkat dan transportasi , bahan baku chemical dan supporting kegiatan operasi perusahaan dampak yang dapat dirasakan langsung pegawai tidak bekerja dan berdampak langsung terhdap kerugian perusahaan. Dengan pengelolaan Gudang yang efektif dan efisien akan berdampak pada kepusan pelanggan dengan pengelolaan gudang  dengan tepat,cepat, bersih dan teratur, akan Berdampak langsung pada efisiesinya biaya operasional serta meningkatkan keamanan dan keselamat kerja adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta mampu medisain KPI menjadi aksi adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola inventory dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficien. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya “Manajemen Pergudangan” yang berperan penting dalam Warehouse Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas pergudangan dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory Management, lay-out  dan Order Point Management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis pergudangan dan Inventory management. Pelatihan ini memberikan manfaat untuk staff Logistic, para supervisor dan Manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Masalah di gudang yag perlu diantisipasi adalah kesulitan menempatkan material karena gudang telah penuh, kesulitan mengindentifikasi suatu produk karena penyimpanan tidak efektif, membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang. Dalam inhouse training ini peserta tidak hanya mendesain suatu gudang yang tidak hanya rapi sesuai kaidah 5S, tetapi juga efektif dan efisien secara biaya pengelolaan. Outline Materi Best Practices Warehouse Management FUNGSI INVENTORY DALAM LOGISTIC MANAGEMENT Mengapa perusahaan memerlukan gudang? Pengendalian Inventory di gudang Biaya-biaya pergudangan PENGENDALIAN PROSES INVENTORY & LINE WAREHOUSING Material Masuk Pemeriksaan material masuk Penyimpanan Material Pengeluaran Material Analisa proses kritis, mengenali pemborosan,VA & NVA MANAJEMEN PENEMPATAN INVENTORY DENGAN 5S Teknik 5S di Gudang Medesain Lay Out gudang Strategi Implementasi 5S di Gudang Infrastruktur dan Review implementasi Langkah-langkah implementasi 5S di Gudang Penyimpanan dokumen dengan 5S KPI INVENTORY Menentukan KPI, menyusun KPI di bagian : penerimaan, penyimpanan, pengambilan, packing dan pengiriman Mengukur KPI   Facilitator Best Practices Warehouse Management SURACHMAN. ST.,MT SURACHMAN  merupakan Profesional Consultant yang memfokuskan diri pada bidang Warehouse management yang telah membantu banyak perusahaan berskala nasional dan multinasional. Surachman berpengalaman dalam implementasi program peningkatan produktivitas , Quality improvement, efisiensi dan cost reduction, operation management. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement. Surachman memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Sebagai Deputy General Manager, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Beberapa Pelatihan dan Konsultansi yang pernah ditangani : LG Innotek Indonesia Sampoerna Strategic Square Lafarge Cement Indonesia Aceh PT Enkei Indonesia NSK Bearing ROKI HIT ( Polytron ) Saitama Stamping Indonesia TirtaInvestamaDanone Aqua. Volex Indonesia Batam. AlvindoCaturSentosa. BumiMulia Lestari. AngkasaPura II Jakarta. ISTW BPIS. Tekpak Indonesia PLN APP Pulogadung Taroco Indonesia. Medion BansuElektronik Transindo Perkasa Samindo Ceva Logistic Indolakto Garuda Maintenance Facility KompasGramedia Medion Bandung Toyo Ink ITDF SenayanTrikaryaSempana Supernova Flexible Packaging SuryajayaTeknotama Hirose Hogy Sugiura Plasindo Lestari TigaRaksaTbk. PT Astra Honda Motor Indo kordsa IndofoodSuksesMakmur Amanah Prima Indonesia. SANYO Indonesia PLN DistribusiJa-Tim. Knauf Gypsum. Travira Air. NSK Bearing Mfg Indonesia UPN “Veteran” Jakarta Sumatra Prima Fidbreboard Pertamina Gas WGI BangunPersadaAditama Sentra FajarBenua PELNI (Latihangabungandengan TNI AL Semarang) Musashi Indonesia Transportasi Gas Indonesia Airnav Indonesia Evonic Indonesia Sankei Dharma Indonesia BANK INDONESIA Pertamina Retail Sharp Indonesia PK Manufacturing Indonesia Gammaplast Indonesia Frigoglass Indonesia Samudera Indonesia CKB ( Cipta Krida Bahari ) Kito Indonesia Asahi Denso Indonesia Toyota Astra Motor

Online Training : Continuous Improvement With 7-Step Problem Solving Methodology And The A3

Deskripsi Banyak perusahaan besar di dunia memulai berpikir untuk menstabilkan kinerjanya dalam hal keselamatan, kehandalan dan operasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mungkin sekarang saatnya stabilitas terjadi dan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement) bisa segera dimulai. Perusahaan – perusahaan telah menetapkan metodologi dan alat (tool) untuk melakukan continuous improvement. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja operasionalnya. Outline Materi Cara – cara yang ditempuh untuk mempertahankan continuous improvement diperoleh antara lain: Mendorong setiap pekerja dalam bertugas untuk selalu meningkatkan kinerjanya; Secara sistematis untuk mengidentifikasi masalah – masalah atau kesempatan untuk melakukan perbaikan (improvement); Menerapkan suatu metodologi problem solving yang ketat; Membuat setiap langkah perbaikan (improvement) sebagai bagian dari cara bekerja. Continuous improvement akan membantu perusahaan untuk menciptakan suatu bisnis yang berkelanjutan setiap tahunnya. Banyak perusahaan telah memilih 7-Step Problem Solving sebagai sebuah alat untuk melakukan continuous improvement. Dalam training online ini akan dipelajari beberapa hal yang kritikan berkaitan dengan implementasi 7-Step Problem Solving, yaitu: Metodologi 7-Step; Format A3; Pernyataan Masalah; Proses Memetakan Nilai, Memilih Nilai Untuk Eliminasi dan Analisis Waktu; 5S; 5WHY; Pengurangan Variasi; Software untuk Continuous Improvement. Continuous Improvement menjadi sebuah kunci cara bekerja untuk mencapai operasi perusahaan yang aman, handal dan penuh kepatuhan kepada peraturan yang berlaku. Dengan membangun proyek Continuous Improvement, pekerja akan secara sistematis melakukan perbaikan (improvement) di setiap area kerjanya baik di lingkungan kerja lapangan dan di lingkungan perkantoran. Durasi Durasi training 2,5 jam 9:30 – 12:00 wib atau 13:00 – 15:30 wib Facilitator Alief Bactiar Latar belakang pendidikan Sarjana Kimia dari Universitas Brawijaya – Malang. Organisasi profesional yang diikuti sebagai Member of Royal Society Chemistry – United Kingdom. Pemegang Sertifikat  Ahli Kesehatan & Keselamatan Kerja – Depnakertrans RI. Telah memiliki pengalaman mengelola operasional Laboratorium batu bara & gas alam cair (LNG : Liquefied Natural Gas) selama lebih 15 tahun termasuk mengajar Kimia di Perguruan Tinggi Negeri. Saat ini, bekerja di sebuah perusahaan Minyak & Gas dari Inggris, BP Indonesia sebagai Kepala Laboratorium BP Tangguh LNG. Sebelumnya, pernah bekerja pada Laboratorium Badak LNG, Pertamina di Bontang – Indonesia & Laboratorium  Snohvit LNG, milik perusahaan Minyak & Gas Norwegia, Statoil di Hammerfest – Norwegia. Training yang dibawakan: Laboratory Safety & Health Development, Bidding & Implementation for Laboratory Technical Service Contract How to Develop : Laboratory Information Management System (LIMS) Statistical Analysis of Laboratory Data

Supply Chain Management for Best Operation

Supply Chain Management for Best Operation salah satu tujuannya adalah dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi, menentukan strategi distribusi. Deskripsi Supply chain management (SCM) adalah pengelolaan arus barang, termasuk pergerakannya dan penyimpanan bahan baku sebagai persediaan barang dalam proses, serta barang jadi dari titik asal sampai ke titik konsumsi, yang merupakan saluran bisnis dalam penyediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen akhir dalam mata rantai pasokan. (Supply Chain) Manajemen mata rantai suplai sebagai suatu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan kegiatan rantai pasokan dengan tujuan untuk menciptakan pendapatan bersih, membangun infrastruktur yang kompetitif, meningkatkan fungsi logistik, sinkronisasi pasokan dengan permintaan dan mengukur kinerja secara global. (Supply Chain) Latar Belakang Supply chain management adalah suatu fungsi lintas sektoral yang meliputi pengelolaan pergerakan material mentah sampai kedalam sebuah organisasi untuk melakukan proses produksi, termasuk aspek-aspek tertentu dari internal untuk pengolahan bahan baku menjadi barang jadi, dan pergerakan barang jadi keluar organisasi dan menuju konsumen akhir, dimana kegiatan tersebut berfokus pada kompetensi inti dan mengurangi proses yang tidak diperlukan dalam distribusi, dimana fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh internal akan dilakukan outsourcing ke perusahaan lain yang dapat melakukan aktivitas yang lebih baik atau untuk mencapai biaya yang efektif.(Supply Chain) Untuk meningkatkan jumlah organisasi yang terlibat dalam memenuhi permintaan pelanggan, namun mengurangi kontrol manajerial operasi logistik sehari-hari dengan tujuan meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi di antara mitra dalam mata rantai suplai, sehingga meningkatkan visibilitas persediaan dan kecepatan pergerakan persediaan. (Supply Chain) Tujuan Pelatihan Dapat membentuk dan menentukan konfigurasi jaringan distribusi (Supply Chain) Menentukan Strategi Distribusi (Supply Chain) Melakukan Trade- off dalam kegiatan logistik.(Supply Chain) Memberikan Informasi yang terintegrasi (Supply Chain) Mengelola persediaan (stock) termasuk bahan baku untuk proses produksi (Supply Chain) Mengelola arus kas dalam pembayaran dan metodenya dalam entitas rantai pasokan (Supply Chain) Mengelola mata rantai suplai dan melakukan eksekusi yang tepat pada pengelolaan dan koordinasi pergerakan material, informasi dana yang tersedia pada seluruh kegiatan rantai pasokan. (Supply Chain) Outline Materi Pengertian Supply Chain Management Perencanaan produksi dan pengelolaan logistik Kaitan antara Supply Chain dengan Selling Product Vendor management dan assessment Faktor yang mempengaruhi Supply Chain Distribusi dan bisnis proses Indikator kinerja Supply Chain Metode Pelatihan Pembahasan Teori yang ditujukan untuk membuat penyegaran (re-freshing); Sinkronisasi antara Teori dengan kondisi yang terjadi; Mendiskusikan permasalahan yang terjadi dengan mengimplementasikan teori disertai dengan contoh kasus; Membuat perencanaan tugas yang efektif dan efisien dengan berlandaskan teori; Melakukan on-job training di dalam kelas, sebagai suatu simulasi atas contoh permasalahan yang harus diselesaikan Peserta Senior Staff dan Supervisor General Manager dan Manager Direktur Facilitator Ir. Imanadi Lulus dari ITS Teknik Mesin di tahun 1993 Imanadi telah memberikan beberapa topik training in house di beberapa perusahaan nasional dan Multi National Company untuk fokus bisnis: procurement/purchasing, Soft Skill, warehouse & logistic, PPIC dan Quality sejak tahun 2008. Imanadi mempunyai pengalaman selama 15 tahun dalam bidang manufacturing, Warehouse & Inventory Control, Quality Management System, Continuous Improvement Program, Department Improvement Program, Training & People Development di beberapa perusahaan MNC seperti AT&T (USA), Sinoca Electronics (Taiwan) Pirelli Cables (Italia) & Geomed (Jerman). Selain sebagai public speaker/trainer, Imanadi juga merupakan anggota team trainer dari BBMI – Brain Booster Management Indonesia & BFC – Brain Focus Center, sebuah institusi yang fokus dalam pengembangan & peningkatan kinerja otak yang berpusat di Jakarta.

PPIC & Pergudangan Sesuai SCM Modern

Deskripsi Banyak industri manufaktur di Indonesia yang masih mempraktekkan sistem manajemen industri tradisional, dengan memperlakukan departemen pemasaran sebagai departemen yang bertugas sekedar menjual produk dan mengelola administrasi penjualan. Kondisi ini diperparah lagi dengan departemen PPIC yang berfungsi sekedar sebagai stempel untuk menyetujui dan mengeluarkan pesanan produksi, tanpa memainkan peranan penting sebagaimana yang diharuskan oleh fungsi production planning and inventory control yang sesungguhnya. Berdasarkan kenyataan di atas, bagaimana mungkin kita akan berbicara tentang meningkatkan efisiensi, kualitas, produktivitas, daya saing, dan istilah-istilah canggih lainnya, kalau para manajer dari industri manufaktur belum memainkan peranan yang benar dalam system industri manufaktur tersebut. Dalam kompetisi yang demikian ketat,  peranan Manajemen Pergudangan menjadi sangat  penting karena berkontribusi besar dalam Modern Supply Chain. Dasarnya adalah bagaimana mengelola supplier dan pelanggan (eksternal dan internal) agar tidak kecewa karena pengiriman yang terlambat atau pemborosan yang tidak perlu. Hal tersebut juga akan dikombinasikan dengan JIT system, dimana ketepatan waktu menjadi tolak ukur utama keberhasilan manajemen dalam pengaturan Supply Chain. Dilain pihak, Proses pengelolaan pergudangan memerlukan keahlian khusus agar efektif dan efisien, jauh dari pemborosan (lean practice) sehingga tidak membuat produk/material rusak, kotor atau sulit dicari. Penerapan konsep 5S dari Jepang, sebagai prinsip dasar merupakan fondasi pergudangan modern. Keseluruhan topik diatas akan dibagikan dalam sebuah workshop yang diwarnai studi kasus berdasarkan pengalaman dari pengajar sebagai praktisi maupun konsultan dibidang SCM. Agenda Training Sesi 1. Peranan & Fungsi Pergudangan dalam Modern Supply Chain Management : Memahami peranan & fungsi Supply Chain dalam day-to- day business management Peranan & Fungsi pergudangan dalam modern supply chain management. Memahami aspek Kontribusi dalam konteks effisiensi dan manajemen biaya. Memahami hubungan jenis Produk, Tipe Material dan pemilihan lokasi gudang dengan strategi pengelolaannya Sesi 2 Implementasi Supply Chain Manajemen : Kriteria-kriteria keberhasilan melakukan Implementasi SCM. Jalan menuju sukses Implementasi SCM. SCM as a Strategi Asset. Merancang SCM dari Hulu sampai Hilir. Pengembangan SDM dalam SCM dan Bagaimana Merancang Organisasinya. Model Kolaborasi dalam SCM. Model Pengukuran Kinerja dalam SCM. Sesi 3 Penggunaan Konsep 5S atau 5R (Lean Warehousing) dalam Manajemen Pergudangan : Pentingnya 5S (5 R) dalam pergudangan berikut pemahaman konsepnya. Peranan Manager, Supervisor dan Pelaksana dalam 5S. Tehnik Aplikasi 5S dalam manajemen pergudangan. Perubahan paradigma karyawan tim logistik sebagai suport produce. Pemahaman sistem dan prosedur untuk menunjang kinerja tim logistic. Sesi 4 Administrasi & Teknik Penyimpanan Barang: Ukuran Besar, Ukuran Kecil, Barang yang Disimpan Menggunakan Karton (full-case) dan Palet : Pemahaman tentang sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang. Dokumen-Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang. Pemahaman terhadap aktivitas unloading barang berukuran kecil serta pengendalian atas kualitas dan kuntitasnya Teknik pengaturan penyimpanan barang menggunakan karton, dan manfaat penyimpanan barang menggunakan karton. Teknik melakukan identifikasi posisi karton dan palet. Sesi 5 Memahami Sistem Manufakturing Modern, Manajemen Distribusi dan Logistik, termasuk Auditnya : Konsep Deming tentang Sistem Industri Modern. Pemahaman terhadap konsep dasar dari system produksi. Strategik Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manufaktur Pengenalan dengan Sistem Manufakturing Resources Planning (MRP). Konsep dasar Sistem KANBAN Sesi 6 Manajemen Permintaan Sebagai Tolak Ukur Implementasi Production Planning and Inventory Control (PPIC) : Pemahaman konsep dasar Manajemen Permintaan. Konsep dasar sistem peramalan dalam Manajemen Permintaan. Mempelajari beberapa teknik model-model peramalan dan menganalisa kelebihan dan kekurangan dari setiap model peramalan tersebut. Sesi 7 Production Planning and Inventory Control (PPIC) & Memaksimalkan Sumber Daya yang ada : Memahami Hierarki Perencanaan Prioritas dan Perencanaan Kapasitas dalam Sistem Manufakturing. Konsep Dasar tentang Aktivitas Penjadwalan Produksi Induk.(Master Production Scheduling à MPS) Teknik Penyusunan MPS dan permsalahan yang sering terjadi. Sesi 8 Inventory Control Techniques dan Audit Persediaan : Memahami bagaimana mendesain, menghitung, menjalankan siklus dari kebutuhan yang spesifik dari costumer anda, untuk mengetahui berapa barang dari gudang yang harus dikeluarkan dan berapa persediaan yang ada di gudang Permasalahan yang sering terjadi adalah transit barang di gudang, yang mengakibatkan jumlahnya berkurang saat barang persediaan tersebut berada di luar gudang Dengan teknologi, arus perputaran barang tersebut dapat dipantau dengan akurat dan efisien sehingga dapat mengurangi kekeliruan. Workshop ini sangat tepat jika diikuti oleh Supply Chain Manager (dan Supervisor), Sales Manager, Finance Manager, Logistic Manager  dan Warehouse Manager, Departemen PPIC Facilitator Natar Adri Natar Adri berpengalaman di bidang Corporate Planning, Finance, Accounting, serta Office & Warehouse Management  sejak karir pertamanya selama 7 tahun di Djajanti Group dengan posisi terakhir sebagai Accounting Manager, keterlibatan Adri juga sebagai Financial Restrukturing saat Djajanti Group masuk ke dalam BPPN, kemudian melanjutkan karirnya di perbankan selama 2 tahun di HSBC sebagai Business Banking Officer Corporate Specialist. Adri juga terlibat sebagai Financial Specialist dalam pembuatan Master Plan dan Bisnis Plan untuk  BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), serta menguasai model implementasi 5S System dan Production Management. Adri memperoleh pasca sarjananya di bidang Manajemen dari Universitas Gadjah Mada. Beliau pernah turut serta mengembangkan sumber daya manusia dan membangun Departement Marketing Support & Training di Prudential BancBali. Natar Adri juga ikut membuat Master Plan & Business Plan, serta melakukan project promosi pariwisata untuk kawasan Sabang. Sebagai seorang konsultan, ia telah terlibat dalam berbagai proyek pengembangan keahlian SDM, antara lain pada topik-topik Accounting & Business Banking, Handling Customer & Complaints, Office & Filing Management, serta Financial Management  & Retirement Planning. Adri juga menulis buku dengan judul ”Solusi Cerdas Mengatasi Hutang dan Kredit” , “Investasi Mudah dan Murah” dan “80 Bisnis Sampingan Modal < 5Juta”

Material Handling Management

Objective Di dalam dunia industri, peran Warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Pengelolaan gudang yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola Warehouse serta perangkat alat angkat Forklift dengan efektif dan efisien. Pengelolaan gudang yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi gudang dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta pelatihan Material Handling Management akan belajar mengenai pentingnya  “ Material Handling Management ” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai  aktivitas keluar masuk barang, teknik yang tepat dalam penggunaan Forklift yang benar agar efektif dan terhindar dari kecelakaan kerja. Pelatihan Material Handling Management ini memberikan manfaat untuk karyawan yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas pergudangan berkaitan dengan penanganan barang,  untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory dan efektivitas pada kegiatan bongkar dan muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Sasaran Pelatihan Sasaran Pelatihan Material Handling Management : Peserta pelatihan Material Handling Management memahami arti penting gudang dalam aliran supply chain dan pengelolaannya, sehingga potensi diri dalam pengelolaan pergudangan muncul. Peserta mampu melaksanakan Good Warehouse Practices di area kerjanya sehingga proses pergudangan menjadi efisien dan efektif. Mampu mendisai layout warehouse yang efektif dan efisien Mampu melakukan material handling dengan baik Melakukan penataan digudang dengan tertib dan teratur Dapat mengetahui keberadaan barang yang disimpan dengan sekilas  pandang mudah dicari dan mudah didapat Peserta pelatihan Material Handling Management mampu melakukan improvement di proses pergudangan sehingga kinerja meningkat menjadi lebih baik secara konsisten. Peserta pelatihan Material Handling Management mempu meningkatkan konsistensi service level, menjaga safety maupun keamanan produk. Mampu melakukan penenerimaan barang dari supplier dengan baik dari aspek Quality inspection Mampu mengoperasikan forklift dengan aman Memahami konsep distribusi barang dengan baik dan benar Agenda Pelatihan Agenda Pelatihan Material Handling Management : AGENDA PELATIHAN HARI KE 1 : 08.30 – 10.00                    Quality Assurance In The Warehouse 10.00 – 10.15                    Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                    Pengendalian proses pergudangan 12,00 – 13.00                    Makan Siang 12.00 – 14.45                     Teknik material handling 14.45 – 15.00                     Rehat Kopi / Teh 15.00 –  16.30                    Warehouse layout and stock location AGENDA PELATIHAN HARI KE. 2 : 08.30 – 10.00                     Teknik Mengoprasikan forklift 10.00 – 10.15                     Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                     Receiving Inspection                                          Menentukan safety stock, Cycle Count monitoring 12.00 – 13.00                     Makan Siang 13.00 – 14.45                     QHSE in the Warehouse 14.45 – 15.00                     Rehat Kopi / Teh 15.00 – 16.30                      andart Operating Prosedure Pada Proses Handling Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Maintenance Management

Objective Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan persyaratan kualitas mengarah sytem TPM. Mempertahankan investasi peralatan yang ada untuk dapat digunakan secara optimal, delivery yang cepat dapat terpenuhi mengarah ke Just In Time, Penerapan Perawatan Preventive, predictive, corrective peran Manager dan supervisor dalam mengerakan maintenance management  merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kegiatan perawatan pasti akan lebih murah disbanding dengan perbaikan, mesin boleh saja berhenti asalkan direncanakan jika mesin berhenti tidak direncanakan (Break down ) ini yang disebut dengan perbaikan akan beresiko kerugian yang sangat besar sehingga berdampak menggerogoti profit anda. Tugas perwatan seringkali semua dibebankan pada bagian Maintenance ini kesalahan yang fatal, Untuk  itu diperlukan pengelolaan manajemen yang terencana sebagai pimpinan Spv/Manager adalah pengerak perubahan TPM untuk menjalankan program dan membangun system secara terencana dan terukur serta mampu melibatkan partisipasi seluruh karyawan dan juga pimpinan dapatmen jabarkan sasaran target perusahaan  dari rencana strategy menjadi Aksi yang terukur untuk peningkatan berkelanjutan. Bagi perusahaan industri yang menggunakan peralatan atau mesin dalam proses produksinya, maka performa suatu peralatan atau mesin harus senantiasa dijaga, termasuk ketersediaan sparepart sebagai penunjang vital kegiatan perawatan karena hal tersebut sangat mempengaruhi kualitas dari produk yang dihasilkan, modal kerja yang dikeluarkan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Idealnya ketersediaan peralatan atau mesin (Availability) dapat beroperasi 100% dalam kondisi 100% full capacity dan menghasilakan kualitas produk 100% oke,  Untuk itu diperlukan perawatan, perbaikan dan penggantian suku cadang yang telah aus secara periodic. Total Productive Maintenance adalah hasil perpaduan antara preventive maintenance dengan total quality employee involvement. TPM bukan sekedar teori tetapi dikembangkan dari best practices dan menjadi proven method yang telah diterapkan diberbagai penjuru dunia. TPM merupakan suatu system perawatan mesin yang melibatkan seluruh bagian dan anggota organisasi termasuk operator produksi, sasaran penerapan TPM adalah tercapainya Zero Breakdown, Zero defect dan zero accident dengan demikian memaksimalkan efektifitas penggunaan mesin, tercapainya Overall equipment effetiveness (OEE) Outline Program Total Productive Maintenance (TPM) Berbagai Jenis Perawatan Mesin Manajemen pemberdayaan untuk kegiatan perawatan terencana Membangun komitmen bersama untuk implementasi TPM Overall Equipment Effectiveness (OEE) Identifikasi Enam Kerugian Besar (Six Big Losses) Mengukur Overall Equipment Effectiveness (OEE) Strategi Mendeteksi Penyimpangan Penerapan Perawatan Mandiri (Autonomous Maintenance) Penerapan Perawatan Terencana (Planned Maintenance) Analisis MTBF dan Analisis MTTR Penerapan Kaizen Maintenance Penerapan Maintenance Safety Program Penerapan Maintenance Skills Training Penerapan Quality Maintenance 4 Langkah Menuju Zero Breakdown Sasaran Program Tujuan Akhir dari Implementasi Total Productive Maintenance for Manager / Supervisor bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha seperti kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, kapasitas yang meningkat lingkungan kerja yang lebih bersih dan aman sehingga laba perusahaan meningkat. Agenda Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus AGENDA HARI KE. 1 : 08.00 ~ 10.00          Maintenance & Asset Management 10.00 ~ 10.15          Coffe Breake 10.15 ~ 12.00          Maintenance Efficiently & Measurement 12.00 ~ 13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45          Maintenance Cost Analysis 14.45 ~ 15.00          Coffe Breake 15.00 ~ 16.30          Maintenance Planning & Scheduling AGENDA HARI KE. 2 : 8.00 ~ 10.00           Maintenance Standard & Preventive 10.00 ~ 10.15         Coffe Breake 10.15 ~ 12.00         Managing Spare Part & Stock Control 12.00 ~ 13.00         Isoma 13.00 ~ 14.45         Maintenance Performance Indicators 14.45 ~ 15.00         Maintenance Skills Development 14.45 ~ 15.00         Coffe Breake 15.00 ~ 16.30         Maintenance Skills Development Strategy Implementasi Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Pelatihan Manajemen Proyek

Objective Dunia usaha sejak di mulai selalu diselimuti oleh berbagai risiko. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Risiko pada dasarnya adalah alamiah yang berarti memang ada. Tidak perlu terlalu dirisaukan. Risiko hanya perlu dikelola dengan baik. Proyek akan mengalami kerugian apabila risiko tidak terkendali dan berubah menjadi masalah dalam pelaksanaan proyek. Pada kenyataannya, sangat sedikit sekali pelaku proyek yang mengerti mengenai manajemen risiko. Sungguh ironis melihat kenyataan bahwa banyak orang yang bekerja di proyek yang dipenuhi oleh ancaman risiko tapi tidak tahu mengenai manajemen risiko. Wajar saja bila profitabilitas perusahaan kontraktor di negara kita masih kecil. Banyak pelaku usaha dibidang ini yang bahkan gulung tikar karena mengalami kerugian yang tidak sedikit dan terus menerus. Proyek diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Keberhasilan suatu proyek bergantung pada sejauh mana proyek tersebut dapat memenuhi kriteria keberhasilan proyek. Kriteria tersebut antara lain : Manfaat proyek, Kualitas proyek , jangka waktu penyelesaian dan biaya yang dikeluarkan. Proyek merupakan interaksi yang rumit antara faktor manusia, material, peralatan, metoda, modal dan manajemen. Oleh karena itu, agar proyek dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kriteria di atas, maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang akan menanganinya. Di dalam workshop ini akan dibahas konsep dan aplikasi manajemen proyek secara sistematis sehingga memberikan manfaat wawasan yang komprehensif mengenai manajemen proyek. Outline Materi Konsep dasar Manajemen Proyek Analisis dan Evaluasi Proyek Perencanaan Proyek Anggaran Proyek Teknik Crash Program Pengendalian Proyek Manajemen Logistik Proyek Studi kasus manajemen proyek secara terpadu Tujuan Peserta pelatihan diharapkan dapat mengerti dan dapat memahami arti, tujuan dan fungsi manajemen proyek Peserta pelatihan diharapkan mampu melakukan perencanaan proyek secara memadai Peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan dan menjalankan perencanaan proyek dalam aktifitas-aktifitas operasional Peserta pelatihan diharapkan mampu melaksanakan pengawasan (control and monitoring) terhadap kegiatan pelaksanaan proyek Peserta pelatihan diharapkan dapat memahami konsep evaluasi dan perbaikan kinerja proyek Peserta pelatihan diharapkan memiliki wawasan dalam penyelesaian permasalahan dan hambatan proyek Peserta pelatihan diharapkan mendapatkan wawasan kepemimpinan (leadership) dalam pelaksanaan proyek Peserta pelatihan diharapkan mampu mendefinisikan resiko-resiko yang terkait dengan proyek Peserta Manager /Supervisor/Staf bagian perencanaan Manager /Supervisor/Staf pelaksana proyek Manager /Supervisor/Staf bagian operasional Manager /Supervisor/Staf bagian anggaran Facilitator Patricius Dion Widia. Adalah seorang konsultan project management dan pelatih bisnis dengan 14 tahun latar belakang teknik di bidang infrastruktur telekomunikasi. Banyak mendapat pengalaman dengan bekerja untuk perusahaan system integrator lokal dan vendor telekomunikasi multinasional di Indonesia. Berpengalaman selama 9 tahun sebagai Project Manager untuk implementasi dan pengembangan jaringan komunikasi selular, jaringan komunikasi satelit dan perangkat lunak di berbagai operator telekomunikasi di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, Excelcomindo, Telkom, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan lain-lain. Memiliki sertifikasi IT Project Management dan Magister Manajemen Keuangan serta sebagai praktisi NLP. Saat ini bekerja juga sebagai Pelatih Bisnis di PT Formula Bisnis Indonesia.

Sertifikasi Fire Modelling (Sertifikasi BNSP)

Objective Pelatihan fireman 1&2 adalah pelatihan kompetensi yang dikeluarkan oleh badan nasional sertifikasi kopetensi (BNSP), yang mengacu pada SKKKNI Tujuan Pelatihan ini memberikan pemahaman dan kemampuan bagi fireman dibidang MIGAS mengenai pemadaman dan pengendalian api dan kebakaran. Outline Materi Peraturan Perundangan Keselamatan Kebakaran bidang Migas Pencegahan bahaya kebakaran Penanggulangan bahaya kebakaran Tindakan awal pencegahan kebakaran Syarat terjadinya api, Kimia api Klasifikasi bahaya kebakaran dan media pemadam Prinsip teknik pemadaman dan Hose Drill Pengetahuan tentang APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan pemeliharaannya Peralatan pemadam kebakaran Alat Pelindung Diri Penggunaan SCBA Menerapkan kegiatan forcible entry/Fire Stream Emergency Response Evakuasi dari ketinggian dan Horizontal P3K Formasi Regu Inspection, Testing & Maintenance Fire Protection Equipment Praktek latihan pemadaman (APAR dan Hydran) Praktek P3K Manfaat Pelatihan Memahami peraturan kebakaran dibidang migas Memahami penyebab dan bahaya terjadinya kebakaran Peserta memahami penanggulangan kebakaran Memahami dan mampu melakukan teknik pemadaman kebakaran Mampu melakukan penyelamatan jika terjadi kebakaran. Metodologi Pelatihan Pesentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, SHE Manager Safety Man, Fire Staff, Fire Manager Facilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE. Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer dan konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan dan juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training dan konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta dan mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Penyusunan RJP dan RKAP

Objective Latar Belakang. Mengapa ada organisasi yang bisa bertahan lama ? Mengapa ada yang langsung terjerembab diterpa gelombang perubahan? Ya, perubahan bisnis yang cepat menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang tepat. Jika gagal menyusun perencanaan berarti merencanakan untuk gagal. Bagi yang belum menyusun, Peta  Jangka Panjang sangat membantu memotivasi karyawan karena mengetahui tujuan organisasi 5-10 tahun mendatang. Rencana Kerja yang detail akan membantu pencapaian target  karena menunjukkan  peta strategy dan KPI. Memang tidak gampang membuatnya. Justru karena itulah Workshop ini diadakan. Ajak 2-3 orang agar organisasi anda mampu mencapai visi yang diidamkan. Outline Materi 1. Strategic Thinking and Orientation 2. Penyusunan Rencana Jangka Panjang 3. Analisa PESTEL – TOWS 4. IKSF – 5 Forces – VRIN 5. Core Competence, Competitive Benchmark 6. Penyempurnaan Blue Print dengan Strategy Map 7. Penyusunan Rencana Kerja dan Target 8. Budgeting: Capex-Opex-Stratex Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim Business Buddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Developing and Optimizing Product Design Blueprint

Objective Proses desain suatu produk dimulai dari proses pembentukan konsep / blueprint yang biasa disebut sebagai “Conceptual Design”. Dalam fasa blueprint ini pembentukan konsep dimulai dari perumusan beberapa alternatif konsep sampai dengan penentuan konsep product design yang terbaik. Conceptual design merupakan suatu proses yang membutuhkan kreativitas yang tinggi dan juga komunikasi / koordinasi lintas fungsi organisasi. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai metode dan langkah-langkah yang efektif dalam merumuskan beberapa alternatif konsep desain sampai dengan penentuan konsep desain yang terbaik sehingga setelah produk tersebut direalisasikan dapat memiliki nilai (value) yang tinggi. Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait. Target Engineering, Product Development, Research & Development (R&D), Designer Outline Identifikasi kebutuhan konsumen (Identification of customer needs). Mendefinisikan design & product requirements dengan menggunakan tools : Quality Function Deployment (QFD) dan Product Design Specification (PDS). Mengumpulkan informasi (Gathering information) melalui : Internet, Patents, Trade, Literature. Concept generation and evaluation dengan menggunakan tools : Creativity Tools, Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ), Functional Decomposition, Morphological Chart, Pugh’s Concept Selection Method, Decision Tree. Design review untuk meyakinkan bahwa produk tersebut dapat direalisasikan dan memiliki economic value yang tinggi. Facilitator Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Advance Total Quality Management (TQM)

Training Total Quality Management (TQM) mempelajari mengenai bagaimana memahami pentingnya pengendalian kualitas, bagaimana memahami kegiatan-kegiatan utama dalam pengendalian kualitas, bagaimana memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan pengendalian kualitas dan hal lainnya terkait Total Quality Management (TQM). Deskripsi Asal-usul Total Quality Management atau TQM bermula dari pendekatan W. Edwards Deming terhadap manajemen. Pendekatan ini diperkenalkan ke dalam industri Jepang di tahun 1950 dengan banyak keberhasilan. Implementasi TQM di Barat selama tahun 1980-an tidak pernah cukup efektif. Abad ke-21 menawarkan berbagai tantangan baru tapi daya tarik TQM tetap kuat. Variasi pada metodologi TQM adalah perbaikan/peningkatan berkelanjutan (Continuous Improvement),. Semua metodologi ini terfokus pada penyediaan kualitas barang dan jasa. Semua pelanggan terfokus, dan produksi dioptimalkan melalui kerja tim, kepemimpinan dan pengukuran statistik. Fokus utama Total Quality Management dan pendekatan terkait berada/terfokus pada pelanggan. Pelanggan adalah alasan untuk sebuah bisnis tetap ada, dan dengan mengarahkan setiap operasi bisnis terhadap hasil pelanggan dalam hal produk yang berkualitas dan tingkat cacat yang rendah. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya “perubahan paradigma” adalah menajamnya persaingan, ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk, pemotongan anggaran serta krisis ekonomi. Meskipun akar Total Quality Management berasal dari model-model perusahaan dan industri, namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen, baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba. terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi TQM sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. Tetapi Total Quality Management kurang begitu dikenal di sektor publik. Namun kini keadaan sudah berubah, faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini, juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan. Namun demikian, penerapan Total Quality Management adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Sebagai contoh, sistem pendidikan, personalia, peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik. Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi, terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi, seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan, tidak jelasnya visi dan misi, penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan Total Quality Management . Potensi keberhasilan Total Quality Management sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan, sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan Total Quality Management . Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen kepada pelanggan . Siapa yang harus ikut Training Total Quality Management:   Manajer, Suvervisor produksi atau proses, karyawan Program Training Total Quality Management Sasaran Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya pengendalian kualitas Memahami kegiatan-kegiatan utama dalam pengendalian kualitas Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan pengendalian kualitas Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas Memahami konsep dan manfaat program pengendalian kualitas Peserta memahami konsep TQM dan kaitannya dengan berbagai aktivitas peningkatan kualitas. Peserta mengetahui langkah-langkah praktis dalam menerapkan TQM secara sistematis, efisien dan efektif. Peserta memahami dan menguasai strategi implementasi dan dapat berperan aktif dalam implementasi TQM. Tujuan akhir dari training  TQM bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha   melalui penerapan TQM yang efektif sehingga berdampak pada kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, kerja sama team yang baik, dan mampu menterjemahkan kebijakan top Manajemen, melalui strategy inisiatif dan aksi nyata sehingga laba perusahaan meningkat Strategi Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus, Latihan Praktik Outline Materi Day 1 Pengertian TQM Pengukuran Biaya kualitas Merancang sasaran mutu Memanajemeni kualitas dalam proses produksi Day 2 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 1 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 2 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 3 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 4 Peserta Direktur, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Standard Operating Procedures Lifecycle

FUNDAMNETAL TRAINING FOR PROCEDURES WRITERS Mengapa seringkali SOP di tempat kerja menjadi counter-productive? Ada tetapi tidak digunakan, ada tetapi pengguna ragu-ragu apakah berisi panduan yang updated, ada tetapi diletakkan di lemari yang terkunci? ”Hasil mini survey Facilitator selama 3 tahun dari 2008-2011, 90% SOP ditempat kerja ditulis oleh personil yang kurang terlatih, sebagian besar SOP disusun tidak menggunakan format semestinya, tidak sesuai dengan profil penggunanya, pada akhirnya SOP di tempat kerja hanya berfungsi sebagai arsip.” SOP tidak sama dengan Prosedur, apabila Prosedur dibuat oleh pihak independen berdasar asas top-down, SOP dibuat melalui kesepakatan antara penulis, pihak manajemen dan pengguna (3 pihak). Salah satu penyebab SOP tidak berfungsi semestinya adalah karena dibuat dengan tanpa melibatkan pengguna. Keefektifan sebuah SOP dapat dilihat dari a) sejauhmana ia digunakan dan memberi nilai tambah b) sejauhmana ia digunakan dan dapat menyamakan persepsi antar bagian/departemen c) sejauhmana ia dapat berfungsi sebagai pengendali dan pemantau kinerja proses. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada. SOP yang dapat juga disederhanakan sebagai Who does What and How menjadi tidak terarah apabila 1) tidak dikerndalikan 2) tidak dibuat dengan cara yang tepat sesuai kompleksitas bisnis 3) tidak dinamis. Standard Operating Procedure adalah salah satu metode kerja yang dibuat untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan rencana dan aturan-aturan dan untuk kepuasan pelanggan; baik eksternal maupun internal.Penyusunan SOP yang mudah dibaca dan dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar departemen. Pelatihan ini membuat perusahaan/organisasimenjalankan proses bisnisnya lebih efektif dan efisien. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat mengendalikan, merevisi dan memantau dalam sebuah siklus-SOP Lifecycle. Agenda Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000. Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. SOP Tehnis v.s SOP AdministratifSecara umum terdapat dua jenis SOP yaitu Tehnis dan Administratif, SOP Tehnis merupakan SOP operasional yang mendukung proses inti, dan SOP Adminstratif bersifat pendukung. Peserta, pada sesi ini berlatih merancang dan menyelesaikan kedua jenis SOP tersebut. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan videoPada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Teknik penulisan efektif dan format dan elemen SOPPeserta, pada sesi ini, berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan concised, Fasilitator memberikan contoh beberapa SOP yang ditulis secara tidak efektif, SOP yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang berputar-putar. Pada sesi ini juga, peserta memahami elelemen-elemen SOP dan atribut pengendali (nama, nomor, tanggal efektif, tanggal kadaluarsa dll) Menentukan dan memilih  tingkat perincian SOP (Who Does What) Beyond Write What You DoSOP mempunyai format yang bermacam dan berbeda-beda dan untuk pengguna yang berbeda juga—setidaknya Pengguna pemula dan Pengguna ahli, seringkali Pengguna pemula memerlukan SOP yang rinci dan dalam sedangkan Pengguna ahli hanya memerlukan langkah besarnya saja. Pada sesi ini peserta berlatih membuat SOP dengan dua macam kedalaman. Merancang SOP yang up-to-date dan masih diperbaharuiSesi ini berhubungan dengan SOP lifecycle, peserta membuat rencana tindak-lanjut di tempat kerja dengan merancang SOP yang dinamis. Merancang SOP untuk Marketing, Perencanaan dan Produksi, Logistik, Pembelian dan Keuangan dllDengan template yang disediakan oleh fasilitator, peserta diajak berlatih membuat SOP operasional, latihan-latihan ini akan menjadi bekal dalam merevisi atau menulis ulang SOP yang ada di perusahaan masing-masing. Persyaratan Pelatihan inidirancangbagipemula. Peserta DI WAJIBKAN membawa LAPTOP Facilitator Ady A Subagya. Ady A. Subagya adalah seorang praktisi standar mutu Internasional. Konsultan manajemen mutu ISO 9000, 14000, OHSAS 18001 dan telah membantu puluhan organisasi dalam merancang ulang business process, prosedur dan instruksi kerja. Ia juga seorang praktisi standar mutu Internasional, telah bersertifikat dari IRCA UK (ISO/TS 16949, ISO 9000 dan OHSAS 18001). Ady A. Subagya pernah bekerja di Mercedes Benz Indonesia dan Siemens Lightings Indonesia dengan pengalaman dibidang pelatihan dan sistem manajemen mutu dan K3 Materi pelatihan pengembangan pelatih yang dirancangnya berjudul Accelerated Learning, Creativity for Training, Training Visualisation, Sizzling Powerpoint, Mental Fitness (Juggling 3 Balls), 20 Games Trainers Must Modify and Play. Beberapa perusahaan yang pernah Ia bantu untuk program Inhouse, diantaranya: Mercedes Benz (Daimler Chrysler), Kelompok Kompas Gramedia, Pos Indonesia, Indosat, Berca Hardaya Perkasa, Aisin Indonesia, Multibintang Indonesia, Mandom Indonesia, United Tractors dsb.

Best Practices Warehouse Management & Asset Management

Deskripsi WAREHOUSE MANAGEMENT Proses operasional di Warehouse memiliki pola aktifitas yang dinamis berdasarkan; klasifikasi, resiko, & perputaran inventory. Basis sektoral organisasi/institusi/korporasi serta dinamika tekhnologi & konsep terkini Supply Chain Management juga berperan penting  terhadap cara kita mengelola warehouse secara; efektif, efisien, terukur, & akuntabel. Pengelolaan warehouse memerlukan investasi yang besar untuk; infrastruktur, teknologi, tool kits, hingga biaya outsourcing. Kualitas pengelolaan Warehouse menjadi key success factors dalam Supply Chain Management, dimana semua proses material & product handling sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi pengelola warehouse dalam merespon kebutuhan raw material user internal serta finished goods delivery kepada end customer. ASSET MANAGEMENT Manajemen Aset memegang peranan penting bagi korporasi, institusi, maupun organisasi, karena aset memiliki nilai kapital yang besar & menunjang proses operasional kerja. Aset memiliki wujud dalam bentuk; furniture, produk IT, elektronik, mesin, kendaraan, alat berat, hingga tanah & bangunan. Sudah saatnya korporasi, institusi, maupun organisasi mengelola aset secara optimal, terencana, & strategik, sesuai konsep manajemen aset, mulai  dari; perencanaan, pembelian, pencatatan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan asset. Tujuan Training Dalam training ini peserta akan mempelajari Warehouse & Asset Management secara menyeluruh di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Manfaat Training Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Update kompetensi berbasis konsep, best practices, & literatur terkini Memahami konsep terbaru & terkini operasional warehouse & pengelolaan asset Memahami prinsip & konsep improvement operasional warehouse & pengelolaan asset Melakukan langkah improvement di operasional warehouse & pengelolaan asset Meningkatkan proses kerja menjadi lebih efektif, efisien, terukur, & akuntabel Metode Training Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep:v 20% teori berdasarkan literatur praktisiv 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industriv 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Materi Training HARI PERTAMA Warehouse Management Roles Inventory Management Warehouse Lay-Out & Stock Locations Warehouse Operational Process Warehouse Performance Management Discussion sharing & case study   HARI KEDUA   Asset Management Strategy Utilization & Maintenance Asset Outsourcing Asset Disposal Verification & Audit Discussion sharing & case study Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

System Perpajakan Kepabeanan Pelabuhan Dan It Inventory Kawasan Berikat

Objective Perusahaan yang masuk kategori Kawasan Berikat adalah adalah Perusahaan  yang difungsikan sebagai tempat timbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor. Proses produksi didalam Kawasan Berikat dilakukan  oleh Penyelenggara dan Pengusaha Kawasan Berikat. Penyelenggara Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan menyediakan dan mengelola kawasan untuk kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat. Pengusaha Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat. Karena Perusahaan yang kategori Kawasan Berikat  mendapat banyak fasilitas baik secara Fiskal dan Prosudural dari Pemerintah dalam hal ini adalah Bea Cukai maka menjadi kewajiban bagi Perusahaan Kawasan Berikat harus mempertanggungjawabkan Fasilitas yang diterimanya. Berbagai prosudur harus dilalui oleh perusahaan kawasan berikat dimana system monitoringnya ketat baik keluar masuk barang dari dan ke area pabrik kawasan berikat tersebut.  Dan ini berbeda perlakuannya bila dibandingkan dengan dengan perusahaan dalam katagori perusahaan non Fasilitas. Oleh karena sistemnya yang lebih komplek daripada perusahaan biasa maka diperlukan keahlian personel dan pemahaman dari management perusahaan untuk menyikapi system tersebut. Karena apabila tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Kawasan Berikat  pastinya ditingkat operasional akan menghadapi kendala. Maka sangatlah tepat training tentang kawasan berikat ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang masuk sebagai perusahaan kawasan berikat  agar hal hal yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang kawasan berikat bisa dihindarkan dan tentu saja efektifitas dan efesiensi akan didapatkan bagi management perusahaan. Keuntungan-keuntungan yang didapat setelah mengikuti training ini adalah mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di Kawasan Berikat; memahami sistem pembukuan yang disyaratkan oleh DJBC; mengetahui audit kepabeanan di Kawasan Berikat; dan mengetahui strategi menghadapi audit kepabeanan di Kawasan Berikat Outline Materi Overview kawasan berikat (bonded zone) Fasilitas kepabeanan Prosedur pemasukan barang ke kawasan berikat Dari luar negeri (impor) Dari lokal (dpil) Dari gudang berikat Dari kawasan berikat lainnya Dari perusahaan fasilitas kite Prosedur pengeluaran barang dari kawasan berikat Pengeluaran barang ke luar negeri (ekspor) Pengeluaran barang ke kawasan berikat lainnya Pengeluaran barang ke lokal (dpil) Audit kepabeanan untuk kawasan berikat Customs risk Pada saat memasukan dan mengeluarkan barang Pada saat audit Perpajakan atas kegiatan export import khusus kawasan berikat (bonded zone) Pph pasal 22 atas kegiatan export import dan hal-hal yang dikecualikan Ppn atas kegiatan export import, mekanisme penyetoran ppn terutang, ssp dan pelaporan spt ppn Fasilitas ppn atas import Yang dibebaskan ppn/ppnbm Tidak dipungut ppn/ppnbm Metode Persuratan di Kawasan Berikat Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang)  dan Harmony System Code International Transportation Kepelabuhan dan Pabean Kawasan Berikat Pengeluaran Barang Impor Dan Penjaluran Kawasan Berikat Prosudur ekspor dan impor dan Kalkulasi Pajak Kawasan Berikat Metodologi Pelatihan Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Peserta Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System

Deskripsi Di dalam dunia industri, peran Warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Warehouse Management yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola Warehouse dengan efektif & efisien. Warehouse Management yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi warehouse dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya “Warehouse Manajemen & distribution ” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai aktivitas warehouse dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory management dan order point management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis warehouse , Inventory management. Pelatihan Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System memberikan manfaat untuk para supervisor, manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas warehouse berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance, untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory, efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Tujuan Pelatihan Peserta pelatihan Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System memahami arti penting gudang dalam aliran supply chain, pengelolaannya, sehingga potensi diri dalam Warehouse Management muncul. Peserta mampu melaksanakan Good Warehouse Practices di area kerjanya sehingga proses warehouse menjadi efisien & efektif. Mampu mendisain lay out warehouse yang efektif & efisien Mampu melakukan material handling dengan baik Melakukan penataan warehouse dengan tertib dan teratur Dapat mengetahui keberadaan barang di warehouse dengan sekilas  pandang mudah dicari, mudah didapat Peserta mampu melakukan improvement di proses warehouse sehingga kinerja meningkat menjadi lebih baik secara konsisten. Peserta mempu meningkatkan konsistensi service level, menjaga safety maupun keamanan produk. Mampu menjabarkan KPI di warehouse sebagai alat untuk mendrive Improvement Mampu melakukan penenerimaan barang dari supplier dengan baik dari aspek Quality inspection Memahami konsep distribusi barang dengan baik dan benar Outline Materi AGENDA HARI KE. 1 08:30 – 10:00                  Tantangan warehouse 10:00 – 10:15                  Rehat Kopi / Teh 10:15 – 12:00                  Pengendalian proses warehouse 12:00 – 13:00                  Makan Siang 12:00 – 14:45                  Teknik material handling 14:45 – 15:00                 Rehat Kopi / Teh 15:00 – 16:30                 Warehouse layout and stock location AGENDA HARI KE. 2 08.30 – 10.00                Receiving Inspection 08.30 – 10.00                Menentukan safety stock, Cycle Count monitoring 10.00 – 10.15                Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                KPI Warehouse 12.00 – 13.00                Makan Siang 13.00 – 14.45                QHSE in the Warehouse 14.45 – 15.00                Rehat Kopi / Teh 15.00 – 16.30                Mananjemen distribusi & Transportation Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Quality Control & Quality Assurance

Quality adalah salah satu point terpenting di dalam dunia manufacturing selain productivity. Bahkan kegagalan dalam me-manage Quality akan menyebabkan hancurnya productivity yang kita bangun. Quality Level inilah sebenarnya yang dibeli oleh Customer kita bukannya Productivity. Sehingga dapat dikatakan Productivity adalah milik kita tetapi Quality adalah milik Customer. Tetapi tidak jarang kita lebih memperhatikan Productivity daripada Quality. Akhirnya proses pembangunan Quality tidak dibangun dengan baik yang pada akhirnya akan merontokkan Productivity itu sendiri

Lean Six Sigma Management

Training Lean Six Sigma Management mempelajari bagaimana mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan, mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric, bagaimana mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan, bagaimana memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah”  potensi munculnya defect. Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality, juga mengenai Lean Six Sigma lainnya. Deskripsi Pelatihan Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas ,kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Lean Six Sigma (LSS). Lean Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan  mutu sebagai strategi usaha,  dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan, sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Lean Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus, senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Lean Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan LSS di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan (Zero Waste). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time). Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip LSS (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik, positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Tujuan Pelatihan Memahami pentingnya LSS bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi LSS Memahami metodologi dalam implementasi LSS Memahami elemen-elemen sistem LSS Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi LSS Peserta Pelatihan Manajer dan Supervisor yang bertanggung jawab terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas perusahaan. Profesional di bidang Quality Management dan Continuous Improvement. Profesional yang terlibat dalam implementasi Lean Six Sigma (LSS). Profesional di bidang produksi dan operasional perusahaan. Profesional yang terlibat dalam peningkatan proses dan efisiensi perusahaan. Outline Materi Hari 1 Mengintegrasikan metode LSS untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement LSS Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Hari 2 Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan LSS problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading LSS business implementation Strategi Implementasi LSS Quality di perusahaan Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan melalui: Pembahasan konsep dan prinsip Lean Six Sigma untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing perusahaan. Pembelajaran dari pengalaman sukses penerapan Lean Six Sigma pada Toyota, Motorola, dan General Electric. Identifikasi dan analisis value bisnis serta aliran proses untuk menemukan proses kritis dan potensi defect. Analisis 7 pemborosan dan pengukuran Cost of Poor Quality. Penetapan project improvement dan penerapan metodologi DMAIC. Analisis current state dan pengembangan future state condition. Identifikasi faktor penyebab utama dan pencarian akar masalah melalui pendekatan Genchi Genbutsu. Pemecahan masalah dan pemilihan solusi menggunakan tools dan teknik Lean Six Sigma. Penetapan performance measurement untuk mengukur keberhasilan implementasi LSS. Pembahasan strategi managing, leading, dan implementasi LSS Quality di perusahaan. Agenda AGENDA HARI KE. 1 : 08.30 – 10.00          LSS Fundamental 10:00 – 10:15           Cofee Break 10:15 – 12:00             LSS Creating Customer Value 12:00 – 13:00            Lunch 13:00 – 14:30            LSS Define the Problem 14:30 – 14:45            Cofee Break 14:45 – 16:15             LSS Project Charter 16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback AGENDA HARI KE. 2 : 08:00 – 08:30        LSS Analyze potensial Couses 08.30 – 10:00        LSS Improve Solution 10:00 – 10:15        Cofee Break 10:15 – 12:00        LSS Improve & Control Performance 12:00 – 13:00        Lunch 13:00 – 14:30        LSS Control & Monitoring 14:30 – 14:45        Cofee Break 14:45 – 16:15        LSS Strategy Implementation  Action Plan 16:15 – 16:30        Evaluasi & Feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.