Operation Training

Pelatihan Manajemen Proyek

Objective Dunia usaha sejak di mulai selalu diselimuti oleh berbagai risiko. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Risiko pada dasarnya adalah alamiah yang berarti memang ada. Tidak perlu terlalu dirisaukan. Risiko hanya perlu dikelola dengan baik. Proyek akan mengalami kerugian apabila risiko tidak terkendali dan berubah menjadi masalah dalam pelaksanaan proyek. Pada kenyataannya, sangat sedikit sekali pelaku proyek yang mengerti mengenai manajemen risiko. Sungguh ironis melihat kenyataan bahwa banyak orang yang bekerja di proyek yang dipenuhi oleh ancaman risiko tapi tidak tahu mengenai manajemen risiko. Wajar saja bila profitabilitas perusahaan kontraktor di negara kita masih kecil. Banyak pelaku usaha dibidang ini yang bahkan gulung tikar karena mengalami kerugian yang tidak sedikit dan terus menerus. Proyek diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Keberhasilan suatu proyek bergantung pada sejauh mana proyek tersebut dapat memenuhi kriteria keberhasilan proyek. Kriteria tersebut antara lain : Manfaat proyek, Kualitas proyek , jangka waktu penyelesaian dan biaya yang dikeluarkan. Proyek merupakan interaksi yang rumit antara faktor manusia, material, peralatan, metoda, modal dan manajemen. Oleh karena itu, agar proyek dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kriteria di atas, maka diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang akan menanganinya. Di dalam workshop ini akan dibahas konsep dan aplikasi manajemen proyek secara sistematis sehingga memberikan manfaat wawasan yang komprehensif mengenai manajemen proyek. Outline Materi Konsep dasar Manajemen Proyek Analisis dan Evaluasi Proyek Perencanaan Proyek Anggaran Proyek Teknik Crash Program Pengendalian Proyek Manajemen Logistik Proyek Studi kasus manajemen proyek secara terpadu Tujuan Peserta pelatihan diharapkan dapat mengerti dan dapat memahami arti, tujuan dan fungsi manajemen proyek Peserta pelatihan diharapkan mampu melakukan perencanaan proyek secara memadai Peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan dan menjalankan perencanaan proyek dalam aktifitas-aktifitas operasional Peserta pelatihan diharapkan mampu melaksanakan pengawasan (control and monitoring) terhadap kegiatan pelaksanaan proyek Peserta pelatihan diharapkan dapat memahami konsep evaluasi dan perbaikan kinerja proyek Peserta pelatihan diharapkan memiliki wawasan dalam penyelesaian permasalahan dan hambatan proyek Peserta pelatihan diharapkan mendapatkan wawasan kepemimpinan (leadership) dalam pelaksanaan proyek Peserta pelatihan diharapkan mampu mendefinisikan resiko-resiko yang terkait dengan proyek Peserta Manager /Supervisor/Staf bagian perencanaan Manager /Supervisor/Staf pelaksana proyek Manager /Supervisor/Staf bagian operasional Manager /Supervisor/Staf bagian anggaran Facilitator Patricius Dion Widia. Adalah seorang konsultan project management dan pelatih bisnis dengan 14 tahun latar belakang teknik di bidang infrastruktur telekomunikasi. Banyak mendapat pengalaman dengan bekerja untuk perusahaan system integrator lokal dan vendor telekomunikasi multinasional di Indonesia. Berpengalaman selama 9 tahun sebagai Project Manager untuk implementasi dan pengembangan jaringan komunikasi selular, jaringan komunikasi satelit dan perangkat lunak di berbagai operator telekomunikasi di Indonesia seperti Telkomsel, Indosat, Excelcomindo, Telkom, Bakrie Telecom, Smart Telecom dan lain-lain. Memiliki sertifikasi IT Project Management dan Magister Manajemen Keuangan serta sebagai praktisi NLP. Saat ini bekerja juga sebagai Pelatih Bisnis di PT Formula Bisnis Indonesia.

Sertifikasi Fire Modelling (Sertifikasi BNSP)

Objective Pelatihan fireman 1&2 adalah pelatihan kompetensi yang dikeluarkan oleh badan nasional sertifikasi kopetensi (BNSP), yang mengacu pada SKKKNI Tujuan Pelatihan ini memberikan pemahaman dan kemampuan bagi fireman dibidang MIGAS mengenai pemadaman dan pengendalian api dan kebakaran. Outline Materi Peraturan Perundangan Keselamatan Kebakaran bidang Migas Pencegahan bahaya kebakaran Penanggulangan bahaya kebakaran Tindakan awal pencegahan kebakaran Syarat terjadinya api, Kimia api Klasifikasi bahaya kebakaran dan media pemadam Prinsip teknik pemadaman dan Hose Drill Pengetahuan tentang APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan pemeliharaannya Peralatan pemadam kebakaran Alat Pelindung Diri Penggunaan SCBA Menerapkan kegiatan forcible entry/Fire Stream Emergency Response Evakuasi dari ketinggian dan Horizontal P3K Formasi Regu Inspection, Testing & Maintenance Fire Protection Equipment Praktek latihan pemadaman (APAR dan Hydran) Praktek P3K Manfaat Pelatihan Memahami peraturan kebakaran dibidang migas Memahami penyebab dan bahaya terjadinya kebakaran Peserta memahami penanggulangan kebakaran Memahami dan mampu melakukan teknik pemadaman kebakaran Mampu melakukan penyelamatan jika terjadi kebakaran. Metodologi Pelatihan Pesentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, SHE Manager Safety Man, Fire Staff, Fire Manager Facilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE. Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer dan konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan dan juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training dan konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta dan mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Penyusunan RJP dan RKAP

Objective Latar Belakang. Mengapa ada organisasi yang bisa bertahan lama ? Mengapa ada yang langsung terjerembab diterpa gelombang perubahan? Ya, perubahan bisnis yang cepat menuntut organisasi untuk membuat perencanaan yang tepat. Jika gagal menyusun perencanaan berarti merencanakan untuk gagal. Bagi yang belum menyusun, Peta  Jangka Panjang sangat membantu memotivasi karyawan karena mengetahui tujuan organisasi 5-10 tahun mendatang. Rencana Kerja yang detail akan membantu pencapaian target  karena menunjukkan  peta strategy dan KPI. Memang tidak gampang membuatnya. Justru karena itulah Workshop ini diadakan. Ajak 2-3 orang agar organisasi anda mampu mencapai visi yang diidamkan. Outline Materi 1. Strategic Thinking and Orientation 2. Penyusunan Rencana Jangka Panjang 3. Analisa PESTEL – TOWS 4. IKSF – 5 Forces – VRIN 5. Core Competence, Competitive Benchmark 6. Penyempurnaan Blue Print dengan Strategy Map 7. Penyusunan Rencana Kerja dan Target 8. Budgeting: Capex-Opex-Stratex Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim Business Buddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map)  – People Development  – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju  perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI  berbasis balanced Scorecard.

Developing and Optimizing Product Design Blueprint

Objective Proses desain suatu produk dimulai dari proses pembentukan konsep / blueprint yang biasa disebut sebagai “Conceptual Design”. Dalam fasa blueprint ini pembentukan konsep dimulai dari perumusan beberapa alternatif konsep sampai dengan penentuan konsep product design yang terbaik. Conceptual design merupakan suatu proses yang membutuhkan kreativitas yang tinggi dan juga komunikasi / koordinasi lintas fungsi organisasi. Pelatihan ini akan memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai metode dan langkah-langkah yang efektif dalam merumuskan beberapa alternatif konsep desain sampai dengan penentuan konsep desain yang terbaik sehingga setelah produk tersebut direalisasikan dapat memiliki nilai (value) yang tinggi. Metode Pelatihan Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta diperkenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses yang terkait. Target Engineering, Product Development, Research & Development (R&D), Designer Outline Identifikasi kebutuhan konsumen (Identification of customer needs). Mendefinisikan design & product requirements dengan menggunakan tools : Quality Function Deployment (QFD) dan Product Design Specification (PDS). Mengumpulkan informasi (Gathering information) melalui : Internet, Patents, Trade, Literature. Concept generation and evaluation dengan menggunakan tools : Creativity Tools, Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ), Functional Decomposition, Morphological Chart, Pugh’s Concept Selection Method, Decision Tree. Design review untuk meyakinkan bahwa produk tersebut dapat direalisasikan dan memiliki economic value yang tinggi. Facilitator Fahmi Rafsanjani memiliki pengalaman profesional di beberapa perusahaan manufacturing, consumer goods, oil and gasterkemuka seperti Astra Honda Motor, Unilever, BP, dan Chevron. Menamatkan pendidikan tingginya dari Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan memperoleh predikat Cum-Laude sebagai salah seorang lulusan terbaik. Pada tahun 2013 memperolehProfessional Certification di bidang Supply Chain Management (SCM) dari Arizona State University, W.P. Carey School of Business, USA. Dan pada tahun 2014 memperoleh sertifikasi sebagai Lean Sigma Green Belt Facilitator setelah menyelesaikan proyek Lean Sigma yang berkontribusi terhadap akumulasi penghematan perusahaan sebesar lebih dari US$ 500 juta.

Advance Total Quality Management (TQM)

Training Total Quality Management (TQM) mempelajari mengenai bagaimana memahami pentingnya pengendalian kualitas, bagaimana memahami kegiatan-kegiatan utama dalam pengendalian kualitas, bagaimana memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan pengendalian kualitas dan hal lainnya terkait Total Quality Management (TQM). Deskripsi Asal-usul Total Quality Management atau TQM bermula dari pendekatan W. Edwards Deming terhadap manajemen. Pendekatan ini diperkenalkan ke dalam industri Jepang di tahun 1950 dengan banyak keberhasilan. Implementasi TQM di Barat selama tahun 1980-an tidak pernah cukup efektif. Abad ke-21 menawarkan berbagai tantangan baru tapi daya tarik TQM tetap kuat. Variasi pada metodologi TQM adalah perbaikan/peningkatan berkelanjutan (Continuous Improvement),. Semua metodologi ini terfokus pada penyediaan kualitas barang dan jasa. Semua pelanggan terfokus, dan produksi dioptimalkan melalui kerja tim, kepemimpinan dan pengukuran statistik. Fokus utama Total Quality Management dan pendekatan terkait berada/terfokus pada pelanggan. Pelanggan adalah alasan untuk sebuah bisnis tetap ada, dan dengan mengarahkan setiap operasi bisnis terhadap hasil pelanggan dalam hal produk yang berkualitas dan tingkat cacat yang rendah. Faktor-faktor yang menyebabkan lahirnya “perubahan paradigma” adalah menajamnya persaingan, ketidak-puasan pelanggan terhadap mutu pelayanan dan produk, pemotongan anggaran serta krisis ekonomi. Meskipun akar Total Quality Management berasal dari model-model perusahaan dan industri, namun kini penggunaannya telah merambah sturuktur manajemen, baik di lembaga pemerintah maupun lembaga nirlaba. terkemuka dan perusahaan milik negara telah mengadopsi TQM sebagai bagian dari strategi mereka untuk kompetitif baik di tingkat nasional mupun internasional. Tetapi Total Quality Management kurang begitu dikenal di sektor publik. Namun kini keadaan sudah berubah, faktor-faktor yang mendorong sektor swasta untuk beradaptasi dengan konsep ini, juga memiliki dampak terhadap cara pemerintah menyediakan pelayanan. Namun demikian, penerapan Total Quality Management adalah suatu proses jangka panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. Sebagai contoh, sistem pendidikan, personalia, peraturan dan anggaran berada di luar kekuasaan organisasi sektor publik. Selain hambatan-hambatan yang berada di luar ruang lingkup sebuah organisasi, terdapat kendala lain yang khas di setiap organisasi, seperti kurangnya akuntabilitas terhadap pelanggan, tidak jelasnya visi dan misi, penolakan terhadap perubahan dan lemahnya komitmen di kalangan manajer senior untuk menerapkan Total Quality Management . Potensi keberhasilan Total Quality Management sudah nampak dan dampaknya pun bisa diperlihatkan, sekarang yang dibutuhkan adalah keputusan untuk melaksanakan Total Quality Management . Hal ini mestinya menjadi bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen kepada pelanggan . Siapa yang harus ikut Training Total Quality Management:   Manajer, Suvervisor produksi atau proses, karyawan Program Training Total Quality Management Sasaran Setelah mengikuti workshop ini, para peserta diharapkan mampu: Memahami pentingnya pengendalian kualitas Memahami kegiatan-kegiatan utama dalam pengendalian kualitas Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kegiatan pengendalian kualitas Membekali pengetahuan bagaimana mengoptimalkan fungsi pengendalian kualitas Memahami konsep dan manfaat program pengendalian kualitas Peserta memahami konsep TQM dan kaitannya dengan berbagai aktivitas peningkatan kualitas. Peserta mengetahui langkah-langkah praktis dalam menerapkan TQM secara sistematis, efisien dan efektif. Peserta memahami dan menguasai strategi implementasi dan dapat berperan aktif dalam implementasi TQM. Tujuan akhir dari training  TQM bukan untuk sekedar menambah pengetahuan dan ketrampilan tetapi untuk diterapkan hingga mendapatkan kontribusi manfaat yang nyata bagi perbaikan usaha   melalui penerapan TQM yang efektif sehingga berdampak pada kualitas yang meningkat, peningkatan produktifitas, lingkungan kerja yang lebih bersih, aman, kerja sama team yang baik, dan mampu menterjemahkan kebijakan top Manajemen, melalui strategy inisiatif dan aksi nyata sehingga laba perusahaan meningkat Strategi Program Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 60% landasan teori 40% study kasus, Latihan Praktik Outline Materi Day 1 Pengertian TQM Pengukuran Biaya kualitas Merancang sasaran mutu Memanajemeni kualitas dalam proses produksi Day 2 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 1 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 2 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 3 Strategy Implementasi Total Quality Manajemen 4 Peserta Direktur, Manager, Assistant Manager, Supervisor, Staf yang ingin meningkatkan kompetensinya . Metode Pelatihan Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta dan Presentasi materi, diskusi, analisa kasus, presentasi kelompok, tugas latihan. Facilitator Surachman. ST.,MT. Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Standard Operating Procedures Lifecycle

FUNDAMNETAL TRAINING FOR PROCEDURES WRITERS Mengapa seringkali SOP di tempat kerja menjadi counter-productive? Ada tetapi tidak digunakan, ada tetapi pengguna ragu-ragu apakah berisi panduan yang updated, ada tetapi diletakkan di lemari yang terkunci? ”Hasil mini survey Facilitator selama 3 tahun dari 2008-2011, 90% SOP ditempat kerja ditulis oleh personil yang kurang terlatih, sebagian besar SOP disusun tidak menggunakan format semestinya, tidak sesuai dengan profil penggunanya, pada akhirnya SOP di tempat kerja hanya berfungsi sebagai arsip.” SOP tidak sama dengan Prosedur, apabila Prosedur dibuat oleh pihak independen berdasar asas top-down, SOP dibuat melalui kesepakatan antara penulis, pihak manajemen dan pengguna (3 pihak). Salah satu penyebab SOP tidak berfungsi semestinya adalah karena dibuat dengan tanpa melibatkan pengguna. Keefektifan sebuah SOP dapat dilihat dari a) sejauhmana ia digunakan dan memberi nilai tambah b) sejauhmana ia digunakan dan dapat menyamakan persepsi antar bagian/departemen c) sejauhmana ia dapat berfungsi sebagai pengendali dan pemantau kinerja proses. Apabila SOP ditempat kerja anda tidak demikian, anda wajib meninjau ulang SOP atau bahkan menulis ulang SOP yang ada. SOP yang dapat juga disederhanakan sebagai Who does What and How menjadi tidak terarah apabila 1) tidak dikerndalikan 2) tidak dibuat dengan cara yang tepat sesuai kompleksitas bisnis 3) tidak dinamis. Standard Operating Procedure adalah salah satu metode kerja yang dibuat untuk memastikan proses bisnis berjalan sesuai dengan rencana dan aturan-aturan dan untuk kepuasan pelanggan; baik eksternal maupun internal.Penyusunan SOP yang mudah dibaca dan dipahami terbukti meningkatkan produktifitas kerja dan dapat meningkatkan hubungan kerja yang harmonis antar departemen. Pelatihan ini membuat perusahaan/organisasimenjalankan proses bisnisnya lebih efektif dan efisien. Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat mengendalikan, merevisi dan memantau dalam sebuah siklus-SOP Lifecycle. Agenda Filosofi dan difinisi proses bisnis, prosedur dan instruksi kerja SOP dan hubungannya dengan fundamental business systems ISO 9000Sesi ini membekali peserta dengan persespi umum mengenai SOP mulai dari pemahaman peristilahan (misalnya: manajemen, system, proses, dokumen, record, prosedir, instruksi kerja dll) hingga pendekatan penulisan SOP berdasarkan standar internasional ISO 9000. Fasilitator mengulas persamaan SOP dengan Prosedur, Juklak, Juknis dan Protap, juga menggambarkan secara umum bagaimana SOP selama ini dibuat. SOP LifecyclePeserta ditunjukkan dengan berbagai SOP yang tidak dinamis, SOP yang dibuat berdasarkan Write what you do! Dan peserta diajak merubah salah satu SOP tersebut menjadi SOP yang dinamis dan mengikuti siklus SOP Lifecycle. Business process mapping (BPM), analisa keefektifan proses bisnisPada sesi ini peserta memahami beragam jenis proses bisnis, mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah, peserta berlatih memetakkan proses bisnis sebuah organisasi kelas menengah dagang mebel dan berlatih membedakan proses utama (core process) dan proses pendukung (support process), latihan selanjutnya adalah menetapkan proses kerja yang memerlukan SOP, KPI, dan SLA. Peserta mempelajari jenis process modelling. Peserta diajak membuat BPM As Is dan Should-Be. SOP Tehnis v.s SOP AdministratifSecara umum terdapat dua jenis SOP yaitu Tehnis dan Administratif, SOP Tehnis merupakan SOP operasional yang mendukung proses inti, dan SOP Adminstratif bersifat pendukung. Peserta, pada sesi ini berlatih merancang dan menyelesaikan kedua jenis SOP tersebut. Format SOP: Simple steps, hierarchy, flowchart, graphical dan videoPada sesi ini peserta mempelajari dan membuat sedikitnya 2 format SOP, simple steps, hierarchical, flow-chart, graphical dan video. Fasilitator memperagakan bagiamana membuat graphical SOP untuk jenis SOP administratif (SOP Penanganan keluhan pelanggan, SOP Pembelian)Pada sesi ini Fasilitator mendemonstrasikan bagaimana membuat SOP Flowchart muti-user dengan berbagai model sesuai process parameters. Beberapa pictorials dan video SOP juga akan ditunjukkan. Teknik penulisan efektif dan format dan elemen SOPPeserta, pada sesi ini, berlatih menulis menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan concised, Fasilitator memberikan contoh beberapa SOP yang ditulis secara tidak efektif, SOP yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia yang berputar-putar. Pada sesi ini juga, peserta memahami elelemen-elemen SOP dan atribut pengendali (nama, nomor, tanggal efektif, tanggal kadaluarsa dll) Menentukan dan memilih  tingkat perincian SOP (Who Does What) Beyond Write What You DoSOP mempunyai format yang bermacam dan berbeda-beda dan untuk pengguna yang berbeda juga—setidaknya Pengguna pemula dan Pengguna ahli, seringkali Pengguna pemula memerlukan SOP yang rinci dan dalam sedangkan Pengguna ahli hanya memerlukan langkah besarnya saja. Pada sesi ini peserta berlatih membuat SOP dengan dua macam kedalaman. Merancang SOP yang up-to-date dan masih diperbaharuiSesi ini berhubungan dengan SOP lifecycle, peserta membuat rencana tindak-lanjut di tempat kerja dengan merancang SOP yang dinamis. Merancang SOP untuk Marketing, Perencanaan dan Produksi, Logistik, Pembelian dan Keuangan dllDengan template yang disediakan oleh fasilitator, peserta diajak berlatih membuat SOP operasional, latihan-latihan ini akan menjadi bekal dalam merevisi atau menulis ulang SOP yang ada di perusahaan masing-masing. Persyaratan Pelatihan inidirancangbagipemula. Peserta DI WAJIBKAN membawa LAPTOP Facilitator Ady A Subagya. Ady A. Subagya adalah seorang praktisi standar mutu Internasional. Konsultan manajemen mutu ISO 9000, 14000, OHSAS 18001 dan telah membantu puluhan organisasi dalam merancang ulang business process, prosedur dan instruksi kerja. Ia juga seorang praktisi standar mutu Internasional, telah bersertifikat dari IRCA UK (ISO/TS 16949, ISO 9000 dan OHSAS 18001). Ady A. Subagya pernah bekerja di Mercedes Benz Indonesia dan Siemens Lightings Indonesia dengan pengalaman dibidang pelatihan dan sistem manajemen mutu dan K3 Materi pelatihan pengembangan pelatih yang dirancangnya berjudul Accelerated Learning, Creativity for Training, Training Visualisation, Sizzling Powerpoint, Mental Fitness (Juggling 3 Balls), 20 Games Trainers Must Modify and Play. Beberapa perusahaan yang pernah Ia bantu untuk program Inhouse, diantaranya: Mercedes Benz (Daimler Chrysler), Kelompok Kompas Gramedia, Pos Indonesia, Indosat, Berca Hardaya Perkasa, Aisin Indonesia, Multibintang Indonesia, Mandom Indonesia, United Tractors dsb.

Best Practices Warehouse Management & Asset Management

Deskripsi WAREHOUSE MANAGEMENT Proses operasional di Warehouse memiliki pola aktifitas yang dinamis berdasarkan; klasifikasi, resiko, & perputaran inventory. Basis sektoral organisasi/institusi/korporasi serta dinamika tekhnologi & konsep terkini Supply Chain Management juga berperan penting  terhadap cara kita mengelola warehouse secara; efektif, efisien, terukur, & akuntabel. Pengelolaan warehouse memerlukan investasi yang besar untuk; infrastruktur, teknologi, tool kits, hingga biaya outsourcing. Kualitas pengelolaan Warehouse menjadi key success factors dalam Supply Chain Management, dimana semua proses material & product handling sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi pengelola warehouse dalam merespon kebutuhan raw material user internal serta finished goods delivery kepada end customer. ASSET MANAGEMENT Manajemen Aset memegang peranan penting bagi korporasi, institusi, maupun organisasi, karena aset memiliki nilai kapital yang besar & menunjang proses operasional kerja. Aset memiliki wujud dalam bentuk; furniture, produk IT, elektronik, mesin, kendaraan, alat berat, hingga tanah & bangunan. Sudah saatnya korporasi, institusi, maupun organisasi mengelola aset secara optimal, terencana, & strategik, sesuai konsep manajemen aset, mulai  dari; perencanaan, pembelian, pencatatan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan asset. Tujuan Training Dalam training ini peserta akan mempelajari Warehouse & Asset Management secara menyeluruh di mana dalam setiap sesi pembahasan  disertai discussion sharing & case study berdasarkan aplikasi konsep & best practices terkini. Sehingga setelah mengikuti training ini, peserta diharapkan memiliki knowledge & applied skills yang dapat diterapkan dalam keseharian tugas/pekerjaan. Manfaat Training Setelah mengikuti training ini, peserta akan memiliki kemampuan untuk: Update kompetensi berbasis konsep, best practices, & literatur terkini Memahami konsep terbaru & terkini operasional warehouse & pengelolaan asset Memahami prinsip & konsep improvement operasional warehouse & pengelolaan asset Melakukan langkah improvement di operasional warehouse & pengelolaan asset Meningkatkan proses kerja menjadi lebih efektif, efisien, terukur, & akuntabel Metode Training Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep:v 20% teori berdasarkan literatur praktisiv 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industriv 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta Materi Training HARI PERTAMA Warehouse Management Roles Inventory Management Warehouse Lay-Out & Stock Locations Warehouse Operational Process Warehouse Performance Management Discussion sharing & case study   HARI KEDUA   Asset Management Strategy Utilization & Maintenance Asset Outsourcing Asset Disposal Verification & Audit Discussion sharing & case study Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

System Perpajakan Kepabeanan Pelabuhan Dan It Inventory Kawasan Berikat

Objective Perusahaan yang masuk kategori Kawasan Berikat adalah adalah Perusahaan  yang difungsikan sebagai tempat timbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor. Proses produksi didalam Kawasan Berikat dilakukan  oleh Penyelenggara dan Pengusaha Kawasan Berikat. Penyelenggara Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan menyediakan dan mengelola kawasan untuk kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat. Pengusaha Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukan kegiatan pengusahaan Kawasan Berikat. Karena Perusahaan yang kategori Kawasan Berikat  mendapat banyak fasilitas baik secara Fiskal dan Prosudural dari Pemerintah dalam hal ini adalah Bea Cukai maka menjadi kewajiban bagi Perusahaan Kawasan Berikat harus mempertanggungjawabkan Fasilitas yang diterimanya. Berbagai prosudur harus dilalui oleh perusahaan kawasan berikat dimana system monitoringnya ketat baik keluar masuk barang dari dan ke area pabrik kawasan berikat tersebut.  Dan ini berbeda perlakuannya bila dibandingkan dengan dengan perusahaan dalam katagori perusahaan non Fasilitas. Oleh karena sistemnya yang lebih komplek daripada perusahaan biasa maka diperlukan keahlian personel dan pemahaman dari management perusahaan untuk menyikapi system tersebut. Karena apabila tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan Kawasan Berikat  pastinya ditingkat operasional akan menghadapi kendala. Maka sangatlah tepat training tentang kawasan berikat ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang masuk sebagai perusahaan kawasan berikat  agar hal hal yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan tentang kawasan berikat bisa dihindarkan dan tentu saja efektifitas dan efesiensi akan didapatkan bagi management perusahaan. Keuntungan-keuntungan yang didapat setelah mengikuti training ini adalah mengetahui fasilitas-fasilitas yang ada di Kawasan Berikat; memahami sistem pembukuan yang disyaratkan oleh DJBC; mengetahui audit kepabeanan di Kawasan Berikat; dan mengetahui strategi menghadapi audit kepabeanan di Kawasan Berikat Outline Materi Overview kawasan berikat (bonded zone) Fasilitas kepabeanan Prosedur pemasukan barang ke kawasan berikat Dari luar negeri (impor) Dari lokal (dpil) Dari gudang berikat Dari kawasan berikat lainnya Dari perusahaan fasilitas kite Prosedur pengeluaran barang dari kawasan berikat Pengeluaran barang ke luar negeri (ekspor) Pengeluaran barang ke kawasan berikat lainnya Pengeluaran barang ke lokal (dpil) Audit kepabeanan untuk kawasan berikat Customs risk Pada saat memasukan dan mengeluarkan barang Pada saat audit Perpajakan atas kegiatan export import khusus kawasan berikat (bonded zone) Pph pasal 22 atas kegiatan export import dan hal-hal yang dikecualikan Ppn atas kegiatan export import, mekanisme penyetoran ppn terutang, ssp dan pelaporan spt ppn Fasilitas ppn atas import Yang dibebaskan ppn/ppnbm Tidak dipungut ppn/ppnbm Metode Persuratan di Kawasan Berikat Incoterms 2010 (Syarat Peyerahan Barang)  dan Harmony System Code International Transportation Kepelabuhan dan Pabean Kawasan Berikat Pengeluaran Barang Impor Dan Penjaluran Kawasan Berikat Prosudur ekspor dan impor dan Kalkulasi Pajak Kawasan Berikat Metodologi Pelatihan Workshop Konsultasi Interaktif Latihan studi kasus Peserta Eksekutif, supervisor, senior staf dibidang ekspor impor dari perusahaan – perusahaan yang melakukan ekspor impor, Perusahaaan Niaga / Industri / Pertambangan / Otomotif, BUMN dan Swasta, Bank BUMN, Swasta Nasional dan Asing, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pelayaran, dll. Facilitator Sutomo Asngadi, SS, MM, CPPP, CPCM, CLSCP, MPM Beliau adalah Praktisi dan Pelaku Ekspor Impor dan Procurement Management yang berpengalaman lebih dari 20 tahun pada level managerial di berbagai perusahaan multinasional baik perusahaan Kawasan Berikat dan non Kawasan Berikat. Karier Beliau sebagai profesional menangani perusahaan-perusahaan di berbagai bidang Industri Ekspor Impor seperti container, chemical, plywood, newsprint paper, heavy equipment, automotive, palm oil , pipanisasi minyak dan gas, construction material, supplier piping oil and gas dan perusahaan amusement mesin games. Understanding of ISO 9001:2008, berpengalaman dalam handling import and export dan procurement process, dangerous goods, termasuk supporting system ( eg: NSW, EDI, E-PIB/PEB, E-License, , HS code and tariffs, Customs Post Audit, Bonded Zone (kawasan berikat). Selain terbiasa menghandle hubungan bisnis dengan customers dan suppliers dari luar negeri beliau juga menangani perihal Lartas yang berhubungan dengan berbagai instansi pemerintah (Government Agencies). Sebagai Konsultan dan Executive Trainer untuk Management Export Import dan Procurement, beliau telah berpengalaman dalam memberikan training kepada para peserta dari berbagai perusahaan manufacturing dan jasa, baik secara in company dan juga public training. Client beliau berasal dari berbagai bidang industry seperti Minyak dan Gas Bumi, Pertambangan, Mekanikal Engineering, Telekomunikasi, Bahan Peledak, Perbankan, Konstruksi, Otomotif, Alat-alat Berat, Logistik, Forwader, PPJK, Farmasi, Industri Makanan, perusahaan perdagangan umum, dll

Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System

Deskripsi Di dalam dunia industri, peran Warehouse semakin penting dalam mendukung pelayanan customer. Kecepatan picking, layout yang baik, akurasi order, peralatan yang sesuai merupakan prasyarat dalam memenuhi kebutuhan customer dengan tepat & cepat. Warehouse Management yang rendah biaya tetapi tepat sasaran adalah impian rantai distribusi suatu industri. Tidak hanya SDM yang handal yang perlu dikelola, tetapi juga pengelolaan barang, alur proses, penempatan, serta KPI adalah hal yang sangat krusial bagi persediaan perusahaan Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk mengelola Warehouse dengan efektif & efisien. Warehouse Management yang benar tidak hanya effektif tetapi juga efficient. Hal ini dikarenakan begitu essensialnya fungsi warehouse dalam jalur rantai supply sebuah bisnis serta ketatnya persaingan industry. Setiap peserta akan belajar mengenai pentingnya “Warehouse Manajemen & distribution ” yang berperan penting dalam Operational Excellence pada aktivitas Supply Chain. Bahan baku ataupun produk jadi dalam proses Supply Chain harus termonitor dengan efektif sehingga sasaran kebutuhan pelanggan (baik internal dan ekseternal) dapat tercapai. Meraih keunggulan bersaing membutuhkan pengetahuan menyeluruh mengenai aktivitas warehouse dengan praktek praktek implementasi 5R, Inventory management dan order point management harus bisa dipahami dan tepat pada pelaksanaannya, serta pengetahuan mengenai jenis – jenis warehouse , Inventory management. Pelatihan Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System memberikan manfaat untuk para supervisor, manager yang memiliki tanggung jawab dalam proses aktivitas warehouse berkaitan dengan penanganan barang “macet” di gudang, proses daily balance, untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan perputaran inventory, efektivitas pada kegiatan bongkar, muat barang serta pengetahuan mengenai world class warehousing management. Tujuan Pelatihan Peserta pelatihan Advanced Warehouse Management Distribution & Transportation System memahami arti penting gudang dalam aliran supply chain, pengelolaannya, sehingga potensi diri dalam Warehouse Management muncul. Peserta mampu melaksanakan Good Warehouse Practices di area kerjanya sehingga proses warehouse menjadi efisien & efektif. Mampu mendisain lay out warehouse yang efektif & efisien Mampu melakukan material handling dengan baik Melakukan penataan warehouse dengan tertib dan teratur Dapat mengetahui keberadaan barang di warehouse dengan sekilas  pandang mudah dicari, mudah didapat Peserta mampu melakukan improvement di proses warehouse sehingga kinerja meningkat menjadi lebih baik secara konsisten. Peserta mempu meningkatkan konsistensi service level, menjaga safety maupun keamanan produk. Mampu menjabarkan KPI di warehouse sebagai alat untuk mendrive Improvement Mampu melakukan penenerimaan barang dari supplier dengan baik dari aspek Quality inspection Memahami konsep distribusi barang dengan baik dan benar Outline Materi AGENDA HARI KE. 1 08:30 – 10:00                  Tantangan warehouse 10:00 – 10:15                  Rehat Kopi / Teh 10:15 – 12:00                  Pengendalian proses warehouse 12:00 – 13:00                  Makan Siang 12:00 – 14:45                  Teknik material handling 14:45 – 15:00                 Rehat Kopi / Teh 15:00 – 16:30                 Warehouse layout and stock location AGENDA HARI KE. 2 08.30 – 10.00                Receiving Inspection 08.30 – 10.00                Menentukan safety stock, Cycle Count monitoring 10.00 – 10.15                Rehat Kopi / Teh 10.15 – 12.00                KPI Warehouse 12.00 – 13.00                Makan Siang 13.00 – 14.45                QHSE in the Warehouse 14.45 – 15.00                Rehat Kopi / Teh 15.00 – 16.30                Mananjemen distribusi & Transportation Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja.Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Quality Control & Quality Assurance

Quality adalah salah satu point terpenting di dalam dunia manufacturing selain productivity. Bahkan kegagalan dalam me-manage Quality akan menyebabkan hancurnya productivity yang kita bangun. Quality Level inilah sebenarnya yang dibeli oleh Customer kita bukannya Productivity. Sehingga dapat dikatakan Productivity adalah milik kita tetapi Quality adalah milik Customer. Tetapi tidak jarang kita lebih memperhatikan Productivity daripada Quality. Akhirnya proses pembangunan Quality tidak dibangun dengan baik yang pada akhirnya akan merontokkan Productivity itu sendiri

Lean Six Sigma Management

Training Lean Six Sigma Management mempelajari bagaimana mengintegrasikan metode Lean Six Sigma untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan, mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric, bagaimana mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan, bagaimana memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah”  potensi munculnya defect. Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality, juga mengenai Lean Six Sigma lainnya. Deskripsi Peningkatan produktivitas perusahaan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas ,kualitas. Salah satu cara peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan menerapkan konsep dasar  “ Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih populer dikenal dengan konsep Lean Six Sigma (LSS). Lean Six Sigma adalah suatu pendekatan manajemen yang menempatkan  mutu sebagai strategi usaha,  dengan cara melibatkan seluruh anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu secara berkesinambungan, sepenuhnya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan menerapkan Lean Six Sigma, mutu akan ditingkatkan terus menerus, senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, Lean Six Sigma merupakan pendekatan manajemen terpenting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan keinginan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat sering dilakukan dengan cara-cara lompatan besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus diperkuat terlebih dahulu baru secara bertahap membangun tingkatan yang lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menerapkan LSS di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh meliputi : Tanpa Pemborosan (Zero Waste). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu (Zero Set Up Time). Tanpa Keterlambatan Pengiriman (Zero Late Delivery). Tanpa Keluhan Pelanggan ( Zero Customer Claim). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip LSS (perbaikan berkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan tindakan yang nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi ke arah kienerja yang baik, positif. Sehingga sasaran utama produktivitas akan meningkat dan keutungan perusahaan akan mudah dicapai. Sasaran Pelatihan Memahami pentingnya LSS bagi peningkatan produktivitas, kualitas dan daya saing perusahaan Memahami Quality Culture (Basic Mentality) Memahami teknik dan tools pendukung dalam implementasi LSS Memahami metodologi dalam implementasi LSS Memahami elemen-elemen sistem LSS Menyusun dan mengembangkan strategi implementasi LSS Outline Materi Hari 1 Mengintegrasikan metode LSS untuk meningkatkan daya saing perusahaan di perusahaan Mengambil intisari pembelajaran dari pengalaman sukses Toyota, Motorola, dan General Electric Mengidentifikasi value bisnis untuk memberi nilai tambah pada pelanggan Memetakan aliran proses untuk mengidentifikasi proses kritis yang selama ini “menyimpan masalah” dan potensi munculnya defect Melakukan analisa 7 pemborosan dan pengukuran cost of poor quality Menetapkan project improvement LSS Mengimplementasikan metode improvement DMAIC Menganalisa current state dan mengembangkan future state condition Mengukur process cycle effiency (PCE) dan sigma level Hari 2 Mengidentifikasi faktor penyebab utama Melakukan Geinchi Genbutsu untuk menemukan akar masalah Menggali dan menyeleksi solusi terbaik Melakukan LSS problem solving Menerapkan Tool dan Teknik Lean Six Sigma Menetapkan performance measurement keberhasilan Managing & leading LSS business implementation Strategi Implementasi LSS Quality di perusahaan Agenda AGENDA HARI KE. 1 : 08.30 – 10.00          LSS Fundamental 10:00 – 10:15           Cofee Break 10:15 – 12:00             LSS Creating Customer Value 12:00 – 13:00            Lunch 13:00 – 14:30            LSS Define the Problem 14:30 – 14:45            Cofee Break 14:45 – 16:15             LSS Project Charter 16:15 – 16:30            Evaluasi & Feedback AGENDA HARI KE. 2 : 08:00 – 08:30        LSS Analyze potensial Couses 08.30 – 10:00        LSS Improve Solution 10:00 – 10:15        Cofee Break 10:15 – 12:00        LSS Improve & Control Performance 12:00 – 13:00        Lunch 13:00 – 14:30        LSS Control & Monitoring 14:30 – 14:45        Cofee Break 14:45 – 16:15        LSS Strategy Implementation  Action Plan 16:15 – 16:30        Evaluasi & Feedback Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Supply Chain & Logistic Management

Online Training Supply Chain & Logistic Management ini akan kita bahas apa itu Supply Chain & Logistic Management dari sisi konsep,Siklus, Tujuan dan penerapannya. kita juga akan bahas lebih dalam apa itu Warehousing Mangement, lean Procurement, Negotiation Strategy dan Vendor Management, kita akan pelajari semua dalam pelatihan Supply Chain & Logistic Management ini Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen logistik, khususnya dalam kaitan dengan warehouse, supply chain & Procurement dalam logistik perusahan , serta bagaimana membangn strategi dan prosedur operasional untuk pengelolaan transportasi dan logistik termasuk penggunaan teknologi informasi. Hal tersebut digunakan untuk memberikan keunggulan dalam memenangkan persaingan dengan penerapan sistem kualtas pelayanan transportasi dan logistik dengan baik. Untuk menunjang kegiatan supply vendor harus dimanajemeni dengan baik, Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor minimal dapat memenuhi harapan atau lebih, kerena akan ada dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk seperti : reject, delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari pengelolaandan standar operasional logistik, transportasi, supply chain dan gudang serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi dan proses purhasing dan procurement serta vendor management dalam logistik. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan teknik-teknik praktis yang dapat langsung dipraktekkan ditempat kerja. Outline Materi Outline materi Supply Chain & Logistic Management : Day 1 : 09:00 – 12:00 Supply chain & Procurement Management Konsep supply chain Siklus rantai pasok Tujuan pengadaan barang Supply positioning model Supplier perception model Menerapkan Strategic  procurement Mengikuti perubahan pola Bagaimana menurunkan resiko Warehousing Mangement Definisi warehouse Mengapa perlu Warehouse Macam-macam Warehouse Biaya persediaan Proses Warehouse Pengendalian penyimpanan Warehouse yang Effective Tantangan pergudangan Penerapan 5S di Warehouse 13:00 – 15:00 Membangun kerjasama & Komunikasi yang efektif di tempat kerja Bagai mana semua team  bergerak apada arah dan tujuan yang sama Masalah komunikasi yang terjadi pada proses supply chain dan dampaknya Hokoku / Pelaporan Komunikasi adalah menggambar pikiran lawan bicara Urutan pelaporan Masalah kesalahan komunikasi dalam logistic Penerapan Sytem Kualitas Logistic & Transportasi Manajemen distribusi dan transportasi Mode Trasportasi Pertimbangan ekonomis dala trasportasi Ide pemilihan pengadaan transportasi Pelanggan membeli Big Q Parameter kualitas Logistic Transportation Day 2 09:00 – 12:00 Lean Procurement Filosofi Lean procurement Biaya yang tibul akibat proses tidak ramping Value definition Waste Eleimination dalam proses procurement Negotiation Strategy Buying Risk Assesmment Tahapan proses negosiasi Persiapan Pembukaan negosiasi The Games Theory 13:00 – 15:00 Vendor Management & Partnership Jit Partnership Pengembangan vendor Pemilihan vendor Pengembangan vendor Implementasi jisuken Metode penilaian vendor Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Strategic Procurement Management

Salah satu tujuan training Strategic Procurement Management adalah peserta memahami  mengenai Procurement Administration & SOP, Procurement Code of Conduct, Strategic Vendor Sourcing, Vendor Managed Inventory, Progress Monitoring & Vendor Inspection, Vendor Evaluation dan hal – hal lain terkait Strategic Procurement Management. Deskripsi Procurement adalah proses pengadaan barang & jasa di korporasi yang profit oriented maupun instansi/lembaga yang non profit. Korporasi, instansi pemerintahan, & lembaga sosial yang baik, idealnya dapat memastikan bahwa proses perencanaan, penentuan spesifikasi, seleksi vendor/supplier, serta evaluasi kinerja vendor/supplier dilakukan secara; efektif, efisien, & akuntable. Dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaan procurement, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi, hingga vendor/supplier yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Procurement Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami kode etik & prosedur procurement Memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor. Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, & strategi negosiasi Memahami regulasi & konsep hukum bisnis. Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor. Target Peserta Pelatihan Strategic Procurement Management ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. General Affair, Corporate Legal. Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait proses Procurement. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Procurement Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi. 40% analisa best practices & benchmarking antar industri. 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Procurement Management adalah : Day 1 : Procurement Administration & SOP Procurement Code of Conduct Strategic Vendor Sourcing Procurement Plan & Assessment Methods Discussion sharing & case study Day 2 : Vendor Managed Inventory Progress Monitoring & Vendor Inspection Vendor Evaluation e-Procurement Case study & closing review Testimoni “Bagus & menambah ilmu” “Menyenangkan & Saya mendapat ilmu yg bermanfaat” “semoga kedepannya lebih baik lagi” ”Sudah cukup baik & Profesional” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Kaizen in The Office

Kaizen in The Office Training salah satu tujuannya adalah mempelajari bagaimana trik-trik mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana, mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan. Deskripsi Ribet, puyeng, capek duluan, ogah-ogahan untuk bertindak itu adalah perasaan yang kita rasakan kalau kita berurusan dengan dokumen. Padahal dokumen adalah bukti diatas kertas yang mau tidak mau harus dibuat, disimpan, dikelola dengan baik dan suatu saat sangat dibutuhkan lagi oleh kita. Dengan tidak terorganisasinya dokumen dengan baik maka proses yang berhubungan dengan data akan menjadi sangat lama, padahal kita sendiri dan tentu saja pelanggan kita sangat tidak mau menerima keadaan “Lama” tersebut. Kaizen adalah suatu metode yang sudah teruji kehandalannya dalam hal mempersingkat pekerjaan menjadi lebih sederhana, mudah dilaksanakan oleh semua orang dan hasil akhirnya adalah mempercepat suatu pekerjaan. Sehingga secara keseluruhan suatu proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya adalah memperbanyak jumlah pelanggan (wajib pajak) atau memperkecil jumlah tenaga yang dibutuhkan. Ilustrasinya….. Yang sebelumnya untuk melayani 1 Wajib Pajak memakan waktu 30 menit, bisa dipersingkat menjadi 15 menit. Yang sebelumnya dalam 1 hari hanya bisa melayani 750 wajib pajak, setelah Kaizen, dapat melayani sampai 1500 Wajib Pajak. Dalam training ini akan dipelajari tentang konsep 5S / 5R yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih rapi, mudah dikerjakan dan sederhana, pemetaan proses kerja, metode observasi di lapangan tentang pemborosan dalam proses pekerjaan, menentukan jenis pemborosan dari 7 macam jenis pemborosan yang ada, sampai dengan mempelajari tools dan teknik dalam melakukan kaizen atau improvement untuk menjadikan pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Kaizen in The Office adalah : Apa itu Kaizen ? Konsep dasar dan Mengapa perlu Kaizen Apa itu 5S / 5R (Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin) Konsep 5S / 5R, Definisi dan Sasaran 5S / 5R Hubungan antara 5S / 5R dan Kaizen Prinsip-prinsip Kaizen Cara Observasi di area kerja menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan Cara mencari Pemborosan dalam area kerja serta pengaruhnya dalam produktifitas. Teknik pemetaan proses kerja dan improvementnya. Step-Step pelaksanaan Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi serta pemangkasan waktu proses. Metode Pelatihan Training Kaizen in The Office dilaksanakan dengan metode: Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam) Target Peserta Pelatihan Kaizen in The Office ini ditujukan untuk para: Pegawai yang bertugas dalam pengelolaan dan pengolahan Dokumen serta person yang ingin mempelajari tentang Kaizen Testimoni “Untuk materi, metode & hand out sudah bagus” “Materi yg diberikan sangat baik” “Materi singkat jelas & menarik mudah dipahami” “Materinya Bagus” “Baik” “Cukup menyenangkan” “Bagus penyampaiannya” “Sangat bagus & menginspirasi” Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K

Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja dan juga meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap penyakit mendadak dan kecelakaan kerja. Deskripsi Gangguan kesehatan mendadak dan kecelakaan kerja di perusahaan harus bisa diantisipasi dengan baik. Untuk itu perusahaan memerlukan petugas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K di tempat kerja. Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, petugas tersebut harus memiliki lisensi dari instansi yang bertanggung di bidang ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan lisensi tersebut petugas P3K perlu mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI. Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K ini dibuat untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja. Materi sudah mengacu pada Permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K diharapkan peserta mampu : Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja dan juga meningkatkan ketrampilan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap penyakit mendadak dan kecelakaan kerja. Outline Materi Materi Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K yang akan di sampaikan : Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan P3K Dasar – dasar Kesehatan Kerja Dasar – dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan P3K Anatomi dan Faal tubuh manusia Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang. Gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya. Gangguan Kesadaran dan tindakan pertolongannya Gangguan Pernafasan dan tindakan pertolongannya Gangguan peredaran darah dan tindakan pertolongannya Resusitasi jantung paru Evakuasi korban (Prosedur dan Para pengangkutan korban) P3K pada keadaan tertentu P3K pada kecelakaan diruang tertutup/terbatas dan P3K sengatan listrik) Praktek Metode Pelatihan Ceramah, diskusi & praktek Fasilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Sertifikat HIPERKES (Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2014 Instruktur Inhouse Petugas P3K PT MITRAPACK ERA MANDIRI (Jababeka Cikarang), PT Coca-Cola Amatil Indonesia (Cibitung), PT Mondelez Indonesia (Jababeka II Cikarang), PT Pz Cussons Indonesia (Tanggerang), PT Andalan Furnindo, (Marunda Bekasi), PT Sumareccon (Kelapa Gading Jakarta), PT HM Sampoerna Tbk (Kawasan Industri International Center Karawang (2), PT Clarian Adsorben Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Mie Sedap), PT HM Sampoerna Tbk (Morrish Indonesia), PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group) Pelatihan : Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES ), Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi Pengurus IDI Cabang (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Kementrian Kesehatan RI), Pelatihan Majelis Disiplin Kedokteran Indonesia (MAJELIS KOMITE DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA & IDI Jawa Barat), RTD:  Clinical Application of High Sensitive D-Dimer, Examination in VTE Exlution, Penatalaksanaan Therapi Terkini pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi, Kalbe Akademia: Acute Coronary Syndrome, Dyslipidemia, Hypertension, and Meal Planning, Workshop Risk and Benefit of Antidiabetic Drug (PT Kalbe Farma tbk), Penatalaksanaan Penyakit Kardiovaskuler (Laboratorium Klinik Prodia), dan lain-lain. Pendidikan : Pendidikan Keprofesian: RS Hasan Sadikin, Bandung (2000-2002) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran Bandung (1994-1999)

Basic Fire Fighting

Deskripsi Pencegahan potensi bahaya kebakaran di tempat kerja harus dikendalikan dari awal. Upaya peningkatan kemampuan karyawan dalam basic fire fighting wajib dilakukan setiap perusahaan. Sehingga jika terjadi kebakaran, api dapat dipadamkan dari awal. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar karyawan mempunyai kompetensi dalam Basic Fire Fighting. Pelatihan Basic Fire Fighting ini bertujuan memberikan pemahaman, keterampilan dalam memadamkan kebakaran sedini mungkin, mencegah api menjadi besar. Tujuan Pelatihan Pelatihan Basic Fire Fighting yang diselenggarakan selama 2 hari ini secara umum bertujuan memberikan pemahaman dan keahlian bagi peserta dalam Basic Fire Fighting, sehingga jika terjadi kebakaran dapat memadamkan api sedini mungkin dan dapat mencegah api menjadi besar. Sasaran Pelatihan Peserta memahami dasar teori api Peserta memahami sistem proteksi kebakaran Peserta mampu memadamkan api dengan menggunakan APAR Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, Safety Man, Fire Staff, GA Staff, GA Manager Semua karyawan Refreshing untuk pelatihan kebakaran kelas D Metode Pelatihan Presentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Outline Materi Dasar-dasar teori pembentukan api Teori Perkembangan dan penjalaran api Sistem perundangan terkait dengan kebakaran Teknik pemadaman dan pengendalian api Dasar-dasar sistem proteksi Teknik pencegahan bahaya kebakaran Praktek pemadaman api dengan menggunakan APAR Fasilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer, konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan, juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training, konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta, mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Training Security Management

 Training Security Management mempelajari mengenai tugas utama security (Satuan Pengaman) Perusahaan, bagaimana manajemen keamanan dan pengorganisasiannya, bagaimana kecerdasan keamanan bagaimana mengenal sumber gangguan & ancaman, dan bagaimana menyusun panduan keamanan. Deskripsi Setiap perusahaan perlu melakukan perizinan atas seluruh aset yang dimiliki, tenaga pertanggungan yang dibutuhkan usahanya. Lebih dari satu dasawarsa terakhir ini di Indonesia sebaliknya belum mampu menunjukkan kepada dunia luar sebagai negara yang aman dan nyaman bagi warganya maupun warga negara lain. Hal ini ditandai dengan masih maraknya gangguan keamanan berusaha, baik pemogokan maupun kasus teror yang terjadi sejak tahun 2000 (peristiwa bom malam Natal) hingga 17 Juli 2009 yang baru dikenal dengan bom JW Marriots dan Ritz Carlton Hotel. Bertindak dari hal tersebut di atas disadari perlunya meningkatkan fungsi Satuan Pengaman (Keamanan) perusahaan, dari alih fungsi pengendali tata tertib menjadi satu Satuan Pengaman yang mampu mendorong cepat, tepat dan mampu meningkatkan risiko, dapat membantu, memperbaiki, atau memperbaiki di lingkungan perusahaan, dan mulai menetralisaikannya. Pelatihan Security Management diselenggarakan dalam 1 (satu) hari,  diharapkan peserta diambil kemudian akan diperoleh pengetahuan, kiat-kiat baru dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Target Peserta Pelatihan Security Management ini dirancang untuk para: Manajer HRD, Manajer GA, Manajer Keamanan, Kepala Keamanan dan mereka yang ingin meningkatkan peran Keamanan lebih baik lagi. Metode Pelatihan Pelatihan Security Management dilaksanakan dengan metode: Interaktif, dengan komunikasi yang saling mengisi, Diskusi kelompok, Latihan kelompok dan latihan Individu. Outline Materi Materi Pelatihan Security Management yang akan dibahas adalah: Tugas Utama Security (Satuan Pengaman) Perusahaan Manajemen Keamanan Dan Pengorganisasiannya. Kecerdasan Keamanan. Mengenal Sumber Gangguan & Ancaman Panduan Keamanan Panduan Menyusun. Testimoni “Materi sudah baik” “OK” “Baik” “Pelatih berpengalaman” “Sangat membantu dalam mengerjakan pekerjaan dilapangan” “Training ini sangat bagus & menambah wawasan” “Bagus & gampang dimengerti” Fasilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain :    Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta. Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public) yang berkaitan dengan Leadership & Komunikasi, Sales & Distribusi, Customer Service, Human Resources Management & Training Management, Problem Solving &  Decision Making, dan soft skills lainnya  (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir). Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering diminta untuk menjadi pembicara (speaker) di berbagai  seminar manajemen  yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Educational Institutions dan  Professional Associations, di samping ia juga banyak menulis di majalah dan surat kabar antara lain di Suara Karya, Bali Post, Bulletin Ekonomi BAPINDO, Majalah Psikologi ANDA, dan Majalah SWA, dan pada tahun 2007 ia menulis buku tentang Leadership & Komunikasi yang berjudul “Your Words Your Power” yang diterbitkan oleh Gramedia Group, diikuti oleh bukunya yang kedua yang diterbitkan oleh penerbityang sama (Gramedia Group) pada Maret 2013  yang berjudul : “Teknik Menjual Diri – Dalam Merebut Lowongan Kerja” .

Permodelan Kebakaran (Fire Modelling)

Deskripsi Kebakaran adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun, namun potensi bahaya kebakaran ini selalu ada dimana-mana. Untuk itu suatu perencanaan khusus dalam pencegahan bahaya kebakaran ini mutlak harus dimiliki oleh setiap perusahaan atau lembaga yang memiliki tempat kerja ataupun bangunan baik high rise building maupun bukan high rise building. Memodelkan kebakaran dengan menggunakan software adalah salah satu cara yang efektif dalam melihat perkembangan api yang sesungguhnya sebelum merencanakan penanggulangan kebakaran. Permodelan juga digunakan sebagai alat dalam melakukan Fire Risk Assessment, Pre fire Planning dan sistem lainnya yang digunakan sebagai alat untuk perencanaan pencegahan kebakaran. Workshop permodelan kebakaran  ini merupakan pengembangan dan pendalaman dari meteri kursus ahli penanggulangan kebakaran kelas A yang didisain agar peserta lebih mahir dan mumpuni dalam memodelkan kebakaran yang selanjut dapat digunakan untuk membuat FRA atau memetapkan perencanaan yang efektif dalam evakuasi saat terjadi kebakaran. Software yang digunakan adalah salah satu software yang telah teruji secara ilmiah oleh para ilmuwan diseluruh dunia. Ini adalah scientific software yang open source sehingga dapat diperoleh oleh setiap orang. Tujuan Pelatihan Pelatihan permodelan kebakaran yang diselenggarakan selama 2 hari ini secara umum bertujuan memberikan pemahaman dan keahlian bagi peserta dalam memodelkan kebakaran, sehingga dapat membatu peserta dalam merencanakan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih komplek dan dapat membantu dalam proses pembuatan fire risk assessment, pre fire planning ataupun merencanakan sistem evakuasi pada bagunanan dan tempat kerja. Sasaran Pelatihan Peserta memahami dasar teori api Peserta memahami sistem proteksi kebakaran Peserta mampu menggunakan software FDS Peserta mampu memodelkan kebakaran menggunakan software FDS Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, SHE Manager Safety Man, Fire Staff, Fire Manager GA Staff, GA Manager Manager non SHE  yang tertarik memahami fire modelling Metode Pelatihan Pesentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Outline Materi Review teori dasar terjadinya api Review Sistem proteksi kebakaran Sistem perundangan terkait dengan kebakaran Teori dan aplikasi penggunaan Software FDS (Fire Dynamic Simulator) Pratek dan Latihan aplikasi software FDS Fasilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer dan konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan dan juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training dan konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta dan mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Implementasi K3 Di Sektor Pertambangan

Deskripsi Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan. Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Tujuan Pelatihan Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini diselenggarakan selama 2 hari yang secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3. Sasaran Latihan Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk. Metode Pelatihan Presentasi Diskusi Konsultatif Sharing Pengalaman Studi Kasus Keunggulan Metode Pelatihan : Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning. Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka. Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir di sektor pertambangan Safetyman, HSE Staff, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, dan HSE Manager di Sektor Pertambangan Direktur/General Manager/Senior Manager/Manager Perusahaan yang bertanggungjawab pada operasional perusahaan Pertambangan Ahli K3 Umum Perusahaan di Sektor Pertambangan Kepala Teknik Tambang (KTT), Wakil Kepala Teknik Tambang (WKTT), Project Manager, Deputy Project Manager, Area Manager di Sektor Pertambangan Manager Non HSE yang berminat mempelajari Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Profesional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Outline Materi Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum Persyaratan Pekerja Tambang Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT) Kewajiban Pengawas Operasional Tambang Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang Pemakaian APD di sektor pertambangan Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); No. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Beliau mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan nickel pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Corporate Social Responsibilty, Community Development, Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia maupun Kesehatan & Keselamatan Kerja di Universitas Ma Chung, Malang serta sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas/perguruan tinggi lainnya. Beliau kerap kali memberikan pelatihan inhouse dan public training di beberapa perusahaan. Beliau merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang terdaftar sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Lean Manufacturing System – Operational Excellence to get maximum Profit

Deskripsi Lean Manufacturing System merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Taiichi Ohno (founder of TPS, 1998) mengatakan: “Yang kita lakukan adalah memperhatikan rentang waktu dari saat pelanggan memberikan pesanan sampai saat kita menerima cash. Dan kita terus menerus memperpendek rentang waktu tersebut dengan menghilangkan non-value added wastes.” Tidak heran jika dengan filosofi diatas Lean Manufacturing bisa mendobrak dunia dan sistemnya dijadikan referensi banyak perusahaan bahkan perusahaan diluar manufacturing. Inti dari konsep Lean Manufacturing adalah Kaizen yang dilakukan di segala bidang mulai dari hulu yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan sampai dengan hilir yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta. Termasuk di dalamnya bagaimana order di handle oleh PPIC, raw material didatangkan oleh bagian purchasing, pembuatan barang oleh bagian produksi, mesin di pelihara oleh bagian maintenance sampai akhirnya bagian shipping mendeliverikan pesanan kepada pelanggan. Konsep diataslah yang dapat menghasilkan keuntungan bagi Toyota sehingga dapat mencapai USD 8.13 milyar pada tahun fiskal 2002. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar perusahaan otomotif sepanjang dekade. Bahkan keuntungan tersebut tidak dapat mengalahkan keuntungan dari gabungan 3 perusahaan otomotif raksasa yaitu GM, Chrysler dan Ford. Nilai sahamnya pun melonjak 24% dari tahun sebelumnya. Suatu hal yang fantastis dan pantas ditiru oleh kita semua. Training dalam 2 hari ini akan mengulas secara konseptual hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan Lean Maniufacturing beserta tools-tools yang digunakan. Target Peserta Pimpinan Perusahaan, Direktur, Plant Manager, Manager dan Supervisor yang bergerak di bidang purchasing, PPIC, Produksi, Maintenance / Engineering, QA, Shipping, dll Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Outline Materi Konsep dasar Lean Manufacturing Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Lean Manufacturing Prinsip-prinsip dasar implementasi Lean Manufacturing Metode implementasi Lean Manufacturing Tools-tools yang digunakan dalam Lean Manufacturing seperti: 5S & 7 Waste Kaizen Philosophy Value Stream Mapping Value Added Vs Non Value Added Activity Total Productive Maintenance (TPM) Just In Time (JIT) / Pull System / Kanban System Inventory Control by Supply Chain Management (SCM) Lean Manufacturing Methodology Penyebab kegagalan implementasi Lean Manufacturing Ketrampilan yang membuat pekerja menjadi Lean (company sudah berbudaya Lean) Dialog Interaktif / Sharing : Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam) Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliautelah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.