Managerial Skills Training

Execution: Disiplin Menyelesaikan Suatu Tugas dengan Tuntas

Deskripsi Dalam kondisi ekonomi yang bergerak cepat saat ini, organisasi menghadapi berbagai tantangan – perang kompetisi, kenaikan biaya, penurunan keuntungan, tekanan internal maupun eksternal. Agar perusahaan dapat berkemampuan merespons atas berbagai factor tersebut, pemimpin saat ini harus berkemampuan untuk menentukan sasaran bagi organisasi, mengembalikannya dalam bentuk hasil. Sayangnya, hampir semua  perusahaan berusaha untuk menjembatani perbedaan antara sasaran, hasil dengan cara membuat perecanaan yang solid, logis, bahkan penting, namun tidak mampu melaksanakannya dengan benar. (Execution) Dari manajemen madya hingga ke pucuk pimpinan, para pimpinan perusahaan harus mengetahui bahwa eksekusi sebagai sejumlah aktivitas bersama terpenting yang harus dilaksanakan. Tidak ada lagi pemikiran bahwa pemimpin hanya menentukan visi yang terjabarkan pada sasaran dan hasil; untuk selamat, mereka harus lebih terlibat dalam rincian eksekusi. Begitu banyaknya yang harus dilakukan dan pelatihan Execution ini mengajarkan bagaimana melakukannya.(Execution) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Execution: Disiplin Menyelesaikan Suatu Tugas dengan Tuntas ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Mengapa Eksekusi Penting. Pemimpin bukan hanya diajarkan disiplin eksekusi, namun juga pengelolaan, ilmu mengenai berpikir strategis, teknik manajemen. Selain hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan, juga seringkali pemimpin tidak berkemampuan untuk mempunyai ide-ide dan & membuatnya menjadi kenyataan.(Execution) Tujuh Perilaku Dasar. Dari tindak-lanjut atas komitmen hingga penghargaan bagi karyawan yang menghasilkan hasil, namun bila kita sungguh-sungguh memperhatikan eksekusi, kepemimpinan, maka kita harus memasukkannya menjadi perilaku kunci.(Execution) Menyusun Kerangka untuk Perubahan Kultur. Kultur organisasi adalah sebaran sejumlah nilai-nilai, kepercayaan, norma perilaku. Pemimpin yang menginginkan untuk menyemai kultur yang mendukung eksekusi harus memfokuskan pada perubahan kepercayaan di lingkungan perusahaan yang mempengaruhi perilaku spesifik, karena perilakulah yang pada akhirnya menghasilkan prestasi.(Execution) Tiga Pokok Proses Eksekusi. Banyak organisasi memperlakukan orang, strategi, operasional secara terpisah, hal yang tersendiri padahal secara faus diperlakukan sedemikian rupa agar menjadi disiplin eksekusi dalam perusahaan.(Execution) Target Peserta Pelatihan Execution: Disiplin Menyelesaikan Suatu Tugas dengan Tuntas ini ditujukan untuk para: Supervisor, manajer, senior management.(Execution) Metode Pelatihan Training Execution: Disiplin Menyelesaikan Suatu Tugas dengan Tuntas dilaksanakan dengan metode: Briefing.(Execution) Kerja kelompok.(Execution) Presentasi dan Diskusi Kelas (insight).(Execution) Durasi Pelatihan 2 (dua hari). Agenda Hari Pertama 0830-0900     Pengenalan Program.  (Execution)                     Identifikasi Harapan Peserta.(Execution) 0900-1000       1.Memahami Pengertian Eksekusi.(Execution) Eksekusi adalah Disiplin.(Execution) Eksekusi adalah Tugas  Utama Pemimpin.(Execution) Eksekusi Harus Menjadi Elemen Utama Kultur Bisnis.(Execution) Eksekusi adalah Ketrampilan yang Terlupakan.(Execution) Eksekusi Membuat Perbedaan.(Execution) 1000-1015       Break 1015-1200       2. Membagun Blok 1: Tujuh Perilaku Dasar Pemimpin Mengenal Orang anda, Bisnis anda.(Execution) Tegas pada realitas.(Execution) Menentukan sasaran, prioritas.(Execution) Menindak-lanjuti.(Execution) Memberikan imbalan kepada pelaksana.(Execution) Mengembangkan kemampuan orang.(Execution) Mengenal Diri-sendiri.(Execution) 1200-1300       Lunch Break 1300-1500     3. Membangun Blok 2: Menciptakan Kerangka untuk Perubahan Kultur Cara Baru Berpikir.(Execution) Perubahan Perilaku dengan Perubahan Imbalan.(Execution) Pentingnya Dialog.(Execution) 4. Membangun Blok 3: Mempunyai Orang Tepat pada Tempat yang Tepat Kurangnya Pengetahuan Kurangnya Keberanian Faktor Kenyamanan Psikologis 1500-1515       Break 1515-1700       5. Diskusi Kelompok: Menyusun Rencana Penerapan Membangun Blok 1, 2, 3 Briefing Kerja kelompok Presentasi, Diskusi Kelas (insight) Hari Kedua 0830-1000       6. Proses Orang: Mengkaitkan Strategi dan Operasional Proses Orang Mengevaluasi masing-masing individual dengan akurat, mendalam Menyediakan kerangka untuk mengidentifikasi,mengembangkan talenta kepemimpinan dalam organisasi yang diperlukan untuk mengeksekusi strateginya di masa depan Memenuhi jaringan pipa kepemimpinan yang menjadi dasar kuat perencanaan suksesi Mengkaitkan Orang dengan Strategi dan Operasional Mengembangkan jaringan kepemimpinan Menentukan patokan strategi Menangani Orang yang Tidak Berprestasi (Nonperformers) Mengkaitkan Sumberdaya Manusia dengan Hasil Bisnis 1000-1015       Break 1015-1200       7. Proses Strategi: Membuat Terkait antara Orang & Operasional Apa yang dimaksud dengan Assessmen Lingkungan Eksternal? Sebarapa Jauh Pemahaman Anda atas Pelanggan, Pasar yang Ada? Apa Cara Terbaik untuk Mengembangkan Keuntungan Bisnis? Bagaimana kondisi persaingan, siapa saingan anda? Bisakan Bisnis Mengeksekusi Strategi? Bagaimana Keseimbangan antara Jangka Pendek, Jangka Panjang? Apa sajakah Isu Kritis yang Dihadapi Bisnis? Bagaimana Bisnis Membuat Keuntungan yang Berkesinambungan? 1200-1300       Lunch Break 1300-1500       8. Proses Operasional: Membuat Terkait antara Strategi dan Orang Mengembangkan Rencana Operasional (termasuk program) Sinkronisasi Asumsi 1500-1515       Break 1515-1700      9. Diskusi Kelompok: Menyusun Rencana Penerapan Proses Orang; Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur, konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis,  lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales, pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial, pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD,  Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen, pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan, menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur,  konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis, lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan, konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983),Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat, sering mengikuti berbagai seminar, pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM,  pelayanan prima.

Training Exceptional Customer Service

Mengapa pelatihan ini penting? Pelatihan ini  berbeda dengan pelatihan customer service lainnya.  Program pelatihan ini disusun dengan praktek customer service bukan pada umumnya yang diberikan kepada mereka yang bekerja di customer service.  Dengan memiliki skill ini perusahaan dapat terus tumbuh dengan manjalin hubungan dengan customer-customer lama dan menambah customer-customer baru.

Excellent Automation Process with Visual Basic Application for Excel 2007

Deskripsi Pengolahan database yang kompleks dengan menggunakan sejumlah sheet, bahkan menggunakan sejumlah file workbook (*.xls, *.xlsx) ditambah rumus, formula dan metode yang digunakan dalam aplikasi Excel dan dikerjakan secara berulang-ulang (rutin), akan sangat merepotkan bila dilakukan dengan penggunaan fungsi atau formula yang dituliskan satu per satu dalam suatu cell address. Hal ini menyebabkan perlambatan proses pada saat proses entry data untuk new transaction dengan proses yang sama dengan transaksi sebelumnya, yang laporannya sudah ditetapkan dalam format  form – form  yang sudah menjadi standar dalam suatu organisasi. Selain itu, metode tersebut sangat rentan terhadap perubahan – perubahan yang tidak disengaja ataupun disengaja, baik dari aspek tampilan yang sudah ditetapkan ataupun  formula – formula yang digunakan. Untuk menghindari hal-hal tersebut di atas, pilihan yang paling tepat adalah dengan menggunakan konsep pemrograman dengan menggunakan Visual Basic for Application (VBA) di dalam Excel 2007. Penerapan konsep VBA di dalam pekerjaan sehari-hari, pertama ; penyelesaian beberapa pekerjaan sekaligus jauh lebih cepat prosesnya dibandingkan dengan dilakukan secara manual,  kedua ; dapat menghemat tenaga, karena prosesnya dilakukan secara automation full, ketiga ;  program secara konsisten akan menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus berdasarkan sekumpulan perintah yang sudah ditulis dalam format Visual Basic code program, sehingga sangat mengurangi tingkat kesalahan yang terjadi, karena kesalahan hanya dapat terjadi pada saat menuliskan code program tersebut. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Excellent Automation Process with Visual Basic Application for Excel 2007 ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami perbedaan konsep pembuatan dan penggunaan VBA dalam aplikasi Excel 2003 dan Excel 2007. Memahami konsep pembuatan VBA dalam aplikasi Excel 2007 dengan berbagai  cara atau metode. Memahami management UseForm, Code Window, Properties Window, tools Object Control and ActiveX Control. Memahami penggunaan tipe-tipe data dalam Visual Basic dan dalam Macro Sheet. Memahami pembuatan dan penggunaan  variable names dan constant names. Membuat program  display inquiry panel (Top, Previous, Next, End Record) Membuat program maintenance database panel (Add, Save, Cancel, Find, Edit, Delete) Membuat program Voucher print panel with amount detail statement display.  Membuat program aplikasi yang berhubungan dengan proses pengolahan data audience.  Melakukan proteksi pada aplikasi – aplikasi yang sudah dibuat. Target Peserta Pelatihan Excellent Automation Process with Visual Basic Application for Excel 2007 ini ditujukan untuk para:         Staff dan Leader yang sudah mengikuti pelatihan  : i)     Mastering Microsoft Excel  2007  Beyond For Office Automation, atau ii)    Power Full Data Analysis and Reporting with Excel 2007, atau Metode Pelatihan Training Excellent Automation Process with Visual Basic Application for Excel 2007 dilaksanakan dengan metode: 20% Theory 80% Practices  ( Case study of   Finance, HRD,  Purchasing, etc ). Dynamic and interactive training presentation Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Excellent Automation Process with Visual Basic Application for Excel 2007 adalah : Understanding comparison VBA Implementation in Excel 2003 with Excel 2007. Understanding VBA development in Excel 2007. Understanding operational of UseForm , Code window, Properties window, tools Object Control and ActiveX Control. Understanding using data types in Visual Basic and Macro Sheet. Understanding make and using variable names and constant names. How make program of display inquiry panel. How make program of maintenance database panel. How make program of voucher print panel with amount detail statement display. How make program based on daily data processing of audience training. How make protection of VBA application module. Testimoni “Dipertahankan.keep up the good work” “Pelatihan cukup baik dan dapat diberikan kepada seluruh pegawai bagian data” “Very fun trainer, godspeed” “Mantap Lanjutkan” “Agar ruangan trainer lebih besar” “Pertahankan kinerja” Facilitator ERAWAN SUPRIATNA, S. Kom Praktisi & trainer yang mempunyai pengalaman lebih dari 15 tahun menjadi instructor / trainer di beberapa lembaga pelatihan swasta, instansi pemerintah / swasta  di Jakarta, mulai tahun 1992 – 2003, antara lain  di PT. Asiana IMI Industries, Tbk.,  PT. COMBIPHAR,  di PT. LG Philips Display Devices Indonesia, PT. LG Electronics Indonesia, PT. LG Innotek Indonesia dan PT. Harita Prima Abadi Mineral (Mining Company). Pernah menjabat sebagai Manager Training & Development di perusahaan swasta dan perusahaan jasa konsultan. Jabatan terakhir adalah sebagai Direktur Training & Development di perusahaan swasta IT training and consulting. Sekarang beliau menjadi Trainer dan consultant di beberapa perusahaan provider training and consulting. Beliau termasuk dalam tim konsultan manajemen kearsipan dan pengembangan software EFIDMS (New EDMS).  Aktif di dalam proyek-proyek pelatihan dan konsultasi serta pengembangan dan implementasi Electronic Filing and Document Management System, baik di instansi pemerintah, swasta, organisasi perbankan dan asuransi. Selain tema pelatihan tersebut di atas, beliau juga memberikan pelatihan IT sebagai berikut : IT Infastructure Library (ITIL v3.1), Amazing Presentation for Powerful Presentation with PowerPoint 2010, Best Practices Implementation of Word 2007 for Business, Excellent Automation Process with Visual Basic Application Excel2007, Implementation of Electronics Filing & Document Management System, Implementation of Financial Accounting Information System, Implementation of Payroll Administration Information System, Mastering Excel 2007 Beyond For Data Processing Automation, Powerful Data Analysis and Dashboard Summary Report with Excel2007, RDBMS Application Development with Access 2007, Control Object for IT (COBIT v.4.1), Managing of Information Technology Investment. Selain itu juga beliau adalah praktisi pelatihan dengan metode quantum teaching, quantum learning, mind mapping  dan NLP di  bagian pengembangan sumber daya manusia (HRD Training & Development) selama lebih dari 7 tahun. Dengan perpaduan metode pelatihan seperti itulah,  pelatihan seberat apapun selalu dibawakan secara ringan, jelas dan tuntas. Sehingga proses pelatihan berlangsung dengan menyenangkan dan mencapai tujuan yang diinginkan oleh peserta pelatihan.

Enhancing Managerial Skills Training

Ketrampilan mengelola, dibedakan dari ketrampilan memimpin dari segi fokusnya pada kinerja dan permasalahan kerja sehari-hari yang dihadapi oleh seorang manajer.  Tingginya kecerdasan dari angkatan baru yang masuk kerja pada decade ini, dibarengi dengan tingginya tuntutan terhadap lingkungan kerja yang menantang dan supportive, maka manajer dituntut untuk selalu meningkatkan ketrampilannya agar bisa mendapatkan best talent dan best output dari para talent tersebut.

Training Emotional Management for Professionals/Leaders

Training Emotional Management Seorang profesional wajib memahami emotional management atau kemampuan mengelola emosi. Kemampuan dalam mengelola emosi sering diasosiasikan sebagai kecerdasan emosional atau Emotional Intelligence (EI). Pelatihan Emotional Management for Professionals ini memberikan pemahaman mengenai emotional intelligence. Materi dimulai dari 3 aspek pengelolaan emosi paling penting bagi professional, yaitu self, task dan people. Pelatihan Emotional Management for Professionals ini juga memberikan framework pengelolaan emosi bagi profesional. Outline Materi Overview Training Emotional Management Pengertian dan perkembangan pembahasan EI Mengenali dan memahami emosi: spectrum dan intensitas emosi EI dan kecerdasan manusia lainnya: Spiritual Intelligence, Adversity Intelligence, dll. EI yang diperlukan untuk menjadi profesional/pemimpin yang efektif. EI dan Self Management Kaitan antara emosi, motivasi dan kinerja Mengelola emosi berarti mengenali, memahami penyebabnya dan mengelolanya. Mengelola beberapa emosi penting: kemarahan, kekecewaan/putus asa, kekhawatiran dan optimisme. EI dan Task Management Efek emosi negatif terhadap efektivitas pengelolaan tugas Mengatasi kecemasan, kekurangpercayaan diri dan perfeksionis yang menghambat pengelolaan tugas Mengelolaa emosi dalam pengelolaan prioritas dan produktivitas diri EI dan People Management Mengembangkan empati dan basis relasi yang sehat Mengenali, memahami dan meningkatkan emosi positif pada tim Mengelola staf dengan emosi negatif Mengelola emosi untuk keperluan coaching dan konseling Testimoni “Bagus karena dapat pengetahuan tentang pengelolaan emosi” “sudah OK” “Good” Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN

Training Emotional Intelligensi

Deskripsi Setelah Mengikuti Pelatihan Kecerdasan Emosional ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta memahami pentingnya Kecerdasan Emosi dalam membina karir di pekerjaannya Peserta memahami cara mengembangkan Kecerdasan Emosi Peserta mampu mengelola dan mengembangkan Kecerdasan Emosi Metode Pelatihan Pelatihan Emotional Intelligensi dilaksanakan dengan metode: Diskusi Permainan Latihan Outline Materi Materi Pelatihan Kecerdasan Emosional yang akan disajikan adalah: PENGERTIAN KECERDASAN EMOSI Kecerdasan Intelektual vs Kecerdasan Emosi Ciri-ciri Kecerdasan Emosi ASPEK-ASPEK KECERDASAN EMOSI 5 aspek Kecerdasan Emosi Faktor penghambat pengembangan Kecerdasan Emosi PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSI Manajemen Emosi Membangun Hubungan Interpersonal KECERDASAN EMOSI DI TEMPAT KERJA Beberapa Tip Mengenai Kecerdasan Emosi di tempat Kerja Membuat Rencana Tindakan Pribadi Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun berunding dengan pelatih, konsultan dan pelatih diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang: Pengembangan Pribadi, Mental Switching, Keterampilan Kepemimpinan, Manajemen Pengawasan, Pelatihan dan Konseling, Pelatihan Manajemen, Pemecahan Masalah Kreatif dan Pengambilan Keputusan, Keterampilan Komunikasi, Keterampilan Berbicara & Presentasi Publik, Keterampilan Negosiasi, Pelatihan Motivasi Berprestasi, Berurusan Dengan Orang Sulit, Membangun Tim, Pengembangan Orang. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Psikologi Klinis serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutan mengambil alih bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Pelatihan Effective Time Management & Delegation

Topik ini termasuk dalam program Special Price dengan syarat dan ketentuan terbatas. Segera manfaatkan kesempatan ini! Informasi lebih lanjut, [klik di sini]. Salah satu tujuan Pelatihan Effective Time Management & Delegation bagaimana menerapkan prinsip Pareto, bagaimana prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan, bagaimana mengenal hambatan dalam proses delegasi dan hal lain terkait Time Management & Delegation. Deskripsi Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan yang ada di area-nya sendiri dan melakukan pendelegasian dengan optimal.  Workshop ini menggabungkan kedua ketrampilan tersebut dalam satu pelatihan. Hari pertama akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan Manajemen Waktu dengan mengandalkan tidak hanya prinsip-prinsip umum yang ada mengenai Time Management, tetapi juga pendekatan modern yang terkait dengan memasukan 3 prinsip penting lain dalam ketrampilan tersebut untuk lebih memastikan terjadinya peningkatan produktivitas diri, yaitu: priority management, keterlibatan penuh dan getting things done.  Yang diambil dari beberapa buku best seller dalam area tersebut. Prinsip dalam Manajemen Prioritas adalah memastikan bahwa input yang kita masukan di dalam aktivitas kita sehari-hari adalah benar-benar prioritas bagi pekerjaan kita ataupun diri kita.  Memilah pekerjaan yang perlu didelegasikan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip Manajemen Prioritas. Prinsip keterlibatan penuh mengambil sudut pandang yang berbeda dalam produktivitas diri.  Prinsip ini menekankan bahwa produktivitas diri yang optimal bisa dicapai bila kita berhasil mengelola enerji kita pada dimensi fisik, emosi, mental dan spiritual.  Prinsip ini terutama bersumber dari best seller book dari Jim Loehr dan Tony Schwartz, ‘The Power of Full Engagement’. Sementara itu prinsip ketiga diilhami oleh buku popular David Allen, Getting Things Done, yaitu berupa prinsip-prinsip dalam mengelola flow kerja kita sehingga kita selalu memiliki mind yang ‘calm’ dan focus karena kita selalu tahu status dari setiap aktivitas kita. Sementara itu, hari kedua akan berupaya meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan delegasi, monitoring dan memberikan umpan balik. Outline Materi Materi Pelatihan Effective Time Management yang akan dibahas adalah : Day 1 Apakah kita sudah mencapai produktivitas optimal? Tujuan Manajemen Waktu adalah agar kita dapat menikmati aktivitas kita sehari-hari. Manajemen waktu tradisional: analisis penggunaan waktu kita sehari-hari Self reward yang mendasari procrastination, perfectionist ataupun time waster kita lainnya Memahami tujuan diri dan pekerjaan sebagai dasar bagi kita untuk menentukan prioritas kerja kita sehari-hari Menerapkan prinsip Pareto dalam memilih aktivitas impactfull, antara Pengembangan Sistem, Pengembangan Tim dan Operasional Rutin Pentingnya delegasi dalam Manajemen Prioritas Mengelola emosi, fisik, mental dan spiritual untuk mencapai keterlibatan penuh dalam setiap aktivitas Aplikasi Manajemen Enerji: Menentukan purpose hidup, enerji audit, serta mengembangkan kebiasaan positif. Memilah tahap-tahap proses kerja dan tips untuk mengoptimalkan proses kerja The art of execution dalam aktivitas sehari-hari Integrasi produktivitas diri untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan diri. Day 2 Prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan Mengenal hambatan dalam proses delegasi Mengembangkan sudut pandang yang tepat dalam delegasi: investasi vs resiko Tipe Kepemimpinan dan kaitannya dengan tujuan dan pendekatan delegasi Tipe-tipe delegasi antara pekerjaan rutin dan non rutin Kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk delegasi, monitoring dan feedback. Memotivasi tim untuk mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan Point informasi yang perlu dimasukan dalam komunikasi delegasi dan umpan balik Mengembangkan indikator dan metode dalam proses monitoring Mengenali tipe staf dan pengaruhnya dalam pola delegasi, monitoring dan feedback Prinsip coaching dalam meningkatkan kompetensi tim untuk dapat menerima pekerjaan saat ini dan di masa yad (kaderisasi) Role play komunikasi delegasi, monitoring dan umpan balik. Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN Testimoni “sangat baik dalam penerapandikantor & sesuai yg diharapkan” “Materi bagus & dapat diaplikasikan dalam kegiatan bekerja diperusahaan” “Materinya cukup bagus & sangat berguna untuk diterapkan ditempat kerja” “Baik” “Trainer Bagus & Sangat Memahami bahan materi” “Trainer menguasai materi Case2 nya Riil”

Training Effective Sales Supervisor

Definisi Kemampuan Sumber Daya Manusia Perusahaan dalam pendekatan  modern, merupakan aset berharga untuk mencapai Visi Perusahaan dengan efektif. Keefektifan dan kualitas kerja yang dihasilkan Sumber Daya Manusia yang ada memerlukan peran penting seorang Supervisor. Pekerjaan sebagai Supervisor sangatlah penting dalam Perusahaan. Secara professional Setiap Supervisor dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas bersifat teknis yang dibebankan kepada team kerjanya. Keahlian lain yang juga dituntut, adalah dapat memotivasi, mengarahkan dan membimbing bawahannya. Dari keterangan diatas, maka Persahaan membutuhkan kualitas Supervisor sebagai berikut Mampu melihat gambaran besar dari target dan tugasnya. Dapat menciptakan lingkungan kerja produktif bagi team. Kemampuan pengambilan keputusan, melalui proses analisa efektif. Mampu menyerap program, teknik, metode, target kerja baru. Menterjemahkan kebijakan dan prosedur perusahaan kepada team. Mememberikan bimbingan dan pelatihan efektif Dengan demikian seorang Supervisor dituntut mengusai keahlian teknis, hubungan antar manusia (interpersonal skill) dan kemampuan lainnya secara praktis. Berikut adalah 5 kemampuan Dasar yang harus dimiliki Supervisor Planning Staffing Organizing Leading Controlling Sesuai dengan kebutuhan diatas, maka kami merancang Program Pelatihan khusus “Effective Supervisory Skill” dalam bentuk workshop, untuk membekali setiap Supervisor dengan keahlian diperlukan agar mencapai target secara efektif. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor, Ke 5 Kemampuan Dasar (Planning, Staffing, Organizing, Leading, Controliling) merupakan kemampuan dasar Supervisor akan diterjemahkan ke dalam 9 Keahlian utama yang harus dikuasai Supervisor. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor diberikan materi yang akan didapat oleh setiap peserta program pelatihan, yaitu Goal setting. Supervisor akan belajar menterjemahkan target kerja menjadi goal setting bersama guna mencapai target, serta bagaimana team dapat menjalankan goal setting. Effective behavior. Supervisor akan belajar apa saja tingkah laku yang dapat diterapkan dalam menciptakan suasana kerja  lebih produktif. Decision making and problem solving. Supervisor akan dibekali cara berpikir yang taktis, terstruktur dan teknik analisa masalah sebagai dasar pengambilan keputusan. Peserta juga akan diberikan teknik-teknik untuk mengelola konflik potensial. Managing change. Peserta akan dibekali keahlian menterjemahkan informasi, menciptakan metode kerja, membuat tahapan kerja praktis, rencana kerja, pendampingan, dan kontrol kerja terhadap team. Time management. Kemampuan manajemen waktu adalah sangat penting untuk dapat memaksimalkan efektivitas kerja yang ada agar setiap tugas dapat dikelola dengan baik sehingga terselesaikan dan target tercapai. Communication skill. Kemampuan komunikasi secara persuasive akan mendukung keseluruhan proses kerja, seperti delegasi, informasi, training, problem soilving, coaching, evaluasi. Effective meeting. Supervisor akan dibekali kemampuan untuk mempersiapkan, menjalankan meeting dengan efektif hingga proses eksekusi, akan meningkatkan produktivitas kerja dan efektivitas kerja. Proses meeting terkontrol dan mampu diselesaikan dalam waktu  lebih singkat secara signifikan meningkatkan produktivitas perusahaan. Delegation. Agar tugas dan pekerjaan dapat berhasil, maka diawal diperlukan kemampuan Supervisor untuk mendelegasikan setiap tugas yang ada kepada orang  tepat dan dengan cara yang sistematis sehingga mudah dipahami dan di proses sesuai dengan SOP serta kualitas yang diharapkan. Training. Setiap Supervisor akan dibekali berbagai keahlian dan beberapa metode untuk dapat menyiapkan dan melaksanakan pelatihan praktis kepada team yang tepat guna dan tepat sasaran. Tujuan Workshop adalah untuk Menyiapkan pemahaman Supervisor terhadap fungsi-fungsi utamanya. Meningkatkan kemampuan dan fungsi teknis untuk mencapai target. Memperlengkapi supervisor dengan keahlian manajemen, pendelegasian, koordinasi, melatih dan membina team kerja. Meningkatkan keahlian komunikasi persuasif untuk memperlancar proses kerja. Agar program pelatihan dapat berjalan maksimal dan efektif bagi perusahaan, maka metode pelaksanaan Workshop, adalah 30% teori dan 70% praktek Materi dibawakan dalam suasana yang fun System pembelajaran yang efektif dengan roleplay dan simulasi untuk setiap materi yang dipelajari Setiap peserta juga akan diberikan tambahan Teknik-teknik mengatasi stress akibat beban kerja, sebagai produktivitas kerja Supervisor. Berikut adalah detail mengenai informasi Program Waktu pelatihan 2 hari Workshop dilaksanakan pada pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya. Handout untuk setiap peserta. Sudah termasuk perlengkapan simulasi. Free Soft Competencies Test for Supervisor, senilai : IDR 215.000 /orang. Facilitator

Effective Problem Solving Training

Kita semua menghadapi masalah ,baik dalam pekerjaan , keluarga maupun hal-hal lainnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita sering terjebak untuk langsung “tembak” kepada solusi tanpa benar – benar memastikan apa yang sebenarnya menjadi masalahnya dan penyebab yang sebenarnya (root cause).

Pelatihan Effective Presentation Skills

Salah satu tujuan Pelatihan Effective Presentation Skills adalah agar kita bisa menerapkan  prinsip-prinsip komunikasi persuasive dan informatif, bagaimana mengatur diri sendiri seperti body language, handling stress. Mengatur bahan materi presentasi seperti shock opening, body, and closing, managing the audience, dan hal – hal lain terkait Presentation Skills. Deskripsi Ada satu hal yang sering dilupakan saat seorang karyawan dipromosikan. Umumnya saat promosi, hal yang dipersiapkan dengan baik adalah kompetensi teknis yang diperlukan, namun kemampuan bekomunikasi kurang begitu dipersiapkan. Padahal semakin tinggi posisi seseorang, kemampuan komunikasi yang dituntut semakin tinggi juga baik dalam hal konten yang lebih strategik maupun caranya yang lebih banyak unsur diplomatisnya. Salah satu bentuk komunikasi yang perlu dimilki oleh karyawan adalah melakukan presentasi efektif. (Presentation Skills) Presentasi efektif akan membuat seseorang mampu menyampaikan informasi secara sistematis, singkat dan jelas. Tujuannya beragam dari mulai yang sifatnya informatif (pesan) sampai dengan persuasif (pesan dan kesan). Presentasi efektif dimulai dari menyusun materi presentasinya, penggunaan media atau aplikasi program untuk membuat penampilan presentasi atraktif, cara menyampaikan presentasi, dan menanggapi audience presentasi. Umumnya seseorang belajar hal tersebut secara otodidak karena tuntutan keadaan atau pekerjaan. (Presentation Skills) Pelatihan Effective Presentation Skills ini akan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai keseluruhan presentasi efektif. Selain itu para peserta akan dilatih sampai mampu melakukan presentasi yang efektif dari mulai penyiapan materi pelatihan sampai kepada melakukan presentasi dan mempenngaruhi audience. (Presentation Skills) Untuk melengkapi pesertanya mengenai Pemahaman dan ketrampilan instruktur akan menyampaikan pelatihan secara : Practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan. (Presentation Skills) Inspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan. (Presentation Skills) enjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan. (Presentation Skills) Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Effective Presentation Skills ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Merancang sebuah presentasi efektif. (Presentation Skills) Teknik penggunaan media presentasi yang berbasis aplikasi komputer. (Presentation Skills) Teknik menyampaikan presentasi efektif. (Presentation Skills) Trik mengatasi audience dengan beragam karakter.(Presentation Skills) Target Peserta Pelatihan Effective Presentation Skills ini ditujukan untuk para Para karyawan dengan posisi yang memerlukan ketrampilan presentasi efektif seperti middle level manager, sales, dll.   Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan presentasi efektif  Metode Pelatihan Pelatihan Effective Presentation Skills dilaksanakan dengan metode Enhanced Lecture Group discussion Exercise Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Outline Materi Materi Pelatihan Effective Presentation Skills yang akan dibahas adalah Prinsip-prinsip komunikasi persuasive dan informatif Dinamika presentasi : an overview Managing Yourself : body language, handling stress Managing the Material of your presentation : shock opening, body, and closing Managing the Audience Latihan : Individual Presentation Skill Testimoni “Excellent” “Sangat Exspert” “Materi dan metode yg diberikan cukup menarik” “Materi yang diberikan baik & mudah dipahami” “Pelatihan menarik” “Trainer menyampaikan dengan baik & dapat memberikan contoh & kasus relevan” “Trainer menguasai materi & pendekatannya bagus ke peserta” “Sudah cukup baik” “sudah baik, sudah banyak prakteknya” “Pembawaan materi Bagus” “Cukup Aktraktif & komunikatif” Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Effective Delegation, Monitoring & Feedback

Training Effective Delegation, Monitoring & Feedback mempelajari mengenai bagaimana cara kepemimpinan yang efektif, bagaimana kemampuan delegasi yang optimal, dan hal lainnya terkait Effective Delegation, Monitoring & Feedback. Deskripsi Kepemimpinan yang efektif, salah satu kompetensi utamanya adalah kemampuan untuk memilah pekerjaan mana yang didelegasikan dan bagaimana mendelegasikan dengan optimal.  Pada umumnya Pemimpin masih mendelegasikan pekerjaan secara minimal karena berbagai factor, bisa karena hambatan diri: perfectionist ataupun kecemasan Pemimpin atau bisa juga karena kurang berhasilnya pemimpin memberdayakan tim yang ada. Kemampuan delegasi yang optimal akan membantu Pemimpin untuk focus pada pekerjaan-pekerjaan yang mempunyai impact besar bagi performance, sehingga jalannya organisasi akan lebih baik. Pelatihan ini akan membantu peserta untuk mengidentifikasikan hambatan yang dia hadapi dalam melakukan delegasi, mengingatkan peserta mengenai ciri tugas yang bisa didelegasikan dan meningkatkan ketrampilan peserta dalam melakukan delegasi, monitoring dan pemberian umpan balik. Delegasi yang efektif perlu disertai oleh kemampuan monitoring dan umpan balik sehingga proses delegasi itu dapat terus berjalan dengan baik.  Selain itu, beberapa prinsip mengenai coaching untuk dapat meningkatkan kemampuan tim juga diberikan sehingga Pemimpin selalu bisa mengandalkan tim nya dalam mengerjakan tugas-tugas penting di unitnya. Outline Materi Prinsip dalam memilah tugas yang didelegasikan Mengenal hambatan dalam proses delegasi Mengembangkan sudut pandang yang tepat dalam delegasi: investasi vs resiko Tipe Kepemimpinan dan kaitannya dengan tujuan dan pendekatan delegasi Tipe-tipe delegasi antara pekerjaan rutin, non rutin Kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk delegasi, monitoring, feedback. Memotivasi tim untuk mengerjakan pekerjaan yang didelegasikan Point informasi yang perlu dimasukan dalam komunikasi delegasi, umpan balik Mengembangkan indikator, metode dalam proses monitoring. Mengenali tipe staf,  pengaruhnya dalam pola delegasi, monitoring dan feedback. Prinsip coaching dalam meningkatkan kompetensi tim untuk dapat menerima pekerjaan saat ini, di masa yad (kaderisasi) Role play komunikasi delegasi, monitoring, Umpan balik. Testimoni “Mudah dipelajari & sistematik” “OK” “Berpengalaman dan menguasai materi” Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN

Effective Communication Skills For Managers And Supervisors

Deskripsi Effective Communication Skills For Managers And Supervisors adalah Training Program yang didesain untuk Para Manager dan Supervisor dalam hal untuk berkomunikasi yang Effective baik komunikasi ke Bawahannya maupun ke Atasannya. Komunikasi adalah sebuah seni, diantaranya seni bagaimana menggerakkan orang (sekelompok orang) dimana orang (sekelompok orang) tsb mau melakukan kerjanya dengan tulus bahkan semangat. Banyak sekali kita temui Supervisor, Manager, bahkan General Manager mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan secara effective kepada bawahannya dan atasannya. Tujuan Pelatihan Komunikasi secara umum Komunikasi yang efektif Komunikasi yang efektif di llingkungan kerja (Organisasi) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Effective Communication Skills For Managers And Supervisors adalah : Latar Belakang Pentingnya Komunikasi Tujuan Komunikasi Pengertian Komunikasi Jenis, Elemen dan Fungsi Komunikasi Ekspresi Suara Gaya Komunikasi Komunikasi Asertif dengan Atasan Komunikasi Asertif dengan Bawahan Tips Berkomunikasi yang Efektif Komunikasi  Efektif Tatap Muka, Kelompok Kecil dan Kelompok Besar Metode Pelatihan Training Effective Communication Skills For Managers And Supervisors dilaksanakan dengan metode: Self Learning Social Learning Practical Learning Facilitator Ir. Renardhy H. Lumelle, Mkom Sepanjang karirnya sarat dengan dunia Pendidikan dan Pelatihan (Education & Training). Lebih dari 9 tahun memimpin (Direktur) berbagai Lembaga Pelatihan. Lebih dari 7 tahunsebagai  Kepala  Divisi  (General Manager) Pelatihan dan Perpustakaan   (Kepala    Pusat   Pelatihan Indomobil   Group) di PT. Indomobil     Sukses  Internasional Tbk. Lebih dari 2 tahun sebagaiKepalaDivisi  Marketing Research & Analysis (Indomobil Group) di   PT    Indomobil Sukses Internasional Tbk., Jakarta Hampir 8 tahun SebagaiKepalaDivisiIndomobil For You (Customer Relation) di PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (Nissan) Topik Training lainnya Beliau bawakan meliputi bidang : Selling Customer Service & Customer Satisfaction (Training, System, Survey) Communication Skill Personal Development Basic Supervisory Leadership. Team Building. Time Management Conflict Management NegotiationSkill Training Within Industry How to Handle Difficult People Dll

Disciplining, Motivating & Developing People

Disciplining, Motivating & Developing People salah satu tujuannya adalah mempelajari bagaimana mendisiplinkan staf, memotivasi staf, mengembangkan staf. Deskripsi Paling tidak ada 3 jenis staf yang Pemimpin hadapi sehari-hari.  Mereka yang ‘melawan’ dan sulit diatur sehingga perlu didisiplinkan.  Mereka yang perlu dimotivasi untuk bisa memenuhi target perusahaan.  Serta mereka yang merupakan ‘star performer’ yang perlu terus dikembangkan dan menjadi kader untuk menggantikan Pemimpin. (Disciplining, Motivating & Developing) Ketiga kelompok ini memerlukan pendekatan dan skill yang berbeda untuk mengelolanya.  Pelatihan ini mengembangkan ketrampilan managing people dengan fokus pada ketiga ketrampilan tersebut: mendisiplinkan, memotivasi dan mengembangkan. (Disciplining, Motivating & Developing) Metode Pelatihan Training Disciplining, Motivating & Developing People dilaksanakan dengan metode: Pelatihan ini akan menggunakan metode video training (film coaching), role play, diskusi dan latihan. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Disciplining, Motivating & Developing People adalah : Mendisiplinkan Staf Memahami penyebab karyawan bermasalah Bagaimana mendekati dan menegakan aturan Pentingnya role model dan konsistensi dalam mendisiplinkan Bagaimana mendisiplinkan sebagai konsekuensi bukan hukuman Mempersiapkan karyawan untuk menerima pendisiplinan secara positif Memotivasi Staf Menemukan apa yang membuat staf anda termotivasi Menggunakan MBTI untuk mengenali berbagai tipe staf Anda Mengenali staf Anda dengan asesmen empat jenis motivasi kerja Menelaah kaitan antara motivasi dan kinerja Memformulasikan sasaran kerja dan expectacy yang jelas untuk mendorong motivasi Mengelola masalah burn out (kejenuhan kerja) karena lamanya bekerja di posisi tertentu Mengembangkan Staf Mengidentifikasi star performer Mengembangkan ketrampilan mentoring Mengidentifikasi dan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk future career staf Anda Mengembangkan aspek kreativitas dan komitmen pada staf Testimoni “Sesuai dengan yg dihadapi didunia kerja” “Sudah baik, pertahankan” “Baik, berpengalaman, menguasai materi, good job pak.” “Baik, noce Trainer” Facilitator G. Suardhika, MBA. Telah memiliki banyak pengalaman sebagai HR Consultant dan pernah menempati posisi senior management di sebuah perusahaan penerbangan Indonesia. Salah satu topik unggulan yang beliau bawakan di dunia training diantaranya leadership, Supervisory, Performance Management dan Coaching. Sepanjang pengalamannya di dunia training, Beliau membantu di beberapa perusahaan ternama seperti: AQUA,ORIX Finance Indonesia, OPEL/General Motors, Garuda Indonesia, Bechtel International, Indomobil Suzuki International, Bredero Price, Telkom, Thames PAM Jaya, Asia Pulp and Paper dan Telkomsel.  Suardhika berlatar belakang pendidikan Psikologi dari UI dan MBA dari IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia) TRAINING EXPERIENCE Supervisory Skills Training: Aqua, Tugu Pratama, Bredero Price Batam, LG Electronics, Rekayasa Indonesia Leadership: BPD Sumsel, BPPN, Telkom Ujung Pandang, Litbang Pertanian, Indah Kiat Pulp & Paper. Customer Service: Telkom Surabaya, Balikpapan Team Building: Indomobil, Nisan, Telkomsel, 3M. Performance Management: Amoco Mitsui, Aqua Danone, Asia Pulp & Paper Training for Trainer for BPPN

Developing Office Management Profesionals

Office Management Profesional saat ini dituntut untuk lebih responsive terhadap berbagai perubahan lingkungan bisnis dan teknologi yang ada.  Perubahan yang cepat tersebut menyebabkan meningkatnya tuntutan akan hasil kerja yang lebih berkualitas dengan jangka waktu yang semakin ketat. 

Customer Service for Hospital

Training Customer Service for Hospital mempelajari bagaimana setting basic smart and effective communication Skill, empowering empathy dan hal lainnya terkait Customer Service for Hospital. Deskripsi Pasien adalah aset penting dalam membangun rumah sakit. Bagaimana rumah sakit memikat hati mereka? Tentunya dengan service excellence yang diberikan kepada mereka. Service excellence merupakan pelayanan prima kepada pasien sehingga setiap pasien akan mendapatkan pelayanan terbaik sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Di rumah sakit, interaksi seorang calon pasien sudah dimulai saat masuk area parkir hingga dia benar-benar mendapatkan layanan medis. Di sepanjang interaksi yang terjadi, calon pasien akan menilai bagaimana tingkat layanan yang diberikan rumah sakit. Pelatihan Customer Service for Hospital memberikan terobosan-terobosan baru untuk industri layanan kesehatan dan rumah sakit dalam mendongkrak citra dan popularitasnya. Dimana peserta yang terlibat dalam pelatihan akan diajarkan sisi konsep dan implementasi service excellance. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Customer Service for Hospital ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami ruang lingkup dan manfaat pelayanan yang baik di rumah sakit untuk meningkatkan kualitas jasa medis, kepuasan client, sugesti pasien dan coorporate image. Mampu mempraktikan pelayanan yang baik dalam kegiatan kerja sehari – hari, sehingga kualitas pelayanan kesehatan akan semakin meningkat dan secara nyata dirasakan oleh setiap pasien. Metode Pelatihan Training Customer Service for Hospital dilaksanakan dengan metode: Pembelajaran andragogi dan simulasi Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Customer Service for Hospital adalah : Pengertian dan Fungsi Customer Service Tantangan dan Prospek Masa Depan Hospitality Service Culture Services Communication Pengaruh Pelayanan Medis Sugesti Pasien Pencitraan Dokter, Perawat, & RS Kepuasan Pasien & Keluarga Complaint Handling Services Approach Information Approach Psychology Approach Crucial Point Simulation Know our Customer Facilitator DR. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM, CHT Adalah praktisi SDM di sebuah BUMN dan akademisi di bidang pemberdayaan manusia dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Pendidikan formal yang telah ditempuhnya diantaranya Politeknik Mekanik Swiss ITB, Manajemen perdagangan International, Teknik dan Manajemen Industri, Manajemen SDM, dan juga Business Intelligent di University Aix Marseille France menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan pengembangan SDM. Beliau telah memberikan banyak pelatihan di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, Malaysia dan Hongkong.

Creative Thinking For Business Performance

“Zaman ini bukan lagi knowledge economy tetapi creativity economy.” – Business Weeks 8/15 Agustus 2005.  Mulai di sadari pertumbuhan bisnis tidak dapat lagi mengandalkan sekian persen lebih baik dari tahun lalu.  Diperlukan ‘kreativitas’ dalam mengelola bisnis. 

Training Creative Thinking

Sasaran Training Creative Thinking Persaingan usaha sangatlah intensif bahkan akan lebih lagi dari masa ke masa. Hal ini adalah wajar, karena berbagai perusahaan berebut pada sumber –pelanggan- yang terbatas.  Pada akhirnya banyak organisasi memiliki kesamaan artileri dalam kompetisi tersebut. Pertanyaan utama adalah apa basis perusahaan untuk bisa unggul?

Creative Problem Solving And Decision Making

Pada Training Creative Problem Solving akan mengajak anda untuk dilatih dalam membuka cara pandang atau pola pikirannya dengan dengan beberapa ketrampilan teknik berpikir kreatif yang memudahkan anda memunculkan gagasan kreatifnya antara lain :Brainstorming, Attribute Listing, Check Listing. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Creative Problem Solving And Decision Making ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami cara menganalisis masalah secara efektif Mampu mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah secara sistematis Memahami factor-faktor yang menghambat Kreativitas Mampu mengembangkan alternative pemecahan masalah secara kreatif Mampu mengambil keputusan secara tepat Metode Pelatihan Training Creative Problem Solving And Decision Making dilaksanakan dengan metode: Diskusi Kelas / Kelompok Latihan Permainan Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Creative Problem Solving And Decision Making adalah : KWALITAS BERFIKIR SISTEMATIS Analisis Masalah secara Kritis Membatasi Masalah Masalah yang perlu dipecahkan Mencari sebab yang paling Mungkin PERUMUSAN MASALAH Identifikasi Masalah yang Ada di Tempat Kerja Memilih dan memilah Masalah Menentukan masalah yang Prioritas ANALISIS KEPUTUSAN Langkah-langkah dalam Pengambilan Keputusan MENGGUNAKAN KREATIVITAS DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pengertian Kreativitas Karakteristik Orang yang Kreatif Proses berfikir Kreatif vs Sistematis TEKNIK MENINGKATKAN KREATIVITAS Hambatan dalam Kreativitas Teknik meningkatkan Kreativitas Testimoni “Sangat baik” “Cukup baik” “Sangat baik & menguasai materi” “Sudah sangat baik” Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun bertindak sepagai trainer, konsultan dan coach diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang : Personal Development, Mental Switching, Leadership Skills, Supervisory Management, Coaching and Counseling, Management Training, Creative Problem Solving and Decision Making, Communication Skills, Public Speaking & Presentation Skills, Negotiation Skills, Achievement Motivation Training, Dealing With Difficult People, Team Building, People Development. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Clinical Psychology serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutannya mengambil pendalaman bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua nya di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Training Creative Problem Solving

Training Creative Problem Solving mempelajari bagaimana Analytical Thinking vs Creative Thinking, bagaimana membuka blocking pikiran, apa 5 langkah merencanakan ide kreatif, bagaimana teknik-teknik berpikir kreatif  dan apa teknik 6 langkah pemecahan masalah. Deskripsi Dalam keseharian, manusia tidak dapat lepas dari permasalahan yang dihadapi di pekerjaan. Umumnya dalam menghadapi permasalahan tersebut, maka ia cenderung mencari referensi dari penyelesaian masalah masa lalu yang mirip dengan permasalahan yang dihadapi saat ini. Yang terjadi adalah masalah saat ini tidak dapat diselesaikan dengan mengandalkan cara lama tersebut, karena banyak faktor, seperti :tingkat urgensi , pihak yang terlibat, kedalaman masalah, dan lain-lain. Beberapa factor tersebut, menuntut solusi setiap masalah untuk dibuat spesifik agar dapat diselesaikan secara tepat. Oleh karena itu dalam perumusan solusi diperlukan proses analisa yang detail melalui berbagai teknik. Salah satu teknik dimana unsure kreatif sangat ditekankan yaitu penggunaan Creative System dari Osborne Panes. Metode ini sangat praktis dengan penggunaan 6 langkah. Pelatihan ini akan mengajak para pesertanya untuk dilatih membuka cara pandang atau pola pikirannya dari pola piker konvergen (konvensional) menjadi pola pikir yang divergen (lateral thinking), yang mengaktifkan penggunaan otak kanan. Proses ini diperlukan karena berpikir kreatif sangat bergantung pada keterampilan menggunakan otak kanan. Setelah membiasakan diri untuk menggunakan otak kanan, peserta akan dilengkapi dengan beberapa ketrampilan teknik berpikir kreatif yang memudahkan peserta memunculkan gagasan kreatifnya antara lain :Brainstorming, Attribute Listing, Check Listing dan lain-lain. Aplikasi dalam pekerjaan nantinya, peserta dapat fleksibel memilih alternative teknik yang dia kuasai jika dihadapkan pada masalah yang harus diselesaikan secara kreatif. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Creative Problem Solving ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami konsep dasar kreativitas, dan mengenali tingkat kreativitas masing-masing. Mengembangkan pola piker analitis, kreatif, rasional, sistematis dan pragmatis Mengenali berbagai hambatan yang menghalangi kreativitas. Memecahkan masalah secara kreatif Target Peserta Training Creative Problem Solving ini ditujukan untuk para: Para pimpinan yang dituntut untuk selalu berpikir kreatif mencari solusi permasalahan pekerjaan Para staff yang bidang pekerjaannya menuntut improvement Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan berpikir kreatif untuk pemecahan masalah  Metode Pelatihan Training Creative Problem Solving dilaksanakan dengan metode: Diajak bermain kreatif untuk membuka pikiran Dilengkapi dengan kegiatan dan diskusi kelompok untuk menambah wawasan diantara peserta, Adanya pembahasan masalah nyata di pekerjaan agar ketrampilan berpikir kreatif yang didapatkan terhubung dengan aplikasi pekerjaan. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Creative Problem Solving adalah : Analytical Thinking vs Creative Thinking Membuka blocking pikiran : menjadi individu kreatif 5 langkah merencanakan ide kreatif : Identification, Concentration, Incubation, Ilumination, Evaluation Teknik-teknik berpikir kreatif : Brainstorming, SCAMPER Teknik 6 langkah pemecahan masalah : Mess Finding, Fact Finding, Problem Finding, Solution Finding, Acceptance Finding Aplikasi kreativitas dalam pekerjaan Testimoni “Baik” “Bagus, interaktif tidak membosankan” “Materi bagus & bermanfaat” “Bagus sesuai harapan” “Sangat pintar & jelas, selalu memastikan peserta sudah mengerti atau blm” “Bagus & menyenangkan” “Materi yang disampaikan menarik” “Pertahankan cara menyampaikan materi dengan sesi menyenangkan” Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Training Creative & Innovative Thinking

Training Creative & Innovative Thinking adalah training yang mempelajari tentang perbedaan kreatif dan inovatif, kombinasi otak kiri dan kanan untuk memunculkan ide kreatif, bagaimana blok mental dan kebiasaan membatasi diri, model teknik berpikir kreatif. Deskripsi Tuntutan bisnis saat ini menuntut adanya perubahan yang dinamis, terutama untuk terus berubah dengan dinamisnya perubahan ekspektasi pelanggan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, organisasi bisnis perlu memunculkan inovasi-inovasi yang memungkinkannya menyelesaikan proses, produk, layanan atau bahkan model bisnis baru. Hal ini didukung oleh hasil survei MoSTI yang menunjukkan pada abad 21, perusahaan yang sukses dalam bisnis yang mendukung bisnisnya berbasiskan inovasi, seperti Apple, Microsoft, 3M, dll. Inovasi adalah proses berfikir sistemik, mulai dari Pola Berpikir Kreatif sampai dengan proses diskusi-inovasi kreatif menjadi bentuk inovasi yang bermanfaat. Tantangan Berpikir Individu dalam Situasi Diri. Oleh sebab itu, para pemimpin organisasi dan karyawan harus mengatasi hambatan-itu untuk kemudian mengembangkan pola pikir baru yang kreatif dan inovatif . Pelatihan ini akan mengajak peserta untuk membahas: pola piker kreatif, teknik mentransfer pemikiran-ide kreatif, penggunaan teknik-teknik berpikir kreatif, dan langkah-langkah terapan untuk memantau pelaksanaan proses inovasi ditempat kerja. Selain itu para peserta akan diajak untuk berpikir kreatif dan meminta bantuan pelatihan: Praktis karena dilengkapi dengan bentuk yang langsung dapat digunakan dan contohnya kasus di pekerjaan Inspirasi dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk memintanya di pekerjaan Menyenangkan dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya menyenangkan, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan  Sasaran Pelatihan Setelah Mengikuti Training Creative and Innovative Thinking ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami perbedaan keguanaan otak kiri dan otak kanan Memahami kekuatan diri untuk menjadi orang kreatif Merencanakan pemunculan ide Mengidentifikasi masalah yang ditanyakan Target Peserta Training Creative and Innovative Thinking ini ditujukan untuk para Para karyawan dengan posisi yang membutuhkan ketrampilan untuk berpikir kreatif dan inovatif  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan berpikir kreatif dan inovatif  Metode Pelatihan Training Creative and Innovative Thinking dilaksanakan dengan metode Perkuliahan Lanjutan Kelompok diskusi Olahraga Simulasi pengalaman, seperti: Putar , permainan, dan latihan Keterampilan Outline Materi Pelatihan materi yang akan membahas topik Training Creative and Innovative Thinking adalah: Apakah saya termasuk orang kreatif (UjiKreatifdiri) Perbedaan kreatif dan inovatif Kombinasi otak kiri dan kanan untuk memunculkan ide kreatif Blok mental dan kebiasaan Membatasi Diri 5 Tahap pemunculan ide kreatif: Identifikasi, Menjelajahi (Out of the box thinking), Inkubasi, Penerangan, Evaluasi Disertailatihan Model teknik berpikir kreatif: Brainstorming, Daftar Atribut, Force Relationship, Scamper, Random words Disertailatihan 4 Tahap proses inovasi (Michael Steinlegh): Mulailah inovasi, Kembangkan strategi bisnis yang efektif, Terapkan pengembangan bisnis, Menurun Praktek keterampilan individu: mangambil satu pekerjaan untuk diselesaikan dengan pemikiran kreatif dan inovatif Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai profesional di bidang HR dengan keahlian: kreativitas dan inovasi, pengembangan karakter, motivasi, pengembangan sistem SDM. Selama kurun waktu tersebut, Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas individu yang dapat dilihat individu atau organisasi mana pun terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan psikologi dan latar belakang profesional sebagai HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan SDM diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll. Testimoni “Bagus Produktif & Efektif” “Keren, Komunikatif & Cukup Baik hearts MENYEDIAKAN materi Studi KASUS Nyata Dan Kongkrit” “Keren TIDAK kesulitan” “Baik” “Pelatihan bagus, menambah wawasan & informasi” “Menguasai materi, dapat merangkul peserta training” “Trainer menguasai Materi” “materi cukup menyenangkan” “Tetap Semangat mengajar” “cara penyampaiannya Friendly mudahdipahami” “Trainer Aplikatif”