Operation Training

ERM Konsep & Integrated Risk Management And Internal Control

Deskripsi Perubahan yang terjadi dengan cepat menghadapkan perusahaan  modern baik di industri keuangan maupun non-keuangan pada  berbagai ketidakpastian yang timbul dari lingkungan bisnisnya  maupun dari faktor- faktor internal. Risiko terkait dengan efek  ketidakpastian terhadap pencapaian sasaran-sasaran perusahaan.  Pendekatan modern terhadap risiko adalah bahwa risiko perlu  dikelola secara integratif, menyeluruh oleh setiap unit kerja, personal dengan dipimpin langsung oleh pengurus perusahaan, manajemen puncak (Enterprise Risk management). Enterprise Risk Management (ERM) memungkinkan organisasi  mengelola segala jenis risiko di seluruh proses, kegiatan, produk,  layanan, seluruh pemangku kepentingan. ERM juga  memungkinkan organisasi memanfaatkan dan mengoptimisasi (risk  optimization) apa yang dikenal sebagai ‘upside risk’ atau peluang  (opportunities). Tujuan Pelatihan Workshop ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan kompetensi pemahaman tentang Enterprise Risk Management (ERM) kepada peserta, kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk merencanakan, melakukan, mendukung, mengembangkan secara berkelanjutan implementasi Enterprise Risk Management (ERM) di organisasi mereka. Ruang lingkup pembahasan mencakup: Pengenalan atas konsep, pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM; Proses Manajemen Risiko Tentang Key Risk Indicator, Key Control Indicator,  Kaitannya dengan pencapaian KPI Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko,  kontrol internal. Siapa yang bertangguang jawab untuk manajemen risiko, kontrol internal dalam perusahaan. Target Peserta Komite GCG Pimpinan & Staff Manajemen risiko GM/ Manager Teknologi Informasi/ ICT Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary Kepala Satuan Pengawasan Intern ( SPI ) General Manager/ Manager/ Kepala Divisi/ Departemen Internal Audit, Sistem Manajemen , dan Internal ISO. Pimpinan, staf unit-unit operasional Pimpinan dan staf SDM Tim Quality Control Tim budaya perusahaan Tim perencanaan strategik Konsultan manajemen Pemerhati/peminat lainnya Outline Materi Bagian Satu: Konsep Pengenalan atas konsep dan pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM Proses Manajemen Risiko Diskusi kasus : 90’an : Nokia vs Ericsson, Toyota vs General Motor, Long- term, Blue Bird Capital Management, Barings Bank 2000’an : Enron, Lehman Brothers, European and US Financial crisis 2016’an : Blue Bird 2017’an : Sevel 7 II.  Bagian Dua: Implementasi Tentang Key Risk Indicator dan Key Control Indicator dan Kaitannya dengan pencapaian KPI Workshop penerapan manajemen risiko Diskusi kasus III. Integrated Risk Management And Internal Control Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko dan kontrol internal. Siapa yang bertanggung jawab untuk manajemen risiko dan kontrol internal dalam perusahaan. Cara efektif untuk melakukan RCSA (Risk & Control Self-Assesment). Diskusi kasus. Fasilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA. Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Effective Inventory Management

Training Effective Inventory Management ini bertujuan agar anda dapat merencanakan, mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif, memahami Forecast Demand, pengendalian Lead Time, Safety Stock,  medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi. Setiap perusahaan niaga atau industri perlu memiliki persediaan untuk menjamin kelangsungannya. Hal itu perlu dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang ke dalamnya. Mereka harus mampuh mempertahankan jumlah persediaan optimum untuk menjamin kebutuhan bagi kemajuan kegiatan perusahaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Inventory adalah merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah dipahami karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan. Persediaan merupakan bentuk investasi, dari mana keuntungan (laba) itu bisa diharapkan melalui penjualan di kemudian hari. Oleh sebab itu pada kebanyakan perusahaan sejumlah minimal persediaan harus dipertahankan untuk menjamin kontinuitas dan stabilitas penjualannya. Inventory dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, sedikitnya 40% dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga pengelolaan inventory adalah hal yang krusial bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka menginginkan agar inventory sesedikit mungkin sehingga dapat menekan biaya.  Sementara itu di pihak internal customer (User) sering mengeluh karena seringnya kasus stockout terjadi. Keseimbangan antara demand & supply adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti 2 hari Pelatihan ini peserta diharapkan akan: Dapat merencanakan, mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif. Memahami Forecast Demand, pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung, menekan inventory. Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna. Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung, memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi. Sasaran Pelatihan Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Target Peserta Supply Chain Manager, Commercial Manager, Warehouse Manager, PPIC Manager, Procurement/Purchasing Manager, Inventory Manager, Logistics Manager, Maintenance Manager,  Productioion Manager, Para Supervisor, dll. Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan di bidang Inventory Management ( Management Perserdiaan ). Metode Pelatihan 50 % Theory,  30 Case Study, 20 % Sharing Discussion. Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: Group discussion, exercise, experiential simulation such as: role-play, and skill practice. Untuk melengkapi, instruktur akan menyampaikan pelatihan secara: Practical, dilengkapi dengan contoh nyata kasus di pekerjaan/Lapangan. Inspiring, cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan. Enjoyable, instruktur akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta rileks dan antusias selama pelatihan. Outline Materi Hari Pertama : Session 1 ( 8.00 – 10 .00) Pendahuluan Pengertian Inventory Management Tujuan Pengelolaan Persediaan Fungsi Persediaan Coffee Break ( 10.00-10.30 ) : Session II ( 10.30-12.00 ) Grouping Inventory Menetapkan Persediaan Keuntungan Meningkatkan Persediaan Kerugian Meningkatkan Persediaan Lunch (12.00 – 13.00) : Session III ( 13.00-15.00 ) Jenis Jenis Persediaan Fokus Pengelolaan Persediaan Sistem Pengendalian Persediaan Menetapkan Nilai Persediaan Coffee Break ( 15.00 – 15.30 ) : Session IV ( 15.30 – 17.00 ) Stockout Cost Biaya Biaya Persediaan Carrying Cost Calculation Ordering Cost Hari Kedua : Session V ( 8.00 – 10.00 ) Total Inventory Calculation Production Order Quantity (POQ) Quantity Discount Model (QDM) Probability Model (PM) Coffe Break (10.00-10.30 ) : Session VI ( 10-30 – 12.00 ) Economic Order Quanity ( EOQ ) Re Order Point ( ROP ) Stabilization Stock (SS) Master Production Schedule ( MPS ) Lunch ( 12.00 – 13.00 ) : Session VII ( 13.00 – 15.00 ) Production Planning Inventory Control (PPIC) Materials Requirement Planning ( MRP ) Enterprise resource Planning ( ERP) Just In Time ( JIT ) Coffe Break (15.00 – 15.30 ) : Session VIII ( 15.30-17.00 ) Perhitungan & Biaya Safety Stock Analisa Rasio (AR) Cost Analysis (CA ) Role Play, Sharing & discussion. Kesimpulan Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan persediaan harus diisi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat, dalam kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat.atau dengan kata lain, sistem dan model persediaan bertujuan untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan kapan pesanan di lakukan secara optimal. Fasilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia, for Subjects / Topics of: LEADERSHIP SKILL & CREATIVE PROBLEM SOLVING OPERATIONS & PRODUCTION MANAGEMENT STRATEGY & PROCUREMENT MANAGEMENT BUSINESS CONTRACT DRAFTING & REVIEWING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUCCESSFUL BUSINESS WRITING TOTAL QUALITY MANAGEMENT EXPORT IMPORT PROCEDURES LEADERSHIP & ENTERPRENEURSHIP   EFFECTIVE TRAINING & DEVELOPMENT EFFECTIVE RECRUITMENT & SELECTION   EFFECTIVE PRESENTATION & COMMUNICATION SKILL   STOCKPILE MANAGEMENT STRATEGIC MANAGEMENT   TRAINING OF TRAINER PERFORMANCE MANAGEMENT COACHING & COUNSELING FOR MANAGER LOGISTICS MANAGEMENT BUSINESS, & TAX LAW KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) 

Housekeeping Training

Salah satu tujuan pelatihan Training Housekeeping adalah agar kita bisa memahami konsep 5S, workplace organization dan bisa melakukan implementasi 5S hingga tahap evaluasi. Deskripsi Housekeeping merupakan bagian dari departemen yang bertanggung jawab dalam mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan, kenyamanan, memperbaiki kerusakan, dekorasi lingkungan kerja dengan tujuan agar lingkungan kerja tersebut tampak rapi, bersih, menarik, menyenangkan bagi penghuninya. Secara umum, fungsi housekeeping management yaitu melakukan perencanaan (planning), organizing, staffing, leading and controlling yang harus diterapkan secara konsisten. Tujuan utama yang harus dicapai dengan adanya housekeeping management yaitu menciptakan lingkungan kerja, budaya kerja yang baik sehingga kinerja karyawan dapat optimal. Salah satu teknik yang dapat diterapkan guna menciptakan budaya kerja yang baik yaitu konsep 5S. 5S atau Seiri/Ringkas, Seiton/Rapi, Seiso/Resik, Seikutse/Rawat & Shitsuke/Rajin merupakan konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi tertata rapi, terstruktur, tervisualisasi. Pelatihan Housekeeping Training ini dirancang untuk shop floor staff, seperti operator, line leaders, pengawas serta teknisi; ataupun staff management dimana melalui pelatihan Housekeeping Training peserta akan dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan yang diperlukan dalam mengimplementasikan konsep 5S. (Housekeeping Training) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Housekeeping Training ini peserta diharapkan akan mampu untuk : Memahami peran housekeeping management dalam perusahaan. (Housekeeping Training) Memahami konsep 5S,  workplace organisation. (Housekeeping Training) Melakukan implementasi 5S pada work station hingga tahap evaluasi. (Housekeeping Training) Target peserta Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Semua Anggota P2K3 Semua jajaran Manajer dan Supervisor Perusahaan mulai dari Bagian Produksi, Pemeliharaan, Engineering, Analis, Personalia, Pelatihan dan Pengembangan sampai dengan Sekuriti Semua karyawan yang terkait dan diharapkan dapat membantu melakukan implementasi SMK3 Metode Pelatihan Housekeeping Training ini menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi Materi Housekeeping Training yang akan dibahas adalah : Konsep dan Fungsi Housekeeping Management Perspektif & Konsep 5S/5R Keamanan Tempat Kerja yang Rapi Efisiensi Penerapan, Pengukuran Kinerja & EValuasi  5S/5R Impelementasi dan beberapa contoh perusahaan yang telah berhasil mengimplementasikan 5S. Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Training Management Representative (MR)

management-representative-1

Training  Management Representative mempelajari bagaimana dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), apa maksud dan yujuan SMK3 OHSAS 18001:2007, mengenai pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007, mengenai Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS), mengenai audit internal OHSAS, bagaimana tindakan pencegahan, bagaimana  Investigasi OHSAS 18001:2007 dan hal – hal lain mengenai Management Representative. Deskripsi ISO 9001 dan Standar internasional lainnya seperti ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000 dan yang lainnya maewajibkan adanya penunjukan seorang atau lebih Wakil Manajemen / Management Representative yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan sistem manajemen perusahaan , berinteraksi dengan badan sertifikasi pihak ketiga dan melaporkan efektivitas sistem manajemen kepada Top Manajemen. (Management Representative) Training Management Representative  akan memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi para MR di perusahaan mengenai Tugas & Tanggung Jawabnya serta keterampilan / skill apa saja yang diperlukan untuk mendukung perannya dalam mengembangkan sistem manajemen di organisasi dan mendorong perbaikan terus-menerus/ continual Improvement.(Management Representative) Tujuan Pelatihan Memahami dan menguasai persyaratan implementasi dan pemeliharaan Sistem Manajemen diperusahaan  yang benar dan efektif (Management Representative) memahami proses pelaporan kepada top management  tentang kinerja Sistem Manajemen perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement (Management Representative) Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan peningkatan kesadaran seluruh karyawan di organisasi tentang pentingnya peran mereka dalam implementasi Sistem Manajemen (Management Representative) Meningkatkan wawasan terkait peran MR yang  mewakili organisasi dalam hubungannya dengan pihak-pihak luar terkait implementasi Sistem Manajemen (Management Representative) Target peserta Pimpinan (Top Management) (Management Representative) Para GM, Manager, Supervisor (Management Representative) Management Representative (MR) / Wakil  Manajemen (Management Representative) Kandidat Management Perusahaan Wakil  Manajemen /  MR (Management Representative) Auditor  Internal Sistem Manajemen (Management Representative) Personil   yang   terlibat   dalam   Pelaksanaan   dan Pemeliharaan Sistem Manajemen  (Management Representative) Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendalami aplikasinya. Pelatihan ini akan memberikan skill / ketrampilan bagi keberhasilan peran seorang Management Representative terutama sebagai Konsultan Internal Produktivitas dan Improvement di Organisasi.   Hal ini juga merupakan kesempatan yang sangat baikuntuk mempertajam keterampilan Management Representative yang sudah ada dalam mejalankan peran & tanggung jawabnya. Outline Materi Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Maksud dan Tujuan SMK3 OHSAS 18001:2007 Pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007 Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS) Audit Internal OHSAS Tindakan Pencegahan, Investigasi OHSAS 18001:2007 Penjabaran Klausl-klausul OHSAS 18001:2007 Pengenalan simbol-simbol OHSAS 18001:2007 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Hazardous Material & Waste Management

Deskripsi Penggunaan bahan kimia, bahan berbahaya, beracun (B3) telah akrab di kehidupan sehari-hari maupun dalam aktifitas industri. Karena karakteristik dan dampaknya, bahan kimia dan B3 harus dikelola penggunaan, penyimpananya. Mengingat akhir-akhir ini, sering sekali terjadi kasus-kasus yang terkait dengan Bahan Berbahaya dan Beracun, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian yang intens, menerus untuk hal ini. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya, beracun (B3), Kementerian Negara Lingkungan Hidup mempunyai kewenangan untuk mengawasi penggunaan bahan berbahaya, beracun dari aspek pelestarian lingkungan hidup. Kewenangan ini merupakan hal baru karena selama ini Kementerian tersebut hanya berwenang mengawasi pengelolaan limbah bahan berbahaya, beracun (Limbah B3) saja. Perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan bahan berbahaya, beracun (B3) sesuai dengan yang disyaratkan oleh Peraturan Pemerintah tersebut diatas, juga pengetahuan teknis implementasinya, seperti: pemahaman karakteristik, identifikasi B3, dampak lingkungannya, lembar data keselamatan bahan (MSDS), pelabelan & simbol, penyimpanan, pengangkutan, penanganan keadaan darurat, memastikan pengelolaannya di perusahaan. Pengelolaan B3 tidak semata-mata untuk memenuhi peraturan yang berlaku, tetapi juga merupakan kebutuhan bagi perusahaan. Pengelolaan B3 terkait dengan meningkatnya keamanan, keselamatan pekerja karena dapat menekan resiko kecelakaan kerja yang terjadi. Dengan demikian perusahaan secara tidak langsung telah melindungi aset sumber daya manusia dalam perusahaan,  dapat memperbesar saving cost. Tujuan Pelatihan Peserta memaha.mi jenis – jenis B3. peserta memahami bagaimana menentukan suatu bahan tersebut B3 atau bukan. Peserta memahami fungsi MSDS dan element – elementnya. Peserta memahami bagaimana prosedur penerimaan, penyimpanan dan pengangkutan B3. Peserta memahami bentuk – bentuk pengelolaan dan pengolahan B3. Peserta memahami bagaimana penanganan tumpahan B3 . Target peserta Pimpinan (Top Management) para manajer dan pengambil keputusan di perusahaan yang terkait Manajemen B3& Limbah B3 Para Supervisor & Karyawan yang terkait dengan Pelaksanaan Penanganan Bahan B3& Limbah B3 Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendala panduan bagi Anda bagaimana mengimplementasikannya dan dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang akrab bagi pelaku bisnis. mi aplikasinya Outline Materi Pengenalan B3 dan Bahaya B3 Sistem dokumentasi Limbah B3 Identifikasi bahan kimia berbahaya Material safety data shees (MSDS) Persyaratan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun berdasarkan peraturan yang berlaku Proses penimbunan dan pembuangan akhir limbah B3 Proses pengangkutan B3 Sistem Pengemasan dan penyimpanan B3 Pelabelan dan simbolisasi B3 dan Limbah B3 Strategi tanggap darurat limbah B3 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) based on PP50-2012 & OHSAS 18001 2007

Deskripsi Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui SMK3 guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan SMK3 sehingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, peningkatan efisiensi, dan produktifitas perusahaan dapat terwujud maka perlu diterapkan Persyartan minimal mengenai Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul. Sedangkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun  2012  mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor : PP No. 50 Tahun 2012 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada   Peraturan   tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3. Tujuan Pelatihan : Peserta memahami persyaratan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja sesuai persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012 Peserta mampu melakukan gap analysis antara persyaratan dengan kondisi aktual perusahaan. Memberi penjelasan mengenai identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya K3 dengan mengaju kepada persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012dan peraturan pemerintah terkait dengan K3. Peserta mengetahui cara melaksanakan Internal Audit dan Manajemen review yang efektif. Target peserta : Top Manajemen / Manager Management Representative Kandidat MR / Wakil Manajemen Pejabat / Staf Departemen OHS / K3 Pihak-pihak yang berkepentingan dalam penerapan & pengembangan SMK3 Mahasiswa / Fresh Graduate yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penerapan & pengembangan SMK3 Metode Pelatihan : Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi : Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Maksud dan Tujuan SMK3 OHSAS 18001:2007 Pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007 Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS) Audit Internal OHSAS Tindakan Pencegahan, Investigasi OHSAS 18001:2007 Penjabaran Klausl-klausul OHSAS 18001:2007 Pengenalan simbol-simbol OHSAS 18001:2007 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Document Control & Filling System

Salah satu tujuan Document Control & Filling System training adalah agar kita bisa memahami  bagaimana konsep implementasi pengendalian dokumen yang efektif, bagaimana mengidentifikasi dokumen (penomoran, kode revisi dan riwayat perubahan dokumen), bagaimana konsep management change pada dokumen, mengenai approval system pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan persetujuan ulang), mengenai manajemen distribusi salinan dokumen (Controlled Copy & Uncontrollerd Copy), bagaimana manajemen dokumen kadaluarsa, dan hal – hal lain terkait Document Control & Filling System. Deskripsi ISO 9001 dan Standar internasional lainnya seperti ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000 dan yang lainnya mewajibkan adanya pengendalian dokumen yang efektif untuk memastikan hanya dokumen yang sudah mendapatkan persetujuan yang digunakan, mengetahui riwayat perubahan pada dokumen, mencegah terpakainya dokumen yang sudah kadaluarsa, manajemen penyimpanan arsip/dokumen untuk memastikan arsip/data tidak rusak dan hilang selama masa penyimpanan. Pengendalian Dokumen & Filling System juga sangat diperlukan baik dalam perusahaan maupun dalam project (proses Tender serta Engineeringm Procurement & Construction di Oil & Gas Industry).(Document Control & Filling System) Tujuan Pelatihan Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen.(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen.(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang).(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan.(Document Control & Filling System) Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan sattus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa.(Document Control & Filling System) Outline Konsep Implementasi Pengendalian Dokumen yang Efektif Identifikasi Dokumen (penomoran, kode revisi dan riwayat perubahan dokumen) Konsep Management Change pada Dokumen Approval System pada Dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang) Manajemen Distribusi Salinan Dokumen (Controlled Copy & Uncontrollerd Copy) Manajemen Dokumen Kadaluarsa Manajemen Dokumen Eksternal (dokumen yang berasal dari luar perusahaan) Pengendalian Data / Arsip & Filling System Improvement dalam sistem Pengendalian Dokumen & Data Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes) Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendalami aplikasinya. Pelatihan ini akan memberikan skill / ketrampilan bagi keberhasilan peran seorang Management Representative terutama sebagai Konsultan Internal Produktivitas dan Improvement di Organisasi. Hal ini juga merupakan kesempatan yang sangat baikuntuk mempertajam keterampilan Management Representative yang sudah ada dalam mejalankan peran & tanggung jawabnya Who Should Attend : Management Representative Document COntroller HRD Kandidat MR / Wakil Manajemen Project Owner / EPC Contractor Konsultan Manajemen Proyek Pihak-pihak yang berkepentingan dalam Pengendalian dokumen proyek Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management), Auditing Skill, Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Contractor Safety Management System (CSMS) in Oil Gas Geothermal Industry

Training Contractor Safety Management System (CSMS) in Oil Gas Geothermal Industry mempelajari mengenai pengenalan & pemaham CSMS, bagaimana standar penerapan CSMS, apa klasifikasi resiko perusahaan, bagaimana pengukuran kinerja SMK3L,HSE Capability Assessment, bagaiaman proses CSMS, dan juga tentang seputar CSMS in Oil Gas Geothermal Industry. Deskripsi Contractor Safety Management System (CSMS) dikembangkan  dan  diterapkan  oleh  para  kontraktor,  vendor,  supplier yang umumnya bergerak di bidang dibidang/industri  minyak,  gas  dan  panas bumi. (CSMS) Dan dalam Regulasi BPMIGAS PTK No-13/2006-S8 ditegaskan bahwa Oil & Gas Company atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam Industri Minyak Gas & Panas Bumi wajib menjamin pelaksanaan CSMS, yang bertujuan : Meningkatkan kompetisi melalui usaha pengurangan biaya Mengurangi resiko paparan terhadap jasa kontraktor Agar rekanan mengikuti dan mematuhi HSE Policy dari pemberi kerja Hal tersebut yang membuat CSMS adalah hal yang “Mandatory” bagi   para   rekanan Oil & Gas Company.  Dan pentingnya lagi sebelum pelaksanan Tender yang terkait dengan Teknikal & Komersil, Kinerja CSMS para Perusahaan Rekanan akan di lakukan Assessment terlebih dahulu. (CSMS) Tujuan Pelatihan Meningkatkan Perbaikan kinerja HSE  secara berkesinambungan bagi Perusahaan dan kontraktor dengan mengatur program HSE  yang efektif pada kontrak. (CSMS) Membantu kontraktor dalam mengatur program yang selaras dengan tuntutan Perusahaan / Klien. (CSMS) Memfasilitasi hubungan antara kegiatan kontraktor dengan kegiatan Perusahaan/Klien, kontraktor dan sub-kontraktor. (CSMS) Sasaran Pelatihan Untuk Personel Pemberi Kerja / Owner. (CSMS) Memberikan kemampuan kepada personil Pemberi kerja /Owner dalam menguji dan menyeleksi kontraktor, memonitor pelaksanaan proyek dan meninjau proyek yang telah selesai berdasarkan kinerja HSE  yang mereka usulkan. Untuk Personil Kontraktor / Pelaksana. (CSMS) Memberikan kemampuan kepada personil kontraktor dalam pengembangan, pembuatan dan implementasi Sistim Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan. Target Peserta Pimpinan (Top Management) Para GM, Manager, Supervisor / Engineer Management Representative (MR) / Auditor  Internal / Personil   yang   terlibat   dalam   Pelaksanaan CSMS Akademisi / Mahasiswa / Fresh Graduate yang ingin mendalami mengenai CSMS Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran  dengan cara yang atraktif dan interaktif dengan metode: Pemaparan materi Tayangan film K3 Ice breaking Pre & post Test Quiz dengan cinderamata yang menarik Outline Materi Pengenalan & Pemaham CSMS Standar Penerapan CSMS Klasifikasi Resiko Perusahaan Pengukuran kinerja SMK3L HSE Capability Assessment Proses CSMS Qualification phase : Risk Assessment  – Pre Qualification Process – Selection and Job Awarded Implementation phase: Pre Job Activity – Work in Progress  – Final Evaluation HSE Program Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Training Basic Safety

Salah satu tujuan Training Basic Safety bertujuan mempelajari bagaimana pemahaman peraturan perundangan K3, apa saja jenis-jenis alat pelindung diri, bagaimana organisasi keadaan darurat (ERT), dan hal lainnya terkait Basic Safety. Deskripsi Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, tentang setiap tenaga kerja yang berhak atas keselamatan dalam pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja yang perlu dilindungi keselamatannya. Pelatihan Basic Safety akan memberikan gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan memahami prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan yang akan mengurangi dampak kecelakaan kerja di tempat kerja. (Basic Safety) Tujuan Pelatihan Pelatihan Basic Safety akan membahas tentang Basic Safety yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan Basic Safety diharapkan peserta pelatihan dapat menerapkan dan menerapkan peraturan di bidang K3 di tempat yang disetujui masing-masing. Tujuan pelatihan Basic Safety adalah sebagai berikut: Peserta dapat beruntung Undang-Undang No 1 tahun 1970 Peserta yang dapat menentukan peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3 Peserta dapat mengambil risiko Peserta dapat menggunakan Alat Pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja Sasaran Pelatihan Kesadaran dan kepedulian tentang K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat Peserta akan memiliki pengetahuan tentang persetujuan kecelakaan Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA Peserta dapat menyusun Organisasi situasi Darurat (ERT) dan P2K3 Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir, Segar kelas SMA / MA / SMK yang ingin berkarir sebagai HSE Lulusan baru D1, D2, D3, D4 / S1 yang ingin berkarir sebagai HSE Safetyman, Petugas HSE, Staf HSE, Paramedis Eksekutif atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu tentang Keselamatan Dasar Pemeliharaan Pasca Pelatihan Post Test dilakukan dengan Teknik L. Kirkpatrick yang mengukur 4 level pembelajaran : Perilaku Pembelajaran Reaksi Hasil Metode Pelatihan Kesadaran dan kepedulian tentang K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat Peserta akan memiliki pengetahuan tentang persetujuan kecelakaan Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA Peserta dapat menyusun Organisasi situasi Darurat (ERT) dan P2K3 Keunggulan Metode Pelatihan Presentasi : Agar penyampaian materi dilakukan agar Neuro Linguistic Programming efektif. Penyampaian diberikan dengan Metode Pengalaman, sehingga benar-benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditori, dan peserta Kinestetik baik multimedia maupun pembelajaran manual . Penyampaian materi disampaikan DENGAN Fokus Implementasi Dan Bukan Wacana Serta Bukan Wawasan Wawasan belaka. Outline Materi Materi Training Basic Safety yang akan dibahas adalah : Pemahaman Peraturan perundangan K3 Jenis-jenis Alat Pelindung Diri Organisasi Keadaan darurat (ERT) Identifikasi Bahaya Kondisi dan kesulitan yang berbahaya HAZOB, JSA & HIRA Perlunya Sistem Manajemen K3 Perlunya Organisasi K3 (P2K3) Perlunya Ahli K3 di perusahaan Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE., M.Si., CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); Tidak. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Dia memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Pengembangan Masyarakat , Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kesehatan di Universitas Ma Chung, Malang dan juga sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas / perguruan tinggi lainnya. Dia memberikan pelatihan inhouse dan pelatihan publik di beberapa perusahaan.Ia merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang ditunjuk sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) salah satu tujuannya  dapat mematuhi dan mengimplementasikan SMK3 di tempat kerjanya masing-masing. Deskripsi Pemerintah RI sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini akan membahas mengenai SMK3 yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat mematuhi dan mengimplementasikan SMK3 di tempat kerjanya masing-masing. Adapun tujuan pelatihan ini adalah sebagai berikut: Peserta  memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 Peserta memahami metoda identifikasi & pengkajian resiko bahaya K3 Peserta memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran & program K3. (SMK3) Peserta mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan Peserta mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan Instruksi Kerja. (SMK3) Peserta mampu Menyediakan, mengimplementasikan & memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Sasaran Latihan : Dapat memahami konsep SMK3 Dapat melakukan penyusunan tujuan, sasaran dan program K3 Dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Dapat mengetahui dan memahami proses sertifikasi SMK3 Target Peserta : Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir sebagai HSE Safetyman, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, dan HSE Manager Personel HSE Departemen (SMK3) Ahli K3 Umum (SMK3) Manager Non HSE yang berminat mempelajari SMK3 Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai SMK3 Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan SMK3 Metode Pelatihan : Presentasi Diskusi Konsultatif Sharing Pengalaman Studi Kasus Simulasi Outline Materi : Dasar – dasar Manajemen K3:  Kebutuhan dan Masalah K3, Lingkup K3, Manajemen K3, Prinsip Dasar SMK3 dan Manfaat K3 Pemahaman Persyaratan SMK3 dan Lingkup SMK3 Metode identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3: Lingkup bahaya K3, metode identifikasi bahaya K3, metode pengkajian resiko bahaya K3 Penyusunan Program K3: Lingkup Program K3, metode penyusunan program K3 Sertifikasi SMK3 PP No. 50 2012 Lembaga Audit SMK3 KEUNGGULAN METODE PELATIHAN PRESENTASI : Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning. Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka. Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); No. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Beliau mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan nickel pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Corporate Social Responsibilty, Community Development, Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia maupun Kesehatan & Keselamatan Kerja di Universitas Ma Chung, Malang serta sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas/perguruan tinggi lainnya. Beliau kerap kali memberikan pelatihan inhouse dan public training di beberapa perusahaan. Beliau merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang terdaftar sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Strategic Sourcing and Vendor Management

Training Strategic Sourcing and Vendor Management mempelajari mengenai  Strategic Sourcing, Vendor Selection,  Cost of poor Quality, Strategic partnership, Lean procurement, dan hal – hal lain terkait Training Strategic Sourcing and Vendor Management. Deskripsi Procurement/purchasing dan vendor management  sangat ditentukan oleh bagaimana proses hubungan dengan para supplier/vendor dilaksanakan. Mengapa vendor harus dimanagemeni dengan baik karena cukup besar uang perusahaan mengalir ke vendor. Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor idelnya harus lebih bagus dari harapan, bagaimana dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk reject delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, hingga konflik kepentingan, seringkali berawal dari kurang baiknya hubungan antara; team procurement/purchasing & team internal lainnya yang terkait dengan para supplier/vendor. (Strategic Sourcing and Vendor Management) Team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung & menguntungkan bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang sehingga menguntungkan kedua belah pihak. (Strategic Sourcing and Vendor Management) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategik & profesional.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mampu melakukan Audit vendor dengan baik.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mengembangkan sistem vendor management yang baik, terukur, & terencana.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses vendor management.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mampu memberikan bimbingan ke vendor untuk menyelamatkan pemborosan yang terjadi diproses supplier/ vendor dengan pendekatan lean.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Membangun komunikasi dan semangat untuk bersama meningkatkan profit. Mampu membangun  hubungan jangka panjang dengan vendoa. Mampu menyusun strategy inisisiatif vendor dengan pendekatan KPI. Mampu melakukan continous improvement bersama vendor. Target Peserta Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management Supply Chain Management, Logisticians Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi 40% analisa best practices & benchmarking antara; institusi, korporasi, & industri 40% studi kasus nyata & brainstorming antara trainer dengan peserta Outline Materi Hari ke 1 : 8.30 ~ 10.00           Strategic Souching 10.00 ~ 10.15         Coffe Break 10.15 ~ 12.00         Vendor Selection 12.00 ~13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45         Cost of poor Quality 14.45 ~ 15.00         Coffe break 15.00 ~ 16.00         Strategic partnership Hari ke 2 : 8.30 ~ 10.00           Lean procurement 10.00 ~ 10.15         Coffe Break 10.15 ~ 12.00         Vendor Audit 12.00 ~13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45         Key Performance Indocator by Vendor 14.45 ~ 15.00         Coffe Break 15.00 ~ 16.00         Vendor Development Program Testimoni “Materi & metode sudah sesuai” “Trainer berpengalaman” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Online Training : Autonomous Maintenance

Online Training  Autonomous Maintenance  (AM) mempelajari mengenai konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM), filososi dan tujuan, sasaran, kunci keberhasilan, aktifitas 5S sebagai dasar penerapan  Autonomous Maintenance dan hal – hal lain terkait Autonomous Maintenance  (AM). Deskripsi Dalam dunia industri, perkembangan dunia usaha / lingkungan bisnis menghadapi persaingan global yang semakin tajam menuntut setiap industri untuk melakukan penekanan biaya produksi dan peningkatan kualitas serta produktifitas yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut salah satu metode yang efektif adalah penerapan AM AM merupakan salah satu pilar dari 8 pilar yang terdapat pada Total Productive Maintenance (TPM). Tujuan utama dari AM adalah pendeteksian secara dini ketidaknormalan yang terjadi pada suatu mesin industri sehingga kerusakan mesin dapat dicegah. Mengapa demikian, karena kerusakan mesin bukan terjadi secara tiba-tiba tetapi terjadi secara graduation atau bertahap dari kerusakan kecil-kecil yang bersinergi membentuk kerusakan yang besar dan sampai akhirnya membuat break down mesin. AM atau disebut dengan Perawatan Mandiri dirancang untuk melibatkan operator mesin tidak hanya bekerja sebagai operator mesin saja tetapi juga melakukan aktivitas perawatan mesin secara sederhana (cleaning, lubrication, checking, dll). Dengan diterapkannya AM maka departemen maintenance dapat lebih fokus dan berkonsentrasi pada masalah preventive maintenance serta peningkatan productivitas mesin dan pengontrolan biaya maintenance. Setelah mengikuti Training AM ini diharapkan operator mesin mempunyai paradigma bahwa kinerja mesin tidak hanya ditentukan oleh departemen maintenance saja tetapi juga ditentukan oleh operator mesin itu sendiri. Outline Materi Materi Training Autonomous Maintenance yang akan dibahas adalah : Day 1 : 09:00 – 12:00 Konsep Dasar Total Productive Maintenance (TPM) Filososi dan Tujuan Autonomous Maitenance Sasaran Autonomous Maintenance 13:00 – 15:00 Day 2 : 09:00 – 12:00 Pembersihan awal Pencegahan sumber kontaminasi Standar pembersihan dan lubrikasi Inspeksi menyeluruh 13:00 – 15:00 Standar Perawatan Mandiri Process Quality Assurance Supervisi Mandiri Peran management dalam penerapan Autonomus Maintenance Strategi Training Autonomous Maintenance Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : 50 % landasan teori 50% study kasus Testimoni “Baik” “Metode penyampaian menarik Materi & hand out mudah dipahami” “Sharing Knowledge yg cukup bermanfaat” “Lugas jelas, mampu membuat suasana training menarik, mudah dipahami dalam menyampaikan materi” Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Documentation & implementation ISO 9001:2015

Deskripsi ISO 9001 adalah standar internasional mengenai persyaratan suatu Sistem Manajemen Mutu yang sudah diakui lebih dari 180 negara di dunia. Saat ini sedang dalam proses revisi dengan status Final Draft (FDIS) sehingga untuk perusahaan yang sudah menerapkan versi 2008 perlu melakukan pemahaman terhadap versi 2015 guna mempersiapkan upgrading ke versi 2015. Apa saja yang berubah dan bagaimana strategi penyesuaian dengan persyaratan baru ini? Pelatihan ini disajikan guna menjawab pertanyaan utama tersebut. Tujuan Pelatihan Tujuan program  dari proposal penawaran  ini adalah  untuk dapat  mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO-9001: 2015 sesuai dengan bisnis proses yang ada serta  meningkatkan kinerja personel serta sistem penjaminan mutu  yang lebih efisien dan efektif , sehingga bukan hanya dapat diperolehnya Sertifikasi atau pengakuan dari Badan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu melainkan  untuk meningkatkan Kepedulian (Awareness), Pengetahuan atau Pemahaman (Understanding) dan Keterampilan praktis  terhadap Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, sehingga mereka yang terlibat diharapkan mampu untuk : Memahami dan memiliki keterampilan dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Menjadi penggerak (motivator) implementasi Sistem Manajemen Mutu tersebut pada fungsinya masing-masing . Memahami dan mampu melakukan audit internal sesuai dengan persyaratan dalam Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memahami dan mampu memelihara serta menyempurnakan  sistem Dokumentasi (antara lain Standar Prosedur Mutu atau Prosedur Operasi Baku/ SOP) sesuai persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Memahami dan mampu melakukan continual improvement dengan melakukan program perbaikan berlanjut terhadap seluruh tindakan pencegahan dan perbaikan yang harus dilakukan, Pencapaian Sasaran Mutu berikut Analisis Data, Tinjauan Manajemen serta tindak lanjutnya, evaluasi serta tindak lanjut terhadap hasil kegiatan audit, serta implementasi seluruh tindakan pencapaian terhadap kepuasan Pelanggan. Tercapainya sasaran mutu dan perusahaan dengan pendekatan proses yang efisien dan efektif  dengan senantiasa memperbaiki proses secara berkelanjutan. Terbentuknya budaya kerja yang senantiasa mengarah kepada visi, misi dan kebijakan Perusahaan. SASARAN TRAINING QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001: 2015 Memahami perkembangan ISO 9000 seri dan konsep-konsep sistem manajemen mutu Memahami persyaratan-persyaratan standar ISO 9001: 2015 dan perubahannya Mampu menetapkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan system manajemen mutu yang ada sesuai persyaratan ISO 9001: 2015. Mampu mengidentifikasi sumber daya dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memelihara Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015. Mampu mengembangkan Sistem Manajemen Mutu menjadi sesuai dengan standar terbaru ISO 9001: 2015. MATERI QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 9001: 2015 Overview standar-standar ISO 9001 Interpretasi persyaratan ISO 9001 : 2015 Kompabilitas dengan environmental, health & safety management system. Strategi upgrade ISO 9001 : 2008 ke ISO 9001 : 2015. Strategi implementasi Manajemen sumberdaya Prosedur dan dokumentasi ISO 9001:2015 Workshop/ latihan (jika memungkinkan peserta dianjurkan membawa prosedur perusahaannya untuk dibahas) Target Peserta : General manager, Manager, Department Head, Supervisor, Section Head Strategi Peserta : Pelatihan dan konsultansi ini akan dibawakan dengan metode : ♦ 60% landasan teori ♦ 40% study kasus Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Training 5s Safety & Visual Management

Training 5s Safety & Visual Management adalah training mengenai bagaimana memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik,  bagaimana pentingnya tempat kerja (GEMBA), bagaimana memahami pentingnya keselamatan kerja, memahami dan mampu melakukan perbaikan manajemen visual di tempat kerja, mempersiapkan penerapan konsep 5s safety & visual management di perusahaan. Deskripsi Membangun Keunggulan Operasi Melalui 5s / 5r  Manajemen Visual Dan Implementasi Keselamatan  Meningkatkan produktivitas perusahaan demi peningkatan efisiensi, kompatibilitas dan kualitas. Salah satu cara meningkatkan produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan konsep dasar “Peningkatan Produktivitas Terpadu” yang lebih terkenal dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Shiketsu, Seitsu). pekerja dan uang dapat ditekan / diminimalisir. Melalui penerapan Konsep 5s Safety ini banyak memberi manfaat bagi perusahaan untuk membangun pondasi yang kuat dalam perencanaan budaya kerja, efisien, ber-etos kerja yang tinggi dan disiplin serta aman. Program 5s Safety juga menyediakan dasar perubahan sikap, tingkah laku atau pola pikir manajemen dan pekerja terhadap peningkatan produktivitas dengan prinsip “KAIZEN” yaitu perbaikan sedikit demi sedikit peningkatan bertahap tetapi terus menerus. Penerapan Konsep 5s Safety dengan teknik yang baik di perusahaan merupakan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas yang optimal. Agar terlaksananya penerapan 5s Safety , maka disusunlah Modul Penerapan 5s Safety dan manajemen visual dan keselamatan di perusahaan untuk dijadikan acuan bagi pelaksana dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan dan keselamatan kerja. Salah satu cara untuk menciptakan daya saing perusahaan menuju era globalisasi ekonomi dan perdagangan bebas. Dorongan membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang relatif singkat dilakukan dengan cara-cara besar yang pada akhirnya menghabiskan dana yang cukup tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan perusahaan sejenis. Usaha peningkatan produktivitas sama seperti membangun piramid, Fondasi harus ditingkatkan terlebih dahulu, kemudian dibangun lebih tinggi, jika tidak piramida yang telah dibangun akan runtuh dalam waktu yang relatif singkat. Dengan menyetujui 5S Manajemen visual dan Keselamatan di Perusahaan maka keuntungan yang akan diperoleh lisensi: Tanpa Pemborosan (Tanpa Limbah). Tanpa Kecelakaan Kerja (Zero Enjuri). Tanpa Kerusakan Mesin (Zero Break – Down). Tanpa Cacat (Zero Defect). Tanpa Penundaan Waktu. Tanpa Keterlambatan Pengiriman. Tanpa Keluhan Pelanggan (Klaim Pelanggan Nol). Tanpa Kerugian (Zero Defisit). Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikanberkesinambungan). Bekerja tidak dengan kata-kata tetapi dengan aksi nyata di lingkungan kerja. Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. Mengubah cara berpikir dan mempelajari pribadi ke Arah kienerja yang baik dan positif. 5S Manajemen Visual & Keselamatan Sebagai ilmu perilaku lebih memastikan kata-kata. Sebagai barometer manajemen. perusahaan yang dikembangkan oleh setiap orang.Sebagai falsafah manajemen dan sebagai sasaran utama produktivitas. Sasaran Pelatihan Setelah menerima pelatihan 5s Safety & Visual Management, para peserta diharapkan mampu: Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibalik Pentingnya Tempat Kerja (GEMBA) Memahami Pentingnya keselamatan kerja Program Memahami Konsep 5S dan Manfaat 5S Memahami langkah-langkah Implementasi 5s Safety & Visual Management di pabrik Memahami dan mampu melakukan perbaikan Manajemen visual di tempat kerja Mempersiapkan Penerapan Konsep 5s Safety & Visual Management di Perusahaan Agenda AGENDA HARI KE. 1 08.30 – 10.00 5S Fundamental: Yayasan Keunggulan Operasi 10:00 – 10:15 Istirahat Cofee 10:15 – 12:00 Manajemen & Strategi Implementasi 5s Safety & Visual Management 12:00 – 13:00 Makan Siang 13:00 – 14:30 Implementasi 5S S1 – Seiri dan S2 – Seiton 14:30 – 14:45 Cofee Break 14:45 – 16:15 Implementasi 5S – S2 – Seiton dan S3 – Seiso / Resik 16:15 – 16:30 Evaluasi & Umpan Balik  AGENDA HARI KE. 2 08:00 – 08:30 Ulasan Hari 1 08.30 – 10.00 Implementasi 5S – S4 – Seiketsu dan S5 – Shitsuke 10:00 – 10:15 Istirahat Cofee 10:15 – 12:00 Implemetation 5s Safety 12:00 – 13:00 Makan Siang 13:00 – 14:30 Implementasi manajemen visual 14:30 – 14:45 Cofee Break 14:45 – 16:15 Coaching Clinic 5S, Manajemen visual & Implementasi Keselamatan Rencana aksi 16:15 – 16:30 Evaluasi & Umpan Balik Facilitator Surachman. ST., MT Adalah Profesional yang memiliki lebih dari 22 tahun. Lebih dari 7 tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program Meningkatkan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta pelatihan. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai Mitra Asosiasi AOTS untuk Beasiswa Teknis Luar Negeri Jepang. Yokohama Kenshu pusat pada bidang Peningkatan Kualitas Berpengalaman di dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manajer Manajemen Mutu dan Manajemen Representatif di sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Keterampilan Manajerial, Sistem Manajemen Mutu TPM ISO 9001: 2000, ISO TS 16949, Sistem Manajemen Lingkungan 14000: 2004, Kompet Bisnis & Organisasi, Manajemen Kinerja, Indikator Pemasok, Pengembangan Pemasok, 5S, Inovasi Kualitas, dan Sistem Manajemen Kualitas Total.

Negotiation Techniques For Procurement

Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Deskripsi Sebagai seorang eksekutif, anda pasti dituntut banyak terlibat dalam berbagai bentuk negosiasi. Sering kali seseorang gagal dalam bernegosiasi karena tidak mempersiapkan diri dengan baik atau mungkin karena terjebak hanya karena ucapan lawan bisnis anda. Dalam mengikuti Pelatihan ini, anda akan memperoleh wawasan baru dalam menyusun negosiasi yang efektif dan mampu menerapkannya secara professional dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif, sehingga membawa dampak hubungan panjang yang terus berkesinambungan antara anda dan mitra negosiasi anda. Selain itu, anda akan diarahkan dan diberi kesempatan untuk saling berdiskusi. Anda dipacu akan lebih kreatif dalam mengembangkan alternatif yang bisa diterima oleh mitra negosiasi anda. Pelatihan akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana mempersiapkan dan melakukan perundingan secara professional agar apa yang diinginkan dapat tercapai. Tujuan Pelatihan Memahami prinsip –prinsip negosiasi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Memahami keseluruhan proses negosiasi. Mampu merencanakan negosiasi. Memahami berbagai teknik dan taktik negosiasi. Mampu melakukan komunikasi dengan baik. Target Peserta Purchasing Director/ Manager Procurement Director Supplier Operation Manager Production Manager Senior Buyers Price Analyst Logistics Distribution Manager Manufacturer Exporter Importer Trader Outline Materi Tujuan Pelatihan Analisa faktor – faktor Review Program Prinsip – prinsip negosiasi Proses negosiasi Perencanaan untuk negosiasi Komunikasi dalam negosiasi Negosiasi kontrak Taktik dalam negosiasi Menghindari “deadlock” Negosiasi melalui telepon Timing Lokasi Listening skills Komunikasi non – verbal Kontribusi verbal Studi Kasus dan diskusi. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Practical Warehousing and Inventory Management

Deskripsi Manajemen logistik dan Pergudangan memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan sebuah perusahaan. Barang yang disimpan di gudang bisa dalam bentuk bahan baku, barang setengah jadi, suku cadang maupun produk jadi. Peningkatan produktivitas dan pelayanan pergudangan akan sangat berpengaruh pada performansi perusahaan secara keseluruhan. Training ini akan membahas aspek operasional sistem manajemen pergudangan. Karena titik utama pembahasan adalah masalah operasional logistik dan administrasi pergudangan, maka Training ini sangat cocok untuk para eksekutif perusahaan di tingkat operasional dan menengah. Di dalam pelatihan ini,selain aspek manajemen juga akan dibahas secara terinci sistem dan prosedur administrasi pergudangan, laporan yang harus dihasilkannya beserta contoh setiap jenis formulir yang diperlukan. Target Peserta Manajer logistik dan staff, manajer pergudangan dan staff,manajer pengadaan dan staff, manajer keuangan dan staff, manajer Supply Chain dan staff serta semua posisi yang erat hubungannya dengan manajemen persediaan dan pergudangan. Metode Pelatihan Ceramah,diskusi, studi kasus dan praktikum QSB (Quantitative System for Business). Outline Materi Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam  kehidupan Perusahaan. Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik. Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan. Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan. Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan. Aktivitas gudang Struktur Pergudangan Pemilihan Lokasi Gudang Pemeriksaan/Pengujian  Barang. Dasar Pemeriksaan Barang. Sifat fisik barang kertas. Kriteria Pemeriksaan total dan sampling. Penentuan ukuran sample. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang. Administrasi Penerimaan Barang. Prasyarat penerimaan barang. Pembentukan team penerimaan barang. Kriteria penerimaan barang. Sistem dan Prosedur Administrasi Penerimaan Barang. Dokumen penerimaan barang. Berita Acara Penerimaan Sementara. Berita Acara Penerimaan Barang. Penyusunan laporan transaksi barang. Rekomendasi. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang. Sistem dan Prosedur Administrasi Penyimpanan Barang. Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang. Tatacara Pengisian Kartu Barang. Kode Lokasi Barang. Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan Tatacara perhitungan nilai persediaan barang Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case) Tata letak (Lay Out) Gudang. Akuntansi Persediaan. Aktivfitas unloading barang ukuran kecil. Pengendalian kualitas dan kuantitas. Packaging. Identifikasi produk. Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan Pengendalian persediaan. Authomatic identification method Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton. Order-pick methods. Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton. Identifikasi posisi karton dan pallet. Pedoman umum pengaturan tata letak gudang. Beberapa alternatif tata letak gudang. Hubungan tataletak dan material handling. Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan. Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan. Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE. Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi. Laporan Sistem Pergudangan. Laporan status persediaan. Laporan Transaksi Barang. Klasifikasi  Barang. Statistik Pemakaian Barang. Laporan Perhitungan Inventory Control. Inventory Control Techniques dan JIT (Just in Time) inventory management Klasifikasi persediaan. Biaya persediaan. Sistem pengendalian persediaan. Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent – material Fixed order period inventory system JIT inventory management. 11.  Inventarisasi dan auditing persediaan Manfaat inventarisasi persediaan. Teknik inventarisasi persediaan. Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian. Laporan Hasil inventarisasi. 12.  Sistem Informasi dan Komputerisasi Sistem Manajemen Pergudangan Perbedaan data dan informasi pergudangan. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen. Pembentukan Master File Kodifikasi Barang. Pembentukan Master File Persediaan di Gudang. Penentuan Kode Lokasi Barang. Teknik Pencatatan Transaksi Barang. 13. Studi kasus dan Praktek software inventory management. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Training Lean Manufacturing Management

Deskripsi Pelatihan ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari dan memahami cara analisis manajemen produksi mutakhir. Peserta pelatihan akan dengan mudah dapat memahami konsep serta permasalahan manajerial seperti Manufacturing Resource Planning (MRP II), Total Quality Management, Sistem manajemen kualitas ISO 9000, Just-in Time (JIT), strategi manajemen produksi serta pemecahan operasional yang berkaitan dengan manajemen produksi. Pelatihan ini akan diselenggarakan dengan case method. Di akhir pelatihan akan dibahas kasus Resource Requirement Planning sebuah industri manufaktur. Pembahasan kasus dilakukan di dalam kelompok peserta , setelah itu dilakukan presentasi kelompok dan diskusi kelas. Tujuan Pelatihan Tujuan dari pelatihan Training Lean Manufacturing Management ini adalah : Memahami berbagai aspek Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami konsep dasar Perencanaan & Pengendalian Produksi Memahami penerapan teknik-teknik  Perencanaan & Pengendalian  Produksi Memahami cara pemecahan kasus perencanaan dan pengendalian produksi di perusahaan. Sasaran Pelatihan Pelatihan ini diperuntukan bagi eksekutif perusahaan tingkat pertama dan Eksekutif perusahaan tingkat menengah baik yang berasal dari fungsi produksi atau fungsi lainnya yang berhubungan erat dengan aktifitas manajemen produksi. Metode Pelatihan Training Lean Manufacturing Management ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya: Penyampaian teori. Studi Kasus Latihan Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan Evaluasi Outline Materi Introduksi Manajemen Produksi Terpadu : Karakteristik  sistem manajemen produksi  dan lingkungannya, Persoalan yang biasa dihadapi oleh manajemen perusahaan manufaktur. Kerangka perencanaan dan pengendalian produksi. Mengenal  konsep Just-in Time (JIT),Total  Quality Management  (TQM) dan Manufacturing resource  Planning  (MRP II). Diskusi tentang masalah manajemen produksi yang dihadapi. Komponen utama perencanaan dan pengendalian produksi : Hirarki perencanaan. Demand management. Aggretate planning. Perencanaan penjualan dan operasi. Master Production schedule (MPS) Material Requirement Planning (MRP). Capacity Requirement Planning (CRP) Prakiraan kebutuhan barang : Apa yang dimaksud dengan peramalan. Demand. Seasonality. Sumber data Teknik prakiraaan kebutuhan barang. Latihan dan ilustrasi prakiraan kebutuhan barang. Variabel yang digunakan dalam  perencanaan agregat : Apa yang dimaksud dengan perencanaan agregat. Manfaat perencanaan agregat. Strategi perencanaan agregat. Metoda perencanaan agregat. Studi kasus dan latihan perencanaan agregat. Beberapa teknik prakiraan kebutuhan barang. Manajemen material : Pengertian manajemen material. Klasifikasi material. Perencanaan kebutuhan barang. Manajemen pengadaan barang. Manajemen pergudangan dan distribusi. Administrasi  persediaan. Pengendalian persediaan (inventory  control) : Mengenal teknik pengendalian persediaan. Biaya persediaan. Optimasi persediaan. Model matematik  inventory  control. Latihan aplikasi konsep inventory control. Manufacturing  Resource  Planning  (MRP II) : Penjelasan umum tentang konsep  Material Requirement Planning (MRP)dan Manufacturing  Resource  Planning (MRP II). Pengaruh  konsep MRP dan MRP II terhadap perencanaan usaha dan perencanaan produksi. Diskusi tentang implementasi konsep MRP dan MRP II. Master Production Scheduling  (MPS) : Manajemen permintaan produk. Model matematik prakiraan  (forecasting). Teknik penyusunan Master Production scheduling (MPS). Teknik penyusunan  Bill of Material  (BOM). Diskusi tentang implementasi konsep MPS dan BOM. Material Requirement Planning  (MRP) : Penjelasan umum tentang MRP. Permintaan material dependen dan independen. Proses perencanaan material. Schedule dan  Planned order release. Pola pengambilan keputusan MRP. Latihan penyusunan MRP. Diskusi .Capacity  Resource Planning  (CRP): Pengertian umum tentang konsep CRP. Analisis lokasi fasilitas. Kapasitas dan pembebanannya. Alternate resource  planning. Pengendalian shopfloor: Arti dan manfaat pengendalian shopfloor Penentuan prioritas setiap shop order. Pemeliharaan data kuantitas work in process. Penyediaan  data aktual output dari setiap proses yang ada. Melakukan pengukuran efisiensi di shop floor. Diskusi masalah shopfloor control. Studi Kasus perencanaan sistem produksi (Resource Requirement Planning): Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Diskusi dan presentasi. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Applied Total Productive Maintenance(TPM)

Deskripsi Maintenance merupakan fungsi operasional yang memiliki tujuan untuk pengoptimalan teknis yang lama yang dikembangkan perusahaan yang dimiliki perusahaan. Dengan optimasi perangkat yang disetujui, maka akan membawa hasil yang sangat positif untuk terciptanya kualitas optimasi, biaya dan waktu produksi. Biaya lebih dari 65% biaya perawatan merupakan biaya suku cadang. Mengoptimalkan biaya suku cadang akan sangat meningkatkan biaya pemeliharaan keseluruhan dan biaya produksi perusahaan. Didalam pelatihan ini akan diselesaikan Manajemen Pemeliharaan secara lengkap dan terpadu. Peserta juga akan mendapatkan alat untuk mengukur performansi sistem Manajemen Pemeliharaan di perusahaannya masing-masing. (Total Productive Maintenance(TPM)) Setelah mengikuti Pelatihan Applied Total Productive Maintenance(TPM), peserta akan mampu: Konsep manajemen pemeliharaan modern. Manajemen Pemeliharaan sistem Komputerisasi Total Productive Maintenance (TPM) .. Manajemen suku cadang. Mengoptimalkan model suku cadang dengan menggunakan kontrol inventaris. Teknik pengukuran melakukan pemeliharaan sistem manajemen perusahaan. Teknik pengukuran melakukan sistem manajemen suku cadang. Outline Materi Introduksi. ( Total Productive Maintenance(TPM)) Objektif dan fungsi pemeliharaan. Klasifikasi pemeliharaan sistem. Nonaktifkan pemeliharaan sistem. Teknik membangun rasa memiliki bagi operator dan petugas pemeliharaan. Masalah yang terkait dengan masalah dalam pemeliharaan. Biaya yang timbul karena kinerja peralatan yang kurang baik. Klasifikasi dan manajemen sistem manajemen pemeliharaan. Mengukur performansi sistem manajemen pemeliharaan perusahaan. (Total Productive Maintenance(TPM)) Daftar cek perusahaan. Daftar periksa desain mesin. Diskusi tentang manajemen pemeliharaan di perusahaan Konsep dasar Total Productive Maintenance (TPM). TPM sebagai sebuah filosofi. Manajemen peralatan dan manajemen cacat. Enam Kerugian Besar. Pengukuran Keseluruhan pemanfaatan peralatan (OEE). Penentuan laju optimal (waktu siklus ideal). Diskusi tentang masalah pemeliharaan yang menyangkut perusahaan. Studi Kasus dan Latihan. (OEE). (Total Productive Maintenance(TPM)) Mengukur OEE diperusahaan dengan volume produksi tinggi. Mengukur OEE diperusahaan tangan merakit. Mengukur OEE diperusahaan semi-otomatis Mengukur sistem pengelolaan OEE yang diperusahaan. Manajemen Pemeliharaan Modern. (Total Productive Maintenance(TPM)) Konsep dasar. Efektivitas Sistem. Program Pemeliharaan yang Direncanakan. Langkah -langkah implementasi Konsep Program Perawatan yang Direncanakan. Diskusi tentang aspek implementasi di masing-masing perusahaan. Sistem Manajemen Pemeliharaan yang Terkomputerisasi . (Total Productive Maintenance(TPM)) Tujuan Pemeliharaan komputerisasi sistem manajemen. Manfaat yang akan diperoleh dari manajemen pemeliharaan sistem komputerisasi. Pengembangan sistem komputerisasi. Strategi implementasi. Diskusi dan tanya jawab. Evaluasi Sistem Perawatan Manajemen. (Total Productive Maintenance(TPM)) Perawatan sistem evaluasi. Parameter performansi sistem pemeliharaan. Analisis rasio kinerja sistem pemeliharaan. Peragaan penggunaan perangkat lunak untuk analisis rasio melakukan pemeliharaan sistem. Studi kasus implementasi sistem (Total Productive Maintenance(TPM)) Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri, MBA, MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman ahli, akademisi dan konsultan manajemen rantai partisipasi, Proyek, strategi dan manajemen risiko serta Pelatih Publik lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi pelatih di banyak perusahaan di Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan rencana bisnis di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Capital Budgeting & Fixed Assets Management

Deskripsi Capital Budgeting adalah proses perencanaan investasi jangka panjang perusahaan seperti pembelian mesin baru, penggantian mesin lama maupun pembangunan pabrik baru. Proses capital budgeting ini akan mempengaruhi nilai aktiva tetap (Fixed assets) perusahaan yang pada gilirannya akan menentukan ROI (Return on Investment). Untuk itu perlu kajian mendalam untuk melakukan proses ini. Di dalam seminar Capital Budgeting & Fixed Assets Management akan dibahas secara terinci proses capital budgeting dan bagaimana mengelola aktiva tetap. Seminar Capital Budgeting & Fixed Assets Management disajikan dengan case method dan latihan sehingga mudah difahami oleh peserta yang tidak memiliki latar belakang keuangan sekalipun. Outline Materi Laporan Keuangan Perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Neraca (Balance Sheet). Laporan Laba Rugi (Income Statement). Arus Kas (Cash Flow). Mengukur Performansi Keuangan Perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Likuiditas. Profitabilitas. Aktifitas (Turn over). Rasio Kepemilikan (Ownership). Diagram Du Pont. Common size method. Teknik Penyusunan anggaran perusahaan. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Proforma income statement. Proforma Cash flow. Proforma Balance Sheet. Konsep Ekonomi teknik (Engineering Economy).(Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Nilai waktu dari uang. Present Value. Future value. Annual Cash Flow. Analisis Investasi. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Pay back Period. Net Present Value (NPV). Internal Rate of Return (IRR). Studi Kasus Capital Budgeting. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Pemilihan Mesin. Replacement Analysis. Leasing atau Purchase. Studi Kasus Kelayakan Investasi. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Aspek pasar. Aspek Operasional. Aspek Organisasi. Aspek keuangan : Proforma Income Statement, Proforma Cash flow dan Proforma Balance Sheet. Perhitungan NPV, Payback Period dan IRR. Fixed Assets Management. (Capital Budgeting & Fixed Assets Management) Akuntansi aset tetap. Kontrol internal atas aset tetap. Manajemen aset tetap. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.

Training Practical Inventory Management

Deskripsi Persediaan telah menjadi topik pembicaraan dan masalah rumit sehari-hari para eksekutif perusahaan. Persediaan banyak menyita keuangan perusahaan padahal semua tahu bahwa persediaan adalah idle resource. Penekanan jumlah persediaan tanpa mengurangi customer service adalah dambaan setiap perusahaan. Akan tetapi tidak semua tahu bagaimana cara melakukannya. Di dalam seminar ini akan dibahas teknik praktis inventory management yang sangat penting untuk perusahaan manufaktur, jasa dan retail. Seminar disajikan dengan case method sehingga diharapkan mudah difahami oleh para peserta. Perhitungan matematis yang rumit akan dibantu dengan menggunakan software. Sasaran Pelatihan Setelah Training Practical Inventory Management peserta dapat menerapkan : Peran inventory management dalam kehidupan perusahaan Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Klasifikasi persediaan Prakiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Material Requirement Planning (MRP) Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time (JIT) Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT Metode Pelatihan Training Practical Inventory Management ini dilaksanakan dengan menggabungkan tiga hal yaitu : Penyampaian teori ( 50 % ) Studi kasus ( 30 % ) Diskusi dan konsultansi permasalahan yang dihadapi perusahaan ( 20 % ) Outline Materi Materi Training Practical Inventory Management yang akan dibahas : Peran inventory manajemen dalam kehidupan perusahaan Hubungan manajemen  persediaan dengan sistem manajemen logistik perusahaan Nilai dana yang terserap dalam persediaan Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap customer service Pengaruh performansi sistem manajemen persediaan terhadap performansi perusahaan. Teknik evaluasi performansi sistem inventory management Rasio-rasio performansi sistem persediaan Inventory turnover  ratio bahan baku Inventory turnover ratio produk jadi Inventory turnover ratio barang setengah jadi (work in process) Inventory turnover ratio spareparts Umur rata-rata persediaan Klasifikasi persediaan Klasifikasi persediaan secara fisik Klasifikasi material berdasarkan frekuensi mutasi Klasifikasi ABC Material dependen dan independen Prakiraan kebutuhan barang Data historis pemakaian barang Cara pengumpulan data pemakaian barang dan persediaan Linear regression model Exponential smoothing model Cara memilih metoda perkiraan kebutuhan barang Teknik optimasi persediaan Keputusan persediaan Klasifikasi sistem persediaan Biaya persediaan Penentuan ukuran pesanan ekonomis Gradual replacement model Reorder point Potongan harga Stochastics inventory problem Penentuan service level Studi kasus. Material Requirement Planning ( MRP ) Penjelasan umum tentang MRP Permintaan material dependen dan independen Proses perencanaan material Scheduled and planned order release Planned order receipt Pola pengambilan keputusan sistem MRP Latihan perhitungan MRP Perbedaan MRP dan sistem persediaan yang lain Prinsip-prinsip manajemen persediaan Just In Time ( JIT ) Filosofi sistem Just In Time (JIT) Karakteristik kemitraan JIT Pengaruh JIT Cost Reduction terhadap ukuran pemesanan barang Asumsi-asumsi yang digunakan Cara implementasi JIT dalam lingkungan EOQ Penilaian persediaan. FIFO (first in first Out) Moving weighted Average. LIFO (Last in First Out). Perhitungan persediaan dengan menggunakan sistem JIT JIT/EOQ Order Quantity JIT/EOQ Total Annual Cost JIT/EOQ Delivery Quantity Saving by switching to JIT/EOQ JIT/EOQ Optimal Number of Deliveries Studi kasus.         10.    Studi Kasus perencanaan sistem produksi sebuah industri makanan. Penyusunan Bill of Material (BOM). Penyusunan  production Plan dan Master Production Schedule  (MPS). Penyusunan Material Requirement Planning  (MRP). Perhitungan kelayakan kapasitas (Capacity Requirement Planning). Penyusunan strategi  inventory control. Fasilitator Ir. Asep Saefulbachri,MBA,MM Lulusan Teknik Industri ITB yang memiliki pengalaman sebagai praktisi, akademisi dan konsultan manajemen Supply Chain, Project, strategi dan manajemen risiko serta sebagai Public Trainer lebih dari 25 tahun. Dalam 10 tahun terakhir ia telah menjadi pembicara di lebih dari 500 forum seminal nasional dan internasional. Ia telah menjadi trainer di banyak perusahaan di antaranya Telkom, Telkomsel, Pertamina, PLN, BP Migas, Chevron, Tjiwi Kimia, Unilever, Krakatau Steel, PT. Vale Indonesia, dll. Ia juga berpengalaman menjadi konsultan business plan di Telkom, Telekomunikasi Indonesia Internasional dll.