Operation Training

Online Training : Supply Chain & Logistic Management

Online Training Supply Chain & Logistic Management ini akan kita bahas apa itu Supply Chain & Logistic Management dari sisi konsep,Siklus, Tujuan dan penerapannya. kita juga akan bahas lebih dalam apa itu Warehousing Mangement, lean Procurement, Negotiation Strategy dan Vendor Management, kita akan pelajari semua dalam pelatihan Supply Chain & Logistic Management ini Salah satu hal yang penting dalam kepuasan pelanggan dan pemasaran adalah tersedianya barang yang diminta oleh pelanggan secara tepat waktu dan dengan biaya yang serendah mungkin. Untuk mencapai hal tersebut diantaranya dibutuhkan kemampuan untuk mengelola manajemen logistik, khususnya dalam kaitan dengan warehouse, supply chain & Procurement dalam logistik perusahan , serta bagaimana membangn strategi dan prosedur operasional untuk pengelolaan transportasi dan logistik termasuk penggunaan teknologi informasi. Hal tersebut digunakan untuk memberikan keunggulan dalam memenangkan persaingan dengan penerapan sistem kualtas pelayanan transportasi dan logistik dengan baik. Untuk menunjang kegiatan supply vendor harus dimanajemeni dengan baik, Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor minimal dapat memenuhi harapan atau lebih, kerena akan ada dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk seperti : reject, delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pelatihan ini akan membantu peserta dalam memahami fungsi dari pengelolaandan standar operasional logistik, transportasi, supply chain dan gudang serta pengaruhnya dalam meningkatkan efisiensi operasi dan proses purhasing dan procurement serta vendor management dalam logistik. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan pengetahuan dan teknik-teknik praktis yang dapat langsung dipraktekkan ditempat kerja. Outline Materi Outline materi Supply Chain & Logistic Management : Day 1 : 09:00 – 12:00 Supply chain & Procurement Management Konsep supply chain Siklus rantai pasok Tujuan pengadaan barang Supply positioning model Supplier perception model Menerapkan Strategic  procurement Mengikuti perubahan pola Bagaimana menurunkan resiko Warehousing Mangement Definisi warehouse Mengapa perlu Warehouse Macam-macam Warehouse Biaya persediaan Proses Warehouse Pengendalian penyimpanan Warehouse yang Effective Tantangan pergudangan Penerapan 5S di Warehouse 13:00 – 15:00 Membangun kerjasama & Komunikasi yang efektif di tempat kerja Bagai mana semua team  bergerak apada arah dan tujuan yang sama Masalah komunikasi yang terjadi pada proses supply chain dan dampaknya Hokoku / Pelaporan Komunikasi adalah menggambar pikiran lawan bicara Urutan pelaporan Masalah kesalahan komunikasi dalam logistic Penerapan Sytem Kualitas Logistic & Transportasi Manajemen distribusi dan transportasi Mode Trasportasi Pertimbangan ekonomis dala trasportasi Ide pemilihan pengadaan transportasi Pelanggan membeli Big Q Parameter kualitas Logistic Transportation Day 2 09:00 – 12:00 Lean Procurement Filosofi Lean procurement Biaya yang tibul akibat proses tidak ramping Value definition Waste Eleimination dalam proses procurement Negotiation Strategy Buying Risk Assesmment Tahapan proses negosiasi Persiapan Pembukaan negosiasi The Games Theory 13:00 – 15:00 Vendor Management & Partnership Jit Partnership Pengembangan vendor Pemilihan vendor Pengembangan vendor Implementasi jisuken Metode penilaian vendor Facilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.

Strategic Procurement Management

Salah satu tujuan training Strategic Procurement Management adalah peserta memahami  mengenai Procurement Administration & SOP, Procurement Code of Conduct, Strategic Vendor Sourcing, Vendor Managed Inventory, Progress Monitoring & Vendor Inspection, Vendor Evaluation dan hal – hal lain terkait Strategic Procurement Management. Deskripsi Procurement adalah proses pengadaan barang & jasa di korporasi yang profit oriented maupun instansi/lembaga yang non profit. Korporasi, instansi pemerintahan, & lembaga sosial yang baik, idealnya dapat memastikan bahwa proses perencanaan, penentuan spesifikasi, seleksi vendor/supplier, serta evaluasi kinerja vendor/supplier dilakukan secara; efektif, efisien, & akuntable. Dalam prakteknya seringkali timbul permasalahan dalam proses pelaksanaan procurement, mulai dari perencanaan yang tidak terintegrasi, perubahan harga & ketersediaan pasokan, seleksi supplier yang mengundang potensi fraud, miskomunikasi, hingga vendor/supplier yang wan prestasi terhadap order & kontrak. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Strategic Procurement Management ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami kode etik & prosedur procurement Memahami tahapan administrasi & dokumentasi procurement mulai dari prakualifikasi supplier/vendor, analisa penawaran, kontrak, hingga evaluasi vendor. Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, & strategi negosiasi Memahami regulasi & konsep hukum bisnis. Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor. Target Peserta Pelatihan Strategic Procurement Management ini ditujukan untuk para: Para Praktisi & Profesional di bidang: Supply Chain/Logistics, Procurement/Purchasing, PPIC, Komite Pembelian, Unit Layanan Pengadaan. General Affair, Corporate Legal. Project Manager, Internal Auditor, Compliance Unit. Supervisor/Manager terkait proses Procurement. Yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Metode Pelatihan Training Strategic Procurement Management dilaksanakan dengan metode: Class presentation, discussion, case study, & video presentation, dengan konsep: 20% teori berdasarkan literatur praktisi & regulasi. 40% analisa best practices & benchmarking antar industri. 40% studi kasus nyata & diskusi brainstorming antara trainer dengan peserta. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Strategic Procurement Management adalah : Day 1 : Procurement Administration & SOP Procurement Code of Conduct Strategic Vendor Sourcing Procurement Plan & Assessment Methods Discussion sharing & case study Day 2 : Vendor Managed Inventory Progress Monitoring & Vendor Inspection Vendor Evaluation e-Procurement Case study & closing review Testimoni “Bagus & menambah ilmu” “Menyenangkan & Saya mendapat ilmu yg bermanfaat” “semoga kedepannya lebih baik lagi” ”Sudah cukup baik & Profesional” Facilitator Deni Danasenjaya, SE. MM. Telah bekerja dalam bidang logistik dan operasi perbankan sejak tahun 1995. Sejalan dengan itu pengalaman dia telah menjalankan berbagai program pelatihan di SCM, HSE serta strategi pengadaan logistik dan telah menulis beberapa artikel dan tulisan dengan topik di manajemen, biaya tersembunyi dalam distribusi dan transportasi, ISO 14000 dan logistik. Dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai Asisten Senior PT. Bank Inter-Pacific Tbk. sedangkan sebelumnya ia bekerja di PT. Bank Niaga Tbk dan Perusahaan Jasa Penyedia Logistik di Jakarta.

Kaizen in The Office

Kaizen in The Office Training salah satu tujuannya adalah mempelajari bagaimana trik-trik mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana, mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan. Deskripsi Ribet, puyeng, capek duluan, ogah-ogahan untuk bertindak itu adalah perasaan yang kita rasakan kalau kita berurusan dengan dokumen. Padahal dokumen adalah bukti diatas kertas yang mau tidak mau harus dibuat, disimpan, dikelola dengan baik dan suatu saat sangat dibutuhkan lagi oleh kita. Dengan tidak terorganisasinya dokumen dengan baik maka proses yang berhubungan dengan data akan menjadi sangat lama, padahal kita sendiri dan tentu saja pelanggan kita sangat tidak mau menerima keadaan “Lama” tersebut. Kaizen adalah suatu metode yang sudah teruji kehandalannya dalam hal mempersingkat pekerjaan menjadi lebih sederhana, mudah dilaksanakan oleh semua orang dan hasil akhirnya adalah mempercepat suatu pekerjaan. Sehingga secara keseluruhan suatu proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dan hasil akhirnya adalah memperbanyak jumlah pelanggan (wajib pajak) atau memperkecil jumlah tenaga yang dibutuhkan. Ilustrasinya….. Yang sebelumnya untuk melayani 1 Wajib Pajak memakan waktu 30 menit, bisa dipersingkat menjadi 15 menit. Yang sebelumnya dalam 1 hari hanya bisa melayani 750 wajib pajak, setelah Kaizen, dapat melayani sampai 1500 Wajib Pajak. Dalam training ini akan dipelajari tentang konsep 5S / 5R yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih rapi, mudah dikerjakan dan sederhana, pemetaan proses kerja, metode observasi di lapangan tentang pemborosan dalam proses pekerjaan, menentukan jenis pemborosan dari 7 macam jenis pemborosan yang ada, sampai dengan mempelajari tools dan teknik dalam melakukan kaizen atau improvement untuk menjadikan pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Kaizen in The Office adalah : Apa itu Kaizen ? Konsep dasar dan Mengapa perlu Kaizen Apa itu 5S / 5R (Ringkas – Rapi – Resik – Rawat – Rajin) Konsep 5S / 5R, Definisi dan Sasaran 5S / 5R Hubungan antara 5S / 5R dan Kaizen Prinsip-prinsip Kaizen Cara Observasi di area kerja menggunakan metode 3-Gen. Trik-trik bagaimana mencari kemungkinan kemungkinan improvement dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Mengenal arti 3 Mu (Muda, Mura dan Muri) dan 7 macam Pemborosan Cara mencari Pemborosan dalam area kerja serta pengaruhnya dalam produktifitas. Teknik pemetaan proses kerja dan improvementnya. Step-Step pelaksanaan Kaizen dan cara implementasinya. Apa fungsi dari Work Sampling dan bagaimana menghitungnya. Bagaimana cara menghitung effisiensi suatu produksi serta pemangkasan waktu proses. Metode Pelatihan Training Kaizen in The Office dilaksanakan dengan metode: Seminar / In Class Training / In house Training Dialog Interaktif / Sharing Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi Pelatihan : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam) Target Peserta Pelatihan Kaizen in The Office ini ditujukan untuk para: Pegawai yang bertugas dalam pengelolaan dan pengolahan Dokumen serta person yang ingin mempelajari tentang Kaizen Testimoni “Untuk materi, metode & hand out sudah bagus” “Materi yg diberikan sangat baik” “Materi singkat jelas & menarik mudah dipahami” “Materinya Bagus” “Baik” “Cukup menyenangkan” “Bagus penyampaiannya” “Sangat bagus & menginspirasi” Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K

Deskripsi Pelatihan Gangguan kesehatan mendadak dan kecelakaan kerja di perusahaan harus bisa diantisipasi dengan baik. Untuk itu perusahaan memerlukan petugas Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K di tempat kerja. Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, petugas tersebut harus memiliki lisensi dari instansi yang bertanggung di bidang ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan lisensi tersebut petugas P3K perlu mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi RI. Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K ini dibuat untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja. Materi sudah mengacu pada Permenakertrans No. 15/MEN/VIII/2008. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K diharapkan peserta mampu : Meningkatkan pengetahuan mengenai pelaksanaan P3K di tempat kerja. Meningkatkan pemahaman tentang prinsip dan prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan. Memahami tata cara penanganan penyakit yang terjadi secara mendadak di lingkungan kerja. Meningkatkan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja secara tepat dan aman. Menerapkan tindakan P3K sesuai dengan kondisi darurat di tempat kerja. Peserta Pelatihan Petugas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di tempat kerja. Calon Petugas P3K yang ditunjuk oleh perusahaan. Personel yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan P3K di tempat kerja. Personel yang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Outline Materi Materi Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan P3K yang akan disampaikan : Peraturan perudangan yang berkaitan dengan Pertolongan Pertama Pada kecelakaan P3K Dasar-dasar Kesehatan Kerja Dasar-dasar Pertolongan Pertama Pada kecelakaan P3K Anatomi dan Faal tubuh manusia Pedoman Penyediaan Fasilitas P3K Bahaya dan Penanganan terhadap sengatan panas, keracunan, paparan bahan kimia, kejang. Gangguan lokal (luka, perdarahan, luka bakar, patah tulang) dan tindakan pertolongannya. Gangguan Kesadaran dan tindakan pertolongannya Gangguan Pernafasan dan tindakan pertolongannya Gangguan peredaran darah dan tindakan pertolongannya Resusitasi jantung paru Evakuasi korban (Prosedur dan Para pengangkutan korban) P3K pada keadaan tertentu P3K pada kecelakaan diruang tertutup/terbatas dan P3K sengatan listrik) Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik agar peserta memahami konsep sekaligus mampu menerapkannya dalam situasi nyata. Metode yang digunakan meliputi: Mempresentasikan konsep dasar, regulasi, dan prosedur Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Diskusi dan tanya jawab, untuk memperdalam pemahaman peserta melalui pembahasan kasus serta berbagi pengalaman di lingkungan kerja. Demonstrasi, yaitu peragaan teknik-teknik P3K yang benar oleh instruktur sesuai dengan standar keselamatan. Praktik dan simulasi, peserta melakukan latihan langsung penanganan korban dalam berbagai skenario keadaan darurat sehingga memiliki keterampilan yang siap diterapkan di tempat kerja. Fasilitator dr. Evi Fitriah, S.Ked. Merupakan praktisi kesehatan dan instruktur Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES/K3) serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Bersertifikat HIPERKES sejak 2014, beliau telah menjadi instruktur P3K di berbagai perusahaan nasional, seperti PT Coca-Cola Amatil Indonesia, PT Mondelez Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk, PT PZ Cussons Indonesia, PT Prakarsa Alam Segar (Wings Group), PT Sayap Mas (Wings Group), dan PT Summarecon. dr. Evi Fitriah juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan workshop di bidang kesehatan kerja dan kedokteran yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Majelis Komite Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), Kalbe Akademia, dan Laboratorium Klinik Prodia. dr. Evi Fitriah menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Pendidikan Profesi Dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Basic Fire Fighting

Deskripsi Pencegahan potensi bahaya kebakaran di tempat kerja harus dikendalikan dari awal. Upaya peningkatan kemampuan karyawan dalam basic fire fighting wajib dilakukan setiap perusahaan. Sehingga jika terjadi kebakaran, api dapat dipadamkan dari awal. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar karyawan mempunyai kompetensi dalam Basic Fire Fighting. Pelatihan Basic Fire Fighting ini bertujuan memberikan pemahaman, keterampilan dalam memadamkan kebakaran sedini mungkin, mencegah api menjadi besar. Tujuan Pelatihan Pelatihan Basic Fire Fighting yang diselenggarakan selama 2 hari ini secara umum bertujuan memberikan pemahaman dan keahlian bagi peserta dalam Basic Fire Fighting, sehingga jika terjadi kebakaran dapat memadamkan api sedini mungkin dan dapat mencegah api menjadi besar. Sasaran Pelatihan Peserta memahami dasar teori api Peserta memahami sistem proteksi kebakaran Peserta mampu memadamkan api dengan menggunakan APAR Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, Safety Man, Fire Staff, GA Staff, GA Manager Semua karyawan Refreshing untuk pelatihan kebakaran kelas D Metode Pelatihan Presentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Outline Materi Dasar-dasar teori pembentukan api Teori Perkembangan dan penjalaran api Sistem perundangan terkait dengan kebakaran Teknik pemadaman dan pengendalian api Dasar-dasar sistem proteksi Teknik pencegahan bahaya kebakaran Praktek pemadaman api dengan menggunakan APAR Fasilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer, konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan, juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training, konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta, mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Training Security Management

 Training Security Management mempelajari mengenai tugas utama security (Satuan Pengaman) Perusahaan, bagaimana manajemen keamanan dan pengorganisasiannya, bagaimana kecerdasan keamanan bagaimana mengenal sumber gangguan & ancaman, dan bagaimana menyusun panduan keamanan. Deskripsi Setiap perusahaan perlu melakukan perizinan atas seluruh aset yang dimiliki, tenaga pertanggungan yang dibutuhkan usahanya. Lebih dari satu dasawarsa terakhir ini di Indonesia sebaliknya belum mampu menunjukkan kepada dunia luar sebagai negara yang aman dan nyaman bagi warganya maupun warga negara lain. Hal ini ditandai dengan masih maraknya gangguan keamanan berusaha, baik pemogokan maupun kasus teror yang terjadi sejak tahun 2000 (peristiwa bom malam Natal) hingga 17 Juli 2009 yang baru dikenal dengan bom JW Marriots dan Ritz Carlton Hotel. Bertindak dari hal tersebut di atas disadari perlunya meningkatkan fungsi Satuan Pengaman (Keamanan) perusahaan, dari alih fungsi pengendali tata tertib menjadi satu Satuan Pengaman yang mampu mendorong cepat, tepat dan mampu meningkatkan risiko, dapat membantu, memperbaiki, atau memperbaiki di lingkungan perusahaan, dan mulai menetralisaikannya. Pelatihan Security Management diselenggarakan dalam 1 (satu) hari,  diharapkan peserta diambil kemudian akan diperoleh pengetahuan, kiat-kiat baru dalam pelaksanaan tugas pokoknya. Target Peserta Pelatihan Security Management ini dirancang untuk para: Manajer HRD, Manajer GA, Manajer Keamanan, Kepala Keamanan dan mereka yang ingin meningkatkan peran Keamanan lebih baik lagi. Metode Pelatihan Pelatihan Security Management dilaksanakan dengan metode: Interaktif, dengan komunikasi yang saling mengisi, Diskusi kelompok, Latihan kelompok dan latihan Individu. Outline Materi Materi Pelatihan Security Management yang akan dibahas adalah: Tugas Utama Security (Satuan Pengaman) Perusahaan Manajemen Keamanan Dan Pengorganisasiannya. Kecerdasan Keamanan. Mengenal Sumber Gangguan & Ancaman Panduan Keamanan Panduan Menyusun. Testimoni “Materi sudah baik” “OK” “Baik” “Pelatih berpengalaman” “Sangat membantu dalam mengerjakan pekerjaan dilapangan” “Training ini sangat bagus & menambah wawasan” “Bagus & gampang dimengerti” Fasilitator Team Trainer Value Consult

Permodelan Kebakaran (Fire Modelling)

Deskripsi Kebakaran adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan oleh siapapun, namun potensi bahaya kebakaran ini selalu ada dimana-mana. Untuk itu suatu perencanaan khusus dalam pencegahan bahaya kebakaran ini mutlak harus dimiliki oleh setiap perusahaan atau lembaga yang memiliki tempat kerja ataupun bangunan baik high rise building maupun bukan high rise building. Memodelkan kebakaran dengan menggunakan software adalah salah satu cara yang efektif dalam melihat perkembangan api yang sesungguhnya sebelum merencanakan penanggulangan kebakaran. Permodelan juga digunakan sebagai alat dalam melakukan Fire Risk Assessment, Pre fire Planning dan sistem lainnya yang digunakan sebagai alat untuk perencanaan pencegahan kebakaran. Workshop permodelan kebakaran  ini merupakan pengembangan dan pendalaman dari meteri kursus ahli penanggulangan kebakaran kelas A yang didisain agar peserta lebih mahir dan mumpuni dalam memodelkan kebakaran yang selanjut dapat digunakan untuk membuat FRA atau memetapkan perencanaan yang efektif dalam evakuasi saat terjadi kebakaran. Software yang digunakan adalah salah satu software yang telah teruji secara ilmiah oleh para ilmuwan diseluruh dunia. Ini adalah scientific software yang open source sehingga dapat diperoleh oleh setiap orang. Tujuan Pelatihan Pelatihan permodelan kebakaran yang diselenggarakan selama 2 hari ini secara umum bertujuan memberikan pemahaman dan keahlian bagi peserta dalam memodelkan kebakaran, sehingga dapat membatu peserta dalam merencanakan sistem penanggulangan kebakaran yang lebih komplek dan dapat membantu dalam proses pembuatan fire risk assessment, pre fire planning ataupun merencanakan sistem evakuasi pada bagunanan dan tempat kerja. Sasaran Pelatihan Peserta memahami dasar teori api Peserta memahami sistem proteksi kebakaran Peserta mampu menggunakan software FDS Peserta mampu memodelkan kebakaran menggunakan software FDS Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir keselamatan kerja, fire safety eng dan jurusan lainnya. SHE Officer, SHE Staff, SHE Manager Safety Man, Fire Staff, Fire Manager GA Staff, GA Manager Manager non SHE  yang tertarik memahami fire modelling Metode Pelatihan Pesentasi Diskusi konsultatif Sharing pengalaman Aplikasi langsung penggunaan software FDS Outline Materi Review teori dasar terjadinya api Review Sistem proteksi kebakaran Sistem perundangan terkait dengan kebakaran Teori dan aplikasi penggunaan Software FDS (Fire Dynamic Simulator) Pratek dan Latihan aplikasi software FDS Fasilitator Adhi Saputra, ST, MT FPE Latar belakang beliau adalah magister Fire Protection Engineering (S2). Beliau profesional trainer dan konsultan dibidang Fire dan SHE, yang telah memberikan pelatihan di bidang fire and safety dibanyak pelatihan, seperti basic fire fighting, advance fire fighting, pelatihan ahli kebakaran kelas D, C, B dan A dan melakukan Fire risk assessment secara menyeluruh untuk berbagai jenis industri di tanah air. Beliau telah berpengalaman selama belasan tahun di departemen SHE dalam industri pertambangan dan juga berpengalaman dalam membangun sistem SHE untuk berbagai jenis industri. Saat ini selain aktif dalam bidang training dan konsultan, beliau juga aktif mengajar di program studi Fire Safety Engeneering Universitas Negri Jakarta dan mengampu beberapa matakuliah inti fire safety engineering.

Implementasi K3 Di Sektor Pertambangan

Deskripsi Dinamika operasional di sektor pertambangan mempunyai pekerjaan yang berisiko tinggi. Adanya aktivitas drill & blasting, manuver alat berat, cuaca panas atau dingin, maupun medan geografis yang berat mempunyai risiko bahaya yang mengintai keselamatan para pekerjanya. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja di sektor pertambangan. Skala kecelakaan nearmiss sampai dengan fatality dapat menghantui para pekerja di sektor pertambangan. Oleh karena itulah, Pemerintah RI sudah mengeluarkan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga sudah mengeluarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum. Tujuan Pelatihan Pelatihan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan ini diselenggarakan selama 2 hari yang secara umum bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengatur keselamatan dan kesehatan para pekerja supaya dapat bekerja dengan aman dan selamat guna mendapatkan hasil yang optimal agar selaras dengan dinamika operasional di sektor pertambangan yang sesuai dengan peraturan perundangan dibidang K3. Sasaran Latihan Mampu memahami dasar hukum maupun peraturan perundangan lainnya dibidang K3 di sektor pertambangan. Mampu menerapkan peraturan K3 secara efektif sesuai peraturan perundangan dibidang K3 di sektor pertambangan. Dapat mengetahui persyaratan pekerja tambang dan persyaratan KTT Dapat mengetahui jenis, fungsi, dan kegunaan APD di sektor pertambangan. Dapat memahami peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk. Metode Pelatihan Presentasi Diskusi Konsultatif Sharing Pengalaman Studi Kasus Keunggulan Metode Pelatihan : Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning. Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka. Target Peserta Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir di sektor pertambangan Safetyman, HSE Staff, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, dan HSE Manager di Sektor Pertambangan Direktur/General Manager/Senior Manager/Manager Perusahaan yang bertanggungjawab pada operasional perusahaan Pertambangan Ahli K3 Umum Perusahaan di Sektor Pertambangan Kepala Teknik Tambang (KTT), Wakil Kepala Teknik Tambang (WKTT), Project Manager, Deputy Project Manager, Area Manager di Sektor Pertambangan Manager Non HSE yang berminat mempelajari Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Profesional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan Implementasi K3 di Sektor Pertambangan Outline Materi Dasar Hukum Regulasi K3 di sektor pertambangan UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja UU No. 13 tahun 2003 Pasal 86 – 87 tentang Ketenagakerjaan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555K/26/M.PE/1995 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum Persyaratan Pekerja Tambang Persyaratan Kepala Teknik Tambang (KTT) Kewajiban Pengawas Operasional Tambang Penggolongan cidera akibat kecelakaan tambang Pemakaian APD di sektor pertambangan Peran P2K3 di sektor pertambangan yang memiliki pekerjaan high risk Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); No. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Beliau mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan nickel pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Corporate Social Responsibilty, Community Development, Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia maupun Kesehatan & Keselamatan Kerja di Universitas Ma Chung, Malang serta sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas/perguruan tinggi lainnya. Beliau kerap kali memberikan pelatihan inhouse dan public training di beberapa perusahaan. Beliau merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang terdaftar sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Lean Manufacturing System – Operational Excellence to get maximum Profit

Deskripsi Lean Manufacturing System merupakan suatu sistem yang dikembangkan oleh Toyota Corporation untuk meningkatkan profit perusahaannya melalui penekanan biaya produksi dengan cara yang tepat sasaran. Taiichi Ohno (founder of TPS, 1998) mengatakan: “Yang kita lakukan adalah memperhatikan rentang waktu dari saat pelanggan memberikan pesanan sampai saat kita menerima cash. Dan kita terus menerus memperpendek rentang waktu tersebut dengan menghilangkan non-value added wastes.” Tidak heran jika dengan filosofi diatas Lean Manufacturing bisa mendobrak dunia dan sistemnya dijadikan referensi banyak perusahaan bahkan perusahaan diluar manufacturing. Inti dari konsep Lean Manufacturing adalah Kaizen yang dilakukan di segala bidang mulai dari hulu yaitu ketika pelanggan memberikan pesanan sampai dengan hilir yaitu pada saat pelanggan menerima pesanan yang diminta. Termasuk di dalamnya bagaimana order di handle oleh PPIC, raw material didatangkan oleh bagian purchasing, pembuatan barang oleh bagian produksi, mesin di pelihara oleh bagian maintenance sampai akhirnya bagian shipping mendeliverikan pesanan kepada pelanggan. Konsep diataslah yang dapat menghasilkan keuntungan bagi Toyota sehingga dapat mencapai USD 8.13 milyar pada tahun fiskal 2002. Keuntungan tersebut merupakan keuntungan terbesar perusahaan otomotif sepanjang dekade. Bahkan keuntungan tersebut tidak dapat mengalahkan keuntungan dari gabungan 3 perusahaan otomotif raksasa yaitu GM, Chrysler dan Ford. Nilai sahamnya pun melonjak 24% dari tahun sebelumnya. Suatu hal yang fantastis dan pantas ditiru oleh kita semua. Training dalam 2 hari ini akan mengulas secara konseptual hal hal yang harus dijalankan oleh suatu perusahaan dalam mengimplementasikan Lean Maniufacturing beserta tools-tools yang digunakan. Target Peserta Pimpinan Perusahaan, Direktur, Plant Manager, Manager dan Supervisor yang bergerak di bidang purchasing, PPIC, Produksi, Maintenance / Engineering, QA, Shipping, dll Metode Pelatihan Seminar / In Class Training / In house Training Outline Materi Konsep dasar Lean Manufacturing Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi Lean Manufacturing Prinsip-prinsip dasar implementasi Lean Manufacturing Metode implementasi Lean Manufacturing Tools-tools yang digunakan dalam Lean Manufacturing seperti: 5S & 7 Waste Kaizen Philosophy Value Stream Mapping Value Added Vs Non Value Added Activity Total Productive Maintenance (TPM) Just In Time (JIT) / Pull System / Kanban System Inventory Control by Supply Chain Management (SCM) Lean Manufacturing Methodology Penyebab kegagalan implementasi Lean Manufacturing Ketrampilan yang membuat pekerja menjadi Lean (company sudah berbudaya Lean) Dialog Interaktif / Sharing : Diskusi Grup / Latihan di kelas & Case Study Durasi : Seminar / In Class Training >>> 2 hari (14 jam) Fasilitator Indro Agung Handoko, ST. Beliautelah berkecimpung di dalam dunia industri kurang lebih 15 tahun. Maintenanance dan Produktifitas, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang hebat dalam suatu sistem manufacture. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep TPM dan Kaizen di dalam suatu industri. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi TPM dan Kaizen ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2003, mendapatkan Sertificate TPM Basic dari Jepang dan disusul dengan penerimaan Sertificate TPM Advance juga dari Jepang pada akhir tahun 2004. Penerimaan sertificate tersebut tidak diperoleh secara teoritis saja tetapi juga dengan implementasi di Lapangan. Tidak ketinggalan juga, Sertificate Kaizen Basic dan Advance juga telah diperoleh pada tahun 2001 dan 2005. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses. Project tersebut antara lain: Develop / training 25 group TPM dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2003 – 2006. Secara overall dengan TPM berhasil menurunkan Break Down rata-rata 15%, bahkan ada yang mencapai 40%. Develop / training 8 group Kaizen dengan masing-masing group beranggotakan 5-8 orang dari tahun 2001 – 2006. Secara overall dengan Kaizen, produktifitas dapat ditingkatkan rata-rata 20%. Presentasi tentang Keberhasilan TPM di Jepang pada tahun 2005. Pada November 2006 mendapat Medali Perak pada ICQCC, suatu konvensi international tentang QCC / SGA. Pada Februari 2007 menjadi pemenang ke-2 dalam lomba Best Practice Competition yang diselenggarakan oleh Omron Head Quarter di Kyoto-Japan. Sekarang sudah bergabung dengan ISSI Training dan Selnajaya Training sebagai Ascociate Trainer dan Productivity Consultant.

ERM Konsep & Integrated Risk Management And Internal Control

Deskripsi Perubahan yang terjadi dengan cepat menghadapkan perusahaan  modern baik di industri keuangan maupun non-keuangan pada  berbagai ketidakpastian yang timbul dari lingkungan bisnisnya  maupun dari faktor- faktor internal. Risiko terkait dengan efek  ketidakpastian terhadap pencapaian sasaran-sasaran perusahaan.  Pendekatan modern terhadap risiko adalah bahwa risiko perlu  dikelola secara integratif, menyeluruh oleh setiap unit kerja, personal dengan dipimpin langsung oleh pengurus perusahaan, manajemen puncak (Enterprise Risk management). Enterprise Risk Management (ERM) memungkinkan organisasi  mengelola segala jenis risiko di seluruh proses, kegiatan, produk,  layanan, seluruh pemangku kepentingan. ERM juga  memungkinkan organisasi memanfaatkan dan mengoptimisasi (risk  optimization) apa yang dikenal sebagai ‘upside risk’ atau peluang  (opportunities). Tujuan Pelatihan Workshop ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan kompetensi pemahaman tentang Enterprise Risk Management (ERM) kepada peserta, kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk merencanakan, melakukan, mendukung, mengembangkan secara berkelanjutan implementasi Enterprise Risk Management (ERM) di organisasi mereka. Ruang lingkup pembahasan mencakup: Pengenalan atas konsep, pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM; Proses Manajemen Risiko Tentang Key Risk Indicator, Key Control Indicator,  Kaitannya dengan pencapaian KPI Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko,  kontrol internal. Siapa yang bertangguang jawab untuk manajemen risiko, kontrol internal dalam perusahaan. Target Peserta Komite GCG Pimpinan & Staff Manajemen risiko GM/ Manager Teknologi Informasi/ ICT Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary Kepala Satuan Pengawasan Intern ( SPI ) General Manager/ Manager/ Kepala Divisi/ Departemen Internal Audit, Sistem Manajemen , dan Internal ISO. Pimpinan, staf unit-unit operasional Pimpinan dan staf SDM Tim Quality Control Tim budaya perusahaan Tim perencanaan strategik Konsultan manajemen Pemerhati/peminat lainnya Outline Materi Bagian Satu: Konsep Pengenalan atas konsep dan pentingnya ERM dalam dunia bisnis Kerangka Kerja Internasional ERM Proses Manajemen Risiko Diskusi kasus : 90’an : Nokia vs Ericsson, Toyota vs General Motor, Long- term, Blue Bird Capital Management, Barings Bank 2000’an : Enron, Lehman Brothers, European and US Financial crisis 2016’an : Blue Bird 2017’an : Sevel 7 II.  Bagian Dua: Implementasi Tentang Key Risk Indicator dan Key Control Indicator dan Kaitannya dengan pencapaian KPI Workshop penerapan manajemen risiko Diskusi kasus III. Integrated Risk Management And Internal Control Pemahaman mengenai perbedaan antara manajemen risiko dan kontrol internal. Siapa yang bertanggung jawab untuk manajemen risiko dan kontrol internal dalam perusahaan. Cara efektif untuk melakukan RCSA (Risk & Control Self-Assesment). Diskusi kasus. Fasilitator Drs. Deddy Jacobus, CIR, CCSA Deddy Jacobus adalah pendiri dari Center for Risk Management and Decision Making, anggota Executive Committee pada Professional Risk Managers International Association (PRMIA) Indonesia Chapter (www.prmia.org) sebuah organisasi professional manajemen risiko yang berkantor pusat di Chicago, USA. Beliau Eksekutif pada Indonesian Risk Professional Association (IRPA) (2007-2009). Beliau berpengalaman luas sebagai konsultan maupun pembicara dalam bidang manajemen risiko, good corporate governance dan internal control dan sejak tahun 2004 beliau terus berkontribusi bagi sejumlah besar kliennya yang berasal dari berbagai BUMN maupun perusahaan swasta di sektor finansial maupun non-finansial. Beliau mendapatkan sertifikasi internasional di bidang manajemen risiko dan pengendalian internal (Certified in Control Self-Assessment/CCSA) pada tahun 2007 dari the Institute of Internal Auditors (IIA) yang berkedudukan di Florida, USA. Pengalaman dalam konsultansi implementasi manajemen risiko termasuk inhouse di berbagai perusahaan berikut: Semen Gresik Group, PJB (Persero), PT Pupuk Kaltim, Kaltim Industrial Estate, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Reasuransi Nasional, Sucofindo, Jamsostek, Pegadaian, Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), PLN Batam, Dana Pensiun Telkom, Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Perkebunan, PLN Holding (Kantor Pusat), BFI Finance. Samudera Indonesia, Indosat, BRI, Bank Mandiri, Bukopin, Pupuk Kujang, Krakatau Steel, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Dirgantara Indonesia, PT KAI, Pertamina Holding, Telkomsel, Astra Internasional, Astraventura, dan banyak lainnya. Pendidikan: S1 Universitas Gadjah Mada (1994), S2 Risk Management  Universitas Gadjah Mada (2008-), Certified Investor Relations (CIR) EDP-STAN (2004), Certified In Control Self-Assessment (CCSA) (2007), Institute of Internal Auditors, Florida, USA.

Effective Inventory Management

Training Effective Inventory Management ini bertujuan agar anda dapat merencanakan, mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif, memahami Forecast Demand, pengendalian Lead Time, Safety Stock,  medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi. Setiap perusahaan niaga atau industri perlu memiliki persediaan untuk menjamin kelangsungannya. Hal itu perlu dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang ke dalamnya. Mereka harus mampuh mempertahankan jumlah persediaan optimum untuk menjamin kebutuhan bagi kemajuan kegiatan perusahaan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Inventory adalah merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Hal ini mudah dipahami karena persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan kelancaran operasi perusahaan. Persediaan merupakan bentuk investasi, dari mana keuntungan (laba) itu bisa diharapkan melalui penjualan di kemudian hari. Oleh sebab itu pada kebanyakan perusahaan sejumlah minimal persediaan harus dipertahankan untuk menjamin kontinuitas dan stabilitas penjualannya. Inventory dalam perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur, sedikitnya 40% dari total modal yang diinvestasikan. Sehingga pengelolaan inventory adalah hal yang krusial bagi pihak manajemen. Dari sisi perusahaan, mereka menginginkan agar inventory sesedikit mungkin sehingga dapat menekan biaya.  Sementara itu di pihak internal customer (User) sering mengeluh karena seringnya kasus stockout terjadi. Keseimbangan antara demand & supply adalah salah satu sasaran dari setiap pengelolaan inventory. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti 2 hari Pelatihan ini peserta diharapkan akan: Dapat merencanakan, mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif. Memahami Forecast Demand, pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung, menekan inventory. Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna. Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung, memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi. Sasaran Pelatihan Dapat merencanakan dan mengontrol stock barang sehingga biaya inventory bisa ditekan secara efektif Memahami Forecast Demand dan pengendalian Lead Time, Safety Stock. Dapat mengklasifikasikan, menghitung dan menekan inventory Merencanakan dan mengendalikan Persediaan tepat guna Memastikan Accuracy antara Sistem dan Storage, Bin Location/Drawer. Medukung dan memastikan Kebutuhan Operasional & Produksi Target Peserta Supply Chain Manager, Commercial Manager, Warehouse Manager, PPIC Manager, Procurement/Purchasing Manager, Inventory Manager, Logistics Manager, Maintenance Manager,  Productioion Manager, Para Supervisor, dll. Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan di bidang Inventory Management ( Management Perserdiaan ). Metode Pelatihan 50 % Theory,  30 Case Study, 20 % Sharing Discussion. Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: Group discussion, exercise, experiential simulation such as: role-play, and skill practice. Untuk melengkapi, instruktur akan menyampaikan pelatihan secara: Practical, dilengkapi dengan contoh nyata kasus di pekerjaan/Lapangan. Inspiring, cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan. Enjoyable, instruktur akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta rileks dan antusias selama pelatihan. Outline Materi Hari Pertama : Session 1 ( 8.00 – 10 .00) Pendahuluan Pengertian Inventory Management Tujuan Pengelolaan Persediaan Fungsi Persediaan Coffee Break ( 10.00-10.30 ) : Session II ( 10.30-12.00 ) Grouping Inventory Menetapkan Persediaan Keuntungan Meningkatkan Persediaan Kerugian Meningkatkan Persediaan Lunch (12.00 – 13.00) : Session III ( 13.00-15.00 ) Jenis Jenis Persediaan Fokus Pengelolaan Persediaan Sistem Pengendalian Persediaan Menetapkan Nilai Persediaan Coffee Break ( 15.00 – 15.30 ) : Session IV ( 15.30 – 17.00 ) Stockout Cost Biaya Biaya Persediaan Carrying Cost Calculation Ordering Cost Hari Kedua : Session V ( 8.00 – 10.00 ) Total Inventory Calculation Production Order Quantity (POQ) Quantity Discount Model (QDM) Probability Model (PM) Coffe Break (10.00-10.30 ) : Session VI ( 10-30 – 12.00 ) Economic Order Quanity ( EOQ ) Re Order Point ( ROP ) Stabilization Stock (SS) Master Production Schedule ( MPS ) Lunch ( 12.00 – 13.00 ) : Session VII ( 13.00 – 15.00 ) Production Planning Inventory Control (PPIC) Materials Requirement Planning ( MRP ) Enterprise resource Planning ( ERP) Just In Time ( JIT ) Coffe Break (15.00 – 15.30 ) : Session VIII ( 15.30-17.00 ) Perhitungan & Biaya Safety Stock Analisa Rasio (AR) Cost Analysis (CA ) Role Play, Sharing & discussion. Kesimpulan Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan persediaan harus diisi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat, dalam kuantitas yang tepat dan pada waktu yang tepat.atau dengan kata lain, sistem dan model persediaan bertujuan untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan kapan pesanan di lakukan secara optimal. Fasilitator Norlen Pasaribu SE., SH., M.Si., M.Kn Sr. Vice President & COO in PT. Cigading International Bulk Terminal Strong combination between Academic Achievement & 24 years working experiences in Foreign Companies and Multi national Company, such as PT. Freeport Indonesia, PHILIPS, TNT, KPC, ESSAR Group, & PT. CIBT in various business lines such as: Mining, Manufacturing & Services Industry His Career starting from Clerck, Supervisor, Manager, Senior Manager, GM, and currently as SVP & COO. Courses and Certified in: Coaching & Counseling for Executive, Leadership & Enterpreneurship, TOT, TQM, Six Sigma, Lean Management, ISO 9001, ISO 14000, OHSAS 18001, Production & Operations Management, Export Import, Strategic Supply Chain Management, Logistics Management, Procurement Management, Materials Management,  Human Resources Management, Legal Drafting, Business Law, Tax Law, Effective Written Communication, Warehouse Management, Marketing Management, Safety and Supervisory Management etc. BOOK WRITER: FIND YOUR DIAMOND; it is a Personal development series PUBLISHED By UFUK Printing AWARD: “The Inspiring Leadership Award and as The Best An Inspiring Entrepreneur of the Year 2012 “ from Menteri Perindustrian RI, – Mr. Mohamad S. Hidayat.,M.Si Those above competency as Practitioner for 24 years leads him become As International Trainer & Counsultant in  Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, India, Phillipina, Hongkong, & Australia, for Subjects / Topics of: LEADERSHIP SKILL & CREATIVE PROBLEM SOLVING OPERATIONS & PRODUCTION MANAGEMENT STRATEGY & PROCUREMENT MANAGEMENT BUSINESS CONTRACT DRAFTING & REVIEWING STRATEGIC SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SUCCESSFUL BUSINESS WRITING TOTAL QUALITY MANAGEMENT EXPORT IMPORT PROCEDURES LEADERSHIP & ENTERPRENEURSHIP   EFFECTIVE TRAINING & DEVELOPMENT EFFECTIVE RECRUITMENT & SELECTION   EFFECTIVE PRESENTATION & COMMUNICATION SKILL   STOCKPILE MANAGEMENT STRATEGIC MANAGEMENT   TRAINING OF TRAINER PERFORMANCE MANAGEMENT COACHING & COUNSELING FOR MANAGER LOGISTICS MANAGEMENT BUSINESS, & TAX LAW KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) 

Housekeeping Training

Salah satu tujuan pelatihan Training Housekeeping adalah agar kita bisa memahami konsep 5S, workplace organization dan bisa melakukan implementasi 5S hingga tahap evaluasi. Deskripsi Housekeeping merupakan bagian dari departemen yang bertanggung jawab dalam mengatur atau menata peralatan, menjaga kebersihan, kenyamanan, memperbaiki kerusakan, dekorasi lingkungan kerja dengan tujuan agar lingkungan kerja tersebut tampak rapi, bersih, menarik, menyenangkan bagi penghuninya. Secara umum, fungsi housekeeping management yaitu melakukan perencanaan (planning), organizing, staffing, leading and controlling yang harus diterapkan secara konsisten. Tujuan utama yang harus dicapai dengan adanya housekeeping management yaitu menciptakan lingkungan kerja, budaya kerja yang baik sehingga kinerja karyawan dapat optimal. Salah satu teknik yang dapat diterapkan guna menciptakan budaya kerja yang baik yaitu konsep 5S. 5S atau Seiri/Ringkas, Seiton/Rapi, Seiso/Resik, Seikutse/Rawat & Shitsuke/Rajin merupakan konsep pengorganisasian lingkungan tempat kerja menjadi tertata rapi, terstruktur, tervisualisasi. Pelatihan Housekeeping Training ini dirancang untuk shop floor staff, seperti operator, line leaders, pengawas serta teknisi; ataupun staff management dimana melalui pelatihan Housekeeping Training peserta akan dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan yang diperlukan dalam mengimplementasikan konsep 5S. (Housekeeping Training) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Housekeeping Training ini peserta diharapkan akan mampu untuk : Memahami peran housekeeping management dalam perusahaan. (Housekeeping Training) Memahami konsep 5S,  workplace organisation. (Housekeeping Training) Melakukan implementasi 5S pada work station hingga tahap evaluasi. (Housekeeping Training) Target peserta Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Semua Anggota P2K3 Semua jajaran Manajer dan Supervisor Perusahaan mulai dari Bagian Produksi, Pemeliharaan, Engineering, Analis, Personalia, Pelatihan dan Pengembangan sampai dengan Sekuriti Semua karyawan yang terkait dan diharapkan dapat membantu melakukan implementasi SMK3 Metode Pelatihan Housekeeping Training ini menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi Materi Housekeeping Training yang akan dibahas adalah : Konsep dan Fungsi Housekeeping Management Perspektif & Konsep 5S/5R Keamanan Tempat Kerja yang Rapi Efisiensi Penerapan, Pengukuran Kinerja & EValuasi  5S/5R Impelementasi dan beberapa contoh perusahaan yang telah berhasil mengimplementasikan 5S. Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Training Management Representative (MR)

management-representative-1

Training  Management Representative mempelajari bagaimana dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), apa maksud dan yujuan SMK3 OHSAS 18001:2007, mengenai pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007, mengenai Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS), mengenai audit internal OHSAS, bagaimana tindakan pencegahan, bagaimana  Investigasi OHSAS 18001:2007 dan hal – hal lain mengenai Management Representative. Deskripsi ISO 9001 dan Standar internasional lainnya seperti ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000 dan yang lainnya maewajibkan adanya penunjukan seorang atau lebih Wakil Manajemen / Management Representative yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan sistem manajemen perusahaan , berinteraksi dengan badan sertifikasi pihak ketiga dan melaporkan efektivitas sistem manajemen kepada Top Manajemen. (Management Representative) Training Management Representative  akan memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi para MR di perusahaan mengenai Tugas & Tanggung Jawabnya serta keterampilan / skill apa saja yang diperlukan untuk mendukung perannya dalam mengembangkan sistem manajemen di organisasi dan mendorong perbaikan terus-menerus/ continual Improvement.(Management Representative) Tujuan Pelatihan Memahami dan menguasai persyaratan implementasi dan pemeliharaan Sistem Manajemen diperusahaan  yang benar dan efektif (Management Representative) memahami proses pelaporan kepada top management  tentang kinerja Sistem Manajemen perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement (Management Representative) Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan peningkatan kesadaran seluruh karyawan di organisasi tentang pentingnya peran mereka dalam implementasi Sistem Manajemen (Management Representative) Meningkatkan wawasan terkait peran MR yang  mewakili organisasi dalam hubungannya dengan pihak-pihak luar terkait implementasi Sistem Manajemen (Management Representative) Target peserta Pimpinan (Top Management) (Management Representative) Para GM, Manager, Supervisor (Management Representative) Management Representative (MR) / Wakil  Manajemen (Management Representative) Kandidat Management Perusahaan Wakil  Manajemen /  MR (Management Representative) Auditor  Internal Sistem Manajemen (Management Representative) Personil   yang   terlibat   dalam   Pelaksanaan   dan Pemeliharaan Sistem Manajemen  (Management Representative) Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendalami aplikasinya. Pelatihan ini akan memberikan skill / ketrampilan bagi keberhasilan peran seorang Management Representative terutama sebagai Konsultan Internal Produktivitas dan Improvement di Organisasi.   Hal ini juga merupakan kesempatan yang sangat baikuntuk mempertajam keterampilan Management Representative yang sudah ada dalam mejalankan peran & tanggung jawabnya. Outline Materi Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Maksud dan Tujuan SMK3 OHSAS 18001:2007 Pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007 Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS) Audit Internal OHSAS Tindakan Pencegahan, Investigasi OHSAS 18001:2007 Penjabaran Klausl-klausul OHSAS 18001:2007 Pengenalan simbol-simbol OHSAS 18001:2007 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Hazardous Material & Waste Management

Deskripsi Penggunaan bahan kimia, bahan berbahaya, beracun (B3) telah akrab di kehidupan sehari-hari maupun dalam aktifitas industri. Karena karakteristik dan dampaknya, bahan kimia dan B3 harus dikelola penggunaan, penyimpananya. Mengingat akhir-akhir ini, sering sekali terjadi kasus-kasus yang terkait dengan Bahan Berbahaya dan Beracun, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian yang intens, menerus untuk hal ini. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya, beracun (B3), Kementerian Negara Lingkungan Hidup mempunyai kewenangan untuk mengawasi penggunaan bahan berbahaya, beracun dari aspek pelestarian lingkungan hidup. Kewenangan ini merupakan hal baru karena selama ini Kementerian tersebut hanya berwenang mengawasi pengelolaan limbah bahan berbahaya, beracun (Limbah B3) saja. Perusahaan dituntut untuk melakukan pengelolaan bahan berbahaya, beracun (B3) sesuai dengan yang disyaratkan oleh Peraturan Pemerintah tersebut diatas, juga pengetahuan teknis implementasinya, seperti: pemahaman karakteristik, identifikasi B3, dampak lingkungannya, lembar data keselamatan bahan (MSDS), pelabelan & simbol, penyimpanan, pengangkutan, penanganan keadaan darurat, memastikan pengelolaannya di perusahaan. Pengelolaan B3 tidak semata-mata untuk memenuhi peraturan yang berlaku, tetapi juga merupakan kebutuhan bagi perusahaan. Pengelolaan B3 terkait dengan meningkatnya keamanan, keselamatan pekerja karena dapat menekan resiko kecelakaan kerja yang terjadi. Dengan demikian perusahaan secara tidak langsung telah melindungi aset sumber daya manusia dalam perusahaan,  dapat memperbesar saving cost. Tujuan Pelatihan Peserta memaha.mi jenis – jenis B3. peserta memahami bagaimana menentukan suatu bahan tersebut B3 atau bukan. Peserta memahami fungsi MSDS dan element – elementnya. Peserta memahami bagaimana prosedur penerimaan, penyimpanan dan pengangkutan B3. Peserta memahami bentuk – bentuk pengelolaan dan pengolahan B3. Peserta memahami bagaimana penanganan tumpahan B3 . Target peserta Pimpinan (Top Management) para manajer dan pengambil keputusan di perusahaan yang terkait Manajemen B3& Limbah B3 Para Supervisor & Karyawan yang terkait dengan Pelaksanaan Penanganan Bahan B3& Limbah B3 Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendala panduan bagi Anda bagaimana mengimplementasikannya dan dengan menggunakan berbagai teknik dan metode yang akrab bagi pelaku bisnis. mi aplikasinya Outline Materi Pengenalan B3 dan Bahaya B3 Sistem dokumentasi Limbah B3 Identifikasi bahan kimia berbahaya Material safety data shees (MSDS) Persyaratan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun berdasarkan peraturan yang berlaku Proses penimbunan dan pembuangan akhir limbah B3 Proses pengangkutan B3 Sistem Pengemasan dan penyimpanan B3 Pelabelan dan simbolisasi B3 dan Limbah B3 Strategi tanggap darurat limbah B3 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) based on PP50-2012 & OHSAS 18001 2007

Deskripsi Globalisasi perdagangan saat ini memberikan dampak persaingan sangat ketat dalam segala aspek khususnya ketenagakerjaan yang salah satunya mempersyaratkan adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, tidak terlepas dari upaya pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi melalui SMK3 guna menjamin terciptanya suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja melalui SMK3 telah berkembang di berbagai negara baik melalui pedoman maupun standar. Untuk memberikan keseragaman bagi setiap perusahaan dalam menerapkan SMK3 sehingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja, peningkatan efisiensi, dan produktifitas perusahaan dapat terwujud maka perlu diterapkan Persyartan minimal mengenai Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. OHSAS 18001 menyediakan kerangka bagi efektifitas manajemen K3 termasuk kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang diterapkan pada aktifitas-aktifitas anda dan mengenali adanya bahaya-bahaya yang timbul. Sedangkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun  2012  mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor : PP No. 50 Tahun 2012 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada   Peraturan   tersebut menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3. Tujuan Pelatihan : Peserta memahami persyaratan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja sesuai persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012 Peserta mampu melakukan gap analysis antara persyaratan dengan kondisi aktual perusahaan. Memberi penjelasan mengenai identifikasi bahaya, penilaian resiko dan pengendaliannya K3 dengan mengaju kepada persyaratan OHSAS 18001 & PP 50/2012dan peraturan pemerintah terkait dengan K3. Peserta mengetahui cara melaksanakan Internal Audit dan Manajemen review yang efektif. Target peserta : Top Manajemen / Manager Management Representative Kandidat MR / Wakil Manajemen Pejabat / Staf Departemen OHS / K3 Pihak-pihak yang berkepentingan dalam penerapan & pengembangan SMK3 Mahasiswa / Fresh Graduate yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penerapan & pengembangan SMK3 Metode Pelatihan : Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah serta metode interaktif yaitu workshop dan studi kasus, dimana peserta dikenalkan kepada konsep,berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan studi kasus untuk mencari solusi yang terbaik. Outline Materi : Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Maksud dan Tujuan SMK3 OHSAS 18001:2007 Pengenalan dan interpretasi SMK3 OHSAS 18001:2007 Hazard Identification and Risk Assessment (HIRADS) Audit Internal OHSAS Tindakan Pencegahan, Investigasi OHSAS 18001:2007 Penjabaran Klausl-klausul OHSAS 18001:2007 Pengenalan simbol-simbol OHSAS 18001:2007 Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Document Control & Filling System

Salah satu tujuan Document Control & Filling System training adalah agar kita bisa memahami  bagaimana konsep implementasi pengendalian dokumen yang efektif, bagaimana mengidentifikasi dokumen (penomoran, kode revisi dan riwayat perubahan dokumen), bagaimana konsep management change pada dokumen, mengenai approval system pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan persetujuan ulang), mengenai manajemen distribusi salinan dokumen (Controlled Copy & Uncontrollerd Copy), bagaimana manajemen dokumen kadaluarsa, dan hal – hal lain terkait Document Control & Filling System. Deskripsi ISO 9001 dan Standar internasional lainnya seperti ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 22000 dan yang lainnya mewajibkan adanya pengendalian dokumen yang efektif untuk memastikan hanya dokumen yang sudah mendapatkan persetujuan yang digunakan, mengetahui riwayat perubahan pada dokumen, mencegah terpakainya dokumen yang sudah kadaluarsa, manajemen penyimpanan arsip/dokumen untuk memastikan arsip/data tidak rusak dan hilang selama masa penyimpanan. Pengendalian Dokumen & Filling System juga sangat diperlukan baik dalam perusahaan maupun dalam project (proses Tender serta Engineeringm Procurement & Construction di Oil & Gas Industry).(Document Control & Filling System) Tujuan Pelatihan Memahami dan menguasai implementasi pengendalian dokumen.(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai Konsep Management Change pada dokumen.(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai Aprproval System pada dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang).(Document Control & Filling System) Memahami dan menguasai implementasi sistem kearsipan / pengendalian data perusahaan termasuk kebutuhan untuk melaksanakan sistem improvement sistem kearsipan.(Document Control & Filling System) Meningkatkan kompetensi dan skill / ketrampilan untuk memastikan bahwa perubahan dan sattus revisi terbaru pada dokumen teridentifikasi dengan jelas, mencegah terpakainya dokumen kadaluarsa.(Document Control & Filling System) Outline Konsep Implementasi Pengendalian Dokumen yang Efektif Identifikasi Dokumen (penomoran, kode revisi dan riwayat perubahan dokumen) Konsep Management Change pada Dokumen Approval System pada Dokumen (peninajaun, memperbarui dan Persetujuan ulang) Manajemen Distribusi Salinan Dokumen (Controlled Copy & Uncontrollerd Copy) Manajemen Dokumen Kadaluarsa Manajemen Dokumen Eksternal (dokumen yang berasal dari luar perusahaan) Pengendalian Data / Arsip & Filling System Improvement dalam sistem Pengendalian Dokumen & Data Berbagi Pengetahuan Perubahan ISO 9001 : 2015 (Sharing Knowledge ISO 9001: 2015 Changes) Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran dalam bentuk ceramah, diskusi dan latihan /studi kasus dalam mendalami aplikasinya. Pelatihan ini akan memberikan skill / ketrampilan bagi keberhasilan peran seorang Management Representative terutama sebagai Konsultan Internal Produktivitas dan Improvement di Organisasi. Hal ini juga merupakan kesempatan yang sangat baikuntuk mempertajam keterampilan Management Representative yang sudah ada dalam mejalankan peran & tanggung jawabnya Who Should Attend : Management Representative Document COntroller HRD Kandidat MR / Wakil Manajemen Project Owner / EPC Contractor Konsultan Manajemen Proyek Pihak-pihak yang berkepentingan dalam Pengendalian dokumen proyek Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management), Auditing Skill, Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Contractor Safety Management System (CSMS) in Oil Gas Geothermal Industry

Training Contractor Safety Management System (CSMS) in Oil Gas Geothermal Industry mempelajari mengenai pengenalan & pemaham CSMS, bagaimana standar penerapan CSMS, apa klasifikasi resiko perusahaan, bagaimana pengukuran kinerja SMK3L,HSE Capability Assessment, bagaiaman proses CSMS, dan juga tentang seputar CSMS in Oil Gas Geothermal Industry. Deskripsi Contractor Safety Management System (CSMS) dikembangkan  dan  diterapkan  oleh  para  kontraktor,  vendor,  supplier yang umumnya bergerak di bidang dibidang/industri  minyak,  gas  dan  panas bumi. (CSMS) Dan dalam Regulasi BPMIGAS PTK No-13/2006-S8 ditegaskan bahwa Oil & Gas Company atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam Industri Minyak Gas & Panas Bumi wajib menjamin pelaksanaan CSMS, yang bertujuan : Meningkatkan kompetisi melalui usaha pengurangan biaya Mengurangi resiko paparan terhadap jasa kontraktor Agar rekanan mengikuti dan mematuhi HSE Policy dari pemberi kerja Hal tersebut yang membuat CSMS adalah hal yang “Mandatory” bagi   para   rekanan Oil & Gas Company.  Dan pentingnya lagi sebelum pelaksanan Tender yang terkait dengan Teknikal & Komersil, Kinerja CSMS para Perusahaan Rekanan akan di lakukan Assessment terlebih dahulu. (CSMS) Tujuan Pelatihan Meningkatkan Perbaikan kinerja HSE  secara berkesinambungan bagi Perusahaan dan kontraktor dengan mengatur program HSE  yang efektif pada kontrak. (CSMS) Membantu kontraktor dalam mengatur program yang selaras dengan tuntutan Perusahaan / Klien. (CSMS) Memfasilitasi hubungan antara kegiatan kontraktor dengan kegiatan Perusahaan/Klien, kontraktor dan sub-kontraktor. (CSMS) Sasaran Pelatihan Untuk Personel Pemberi Kerja / Owner. (CSMS) Memberikan kemampuan kepada personil Pemberi kerja /Owner dalam menguji dan menyeleksi kontraktor, memonitor pelaksanaan proyek dan meninjau proyek yang telah selesai berdasarkan kinerja HSE  yang mereka usulkan. Untuk Personil Kontraktor / Pelaksana. (CSMS) Memberikan kemampuan kepada personil kontraktor dalam pengembangan, pembuatan dan implementasi Sistim Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan. Target Peserta Pimpinan (Top Management) Para GM, Manager, Supervisor / Engineer Management Representative (MR) / Auditor  Internal / Personil   yang   terlibat   dalam   Pelaksanaan CSMS Akademisi / Mahasiswa / Fresh Graduate yang ingin mendalami mengenai CSMS Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan sistem pembelajaran partisipatif dan metode pengajaran  dengan cara yang atraktif dan interaktif dengan metode: Pemaparan materi Tayangan film K3 Ice breaking Pre & post Test Quiz dengan cinderamata yang menarik Outline Materi Pengenalan & Pemaham CSMS Standar Penerapan CSMS Klasifikasi Resiko Perusahaan Pengukuran kinerja SMK3L HSE Capability Assessment Proses CSMS Qualification phase : Risk Assessment  – Pre Qualification Process – Selection and Job Awarded Implementation phase: Pre Job Activity – Work in Progress  – Final Evaluation HSE Program Facilitator Linda Saraswati, ST, MM Berpengalaman 13 tahun dalam bidang Food Safety, Quality & HSE Management System di berbagai Industri baik  Food & Bevarage, Manufacturing, Consultancy Services serta Oil & Gas seperti Garuda Food, Surveyor Indonesia, Keramik Diamond Industries, Imeco Inter Sarana, EJJV Engineering Indonesia dan Oilfield Petroleum Inspection. Chemical Engineer dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Magister Manajemen, telah mendapatkan sertifikasi Lead Assessor dari IRCA (Internation Registered Certified Auditor). Aktif memberikan training dan konsultasi di bidang Sistem Manajemen Keselamatan Pangan ISO 22000, & HACCP, Sistem Manajemen QHSE (ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO TS 16469, ISO TS 29001), CSMS Oil & Gas, Environmental (Waste Management),  Auditing Skill,  Productivity & Human Resource Development di berbagai perusahaan baik secara in house ataupun public.

Training Basic Safety

Salah satu tujuan Training Basic Safety bertujuan mempelajari bagaimana pemahaman peraturan perundangan K3, apa saja jenis-jenis alat pelindung diri, bagaimana organisasi keadaan darurat (ERT), dan hal lainnya terkait Basic Safety. Deskripsi Pelatihan Perusahaan harus mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan bagi para pekerjanya. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, tentang setiap tenaga kerja yang berhak atas keselamatan dalam pekerjaan dan setiap orang di tempat kerja yang perlu dilindungi keselamatannya. Pelatihan Basic Safety akan memberikan gambaran kepada para peserta tentang bagaimana mengelola lingkungan kerja yang aman, nyaman, bebas kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peserta akan memahami prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan sehingga terciptanya budaya keselamatan dan kesehatan yang akan mengurangi dampak kecelakaan kerja di tempat kerja. (Basic Safety) Tujuan Pelatihan Pelatihan Basic Safety akan membahas tentang Basic Safety yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan Basic Safety diharapkan peserta pelatihan dapat menerapkan dan menerapkan peraturan di bidang K3 di tempat yang disetujui masing-masing. Tujuan pelatihan Basic Safety adalah sebagai berikut: Kesadaran dan kepedulian tentang K3 dari para peserta pelatihan akan meningkat Peserta akan memiliki pengetahuan tentang persetujuan kecelakaan Peserta akan memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis APD Peserta dapat menyusun HAZOB, JSA, HIRA Peserta dapat menyusun Organisasi situasi Darurat (ERT) dan P2K3 Peserta dapat beruntung Undang-Undang No 1 tahun 1970 Peserta yang dapat menentukan peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan K3 Peserta dapat mengambil risiko Peserta dapat menggunakan Alat Pelindung Diri yang tepat untuk kegiatan kerja Peserta Pelatihan Mahasiswa tingkat akhir, Segar kelas SMA / MA / SMK yang ingin berkarir sebagai HSE Lulusan baru D1, D2, D3, D4 / S1 yang ingin berkarir sebagai HSE Safetyman, Petugas HSE, Staf HSE, Paramedis Eksekutif atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu tentang Keselamatan Dasar Outline Materi Materi Training Basic Safety yang akan dibahas adalah : Pemahaman Peraturan perundangan K3 Jenis-jenis Alat Pelindung Diri Organisasi Keadaan darurat (ERT) Identifikasi Bahaya Kondisi dan kesulitan yang berbahaya HAZOB, JSA & HIRA Perlunya Sistem Manajemen K3 Perlunya Organisasi K3 (P2K3) Perlunya Ahli K3 di perusahaan Metode Pelatihan Keunggulan Metode Pelatihan Presentasi : Agar penyampaian materi dilakukan agar Neuro Linguistic Programming efektif. Penyampaian diberikan dengan Metode Pengalaman, sehingga benar-benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditori, dan peserta Kinestetik baik multimedia maupun pembelajaran manual . Penyampaian materi disampaikan DENGAN Fokus Implementasi Dan Bukan Wacana Serta Bukan Wawasan Wawasan belaka. Pemeliharaan Pasca Pelatihan Post Test dilakukan dengan Teknik L. Kirkpatrick yang mengukur 4 level pembelajaran : Perilaku Pembelajaran Reaksi Hasil Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE., M.Si., CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); Tidak. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Dia memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Pengembangan Masyarakat , Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kesehatan di Universitas Ma Chung, Malang dan juga sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas / perguruan tinggi lainnya. Dia memberikan pelatihan inhouse dan pelatihan publik di beberapa perusahaan.Ia merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang ditunjuk sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3)

Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) salah satu tujuannya  dapat mematuhi dan mengimplementasikan SMK3 di tempat kerjanya masing-masing. Deskripsi Pemerintah RI sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012 mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). PP No. 50 Tahun 2012 telah ditetapkan pada 12 April 2012 di Jakarta. PP tersebut merupakan peraturan pelaksanaan dari pasal 87 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam PP Nomor 50 Tahun 2012 tersebut, semua pemberi kerja wajib melaksanakan SMK3, terutama perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja atau perusahaan yang memiliki tingkat potensi kecelakaan yang tinggi akibat karakteristik proses kerja. Tujuan Pelatihan Pelatihan ini akan membahas mengenai SMK3 yang diselenggarakan selama 2 hari. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan dapat mematuhi dan mengimplementasikan SMK3 di tempat kerjanya masing-masing. Adapun tujuan pelatihan ini adalah sebagai berikut: Peserta  memahami SMK3 berdasarkan PP No.50 tahun 2012 Peserta memahami metoda identifikasi & pengkajian resiko bahaya K3 Peserta memahami Proses Penyusunan Tujuan, Sasaran & program K3. (SMK3) Peserta mampu melakukan gap analysis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan Peserta mampu menyusun sistem dokumentasi K3: Prosedur / SOP dan Instruksi Kerja. (SMK3) Peserta mampu Menyediakan, mengimplementasikan & memelihara Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Sasaran Latihan : Dapat memahami konsep SMK3 Dapat melakukan penyusunan tujuan, sasaran dan program K3 Dapat mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Dapat mengetahui dan memahami proses sertifikasi SMK3 Target Peserta : Mahasiswa tingkat akhir yang ingin berkarir sebagai HSE Safetyman, HSE Officer, HSE Supervisor, HSE Superintendent, dan HSE Manager Personel HSE Departemen (SMK3) Ahli K3 Umum (SMK3) Manager Non HSE yang berminat mempelajari SMK3 Executive atau Praktisi Bisnis yang ingin tahu mengenai SMK3 Professional atau Individu yang berkaitan dengan pengelolaan SMK3 Metode Pelatihan : Presentasi Diskusi Konsultatif Sharing Pengalaman Studi Kasus Simulasi Outline Materi : Dasar – dasar Manajemen K3:  Kebutuhan dan Masalah K3, Lingkup K3, Manajemen K3, Prinsip Dasar SMK3 dan Manfaat K3 Pemahaman Persyaratan SMK3 dan Lingkup SMK3 Metode identifikasi dan pengkajian resiko bahaya K3: Lingkup bahaya K3, metode identifikasi bahaya K3, metode pengkajian resiko bahaya K3 Penyusunan Program K3: Lingkup Program K3, metode penyusunan program K3 Sertifikasi SMK3 PP No. 50 2012 Lembaga Audit SMK3 KEUNGGULAN METODE PELATIHAN PRESENTASI : Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan Neuro Linguistic Programming agar efektif. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di perusahaan. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia maupun manual learning. Penyampaian materi disampaikan dengan fokus implementasi dan bukan wacana serta bukan sekedar insight belaka. Facilitator Sudibyo Aji Narendra Buwana, SE.,M.Si.,CPHRM (Master Trainer TOT, HRD, HSE, CSR dari BNSP); No. Reg. ITM. 045 01030 2016) Latar belakang pendidikan beliau adalah S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Administrasi Publik. Beliau mempunyai pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pertambangan batu bara maupun pertambangan nickel pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, General Affair, Corporate Social Responsibilty, Community Development, Kesehatan & Keselamatan Kerja. Selain itu juga pernah aktif mengajar sebagai dosen Manajemen Sumber Daya Manusia maupun Kesehatan & Keselamatan Kerja di Universitas Ma Chung, Malang serta sering memberikan pelatihan kepada mahasiswa di beberapa universitas/perguruan tinggi lainnya. Beliau kerap kali memberikan pelatihan inhouse dan public training di beberapa perusahaan. Beliau merupakan Asesor Kompetensi LSP IKI – BNSP dan juga merupakan Trainer dan Konsultan yang terdaftar sebagai Master Trainer yang bersertifikasi BNSP dengan No. Reg. ITM. 045 01030 2016.

Strategic Sourcing and Vendor Management

Training Strategic Sourcing and Vendor Management mempelajari mengenai  Strategic Sourcing, Vendor Selection,  Cost of poor Quality, Strategic partnership, Lean procurement, dan hal – hal lain terkait Training Strategic Sourcing and Vendor Management. Deskripsi Pelatihan Procurement/purchasing dan vendor management  sangat ditentukan oleh bagaimana proses hubungan dengan para supplier/vendor dilaksanakan. Mengapa vendor harus dimanagemeni dengan baik karena cukup besar uang perusahaan mengalir ke vendor. Karena vendor adalah kepanjangan dari bisnis kita maka produk yang dihasilkan oleh vendor idelnya harus lebih bagus dari harapan, bagaimana dampak yang terjadi dengan bisnis kita apabila terjadi ketidak sesuaian produk reject delivery delay, vendor yang kurang responsive harga yang tidak kompetitif membawa dampak besar terhadap operasi perusahaan, hingga konflik kepentingan, seringkali berawal dari kurang baiknya hubungan antara; team procurement/purchasing & team internal lainnya yang terkait dengan para supplier/vendor. (Strategic Sourcing and Vendor Management) Team procurement/purchasing perlu menerapkan metode vendor management yang strategik untuk menciptakan hubungan kerja berkelanjutan dengan para supplier/vendor, dengan prinsip yang saling mendukung & menguntungkan bahkan mampu membangun semangat perubahan dengan cara memberikan support dalam melaksanakan cost reduction, sehingga pola kerja sama yang dibangun dengan vendor melalui program jangka panjang sehingga menguntungkan kedua belah pihak. (Strategic Sourcing and Vendor Management) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti training ini, para peserta akan memiliki kemampuan untuk: Mengelola & melaksanakan proses vendor management secara strategik & profesional.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Memahami critical point & key success factors dalam proses vendor management.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mampu melakukan Audit vendor dengan baik.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mengidentifikasi, menganalisa, mengantisipasi, & membuat solusi atas permasalahan yang terjadi.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mengembangkan sistem vendor management yang baik, terukur, & terencana.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Membuat keputusan yang efektif & efisien dalam proses vendor management.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Mampu memberikan bimbingan ke vendor untuk menyelamatkan pemborosan yang terjadi diproses supplier/ vendor dengan pendekatan lean.(Strategic Sourcing and Vendor Management) Membangun komunikasi dan semangat untuk bersama meningkatkan profit. Mampu membangun  hubungan jangka panjang dengan vendoa. Mampu menyusun strategy inisisiatif vendor dengan pendekatan KPI. Mampu melakukan continous improvement bersama vendor. Peserta Pelatihan Training ini ditujukan untuk para praktisi & profesional di bidang: Buyer, Procurement Admin, Vendor Management Supply Chain Management, Logisticians Head & Supervisor yang terkait dengan proses procurement. Siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang ini. Outline Materi Hari ke 1 : 8.30 ~ 10.00           Strategic Souching 10.00 ~ 10.15         Coffe Break 10.15 ~ 12.00         Vendor Selection 12.00 ~13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45         Cost of poor Quality 14.45 ~ 15.00         Coffe break 15.00 ~ 16.00         Strategic partnership Hari ke 2 : 8.30 ~ 10.00           Lean procurement 10.00 ~ 10.15         Coffe Break 10.15 ~ 12.00         Vendor Audit 12.00 ~13.00          Isoma 13.00 ~ 14.45         Key Performance Indocator by Vendor 14.45 ~ 15.00         Coffe Break 15.00 ~ 16.00         Vendor Development Program Metode Pelatihan Pelatihan dilaksanakan melalui: Pemaparan materi terkait Strategic Sourcing dan Vendor Management. Pembahasan proses Vendor Selection dan Strategic Partnership. Pembahasan pendekatan Lean Procurement dan Cost of Poor Quality. Pembahasan dan penerapan Vendor Audit. Pembahasan Key Performance Indicator (KPI) untuk Vendor. Pembahasan Vendor Development Program dan Continuous Improvement bersama vendor. Testimoni “Materi & metode sudah sesuai” “Trainer berpengalaman” Fasilitator Surachman. ST.,MT Adalah Profesional konsultan yang telah memiliki pengalaman sebagai praktisi industri lebih dari 22 tahun. Serta lebih dari 7  tahun sebagai konsultan manajemen, yang telah membantu banyak perusahaan Nasional dan Multinasional dalam program peningkatan daya saing perusahaan. Diharapkan dengan wawasan dan pengalaman yang luas dari para instruktur akan memberikan wawasan, inspirasi dan kompetensi baru bagi para peserta training sehingga nantinya dapat diterapkan diperusahaan tempatnya bekerja. Surachman memiliki latar belakang Sarjana Teknik Mesin, dan Magister Teknik Industri, Sebagai lulusan AOTS Association for Overseas Technical Scholarship Japan. Yokohama Kenshu center pada bidang Quality Improvement Berpengalaman pada dunia industri manufaktur, Jabatan terakhir adalah Dept Manager Quality Management dan Management Refresentative   pada sebuah perusahaan multinasional, Berpengalaman dalam proses pengembangan, Managerial Skill, TPM  Quality Management System ISO 9001:2000, ISO TS 16949, Environment Management System 14000:2004, Business & Organization Excellence, Performance Management (Key Performance Indicator), Supplier Development, 5S, Quality innovation, dan Total Quality Management System.