Training Series

Training Train The Trainers Program

Deskripsi Perubahan yang dinamis yang dialami organisasi berdampak pada proses pengembangan kompetensi karyawan. Pengembangan dilakukan dalam kerangka mensinergikan antara pemulihan organisasi dengan kapabilitas karyawan. Salah satu cara untuk mengisi pengembangan karyawan adalah dengan melakukan program pelatihan yang disesuaikan dengan pengisian kesenjangan kompetensi individu. Pelatih internal, dalam hal ini sangat diperlukan untuk membantu manajemen dalam mengisi atau mengurangi kesenjangan individu tersebut. Pelatih internal ini hanya mendukung teknis. Pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang teknis yang dikuasainya diselesaikan diragukan lagi. Akan tetapi, mereka yang sering membantah adalah kesulitan dalam teknik penyampaian saat pelatihan yang membuat peserta tetap bersemangat, antusias, dan terinspirasi Pelatihan ini akan mengundang peserta untuk mendalami metode perumusan sasaran, serta pengalaman praktis tentang pelatihan internal dengan cara atraktif, implementasi praktis di lapangan, menyenangkan dan memberikan inspirasi bagi peserta trainingnya untuk digunakan di pekerjaan sehari-hari dengan antusias. Agar semakin memahami peran pelatih, para peserta juga akan diperkenalkan dengan konsep BADDIE (gambar di bawah ini) yaitu metode pelatihan pelatihan yang diintegrasikan dengan target bisnis perusahaan hingga pada saat menghitungnya. Sasaran Pelatihan Setelah Mengikuti Train Train The Trainers Programme, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami peran pelatih dalam perusahaan bisnis Mampu merumuskan sasaran pelatihan sesuai kebutuhan peserta Mampu melakukan persiapan sebelum pelatihan dengan matang Mampu melakukan pembukaan pelatihan dengan antusias Mampu melakukan pelatihan materi yang menginspirasi dan menyenangkan Target Peserta Train Train Program Trainers ini ditujukan untuk para Para calon pelatih atau pelatih baik sebagai pelatih internal perusahaan maupun pelatih eksternal  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan mendukung dan memberikan pelatihan atraktif  Metode Pelatihan Pelatihan Train The Trainers Program dilaksanakan dengan metode: Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur akan: diajak bermain kreatif untuk pikiran bebas Dilengkapi dengan kegiatan dan diskusi kelompok untuk menambah wawasan peserta latihan kasus / tugas individu permainan peran Praktik presentasi individu Outline Materi Materi Training Train Program Pelatih yang akan dibahas adalah Konsep Pengelolaan pelatihan:  BADDIE PIE  ( pelatihan orang dewasa  , praktis, menginspirasi, menyenangkan) Langkah dalam penyelesaian dan persiapan pelatihan: Mempersiapkan Tahapan Anda Bloom taksonomi: merumuskan kebutuhan peserta dan merumuskan sasaran pelatihan Alternatif pelatihan Perancangan rencana pembicaraan Persiapan diri Pelatihan Pembukaan Pemecah es Bukti penggunaan untuk mendukung peserta Mengelola peserta yang sulit Teknik berbicara spontan Penguat energi Mengelola stres Memahami tipikal peserta pelatihan Menyiapkan tata letak ruangan dan fasilitas pendukung Memukau Tahapan Anda Memuat Tahapan Anda Memberdayakan Pemirsa Anda Latihan: Keterampilan Presentasi Individual Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai profesional di bidang HR dengan spesialisasi: kreativitas dan inovasi, pembangunan karakter, motivasi, pengembangan sistem SDM. Selama kurun waktu tersebut, Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas pribadi yang dapat dilihat individu atau organisasi mana pun terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan tentang psikologi UI dan latar belakang profesional sebagai membahas HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan SDM diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Survival Skills For The New Trainer

New trainers, training coordinators, managers and supervisors with training responsibility will find this workshop informative and practical. Use this day to acquire a fresh approach to your training responsibilities.

Quality Control of Training

quality-control-of-training

Quality Control of Training is talking about how to coach and develop trainers to eliminate deficiencies, keep up to date with new training skills, workable instructor performance planning, how to conduct a training department audit, how to evaluate on-the-job instruction and all the things about Quality Control of Training. Description Identify core instructor competencies, evaluate the effectiveness of instructors, subject matter experts and TQM facilitators. Diagnose training program deficiencies and develop strategies to improve training. Monitor and evaluate existing training with trend analysis and identify and implement quality improvement measures. (Quality Control of Training) Training Goals At the end of the training, the participant will be able to:   How to monitor and evaluate existing training programs for quality.(Quality Control of Training) Identify how to maintain training program effectiveness.(Quality Control of Training) How to find mentors in your training department. Assess the quality of an instructor’s skills. Create a performance plan to improve an instructor’s skills. Use coaching and counseling techniques to improve an instructor’s skills. Training Method Lecturettes Discussions Case Studies Role Plays Action Plans Outline Material 1: What is Effective Instruction? Identify  core instructor competencies Evaluate current staff performance Coach and develop trainers to eliminate deficiencies  Keep up to date with new training skills Workable instructor performance planning How to conduct a training department audit How to evaluate on-the-job instruction How to evaluate quality facilitators and subject matter experts (SMEs) 2: Improving Instructional Technique Evaluate  aspects of your training style How to build retention 50-50 training – talking isn’t training Use adult learning concepts to enhance learning  Five steps of adult learning Match your training style to adult learning needs of the group 3. Exercise for Implementation: How to build retention 4:  Diagnose Training Deficiencies Correctly Is the deficiency a training issue? Did learning take place? How to evaluate the content of training Were the right methods used? What other factors influence successful training? How to design an effective training evaluation instrument 5. Exercise for Implementation: How to design an effective training evaluation instrument  6: Improving Instructional Design Develop trainee materials that work Develop exercises and activities Create “discovery learning” in your activities Create inventories, skill practice and multi-part exercises How to develop effective case studies Use a checklist to develop complete handouts 7. Exercise for Implementation: How to develop effective case studies 8: Monitor and Evaluate the Results of Existing Training Evaluate trainee reactions Use trend analysis to evaluate and use feedback from participants How to tell if participants use new skills after training Measure bottom-line results effectively Tips to get the most from each training dollar How to measure the cost effectiveness of your training How to measure the cost of training vs. not training 9. Exercise for Implementation: Measure bottom-line results effectively  10: Quality Improvement Measures for Training Are you asking the right feedback questions? What to do if training didn’t work How improve your organization’s training programs How to involve supervisors to extend the results of training Are improvement measures worth doing? Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Measuring Training Impacts At Work

Deskripsi Masih ada kita temui pemahaman yang keliru tentang training yang berhasil, di mana keberhasilan yang dimaksud ternyata didasarkan pada keberhasilan penyelenggaran, padahal keberhasilan sebuah Program Training, dilihat dari seberapa jauh ex-peserta Training menerapkan pengetahuan & keterampilan yang telah dipelajri, di tempat kerja Tujuan Training tidak berhenti pada membuat peserta menjadi mampu, tapi bagaimana membuat peserta menerapkan kemampuannya itu di tempat kerja. Oleh karena itu monitoring & evaluasi hasil Training di tempat kerja adalah merupakan salah satu tahap yang sangat penting, bahkan 70% keberhasilan Training tergantung pada tahap ini Program Measuring Training Impacts At Work ini akan banyak memberikan pengetahuan & keterampilan tentang bagaimana cara melakukan monitoring dan evaluasi terhadap ex-peserta sebuah Training setelah mereka kembali ke tempat kerja (Measuring Training Impact At Work). Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Measuring Training Impacts At Work ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memiliki pemahaman yang benar tentang Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Mengenal hal-hal yang menjadi hambatan yang membuat tidak berhasilnya Program Training selama ini Memiliki kemampuan dalam mengantisipasi dan mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi sehingga Program Training menjadi efektif dan berhasil Memiliki pengetahuan & keterampilan tentang cara merancang System & Mekanisme Monitoring dan Evaluasi hasil Training ditempat kerja, termasuk merencanakan, melaksanakan, serta menindaklanjuti hasilnya. Target Peserta Pelatihan Measuring Training Impacts At Work ini ditujukan untuk para: Line Manager (yang sangat berkompeten melakukan monitoring & evaluasi terhadap anak buahnya di tempat kerja), karena mereka berkepentingan untuk memperoleh ana buah yang well-trained dan well-motivated. Juga tentunya personel di Bagian Training, termasuk Internal Trainer untuk Bagian-bagian tertentu. Metode Pelatihan Training Measuring Training Impacts At Work dilaksanakan dengan metode: Menerangkan konsep, diikuti dengan memberikan contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta latihan merancang System & Mekanisme Monitoring dan Evaluasi, serta role play bagaimana melakukan evaluasi langsung dan memberi feedback pada saat anakbuahnya bekerja – di tempat kerja Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Measuring Training Impacts At Work adalah : Pengertian Training sebagai salah satu metode Belajar (Learning) yang efektif Mengapa dan bilamana Training dibutuhkan Apa yang disebut dengan Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss-concept) tentang Training Saling keterkaitan antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat Training berhasil Peran Monitoring & Evaluasi hasil Training di tempat kerja terhadap keberhasilan Training Apa sebenarnya Sasaran Akhir sebuah Training Mengapa Training tidak berhasil Mengenal hambatan-hambatan penerapan hasil Training di tempat kerja Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi hambatan Bagaimana merancang System Monitoring & Evaluasi hasil Training Aspek-aspek yang perlu dievaluasi dalam proses Training Korelasi antara Training Manager, Line Manager, Trainer, Organizer, dan Peserta dalam proses Evaluasi System Evaluasi di Kelas, dan system evaluasi di tempat kerja Monitoring & Evaluasi hasil Training di tempat kerja, pengertian dan sasaran Proses tahap demi tahap dalam melakukan evaluasi hasil Training di tempat kerja Memahami arti Key Indicator dan Standards dalam melakukan evaluasi Bagaimana merancang Pola Dasar Evaluasi Mekanisme monitoring & evaluasi Obyek atau sasaran evaluasi Ketentuan-ketentuan tentang hasil evaluasi Dua cara dalam melakukan follo up hasil evaluasi On-the-Job Training sebagai salah satu tindaklanjut hasil evaluasi Post-Training Evaluation Handbook sebagai pedoman evaluasi Peran Line Manager dalam proses Staff Training & Development  Persyaratan Peserta Semua peserta Measuring Training Impacts At Work DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Durasi Durasi Pelatihan Measuring Training Impacts At Work 2 (dua) hari @ 7 (tujuh) jam efektif per hari, atau 14 (empatbelas) jam efektif. Facilitator Divdeni Syafri Berlatar belakang pendidikan di FISIP – Universitas Padjajdjaran Bandung, mengawali karir di perbankan. Hampir 20 tahun pengalaman kerja di PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk dengan memulai karir  sebagai: agent call center 24 jam selama 2 tahun, menangani informasi produk danamon berbagai keluhan nasabah, kemudian diangkat sebagai Manager Customer Care Center selama 8 tahun, menangani keluhan nasabah yang dimuat di media cetak, email, telepon, website, walk in customer dan mediasi perbankan yang melibatkan Bank Indonesia. Menjadi salah satu PIC yang tercatat di Bank Indonesia yang melaporkan keluhan nasabah khususnya keluhan financial sekaligus menjadi PIC untuk mediasi perbankan antara nasabah, Bank Danamon dan Bank Indonesia. Pengalaman selama 3 tahun menjadi Project Manager untuk Retail Banking Sales Development Program, membuat modul untuk Sales/marketing Bank Danamon seluruh Indonesia, kemudian mengajarkan kepada mereka dari Product knowledge, Skills,  Karakter/ Attitude sampai kepada Profesional Grooming sebagai seorang Bankers. Pengalaman selama 2 tahun menjadi Project Manager Retail Banking Network Support untuk perubahan system baru di Bank Danamon di tahun 2010 yaitu Winning Branch Model yang melibatkan para Pimpinan Cabang/ Branch Manager seluruh Indonesia. Pengalaman selama 5 tahun menjadi Senior Manager di Consumer Service Quality, membuat modul Service Excellence dan mengajarkan kepada semua karyawan di Bank Danamon, mulai dari Security, Teller, Customer Service, Marketing/ Sales Officer sampai kepada Branch Manager. Membuat program program antara lain : Branch Service Competition, E-Channel Competition, Service Coach for Leader dll. Setelah 20 tahun di Bank Danamon, melanjutkan karir sebagai Director Learning & Development di PT. Global Top Career. Tugas saya mengembangkan dan memperbaharui modul yang disesuaikan dengan permintaan klien, kemudian mempromosikan PT. Global Top Career ke berbagai perusahaan. Adapun klien yang pernah kita bantu adalah : Bank BNI 46 (konvensional dan syariah), Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Niaga, Bank Panin, PT. Garuda Indonesia, PT. Permata Indonesia, dll. Reward yang pernah saya dapatkan adalah : The Best Trainer & Facilitator from Danamon Corporate University The Best Curriculum Instructional System Design from Corporate University Xchange The Best Curriculum Development from corporate University Xchange

Measuring Training Impact

Pelatihan Measuring Training Impact mempelajari mengenai mengapa penilaian kebutuhan pelatihan diperlukan, bagaimana mengidentifikasi elemen penilaian kebutuhan pelatihan perbedaan antara instruksi, bagaimana merencanakan  pelatihan dan penilaian kebutuhan pelatihan, bagaimana menghitung ROI dalam pelatihan ,dan hal – hal lain terkait Measuring Training Impact. PENGANTAR Training selalu dilakukan dengan tujuan tertentu. Dengan waktu dan biaya yang besar dalam menyusun dan melaksanakan program pelatihan, maka kita perlu meyakinkan akan keberhasilan dari pelaksanaan program pelatihan. Dengan demikian maka mengukur dampak keberhasilan pelatihan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Ketika evaluasi training dilakukan, kita tidak bisa mengabaikan apakah peserta benar-benar mempelajari konsep yang disampaikan, merubah perilaku mereka, atau bahkan memperbaiki prestasi mereka dan perusahaan yang berarti hasil pelatihan telah diterapkan. (Measuring Training Impact)

Managing Strategic Learning and Development

Training Managing Strategic Learning and Development mempelajari bagaimana memahami secara keseluruhan A to Z dari Program Learning and Development, bagaimana mampu menginterpretasikan dan memberikan kompetensi yang dibutuhkan organisasi pada orang yang tepat di saat yang tepat, dan hal lainnya terkait Managing Strategic Learning and Development. Training & Development saat ini dihadapkan pada sebuah tantangan yang lebih tinggi yaitu efektivitas dalam menghadapi perubahan yang cepat pada bisnis organisasi dan kemajuan teknologi. Mengeluarkan uang untuk training, pengembangan juga akan menjadi pertimbangan. Bagaimana kita bisa mengukur kualitas dari training, pengembangan agar setara dengan biaya yang telah dikeluarkan. Lalu bagaimana kita dapat mengukur, menghitungnya?

Internal Control Training

Memahami basic internal control berdasarkan definisi menurut The American Institute of Certified Public Accountant bahwa internal control terdiri dari struktur organisasi dan metode kordinasinya, mengamankan penjagaan asset organisasi, mengecek keakuratan, reliabilitas dan kelayakan data akunting, eficiency serta menekankan agar sesuai dengan aturan organisasi.

Internal Consulting Skills For Trainer

Deskripsi Identifikasi peran yang sesuai untuk internal consulting, bangun dan pertahankan komitmen manajemen untuk pelatihan, diagnosa masalah pelatihan dengan benar dan gunakan teknik untuk bekerja dengan manajer lini secara efektif. Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Internal Consulting Skills For Trainer ini diharapkan: Ketahui cara berhasil menangani manajer lini. Identifikasi langkah-langkah dalam proses consulting. Praktikkan cara untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pelatihan di organisasi Anda. Identifikasi jenis keterampilan consulting kinerja yang Anda perlukan untuk menjadi sukses. Berlatih bagaimana mendapatkan komitmen manajemen untuk peningkatan kinerja. Gunakan rencana langkah untuk membangun aliansi dengan manajer lini. Pelajari cara membuat kontrak untuk hasil, bukan hanya kegiatan pelatihan. Identifikasi elemen-elemen penting dari rencana peningkatan kinerja. Bedakan antara peran trainer kinerja, pelatih dan agen perubahan. Metode Pelatihan Pelatihan Internal Consulting Skills For Trainer dilaksanakan dengan metode: Lecturettes Diskusi Studi kasus Dimainkan peran Rencana aksi Outline Materi Materi pelatihan yang akan membahas topik Internal Consulting Skills For Trainer adalah: 1. Peran Trainer Kinerja Siapa kliennya? Konsultasi kontinum Consulting Skills kinerja Inventaris Consulting Skills kinerja Pelatih vs. konsultan vs. agen perubahan 2. Komitmen Manajemen untuk Peningkatan Kinerja Bagaimana membangun komitmen Langkah proses consulting Siklus hidup departemen pelatihan Kontrak untuk hasil Daftar periksa komitmen manajemen 3. Mendiagnosis Masalah Analisis kinerja Analisis tujuan Masukkan manajemen dalam analisis Kembangkan ikhtisar dan contoh rencana peningkatan kinerja Daftar periksa Rencana Peningkatan Kinerja 4. Bekerja Dengan Orang Lain Periksa gaya pengaruh Anda Bangun kredibilitas dan tingkatkan pengaruh Anda Inventaris insiden konsultasi Responsif terhadap organisasi Bagaimana cara mengembangkan kemitraan Langkah-langkah meningkatkan leverage dengan orang lain Ringkasan dan Rencana Tindakan Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto adalah instruktur dan konsultan independen di berbagai Pusat Pelatihan, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk Grup BCA, Grup Salim, Bank Tamara, Grup Gajah Tunggal, Grup Dharmala, Grup Sampoerna, Grup Tiga Raksa, Grup Modern, Grup Napan, Bank Lippo, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat tahun, bidang penjualan dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung jawab dan memimpin banyak unit untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia mulai bekerja di Divisi HRD dan Pusat Pelatihan BCA sebagai program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian Pusat Pelatihan BCA selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan mengelola berbagai pelatihan untuk Pusat Pelatihan BCA. Tahun 1993, ia memulai karier sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang memiliki ijasah Magister Pendidikan dari Universitas Simon Fraser Kanada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978). Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang terkait dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

How To Write Test and Effective Training Materials

Bagi karyawan yang dikirim oleh perusahaan untuk mengikuti training, maka sudah menjadi keharusan untuk keterampilan yang dipelajari dapat diukur. Workshop ini akan memberikan penekanan pada evaluasi pembelajaran level II yaitu melihat perubahan kemampuan melalui konstruksi tes baik knowledge maupun skills.

How to Plan, Design & Deliver Training Materials

Design-Training-1

How to Plan, Design & Deliver Training Materials mempelajari mengenai peran Training dalam pengembangan SDM, peran training sebagai salah satu bentuk Learning, apa yang disebut dengan Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya, dan hal lainnya terkait dengan How to Plan, Design & Deliver Training Deskripsi Line Manager dari semua Bagian berkepentingan memiliki anak buah yang terampil dalam melaksanakan tugas,  yang oleh karena itu Line Manager berkewajiban untuk melatih mereka guna meningkatkan pengetahuan & keterampilan di bidang masing-masing (Fuctional Skills). Untuk itu Line Manger perlu memperoleh kemampuan tentang Training Management System, utamanya bagaimana membuat Training Plan , Cara Merancang Materi Training (Technical / Functional Skills), serta Cara Memberi (Deliver) Training. Dengan berkembangnya Organisasi Perusahaan diperlukan Trainer khusus untuk Bagian tertentu yang diambil dari tenaga operasaional dari Bagian yang memerlukan,  seperti Sales Trainer dan Production Trainer, beserta Trainer-Trainer lainnya sesuai kebutuhan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan How to Plan, design & Deliver Training Materials ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pemahaman tentang peran Learning & Development dalam proses Human Resources Development, dan memahami arti dari sebuah Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Pengetahuan & keterampilan tentang bagaimana cara merencanakan, merancang, serta memberi Training secara efektif, seperti bagaimana merancang Bahan Training, bagaimana membuat Lesson Plan, Session Plan, serta Leader’s Gude (Trainer’ Manual), termasuk bagaimana cara membuat Standard Operating Procedures  (SOP) sebagai Training Manual Keterampilan mengajarkan topik yang berbeda dengan menggunakan berbagai metode & tehnik. Target Peserta Pelatihan How to Plan, design & Deliver Training Materials ini ditujukan untuk para: Line Manager dari semua Bagian yang ada dalam Perusahaan, termasuk Trainer dan personel Bagian Training Metode Pelatihan Training How to Plan, design & Deliver Training Materials dilaksanakan dengan metode: Menjelaskan konsep (Tell), yang diikuti dengan memberi contoh (Show), yang selanjutnya meminta setiap peserta melakukan latihan / praktek (Do), yang meliputi membuat Training Plan, merancang Materi Training, Membuat Lesson Plan, dan praktek Mengajar di depan kelas Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Plan, design & Deliver Training Materials adalah : Peran Training dalam pengembangan SDM Peran Training sebagai salah satu bentuk Learning Apa yang disebut dengan Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss-concept) tentang Training Keterkaitan peran & tugas berbagai pihak dalam membuat Training berhasil Perencanaan Training yang menjadi tugas seorang Trainer Bagaimana menetapkan Judul dan Garis Besar Materi program Bagaimana membuat SessionPlan atau Agenda Program berdasarkan Garis Besar Materi Bagaimana membuat Lesson Plan sebagai pedoman mengajar Mengenal unsur-unsur yang termasuk sebagai Training Materials Perbedaan antara Explaining Materials dan Reading Materials Leader’s Guide atau Trainer’s Manual sebagai penjabaran dari Lesson Plan Bagaimana men-design Training Material step by step Tehnik merancang Bagian Awal atau Pendahuluan dari Training Materials Perbedaan antara kelompok Knowledge’s dan Skills dari batang tubuh Training Materials Bagaimana membuat Bagian Rangkuman dari sebuah Materi Training Bagaimana cara membuat SOP sebagai Training Manual Bagaimana merancang slide untuk proses belajar menggunakan otak kanan Tehnik & Metode Dasar dalam membenri Training Tahap-tahap dalam proses memberi Training Tehnik merangsang peserta untuk tertarik (sejak awal) dengan Metode INTRO Metode Tell, Show, Do (TSD) dalam memberiTraining Tehnik Merangkum dan Menutup sesi Training Sikap selama memberi Training Tehnik membuat peserta mudah menerima dan memahami materi Tehnikmengajukan dan menanggapi pertanyaan, komentar, dan saran peserta Tehnik merangsang peserta yang Pasif menjadi  Aktif Tehnik Memberi Feedback terhadap hasil latihan peserta System evaluasi peserta selama Training Mengenal type-type peserta dalam sebuah Training Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Testimoni “Materi training baik” “Trainer sangat OK” “Sangat baik” “Bagus” “Materi ini sangat bagus” “Senangnya luar biasa” Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun bertindak sepagai trainer, konsultan dan coach diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang : Personal Development, Mental Switching, Leadership Skills, Supervisory Management, Coaching and Counseling, Management Training, Creative Problem Solving and Decision Making, Communication Skills, Public Speaking & Presentation Skills, Negotiation Skills, Achievement Motivation Training, Dealing With Difficult People, Team Building, People Development. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Clinical Psychology serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutannya mengambil pendalaman bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua nya di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

How To Plan & Organize Training

How To Plan and Organize Training salah satunya adalah Bagaimana menerjemahkan hasil TNA, bagaimana menentukan pelatihan yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya. Deskripsi Dalam proses yang disetujui penyelenggaraan Program Pelatihan, masih dijumpai hal-hal berikut ini, yaitu: (1) Perencanaan Pelatihan yang akan diberikan tidak benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata berdasarkan hasil Penilaian Kebutuhan Pelatihan. (2)  Rencana langkah-langkah yang perlu diambil dalam proses persiapan penyelenggaraan Pelatihan tidak detail, sehingga terjadi kehadiran hal-hal yang dilakukan tetapi tidak ada dalam rancana (Rencana Aksi). Pelatihan antara pihak-pihak yang terkait dengan proses penyelenggaraan Pelatihan, seperti antara Penyelenggara, Pelatih, dan Pengusaha tempat di mana Pelatihan diselenggarakan. Setelah selesai Program ini, para peserta akan: (1) Memiliki pemahaman yang benar tentang arti Pelatihan Yang Berhasil, serta persyaratan-persyaratan keberhasilannya, yang dalam hal ini termasuk proses perencanaan dan penyelenggaraan. (2) Memiliki kemampuan dalam menerjemahkan hasil TNA ke dalam Rencana Pelatihan yang efektif. (3) Mengenal hal-hal yang menjadi kendala penyelenggaraan Program Pelatihan, serta cara mengatasinya. (4) Memiliki pengetahuan & keterampilan dalam membuat Rencana Pelatihan serta menerjemahkan Rencana Pelatihan ke dalam Rencana Langkah-Langkah yang perlu diambil di tingkat pelaksanaan (Rencana Aksi). Outline Materi Plan and Organize Training: Pelatihan Pengertian sebagai salah satu metode belajar yang efektif. Pelatihan sebagai proses yang tak berujung. Pengertian tentang Pelatihan Yang Berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya. Persepsi yang keliru (miss-concept) tentang Training. Saling keterkaitan antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat Pelatihan berhasil. Bagaimana menerjemahkan hasil TNA sebagai latar belakang diperbaiki Pelatihan. Ke Mana Pergi, Di Mana Kita Sekarang, dan Bagaimana Cara Mencapainya dalam proses membuat Rencana Pelatihan. Bagaimana membuat Pelatihan Sasaran yang SMART. Pelatihan Sasaran yang SMART sebagai alat ukur keberhasilan Formula dari sebuah Rencana Pelatihan. Saling hubungan antara aspek-aspek yang ada dalam Rencana Pelatihan. Rencana Pelatihan (sbg Bahan Bacaan dan Materi Penjelasan) Mengenal jenis-jenis perlengkapan dan peralatan serta kegunaannya. Mengenal bentuk-bentuk yang diatur di dalam ruangan serta peruntukannya. Bagaimana menerjemahkan Rencana Pelatihan ke dalam Rencana Tindakan. Bagaimana melakukan kontrol terhadap pelaksanaan Rencana Aksi Bagaimana membuat Rencana Sesi atau Program Agenda berdasarkan Daftar Garis Besar Materi. Bentuk hubungan dan koordinasi antara Penyelenggara dan Pelatih dalam penyelenggaraan Pelatihan. Panduan mengatur Transportasi, Akomodasi dan Konsumsi bila Pelatihan diselenggarakan di Hotel. Bagaimana membicarakan dan mengguakan Daftar Periksa dalam mengecek Pelatihan. Rundown Materi Plan and Organize Training Hari ke-1 08.30 – 10.00  Pelatihan Pengertian dan perannya dalam pengembangan SDM  Pelatihan sebagai salah satu metode belajar yang efektif  Mengapa Pelatihan diperlukan  Pelatihan Bilamana Diperlukan  Manfaat Pelatihan bagi Karyawan, bagi Perusahaan, dan bagi Manajer 10.15 – 12.00  Pelatihan sebagai proses yang tak berujung  Pengertian tentang Pelatihan Yang Berhasil  Syarat-syarat menyetujui Pelatihan  Persepsi yang keliru (salah konsep) tentang Pelatihan  Peran proses perencanaan dan pelaksanaan terhadap Pelatihan 13.00 – 15.00 Saling keterkaitan antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan Pelatihan Bagaimana menerjemahkan hasil TNA sebagai Pelatihan Latar Belakang Terbaharui Ke Mana Pergi, Di Mana Kita Sekarang, dan Bagaimana Cara Mencapainya dalam proses membuat Rencana Pelatihan  Bagaimana membuat Pelatihan Sasaran yang SMART  Pelatihan Sasaran yang SMART sebagai alat ukur keberhasilan  Latihan  : Membuat Sasaran Pelatihan yang SMART berdasarkan hasil TNA Presentasi:  Setiiap peserta atau kelompok mempresentasikan hasil latihan 15.15 – 17.00  Formula dari sebuah Rencana Pelatihan  Bagaimana mempersiapkan suatu Rencana Pelatihan dalam bentuk Materi Presentasi Saling hubungan antara Pelatihan Latar Belakang dan Pelatihan Sasaran  Pelatihan Penjabaran Sasaran ke dalam Manfaat Pelatihan  Hubungan antara Manfaat Pelatihan dengan biaya atau Anggaran yang diperlukan  Latihan:  Peserta membuat Rencana Pelatihan berdasarkan formula yang telah dipelajari   Presentasi  : Setiap peserta mempresentasikan hasil latihan       Hari Ke-2 • 08.30 – 10.00  Pelatihan Mengenal jenis perlengkapan dan peralatan  Penggunaan dan kegunaan dari masing-masing perlengkapan dan peralatan Pelatihan  Mengenal bentuk – bentuk ruangan kelas serta peruntukannya   Latihan:  Peserta latihan bersama-sama mencocokkan Bentuk Dalam dan  Peralatan yang tepat untuk kegiatan yang tepat • 10.15 – 12.00  Pengertian dari kata “Rencana Aksi”  Persyaratan dari Rencana Aksi yang efektif  Bagaimana menerjemahkan Rencana Pelatihan ke dalam Rencana Tindakan Bagaimana melakukan kontrol terhadap pelaksanaan Rencana Aksi  Latihan:  Peserta membuat Rencana Tindakan berdasarkan Rencana Taining    Presentasi:  Setiap peserta mempresentasikan hasil latihan • 13.00 – 15.00 Pengertian dari “Rencana Sesi” Perbedaan antara Rencana Sesi dan Rencana Pelajaran Bagaimana membahas Rencana Sesi revisi dg materi dan waktu yg tersedia Koordinasi antara Penyelenggara dan Pelatihan dalam persiapan Pelatihan Latihan:  Peserta membuat Rencana Sesi Presentasi:  Setiap peserta mempresentasikan hasil latihan • 15.15 – 17.00 Petunjuk mengatur Transportasi, Dewan & Penginapan jika Pelatihan diadakan di Hotel Peran Organizer sebagai Liaison Officer antara peserta dengan Hotel Bagaimana mempersiapkan dan menggunakan Daftar Periksa dalam mengecek persiapanTraining Daftar Periksa sehari sebelum Pelatihan, dan Daftar Periksa sesaat sebelum Pelatihan dibuka Latihan  : Peserta membuat Daftar Periksa Presentasi  : Setiap peserta mempresentasikan hasil latihan  Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop / Notebook Facilitator Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengerjakan masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta, – di mana ia bekerja selama lebih dari 10 tahun sebagai Manajer Pembelajaran & Pengembangan Nasional, serta bekerja lebih dari 35 tahun pada saat manajerial di bidang Sumber Daya Manusia & Pelatihan di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Manajer Sumber Daya Manusia di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan Melia Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulusan terbaik), selanjutnya mengikuti berbagai Program Pengembangan Manajemen dan Seminar baik di dalam maupun luar negeri, antara lain: Program Pengembangan Manajemen, oleh Prof. Alejandro Reyes dari Asian Institute of Management (AIM), Manila, Filipina Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory dari Lausanne Hotel School, Swiss – Siswa Terbaik Pengembangan Pengawasan Komunikasi, oleh Bpk. Sandy Strayer dari Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Kepemimpinan dan Pengaruh, oleh DR. Roger Gill dari Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negosiasi & Presentasi Penjualan, oleh Direktur Layanan Pelanggan The Coca-Cola Company, Grup Pasifik, Kuala Lumpur Dealing With Changes, program pelatihan psikologis, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Cara Efektif Dalam Proses Pembelajaran, oleh Mr. Rolando Alpe dari Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, spesialis dalam penelitian tentang peran musik

How to Plan & Design Training Materials

Pelatihan How to Plan & Design Training Material akan membahas bagaimana merancang materi training karena masih banyak ditemui materi training yang diberikan oleh seorang trainer adalah materi yang sudah jadi yang dirancang oleh orang atau pihak lain, sehingga dalam proses men-deliver training, trainer tidak sepenuhnya menguasai materi yang diberikan. Jika materi training dirancang sendiri oleh trainer yang memberikan, maka trainer tersebut lebih bebas berkreasi dalam menyampaikan karena ia bukan saja menguasai apa yang tersurat tapi juga ia tahu persis apa yang tersirat. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan How to Plan & Design Training Materials ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pemahaman tentang konsep dasar Training sebagai salah satu unsur utama dalam proses Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pengetahuan & keterampilan dalam merancang proses Belajar – Mengajar sebagai Program Leader / Trainer, seperti menyusun Lesson Plan, Session Plan, Leader’s Guide, serta materi training itu sendiri. Pengetahuan & keterampilan dalam men-design materi training step by step, yang ditampilkan dengan cara menarik  dan  muda dipahami, yang mampu menarik minat peserta untuk mempelajarinya, di samping isi materi yang memberikan pengetahuan & keterampilan baru bagi peserta. Target Peserta Pelatihan How to Plan & Design Training Materials ini ditujukan untuk para: Internal Trainer yang di-assign untuk Bagian tertentu (Sales Trainer, Production Trainer, dan lain-lain), Personel di Bagian Training, serta Line Manager (yang salah satu kewajibannya memeberi (Fuctional Skills Training) kepada anak buahnya. Metode Pelatihan Training How to Plan & Design Training Materials dilaksanakan dengan metode: Menerangkan konsep, diikuti dengan memberikan contoh, yang selanjutnya setiap peserta diminta latihan membuat Lesson Plan, Session Plan serta merancang Training Material secara lengkap. Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik How to Plan & Design Training Materials adalah : Pengertian Training sebagai salah satu metode Belajar (Learning) yang efektif Mengapa dan bilamana Training dibutuhkan Apa yang disebut dengan Training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss-concept) tentang Training Saling keterkaitan antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam membuat Training berhasil Perencanaan Training yang menjadi Tugas & Tanggung Jawab Trainer untuk menyusunnya Bagaimana menetapkan Judul dan Garis Besar Materi Training Bagaimana membuat Session Plan atau Agenda Program berdasarkan Garis Besar Materi Pengertian dan perbedaan antara Lesson Plan dengan Leader’s Guide Bagaimana membuat Lesson Plan Bagaimana membuat Leader’s Guide Mengenal unsur-unsur yang termasuk sebagai Materi Training Perbedaan antara Explaining Materials dengan Reading Materials Post-Training Evaluation System sebagai bagian dari materi training Bagaimana merancang Post-Training Evaluation Memahami struktur dari Training Materials Design Bagaimana men-design Training Materials step by step Tujuan dan manfaat dari setiap aspek yang ada dalam struktur design Bagaimana proses membuat SOP sebagai Training Manual Memahami penggunaan otak kiri dan otak kanan dalam proses belajar Bagaimana merancang slide untuk merangsang proses belajar dengan otak kanan Pemanfaatan fitur Power Point dalam membuat slide Durasi 2 (dua) hari @ 7 (tujuh) jam efektif per hari, atau 14 (empatbelas) jam efektif. Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Facilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain : Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta. Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan, merancang, meluncurkan,dan memberikan Program Training untuk para karyawan Coca-Cola seluruh Indnesia terutama para staf di bidang Sales & Distribusi, yaitu Sales Center Manager, Sales Supervisor, dan Salesman, di samping ia juga terlibat dalam peroses merancang Coca-Cola National Learning Center. Sampai dengan saat ini ada lebih dari 30 Program Training yang telah dirancang dan diberikan (baik secara In-House maupun Public) yang berkaitan dengan Leadership & Komunikasi, Sales & Distribusi, Customer Service, Human Resources Management & Training Management, Problem Solving &  Decision Making, dan soft skills lainnya  (lihat Daftar Klien untuk In-House Training, terlampir). Di luar tugas pokoknya, Semba Biawan sejak masih di Coca-Cola hingga saat ini sering diminta untuk menjadi pembicara (speaker) di berbagai  seminar manajemen  yang diselenggarakan oleh Seminar Organizer, Educational Institutions dan  Professional Associations, di samping ia juga banyak menulis di majalah dan

How to Identify Training Need (TNA)

HOW-TO-IDENTIFY-TNA-min

Training How to Identify Training Need (TNA) mempelajari mengenai Pengertian dan hakekat dari TNA, peran TNA dalam memperoleh program training yang efektif, latar belakang mengapa TNA diperlukan, mengenai knowledge, skill, dan attitude (KSA) sebagai target evaluasi dlm TNA, mengenai antara analisa masalah dengan analisa kebutuhan training dan hal – hal lain terkait TNA. Deskripsi Masih kurangnya kesadaran bahwa proses training yang efektif bermula dari langkah profesional dalam memilih program  tepat untuk orang yang tepat Masih telihat gejala bahwa training diberikan tidak berdasarkan kebutuhan nyata dari seseorang atau sekelompok orang, sehingga training tersebut tidak memberi dampak terhadap  perubahan cara kerja karyawan, karena  pengetahuan & keterampilan  diperoleh tidak relevan dengan peran, tugas, serta aktivitas karyawan sehari-hari Training dianggap sebagai obat mujarab untuk semua penyakit sehingga selalu dijadikan pilihan untuk mengatasi kinerja perusahaan yang menurun, padahal kinerja yang menurun tersebut belum tentu disebabkan oleh faktor Manusia, tapi bisa saja karena faktor System Kerja dan Sarana Kerja yang tidak memenuhi standar  Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Need (TNA) ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Pemahaman tentang peran TNA sebagai tahap awal dalam menentukan keberhasilan Training Kesadaran bahwa training yang efektif berawal dari bagaimana memilih Program yang tepat untuk Orang yang tepat Pengetahuan dan keterampilan tentang tehnik dan metode dalam melakukan Proses Identifikasi dan Analisa kebutuhan training (Training Needs Assessment) tahap demi tahap Target Peserta Pelatihan How to Identify Training Need (TNA) ini ditujukan untuk para: Siapa saja baik langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan fungsi Learning & Development, baik sebagai Manager / Supervisor, termasuk  personel yang menangani kegiatan Training, seperti Training Manager / Training Coordinator / Training Officer Metode Pelatihan Training Need (TNA) dilaksanakan dengan metode: Menggunakan Metode TSD (Tell – Show – Do)yaitu Memberi penjelasan atau menerangkan materi (lecturing). Memberi Contoh atas materi yang telah diterangkan Selanjutnya meminta setiap peserta baik secara perorangan maupun grup melakukan Latihan dan Mempraktekkan keterampilan yang telah diajarkan, yang antara lain : Membuat Daftar aktivitas yang diterjemahkan ke Daftar Kompetensi Membuat Daftar Program Training yang diperlukan berdasarkan Kompetensi dari jabatan tertentu  (Training Matrix) Latihan membuat system evaluasi untuk memperoleh Orang Yang Tepat untuk dikirim mengikuti Program tertentu Membuat system dan mekanisme evaluasi untuk memnentukan Program yang tepat untuk orang yang tepat (Performance-Based Training) Outline Materi Materi Training Need (TNA) yang akan dibahas adalah : Pengertian dan hakekat dari Training Needs Assessment (TNA Peran TNA dalam memperoleh Program Training yang efektif Latar belakang mengapa TNA diperlukan Knowledge, Skill, dan Attitude (KSA) sebagai target evaluasi dlm TNA Antara Analisa Masalah dengan Analisa Kebutuhan Training TNA dan “Performance Gap” Metode pengumpulan data dalam proses TNA Sumber data & informasi dalam proses TNA Siapa yang berkompeten melakukan TNA, dan Mengapa Hubungan peran antara Training Mgr  dan Line Mgr dalam proses TNA Mengenal tiga basis sebagai patokan dalam melakukan TNA TNA yang berbasiskan Kompetensi Proses menerjemahkan Job Discription ke Activities dan Competency Proses menetapkan Program yang tepat untuk Jabatan yang tepat Menjabarkan Program utk Kebutuhan Jabatan ke Kebutuhan Perorangan Memperoleh tingkat kemampuan perorangan dg  Survey & Proficiency Test Bagaimana merancang qoistionnaire dan bahan untuk Proficiency Test Proses TNA yang berbasiskan Program Menetapkan Sasaran dan Garis Besar Program yang ditawarkan Bagaimana menjabarkan Job Desc. ke dalam Daftar Aktivitas Proses menetapkan  orang yang tepat dalam mengikuti Program Proses TNA yang berbasiskan Kinerja Memahami System & Mekanisme Evaluasi, serta Key Indicator dan Standard Proses step by step dalam menentukan Program yang tepat untuk Orang yang tepat Durasi Jangka Waktu Program  adalah 2 (dua) hari @ 7 jam (efektif) per hari, atau berjumlah 14 jam  (efektif)). Agenda harian dimulai Jam 08.30 pagi dan berakhir jam 17.00, dengan 1 jam makan siang dan 2 kali Coffee Break @ 15 menit. Lebih dari 50% waktu digunakan untuk Latihan dan Praktek peserta Sebagian besar waktu digunakan untuk Praktek Peserta, baik praktek merancang System Pelayanan maupun Role Play melakukan interaksi dengan Pelanggan seperti Handling Customer Complaint Agenda DAY 1 08.30 – 10.00 Pengertian dan hakekat dari Training Needs Assessment (TNA) Peran TNA dalam memperoleh Program Training Yang Efektif Latar belakang mengapa TNA diperlukan Knowledge, Skills, dan Attitude (KSA)  sebagai target evaluasi dlm  TNA Antara Analisa Masalah dengan Analisa Kebutuhan Training 10.15 – 12.00 TNA dan “Performance Gap” Beberapa metode pengumpulan data dalam proses TNA Sumber data & informasi dalam proses TNA Siapa yang berkompeten melakukan TNA ?, Mengapa? Hubungan peran antara Training Mgr. & Line Mgr  dalam TNA 13.00 – 15.00 Mengenal tiga basis sebagai patokan dalam melakukan TNA TNA yang berbasiskan Kompetensi Proses menerjemahkan JobDesc ke Activities dan Competency Latihan : membuat Daftar Competency berdasarkan JobDesc. Presentasi : setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan 15.15 – 17.00 Proses menetapkan Program yg tepat untuk jabatan yg tepat Latihan : Membuat Daftar Program Training yang  dibutuhkan oleh setiap Posisi, berdasarkan kompetensi yang harus dimiliki Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan       DAY 2 08.30 – 10.00 Menjabarkan Program utk Kebutuhan Jabatan ke Kebutuhan Perorangan Memperoleh tingkat kemampuan perorangan dg Survey & Proficiency Test Bagaimana merancang Qoistionnaire dan bahan Proficiecy Test Latihan : Menjabarkan Program dari Keb. Jabatan ke Perorangan, Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan 10.15 – 12.00 Proses TNA yang berbasiskan Program Menetapkan Sasaran dan Garis Besar Program yang ditawarkan Bagaimana menjabarkan Garis Besar Program ke Daftar  Keterampilan Latihan : Menetapkan Program yg ditawarkan ke  dalam Daftar Pengetahuan & Keterampilan yg akan diajarkan Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan 13.00 – 15.00 Bagaimana menjabarkan Job Descriptions ke dalam Daftar Aktivitas Daftar Aktivitas vs. Daftar Pengetahuan & Keterampilan yg akan dipelajari Proses menetapkan orang yg tepat untuk mengikuti Program Latihan : Membuat Daftar Aktivitas, kemudian cocokkan dengan Daftar Pengetahuan &  Keterampilan, utk menetapkan peserta Presentasi : Setiap kelompok mempresentasikan hasil latihan 15.15 – 17.00 Proses TNA yang berbasiskan Kinerja Memahami System & Mekanisme evaluasi thdp proses kerja Key Indicator, Standard, dan Formulir Evaluasi sebagai dasar TNA Proses menetapkan Program yg tepat untuk Orang yang tepat Latihan: Membuat System  Evaluasi Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook Testimoni “Lebih banyak games interaktif” “Good” “Ok” “Saya sangat Suka dengan Materinya sesuai & relevan dengan pekerjaan Saya” “Trainernya sangat bagus dalam

Effective On the Job Training

Deskripsi Practice techniques to use a four-step method of instruction:  prepare, present, tryout and follow-up.  Special emphasis is given to correcting mistakes and coaching one-on-one as well as safety in “live” situations.  Evaluate the effectiveness of your on-the-job training efforts.(Effective On the Job Training) Tujuan Pelatihan Melalui pelatihan Effective On the Job Training ini diharapkan: Practice easy and effective ways to begin on-the-job training.(Effective On the Job Training) Identify different ways participants prefer to learn and how to adjust the trainer’s teaching style to be successful.(Effective On the Job Training) Break down a task easily to identify prerequisites and how much practice is required to learn a new skill.(Effective On the Job Training) Select the right method to train participants.(Effective On the Job Training) Identify techniques to make teaching with “live” equipment both safe and successful.(Effective On the Job Training) Coach and correct errors effectively.(Effective On the Job Training) Berlatih membuat pelatihan menarik, tidak membosankan.(Effective On the Job Training) Praktikkan cara untuk mendapatkan respons yang baik selama pelatihan.(Effective On the Job Training) Metode Pelatihan Pelatihan Efektif di Lapangan Kerja dilaksanakan dengan metode: Lecturettes Diskusi Studi kasus Penilaian Mandiri Rencana aksi Outline Materi Pelatihan Materi yang akan membahas topik Efektif Pelatihan Kerja adalah: 1. Ikhtisar dan Pendahuluan Kursus Isi dan tujuan lokakarya Tetapkan tujuan pribadi untuk sesi ini Inventarisasi keterampilan Anda saat ini 2. Jadikan Pembelajaran Orang Dewasa Menjadi Hidup! Cara membangun retensi Identifikasi gaya belajar Gunakan konsep pembelajaran orang dewasa untuk meningkatkan pembelajaran Evaluasi aspek gaya pengajaran Anda Ajarkan pelajaran 5 menit kepada pasangan Hubungkan gaya pelatihan Anda dengan pelajar dewasa 3. Rencanakan Pelatihan Di Tempat Kerja Siapa yang butuh pelatihan? Langkah mudah untuk memecah tugas menjadi bagian yang bisa diajar Cara menetapkan tujuan pelatihan yang realistis dan dapat dicapai 4. Berhubungan dengan Pelajar Pilih metode yang sesuai Tentukan berapa banyak latihan yang diperlukan untuk mempelajari keterampilan baru Berlatih teknik mondar-mandir untuk menghindari kebosanan Cara memulai sesi OJT Metode untuk melakukan demonstrasi yang efektif Gunakan pertanyaan dasar untuk meningkatkan partisipasi dan pembelajaran “penemuan” Parafrase untuk memperjelas pemahaman Cara memperbaiki kesalahan dan memberikan “kritik konstruktif” Cara melatih peserta didik satu-satu Pertahankan harga diri peserta Perhatian khusus untuk mengajar dengan peralatan “langsung” Evaluasi usaha Anda Rencana Aksi dan Kesimpulan Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto adalah instruktur dan konsultan independen di berbagai Pusat Pelatihan, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk Grup BCA, Grup Salim, Bank Tamara, Grup Gajah Tunggal, Grup Dharmala, Grup Sampoerna, Grup Tiga Raksa, Grup Modern, Grup Napan, Bank Lippo, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat tahun, bidang penjualan dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung jawab dan memimpin banyak unit untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia mulai bekerja di Divisi HRD dan Pusat Pelatihan BCA sebagai program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian Pusat Pelatihan BCA selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan mengelola berbagai pelatihan untuk Pusat Pelatihan BCA. Tahun 1993, ia memulai karier sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang memiliki ijasah Magister Pendidikan dari Universitas Simon Fraser Kanada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978). Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang terkait dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Training e-Training Facilitator

Sasaran Pelatihan Melalui Training eTraining Facilitator ini diharapkan: Describe the e-trainer’s role as a facilitator of synchronous, asynchronous and blended learning Identify how to use adult learning concepts in an e-learning environment Use options for virtual introductions Use facilitation skills in an e-learning environment Promote learner interaction and participation Overcome pitfalls of facilitating e-learning Use trategies to deal with problem learners Complete planning steps for an e-learning event Identify steps to orient the learner to your technology Outline Materi Materi Training eTraining Facilitator yang akan dibahas adalah : 1. Overview What is e-learning? Characteristics of synchronous, asynchronous and blended learning Methods for the best learning experiences for e-learners Steps in adult learning Use adult learning concepts in e-learning Assess your skills, manage your expectations 2. Virtual Introductions and E – Facilitators Roles Options for virtual introductions Think like a course designer, facilitating material designed by others E-facilitator roles Facilitation skills that translate from the classroom to e-learning 3. E- Facilitation Skills  How to give directions and set up learning activities How to compensate for lack of face-to-face contact Ten tools and tips to increase interaction and participation 4. E- Facilitation Questions and Facing Use questions effectively Are the concepts clear? How can e-learners use what is taught? Keep the pace alive Penugasan off-air dan opsi lainnya 5. Perangkap dan Solusi  E-Fasilitasi Perangkap dan cara mengatasinya Kapan berangkat dari naskah yang disiapkan Strategi Netiket dan pembelajar masalah 6. Bersiaplah untuk Memfasilitasi Acara E-Learning Populasi target: siapa di luar sana? Buat skrip acara atau peta jalan untuk acara pembelajaran Dapatkan materi untuk orang yang tepat Cara terhubung dengan pelajar virtual 7. Gunakan Teknologi untuk Keuntungan Terbaik Orientasikan pembelajar pada teknologi Gunakan alat untuk mempromosikan interaksi Mengetahui kemampuan dan batasan sistem Siapa yang tersedia untuk memecahkan masalah? Dukungan teknis untuk pembelajaran 24/7 Mengevaluasi pelajar dan memantau kemajuan Umpan balik peserta: ajukan pertanyaan yang tepat Menyusun informasi umpan balik dan langkah selanjutnya 8. Sumber Daya dan Kesimpulan Jawaban untuk aktivitas Saran huruf dan bagan untuk papan tulis Glosari istilah e-learning Pertanyaan untuk diajukan pada masing-masing dari lima langkah pembelajaran orang dewasa Daftar pustaka buku, artikel dan situs web Indeks ke bahan Umpan balik peserta Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Developing Yearly Training Budget Plan

Deskripsi Training Developing Yearly Training Budget Plan – Dalam proses menyusun rencana Training tahunan beserta Rencana Anggaran Biaya, masih dijumpai kenyataan-kenyataan sebagai berikut : Masih adanya persepsi yang berbeda tentang hakekat Training, yang mempengaruhi efektifitas dalam melakukan proses Training tahap demi tahap, termasuk dalam menyusun Training Plan & Budget Plan Training Plan & Budget Plan disusun kadang-kadang tidak berdasarkan kebutuhan nyata sebagai hasil dari identifikasi kebutuhan training atau Training Needs Assessment (TNA) yang dilakukan secara cermat, komprehensif dan profesional. Implementasi program Training pada tahun berjalan tidak sepenuhnya dilakukan berdasarkan Training Plan, tapi dilakukan  atas dorongan situasi tertentu yang biasanya berdasarkan permintaan dan keinginan dari pihka-pihak tertentu (want), dan bukan berdasarkan kebutuhan (Needs). (Budget Plan) Setelah selesai mengikuti Program ini, para peserta akan : Memahami betapa pentingnya kesamaan persepsi dari semua pihak dalam organisasi tentang hakekat Training, sehingga setiap tahap dalam proses Training berjalan lancar. (Budget Plan) Memahami pengertian tentang “Training Yang Berhasil”, serta syarat-syarat  keberhasilannya. (Budget Plan) Memiliki pengartahuan tentang proses TNA yang komprehensif dan professional. (Budget Plan) Memiliki pengetahuan tentang proses menyusun Rencana Penyelenggaraan Program Training  (Action Plan) yang efektif. (Budget Plan) Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerjemahkan Rencana Penyelenggaraan Program Training (Action Plan) ke dalam Budget Plan. (Budget Plan) Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Developing Yearly Training Budget Plan adalah : Pengertian dan hakekat training Pengertian dari training yang berhasil, serta syarat-syarat keberhasilannya Persepsi yang keliru (miss concept) tentang training Peran proses perencanaan dan penyelanggaraan terhadap keberhasilan training Peran masing-masing pihak yang terkait dalam membuat training yang berhasil Memahami proses TNA yang komprehensif dan profesional Hakekat dan peran TNA dalam menetapkan program training yang dibutuhkan Hubungan antara hasil TNA dengan yearly training plan Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai follow up hasil TNA Hubungan antara kompetensi dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Hubungan antara kinerja karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Training Needs Matrix untuk setiap posisi berdasarkan kompetensi Bagaimana mengembangkan rencana frekuensi dan jadwal program tahunan Pola rencana penyelenggaraan sebuah program training Aspek-aspek yang mendasari sebuah rencana penyelenggaraan program training Bagaimana menegembangkan Action Plan dalam penyelenggaraan program training Bagaimana menerjemahkan setiap aktivitas dalam Action Plan ke dalam Budget Plan Bagaimana menyusun Yearly Budget Plan berdasarkan biaya penyelenggaraan Agenda Developing Yearly Training Budget Plan 08.30 – 10.00 – Pengertian dan hakekat Training – Pengertian dari Training Yang Berhasil serta syarat-syarat keberhasilannya – Persepsi yang keliru (miss concept) tentang Training – Peran proses Perencanaan & penyelenggaraan terhadap keberhasilan Training – Peran masing-masing pihak yang terkait dalam membuat Training berhasil 10.15 – 12.00 – Memahami proses TNA yang komprehensif dan professional – Hakekat dan peran TNA dalam menetapkan Program Trainng yang dibutuhkan – Hubungan antara hasil TNA dengan Yearly Training Plan – Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai follow up hasil TNA – Latihan : Melakukan proses TNA berdasarkan kompetensi  dari posisi tertentu 13.00 – 15.00 – Hubungan antara kompetensi dengan pengetahuan & keterampilan yang dibutuhkan – Hubungan antara hasil evaluasi kinerja karyawan dengan pengetahuan & keterampilan yang dibutuhkan – Training Needs Matrix untuk setiap posisi berdasarkan kompetensi – Bagaimana mengembangkan rencana Frekwensi & Jadwal Program tahunan – Latihan :  Membuat Yearly Training berdasarkan program yang berbasiskan kompetensi  – Presentasi :  Setiap peserta atau kelompok mempresentasikan hasil latihan 15.15 – 17.00 – Pola rencana penyelenggaraan sebuah Program Training – Aspek-aspek yang mendasari sebuah rencana penyelenggaraan sebuah Program Training – Bagaimana mengembangkan Action Plan dalam penyelenggaran Program Training – Bagaimana menerjemahkan setiap aktivitas dalam Action Plan ke dalam Budget Plan – Bagaimana menyusun Yearly Budget Plan berdasarkan biaya penyelenggaraan per program – Latihan : Membuat Action Plan, Budget Plan per program, dan Yearly Budget Plan  – Presentasi :  Setiap peserta atau kelompok mempresentasikan hasil latihan  Persyaratan Peserta Semua peserta DIWAJIBKAN membawa Laptop/Notebook. (Budget Plan) Facilitator Semba Biawan Semba Biawan yang terakhir bekerja dan mengakhiri masa tugasnya di Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia Kantor Pusat Jakarta,  – di mana ia bekerja selama hampir 10 tahun sebagai National Learning &Development Manager, memiliki pengalaman kerja lebih dari 35 tahun pada posisi manajerial di bidang Human Resources & Training di perusahaan Nasional dan Multinasional. Ia memulai karir manajerialnya di thn 1976 sebagai Human Resources Manager di sebuah Industri Tekstil yang dikelola oleh Bancom dari Pilipina, kemudian bekerja di  Hotel berbintang yang bermata rantai internasional yaitu di Regent International, Beufort International, Mandarin Oriental, dan  Melia  Sol. Ia belajar di National Hotel Institute (NHI) Bandung, lebih dari 36 tahun yang lalu (lulus dengan peringkat terbaik – best student), selanjutnya mengikuti berbagai Management Development Program dan Seminar baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain : Management Development Program, oleh Prof. Alejandro Reyes of Asian Institute of Management  (AIM),  Manila, Philippines Train the Trainer Program, oleh Mr. Gianfranco Astory of Lausanne Hotel School, Switzerland – Best Student Supervisory Development on Communication, oleh Mr. Sandy Strayer of Inter-Continental Hotels Corporation, Jakarta Leadership and Influence, oleh DR. Roger Gill of Dimension Development International (DDI), Hongkong. Negotiation & Sales Presentation, oleh Director of Customer Service of The Coca-Cola Company, Pacific Group, Kuala Lumpur Dealing With Changes, a psychological training program, oleh Pacific Institute, Perth, Australia Effective Way In Learning Process, oleh Mr. Rolando Alpe of Leading Consulting Network, Makati, Manila OptimaLearning, oleh DR. Ivan Barzakov, specialist in research on the roles of music in learning process, Jakarta. Subliminal Dynamic, learn about function of sub-conscious part of the brain in learning process, oleh Mr. Richards L. Welch, K Lumpur Hampir di semua perusahaan di mana ia bekerja, selalu mulai dari periode pre-opening dan sebagai opening team terlibat dalam proses merancang dan setting up system & prosedur di bidang Human Resources & Training. Pada saat ia masih aktif di bidang perhotelan, ia berkesempatan memberi training selama 3 bulan  kepada para  Manager dari hotel di bawah PT. HII, dan ia terpilih sebagai Best Trainer  (berdasarkan penilaian peserta) di antara 10 trainer yang ada. Setelah hampir 10 tahun bekerja di Coca-Cola, Semba Biawan kini memiliki aktivitas sebagai Independent Senior Consultant di bidang  Learning & People Development, yang hingga kini telah memberi training kepada ribuanorang dari ratusan perusahaan. Selama bekerja di Coca-Cola, Semba biawan terlibat dalam peroses merencanakan,

Designing Games Training : For Indoor And Outdoor Program

Deskripsi Tuntutan untuk memberikan yang terbaik kepada peserta training, membuat Trainer dan/atau Designer modul pelatihan berusaha menyajikan materi dengan variasi metode pengajaran. Salah satu yang menjadi favorit peserta adalah jika dalam pelatihan , ditampilkan metode pengajaran dengan menggunakan Games. Permasalahan yang ada pada Trainer dan/atau Designer modul pelatihan adalah kesulitan bagaimana cara membuat sebuah games Training yang tepat sasaran, serta bagaimana proses pembuatan games training tersebut. Melalui pelatihan ini, peserta akan langsung berlatih merancang sebuah games training berdasarkan sasaran yang diinginkan dari sebuah modul. Diawali dengan membuka sisi kreativitas diri peserta, agar dapat Tuntutan untuk memberikan yang terbaik kepada peserta training, membuat Trainer dan/atau Designer modul pelatihan berusaha menyajikan materi dengan variasi metode pengajaran. Salah satu yang menjadi favorit peserta adalah jika dalam pelatihan , ditampilkan metode pengajaran dengan menggunakan Games. melihat sesuatu hal dari perspektif yang berbeda dari selama ini yang dilakukan. Dilengkapi dengan latihan dan diskusi untuk menjembatani konsep dengan aplikasi praktisnya di lapangan. Pelatihan ini akan bersifat : Praktikal karena dilengkapi dengan aktivitas dikelas sebagai bentuk mini dari kehidupan nyata di pekerjaan. Inspiratif dimana peserta mendapatkan sebuah pembelajaran dari kegiatan kelas yang dilakukan dan mengkaitkannya dengan kehidupan kerja nyata. Enjoydengan penedekatan yang fun, atraktif, serta pelibatan aktif peserta dalam menjalankan metode pengajaran yang diberikan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Designing Games Training : For Indoor And Outdoor Program ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Games sebagai salah satu metode pengajaran yang fun, inspiring dan tepat sasaran. Mencocokkan kebutuhan Users dengan perancangan games training. Menjadi orang yang kreatif dalam merancang games training Membuat dan menjalankan games training secara efektif Target Peserta Pelatihan Designing Games Training : For Indoor And Outdoor Program ini ditujukan untuk para: Semua orang yang melibatkan dirinya dalam proses perancangan dan pengembangan modul pelatihan (HRD, Internal Trainer , Internal Module Designer ataupun Users) Metode Pelatihan Training Designing Games Training : For Indoor And Outdoor Program dilaksanakan dengan metode: Sharing knowledge Group Discussion : permasalahan di pekerjaan dan sharing untuk menemukan solusi Simulasi &Role play Presentasi tugas Outline Materi Materi training yang akan di bahas topik Designing Games Training : For Indoor And Outdoor Program adalah : Macam-macam metode pengajaran (manfaat dan keterbatasannya) Kapan games training diperlukan ? Fungsi Games dalam proses pembelajaran (indoor atau outdoor activity) Apakah anda trainer yang kreatif ? Membuka blocking pikiran Teknik membangun kreatifitas diri melalui teknik berpikir kreatif : Lateral thinking, random words, check listing, six thinking had, dll. Kreativitas dalam perancangan sebuah games training Tahapan Perancangandan pembuatan sebuah Games Training Persyaratan membuat games training Tips  menjalankan instruksi games training Praktek (Skills Practice) menjalankan games training Durasi Dua hari (08:30 – 16.00 WIB) Tata Ruang dan Perlengkapan Pelatihan Lay-out Ruang : Round Table per kelompok (1 round table dengan 5 kursi) Round table disediakan untuk setiap kelompok Flip chart dan spidol sejumlah kelompok Fasilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Design Training Methods Attractively

Salah satu tujuan Pelatihan Design Training Methods Attractively  adalah agar peserta paham i mengenai konsep dasar dalam mendesain pelatihan Adult Learning, PIE (Practical, Inspiring, Enjoyable), bagaimana total pengelolaan pelatihan : BADDIE. Deskripsi Perubahan yang dinamis yang dialami organisasi berdampak pada proses pengembangan kompetensi karyawan. Pengembangan dilakukan dalam rangka mensinergikan antara tuntutan organisasi dengan kapabilitas karyawan. Salah satu cara untuk mengisi pengembangan karyawan adalah dengan melakukan program pelatihan yang disesuaikan dengan pengisian gap kompetensi individu. Trainer internal, dalam hal ini sangat esensial diperlukan untuk membantu manajemen dalam mengisi atau memperkecil gap kompetensi individu tersebut. Para trainer internal ini umumnya berlatar belakang sebagai praktisi teknis. Pengetahuan dan ketrampilan teknis sesuai bidang yang dikuasainya tidaklah diragukan lagi. Akan tetapi, mereka sering mengalami kendala yaitu menstrukturkan pengetahuan dan ketrampilan mereka menjadi sebuah materi yang terintegrasi untuk mencapai sasaran pelatihan. Padahal sistematika materi sangat penting perannya dalam menjawab sasaran pelatihan untuk mengisi gap kompetensi. Pelatihan Design Training Methods Attractively ini akan mengajak para peserta untuk memahami konsep BADDIE (ilustrasi di bawahini) dalam mengelola training serta teknik menyusun sistematika bahan serta metodenya yang menjawab sasaran pelatihan. Selain pemahaman, pelatihan Design Training akan melatih agar peserta mampu mendesain pelatihan dan metodenya menggunakan prinsip pelatihan sebagai berikut : Practical, karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan. Inspiring, dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan. Enjoyable, dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Design Training, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami tingkatan kebutuhan peserta pelatihan Berpikir kreatif didalam mencari berbagai alternatif metode yang tepat Merancang dan menyusun metode yang sesuai dengan kebutuhan peserta training. Membawakan metode pelatihan secara atraktif. Outline Materi Materi Design Training  yang akan dibahas adalah Konsep dasar dalam mendesain pelatihan Adult Learning, PIE (Practical, Inspiring, Enjoyable) Total Pengelolaan Pelatihan : BADDIE Business Concern, Analysis Needs, Design & Development, Implementation, Evaluation Pengembangan kreativitas trainer dalam mendesain pelatihan Pengembangan struktur modul pelatihan : modul – lesson – topic Penyusunan sasaran pelatihan yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan peserta Taxonomy Bloom (Kognitif, Afektif, Psikomotor) Membuat Rencana Pengajaran Waktu, Aktivitas, Durasi, Metode, Media, Kriteria kelulusan Eksplorasi berbagai altenatif metode pengajaran yang kreatif Integrasi sistem dan tools desain pelatihan yang aplikatif Individual Skill Practice Target Peserta Design Training ini ditujukan untuk para: Para karyawan bagian HRD dan trainer yang memerlukan ketrampilan merancang pelatihan.  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan merancang pelatihan Metode Pelatihan Design Training  ini dilaksanakan dengan metode: Enhanced Lecture Group discussion Exercisepenggunaan tools Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Creating Training Needs Analysis

Creating Training Needs Analysis (TNA) akan mengajak anda untuk memahami keseluruhan proses TNA dan dampak akuratnya hasil TNA bagi keberhasilan organisasi. Serta akan dilatih untuk menggunakan tools TNA dimana pelatihan bersifat Practical dan Inspiring. Deskripsi Tuntutan organisasi yang sejalan dengan tuntutan untuk bertahan dan atau memenangkan persaingan global, berdampak pada proses pengembangan karyawan. Dengan kata lain, pengembangan potensi karyawan dalam organisasi, merupakan kebutuhan yang tidak bisa di abaikan begitu saja. Dalam hal ini proses mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan menjadi concern utama dari departemen human resource, sehingga dapat mensinergikan antara strategi bisnis dengan pengisian kompetensi karyawan. Untuk itu langkah pertama yang harus dilakukan, setelah tahu business concern dari organisasi, maka divisi HRD akan mulai mengawali proses pengembangan karyawan untuk mengisi tuntutan organsiasi tersebut, dengan cara memetakan tingkat kebutuhan pelatihan, dimana nantinya memunculkan sebuah intervensi ,baik bersifat training maupun bersifat non-training (lingkungan). Pelatihan TNA akan mengajak peserta untuk memahami keseluruhan proses TNA dan dampak akuratnya hasil TNA bagi keberhasilan organisasi, Selain itu para peserta akan dilatih untuk menggunakan tools TNA dimana pelatihan akan bersifat : Practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan Inspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan Enjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Creating Training Needs Analysis ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami peran TNA dalam suksesnya pelatihan dan bisnis perusahaan Menganalisa kebutuhan pelatihan secarasistematis dan terstruktur Menggunakan alat bantu untuk menganalisa kebutuhan pelatihan Mampu menerapkan TNA dalam konteks pengembangan sumber daya manusia Target Peserta Creating Training Needs Analysis ini ditujukan untuk para Para karyawan bagian HRD yang memerlukan ketrampilan TNA.  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan TNA Outline Materi Materi Creating Training Needs Analysis yang akan dibahas adalah Peran TNA untuk menunjang suksesnya bisnis perusahaan Total Pengelolaan Pelatihan : BADDIE Business Concern, Analysis Needs, Design & Development, Implementation, Evaluation Pendekatan ”Human Performance Improvement” sebagai acuan untuk mendapatkan kebutuhan pelatihan. Penggunaan tools untuk menggali TNA Mikro Penggunaan tools untuk menggali TNA Makro TNA berbasis kompetensi Integrasi sistem dan tools TNA yang aplikatif Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.