pelatihan SDM

General Affairs Management Development Program

Training General Affairs Management Development Program adalah training yang mempelajari mengenai fungsi dan peran GA  di organisasi dalam mendukung sasaran dan pelaksanaan strategi organsiasi, mengenai fungsi dan peran GA dilihat dari sisi proses dan sistem, bagaimana memahami arti layanan serta menetapkan kunci keberhasilan dari GA dalam melayani organsisasi maupun operasional fungsi lain, bagaimana mencari penyebab masalah yang sering timbul, dan hal – hal lainnya terkait GA. Deskripsi Fungsi General Affairs ( GA ) di Organisasi merupakan fungsi yang sibuk dengan tugas tugas yang kompleks karena memberikan layanan baik untuk organisasi maupun untuk mendukung operasional fungsi lain. Namun dibanyak perusahaan fungsi GA sering dianggap remeh dan kurang dihargai, kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang salah?. Apa yang harus dilakukan oleh GA sebagai fungsi dengan peran sebagai supporting function? Dalam pelatihan dua hari ini peserta akan diajak bersama sama melihat lebih dalam lagi fungsi dan peran manajerial dari GA dalam mendukung sasaran dan strategi organisasi. Apa yang harus dilakukan agar fungsi GA lebih diakui perannya dalam mendukung sasaran organisasi? Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta diharapkan : Memahami fungsi dan peran  manajerial GA di dalam organisasi dalam mencapai sasaran serta melaksanakan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Lebih memahami arti layanan yang diharapkan oleh organisasi ( service excellence ) dari GA. Mampu menganalisa kinerja GA serta menetapkan area yang masih memerlukan peningkatan dengan cara menganalisa masalah yang sering dihadapi General Affairs. Mampu menetapkan kompetensi standar yang harus dimiliki oleh profesional  General Affairs Outline Materi Fungsi dan peran General Affairs di organisasi dalam mendukung sasaran dan pelaksanaan strategi organsiasi Fungsi dan peran General Affairs dilihat dari sisi proses dan sistem Memahami arti layanan serta menetapkan kunci keberhasilan dari General Affairs dalam melayani organsisasi maupun operasional fungsi lain. Mencari penyebab masalah yang sering timbul dalam Penanganan kepentingan perusahaan yang berhubungan dengan masalah perijinan Penanganan berbagai Akomodasi Karyawan dan Tamu Perusahaan Penanganan Fasilitas dan Jaminan Sosial Pengelolaan fasiitas perusahaan Menetapkan area manajerial internal GA yang masih perlu ditingkatkan Menetapkan kompetensi yang diperlukan oleh profesional GA Peserta Profesional General Affairs Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja dan industri lainnya.

Training Executive Corporate Law for Non Lawyer

Training Executive Corporate Law for Non Lawyer mempelajari bagaimana basic dan bentuk organisasi usaha, bagaimana pengantar tentang UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, mengenai organ – organ Perseroan Terbatas, mengenai Perusahaan Holding (Holding Company), dan hal – hal lain terkait Executive Corporate Law for Non Lawyer. Deskripsi Training Executive Corporate Law for Non Lawyer Saat ini dunia bisnis berkembang pesat termasuk dalam dunia korporasi. Seiring dengan keluarnya UU Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, ada banyak hal baru yang harus diketahui para eksekutif, pengambil keputusan dan praktisi hukum. (Executive Corporate Law for Non Lawyer) Pelatihan Executive Corporate Law ini dirancang untuk para eksekutif yang ingin memperluas dan memperdalam wawasan tentang hukum perusahaan. Bahasan materi mencakup hal-hal yang berkaitan dengan ketentuan baru di bidang Perseroan Terbatas dan kedudukan Perseroan Terbatas dalam bisnis internasional. Disamping itu dibahas juga pengaruh UU PT baru terkait dengan Corporate Social Responsibility dan implementasi Good Corporate Governance. (Executive Corporate Law for Non Lawyer) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Executive Corporate Law for Non Lawyer ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: 1. Memahami seluk beluk hukum perusahaan di Indonesia 2. Memahami bentuk organisasi usaha yang berlaku di indonesia dan Internasional 3. memahami pengaturan peseroan dalam UU Perseroan Terbatas yang baru 4. Memahami fungsi, kedudukan dan tanggung jawab organ-organ perusahaan 5. Memperoleh gambaran tentang penyelesaian sengketa terkait dengan Perseroan Terbatas 6. Memahami implementasi GCG dan CSR yang diperlukan dalam pelaksanaan hukum perusahaan. Target Peserta Training Executive Corporate Law for Non Lawyer ini ditujukan untuk para: Para Stakeholder, Pemegang Saham Perseroan, Direksi & Dewan Komisaris Perseroan, Corporate Secretary, Legal Department, In-House Lawyer Perseroan, Corporate Lawyer, Corporate Development Manager, Corporate Planner, Corporate Treasury, Konsultan Hukum. Outline Materi Materi Training Executive Corporate Law for Non Lawyer yang akan dibahas adalah : Basic dan bentuk Organisasi usaha : Usaha Dagang  (Sole Prioprietorship) Kemitraan (Partnership) Perseroan Komanditer (Limited Liability Partnership) Perseroan Terbatas Pengantar tentang UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Ketentuan baru dan perubahan dalam UU PT yang baru Ketentuan-ketentuan krusial yang harus diketahui Modal & Saham Organ – organ Perseroan Terbatas Rapat Umum Para Pernegang Saham: RUPS Biasa & Perubahan Anggaran Dasar RUPS Pembelian Kembali Saham untuk Perseroan & Pengalihannya lebih lanjut RUPS Merger, Akuisisi, Pailit & Likuidasi RUPS Mengalihkan / Menjaminkan Sebagian Besar Asset Perseroan Direksi dan Dewan Komisaris Wewenang Direksi / Dewan Komisaris dan Pembatasannya Syarat – syarat menjadi Direksi / Dewan Komisaris Kewajiban Direksi / Dewan Komisaris Tanggung jawab Pribadi Direksi atau Dewan Komisaris (Sebelum Pendaftaran & Pengumuman) Pembatalan Pembelian Kembali Saham oleh Perseroan Laporan Keuangan yang Menyesatkan (Bad Faith & Fraud) Kepailitan karena Kesalahan Direksi Perusahaan Holding (Holding Company) Pengertian Holding Company Peran & Kedudukan Hukum Holding Company Penyalahgunaan Kekuasaan oleh Holding Company Tanggung Jawab Holding Company Status Hukum & Tanggung Jawab Anak Perusahaan Litigasi dalam Undang – Undang PT Gugatan ke pengadilan Pengurangan Modal. Keputusan RUPS / Direksi/ Dewan Komisaris yang merugikan. Kesalahan Direksi yang merugikan Perseroan. Kesalahan Komisaris yang merugikan Perseroan. Penolakan tagihan kreditur kepada Perseroan (dalam likuidasi). Tagihan yang dianjurkan setelah Perseroan bubar Permohonan ke Pengadilan : RUPS Tahunan RUPS Lainnya Pailit Pemeriksaan Perseroan Likuidasi Penggantian Likuidator. Tanggung Jawab Pidana Korporasi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG):  Pemahaman, pengertian, kriteria perusaahaan yang terkena ketentuan CSR dan GCG dan alternative kegiatan CSR perusahaan yang dapat dilakukan. Testimoni Beberapa komentar peserta yang telah mengikuti pelatihan Training Executive Corporate Law for Non Lawyer : “Materi lebih detail & metode study case” “Cukup baik” “Very good” “Trainer menguasai materi” “Sudah cukup jelas” “Cukup baik & jelas dalam menyampaikan materi” “Kami menyukai metode role play” “Materi sangat memadai, handout sangat membantu” “Excellent sangat menguasai materi” “Sudah cocok/relevan sesuai dengan kebutuhan” Facilitator DR. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb Beliau adalah Advokat, konsultan hukum, Mediator dan founder pada Suyud Margono & Associates Law Firm. Selain aktif berpraktek sebagai Konsultan Hukum beliau juga sebagai Professional Trainer dalam berbagai seminar dan training/workshop dbidang hukum bisnis,  salah satunya di bidang hukum perdata dan bisnis. Dosen pada Fakultas Hukum,  Universitas Tarumanagara,  sejak tahun 2001 dan Dosen Hukum Bisnis pada GS FAME Business School & Institute sejak tahun 2004. Mengikuti Fellowship program, postgraduate studies on Intellectual Property Right pada Faculty of Law, University of Technology Sydney, Sydney-Australia, Tahun 2000., Doktor Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Parahyangan, Bandung, 2009 – 2011. Dalam organisasi profesi aktif sebagai  Anggota, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), 2004 – sekarang; International Bar Association (IBA), 2001 – sekarang; Asosiasi Advokat  Indonesia (AAI), 1999 –  sekarang; Wakil Sekretaris Jenderal, Indonesia Intellectual Property Society (IIPS),  2001 – 2003; Pendiri- anggota, Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI), 2006 – sekarang;  Wakil Sekretaris Jenderal, Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO),  2007 –sekarang; Associate member – The Chartered Institute of Arbitrator (CIArb),  2007 – sekarang; Ketua – (Pengurus Bidang Riset & Perundang-Undangan) Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI), (periode 2009 – 2013). Beliau sebagai Tim Pengarah Pengkajian Perkembangan Undang-Undang pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) kementerian Hukum & HAM RI.,  Beliau juga menangani beberapa review drafting kontrak baiui tiungkat nasional maupun transaksi internasional. Beliau  ini adalah juga peneliti hukum dan penulis buku yang cukup produktif di bidang Hukum  bisnis diantaranya: Hukum Yayasan – Dillema Tujuan Karitatif atau Komersial (2000), Alternative Dispute Resolution & Arbitrase (2001),  Pembaharuan Hukum Merek (2001), Hukum Hak Cipta (2003),  Hukum Investasi di Indonesia (2007), Hukum Perusahaan di Indonesia (2008), Hukum Anti Monopoli (2009), Komersialisasi Aset Intelektual (2010), Hukum Hak Cipta Indonesia: Teori & Analisis Harmonisasi ketentuan WTO-TRIPS Agreement (2010, Penyelesaian Sengketa Bisnis & Mediasi (2010), Hak Milik Industri: Pengaturan & Prakteknya di Indonesia (2011).

Training Emotional Intelligensi

Deskripsi Setelah Mengikuti Pelatihan Kecerdasan Emosional ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Peserta memahami pentingnya Kecerdasan Emosi dalam membina karir di pekerjaannya Peserta memahami cara mengembangkan Kecerdasan Emosi Peserta mampu mengelola dan mengembangkan Kecerdasan Emosi Metode Pelatihan Pelatihan Emotional Intelligensi dilaksanakan dengan metode: Diskusi Permainan Latihan Outline Materi Materi Pelatihan Kecerdasan Emosional yang akan disajikan adalah: PENGERTIAN KECERDASAN EMOSI Kecerdasan Intelektual vs Kecerdasan Emosi Ciri-ciri Kecerdasan Emosi ASPEK-ASPEK KECERDASAN EMOSI 5 aspek Kecerdasan Emosi Faktor penghambat pengembangan Kecerdasan Emosi PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSI Manajemen Emosi Membangun Hubungan Interpersonal KECERDASAN EMOSI DI TEMPAT KERJA Beberapa Tip Mengenai Kecerdasan Emosi di tempat Kerja Membuat Rencana Tindakan Pribadi Facilitator Dra. Sri Endang Kamuljan, Psi., MBA. Lebih dari 25 tahun berunding dengan pelatih, konsultan dan pelatih diberbagai Perusahaan, antara lain PT. BPJS, PT. TELKOM, PT Indosat, PT. Indofood Sukses Makmur, UNILEVER INDONESIA, CHEVRON, VICO Indonesia, PERTAMINA, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BII, Bank BCA, PT.Freeport Indonesia, PT. Tambang Batubara, PT. Timah, PT. Sampoerna, Sogo Departement Store dan berbagai perusahaan lainnya. Materi yang biasanya dibawakan antara lain tentang: Pengembangan Pribadi, Mental Switching, Keterampilan Kepemimpinan, Manajemen Pengawasan, Pelatihan dan Konseling, Pelatihan Manajemen, Pemecahan Masalah Kreatif dan Pengambilan Keputusan, Keterampilan Komunikasi, Keterampilan Berbicara & Presentasi Publik, Keterampilan Negosiasi, Pelatihan Motivasi Berprestasi, Berurusan Dengan Orang Sulit, Membangun Tim, Pengembangan Orang. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan pendalaman dalam bidang Psikologi Klinis serta memiliki sertifikat sebagai psikolog. Pendidikan lanjutan mengambil alih bidang Manajemen Sumberdaya Manusia, dan menyelesaikan program strata dua di Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Electronic Filing Implementation Based On Document Regulation And Iso 9001:2008 With Excel 2007/2010/2013

Training Electronic Filing Implementation Based On Document Regulation And Iso 9001:2008 With Excel 2007/2010/2013 akan mempelajari mengenai tugas & tanggung jawab document controller, tugas & tanggung jawab Records Controller, pengendalian dokumen sistem manajemen mutu ISO 9001:2008, pengendalian rekaman mutu ISO 9001:2008, pokok-pokok Undang-undang no. 43 tahun 2009 tentang kearsipan. Deskripsi Pelatihan Sebagian organisasi bisnis maupun non bisnis pada saat sekarang ini masih banyak yang belum fokus dalam hal tata kelola dokumen arsip yang baik, baik untuk dokumen paper ataupun digital. Ketika pemberkasan dokumen arsipnya sudah semakin bertambah, jika tidak dikelola dengan baik, maka pertumbuhan dokumen arsipnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Apalagi ketika dilakukan  external audit ISO, kemungkinan besar banyak temuan yang bersifat merugikan organisasi tersebut. (Electronic Filing) Mengingat pentingnya dokumen arsip dalam suatu organisasi maka diperlukan suatu metode document control and filing system application yang dapat dijalankan oleh setiap personal admin pada departemennya masing-masing, sehingga dapat diketahui riwayat suatu dokumen arsip baik dalam bentuk hard document ataupun soft document lengkap dengan status dokumennya, apakah dokumen tersebut masih aktif ataupun inaktif (records) dan lokasi penyimpanannya secara fisik sesuai prinsip dan tujuan dari manajemen kearsipan, yaitu dapat menyediakan dokumen arsip dengan cepat, tepat, lengkap dan efisien berdasarkan regulasi kearsipan terakhir yang sudah diberlakukan di Republik Indonesia dan standard ISO 9001:2008. (Electronic Filing) Training ini akan memberikan Knowledge, Soft Skill dan Hard Skill kepada Anda bagaimana caranya membuat dan melakukan Document Searching Process secara cepat dan tepat, bagaimana membuat Summary of Document Road Map baik Document Incoming ataupun Outgoing untuk keperluan document analysis dengan menggunakan aplikasi Excel 2007, Excel 2010 atau Excel 2013. Anda tidak perlu membeli aplikasi software Electronic Filing terlebih dahulu pada tahap awal penerapannya untuk setiap departemen, karena selain memakan biaya yang cukup mahal (biaya license software dan hak paten), juga terbatas pada jumlah user yang diinstall oleh software tersebut dan juga tidak bisa di-customize sesuai kebutuhan Anda. Dengan Excel semua hal tersebut dipastikan tidak ada. (Electronic Filing) Jika perusahaan Anda sudah establish dengan penggunaan aplikasi Excel dalam penerapan filing system dan document control-nya pada setiap departemennya, sehingga terciptalah database-database digital, maka akan sangat mudah dibuatkan ke dalam aplikasi software  Electronic Filing yang terintegrasi databasenya untuk kebutuhan tingkat lanjut. (Electronic Filing) Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu untuk : Mengetahui tugas & tanggung jawab document & records controller Mengetahui pengendalian dokumen sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 Mengetahui pengendalian rekaman mutu iso 9001:2008 Mengetahui Pokok-pokok Undang-undang no. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan Memahami Model siklus hidup tatakelola arsip Memahami Records management system (RMS) Memahami Model records continuous untuk manajemen arsip elektronis Memahami Electronic filing system (EFS) Membuat aplikasi Electronic Filing System dengan software Excel 2007/2010/2013. Target Peserta Pelatihan ini ditujukan bagi: Staff yang bertanggung jawab dalam proses filing document. Leader yang bertanggung jawab dalam pengelolaan filing document. Personel yang terlibat dalam proses document control dan records management. Outline Materi Tugas & tanggung jawab Document Controller. Tugas & tanggung jawab Records Controller. Pengendalian dokumen sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 Pengendalian rekaman mutu ISO 9001:2008 Pokok-pokok Undang-undang no. 43 tahun 2009 tentang Kearsipan : ARSIP Arsip Dinamis Arsip Aktif Arsip Inaktif Arsip Vital Arsip Statis Unit Pengolah Unit Kearsipan Jadwal Retensi Arsip Penyusutan Arsip Pemeliharaan Arsip Penggunaan Arsip Pemberkasan Retensi Arsip Model siklus hidup tatakelola arsip Records management system (RMS) Model records continuous untuk manajemen arsip elektronis Electronic filing system (EFS) Scanning document dengan OCR method. Menambahkan text pada digital document. Memasukan digital assign ke dalam digital document . Membuat otentifikasi dokumen dengan metode Watermark pada digital document . Membuat proteksi pada digital document yang sudah diberikan otentifikasinya. Memahami faktor-faktor kunci keberhasilan implementasi Electronic Filing System. Pembuatan aplikasi Electronic Filing System dengan Excel 2007/2010/2013. Membuat setup database master filing dengan menggunakan formula, function and tools. Memasukkan data setup database master filing. Membuat setup pengisian data pada form Incoming Letter Memasukan data document incoming letter dengan pengisian data tanggal yang dibuat secara otomatis (tidak manual) lengkap dengan sejumlah pilihan pengisian data lainnya berdasarkan teori yang sudah dijelaskan termasuk pilihan kode lokasi penyimpanan dokumen secara fisik dengan jadwal retensi dokumennya. Membuat setup pengisian data pada form Outgoing Letter Memasukan data document outgoing letter dengan pengisian data tanggal yang dibuat secara otomatis (tidak manual) lengkap dengan sejumlah pilihan pengisian data lainnya berdasarkan teori yang sudah dijelaskan termasuk pilihan kode lokasi penyimpanan dokumen secara fisik dengan jadwal retensi dokumennya. Melakukan Document Searching Process pada form Incoming Letter berdasarkan periode tanggal dokumen, nama dokumen dan departemen penerima, sampai dimana lokasi penyimpanan dokumen tersebut disimpan. Melakukan Document Searching Process pada form Outgoing Letter berdasarkan periode tanggal dokumen, nama dokumen dan departemen pengirim, sampai dimana lokasi penyimpanan dokumen tersebut disimpan. Membuat Summary of Document Road Map untuk dokumen incoming letter dari distribusi internal atau eksternal, termasuk sampai jadwal retensi dokumen tersebut. Membuat Summary of Document Road Map untuk dokumen outgoing letter dari distribusi internal atau eksternal, termasuk sampai jadwal retensi dokumen tersebut. Metode Pelatihan Pelatihan menggunakan metode pembelajaran yang mengombinasikan pemaparan materi dan praktik secara langsung agar peserta dapat memahami sekaligus menerapkan materi yang dipelajari. Metode pelatihan meliputi: Pemaparan Materi Penyampaian konsep dan teori terkait document control, records management, dan Electronic Filing System. Praktik Langsung Peserta akan diajak untuk langsung melakukan dan menggunakan materi yang telah dipelajari melalui latihan dan praktik. Studi Kasus dan Diskusi Peserta dapat memahami penerapan materi berdasarkan kondisi dan kebutuhan pengelolaan dokumen di organisasi. Komposisi pelatihan terdiri dari 25% teori dan 75% praktik, sehingga peserta mendapatkan pengalaman yang lebih aplikatif. Durasi: 2 Hari, 08.30 s/d 16.00 WIB Fasilitator ERAWAN SUPRIATNA, S. Kom Praktisi & trainer yang mempunyai pengalaman lebih dari 15 tahun menjadi instructor / trainer di beberapa lembaga pelatihan swasta, instansi pemerintah / swasta  di Jakarta, mulai tahun 1992 – 2003, antara lain  di PT. Asiana IMI Industries, Tbk.,  PT. COMBIPHAR,  di PT. LG Philips Display Devices Indonesia, PT. LG Electronics Indonesia, PT. LG Innotek Indonesia dan PT. Harita Prima Abadi Mineral (Mining Company). Pernah menjabat sebagai Manager Training & Development di perusahaan swasta dan perusahaan jasa konsultan. Jabatan terakhir adalah sebagai Direktur Training & Development di perusahaan swasta IT

Training Effective Sales Supervisor

Definisi Kemampuan Sumber Daya Manusia Perusahaan dalam pendekatan  modern, merupakan aset berharga untuk mencapai Visi Perusahaan dengan efektif. Keefektifan dan kualitas kerja yang dihasilkan Sumber Daya Manusia yang ada memerlukan peran penting seorang Supervisor. Pekerjaan sebagai Supervisor sangatlah penting dalam Perusahaan. Secara professional Setiap Supervisor dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas bersifat teknis yang dibebankan kepada team kerjanya. Keahlian lain yang juga dituntut, adalah dapat memotivasi, mengarahkan dan membimbing bawahannya. Dari keterangan diatas, maka Persahaan membutuhkan kualitas Supervisor sebagai berikut Mampu melihat gambaran besar dari target dan tugasnya. Dapat menciptakan lingkungan kerja produktif bagi team. Kemampuan pengambilan keputusan, melalui proses analisa efektif. Mampu menyerap program, teknik, metode, target kerja baru. Menterjemahkan kebijakan dan prosedur perusahaan kepada team. Mememberikan bimbingan dan pelatihan efektif Dengan demikian seorang Supervisor dituntut mengusai keahlian teknis, hubungan antar manusia (interpersonal skill) dan kemampuan lainnya secara praktis. Berikut adalah 5 kemampuan Dasar yang harus dimiliki Supervisor Planning Staffing Organizing Leading Controlling Sesuai dengan kebutuhan diatas, maka kami merancang Program Pelatihan khusus “Effective Supervisory Skill” dalam bentuk workshop, untuk membekali setiap Supervisor dengan keahlian diperlukan agar mencapai target secara efektif. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor, Ke 5 Kemampuan Dasar (Planning, Staffing, Organizing, Leading, Controliling) merupakan kemampuan dasar Supervisor akan diterjemahkan ke dalam 9 Keahlian utama yang harus dikuasai Supervisor. Dalam Workshop Effective Sales Supervisor diberikan materi yang akan didapat oleh setiap peserta program pelatihan, yaitu Goal setting. Supervisor akan belajar menterjemahkan target kerja menjadi goal setting bersama guna mencapai target, serta bagaimana team dapat menjalankan goal setting. Effective behavior. Supervisor akan belajar apa saja tingkah laku yang dapat diterapkan dalam menciptakan suasana kerja  lebih produktif. Decision making and problem solving. Supervisor akan dibekali cara berpikir yang taktis, terstruktur dan teknik analisa masalah sebagai dasar pengambilan keputusan. Peserta juga akan diberikan teknik-teknik untuk mengelola konflik potensial. Managing change. Peserta akan dibekali keahlian menterjemahkan informasi, menciptakan metode kerja, membuat tahapan kerja praktis, rencana kerja, pendampingan, dan kontrol kerja terhadap team. Time management. Kemampuan manajemen waktu adalah sangat penting untuk dapat memaksimalkan efektivitas kerja yang ada agar setiap tugas dapat dikelola dengan baik sehingga terselesaikan dan target tercapai. Communication skill. Kemampuan komunikasi secara persuasive akan mendukung keseluruhan proses kerja, seperti delegasi, informasi, training, problem soilving, coaching, evaluasi. Effective meeting. Supervisor akan dibekali kemampuan untuk mempersiapkan, menjalankan meeting dengan efektif hingga proses eksekusi, akan meningkatkan produktivitas kerja dan efektivitas kerja. Proses meeting terkontrol dan mampu diselesaikan dalam waktu  lebih singkat secara signifikan meningkatkan produktivitas perusahaan. Delegation. Agar tugas dan pekerjaan dapat berhasil, maka diawal diperlukan kemampuan Supervisor untuk mendelegasikan setiap tugas yang ada kepada orang  tepat dan dengan cara yang sistematis sehingga mudah dipahami dan di proses sesuai dengan SOP serta kualitas yang diharapkan. Training. Setiap Supervisor akan dibekali berbagai keahlian dan beberapa metode untuk dapat menyiapkan dan melaksanakan pelatihan praktis kepada team yang tepat guna dan tepat sasaran. Tujuan Workshop adalah untuk Menyiapkan pemahaman Supervisor terhadap fungsi-fungsi utamanya. Meningkatkan kemampuan dan fungsi teknis untuk mencapai target. Memperlengkapi supervisor dengan keahlian manajemen, pendelegasian, koordinasi, melatih dan membina team kerja. Meningkatkan keahlian komunikasi persuasif untuk memperlancar proses kerja. Agar program pelatihan dapat berjalan maksimal dan efektif bagi perusahaan, maka metode pelaksanaan Workshop, adalah 30% teori dan 70% praktek Materi dibawakan dalam suasana yang fun System pembelajaran yang efektif dengan roleplay dan simulasi untuk setiap materi yang dipelajari Setiap peserta juga akan diberikan tambahan Teknik-teknik mengatasi stress akibat beban kerja, sebagai produktivitas kerja Supervisor. Berikut adalah detail mengenai informasi Program Waktu pelatihan 2 hari Workshop dilaksanakan pada pukul 09.00 – 17.00 setiap harinya. Handout untuk setiap peserta. Sudah termasuk perlengkapan simulasi. Free Soft Competencies Test for Supervisor, senilai : IDR 215.000 /orang. Facilitator

Training Effective PR Advocacy

Training Effective PR Advocacy bertujuan agar peserta mampu membahas lobby, negosiasi dan advokasi, meningkatkan keterampilan advokasi dan menyiapkan argumentasi dengan baik. Deskripsi Upaya mendorong perubahan bertahap agar para pengambil keputusan lebih mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat sebagai pemegang saham membutuhkan advokasi. Dipertimbangkan pada keputusan atau kebijakan pemerintah (daerah) dibuat kurang melibatkan masyarakat dan hanya tergantung pada peraturan di atas, atau memihak kepentingan tertentu yang mungkin jauh dari keberpihakan bagi masyarakat. Dalam advokasi agar para pengambil keputusan mau berubah, maka perlu dilakukan komunikasi, lobi, negosiasi, dan lain-lain yang semuanya harus dilakukan secara persuasif. Persuasi adalah cara komunikasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan model berpikir seseorang harus dapat lebih fleksibel dan memiliki pilihan yang lebih banyak. Program advokasi dan komunikasi tentang perubahan yang diperlukan. Persuasi ini untuk mendapatkan arah yang jelas dalam penyampaian suatu pesan. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Effective PR Advocacy ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Partisipan yang mampu membahas lobby, negosiasi dan advokasi Meningkatkan keterampilan advokasi Dapat menerapkan teknik-teknik advokasi Peserta mampu menyiapkan argumentasi dengan baik Partisipasi penyelesaian-tahapan negosiasi Peserta siap dalam melakukan dengar pendapat dengan Eksekutif maupun legislatif Outline Materi Training Effective PR Advocacy yang akan dibahas adalah: Lobi Pengantar, negosiasi dan advokasi Tahap persiapan dalam lobi, negosiasi dan advokasi Proses tanggapan iklim yang kondusif Proses pembukaan dalam negosiasi dan advokasi Lobi komunikasi inti, negosiasi dan advokasi Negosiasi tahap Macam-macam protes Menghadapi Situasi Sulit Cara Mempertahankan Perhatian Merumuskan isu strategis Mendengar dengan eksekutif dan legislatif Facilitator Gufroni Sakaril, Drs, MM, Berlatar belakang pendidikan Komunikasi Massa Universitas Sebelas Maret dan Magister Manajemen Universitas Mercu Buana. Lebih dari 13 tahun berhasil dalam bidang Hubungan Masyarakat dan telah 10 tahun menjadi Kepala Hubungan Masyarakat PT Indosiar Visual Mandiri. Selain itu, mengajar di bidang Hubungan Masyarakat di Perguruan Tinggi ternama di Jakarta, Universitas Paramadina, Universitas Mercu Buana, Universitas Tarumanagara, Universitas Indonusa Esa Unggul dan lain-lain. Banyak memberikan pelatihan dan seminar di bidang perencanaan kampanye hubungan masyarakat, lobi negosiasi dan advokasi, hubungan masyarakat, dasar-dasar hubungan masyarakat, publikasi dan lain-lain. Beberapa lembaga / lembaga yang pernah menjadi kliennya Departemen Sosial, Depkominfo, Pemda Batam, Pemda DKI, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Universitas Media Nusantara, Universitas Sebelas Maret, LPM Fak Ekonomi Universitas Indonesia dan lain-lain. Aktivis di lembaga sosial menjadi Ketua Persatuan Penyadang Cacat Indonesia, Ketua Nasional Indonesia, dan sering menjadi panitia acara-acara nasional.

Training e-Training Facilitator

Sasaran Pelatihan Melalui Training eTraining Facilitator ini diharapkan: Describe the e-trainer’s role as a facilitator of synchronous, asynchronous and blended learning Identify how to use adult learning concepts in an e-learning environment Use options for virtual introductions Use facilitation skills in an e-learning environment Promote learner interaction and participation Overcome pitfalls of facilitating e-learning Use trategies to deal with problem learners Complete planning steps for an e-learning event Identify steps to orient the learner to your technology Outline Materi Materi Training eTraining Facilitator yang akan dibahas adalah : 1. Overview What is e-learning? Characteristics of synchronous, asynchronous and blended learning Methods for the best learning experiences for e-learners Steps in adult learning Use adult learning concepts in e-learning Assess your skills, manage your expectations 2. Virtual Introductions and E – Facilitators Roles Options for virtual introductions Think like a course designer, facilitating material designed by others E-facilitator roles Facilitation skills that translate from the classroom to e-learning 3. E- Facilitation Skills  How to give directions and set up learning activities How to compensate for lack of face-to-face contact Ten tools and tips to increase interaction and participation 4. E- Facilitation Questions and Facing Use questions effectively Are the concepts clear? How can e-learners use what is taught? Keep the pace alive Penugasan off-air dan opsi lainnya 5. Perangkap dan Solusi  E-Fasilitasi Perangkap dan cara mengatasinya Kapan berangkat dari naskah yang disiapkan Strategi Netiket dan pembelajar masalah 6. Bersiaplah untuk Memfasilitasi Acara E-Learning Populasi target: siapa di luar sana? Buat skrip acara atau peta jalan untuk acara pembelajaran Dapatkan materi untuk orang yang tepat Cara terhubung dengan pelajar virtual 7. Gunakan Teknologi untuk Keuntungan Terbaik Orientasikan pembelajar pada teknologi Gunakan alat untuk mempromosikan interaksi Mengetahui kemampuan dan batasan sistem Siapa yang tersedia untuk memecahkan masalah? Dukungan teknis untuk pembelajaran 24/7 Mengevaluasi pelajar dan memantau kemajuan Umpan balik peserta: ajukan pertanyaan yang tepat Menyusun informasi umpan balik dan langkah selanjutnya 8. Sumber Daya dan Kesimpulan Jawaban untuk aktivitas Saran huruf dan bagan untuk papan tulis Glosari istilah e-learning Pertanyaan untuk diajukan pada masing-masing dari lima langkah pembelajaran orang dewasa Daftar pustaka buku, artikel dan situs web Indeks ke bahan Umpan balik peserta Facilitator Drs. Bambang Haryanto, M.Ed Bambang Haryanto ialah instruktur dan konsultan independen pada berbagai Training Center, organisasi bisnis dan lembaga, antara lain pernah untuk BCA Group, Salim Group, Bank Tamara, Gajah Tunggal Group, Dharmala Group, Sampoerna Group, Tiga Raksa Group, Modern Group, Napan Group, Lippo Bank, BDNI, dan Bank Artha Graha. Ia memulai karirnya dengan bekerja di berbagai hotel internasional selama empat setengah tahun, bidang sales dan pariwisata selama dua tahun sebelum menjadi dosen di Universitas Terbuka selama enam tahun. Selain menjadi dosen, ia juga bertanggung-jawab serta memimpin banyak satuan tugas untuk menyelesaikan berbagai tugas manajerial dan pengembangan dalam bidang penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tahun 1989, ia memulai bekerja di Divisi HRD dan Training Center BCA sebagai instruktur program-program manajemen dan pengembangan diri. Ia pernah menjadi Kepala Pelaksana Harian BCA Training Center selain menjadi Koordinator Program Pengembangan Manajemen. Ia juga telah berhasil menyusun, mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk BCA Training Center. Tahun 1993, ia memulai karir sebagai instruktur dan konsultan yang bekerja secara mandiri untuk berbagai organisasi bisnis dan lembaga. Hingga saat ini ia telah menyelesaikan dengan baik lebih dari seribu kali berbagai jenis program pelatihan dan konsultasi. Bambang mempunyai ijasah Master of Education dari Simon Fraser University Canada (1989), Sarjana Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (1983), dan Diploma III Perhotelan (1978).  Selain itu ia juga sangat berminat dan sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang berkaitan dengan manajemen umum, manajemen strategik, manajemen operasional, kepemimpinan, penjualan, pemasaran, UKM, dan pelayanan prima.

Training Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning

Training Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning  mempelajari bagaimana memahami Disaster Recovery (DR), Business Continuity (BC), bagaimana memulai manajemen kebijakan dan program DR & BC, bagaimana program validasi, perencanaan kesinambungan, dan hal – hal lain terkait Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning. Deskripsi Dengan mempertimbangkan bagaimana suatu organisasi membuat keputusan investasi, mengimplementasikan aset baru, memberikan layanan, menilai risiko, mengukur kinerjanya sendiri, auditor TI dapat memastikan organisasi memenuhi pertanggungjawaban fidusia, setuju, mengamankannya. Dengan mengikuti pelatihan Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning, peserta akan belajar cara mengaudit penggunaan aset Teknologi Informasi organisasi. Tujuan Pelatihan Melalui Pelatihan Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning ini diharapkan: Memahami prinsip keberlanjutan bisnis, pemulihan serta siklus hidup Memahami cara menentukan strategi BCM Memahami bagaimana mengembangkan,  mengimplementasikan respons BCM Memahami cara berolahraga, dikelola dan diatur BCM Memiliki alat, pengetahuan untuk melakukan Penilaian Risiko, Analisis Dampak Menetapkan kerangka kerja organisasi untuk menjaga rencana Continuity terkini, dapat terus berjalan Memahami alat, pengetahuan untuk merencanakan, mengoordinasikan tes, latihan yang efektif Nilai bagaimana mempertahankan dukungan, komitmen untuk program Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning Target Peserta PerencanaanDisaster Recovery Planning & Business Continuity Planning  ini dirancang untuk para: Perencana kontinuitas bisnis baru atau berpengalaman, staf unit bisnis,  staf teknologi informasi yang terlibat, bertanggung jawab untuk, atau mengelola fungsi kontinuitas bisnis, perencanaan pemulihan darurat. Metode Pelatihan Pelatihan Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning dilaksanakan dengan metode: Agar pembelajaran yang efektif, apresiasi penuh, kursus akan diberikan dengan 30% dari waktu yang dikhususkan untuk konsep-konsep penting, topik teori lainnya, 70% dialokasikan untuk latihan praktikum, studi kasus. Pimpinan pelatihan akan dibantu oleh slide presentasi, demonstrasi aktual untuk pemahaman yang jelas, kelanjutan tindak lanjut selama sesi. Partisipasi aktif akan didorong melalui kerja individu, upaya kolaboratif. Outline Materi Materi Pelatihan Disaster Recovery Planning & Business Continuity Planning yang akan disajikan adalah: TIDAK SESI JAM 1 Memahami Disaster Recovery (DR), Business Continuity (BC) 2 2 Memulai manajemen kebijakan, program DR dan BC 3 3 Menilai siklus hidupnya,budayanya 2 4 Melakukan identifikasi,penilaian risiko 2 5 Menyusun Analisis Dampak Bisnis, Perencanaan Pengembalian 3 6 Menentukan strategi, menyiapkan kerangka kerja 3 7 Program Validasi, Perencanaan Kesinambungan 3 8 Pelatihan, Pengujian program BCP 3 9 Menerapkan, Memelihara, Meninjau program BCP 3   JUMLAH JAM 24 Testimoni “Ok ” “Baik” “Dengan pengalamannya trainer kami sangat menguasai materi dengan Fresh idea yg banyak” Fasilitator Goutama Bachtiar Goutama Bachtiar adalah: Penunjang, Auditor, Konsultan, Pelatih, Perancang Courseware, Penulis bidang Teknologi, Sistem Informasi selama 17 tahun terakhir dengan kontribusi di ranah IT Governance, Risiko, Keamanan, Jaminan, Audit, Manajemen TI. Saat ini beliau mengeluarkan sebagai penasihat beberapa perusahaan,organisasi, Ahli Subjek, Mentor Program, Peninjau Jurnal Editorial, Ujian Sertifikasi (CISA, CGEIT, CISM, CRISC), Pengembang Bahan Studi di ISACA International Chapter, Subjek Ahli, Evaluator Program di PMI International Chapter, IASA, SABSA dan Open Group Global Working Group Member, Reviewer Panel di Institut Internasional Analisis Bisnis (IIBA), Dosen Tamu di program pasca sarjana beberapa universitas di AS, Indonesia (UTB, UI, IPB dan Binus), serta moderator , panelis, pembicara di konferensi, workshop, seminar. Sebagai auditor,konsultan, telah memberikan layanan tersebut kepada 35 perusahaan, organisasi. Puluhan sertifikasi internasional telah diperolehnya hingga saat ini. Selain itu, beliau juga telah menyelenggarakan, memberikan pelatihan, perkuliahan, seminar, konferensi, pelatihan sebanyak lebih dari 230 sesi dan 5500 jam lebih untuk sekitar 7500 peserta di Indonesia ,juga di luar negeri untuk lebih dari 70 perusahaan dan organisasi. Sebagai penulis, sudah mengarang 2 buku dan 22 courseware serta sudah menulis, melakukan review dan mengedit atas 300 artikel, manuskrip, kertas dan kertas putih tentang Telematika dan Manajemen di lebih dari 20 media, publikasi, organisasi, jurnal dan pertemuan.

Training Course Developer Program

Training instructor is the front liner of a training department. His performance and impact represent the department’s quality. Yet, the quality of material an instructor deliver is actually on the hand of a group called ‘course developer’ Course developer do the business analysis, competency cascading, develop sequential competency development, resulted in training program. Sadly, not many company has capable people on doing this function.

Training Constructing Business Plan and Feasibility Study

Training Constructing Business Plan and Feasibility Study salah satu tujuannya adalah untuk mengenal bisnis plan yang baik dan benar mempelajari  Business Model Canvas. Deskripsi Latar Belakang. Mengapa banyak bisnis baru yang berguguran? Mengapa banyak feasibility study yang tidak akurat? Jawabannya adalah karena kebanyakan Business Plan tidak direncanakan dengan matang. Lagipula seharusnya Feasiblity Study berperan penting sebagai agen intelijen yang memutuskan go/not go. Karenanya ikuti workshop ini agar memberikan pencerahan bagaimana membuat perencanaan bisnis yang sukses dan telah teruji di group besar seperti Astra dan Triputra . Ingat: gagal merencanakan berarti merencanakan kegagalan. Outline Materi 1. Mengenal bisnis plan yang baik dan benar 2. Mulailah dengan Business Model Canvas 3. Feasibility Studi: Analisa Makro-Industri-Core Competence 4. Analisa produk dan keinginan konsumen 5. Analisa keuangan: Source of revenue dan Source of Income. 6. Analisa Tim Manajemen. 7. Proyeksi Sales dan Marketing. 8. Teknik Presentasi yang efektif ke eksekutif. Facilitator Daniel Saputro, MM., MBA. Daniel Saputro dan tim BusinessBuddy Int memiliki pengalaman 21 tahun dalam perbaikan kinerja perusahaan. Kami aktif memberikan pembekalan maupun konsultasi terutama di bidang transformasi dan manajemen perubahan di 4 area yakni: Business Model (termasuk Balanced Scorecard dan Strategy Map) – People Development – Process – Culture Internalization, yang mengarah ke Auto Pilot System. Nuqul Group (Yordania) dan Banpu (Thailand) adalah contoh perusahaan internasional yang telah menggunakan jasa konsultasinya. Di dalam negeri, Daniel menjadi konsultan bagi banyak perusahaan maupun institusi pemerintah. Di antaranya Jamsostek, Bea Cukai, Sekretariat DPR, Jasa Sarana BUMD Jabara, BioFarma Bandung, Kementerian Keuangan PUSINTEK, Pertamina, LPP BUMN di Jogja dan BTN. Perusahaan swasta nasional sering menunjuk Daniel sebagai konsultan. Sebut saja Indocement, Triputra, Bosowa (Makasar), Tunas Ridean Group, MusimMas (Medan), Capella (Medan), CPSSoft, ILP, Darya Varia, KPUC (Samarinda), Medifarma, Prafa. Indospring (Surabaya) dan Acer (Jakarta) , Infomedia dan Sentul City. Beliau juga aktif memberikan pelatihan di Chevron, Astra, Commonwealth Bank, TOTAL EP, Holcim dan banyak lainnya Di sisi lain, Daniel Saputro juga memiliki minat yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, kini, dia aktif menjadi fasilitator MiniMBA serta pengajar mata kuliah bisnis dan pemasaran di program S2. Daniel juga menggunakan tulisan sebagai sarana untuk membagikan ilmunya. Ia menjadi kontributor untuk Tabloid KONTAN, Swa, dan Jakarta Post. Untuk Family Business, kami membantu suksesi dan transformasi menuju perusahaan yang lebih professional. Dengan cara membentuk Leadership yang profesional dan menggunakan KPI berbasis balanced Scorecard.

Training Comprehensive Industrial Relation

Training Comprehensive Industrial Relation adalah training yang akan membahas mengenaih hubungan Industrial di Indonesia, penyelesaian perselisihan, hubungan industrial di luar pengadilan, pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI, dan mengenai tata cara penyelesaian bipartit,tata cara penyelesaian mediasidan juga bagaimana cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial di pengadilan meminimalisir konflik menjelang PHK. Deskripsi Hubungan industrial yang harmonis dan kondusif adalah dampaan setiap perusahaan. Namun perbedaan kepentingan antara pengusaha dan pekerja bisa saja menimbulkan perselisihan. Adanya perselisihan hubungan industrial akan mengganggu jalannya roda usaha yang harus segera dicari jalan keluarnya yang adil dan dapat diterima oleh semua pihak. Bagaimana kiat-kiat menyelesaikan perselisihan dalam hubungan industrial dalam dunia usaha? Apakah penyelesaian perselisihan hubungan industrial tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan atau di dalam pengadilan? Apa yang dikatakan UU NO. 13/2003 dan UU NO. 2/2004? Outline Materi Hari I: Hubungan Industrial di Indonesia Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Luar Pengadilan Pasal-pasal UU No. 13/2003 tentang PHI Hari II: Tata Cara Penyelesaian Bipartit Tata Cara Penyelesaian Mediasi Tata Cara Penyelesaian Konsiliasi Tata Cara Penyelesaian Arbitrase Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Meminimalisir Konflik Menjelang PHK Facilitator Cecilia Sri Hayani Memiliki pengalaman sebagai professional HR di berbagai jenis industri multinasional selama lebih dari 20 tahun.Selama karirnya di HR berbagai posisi pernah diembannya seperti Head of Regional HR Operations, Business Affairs/Administration Manager, Organization Support Manager dan People Manager. Termasuk di dalamnya beberapa penugasan international dan regional. Pengalaman yang lengkap di dunia praktek HR ini diperkaya dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR Consultant untuk berbagai industri di berbagai perusahan multinasional. Memahami ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku serta menguasai peraturan perundangan terkait secara baik akan memberikan kemudahan bagi perusahaan bila terjadi perselisihan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Pelatihan Comprehensive Compensation & Benefit Course

Pelatihan Comprehensive Compensation & Benefit Course bertujuan agar Kita memahami bagaimana sistematika serta langkah-langkah menuju ke penyusunan penggajian, bagaimana menganalisa dan evaluasi jabatan, mengenai job grading sebagai piranti dalam penyusunan struktur penggajian, bagaimana pentingnya menetapkan mid point, dan hal – hal lain terkait Compensation & Benefit Course. Deskripsi Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course Perusahaan tidak dapat begitu saja menetapkan besaran gaji (upah) karyawannya, harus ada ukuran dan metoda yang mampu menggambarkan prinsip penggajian yang dirasa adil, serta konsisten dalam pelaksanaannya. Struktur penggajian sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat jabatan ( manajerial, non manajerial ), kompetensi, kinerja yang dihasilkan serta regulasi  harus diikuti disamping kemampuan perusahaan untuk melaksanakannya.  Perlu adanya kebijakan dan struktur mampu mengakomodasikan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut diatas. Agar penggajian cukup menarik minat calon karyawan  dan mampu mempertahankan karyawan  berprestasi, selain memperhatikan regulasi yang berlaku serta kemampuan perusahaan, perlu juga memperhatikan kompetensi, pengalaman, posisi yang dijabat oleh karyawan yang bersangkutan, serta kinerja yang dihasilkan oleh karyawan yang bersangkutan, konsep ini lebih dikenal dengan konsep  3P, yaitu Pay for People, Pay for Position dan Pay for Performance. Bagi mereka yang mengelola bidang Sumber Daya Manusia mutlak diperlukan landasan pemahaman dan sistematika proses penyusunan penggajian serta bagaimana pula cara membenahi struktur / susunan penggajian yang masih dirasakan tidak memenuhi prinsip-prinsip penggajian (pengupahan) yang adil, sederhana, tertib dalam pengadministrasian, melindungi sumber daya perusahaan, akuntabel dll. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course ini, para peserta diharapkan : Mengetahui dan memahami sistematika penyusunan struktur penggajian mulai dari Job Analysis, Job Evaluation, Job Grading sampai dengan penyusunan struktur penggajian. Memahami pentingnya Job Description dalam penyusunan struktur penggajian Mengetahui pengaruh Performance Appraisal dalam kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Mengetahui serta memahami perbedaan antara posisi manajerial dan non manajerial Mengetahui serta memahami non functional management yang minimal harus dikuasai dalam posisinya sebagai seorang manager. Outline Materi Materi dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Sistematika serta langkah-langkah menuju ke penyusunan Penggajian Mengenal Analisa dan Evaluasi Jabatan Job Grading sebagai piranti dalam penyusunan Struktur Penggajian Pentingnya menetapkan Mid Point Compa Ratio sebagai alat bantu dalam menjaga keseimbangan penggajian Latihan-latihan praktis untuk lebih memahami sistematika diatas Peserta Peserta yang di harapkan ikut dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Para pimpinan perusahaan, HRD Manager, para manager yang menangani masalah penggajian Siapa saja yang berminat untuk menambah wawasan tentang teknik penggajian Metode Pelatihan Metode dalam Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course : Interaktif dimana peserta dengan bimbingan instruktur membahas hal-hal yang bersifat praktis serta membahas permasalahan yang sering dihadapi para peserta, untuk memudahkan dalam pelatihan, diharapkan peserta membawa laptop . Persyaratan Training Pelatihan Comprehensive Compensation and Benefit Course ” Peserta diwajibkan membawa Laptop“ Facilitator Sih Hartono, SE., MM. Telah memiliki pengalaman sebagai profesional HR di  beberapa industri selama lebih dari 11 tahun.  Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personel dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti : ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja dan industri lainnya.

Training Coaching with Happiness

Deskripsi Masalah utama yang sering kali terjadi dalam proses coaching adalah turunnya motivasi bawahan untuk mencapai kinerja. Hal ini terjadi karena atasan terlalu keras dalam menegur bawahan dan menyampaikan umpan balik. Padahal untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan semangat dan happiness level bawahan justru harus ditingkatkan dan tak boleh turun sedikitpun.  Coaching with Happiness akan mengatasi masalah ini. Inilah pendekatan terbaru dalam dunia coaching. Dengan pendekatan ini seorang atasan akan mampu melakukan coaching dengan efektif namun tetap menjaga — bahkan meningkatkan — semangat dan happiness level bawahannya. Tingkatkan efektivitas coaching Anda dengan menjalankan 5 Keahlian Utama yang akan kita pelajari dalam Coaching with Happiness. Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Training Coaching with Happiness ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami peran seorang pemimpin dalam pencapaian kinerja bisnis. Mampu melakukan coaching dan counseling dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip happiness. Mampu membimbing bawahan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Mampu mengenali dan mendiagnosa permasalahan bawahan/tim sebelum coaching session. Menguasai 5 Happiness Skills untuk melakukan coaching dengan efektif: Respect, Listen, Share, Involve & Support. Outline Materi Tren, Situasi dan Kondisi Kejahatan Dunia Maya. Masalah, Sebab dan Dampaknya Secara Bisnis. Kondisi Keamanan Saat Ini di berbagai Organisasi dan Pemerintahan. Berbagai Jenis Resiko dan Ancaman (Threat) Kejahatan Dunia Maya. Berbagai Jenis Kerentanan dan Kelemahan (Vulnerabilities). Perencanaan dan Strategi Cyber Resilience Pemahaman atas Standar ISO 27000 untuk Cyber Resilience dan Cyber Security Pemahaman atas Framework NIST untuk Cyber Resilience dan Cyber Security Tool dan Teknik sebagai Countermeasure terhadap Cyber Crime. Materi Training Coaching with Happiness yang akan dibahas adalah : Peran Pemimpin dalam Pencapaian Kinerja Bisnis Coaching with Happiness: Pendekatan Baru dalam Coaching Peranan Happiness dalam Peningkatan Produktivitas dan Pencapaian Kinerja 3 Masalah Utama Manusia dalam Coaching Prinsip-Prinsip Coaching  with Happiness 5 Skill Utama Coaching with Happiness: Skill 1 : Respect & Appreciate Others Skill 2 : Listen with Your Heart Skill 3 : Share & Build Trust Skill 4 : Involve Others Skill 5 : Support and Empower Others Fasilitator Arvan Pradiansyah Arvan Pradiansyah adalah Direktur Pengelola  Institute for Leadership and Life Management (ILM). Beliau adalah pembicara publik, konsultan, fasilitator dan kolumnis di Majalah SWA dan Harian Bisnis Indonesia. Beliau telah menulis 6 buku best seller:  You Are A Leader, Life is Beautiful, Cherish Every Moment, The 7 Laws of Happiness, You Are Not Alone, I Love Monday dan Happiness Cafe. Arvan telah berbicara di hadapan ribuan profesional di lebih dari 400 perusahaan di Indonesia. Selama 6 tahun terakhir ia juga menjadi pembicara tetap di talkshow Smart Happiness setiap Jum’at pk 7 pagi WIB. Acara ini disiarkan secara LIVE ke 30 kota di seluruh Indonesia.

Pelatihan Change Your Mindset

Deskripsi Dengan mengikuti Training Change Your Mindset anda diajak untuk menyadari pentingnya merubah sudut pandang (persepsi) menuju proses berfikir positif (change to positive mindset) yang akan membantu anda untuk bersikap kreatif dalam menyikapi perubahan, menebar energi positif saat melakukan perubahan, serta berkontribusi lebih baik dalam melakukan perubahan di organisasi. Sepanjang perjalanan hidup kita, tanpa sadar kita melakukan perubahan-perubahan yang terjadi setiap saat. Perubahan yang kita lakukan ini, tidak saja kita lakukan secara sadar melalui sebuah perencanaan hidup, namun bisa juga terjadi secara alami atau tidak disadari , karena menjadi bagian dari mekanisme pertahanan kita untuk bertahan dalam hidup. Dalam konteks pekerjaan, perubahan juga terjadi. Organisasi untuk dapat bertahan dan berkembang sesuai visinya ditengah persaingan global, mau tak mau harus melakukan perubahan. Perubahan yang dilakuakn bisa bersifat inkremental atau malah radikal. Sebagai konsekuensi dari perubahan yang dilakukan organisasi, maka terjadi penyesuaian hal-hal berikut : kebijakan, aturan main, produk baru, layanan dan proses kerja. Karyawanlah yang akan terkena dampak secara langsung untuk ikut melakukan perubahan. Karyawan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan organisasi ini. Namun kenyataannya, ada juga karyawan yang resisten (menentang) perubahan. Banyak alasan yang muncul dari situasi ini sperti : akan kehilangan otoritas, sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini, akan kehilangan sesuatu yang mempengaruhi secara finansial, dll. Pelatihan ini peserta diajak untuk menyadari pentingnya merubah sudut pandang (persepsi) menuju proses berpikir positif (change to positive mindset). Dengan adanya perubahan sudut pandang ini akan membantu karyawan untuk berkontribusi lebih baik dalam melakukan perubahan di organisasi. Untuk mengajak pesertanya dalam membuka mindset akan perubahan, pelatihan akan bersifat : practical karena dilengkapi dengan form yang langsung dapat digunakan dan contoh nyata kasus di pekerjaan inspiring dimana cara penyampaian instruktur akan membuat peserta tergerak untuk menerapkannya di pekerjaan enjoyable dengan metode instruktur yang akan membuat pelatihan diselingi aktivitas yang sifatnya fun, sehingga peserta relaks dan antusias selama pelatihan Sasaran Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Change Your Mindset ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami tantangan bisnis yang dihadapi dan apa peran diri untuk membuat organisasi bertahan Memahami perubahan dan resistensi Bersikap kreatif dalam menyikapi perubahan Menebar energi positif saat melakukan perubahan Target Peserta Pelatihan Change Your Mindset ini ditujukan untuk para Parakaryawan middle level maupun senior level  Siapa saja yang ingin meningkatkan wawasan dan ketrampilan mengenai perubahan mindset  Metode Pelatihan Pelatihan Change Your Mindset dilaksanakan dengan metode Enhanced Lecture Group discussion Exercise Experiential simulation, such as : Role-play, games, and Skill practice Outline Materi Materi Pelatihan Change Your Mindset yang akan dibahas adalah Tantangan bisnis Indonesia Dampak untuk perusahaan, departemen, dan diri sendiri Peran diri untuk  menghadapi tantangan bisnis tersebut Perubahan dan resistensi 5 hal yang mendasari orang bersikap resisten Teknik mengelola resistensi Kreatif dalam beradaptasi denan perubahan Merubah sudut pandang Membuka blocking pikiran Menebar energi positif saat melakukan perubahan Testimoni “Materi yang diberikan bagus, menjadi lebih tahu bagaimana merubah pola pikir menjadi lebih baik” “Baik, sangat memuaskan materi yang disampaikan” “Sudah sangat baik” “Membuka wawasan & cara berpikir” “Sudah cukup memuaskan & sangat jelas dalam penyampaian” “Trainer bagus, tidak membosankan, kalau bisa lebih banyak lagi Game nya” “Good Trainer, pemaparan materi bisa diterima” “Trainer menguasai & memberikan materi dengan bahasa yang mudah” “Sangat memahami materi & sangat persuasi” Facilitator ADI WIJAKSANA, Drs.Psi, CH, CHT Adi telah memiliki 20 tahun pengalaman sebagai professional di bidang HR dengan spesialisasi : creativity and innovation, character building, motivation, pengembangan system HR. Selama kurun waktu tersebut Adi terus-menerus mengembangkan metode peningkatan kapasitas personal yang dampaknya dapat dilihat secara individu maupun organisasi dimana terbangunnya sinergi. Adi memiliki latar belakang pendidikan lulusan psikologi UI dan latar belakang professional sebagai praktisi HR di perusahaan global dan nasional selama 12 tahun dan lebih dari 8 tahun sebagai konsultan HR diberbagai industri manufaktur, servis, dan perbankan seperti Nestle, Semen Gresik, BCA, Bank Mandiri, dll.

Training Behavior Based Interview

Dalam Training Behavior Based Interview anda akan diberikan konsep interview “Behavior Based” dan cara memprediksi calon karyawan dengan relative akurat melalui interview, sehingga mampu menseleksi “right people for the right job” yang akan direkrut sedini mungkin. Dampak kesalahan dalam seleksi sering terabaikan, padahal  kesalahan seleksi membawa dampak yang besar bagi perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada sisi financial. Oleh karena itu setiap level manajer diperlukan ketrampilan dalam menginterview calon anak buahnya, agar mampu memprediksi setepat mungkin calon karyawan yang akan direkrut. Perusahaan harus mampu menseleksi “right people for the right job” sedini mungkin. Hal ini akan menghindari cost sebagai implikasi salah dalam merekrut orang.

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO

Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO mempelajari mengenai persyaratan – persyaratan RSPO & ISPO, pengenalan peraturan dan perundang-undangan terkait RSPO & ISPO, mengenai dasar dasar audit, perencanaan audit, pelaksanaan audit, dan hal – hal lain terkait RSPO & ISPO. Deskripsi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan standar global untuk perkebunan kelapa sawit untuk menunjukkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan. (RSPO & ISPO) Penerapan RSPO &  ISPO terus-menerus diawasi oleh banyak pihak baik pemerintah, LSM maupun pers. Audit internal merupakan salah satu langkah yang perlu diambil agar penerapannya berjalan baik.(RSPO & ISPO) Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini berusaha membimbing perusahaan untuk memenuhi kewajiban penerapan RSPO & ISPO sesuai dengan peraturan yang berlaku. Audit internal memastikan penerapan kedua sistem tersebut dijalankan dengan baik. Lihat juga topik lain terkait tema ini, Pelatihan Integrasi RSPO & ISPO. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami pentingnya Audit RSPO & ISPO Memahami persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Memahami Dasar audit Memahami perencanaan audit, Memahami pelaksanaan audit, Memahami tindak lanjut audit, Sasaran Pelatihan Dari Program yang dijalankan diharapkan hasil yang akan dicapai adalah: Peserta mempertimbangkan RSPO & ISPO Partisipasi metoda dan tahapan Audit Internal RSPO & ISPO Target Peserta Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO ini ditujukan untuk para: Peserta terdiri dari Direktur / pimpinan Perusahaan, Manajer Umum / Manajer Senior, Manajer, Para Supervisor atau wakil setiap fungsi / bagian / proses bisnis yang ada. Metode Pelatihan Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO dilaksanakan dengan metode: Bahan penyampaian Diskusi Contoh Penerapan Workshop / simulasi Outline Materi Materi Pelatihan Audit Internal RSPO dan ISPO yang akan disajikan adalah: Persyaratan persyaratan RSPO & ISPO Prinsip Prinsip RSPO Dan ISPO Pemahaman per Kriteria Dan Indiikator RSPO Dan ISPO Pengenalan Peraturan dan Perundang-undangan terkait RSPO & ISPO Peraturan Terkait Perijinan Peraturan Terkait Pengelolaan Lingkungan Peraturan Terkait Manajemen Kebun Peraturan Terkait K3 Dasar Dasar Audit Pengertian audit Isitlah istilah dalam Audit Prinsip Audit Tahapan Audit Prosedur audit Perencanaan audit Audit Program Penyusunan Pembentukan tim Uraian tugas auditor Penyusunan daftar periksa / cheklist Penyusunan Rencana audit Studi kasus perencanaan audit Pelaksanaan audit Tahapan audit Audit teknik Teknik wawancara Teknik Pemeriksaan data / dokumen Teknik Pemeriksaan lapangan Teknik Pengamatan kegiatan Teknik Pengujian Penulisan Hasil audit Studi kasus Tindak Lanjut Audit Penulisan Tindakan Koreksi Penulisan Laporan Audit Pelaksanaan tindakan revisi Pemantauan hasil Tindakan Koreksi Verifikasi hasil Tindakan Koreksi Hasil reaksi koreksi Studi kasus Tes Awal (pre test) Tujuan untuk mengetahui kondisi awal wawasan dan pengetahuan peserta terhadap Audit Internal RSPO & ISPO memahami tingkat pengetahuan awal setiap peserta, mengukur berbagai pengetahuan peserta, di mana dapat menjadi bahan pembahasan selama pelatihan Diberikan soal terdiri 10 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Test Akhir (Post test) Tujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan peserta (penelusuran) terhadap materi pelatihan Audit Internal RSPO & ISPO yang telah disampaikan dan tingkat pencapaian hasil pelatihan Diberikan soal terdiri dari 20 soal, terdiri dari soal memilih (pilihan ganda) dan soal esai (jawaban terbuka) Agenda Pelatihan dilakukan selama dua (2) hari dengan jadwal pelatihan sebagai berikut:   Waktu   Agenda Pelatihan Hari Pertama 08.15 – 08.30 Pembukaan dan Tes awal Peserta Pelatihan 08.30 – 09.00 Dasar dasar Audit Internal 09.00 – 10.00 Perencanaan Audit Internal 10.00 -10.15 Istirahat 10.15 – 11.00 Perencanaan Audit Internal 11.00 – 12.00 Persyaratan RSPO & ISPO 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Persyaratan RSPO & ISPO 14.00 – 15.15 Pengenalan Peraturan perundangan terkait RSPO & ISPO 15.15 – 15.30 Istirahat 15.30 – 16.30 Simulasi Workshop Perencanaan Audit Hari kedua 08.15 – 08.30 Ulas hari pertama Dan Tes hari kedua 08.30 – 09.00 Pelaksanaan Audit Internal 09.00 – 10.00 Pelaksanaan Audit Internal 10.00 – 10.15 Istirahat 10.15 – 11.00 Simulasi Workshop Pelaksaan Audit 11.00 – 12.00 Simulasi Workshop Implement Audit 12.00 – 13.00 Istirahat 13.00 – 14.00 Tindak Lanjut Audit Lingkungan Internal 14.00 – 15.15 Simulasi Workshop Audit Tindak Lanjut 15.15 – 15.30 Istirahat 15.30 – 16.00 Simulasi Workshop Audit Tindak Lanjut 16.00 – 16.30 Tes akhir peserta pelatihan Testimoni “Materi bagus, mudah dimengerti” “Sangat baik & Lebih dari Ekspektasi” “Penyampaian materi mudah dipahami” “Sangat baik dalam pengiriman materi cukup banyak studi kasus dilapangan” “Sudah memenuhi standar” “Trainer sangat fleksibel dan komunikatif” Fasilitator Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Thomas Hidayat Kurniawan, Ir, MM. Seorang Trainer dan konsultan yang Berpengalaman dalam Sistem Manajemen Mutu, Lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), RSPO, ISPO, COC FSC, SFM FSC, SCCS, dll selama 12 tahun. Pengalaman sebagai pelatih dan konsultan memiliki berbagai perusahaan dan lembaga, baik swasta Nasional, Multinasional dan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan / Lembaga. Perusahaan yang telah menjadi pelatih sebanyak 80 perusahaan. Sebagai Konsultan yang sudah diselesaikan 70 perusahaan. Untuk proses audit pernah melakukan audit pada 60 perusahaan. Selain itu memilki jaringan dengan beberapa Lembaga Sertifikasi karena pernah melakukan proses audit atas nama Lembaga Sertifikasi BMTRADA, Mutu Agung Lestari, TUV Rheinland Internasional, Aliansi Hutan Hujan Smartwood, Sistem Manajemen BSI (Verificator SOP RSPO). Sebaga Auditor pernah bergabung di PT TUV Rheinland International, dan PT Mutu Agung Lestari (BM Trada). Memiliki pengalaman bekerja dengan konsultan Manajemen Aset Karbon Internasional Kutub Selatan AG Swizerland, dalam proyek Crabon Perdagangan REDD di Papua Nuigini dan Proyek AF RF di Philipina.Pendidikan formal S1 Dan S2 dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan yang pernah menjadi klien pelatihan: PT Bakri Sumatera Plantation, PT Dharma Satya Nusantara (Pam Oil dan CPO), PT Swakarsa Sinar Sentosa (Kelapa Sawit dan CPO), PT BW Plantation, PT Sahabat Mewah Makmur PT ANJ AGRI, Belitung, PT Eramitra AGROLESTARI, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT JAMBI AGRO WIJAYA, PT Sumatera Bakrie Plantation, PT Kalimantan Sawit Abadi, (Grup Citra Borneo Indah),, PT Sawit Sumbermas sarana, (Grup Citra Borneo Indah), PT Mitra Mendawai Sejati, (Grup Citra Borneo Indah), PT Sawit Multi Utama, (Grup Citra Borneo Indah), PT Tanjung Sawit abadi. (Grup Citra Borneo Indah), PKS Sulung (Grup Citra Borneo Indah), PKS Suayap (Grup Citra Borneo Indah), PT PLN SEKTOR BUKITTINGG (PLTA Maninjau, PLTA Singkarak),

Training Assessment of the Waste Water Treatment (WWT) System

Training Assessment of the Waste Water Treatment (WWT) System salah satu tujuannya adalah memahami design proses awal dari WWT plant, memahami kelebihan dan kekurangan dari peralatan di WWT plant. Deskripsi Banyak dari kalangan industri, mendesign WWT plant dengan budget yang terbatas, sehingga banyak di temukan kondisi plant WWT saat ini sudah tidak sesuai dengan kapasitas produksi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini menyebabkan kesulitan yang tidak berujung, pihak manajemen terus meminta kenaikan jumlah produksi, di satu sisi “enggan” untuk melakukan investasi di area WWT, karena menganggap area ini hanya sebagai cost center, bukan profit center. Namun demikian dari pihak pemerintah melalui kementrian lingkungan, telah melakukan program PROPER yaitu evaluasi setiap industri atas kinerja lingkungan yang menyangkut emisi udara, limbah B3 dan limbah cair. Masih banyak kalangan industri yang mengalami problems pada limbah cair, karena WWT plant yang tersedia sudah tidak bisa mencukupi lagi bagi limbah cair yang ada. Melalui workshop ini, evaluasi – the bottle necking – dari WWT plant menjadi sangat penting pada saat industri akan melakukan ekspansi dan juga peningkatan produksi. Dengan evaluasi satu per satu dari peralatan WWT menjadikan pimpinan mengetahui lebih detail tentang berbagai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peralatan yang ada, sehingga jika ada investasi tambahan di bidang WWT maka akan menjadi lebih tepat sasaran. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Training Waste Water Treatment ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Memahami design proses awal dari WWT plant Memahami kelebihan dan kekurangan dari peralatan di WWT plant Memahami cara melakukan assessment / evaluasi – the bottle necking – dari WWT Memahami cara ekspansi / perluasan dari WWT plant Metode Pelatihan Training Waste Water Treatment dilaksanakan dengan metode: Presentasi dari “best available technology” di bidang WWT, study kasus, sharing pengalaman. Peserta bisa membawa data lapangan apabila merencanakan melakukan ekspansi di bidang WWT plant. Perhitungan ekspansi WWT di lakukan di excel, sehingga bisa langsung di copy ke pada peserta. Outline Materi Materi Training Waste Water Treatment yang akan dibahas adalah : Design parameter dari WWT process di mulai dari F/M ratio, MCRT, Sludge age, SVI SSV, MLSS MLVSS, aeration timer, OUR SOUR, loading rate dll. Trouble shooting di bidang waste water treatment (WWT) plant Cara melakukan WWT assessment (evaluasi) proses, sehingga dapat di ketahui kelebihan dan kekurangan masing – masing WWT plant yang ada. Rule of thumb untuk menjalankan WWT plant. Melakukan perhitungan ekspansi / perluasan dari WWT plant. Detail aerobic & anaerobic system. PROPER limbah cair. Facilitator Ir. Dwi Handaya, MK3 Praktisi Industri berpengalaman lebih dari 20 tahun, baik di industri petrochemical, manufacturing, oil & gas, plantation, konsultasi dll. Mempunyai background pendidikan Teknik Kimia, Universitas Tirtayasa dan Magister K3, Universitas Indonesia, Jakarta. Menangani konsultasi dan training di berbagai perusahaan besar seperti BP, Cargill, Sinarmas group, Mayora, Indofood dan lain lain. Semenjak 2008 juga tercatat sebagai team instruktur EPCM Environmental Pollution Control Manager, sebagai salah satu program sertifikasi manager lingkungan, BPLHD Jawa Barat dan kementrian LH secara nasional.

Training Applied Marketing Research Using Ms. Excel

Deskripsi Perkembangan dunia bisnis saat ini menuntut para manajer untuk lincah dalam pengambilan keputusan. Perubahan terjadi dengan cepat baik dari sisi persaingan maupun dari sisi konsumen. Tuntutan-tuntutan konsumen yang semakin tinggi, pelanggan yang cenderung semakin kritis, pesaing yang cepat menawarkan produk dengan nilai yang lebih baik dan supplier yang tidak loyal merupkan beberapa contoh rumitnya mengelola pemasaran dewasa ini. Kemampuan untuk mengantisipasi persaingan melalui pemahaman tetang harapan konsumen mutlak dibutuhkan oleh manajer pemasaran dan tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi semata. Oleh karenanya para pengambil keputusan dibidang pemasaran membutuhkan suatu tools yang obyektif yang terjadi di pasar sehingga mampu membuat keputusan yang lebih baik. Sebelum membuat keputusan, manajer pemasaran perlu lebih dulu memiliki informasi yang digunakan sebagai pedoman pengambilan keputusan. Informasi tentang pasar menjadi barang yang sedemikian berharga karena mampu menghindarkan manajer dalam pembuatan keputusan yang salah dan menjadi pedoman dalam pembuatan keputusan pemasaran yang lebih cocok dengan lingkungan bisnisnya. Tujuan Pelatihan Memahami konsep riset pemasaran beserta tahap-tahapnya secara aplikatif Mampu merancang desain riset yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis Memahami proses pengumpulan data, analisis, dan pelaporan mengunakan Ms.Excell Mampu menjadi periset pemasaran yang siap terjun dalam praktek yang sebenarnya Peserta Manajer Riset, Manajer Pemasaran, Manajer Produk, Manajer Merek, bagian pengolahan data, pemilik perusahaan, para wiraswasta yang sering terlibat dalam pembuatan keputusan atau mendukung dalam penyediaan informasi tentang pasar. Outline Materi Aspek-aspek yang akan dibahas dalam Applied Marketing Research, yaitu: Riset pemasaran dan tahapannya Riset Qualitatif dan Quantitatif Membuat desain riset Metode Analisis using Ms. Excell Desain Kuisioner for survey pengumpulan data Tabulating Input data Pengenalan Ms. Excell untuk research Data Processing using Ms. Excell Data Analysis using Ms. Excell Report Writing dan Developing Dashboard using Ms. Excell Recommendation Facilitator Ghani Basyar, SE, MM. Beliau telah berkecimpung di dalam dunia industri dan pendidikan kurang lebih 17 tahun. Manajemen/Bisnis dan Keuangan, 2 hal yang sangat berkaitan dan saling menunjang telah dikembangkan menjadi suatu sinergi yang saling terpadu dalam suatu sistem perusahaan. Sejak tahun 1999 telah mempelajari dan mengetrapkan Konsep modeling Keuangan dan Manajemen/bisnis di dalam suatu industry keuangan. Kelebihan dan kekurangan dari implementasi ini telah dikenali dan diketemukan solusinya. Awal tahun 2004, bergabung dengan LPPM lembaga manajemen tertua di Indonesia dan di perusahaan telah mencapai posisi top Manager. Perpaduan antara teori dan praktek telah memperkaya kemampuannya dalam mengimplementasikan suatu konsep. Tidak ketinggalan juga, gelar academic telah diperoleh dengan predikat sangat memuaskan. Berbekal pengalaman yang mendalam dan sertificate yang diperoleh, berbagai macam project telah berhasil dikerjakan dan berhasil dengan sukses.

Applied Communication Training

Applied Communication Training dapat membantu anda memahami aspek apa saja yang bisa menghambat dalam berkomunikasi, termasuk hambatan dalam rasa percaya diri, pengelolaan stabilitas dan stabilitas emosi. Sehingga anda  akan dibekali dengan kiat berkomunikasi efektif melalui pemahaman  potensi diri. Pelatihan komunikasi adalah sebuah pelatihan dasar yang mempunyai efek yang besar dalam pengembangan soft skill seseorang.  Begitu banyak pelatihan komunikasi telah dikembangkan, namun jarang ditemukan pelatihan yang bersifat integratif.  Pelatihan ini kami siapkan dengan maksud tersebut.

Pelatihan Aplikasi Pembiayaan Syariah dengan Akad MMQ

Deskripsi Di dalam Pelatihan Aplikasi Pembiayaan Syariah dengan Akad MMQ akan dibahas penerapan akad syariah MMQ secara tepat guna dan hasil guna dalam produk-produk pembiayaan syariah yang dibutuhkan masyarakat di Lembaga Keuangan Syariah. Pengenalan Pelatihan Pembiayaan Syariah Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sangat berkembang di Indonesia, terbukti dengan banyaknya bermunculan bank-bank syariah (baik berbentuk BUS atau UUS), BPRS, Multifinance Syariah, bahkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah seperti BMT (Baitul Mal Wal Tamwil) yang rata-rata berbadan hukum Koperasi (KJKS). Berbagai LKS tersebut menawarkan bermacam produk pembiayaan syariah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan nasabah-nasabahnya. Namun hingga saat ini, akad syariah yang dipakai dalam produk pembiayaan tersebut masih menggunakan akad Murabahah. Akad  Murabahah mempunyai pangsa pemakaian lebih dari 60% dari seluruh portofolio pembiayaan syariah yang ada di Indonesia. Akad Murabahah mempunyai kelemahan dalam hal pemberian pembiayaan yang mempunyai jangka waktu panjang (misal KPR), dimana membutuhkan pricing yang tinggi. Karena karakteristik inilah maka tercipta paradigma di mata masyarakat bahwa pembiayaan syariah selalu lebih mahal daripada pembiayaan konvensional. Untuk menghapus paradigma tersebut, DSN MUI telah menawarkan suatu akad yang mempunyai karakteristik pricing yang flexible, yaitu akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). DSN MUI melalui Fatwa no.73/2008 menyatakan bahwa akad MMQ boleh digunakan untuk pembiayaan syariah. Pembiayaan syariah dengan akad MMQ dapat diterapkan pada Bank Umum Syariah / Unit Usaha Syariah BPR Syariah Multifinance Syariah Koperasi Jasa Keuangan Syariah Produk-produk LKS yang dapat menggunakan akad MMQ antara lain KPR iB (pembiayaan property) KKB iB (pembiayaan kendaraan bermotor) KMG / KTA iB (pembiayaan multiguna) Pembiayaan Investasi iB Joint Financing iB Pembiayaan KopKar iB Dll. Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti Pelatihan Pembiayaan Syariah dengan Akad MMQ ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan untuk: Training ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai akad syariah MMQ agar dapat digunakan dalam pengembangan produk di Lembaga Keuangan Syariah. Yang diharapkan dari para peserta training setelah pelatihan dilaksanakan : Memahami akad syariah MMQ sesuai dengan Fatwa DSN dan ketentuan otoritas lainnya. Dapat menerapkan akad syariah MMQ secara tepat guna dan hasil guna dalam produk-produk pembiayaan syariah yang dibutuhkan masyarakat. Memperkuat karakteristik produk-produk dari LKS masing-masing sehingga dapat bersaing dengan produk-produk pembiayaan konvensional. Outline Materi Materi Pelatihan Pembiayaan Syariah dengan Akad MMQ yang akan dibahas adalah : Hari-1 Konsep dan Regulasi MMQ ≠ Kredit Fiqih MMQ Fatwa-Fatwa DSN terkait MMQ Regulasi BI terkait MMQ MMQ Asset vs MMQ non-Asset Karakteristik MMQ Asset Unsur-unsur Akad MMQ Obyek Sewa sesuai Produk : Consumer Financing : KPR, KPM, KMG Commercial Financing : Term / Investment / Asset Financing Supplier Obyek Sewa Cara kerja MMQ-Asset Desain Pembiayaan Desain struktur pembiayaan Line Facility dan penarikan bertahap Take Over dan Refinancing Produk berbasis MMQ Harga Sewa & Bagi Hasil Definisi Harga Sewa Penentuan Harga Sewa Contoh kasus Jadwal angsuran dan Nisbah bagi hasil Pelunasan dipercepat (Prepayment) Hari-2 Likuidasi Pembiayaan Tunggakan dan Default Perhitungan posisi default dan Nisbah bagi hasil default Contoh kasus : Hasil penjualan aset > dari sisa O/S Hasil penjualan aset < dari sisa O/S Aspek Legal / Perjanjian Title of Document Asset Sewa Klausul Pembentukan Syirkah Klausul Modal Syirkah Klausul Kepemilikan Aset Klausul Sewa – Ijarah Klausul Default / Wanprestasi Klausul Nisbah Bagi Hasil – Default Akunting & IT Jurnal Dasar Akunting MMQ Skema Dasar Sistem IT MMQn IMBT vs MMQ Perbandingan IMBT vs MMQ dari berbagai aspek : Hubungan hukum Kepemilikan asset Fatwa DSN MarComm PSAK Depresiasi Pengalihan asset Dokumen legal Dll. Fasilitator Zwei Munici, MM Berlatar belakang ilmu keuangan dan perbankan dari Program Magister Manajemen Universitas Indonesia. Praktisi Perbankan Syariah. Berpengalaman di bidang perkreditan baik di bank konvensional maupun syariah pada tiga bank swasta nasional selama lebih dari 15 tahun dengan spesialisasi Islamic Corporate / Wholesale Banking, Commercial / SME Banking, Consumer Banking, Trade Finance, Credit Risk Management, Credit Sales, Credit Processing. Ikut membidani dan terlibat sebagai key person atas  lahirnya 2 (dua) Unit Usaha Syariah (UUS) yaitu di PT Bank Niaga, Tbk. dan PT Bank Lippo Tbk., serta turut membangkitkan kembali UUS di PT Bank Permata, Tbk. Saat ini berprofesi sebagai “Consultant, Advisor, & Trainer for sharia banking, especially in financing product policy, development, and marketing”. Testimoni “Cukup baik & sesuai Ekspektasi” “Materi sangat pas buat orang Produk.” “Kompeten” “Trainer OK, menguasai materi”